Media Pembelajaran
PPKN
untuk SMP/MTs Kelas VII
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
TUJUAN PEMBELAJARAN
KARAKTERISTIK DAERAH TEMPAT TINGGAL DALAM KERANGKA NKRI
BAB 6
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
Persatuan adalah gabungan (ikatan, kumpulan, dan sebagainya) beberapa bagian yang sudah bersatu; perserikatan; serikat.
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
Keinginan untuk bersatu tampak dalam beberapa peristiwa besar perjuangan bangsa, seperti munculnya organisasi Budi Utomo (1908), Sumpah Pemuda (1928), dan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia (1945).
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
Persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia adalah bersatunya berbagai suku, bangsa, bahasa, dan adat istiadat yang ada di wilayah negara Indonesia dalam sebuah ikatan yang bernama Negara Kesatuan Republik Indononesia (NKRI).
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
Perlawanan rakyat terhadap penjajah di berbagai daerah menjadi upaya bersama untuk terbebas dari jajahan bangsa asing.
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
Dalam masa pergerakan nasional, selain organisasi politik, juga muncul organisasi pemuda yang bersifat kedaerahan.
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
Dalam perkembangan selanjutnya, diadakan kongres I
(30 April–2 Mei 1926) bersama antarorganisasi pemuda. Hal ini dilakukan untuk menunjukkan nasionalisme terhadap bangsa Indonesia.
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
Pendudukan Jepang semakin menyadarkan golongan pemuda untuk merdeka secepatnya tanpa campur tangan Jepang. Hal tersebut mendorong terjadinya peristiwa Rengasdengklok.
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
Proklamasi 17 Agustus 1945 adalah puncak perjuangan rakyat Indonesia untuk mencapai kemerdekaan.
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
M. Yamin adalah orang yang menggagas ide mengenai
pemerintahan daerah dalam sidang BPUPKI
29 Mei 1945.
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
Dalam penyelenggaraan pemerintahan, diterapkan sistem otonomi daerah, yaitu pemberian kewenangan kepada daerah untuk mengelola daerahnya masing-masing.
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
Adanya pemahaman dan pemanfaatan fisik daerah dapat mengoptimalkan otonomi daerah.
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
Kearifan lokal memiliki peran penting untuk membangun budaya masyarakat di suatu daerah. Berbagai nilai yang dianut juga dapat menggambarkan
martabat dan budaya
masyarakat setempat.
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
Sejatinya, dalam hidup berbangsa dan bernegara di Indonesia, ada sikap yang perlu dihindari,
yaitu sikap etnosentrisme.
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
Sikap etnosentrisme pasti menimbulkan konflik dalam masyarakat. Berbagai kasus dan isu mengenai SARA sangat berpotensi menimbulkan pertentangan karena perbedaan.
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
Sikap etnosentrisme harus dihindari
dan tiap warga negara menjunjung kesatuan dan kesatuan dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika.
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN