1 of 23

Pertemuan 9A

Prodi Bisnis Digital

Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Lancang Kuning

MANAJEMEN PERSEDIAAN

“Model-Model Persediaan”

2 of 23

Tujuan

    • Mahasiswa mampu memahami berbagai model persediaan yang digunakan dalam manajemen persediaan.
    • Mahasiswa mampu menerapkan model persediaan yang sesuai dalam berbagai situasi bisnis.

Tujuan Pembelajaran

Manajemen Persediaan

3 of 23

    • Model persediaan adalah kerangka kerja yang digunakan untuk mengelola persediaan secara optimal.
    • Memilih model yang tepat dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi biaya.

Pengantar Model Persediaan

Manajemen Persediaan

4 of 23

Jenis-Jenis Model Persediaan

1

2

      • Digunakan ketika permintaan dan lead time diketahui dan tetap.
      • Digunakan ketika permintaan dan lead time tidak pasti dan bervariasi.

Manajemen Persediaan

Model Persediaan Deterministik

Model Persediaan Probabilistik

5 of 23

Model Persediaan Deterministik

3

4

      • Menentukan jumlah pesanan yang optimal untuk meminimalkan biaya total persediaan.
      • Variasi dari EOQ yang digunakan untuk situasi di mana produksi dan konsumsi terjadi secara bersamaan.

Manajemen Persediaan

Economic Order Quantity (EOQ)

Economic Production Quantity (EPQ)

6 of 23

Economic Order Quantity (EOQ)

1

EOQ=2DSHEOQ = \sqrt{\frac{2DS}{H}}EOQ=H2DS​​

Manajemen Persediaan

Formula EOQ:

di mana:

      • D = Permintaan tahunan
      • S = Biaya pemesanan per pesanan
      • H = Biaya penyimpanan per unit per tahun
    • Contoh Kasus:
      • Sebuah perusahaan yang memesan bahan baku setiap bulan dengan EOQ yang dihitung berdasarkan biaya dan permintaan tahunan.

7 of 23

Economic Production Quantity (EPQ)

1

EPQ=2DSH×(1−dp)EPQ = \sqrt{\frac{2DS}{H \times \left(1 - \frac{d}{p}\right)}}EPQ=H×(1−pd​)2DS​​

Manajemen Persediaan

Konsep EPQ:

    • Digunakan ketika produk diproduksi dan digunakan secara bersamaan, dengan asumsi bahwa produksi lebih cepat daripada konsumsi.

di mana:

    • d = Tingkat permintaan
    • p = Tingkat produksi

Formula EPQ:

    • Contoh Kasus:
      • Perusahaan manufaktur yang memproduksi komponen secara terus-menerus sambil menggunakan komponen tersebut dalam proses produksi.

8 of 23

Model Persediaan Probabilistik

1

2

      • Menentukan jumlah tetap untuk setiap pesanan, namun interval pemesanan bervariasi berdasarkan tingkat stok dan permintaan.

      • Menentukan interval waktu tetap untuk pemesanan, namun jumlah pesanan bervariasi berdasarkan kebutuhan.

Manajemen Persediaan

Fixed Order Quantity Model

Fixed Order Interval Model

9 of 23

Fixed Order Quantity Model

    • Karakteristik:
      • Kuantitas pemesanan selalu tetap, namun waktu pemesanan berubah sesuai dengan permintaan dan tingkat persediaan.
    • Keuntungan:
      • Meminimalkan risiko kekurangan stok dengan memastikan barang selalu tersedia saat dibutuhkan.
    • Contoh Kasus:
      • Toko ritel yang selalu memesan dalam jumlah yang sama ketika stok mencapai titik reorder.

Manajemen Persediaan

10 of 23

Fixed Order Interval Model

1

2

      • Waktu pemesanan selalu tetap, namun kuantitas pesanan disesuaikan dengan tingkat stok dan permintaan.

      • Membantu dalam perencanaan pengadaan yang lebih baik dengan mempertahankan jadwal pemesanan yang konsisten.

Manajemen Persediaan

Karakteristik:

Keuntungan:

3

      • Perusahaan yang memesan bahan baku setiap dua minggu, dengan kuantitas yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan.

Contoh Kasus:

11 of 23

Continuous Review System

    • Pengertian:
      • Sistem di mana persediaan dipantau secara terus-menerus, dan pesanan dilakukan setiap kali persediaan mencapai tingkat reorder point (ROP).
    • Keuntungan:
      • Memastikan barang selalu tersedia dan mengurangi risiko kekurangan stok.
    • Contoh Kasus:
      • Perusahaan yang menggunakan sistem pemantauan otomatis untuk melakukan pemesanan secara langsung saat stok menipis.

Manajemen Persediaan

12 of 23

Periodic Review System

Pengertian:

    • Sistem di mana persediaan diperiksa pada interval waktu yang tetap, dan pesanan dilakukan untuk membawa persediaan kembali ke tingkat tertentu.

