1 of 61

Ekonomi�untuk SMA/MA

Kelas XI Semester 1

Disusun oleh:

Irim Rismi Hastyorini

Yunita Novasari

Kartika Sari

Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial

Editor:

Yan Hanif Jawangga

PT Penerbit Intan Pariwara

2 of 61

    • Pendapatan Nasional

BAB I

    • Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Ekonomi

BAB II

    • Permasalahan Ketenagakerjaan dalam Pembangunan Ekonomi

BAB III

    • Indeks Harga dan Inflasi

BAB IV

    • Kebijakan Moneter dan Kebijakan Fiskal

BAB V

3 of 61

BAB I �Pendapatan Nasional

Bagaimana cara menghitung pendapatan nasional? Apa sajakah komponen pendapatan nasional?

4 of 61

    • Setelah melakukan diskusi, Anda mampu mendeskripsikan pengertian, manfaat, dan komponen pendapatan nasional dengan tepat
    • Setelah membaca teks tentang pendapatan nasional, Anda mampu mendeskripsikan metode pendapatan nasional dengan benar
    • Setelah melakukan tanya jawab, Anda mampu menjelaskan pendapatan per kapita dengan tepat
    • Setelah berdiskusi, Anda mampu menganalisis distribusi pendapatan nasional dengan benar
    • Setelah membaca teks, Anda mampu menyajikan hasil penghitungan pendapatan nasional dan pendapatan per kapita sesuai metodenya

Tujuan Pembelajaran

Konsep Pendapatan Nasional

Penghitungan Pendapatan Nasional

Pendapatan per Kapita

5 of 61

Konsep Pendapatan Nasional

    • Keseluruhan jumlah pendapatan yang diperoleh semua masyarakat yang tinggal di suatu negara atau rumah tangga keluarga dalam kurun waktu tertentu

Apa definisi Pendapatan Nasional?

    • Keseluruhan permintaan dan penawaran
    • Investasi
    • Konsumsi dan tabungan

Apa faktor yang memengaruhinya?

6 of 61

Manfaat Pendapatan Nasional

Membandingkan kemajuan perekonomian negara dari waktu ke waktu

Menilai kinerja ekonomi suatu bangsa

Sebagai pedoman merumuskan kebijakan pemerintah

Mengetahui dan menelaah susunan atau struktur perekonomian

Membandingkan perekonomian antardaerah atau antarnegara

Mengetahui pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapita

7 of 61

Komponen Pendapatan Nasional

    • Menghitung nilai barang dan/atau jasa suatu negara yang dihasilkan faktor-faktor produksi milik warga negara atau warga asing yang tinggal di negara tersebut.

PDB

    • Menjumlahkan nilai barang dan/atau jasa yang dihasilkan faktor-faktor produksi milik warga negara yang tinggal di dalam negeri maupun yang berada di luar negeri, tidak termasuk orang asing yang tinggal di negara tersebut.
    • PNB = PDB + (PFLN – PFDN)

PNB

    • PNN = PNB – Depresiasi

PNN

8 of 61

Komponen Pendapatan Nasional

    • NNI = PNN – Pajak tidak langsung + Subsidi

NNI

    • PI = (NNI + Transfer Payment) – (laba di tahan + iuran asuransi + pajak perseroan + iuran jaminan sosial)

PI

    • DI = PI – Pajak langsung

DI

    • Nilai barang dan/atau jasa yang dihasilkan suatu negara dalam satu tahun serta dinilai menurut harga yang berlaku pada tahun tersebut.

Pendapatan Nasional Harga Berlaku dan Harga Konstan

9 of 61

Metode Penghitungan Pendapatan Nasional

Pendekatan Produksi

Y = {(Q1P1) + (Q2P2) + … + (QnPn)}

​

Pendekatan Pendapatan

NI = R + W + I + P

Pendekatan Pengeluaran

Y = C + I + G + (X – M)

10 of 61

Pendapatan per Kapita

Pendapatan per kapita adalah tingkat rata-rata pendapatan penduduk suatu negara pada periode tertentu dengan jumlah penduduk di negara tersebut

Keterangan

Tingkat Pendapatan per Kapita

Low income economies

US$955 atau kurang

Lower middle income economies

US$956–US$3.895

Upper middle income economies

US$3.896–US$12.055

High income economies

US$12.055 atau lebih

Tingkatan pendapatan per kapita menurut Bank Dunia

Gross National Product

Pendapatan per kapita = --------------------------------

Jumlah Penduduk

Bagaimana penghitungan pendapatan per kapita?

11 of 61

Distribusi Pendapatan Nasional

Distribusi pendapatan merupakan tingkat persebaran pendapatan di suatu wilayah atau daerah.

Koefisien gini merupakan perbandingan antara persentase kumulatif tingkat pendapatan dan nilai koefisien gini.

​

​

Nilai Koefisien (x)

Distribusi Pendapatan

x = 0

Merata sempurna

0<x<0,4

Tingkat ketimpangan rendah

0,4<x<0,5

Tingkat ketimpangan sedang

0,5<x<1

Tingkat ketimpangan tinggi

x = 1

Tidak merata sempurnan (dikuasai satu pihak)

12 of 61

Kriteria Bank Dunia

    • Sebanyak 40% penduduk termiskin menikmati <12% pendapatan nasional, ketimpangan dianggap tinggi.
    • Sebanyak 40% penduduk termiskin menikmati 12–1 7% pendapatan nasional, ketimpangan dianggap sedang.
    • Sebanyak 40% penduduk termiskin menikmati >17% pendapatan nasional, ketimpangan dianggap rendah.

Mengukur Tingkat Kemiskinan

    • Kebutuhan fisik minimum (KFM)
    • Kemiskinan absolut menggunakan tingkat konsumsi dalam takaran ekuivalen.
    • Ambang kemiskinan menurut Bank Dunia tentang pemenuhan kebutuhan fisik 2.100 kalori sehari yang dinyatakan dalam uang.
    • BPS menggunakan tolok ukur Bank Dunia rata-rata pengeluaran per kapita penduduk dalam memenuhi 2.100 kalori per hari.

13 of 61

BAB II �Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Ekonomi

Bagaimana gambaran umum kondisi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi di Indonesia? Bagaimana strategi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi di Indonesia?

14 of 61

Tujuan Pembelajaran

    • Setelah membaca materi, Anda mampu menjelaskan pengertian pertumbuhan dan pembangunan ekonomi dengan baik.
    • Setelah melakukan kegiatan diskusi, Anda mampu menghitung laju pertumbuhan ekonomi dengan rumus penghitungan pertumbuhan ekonomi secara tepat.
    • Setelah melakukan kegiatan diskusi, Anda mampu menjelaskan teori pertumbuhan ekonomi dengan baik.
    • Setelah melakukan pengamatan, Anda mampu membedakan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi dengan tepat.
    • Setelah mengerjakan penugasan, Anda mampu menyimpulkan data indikator terkait pembangunan ekonomi di Indonesia dengan tepat.

Pertumbuhan Ekonomi

Pembangunan Ekonomi

15 of 61

Pertumbuhan dan Pembangunan Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi

Pembangunan Ekonomi

Tokoh

Rumus Perhitungan

Pengaruh

Permasalahan

  • Adam Smith
  • David Ricardo
  • Joseph A.S.
  • Robert Solow
  • Harrod-Domar
  • W.W. Rostow
  • Karl Bucher

PDBt – PDBt–1

r(t – 1,t) = –––––––––––– × 100% PDBt–1

  • Kualitas sumber daya manusia
  • Sumber daya alam
  • Modal
  • Teknologi dan Kewirausahaan
  • Partisipasi masyarakat
  • Kemudahan birokrasi
  • Kestabilan politik dan keamanan

• Kemiskinan

• Ketimpangan pendapatan

• Pengangguran

• Ketimpangan pembangunan

• Pertumbuhan penduduk yang tinggi

• Inflasi yang tinggi

• Tingkat pendidikan yang rendah

16 of 61

Teori Pertumbuhan Ekonomi, Apa Sajakah?

    • Teori Pertumbuhan Ekonomi
      • Teori Klasik

​

      • Teori Neoklasik

​

      • Teori Neokeynes

​

      • Teori W.W. Rostow

​

      • Teori Karl Bucher

​

17 of 61

Lanjutan

Teori Klasik

    • Adam Smith
      • Pertumbuhan ekonomi dipengaruhi faktor output total dan pertumbuhan penduduk.
    • David Ricardo
      • Dikenal dengan teori the law of diminishing return.
      • Peningkatan produktivitas tenaga kerja memerlukan kemajuan teknologi serta akumulasi modal yang cukup.

Teori Neoklasik

    • Joseph A. Schumpeter
      • Pertumbuhan ekonomi merupakan proses inovasi yang dilakukan inovator dan wirausahawan.
    • Robert Solow
      • Pertumbuhan ekonomi adalah rangkaian kegiatan yang bersumber pada manusia, akumulasi modal, teknologi modern, dan hasil (output).

18 of 61

Lanjutan

Teori Neokeynes

    • Roy F. Harrod dan Evsey D. Domar
      • Faktor yang memengaruhi peningkatan pertumbuhan ekonomi adalah adanya pengaruh investasi pada permintaan agregat dan pertumbuhan kapasitas produksi. Penanaman modal menjadi komponen penting dalam proses pertumbuhan ekonomi.

Teori W.W. Rostow

    • Tahap masyarakat tradisional (the traditional society).
    • Tahap prasyarat tinggal landas (the praconditions for take off).
    • Tahap tinggal landas (the take off).
    • Tahap menuju kedewasaan (maturity).
    • Tahap konsumsi tinggi (high mass consumption).

19 of 61

Lanjutan

Teori Karl Bucher

    • Produksi untuk kebutuhan sendiri (rumah tangga tertutup)
    • Perekonomian sebagai perluasan pertukaran produk di pasar (rumah tangga kota)
    • Pada perekonomian nasional, peran perdagangan makin penting (rumah tangga negara)
    • Kegiatan perdagangan telah meluas melintasi batas negara (rumah tangga dunia)

20 of 61

Rumus Perhitungan Pertumbuhan Ekonomi

PDBt – PDBt–1

r(t – 1,t) = ––––––––––––––– × 100%

PDBt–1

​

Keterangan:

r = Tingkat pertumbuhan ekonomi yang dinyatakan dalam persentase

PDBt = Produk domestik bruto pada tahun berjalan.

PDBt-1 = Produk domestik bruto tahun sebelumnya.

​

Rumus Penghitungan Pertumbuhan Ekonomi

21 of 61

Perbedaan Pertumbuhan dan Pembangunan Ekonomi

    • Pertumbuhan Ekonomi
      • Proses naiknya produk per kapita terus-menerus.
      • Tidak memperhatikan pemerataan pendapatan.
      • Tidak memperhatikan pertambahan penduduk.
      • Belum tentu mengindikasikan peningkatan taraf hidup masyarakat.
      • Pertumbuhan ekonomi belum tentu disertai pembangunan ekonomi.

​

    • Pembangunan Ekonomi
      • Proses perubahan menuju perbaikan termasuk usaha meningkatkan pendapatan per kapita dalam jangka panjang.
      • Memperhatikan pemerataan pendapatan termasuk pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya.
      • Memperhatikan pertambahan penduduk.
      • Meningkatkan taraf hidup masyarakat.
      • Pembangunan ekonomi selalu disertai pertumbuhan ekonomi.

22 of 61

Faktor-faktor yang memengaruhi pembangunan ekonomi

Ekonomi

Nonekonomi

  1. Sumber daya manusia
  2. Sumber daya alam
  3. Modal
  4. Teknologi dan kewirausahaan
  1. Etos kerja masyarakat dan pemerintah
  2. Kestabilan politik dan keamanan negara
  3. Kondisi sosial budaya masyarakat
  4. Kemudahan layanan birokrasi

23 of 61

Indikator keberhasilan pembangunan ekonomi

Indikator nonmoneter

Indikator moneter

  • Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) meningkat
  • Pendapatan per kapita meningkat
  • Indeks kualitas hidup
  • Indeks pembangunan manusia (IPM)
  • Indikator campuran

24 of 61

Permasalahan Pembangunan Ekonomi

  1. Kemiskinan
  2. Ketimpangan pendapatan
  3. Pengangguran
  1. Ketimpangan pembangunan
  2. Pertumbuhan penduduk tinggi
  3. Inflasi yang tinggi
  4. Tingkat pendidikan rendah

25 of 61

Perencanaan dengan Kebijakan Pembangunan Ekonomi

Kebijakan

Perencanaan

Kebijakan yang berkaitan dengan penyusunan rencana pembangunan nasional

​

Kebijakan

penganggaran

Kebijakan yang berkaitan dengan penyusunan alokasi pendanaan (pagu indikatif)

Kebijakan pemantauan dan evaluasi

Kebijakan penanganan masalah

Kebijakan yang berkaitan dengan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan perencanaan pembangunan nasional.

