1 of 14

Pemanasan Global

2 of 14

DAFTAR MATERI

    • Pendahuluan (Pemanasan Global)
    • Efek Rumah Kaca dan Penyebabnya
    • Penipisan Lapisan Ozon dan Dampaknya
    • Dampak Pemanasan Global
    • Pencegahan Pemanasan Global
    • Kesepakatan Internasional

3 of 14

Pendahuluan

PEMANASAN GLOBAL

    • Pemanasan global (global warming) dapat diartikan sebagai bentuk ketidakseimbangan ekosistem di bumi akibat terjadinya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan di bumi.
    • Di zaman modern, pemanasan global mulai terlihat dampaknya di akhir abad ke-18 dimana tenaga kerja manusia mulai digantikan dengan mesin-mesin uap yang lebih efektif dan efisien yang baru saja ditemukan. Sehingga memicu revolusi industri di dunia barat dan terus menyebar hingga belahan dunia lainnya.
    • Dengan maraknya mesin uap yang menggunakan bahan bakar fosil yakni batu bara, menghasilkan karbon emisi polutan udara yang mempengaruhi kualitas udara dan menyebabkan efek rumah kaca. Sehingga terjadilah pemanasan global.
    • Aktivitas industri yang tidak ramah lingkungan inilah yang menjadi sumber utama polusi yang menyebabkan pemanasan global

James Watt

(Penemu mesin uap industri)

Mesin Uap James Watt

4 of 14

Efek Rumah Kaca

    • Salah satu penyebab dari pemanasan global ini adalah karena adanya sebuah peristiwa yang disebut efek rumah kaca. Secara definisi, efek rumah kaca diartikan sebagai suatu gejala pada atmosfer yang menahan panas untuk keluar dari planet atmosfer tersebut sehingga menghangatkan planet tersebut.
    • Konsep ini sama halnya dengan penggunaan rumah kaca pada budidaya tumbuhan, dimana ketika cahaya matahari (UV) masuk kedalam rumah kaca dan kemudian diserap oleh tumbuhan dan tanah kemudian dipantulkan kembali dalam berbentuk inframerah yang lemah. Sehingga inframerah ini tidak bisa menembus dan terperangkap di dalam rumah kaca. Maka dari itu suhu dalam rumah kaca akan terjaga kehangatannya.
    • Sementara efek rumah kaca pada atmosfer dimaksudkan sebagai suatu gas yang menyelimuti bumi yang mencegah sebagian panas untuk keluar dari bumi. Ketika sinar UV matahari masuk ke bumi, sinar akan dipantulkan kembali ke luar angkasa dalam bentuk sinar inframerah (IR). Karena adanya efek rumah kaca, beberapa dari sinar inframerah ini ada yang bisa menembus atmosfer, tapi kebanyakan tidak bisa menembus atmosfer dan panas sinar ini menetap di bumi sehingga suhu bumi terus meningkat.
    • Efek rumah kaca adalah sebuah kejadian alami. Selain atmosfer Bumi, atmosfer pada Venus, Mars, dan Titan (satelit Sartunus) juga mengalami hal serupa. Efek rumah kaca dibutuhkan untuk mempertahankan suhu sebuah planet, tanpa efek rumah kaca, planet akan mudah kehilangan panas dan menyebabkan planet menjadi dingin.
    • Namun, terlalu banyak efek rumah kaca juga berdampak negatif bagi bumi. Terlalu banyak konsentrasi gas rumah kaca menyebabkan kenaikan suhu planet dari tahun ke tahun. Sehingga bisa mempengaruhi kehidupan ekosistem di bumi.

5 of 14

    • Penyebab efek rumah kaca adalah adanya gas rumah kaca yang berada di atmosfer. Gas-gas ini dapat terbentuk secara alami. Namun didunia modern ini, manusia juga berpengaruh terhadap jumlah konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer.
    • Gas rumah kaca ini bersifat menyerap panas, artinya panas yang akan keluar dari atmosfer akan diserap oleh senyawa gas ini alih-alih keluar dari bumi. Sehingga atmosfer bumi menjadi panas. Kenaikan suhu inilah yang menjadi salah satu permasalahan pemanasan global.
    • Adapun beberapa contoh gas rumah kaca:
    • Uap Air (H2O)
    • Karbon Dioksida (CO2)
    • Metana (CH4)
    • Nitrogen Oksida (N2O)
    • Chloro Fluoro Carbon/Freon (CFC)
    • Hidro Fluoro Carbon (HFCs)
    • Sulfur Heksafulorida (SF6)

Gas Rumah Kaca

6 of 14

    • Hutan yang ada sebaiknya dipentingkan sebagai tempat mendaur ulang karbon dioksida menjadi oksigen, sehingga kadar karbon dioksida di atmosfer dapat berkurang.
    • Hal ini diperparah jika penebangan hutan ini dilakukan dengan membakar hutan untuk membangun lahan. Asap dari pembakaran hutan ini banyak mengandung senyawa karbon dioksida yang dilepaskan ke udara

Aktivitas Manusia Penyebab Gas Rumah Kaca

Penggunaan bahan bakar fosil sebagai sumber tenaga seperti pada pabrik, pembangkit listrik, dan transportasi menjadi penyumbang gas karbon dioksida terbanyak.

Peternakan menjadi salah satu sumber gas metana terbesar yang dihasilkan dari kotoran hewan ternak. Peternakan yang menghasilkan metana terbesar adalah peternakan sapi . Dimana seekor sapi dapat menghasilkan hingga 200 kg metana/tahun

1

2

Penggunaan Bahan Bakar Minyak

Peternakan

3

Penebangan Hutan

7 of 14

    • Saat ini aktivitas industri banyak menggunakan bahan bakar fosil sebagai bahan bakar kegiatan industri. Aktivitas inilah yang menaikan kadar karbon dioksida di atmosfer.
    • Selain karbon dioksida, aktivitas industri juga menggunakan/menghasilkan senyawa gas rumah kaca lainnya seperti CFC (AC, kulkas, tabung aerosol), HFCs (zatpendingin), sulfur heksafluorida (magnesium, alat elektronik)

Aktivitas Manusia Penyebab Gas Rumah Kaca

    • Penggunaan pupuk kimia pada pertanian juga mempengaruhi konsentrasi gas rumah kaca. Dikarenakan terdapat senyawa seperti nitrogen oksida yang terkandung dalam pupuk kimia.

    • Pembungan sampah khususnya sampah organic pada landfill terbuka dapat menjadi masalah, karena dalam proses pembusukan menghasilkan gas metana yang besar

4

5

Pembuangan Sampah

Pertanian

6

Kegiatan Industri

8 of 14

    • Selain efek rumah kaca, penipisan lapisan ozon juga turut andil menjadi penyebab pemanasan global.
    • Lapisan ozon adalah lapisan gas molekul ozon (O3) yang terbentuk di atmosfer terutama di antara stratosfer dan troposfer.
    • Bila lapisan ozon ada di troposfer, justru merugikan bagi makhluk hidup, karena pada lapisan tersebut, ozon terbentuk dari asbut polusi manusia, sehingga mengakibatkan sesak napas, dan membuat tumbuhan mati.
    • Ozon, secara alamiah tercipta akibat campuran oksigen dan sinar UV matahari, sementara manusia menggunakan ozon (O3) untuk bahan pemurni air, pemutih, dan plastik.
    • Lapisan ozon berfungsi sebagai "perisai" bagi bumi yang terpapar sinar radiasi UV matahari. Lapisan ini akan menyerap dan memantulkan kembali sinar UV yang berlebihan.
    • Namun, seiring perkembangan teknologi, pada tahun 1950 terciptalah senyawa CFC dengan rumus kimia CF2Cl2 (Freon). Peneliti mengungkap bahwa CFC yang terlepas akan tetap berada di atmosfer.
    • Sinar UV akan memecah atom Cl pada CF2Cl2 sehingga menjadi CF2Cl + Cl. Unsur Cl yang terlepas itu akan bereaksi dengan ozon (O3) dan menghasilkan hipoklorit (ClO) dan oksigen (O2). Senyawa hipoklorit ini juga akan beraksi kembali dengan ozon (O3) dan menghasilkan klorin (Cl) dan senyawa oksigen (O2). Dan senyawa klorin tersebut masih bisa bereaksi kembali dengan ozon.
    • Akibatnya lapisan ozon akan terus menerus menipis karena terjadi siklus berkelanjutan yang memecah senyawa ozon menjadi oksigen
    • Penipisan lapisan ozon inilah yang selanjutnya akan lebih dikenal sebagai "lubang ozon"

Penipisan Lapisan Ozon

9 of 14

    • Akibat penipisan lapisan ozon di atmosfer, bumi akan rentan terhadap radiasi sinar UV matahari (terutama UV-B), dimana sudah tidak ada lagi yang menghalangi/mengurangi sinar UV yang masuk ke bumi.

    • Dampak dari penipisan lapisan ozon bumi adalah:
    • Menyebabkan penyakit kanker kulit dan katarak mata bagi manusia
    • Merusak tanaman
    • Mematikan bagi plankton, sehingga mempengaruhi ekosistem laut
    • Menyebabkan pemanasan global

    • Lubang ozon menyebabkan sinar UV dapat dengan mudah meradiasi bumi. Sehingga panas dari sianr UV tersebut dapat memanaskan bumi lebih intens dari pada normal.
    • Ditambah lagi dengan adanya efek rumah kaca, dimana sinar hasil pantulan UV yang ditujukan ke luar angkasa tidak bisa menembus gas rumah kaca dan berbalik kembali ke bumi. Maka, bumi kita semakin memanas

Akibat Penipisan Lapisan Ozon

10 of 14

Dampak Pemanasan Global

Dampak dari terjadinya pemanasan global adalah:

    • Perubahan iklim
      • Akibat peningkatan suhu dibumi, dapat mempengaruhi cuaca dan musim pada bumi.
    • Mencairnya Es di Kutub
      • Lubang lapisan ozon terbesar, terletak di kutub utara, sehingga kenaikan suhu terjadi signifikan di daerah tersebut. Kenaikan suhu ini bisa menyebabkan es di kutub mencair dan membahayakan spesies yang mendiami wilayah kutub utara.
    • Peningkatan Air Laut
      • Diakibatkan oleh es yang mencair terutama di bagian bumi utara. Kenaikan air ini dapat membuat pulau kecil ataupun kota dataran rendah tenggelam
    • Menurunnya Produksi Pertanian
      • Akibat ketidakstabilan iklim yang membuat susah untuk diantisipasi bencana seperti kekeringan.
    • Penyebaran Penyakit
      • Penyakit yang diakibatkan pemanasan global antara lain:
        • Kanker kulit dan katarak (Sinar UV berlebih),
        • DBD, Kaki Gajah, Malaria (merebaknya populasi nyamuk di daerah tropis)
        • Heat Stroke (Serangan panas)
        • Kelaparan (Akibat gagal panen)
    • Hujan Asam
      • Hujan yang memiliki pH kurang dari 5,7. Diakibatkan reaksi antara sulfur dioksida dan nitrogen oksida yang menghasilkan asam nitrat dan asam sulfat yang jatuh ke bumi bersamaan dengan air hujan.
      • Dapat mempengaruhi kesuburan tanah dan menyebabkan besi mudah berkarat
    • Berkurangnya Spesies Flora dan Fauna
      • Perubahan iklim yang ekstrim menyebabkan habitat fauna dan flora berubah. Beberapa dari spesies tidak mampu beradaptasi dan kemudian akan punah jika keadaan tidak kembali normal.

Gagal Panen Akibat Perubahan Iklim

Bramble Cay

(Hewan Pengerat Australia yang menjadi spesies mamalia pertama yang punah akibat pemanasan global)

Mencairnya es di kutub

11 of 14

    • Menghemat Energi
      • Mengurangi konsumsi energi, seperti listrik, air, alat pendingin, dll. yang dianggap dapat merusak lingkungan baik secara langsung ataupun tidak langsung.
    • Mengembangan Energi Terbarukan
      • Masih banyak aktivitas manusia yang menggunakan bahan bakar fosil. Hendaknya dilakukan penelitian terhadap bahan yang lebih ramah lingkungan dengan memperhatikan efisiensi dan efektifitas baik dalam menghasilkan energi ataupun dampaknya terhadap lingkungan. Energi yang dapat dikembangan seperti: Nuklir (dengan memperhatikan pengolahan limbah nuklir), Panas bumi, biomassa, air, dll.
    • Mengelola Sampah dengan Tepat
      • Dilingkup kecil dapat melakukan gerakan pengolahan sampah ramah lingkungan dengan: Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), Recylce (Mendaur ulang), Repair (Memperbaiki), Rot (Membuat kompos), reject (Menolak produk/kegiatan menimbulkan sampah), replant (penanaman kembali).
      • Dalam skala besar, dilakukan dalam pengolahan sampah di TPA. Sebaiknya dapat memanfaatkan metana dari pembusukan sampah menjadi listrik sehingga gas metana tidak dilepaskan ke atmosfer.
    • Melakukan Uji Emisi pada Kendaraan
      • Uji emisi diperlukan untuk menilai kandungan emisi buang kendaraan bermotor

Pencegahan Pemanasan Global

Pengolahan Sampah Menjadi Listrik

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Uji Emisi Kendaraan

12 of 14

Pencegahan Pemanasan Global

    • Reboisasi
      • Melakukan penanaman kembali di hutan yang gundul akibat ulah manusia. Sehingga dapat memperbaiki kualitas udara
    • Menggurangi Penggunaan Kendaraan Pribadi
      • Banyaknya penggunaan kendaraan pribadi menyebabkan bertambahnya gas karbon monoksida dan dioksida akibat emisi gas buang. Selama dapat menggunakan kendaran umum, sebaiknya kita menggunakan kendaraan umum
    • Membatasi Penggunaan Barang Tidak Ramah Lingkungan
      • Barang seperti plastik, alat pendingin, AC, semprot aerosol sebaiknya digunakan dengan bijak. Karena penggunaan berlebihan pada barang tersebut dapat mencemari lingkungan.
    • Menggunakan Kendaraan Ramah Lingkungan
      • Mulai menggantikan kendarran berbahan bakar minyak dengan kendaraan yang menggunakan energi yang lebih ramah lingkungan seperti listrik, panas matahari, dll.

Reboisasi

Kendaraan Umum Listrik

13 of 14

Kesepakatan Internasional Menanggulangi Pemanasan Global

IPCC (Intergovermental Panel on Climate Change)

IPCC merupakan bagian dari PBB yang terdiri dari ilmuwan dari penjuru dunia untuk menganalisis perubahan iklim bumi, menyarankan tindakan penanggulangan, serta mengevaluasi resiko terjadinya perubahan iklim akibat manusia

Protokol Kyoto

Persetujuan negara-negara perindustrian untuk mengurangi emisi gas rumah kaca seperti karbon dioksida, metana, sulfur heksaflorida, HFC, PFC, dll.

APPCDC (Asia-Pacific Partnership on Clean Development and Climate)

Organisasi kemitraan internasional kawasan asia-pasifik yang menekan jumlah gas rumah kaca yang dihasilkan di negara anggota

Persetujuan Paris (Paris Aggrement)

Persetujuan internasional termasuk dalam agenda PBB yang bertujuan untuk menahan laju temperatur bumi yang terus meningkat, melakukan pembangunan rendah emisi, dll.

14 of 14

Terima Kasih!

Mari Selamatkan Bumi Kita!