Keuntungan:

    • Memudahkan perencanaan dan pengelolaan persediaan dengan pemeriksaan yang terjadwal.

Contoh Kasus:

    • Perusahaan yang memeriksa persediaan setiap akhir bulan dan melakukan pemesanan untuk bulan berikutnya.

Manajemen Persediaan

13 of 23

Single-Period Inventory Model

    • Konsep:
      • Model yang digunakan untuk situasi di mana produk hanya relevan dalam satu periode atau musim tertentu, seperti produk musiman.
    • Keuntungan:
      • Mengoptimalkan jumlah pesanan untuk meminimalkan risiko overstock dan stockout dalam periode tertentu.
    • Contoh Kasus:
      • Perusahaan yang memproduksi pakaian musim dingin yang hanya dijual selama musim tersebut.

Manajemen Persediaan

14 of 23

Multi-Period Inventory Model

Konsep:

    • Model yang digunakan untuk produk yang memiliki siklus hidup panjang, dan di mana permintaan terjadi dalam beberapa periode.

Keuntungan:

    • Mengelola persediaan dalam jangka panjang dengan mempertimbangkan fluktuasi permintaan di berbagai periode.

Contoh Kasus:

    • Perusahaan elektronik yang menjual produk sepanjang tahun dengan permintaan yang bervariasi.

Manajemen Persediaan

15 of 23

Penggunaan Model Persediaan dalam Bisnis

    • Faktor Penentu Pemilihan Model:
      • Karakteristik permintaan
      • Lead time
      • Biaya pemesanan dan penyimpanan
      • Risiko kekurangan atau kelebihan stok
    • Strategi Implementasi:
      • Memilih model yang sesuai dengan kebutuhan bisnis dan kondisi pasar.

Manajemen Persediaan

16 of 23

Studi Kasus: Implementasi Model Continuous Review di Perusahaan X

    • Situasi: Perusahaan X mengalami masalah kekurangan stok yang menyebabkan penurunan penjualan.
    • Solusi: Implementasi Continuous Review System yang berhasil meningkatkan ketersediaan produk dan meminimalkan kekurangan stok.

Manajemen Persediaan

17 of 23

Analisis Studi Kasus

    • Keuntungan Continuous Review: Memastikan stok selalu tersedia dengan pemantauan yang real-time.
    • Peningkatan Efisiensi: Perusahaan dapat merespon fluktuasi permintaan dengan cepat dan mengurangi biaya kehilangan penjualan.

Manajemen Persediaan

18 of 23

Tantangan dalam Implementasi Model Persediaan

Variabilitas Permintaan

    • Permintaan yang tidak stabil dapat mempengaruhi efektivitas model persediaan yang dipilih.

Lead Time yang Tidak Pasti

    • Waktu pengiriman yang tidak konsisten dari pemasok dapat mengganggu sistem persediaan.

Manajemen Persediaan

19 of 23

Solusi untuk Tantangan dalam Implementasi Model Persediaan

Peramalan yang Lebih Akurat

    • Menggunakan analisis data historis untuk memprediksi permintaan dengan lebih tepat.

Penggunaan Teknologi

    • Implementasi sistem pemantauan dan manajemen persediaan berbasis teknologi untuk mengurangi ketidakpastian.

Manajemen Persediaan

20 of 23

TUGAS

    • Hitung EOQ untuk sebuah produk dengan data yang diberikan: Permintaan tahunan 15.000 unit, biaya pemesanan Rp1.000.000 per pesanan, dan biaya penyimpanan Rp25.000 per unit per tahun.

    • Jelaskan manfaat dan kekurangan menggunakan model Continuous Review dalam bisnis ritel.

Manajemen Persediaan

21 of 23

Kesimpulan

    • Model Persediaan: Memilih model persediaan yang tepat sangat penting untuk efisiensi dan efektivitas operasional.
    • Beragam Model: EOQ, EPQ, Fixed Order, Continuous Review, dan Periodic Review adalah model-model yang dapat digunakan sesuai dengan karakteristik bisnis.
    • Pentingnya Implementasi yang Tepat: Implementasi model persediaan yang tepat dapat mengurangi biaya, mengurangi risiko, dan meningkatkan keuntungan.

22 of 23

Buku Referensi:

Daftar Pustaka

    • Jaelani, S. J. (2020). Manajemen Persediaan dan Pergudangan. Jakarta: Pustaka Ilmu.
    • Negara, I. M. S. (2019). Manajemen Persediaan: Pendekatan Praktis. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
    • Tjandra, F. (2021). Manajemen Persediaan: Konsep, Model, dan Aplikasi. Bandung: Penerbit ITB.
    • Tjakraatmadja, A. D. (2018). Manajemen Persediaan: Teori dan Praktik. Surabaya: Airlangga University Press.

Jurnal dan Artikel:

23 of 23

THANK YOU

FOR ATTENDING