Kebijakan yang berkaitan dengan penanganan permasalahan mendesak dan berskala besar sesuai penugasan presiden

26 of 61

Strategi Pembangunan Ekonomi Indonesia

​

      • Mengembangkan pusat-pusat perekonomian seperti ibu kota provinsi, kota besar, kota kecil; kecamatan, dan perdesaan
      • Meningkatkan investasi agar kegiatan produksi perusahaan meningkat dan dapat mengurangi pengangguran
      • Membangun sarana pendidikan dan kesehatan yang baik dan merata di seluruh Indonesia
      • Meningkatkan pembangunan infrastruktur fasilitas publik di berbagai wilayah di Indonesia
      • Melakukan sertifikasi dan pelatihan tenaga kerja
      • Menerapkan riset ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dalam dunia industri
      • Meningkatkan pelatihan dan pengembangan kewirausahaan
      • Mempermudah akses modal bagi petani, nelayan, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
      • Memberi bantuan dan insentif bagi badan usaha berorientasi ekspor

27 of 61

Bab III�Permasalahan Ketenagakerjaan dalam Pembangunan Ekonomi

Mengapa masalah ketenagakerjaan masih sering muncul di Indonesia? Bagaimana kualitas tenaga kerja Indonesia?

​

28 of 61

Tujuan Pembelajaran

    • Setelah membaca materi, Anda mampu menjelaskan konsep ketenagakerjaan dan jenis-jenis tenaga kerja secara tepat.
    • Setelah melakukan studi literasi, Anda mampu mengidentifikasi masalah ketenagakerjaan secara saksama.
    • Setelah melakukan kegiatan menganalisis wacana, Anda mampu mendeskripsikan upaya meningkatkan kualitas tenaga kerja secara kritis.
    • Setelah melakukan diskusi, Anda mampu mendeskripsikan teori upah dan sistem upah yang berlaku di Indonesia secara tepat.
    • Setelah melakukan diskusi, Anda mampu mengidentifikasi jenis-jenis pengangguran dan dampak negatif pengangguran secara tepat.
    • Setelah melakukan kegiatan berdiskusi, Anda mampu mendeskripsikan upaya mengatasi pengangguran secara tepat.

29 of 61

    • Ketenagakerjaan Indonesia
      • Konsep Ketenagakerjaan
      • Tenaga Kerja
      • Angkatan Kerja
      • Kesempatan Kerja

30 of 61

Ketenagakerjaan adalah segala hal yang berhubungan dengan tenaga kerja pada waktu sebelum, selama, dan sesudah masa kerja

Tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan/atau jasa, baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun masyarakat. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), tenaga kerja adalah semua penduduk yang berada dalam usia kerja berumur 15–64 tahun.

Angkatan kerja

TPAK = ––––––––––––––––––––––––– × 100%

Penduduk berusia >15 tahun

Orang yang bekerja

TKK = –––––––––––––––– × 100%

Angkatan kerja

Konsep Ketenagakerjaan

31 of 61

32 of 61

    • Masalah ketenagakerjaan�di Indonesia
      • Jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan kesempatan kerja
      • Mutu atau kualitas tenaga kerja yang rendah
      • Pemutusan hubungan kerja (PHK)
      • Tingkat upah rendah (upah minimum regional/UMR)

​

    • Upaya meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia
      • Meningkatkan kualitas pendidikan
      • Meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat
      • Menyelenggarakan program pemagangan
      • Memberdayakan balai latihan kerja (BLK) secara optimal
      • Mempercepat sertifikat profesi tenaga kerja

