ISO 45001:2018 �SAFETY IN �WORK PLACE
PT.SATYA GLOBAL STANDART
Masindo Building 3rd Floor Mampang Prapatan Raya Street 73-A, South Jakarta
Profile Pembicara
EXPERIENCES
RIZNA
CIPTORINI
Profile Trainer
EXPERIENCES
COMPETENCIES
DIPPU ROCKY NABABAN
QHSE Professional, NEBOSH Certified
Sebagai praktisi selama sekitar 15 tahun di industri Oil & Gas dalam beberapa fase projects and operations, termasuk aktivitas: offshore marine, well completion, process & production, construction, operational HSE Case, HSEQ management and risk assessments in Oil & Gas, Petrochemical industry.
OUTLINES
PENGANTAR
Kesehatan dan keselamatan di tempat kerja adalah perhatian utama sebagian besar Organisasi, namun kematian dan cedera tetap terjadi.
ISO 45001 menetapkan standar praktik minimum untuk melindungi pekerja di seluruh dunia.
PENGANTAR
Menurut Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), saat ini terdapat lebih dari 2,78 juta kematian per tahun akibat kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja, di samping 374 juta cedera dan penyakit non-fatal. Selain dampak besar pada keluarga dan masyarakat, biaya untuk bisnis dan ekonomi juga signifikan.
ISO 45001, Sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja - Persyaratan dengan panduan penggunaan, adalah Standar Internasional pertama di dunia untuk kesehatan dan keselamatan kerja (OH&S). Ini memberikan kerangka kerja untuk meningkatkan keselamatan, mengurangi risiko tempat kerja dan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan di tempat kerja, memungkinkan organisasi untuk secara proaktif meningkatkan kinerja Keselamatan dan Kesehatan Kerjanya.
KECELAKAAN KERJA
ILO memperkirakan bahwa sekitar 2,3 juta perempuan dan laki-laki di seluruh dunia meninggal akibat kecelakaan atau penyakit terkait pekerjaan setiap tahun; ini sesuai dengan lebih dari 6000 kematian setiap hari. Di seluruh dunia, terdapat sekitar 340 juta kecelakaan kerja dan 160 juta korban penyakit akibat kerja setiap tahunnya. ILO memperbarui perkiraan ini secara berkala, dan pembaruan menunjukkan peningkatan kecelakaan dan kesehatan yang buruk.
Source: ilo.org
Angka kecelakaan kerja di Indonesia berdasarkan data dari BPJS Ketenagakerjaan tahun 2021 mencapai 114.235 kasus kecelakaan yang dilaporkan pada tahun 2019, sehingga mengalami peningkatan mencapai 177.161 kasus sepanjang tahun 2021 (Jan-Des)
VIDEO �Safety �Unsafe Act
Pemahaman ISO 45001:2018
ISO (The International Organization for Standardization) adalah sebuah organisasi yang menetapkan standar internasional di bidang industrial dan komersial tingkat global.
Apa itu ISO 45001�Adalah standard Internasional yang menerapkan persyaratan OH&S, sebagai pedoman bagi organisasi dalam meningkatkan kinerja OH&S, mencegah cedera dan Kesehatan yang buruk secara proaktif.
ISO 45001 berlaku untuk semua organisasi, terlepas dari ukuran, industri, atau sifat bisnis. Ini dirancang untuk diintegrasikan ke dalam proses manajemen organisasi yang ada dan mengikuti struktur tingkat tinggi yang sama dengan standar sistem manajemen ISO lainnya, seperti ISO 9001 (manajemen mutu) dan ISO 14001 (manajemen lingkungan).
Cakupan Implementasi�di Tingkat Internasional
China
Italy
USA
India
Indonesia
Evolusi Sistem Manajemen OH&S
Tahun 1999 Dikeluarkan oleh BSI yakni Sistem Manajemen OH&S OHSAS 18001:1999
Tahun 2007 Dikeluarkan oleh BSI yakni SMOH&S OHSAS 18001:2007
Tahun 2013
Usulan melalui Comitte ISO/PC 283
yang mengajak beberapa negara untuk merumuskan ISO 45001
Tahun 2017
Pernah dibuat FDIS pertama oleh ISO hanya gagal, ISO/C283 membuat FDIS kedua
Tahun 2018
ISO 45001 diterbitkan oleh ISO
BSI sebagai badan secretariat dari ISO Technical Committee
MANFAAT PENERAPAN ISO 45001
ISO 45001 memungkinkan organisasi untuk menerapkan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (OH&S). Ini akan membantu organisasi dalam mengelola risiko keselamatan dan kesehatan dan meningkatkan kinerja OH&S dengan mengembangkan dan menerapkan kebijakan dan tujuan yang efektif.
