1 of 26

VEKTOR

2 of 26

K O M P E T I S I D A S A R

3.3 Menerapkan prinsip penjumlahan vektor sebidang (misalnya perpindahan)

​

4.3 Merancang percobaan untuk menentukan resultan vektor sebidang (misalnya perpindahan) beserta presentasi hasil dan makna fisisnya

3 of 26

T U J U A N P E M B E L A J A R A N

  1. Menggambar vektor.
  2. Menjumlah vektor secara analitik.
  3. Menentukan besar perpindahan, kecepatan dan percepatan serta gaya dengan analisis vektor

4 of 26

  1. Penulisan dan Penggambaran Vector

Sebuah vektor digambarkan oleh sebuah anak panah. Panjang anak panah mewakili besar atau nilai vektor, sedangkan arah anak panah mewakili arah vektor. Notasi atau simbol sebuah vektor dapat menggunakan satu atau dua huruf dengan tanda panah di atasnya, misalnya A atau AB

5 of 26

vektor digambarkan oleh sebuah huruf yang dicetak tebal dan miring, misalnya A atau B.

Gambar di aatas menunjukkan gambar beberapa vektor dengan notasinya. Titik A disebut titik pangkal vektor dan titik B disebut ujung vektor.

6 of 26

Besar sebuah vektor dapat ditulis dengan beberapa cara, di antaranya dengan memberi tanda mutlak (||) atau dicetak miring tanpa ditebalkan. Sebagai contoh, besar vektor A ditulis |A|atau A dan besar vektor B ditulis |B|atau B. Arah sebuah vektor dinyatakan oleh sudut tertentu terhadap arah acuan tertentu. Umumnya, sudut yang menyatakan arah sebuah vektor dinyatakan terhadap sumbu-x positif.

7 of 26

Gambar di atas memperlihatkan tiga buah vektor A, B, dan C dengan arah masing-masing membentuk sudut 45°, 90°, dan 225° terhadap sumbu-x positif.

2. Resultan vektor

Beberapa vektor dapat dijumlahkan menjadi sebuah vektor yang disebut resultan vektor. Resultan vektor dapat diperoleh dengan beberapa metode, yaitu :

8 of 26

  1. Metode Segitiga

Perhatikan gambar berikut!

​

​

​

Selisih dua buah vektor dapat diketahui dengan cara seperti penjumlahan vektor. Misalnya, selisih dua buah vektor A dan B adalah C, juga dapat dinyatakan C = A – B atau C = A + (-B).

9 of 26

Hal ini menunjukan bahwa selisih antara vektor A dan B adalah hasil penjumlahan vektor A dan -B, dengan -B adalah vektor yang berlawanan arah dengan B tetapi nilainya sama dengan B. Perhatikan gambar berikut!

10 of 26

b. Metode Jajar Genjang

Anda dapat memperoleh resultan dua buah vektor dengan metode jajargenjang. Pada metode jajargenjang terdapat beberapa langkah, yaitu sebagai berikut.

  1. Lukis vektor pertama dan vektor kedua dengan titik pangkal berimpit (Gambar (a))!
  2. Lukis sebuah jajargenjang dengan kedua vektor tersebut sebagai sisisisinya (Gambar (b))!
  3. Resultan kedua vektor adalah diagonal jajargenjang yang titik pangkalnya sama dengan titik pangkal kedua vektor. Perhatikan (Gambar (c))!

11 of 26

Pada metode jajargenjang, satu kali lukisan hanya dapat digunakan untuk mencari resultan dua buah vektor. Untuk resultan yang terdiri atas tiga buah vektor diperlukan dua jajargenjang, empat buah vektor diperlukan tiga jajargenjang, dan seterusnya.

12 of 26

C. Metode Poligon

Metode poligon dapat digunakan untuk menjumlahkan dua buah vektor atau lebih, metode ini merupakan pengembangan dari metode segitiga. Langkah-langkah menentukan resultan beberapa vektor dengan metode poligon adalah sebagai berikut.

​

13 of 26

  1. Lukis vektor pertama (lihat Gambar (a))!
  2. Lukis vektor kedua, dengan pangkalnya berimpit di ujung vektor pertama (lihat Gambar (b))!
  3. Lukis vektor ketiga, dengan pangkalnya berimpit di ujung vektor kedua dan seterusnya hingga semua vektor yang akan dicari resultannya telah dilukis (lihat Gambar (c))!

14 of 26

  1. Vektor resultan atau vektor hasil penjumlahannya diperoleh dengan menghubungkan pangkal vektor pertama dengan ujung dari vektor yang terakhir dilukis (lihat Gambar (d))!

​

15 of 26

d. Metode Analitis

Metode yang paling baik (tepat) untuk menentukan resultan beberapa vektor dan arahnya adalah metode analisis. Metode ini, mencari resultan dengan cara perhitungan bukan pengukuran, yaitu menggunakan rumus kosinus dan mencari arah vektor resultan dengan menggunakan rumus sinus.

16 of 26

  1. Menentukan Resultan Vektor Menggunakan Rumus Kosinus

Untuk menentukan vektor resultan secara matematis dapat Anda gunakan rumus kosinus, yaitu sebagai berikut.

​

​

Keterangan:

R : resultan vektor

F1 : vektor pertama

F1 : vektor kedua

: sudut apit antara kedua vektor

17 of 26

Contoh

18 of 26

  1. Menentukan Arah Resultan Vektor Menggunakan Rumus Sinus

Anda ketahui bahwa vektor merupakan besaran yang mempunyai nilai dan arah. Untuk menentukan arah dari vektor resultan terhadap salah satu vektor komponennya dapat digunakan persamaan sinus. Perhatikan Gambar di bawah

19 of 26

20 of 26

Contoh

21 of 26

22 of 26

3. Penguraian Vektor Secara analisis

Untuk keperluan penghitungan tertentu, kadang- kadang sebuah vektor yang terletak dalam bidang koordinat sumbu x dan sumbu y harus diuraikan menjadi komponen-komponen yang saling tegak lurus (sumbu x dan sumbu y). Komponen ini merupakan nilai efektif dalam suatu arah yang diberikan. :

​

23 of 26

Cara menguraikan vektor seperti ini disebut analisis. Misalnya, vektor A membentuk sudut α terhadap sumbu x positif, maka komponen vektornya adalah

24 of 26

Tugas!

25 of 26

  1. Buku Untuk Siswa Mapel Kimia Kelas XI
  2. Modul & Sumber Internet

26 of 26

Selamat Belajar