​

33 of 61

Teori upah

    • Teori Upah Alami
    • Teori Upah Besi
    • Teori Upah Etika

Sistem upah yang berlaku di Indonesia

    • Upah menurut waktu
    • Upah menurut hasil/upah satuan
    • Upah borongan
    • Upah dengan mitra usaha
    • Upah dengan sistem bonus

Sistem Upah

34 of 61

    • Masalah pengangguran
      • Upaya mengatasi pengangguran

​

      • Jenis-jenis pengangguran

​

      • Dampak negatif pengangguran

​

35 of 61

    • Menurut Jumlah Jam Kerja
      • Pengangguran Terbuka
      • Setengah Menganggur
    • Menurut Penyebab Terjadinya Pengangguran
      • Pengangguran konjungtur/siklikal
      • Pengangguran struktural
      • Pengangguran teknologi
      • Pengangguran musiman
      • Pengangguran friksional

Mengadakan pameran, kebijakan moneter, dan kebijakan fiskal

Menyediakan pelatihan dan pendidikan, memindahkan tenaga kerja ke daerah yang kekurangan tenaga kerja, mendirikan industri padat karya.

Mengadakan sosialisasi lowongan kerja dan dasar-dasar kewirausahaan

Mewajibkan perusahaan menciptakan suasana kerja yang nyaman dan membangun.

Upaya mengatasi pengangguran

Jenis-jenis Pengangguran

36 of 61

Permintaan dan penawaran agregat menurun

Penerimaan negara menurun

Tingkat kesejahteraan menurun

Angka kemiskinan meningkat

Biaya sosial meningkat

Dampak Negatif Pengangguran

37 of 61

Gagal panen dapat menyebabkan inflasi terhadap kebutuhan barang pokok. Apa dampak inflasi terhadap perekonomian nasional? Apa hubungan inflasi dengan jumlah uang beredar?

Bab IV

Indeks Harga dan Inflasi

38 of 61

Tujuan Pembelajaran

    • Setelah membaca materi, Anda mampu mengidentifikasi jenis indeks harga dengan cermat.
    • Setelah mempelajari metode indeks harga tidak tertimbang dan indeks harga tertimbang, Anda mampu menyajikan hasil penghitungan indeks harga berdasarkan data dengan tepat.
    • Setelah kegiatan diskusi, Anda mampu menganalisis terjadinya inflasi sesuai jenis-jenisnya dengan benar.
    • Setelah mendengarkan penjelasan guru, Anda mampu menyajikan hasil penghitungan laju inflasi berdasarkan data dengan saksama.
    • Setelah kegiatan diskusi, Anda mampu mengatasi dampak inflasi berdasarkan kebijakan moneter, fiskal, serta nonmoneter dan nonfiskal dengan benar.
    • Setelah membaca materi, Anda mampu menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi permintaan uang dengan cermat.
    • Setelah kegiatan diskusi, Anda mampu menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi penawaran uang dengan tepat.

39 of 61

Indeks harga merupakan perbandingan perubahan tingkat harga tahun tertentu dengan tahun dasar

Indeks Harga

Apa itu indeks harga

Apa tujuan penghitungan indeks harga?

    • Sebagai data dalam menghitung inflasi
    • Pedoman dalam menentukan kebijakan ekonomi pada masa depan
    • Data acuan dalam menentukan penyesuaian upah minimum
    • Memudahkan pemantauan penawaran dan permintaan barang kebutuhan
    • Mengetahui perkembangan harga barang dan/atau jasa

40 of 61

    • Indeks Harga
      • Indeks harga produsen (IHP)

​

      • Indeks harga implisit (PDB deflator)

​

      • Indeks harga yang harus dibayar dan diterima petani

​

      • Indeks harga konsumen (IHK)

​

41 of 61

Metode Penghitungan Indeks Harga

    • Metode indeks harga tertimbang
      • Indeks Laspeyres

​

​

​

      • Indeks Paasche

​

​

    • Metode indeks harga tidak tertimbang
      • Indeks Harga

​

​

      • Angka Indeks Kuantitas

​

​

      • Angka Indeks Nilai
      • atau

​

42 of 61

    • Apa itu Inflasi?
      • Inflasi menggambarkan kondisi ketika harga barang secara umum mengalami kenaikan terus-menerus atau menurunnya nilai riil uang dalam negeri (rupiah).
    • Apa saja Faktor Penyebab Inflasi?
      • Peningkatan permintaan agregat
      • Terhambatnya atau rendahnya produksi barang dan jasa
      • Ketidakseimbangan jumlah uang beredar dalam masyarakat dan jumlah peredaran barang
      • Naiknya harga bahan bakar minyak dan tarif dasar listrik
      • Penerbitan uang baru oleh otoritas moneter

43 of 61

Jenis-jenis Inflasi, apa sajakah?