Manfaat utama dari penggunaan standar ISO 45001 meliputi:
ISO 45001 dikembangkan dengan mempertimbangkan standar terkait lainnya, seperti OHSAS 18001, Manajemen kesehatan dan keselamatan kerja, pedoman ILO-OSH 2001 dari Organisasi Perburuhan Internasional dan berbagai standar nasional, dan konsisten dengan standar dan konvensi ketenagakerjaan internasional ILO.
Dikembangkan di bawah sistem ISO, dengan masukan para ahli dari lebih dari 70 negara, ini menyediakan kerangka kerja internasional yang memperhitungkan interaksi antara organisasi dan lingkungan bisnisnya.
ISO 45001 mengadopsi pendekatan berbasis risiko yang memastikannya efektif dan mengalami peningkatan berkelanjutan untuk memenuhi konteks organisasi yang selalu berubah.
PERBEDAAN ISO 45001 DENGAN STANDAR YANG LAIN?
NO | DESKRIPSI | ISO 45001:2018 | OHSAS 18001:2007 |
1 | STRUKTUR ISO 45001:2018 mengadopsi High Level Structure (HLS) atau struktur tingkat tinggi berdasarkan ISO Guide 83 (Annex SL) untuk mempermudah proses implementasi dan integrasi beberapa sistem manajemen di sebuah organisasi. | Klausul pada ISO 45001:2018 1. Scope 2. Normative References 3. Terms and Definitions 4. Context of the Organization 5. Leadership 6. Planning 7. Support 8. Operation 9. Performance Evaluation 10. Improvement | Klausul pada OHSAS 18001:2007 1. Scope 2. Reference Publications 3. Terms and definitions 4. OH&S Management System Requirements |
PERBEDAAN ISO 45001:2018 & OHSAS 18001:2007
PERBEDAAN ISO 45001:2018 & OHSAS 18001:2007
NO | DESKRIPSI | ISO 45001:2018 | OHSAS 18001:2007 |
2 | DEFINISI | “Risk” : Effect of Uncertainty | “Risk” : Combination of the Likelihood of an occurrence of a hazardous event or exposure(s) and the severity of injury or ill-health that can be caused by the event or exposure(s). |
3 | KEPEMIMPINAN | Menuntut pengintegrasian aspek OH&S ke dalam sistem manajemen organisasi untuk dapat mendorong top manajemen memiliki peran kepemimpinan yang kuat terhadap sistem manajemen OH&S. | Bersifat tunggal, organisasi yang menggunakan standar ini mendelegasikan tanggung jawab OH&S kepada perwakilan manajemen atau manajer OH&S. |
4 | TUJUAN | To enable an organization to proactively improve its OH&S performance in preventing injury and ill-health | To enable an organization to control its OH&S risks and improve its OH&S performance. |
PERBEDAAN ISO 45001:2018 & OHSAS 18001:2007
NO | DESKRIPSI | ISO 45001:2018 | OHSAS 18001:2007 |
5 | PARTISIPASI PEKERJA | Pada klausul 5.4 membahas tentang partisipasi pekerja. Standar ini lebih menekankan dan mendorong partisipasi pekerja, terutama non-managerial worker dalam sistem manajemen OH&S. | Tidak spesifik. |
6 | OUTSOURCING, PEMASOK DAN KONTRAKTOR | Organisasi harus memastikan proses outsourcing dan segala pengadaan barang/ jasa yang dilakukan oleh outsourcing, pemasok dan kontraktor tetap terkendali dan sesuai dengan persyaratan sistem manajemen OH&S. Persyaratan mengenai outsourcing, pemasok dan kontraktor ini dibahas secara spesifik dalam klausul berbeda. | Standar ini hanya membahas tentang outsourcing ataupun kontraktor dalam satu klausul 4.4.6 Operational Control. |
7 | PENDEKATAN | Bersifat dinamis di semua klausul dan menggunakan pendekatan proses (sama halnya dengan ISO 9001 & ISO 14001) | OHSAS 18001 lebih berdasarkan prosedur sehingga tidak bersifat dinamis. |
PERBEDAAN ISO 45001:2018 & OHSAS 18001:2007
NO | DESKRIPSI | ISO 45001:2018 | OHSAS 18001:2007 |
8 | IDENTIFIKASI BAHAYA | Membuat beberapa pertimbangan baru dalam identifikasi bahaya yang tidak disebutkan dalam OHSAS 18001. Untuk identifikasi bahaya, ISO 45001 memiliki pertimbangan yang tidak terlepas pada:
| Fokus pada identifikasi bahaya secara proaktif dan terus menerus. |
PERBEDAAN ISO 45001:2018 & OHSAS 18001:2007
NO | DESKRIPSI | ISO 45001:2018 | OHSAS 18001:2007 |
9 | INFORMASI TERDOKUMENTASI | Dokumen dan catatan dihilangkan dan diganti menjadi istilah baru, yakni “ Documented Information”. ISO 45001 tidak mensyaratkan dokumen harus berupa prosedur, media pendukung berupa kertas, magnetik, elektronik, foto atau kombinasi dari semuanya. ISO 45001 memperbolehkan informasi terdokumentasi dalam format dan media pendukung apa pun, serta dari sumber mana pun. | Organisasi banyak terfokus pada pemeliharaan dan pengendalian dokumen dan catatan. |
10 | PENINGKATAN (IMPROVEMENT) | Memiliki klausul yang membahas mengenai peningkatan (improvement) secara spesifik. Organisasi harus melakukan tindakan peningkatan berkelanjutan untuk mencapai hasil yang diharapkan dalam sistem manajemen OH&S. Dalam melakukan tindakan peningkatan, organisasi harus melakukan penyelidikan insiden, penyelidikan ketidaksesuaian, dan tindakan perbaikan berkelanjutan. | Pembahasan secara spesifik dan terpisah mengenai peningkatan tidak tersedia, namun pembahasannya tetap terintegrasi dengan beberapa klausul lain. |
ISO 45001 merupakan High-Level Structure (HLS), didalamnya terdapat persyaratan, istilah dan definisi dengan standar sistem manajemen ISO, seperti ISO 9001:2015 dan ISO 14001:2015.
Kerangka kerja (framework) ini dirancang untuk memfasilitasi integrasi system manajemen baru ke dalam sistem manajemen organisasi yang sudah ada. Selain itu, ISO 45001 dirancang untuk adaptable ISO 14001 dengan baik. Banyak organisasi mengintegrasikan system OH&S dan manajemen lingkungan secara internal. Integrasi ISO 45001:2018, ISO 9001:2015 dan ISO 14001:2015 akan memberikan benefit yang sangat baik bagi organisasi.
Dapatkah Kita Mengintegrasikan ISO 45001 ke Dalam Sistem Manajemen yang Sudah Ada?
Siklus�PDCA
PDCA DI DALAM ISO 45001:2018
Identifikasi dan Evaluasi Potensi Bahaya dan Resiko Terkait
Identifikasi dan evaluasi �potensi bahaya & Peluang
Peluang
Menentukan resiko dan peluang dengan mempertimbangkan isu-isu dalam konteks organisasi, persyaratan pihak berkepentigan dan lingkup SMK3
Resiko
Terjatuh / mati
Identifikasi Potensi Bahaya dan Penilaian Resiko
Identifikasi bahaya adalah upaya untuk mengetahui, mengenal, dan memperkirakan adanya bahaya pada suatu sistem, seperti peralatan, tempat kerja, proses kerja, prosedur, dll.
Penilaian risiko adalah proses penilaian suatu risiko dengan membandingkan tingkat/kriteria risiko yang telah ditetapkan untuk menentukan prioritas pengendalian bahaya yang sudah diidentifikasi
Sesuai ISO 45001:2018, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan pengurus dan pekerja dalam melakukan identifikasi bahaya dan penilaian risiko di tempat kerja, di antaranya:
Menetapkan Kebijakan, Sasaran, dan Program OH&S
Manajemen Puncak menetapkan Kebijakan dan tujuan OH&S, Wakil Manajemen menetapkan Sasaran dan Pogram Bersama-sama dengan Manajer Bagian. Sasaran OH&S ditetapkan untuk mencapai tujuan organisasi yaitu ketiadaan kecelakaan dan cidera.
Sasaran OH&S harus sesuai dengan persyaratan perundangan, dan hasil identifikasi bahaya dan juga kebijakan OH&S termasuk komitmen perbaikan berkelanjutan.
Program OH&S dibuat untuk mencapai sasaran. Program yang dibuat mencakup tanggung jawab dan wewenang dalam menjalankan program serta target waktu yang akan dicapai.
Implementasi dan Operasional
Awareness terhadap sistem manajemen ISO 45001:2018 yang akan diimplementasikan, Workshop HIRADC, Prosedur dan Finalisasi Prosedur dan Dokumen, identify dan comply terhadap industrial standard, legal & regulation.
�Organisasi diharuskan mengkomunikasikan prosedur yang telah dibuat dan menjelaskan implementasinya ke semua bagian di Organisasi. Kemudian dilakukan pengujian implementasi prosedur dengan cara inspeksi dan observasi dan juga pemeriksaan record atau rekaman yang ada di dalam Organisasi.
Pemeriksaan dan Tindakan Korektif, Tinjauan Manajemen
Organisasi melakukan evaluasi kepatuhan terhadap peraturan perundangan yang berlaku di Organisasi dan jika ada hal yang harus diperbaiki, maka harus dilakukan tindakan perbaikan.
Audit Internal yang dipimpin oleh perwakilan organisasi ataupun management representative. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam melakukan Internal Audit adalah dari mulai persiapan audit, pelaksanaan audit internal dan monitoring tindakan perbaikan.
Dilanjutkan dengan Tinjauan Manajemen (Management Review) yang diwakili oleh Management Representative bersama dengan Tim Excecutive Management membahas terkait penerapan Sistem Manajemen ISO 45001:2018 yang sudah diterapkan di organisasi.
Persyaratan dan Dokumentasi �ISO 45001:2018
Persyaratan dan Dokumentasi �ISO 45001:2018
Pada klausul ini, berisi garis besar ruang lingkup Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau Occupational Health and Safety (OH&S) – ISO 45001:2018. Hasil yang dari standari ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja Occupational Health and Safety (OH&S).
Persyaratan dan Dokumentasi �ISO 45001:2018
4. Konteks Organisasi (Context of the organization)
Membahas kebutuhan dan harapan pihak-pihak yang berkepentingan, seperti pemerintah, shareholder, pemasok dan masyarakat sekitar dan mempertimbangkan isu-isu OH&S internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi kemampuan organisasi untuk memenuhi tujuan OH&S.
5. Kepemimpinan dan partisipasi pakerja (Leadership and Worker Participation)
Manajemen puncak memiliki peran kepemimpinan yang kuat terhadap sistem manajemen OH&S. Pada saat yang bersamaan, organisasi juga perlu melibatkan pekerja/karyawan dalam mencapai tujuan OH&S. Tidak hanya itu, organisasi juga dapat berkonsultasi dengan pihak luar untuk meningkatkan kinerja OH&S.
Persyaratan dan Dokumentasi �ISO 45001:2018
6. Perencanaan (Planning)
Berkaitan dengan mengidentifikasi segala risiko/bahaya atau peluang yang dapat memengaruhi Occupational Health and Safety (OH&S) organisasi. Selain itu, ISO 45001:2018 membuat beberapa pertimbangan baru dalam identifikasi bahaya yang tidak disebutkan dalam OHSAS 18001.
Untuk identifikasi bahaya, ISO 45001 memiliki pertimbangan yang tidak terlepas pada:
Persyaratan dan Dokumentasi �ISO 45001:2018
7. Dukungan (Support)
Membahas persyaratan tentang sumber daya, komunikasi, dan dokumentasi. Organisasi perlu memastikan bahwa karyawan di semua tingkatan diberi informasi tentang kebijakan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta memahami peran mereka pada ISO 45001:2018.
8. Operasi (Operation)
Organisasi perlu menilai kegiatan atau aktivitas yang memiliki dampak OH&S secara signifikan dan menetapkan proses tertulis untuk kegiatan yang terdapat dalam ruang lingkup Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Organisasi fokus pada procurement, contractors and outsourcing. Proses-proses ini harus menggabungkan solusi untuk identifikasi bahaya yang terdapat dalam Klausul 6 – ISO 45001:2018. Organisasi juga harus membuat perencanaan untuk mempersiapkan dan menanggapi situasi darurat yang mungkin memiliki dampak OH&S yang merugikan.
Persyaratan dan Dokumentasi �ISO 45001:2018
9. Evaluasi (Performance evaluation)
Organisasi perlu menjabarkan cara memantau, mengukur, menganalisis dan mengevaluasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Klausul ini mencakup rencana untuk program audit internal dan tinjauan manajemen.
10. Peningkatan (Improvement)
Membahas mengenai peningkatan secara spesifik, bahwa organisasi harus melakukan tindakan peningkatan berkelanjutan untuk mencapai hasil yang diharapkan dalam Sistem Manajemen K3. Dalam melakukan tindakan peningkatan, organisasi harus melakukan penyelidikan insiden, penyelidikan ketidaksesuaian, dan tindakan perbaikan berkelanjutan.
Berikut adalah beberapa Tips & Trik memulai penerapan ISO 45001: 2018:
TERIMA KASIH
“Bekerjalah dengan aman karena keluarga Anda menunggu di rumah”
Untuk informasi lebih lanjut terkait�TRAINING, KONSULTASI dan SERTIFIKASI,� �Silahkan hubungi :�����SATYA GLOBAL STANDART��Phone: 08113337764�e-mail: info@satya-sgs.com