    • Berdasarkan Sumbernya
      • Inflasi dari dalam negeri

​

      • Inflasi dari luar negeri

​

    • Berdasarkan Cakupan Pengaruh Kenaikan Harga
      • Inflasi tertutup

​

      • Inflasi terbuka

​

      • Inflasi tidak terkendali

​

    • Berdasarkan
    • Tingkat Keparahan
      • Inflasi ringan

​

      • Inflasi sedang

​

      • Inflasi berat

​

      • Inflasi tidak terkendali (hiperinflasi)

​

    • Berdasarkan Penyebabnya
      • Inflasi tarikan permintaan (demand pull inflation)

​

      • Inflasi dorongan biaya (cost push inflation)

​

44 of 61

Penghitungan Inflasi, Bagaimana Caranya?

Menghitung inflasi bulanan

Menghitung inflasi tahunan

45 of 61

    • Pihak yang diuntungkan saat inflasi
      • Pengusaha atau produsen
      • Pedagang
      • Spekulan
      • Peminjam atau debitur

​

​

​

​

    • Pihak yang dirugikan saat inflasi
      • Masyarakat penghasilan tetap
      • Penabung
      • Pemberi pinjaman atau kreditur
      • Perekonomian nasional (jika inflasi berat)

​

​

​

​

    • Moneter
      • Diskonto
      • Operasi pasar terbuka
      • Cadangan kas minimum
      • Kedit selektif
      • Imbauan moral

​

    • Fiskal
      • Pajak
      • Pengeluaran pemerintah (subsidi)

​

    • Nonmoneter & nonfiskal
      • Menambah kapasitas produksi
      • Menetapkan HET
      • Menjaga kestabilan tingkat upah
      • Pengaturan distribusi barang

​

Cara mengatasi inflasi

​

​

DAMPAK INFLASI

​

46 of 61

Permintaan dan Penawaran Uang

    • Uang
      • Fungsi
        • Asli

​

        • Turunan

​

​

      • Jenis-jenis
        • Kartal

​

        • Giral

​

        • Kuasi

​

​

Uang berkaitan dengan sesuatu yang diterima masyarakat sebagai alat tukar atau pembayaran yang sah.

47 of 61

Teori Penawaran Uang

    • Teori uang tanpa bank (sistem emas)
    • Teori penawaran uang modern

Faktor-faktor yang memengaruhi

    • Tingkat suku bunga bank
    • Tingkat pendapatan masyarakat
    • Jumlah penduduk yang besar
    • Letak geografis suatu wilayah yang strategis
    • Tingkat produksi dan pendapatan nasional

Teori Pemintaan Uang

    • Teori Klasik (Irving Fisher) 🡪 M × V = P × T
    • Teori Keynes 🡪 Motif transaksi, berjaga-jaga, dan spekulasi

Faktor-faktor yang memengaruhi

    • Tingkat pendapatan masyarakat bertambah
    • Tingkat suku bunga bank naik atau tinggi
    • Selera masyarakat berubah
    • Tingkat harga umum naik

Permintaan Uang

Penawaran Uang

48 of 61

Mengapa bank perlu menunjukkan perubahan suku bunga? Apakah suku bunga sering mengalami perubahan?

BAB V

Kebijakan Moneter dan Kebijakan Fiskal

49 of 61

    • Tujuan Pembelajaran
      • Setelah membaca materi, Anda mampu mendeskripsikan peran dan fungsi kebijakan moneter dan kebijakan fiskal dengan cermat.
      • Melalui kegiatan pengamatan dan analisis, Anda mampu mengidentifikasi instrumen kebijakan moneter dan kebijakan fiskal dengan tepat.
      • Melalui kegiatan diskusi, Anda mampu menjelaskan dampak kebijakan moneter dan kebijakan fiskal dalam perekonomian dengan tanggung jawab.

50 of 61

    • Pengertian kebijakan moneter
    • Peran dan fungsi kebijakan moneter
    • Instrumen kebijakan moneter
    • Dampak kebijakan moneter terhadap perekonomian

Kebijakan Moneter

51 of 61

Pengertian Kebijakan Moneter

  • Kebijakan moneter adalah kebijakan yang diberlakukan oleh pemerintah (bank sentral) untuk mempertahankan, menambah, atau mengurangi jumlah uang beredar dalam masyarakat.

​

  • Kebijakan moneter dapat juga diartikan sebagai kebijakan yang ditetapkan dan dilaksanakan Bank Indonesia untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah melalui pengendalian jumlah uang beredar.

52 of 61

    • Peran kebijakan moneter
      • Mencapai target pertumbuhan ekonomi
      • Menjaga kestabilan ekonomi
      • Menjaga stabilitas harga untuk mengurangi inflasi
      • Meningkatkan kesempatan kerja dan pemerataan pendapatan
      • Memperbaiki neraca pembayaran dan neraca perdagangan
    • Fungsi kebijakan moneter
      • Mencapai kestabilan nilai mata uang rupiah
      • Memacu pembangunan
      • Mendapatkan dan mengambil manfaat suku bunga
      • Menyeimbangkan permintaan dan penawaran uang
      • Menyediakan fasilitas kredit yang tepat

53 of 61

    • Instrumen Kebijakan Moneter
      • Operasi Pasar Terbuka

​

      • Politik Diskonto

​

      • Politik Cadangan Kas

​

      • Kebijakan Kredit Selektif

​

      • Imbauan Moral

​

      • Kebijakan Devaluasi dan Revaluasi

​

54 of 61

Mempertahankan kestabilan harga

Menjaga agar likuiditas sesuai kebutuhan

Melancarkan transaksi perdagangan

Mengurangi dampak inflasi terhadap perekonomian

Dampak Kebijakan Moneter dalam Perekonomian

55 of 61

    • Kebijakan Fiskal
      • Pengertian kebijakan fiskal
      • Peran dan fungsi kebijakan fiskal
      • Instrumen kebijakan fiskal
      • Jenis-jenis kebijakan fiskal
      • Dampak kebijakan fiskal terhadap perekonomian

56 of 61

Apa itu Kebijakan Fiskal?

  • Kebijakan fiskal (fiscal policy) atau kebijakan anggaran diartikan sebagai tindakan pemerintah dalam bidang anggaran belanja negara untuk memengaruhi jalannya perekonomian.
  • Kebijakan fiskal juga diartikan sebagai kebijakan pemerintah dalam mengatur penerimaan dan pengeluaran negara untuk memengaruhi perekonomian nasional.
  • Kebijakan fiskal berhubungan erat dengan pendapatan dan pengeluaran negara atau APBN.

57 of 61

    • Peran Kebijakan Fiskal
      • Meningkatkan PDB dan pertumbuhan ekonomi

​

      • Memperluas kesempatan kerja

​

      • Menstabilkan harga-harga barang

​

      • Menciptakan pemerataan distribusi pendapatan

​

    • Fungsi Kebijakan Fiskal
      • Fungsi alokasi

​

      • Fungsi distribusi

​

      • Fungsi stabilisasi

​

58 of 61

    • Pajak
    • Belanja Pemerintah
    • Subsidi
    • Pinjaman Publik

Instrumen Kebijakan Fiskal

59 of 61

Kebijakan anggaran seimbang

Kebijakan anggaran defisit

Kebijakan anggaran surplus

Kebijakan anggaran dinamis

Jenis-jenis Kebijakan Fiskal

60 of 61

    • Memengaruhi pendapatan dan pengeluaran negara
    • Meningkatnya kegiatan perekonomian
    • Membayar utang pemerintah dan program pemerintah
    • Terlaksananya pembangunan fasilitas publik
    • Pemerataan distribusi pendapatan

Dampak Kebijakan Fiskal terhadap Perekonomian

61 of 61

Terima Kasih

Bersama PT Penerbit Intan Pariwara

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa