1 of 56

SUARA DEMOKRASI

Bhinneka Tunggal Ika

PROFIL PELAJAR PANCASILA

Suara Demokrasi

RANALD INDRA

YAYASAN GANARA MARIBERBAGI SENI

2 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

  1. Lingkungan Sekolah yang mendukung budaya demokrasi. Seluruh elemen di sekolah, termasuk mulai dari kebijakan sekolah, kegiatan sekolah, hingga budaya sekolah harus berkembang dengan memperhatikan nilai-nilai kebhinekaan dan anti-kekerasan, sebagai salah satu aspek penting dalam Profil Pelajar Pancasila.
  2. Guru perlu memiliki keterbukaan pola pikir terhadap konsep baru khususnya terkait keragaman indonesia, serta memiliki pengatahuan terkini tentang isu demokrasi dan perkembangan sosial media di Indonesia.
  3. Guru memiliki keinginan untuk memahami istilah dan konsep baru dalam bidang demokrasi dan literasi digital.
  4. Apakah sekolah memiliki budget dan akses internet untuk mengundang narasumber sebagai pembicara. Alternatif lainnya, narasumber dapat menyampaikan paparan dan diskusi dengan peserta didik dengan metode konferensi online dan perlu diperhatikan juga kondisi jaringan yang tersedia serta komitmen peserta didik untuk dapat berpartisipasi secara aktif selama kegiatan.
  5. Dukungan sarana dan prasarana dari sekolah terkait transportasi untuk kegiatan kunjungan.
  6. Komitmen dan dukungan dari sekolah untuk membantu peserta didik menjalankan solusi aksi agar nilai pembelajaran terwujud dalam aksi nyata dan bermanfaat.

Hal-hal Yang Perlu

Diperhatikan

Sebelum Memulai Projek

Suara Demokrasi

3 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

Peserta didik SMA/SMK adalah generasi penerus bangsa yang dalam era mereka bersekolah di SMA/SMK ini akan masuk kedalam masa penentuan kelanjutan sistem pemerintahan. Ketika mereka sadar penuh bahwa suara mereka memiliki arti meskipun mereka menjadi pemilih pemula, mereka akan merasa dengan memberikan suara mereka, mereka telah mengambil bagian dalam proses demokrasi.

Sistem pengambilan suara juga dipergunakan dalam proses pengambilan keputusan/mufakat. Bentuk musyawarah untuk mendapatkan mufakat sebagai bagian dari proses dasar berdemokrasi harus dapat dimanfaatkan oleh peserta didik untuk berlatih sebelum terjun ke praktik demokrasi yang lebih luas.

Proyek ini dimulai dengan tahap pengenalan, murid diajak mengenali dan menggali lebih dalam tentang pentingnya partisipasi tiap individu dalam kelompok, mulai dari kelompok kecil hingga dalam konteks masyarakat luas. peserta didik diajak juga lebih peka melihat kesenjangan dan ketidaksetaraan yang terjadi di lingkungannya, serta mengenalkan peran anak muda dalam proses demokrasi.

Suara Demokrasi

Tujuan, Alur, dan Target

Pencapaian Projek

4 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

Setelah tahap pengenalan, murid masuk dalam tahap kontekstualisasi dengan melakukan riset terpadu dan mandiri, serta melihat konteks kemajuan teknologi dalam proses pelaksanaan demokrasi di kehidupan nyata. Selama proses projek ini berjalan, murid tidak hanya membentuk pengetahuan, namun juga membangun kesadaran dan melakukan penyelidikan secara kritis sehingga pada akhirnya dapat merencanakan solusi aksi dari situasi yang telah mereka ketahui dan pahami.

Di tahap terakhir yaitu Aksi, murid menuangkan aksi nyata mereka dengan membuat simulasi sistem pemungutan suara sehingga diharapkan dapat menjadi pemicu dari terealisasinya ekspresi diri mereka dalam mengikuti proses pemungutan suara dalam Pilkada dan Pemilu.

Melalui projek ini, peserta didik diharapkan telah mengembangkan secara spesifik tiga dimensi Profil Pelajar Pancasila, yakni Berkebhinekaan Global dan Bernalar Kritis beserta sub-elemen terkait yang dijabarkan secara detail pada dokumen ini.

Suara Demokrasi

Tujuan, Alur, dan Target

Pencapaian Projek

5 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

Tahapan

Dalam Projek

A

Tahapan Pengenalan

Pentingnya partisipasi individu dalam proses pengambilan keputusan bersama.

1. Membuat Mandala (2 JP)

Pentingnya partisipasi individu dalam proses pengambilan keputusan bersama dan diskusi tentang pentingnya partisipasi individu dalam proses pengambilan keputusan bersama.

2. Wacana Setara (2 JP)

Dengan melakukan simulasi menciptakan keadaan tidak setara pada peserta didik, peserta didik diharapkan dapat mengidentifikasi ketidaksetaraan yang terjadi dalam kegiatan seni tersebut, dan peserta didik memahami ketidaksetaraan yang masih terjadi di kehidupan nyata.

3. Bermain Peran “Jalan Privelese” (2 JP)

Teori inklusi sosial dan pengenalan dengan keragaman individu dan peran individu dalam demokrasi (kelompok marginal dan rentan)

4. Presentasi dan Diskusi kritis: Anak muda sebagai Kelompok Rentan dalam

demokrasi (4 JP)

Peserta didik mempresentasikan hasil riset mandiri tentang kelompok marginal dan kelompok rentan di Indonesia.

5. Pembicara Tamu (4 JP)

Anak Muda sebagai Kelompok Rentan dalam Demokrasi dan Pentingnya Berkontribusi dalam Pemilihan Umum (Kelompok Rentan Golput).

6 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

Tahapan

Dalam Projek

B

Tahapan Kontekstual

Mengkontekstualisasi peran individu dalam demokrasi, mengekspresikan suara kita sebagai proses demokrasi dan mengenal peran teknologi dalam sistem demokrasi.

6. Gaya Penggunaan Media Sosial Dalam Mengekspresikan Pendapat (4 JP)

Bagaimana Mengekspresikan Suara Kita sebagai Proses Demokrasi.

7. Gallery Walk (4 JP)

Menampilkan hasil riset dan menyusun pertanyaan untuk narasumber, guru menganalisa refleksi gaya berinternet peserta didik dan memberikan informasi tersebut kepada narasumber.

8. Pengumpulan Dokumentasi Pembelajaran (Portfolio) (4 JP)

Peserta didik mengumpulkan lembar kerja, dan berkas pendukung lainnya (sketsa, draft diskusi kelompok, foto kegiatan, lembar refleksi, dan sebagainya) untuk disusun secara sistematis berdasarkan urutan waktu pembelajaran, ke dalam map secara individual.

9. Pembicara Tamu (4 JP)

Diskusi dengan pembicara tamu untuk mengetahui lebih dalam tentang peran teknologi dalam demokrasi.

7 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

Tahapan

Dalam Projek

C

Tahapan Aksi

Bersama-sama mewujudkan pelajaran yang didapatkan oleh murid melalui aksi nyata.

10. Rumah Pintar Pemilu (6 JP)

Kunjungan ke Rumah Pintar Pemilu untuk mengenal proses pemilu sebagai sarana demokrasi.

12. Perencanaan Pemungutan Suara Untuk Pemilihan Ketua Osis (2 JP)

Peserta didik mempersiapkan seluruh perencanaan yang sudah dibuat pada aktivitas sebelumnya, peserta didik membuat seluruh alat yang dibutuhkan untuk simulasi pemilu.

13. Pemungutan suara untuk pemilihan ketua OSIS (4 JP)

Simulasi pemilihan ketua osis

14. Evaluasi Simulasi pemungutan suara untuk pemilihan ketua OSIS (2 JP)

Proses evaluasi dari kegiatan simulasi pemilihan Ketua OSIS guna mengumpulkan dan mengolah data dari hasil umpan balik yang diterima selama proses simulasi.

11. Perencanaan Pemilihan Ketua Osis (2 JP)

Perencanaan persiapan untuk pemungutan suara untuk pemilihan ketua osis

15. Persiapan Pameran (2 JP)

Peserta didik bersama dengan pihak sekolah merancang proses pameran.

16. Pameran dan Formative Assessment (4 JP)

Pameran dilaksanakan guna mengenalkan sistem demokrasi dan penerapan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah sekaligus dilakukan penilaian formatif.

17. Ikrar Pelajar Menyuarakan Demokrasi (2 JP)

Ikrar untuk berkontribusi dalam proses demokrasi secara aktif dengan cara yang baik dan positif.

18. Refleksi dan Summative Assessment (1 JP)

Refleksi individual terhadap keseluruhan proses pembelajaran, ditutup dengan asesmen sumatif.

8 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

Dimensi, Elemen, & Sub elemen

Profil Pelajar Pancasila

Dimensi Profil Pelajar Pancasila

Elemen Profil Pelajar Pancasila

Sub elemen Profil Pelajar Pancasila

Target Pencapaian Di Akhir Fase E (SMA,/SMK 16-18 tahun)

Aktifitas

Kebhinekaan Global

Berpartisipasi menentukan pilihan dan keputusan untuk kepentingan bersama melalui proses bertukar pikiran secara cermat dan terbuka secara mandiri.

Memahami konsep hak dan kewajiban, serta implikasinya terhadap ekspresi dan perilakunya.

Mulai mencari solusi untuk dilema terkait konsep hak dan kewajibannya.

Mengkritik dan menolak stereotip serta prasangka tentang gambaran identitas kelompok dan suku bangsa serta berinisiatif mengajak orang lain untuk menolak stereotip dan prasangka

Berkeadilan Sosial

Berkeadilan Sosial

Memahami peran individu dalam demokrasi

Berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan bersama

Terlampir

Terlampir

Refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebhinekaan

Menghilangkan stereotip dan prasangka

Suara Demokrasi

9 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

Dimensi, Elemen, & Sub elemen

Profil Pelajar Pancasila

Dimensi Profil Pelajar Pancasila

Elemen Profil Pelajar Pancasila

Sub elemen Profil Pelajar Pancasila

Target Pencapaian Di Akhir Fase E (SMA,/SMK 16-18 tahun)

Aktifitas

Menyajikan pandangan yang seimbang mengenai permasalahan yang dapat menimbulkan pertentangan pendapat. Memperlakukan orang lain dan budaya yang berbeda darinya dalam posisi setara dengan diri dan budayanya, serta bersedia memberikan pertolongan ketika orang lain berada dalam situasi sulit.

Menganalisis dan mengevaluasi penalaran yang digunakannya dalam menemukan dan mencari solusi serta mengambil keputusan.

Bernalar Kritis

Komunikasi dan interaksi antar budaya

Menganalisis dan mengevaluasi Penalaran dan prosedurnya.

Mempertimbang- kan dan menumbuhkan berbagai perspektif

Terlampir

Terlampir

Menjelaskan alasan untuk mendukung pemikirannya dan memikirkan pandangan yang mungkin berlawanan dengan pemikirannya dan mengubah pemikirannya jika diperlukan.

Refleksi pemikiran dan proses berpikir

Merefleksi dan mengevaluasi pemikirannya sendiri

Suara Demokrasi

10 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

Dengan mengenalkan kepada peserta didik sebagai anak muda bahwa keterkaitan antara kebebasan berekspresi atau tindakan mengutarakan pendapat dengan kesetaraan terletak pada pandangan bahwa semua manusia dianggap setara di mata hukum, sehingga siapapun yang ingin berpendapat atau bersuara, terlepas dari latar belakang dan kepercayaan, harus dihormati dan patut untuk didengar. Hal ini juga didasari oleh adanya hak asasi manusia (ada di dalam UU No.39 Tahun 2009 pada pasal 22 ayat 3) yang secara jelas mengakui dan memberikan hak bagi setiap warga negara, khususnya di Indonesia, untuk berkumpul, mengutarakan pendapat dan berdemokrasi.

Dalam menyuarakan ekspresinya, para peserta didik juga didorong untuk bisa berpikir kritis terhadap apa yang mereka suarakan dan ekspresikan sehingga suara mereka dapat dipakai secara bertanggung jawab.

Salah satunya adalah menggunakan suara mereka dalam melakukan praktik demokrasi yang sederhana berupa bermusyawarah untuk mufakat. Pada saat peserta didik bermusyawarah, diharapkan mereka tetap dapat berpikir kritis, sadar penuh bahwa semua orang setara, diharapkan proses mengambil keputusan, bermufakat dalam proses musyawarah tersebut dapat menghasilkan keputusan bersama yang berguna dan adil untuk semua.

Hal ini merupakan topik yang relevan dimana peserta didik memiliki wadah untuk melatih kepemimpinan, dan berdemokrasi dengan wadah OSIS (Organisasi Intra Sekolah), dimana peserta didik dapat melatih keterampilan berdemokrasi dengan cara-cara yang inklusif.

Kegiatan ini juga dapat berintegrasi dengan mata pelajaran lain misalnya kesenian, Bahasa Indonesia, IPS, PKn, Matematika dan IT.

Relevansi Projek

Bagi Sekolah dan Semua Guru

Mata Pelajaran

Suara Demokrasi

11 of 56

Cara Penggunaan Perangkat Ajar Proyek Ini

Bhinneka Tunggal Ika

Perangkat ajar ini dirancang untuk guru fase E (SMA/SMK) untuk melaksanakan kegiatan ko-kurikuler dengan mengusung tema “Suaramu, Ekspresimu”

Terdapat 18 aktivitas yang saling berkaitan dalam perangkat ajar ini, yang disarankan dilakukan pada semester pertama. Waktu untuk melaksanakan perangkat ajar ini disarankan dilakukan selama satu semester dengan total kurang lebih 57 jam pertemuan.

Sebaiknya ada waktu refleksi dan umpan balik diantara tahapan dalam proses projek ini, agar murid memiliki waktu yang cukup untuk mengaitkan konsep, berefleksi, dan berpikir kritis di setiap tahapannya

Perlu dipahami dengan baik bahwa guru akan mayoritas berperan sebagai fasilitator dimana pembelajaran akan berpusat pada anak, sehingga perlu adanya ruang yang aman untuk anak mengemukakan gagasan, dan juga pola pikir yang terbuka untuk menerima hal baru dalam setiap proses pembelajarannya.

Perangkat ajar ini berupa sehingga sekolah dan guru dapat menyesuaikan jumlah aktivitas, konten (misalnya narasumber, lokasi kunjungan) dengan kebutuhan murid dan kondisi sekolah.

Suara Demokrasi

12 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

Belajar Pentingnya Partisipasi Individu Dalam Mengambil Keputusan Bersama

Kegiatan Seni: Membuat Mandala

Pentingnya partisipasi individu dalam proses pengambilan keputusan bersama. Hasil karya dalam kegiatan ini bukan menjadi pokok pembelajaran, namun memperlihatkan dan mensimulasikan bentuk-bentuk peran individu dalam proses pengambilan keputusan untuk kepentingan kelompok bersama. Peserta didik diperkenalkan bahwa semua suara individu memiliki nilai dan arti bagi kelompok kecilnya dan juga bagi kelompok besarnya.

Dalam kegiatan mandala, siswa diajak berproses dalam kegiatan seni kelompok sebagai pemantik untuk melihat bagaimana strategi siswa memastikan partisipasi setiap anggota kelompok, sehingga siswa dapat lebih mudah menghubungkannya dengan ketidakadilan atau diskriminasi yang terjadi terhadap kebebasan berpendapat atau berekspresi seorang individu atau kelompok.

1

Peralatan:

Presentasi tentang Mandala, kertas karton/duplex, lem kertas/selotip berperekat, gunting, alat tulis

Peran Guru:

Fasilitator

Tahapan Pengenalan

Suara Demokrasi

Waktu:

90 Menit

2 Jam Pelajaran

13 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

1

Kegiatan Seni: Membuat Mandala

1.)

2.)

3.)

4.)

5.)

Guru menjelaskan tentang kegiatan Mandala beserta instruksinya

Guru meminta anak membuat karya Mandala, yaitu bentuk dekorasi pada kertas berbentuk bulat dengan pola yang simetris, repetitif, dan berpusat di tengah dengan benda yang ada di sekitar mereka (daun, ranting, kerikil, pasir, tutup botol bekas, dsb)dengan benda yang ada di sekitar mereka (daun, ranting, kerikil, pasir, tutup botol bekas, dsb).

Guru menginformasikan peraturan membuat Mandala kepada masing-masing kelompok. Peserta didik mencari perlengkapan untuk membuat mandala, kemudian membuat Mandala.

Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil karya dan menceritakan proses pembuatan karya.

Persiapan

Pelaksanaan

  1. Guru membuat 4-5 kelompok kecil yang terdiri dari 4-5 anak.
  2. Guru menjelaskan tentang konsep mandala yaitu bentuk dekorasi pada kertas berbentuk bulat dengan pola yang simetris, repetitif, dan berpusat di tengah.
  3. Setiap kelompok diminta untuk menentukan 2 ketua kelompok yang bertugas mengkoordinir anggota kelompoknya.

Tahapan Pengenalan

6. ) Guru dapat mengajukan pertanyaan berikuT untuk panduan selama peserta didik presentasi

  • Apakah kamu sudah puas dengan hasil karya kelompokmu? mengapa?
  • Apa tantangan kelompokmu membuat karya mandala? bagaimana solusi yang digunakan?
  • Bagaimana proses kamu dan teman kelompokmu menentukan elemen dan komposisi dalam mandala ini?
  • Bagaimana pembagian tugas di kelompokmu? Apakah kamu memastikan keterlibatan setiap anggota di dalam kelompokmu?
  • Jika ada anggota yang tidak dilibatkan, jelaskan mengapa, dan bagaimana perasaanmu?

Suara Demokrasi

Belajar Pentingnya Partisipasi Individu Dalam Mengambil Keputusan Bersama

14 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

1

7. ) Setelah seluruh kelompok selesai presentasi, guru mengajak peserta didik untuk berdiskusi dengan panduan pertanyaan berikut:

  • Jika ada kesempatan untuk membuat Mandala lagi, apa hal yang menurutmu bisa dibuat lebih baik lagi? Mengapa?
  • Apa yang bisa kamu hubungkan dari kegiatan Mandala dengan kehidupan sehari-hari khususnya tentang kebebasan berpendapat, maupun berpartisipasi?
  • Bagaimana pendapatmu tentang kebebasan berpendapat, berekspresi dan berpartisipasi yang kamu miliki?
  • Apakah kamu pernah mendengar atau melihat ketidakadilan atau diskriminasi terhadap kebebasan berpendapat atau berekspresi seorang individu atau kelompok? Ceritakan kasus tersebut?

Pelaksanaan

Tahapan Pengenalan

Kegiatan Seni: Membuat Mandala

Suara Demokrasi

Mandala

mandala 1 /man·da·la/ n kl

1) wilayah kekuasaan lembaga keagamaan; 2) bulatan; lingkungan (daerah);

  • wisata tempat yang disediakan untuk kunjungan kepariwisataan;
  • yuda daerah (medan) pertempuran

Dalam konsep Buddha, Mandala representasi perjalanan manusia dalam relasinya dengan manusia yang lain, alam semesta. Perspektif sejarah di Asia Tenggara, mandala merupakan konsep yang dipahami secara sosial politik yang merupakan simbol atas kekuasaan dan kerajaan konsentris.

Belajar Pentingnya Partisipasi Individu Dalam Mengambil Keputusan Bersama

15 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

Mengenal Wacana Kesetaraan Dalam Berdemokrasi

Kegiatan: Wacana Setara

2

Waktu:

90 Menit

2 Jam Pelajaran

Peralatan:

Pensil, pensil warna, krayon, spidol, kain, gunting, lem, cat akrilik set, dan penghapus.

Peran Guru:

Fasilitator

Setiap peserta didik diajak untuk mengalami ketidaksetaraan, dalam hal ini adalah ketidaksetaraan fasilitas alat lukis. Dengan menciptakan keadaan tidak setara pada siswa, siswa diharapkan dapat mengidentifikasi ketidaksetaraan yang terjadi dalam kegiatan seni tersebut, dan siswa memahami ketidaksetaraan yang masih terjadi di kehidupan nyata.

Hasil karya dalam kegiatan ini bukan menjadi pokok pembelajaran, namun memperlihatkan dan mensimulasikan bentuk-bentuk ketidaksetaraan dalam kehidupan nyata, sebagai bentuk ketidaksetaraan terhadap fasilitas umum, akses pelayanan publik, kesejahteraan yang tidak merata, sistem pendidikan yang tidak seimbang dan berbagai hal lainnya.

Tahapan Pengenalan

Suara Demokrasi

16 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

2

Pelaksanaan

1.) Guru membagi peserta kedalam 3 kelompok. Setiap anggota kelompok duduk berdekatan dengan teman kelompoknya.

2.) Setelah membagi kelompok, jelaskan bahwa pada kesempatan ini peserta diminta untuk membuat karya di atas kertas gambar dengan tema “Yang Kurindu dari Kampung Halamanku”. Karya berupa gambar/lukisan tersebut dapat berupa motif ragam hias pada kain, bangunan tradisional, makanan tradisional, kendaraan tradisional, bahkan kata sapaan khas kampung halamanku, atau bentuk lainnya yang dapat menggambarkan tema tersebut.

3.) Sebelum mulai, guru memanggil perwakilan kelompok satu persatu untuk membagikan kantong transparan atau nampan berisi perlengkapan untuk masing-masing kelompok.

4.) Pastikan seluruh peserta dapat melihat kantong beserta isinya. Tiap kelompok akan mendapatkan paket perlengkapan yang berbeda-beda. Apabila ada peserta yang bertanya mengapa, jelaskan bahwa seperti ini lah peraturan yang diberikan.

Persiapan

1.) Sebelum memulai kegiatan, Guru membuat 3 paket peralatan yang ditaruh dalam kantong plastik atau wadah transparan apapun yang dapat memuat peralatan tersebut. Peralatan tersebut akan digunakan untuk membuat karya dalam aktivitas ini.

2.) Dalam masing-masing kantong yang berbeda tersebut berisikan:

  • HANYA pensil biasa, TANPA Penghapus.
  • Pensil biasa DAN penghapus.
  • Pensil biasa, pensil warna, krayon, spidol, kain, gunting, lem, cat akrilik set, dan penghapus.

3.) Hasil karya dalam kegiatan ini bukan menjadi pokok pembelajaran, namun memperlihatkan dan mensimulasikan bentuk-bentuk ketidaksetaraan dalam kehidupan

nyata, sebagai bentuk ketidaksetaraan terhadap fasilitas umum, akses pelayanan publik,kesejahteraan yang tidak merata, sistem pendidikan yang tidak seimbang dan berbagai hal lainnya.

Tahapan Pengenalan

Suara Demokrasi

Kegiatan: Wacana Setara

Mengenal Wacana Kesetaraan Dalam Berdemokrasi

17 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

2

Pelaksanaan

5.) Jelaskan bahwa masing-masing kelompok HANYA BOLEH menggunakan peralatan yang terdapat dalam kantong kelompoknya untuk membuat karya individual. Peserta TIDAK DIPERKENANKAN saling meminjamkan peralatan dengan kelompok lainnya. Guru bisa menjelaskan bahwa memang inilah peraturan dalam kegiatan ini.

6.) Setelah selesai, persilakan peserta menjelaskan hasil karyanya lalu diskusikan hasil kegiatan bersama seluruh peserta.

Tahapan Pengenalan

7.) Setelah selesai guru dapat mengajak peserta didik berdiskusi dengan panduan pertanyaan berikut:

Diskusi

  • Jelaskan karyamu dan peralatan yang kamu gunakan?
  • Apakah kamu menggunakan seluruh peralatan yang diberikan?
  • Jika kamu bisa memilih, apa peralatan yang kamu butuhkan?
  • Menurutmu, bagaimana hubungan antara fasilitas yang kamu miliki terhadap karya yang kamu hasilkan?
  • Apakah peraturan dalam kegiatan ini sudah cukup adil menurutmu? Mengapa?
  • Apa definisi keadilan menurutmu?
  • Apakah kamu dapat mengkritik atau terlibat dalam pembuatan peraturan dalam kegiatan sebelumnya? Mengapa?
  • Mana yang lebih tepat, memberikan peralatan yang sama bagi setiap orang, atau memberikan peralatan sesuai dengan kebutuhan?
  • Coba kamu bayangkan, jika setiap orang diberikan kesempatan untuk berpendapat terhadap peraturan atau kebebasan

menggunakan peralatan sesuai dengan kebutuhan,bagaimana karya yang akan dihasilkan?

  • Menurutmu, apa pentingnya kebebasan berekspresi atau mengungkapkan pendapat?
  • Apakah kamu pernah mengalami tantangan dalam mengekspresikan pendapat?

Suara Demokrasi

Kegiatan: Wacana Setara

Mengenal Wacana Kesetaraan Dalam Berdemokrasi

18 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

Teori Inklusi sosial dan Pengenalan Dengan Keragaman Individu dan Peran Individu Dalam Demokrasi (Kelompok Marginal dan Rentan)

Kegiatan:

Bermain Peran “Jalan Privilese”

Pada kegiatan ini, Peserta didik diharapkan dapat mengenal berbagai keragaman individu, di mana terdapat kelompok tertentu yang mengalami tantangan dalam kehidupannya bermasyarakat. Tantangan yang dihadapi dikarenakan adanya hak istimewa (privilese) yang dimiliki oleh satu kelompok tertentu, umumnya kelompok mayoritas, sehingga terjadi pembatasan yang sering merugikan kelompok agama atau etnis minoritas tertentu. Hak istimewa atau privilese adalah keadaan menguntungkan yang kita miliki, yang didefinisikan sebagai keuntungan yang hanya dimiliki oleh satu orang atau sekelompok orang, biasanya karena posisinya atau karena mereka kaya; keuntungan atau otoritas khusus yang dimiliki oleh orang atau kelompok tertentu (2 Cambridge Dictionary. (2020). Privilege. Cambridge University Press. Diakses dari: https://dictionary.cambridge.org/dictionary/english/privilege pada 5

Agustus 2020).

Privilese ini menggambarkan kelebihan yang dimiliki orang, atau bahkan kita, yang tidak sering terpikirkan karena kita tidak pernah mengalami sisi tertindas. Guru juga dapat menjelaskan bagaimana pembatasan merupakan bentuk ketidakadilan, juga bagaimana pengistimewaan budaya mayoritas sebagai budaya mainstream dapat merepresi budaya minoritas. Dengan bermain jalan privilese, Peserta didik diharapkan dapat memahami situasi yang dialami oleh berbagai individu, dan mampu mengidentifikasi ketidaksetaraan yang terjadi di masyarakat, sehingga dapat menumbuhkan rasa menghormati terhadap keanekaragaman budaya dan agama.

3

Waktu:

90 Menit

2 Jam Pelajaran

Peralatan:

Alat tulis dan kertas, ruangan aula atau lapangan kosong

Peran Guru:

Narasumber dan Fasilitator.

Tahapan Pengenalan

Suara Demokrasi

19 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

3

Pelaksanaan

  1. Peserta didik diajak mengidentifikasi identitas diri yang melekat dengan menuliskan identitas diri dengan menjawab

pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

    • Apa identitas gender kamu?
    • Di mana kamu tinggal? (pedesaan, kota, pinggiran)
    • Apa agama atau kepercayaan kamu?
    • Berapa usia kamu?
    • Apakah kamu bekerja? (jika iya, apakah kamu bekerja secara penuh atau secara lepas)
    • Apa identitas suku kamu? (jawa, betawi, batak, minang, dayak, banjar, melayu, bali, abui, bugis, gorontalo, kaili, asmat, ambai, dll)
  • Setelah mengidentifikasi identitas diri yang melekat peserta didik diajak bermain peran menjadi beberapa karakter untuk mengenal konsep keadaan menguntungkan atau privilese (privilege) yang kita miliki.
  • Laksanakan pembagian nomor kepada peserta yang hadir, Peserta didik mendapatkan nomor yang mewakili karakter yang akan mereka perankan (nomor 1-6), guru dapat menggunakan aplikasi acak dadu untuk membangun ketertarikan Peserta didik.
  • Peserta didik diminta untuk berbaris bersaf.

Persiapan

  1. Guru menjelaskan bahwa peserta didik akan diajak bermain peran menjadi beberapa peran kelompok di masyarakat.
  2. Guru mengajak peserta didik mengatur ruangan kelas agar cukup luas untuk bermain peran, atau berpindah ke aula yang cukup tenang.
  3. Peserta didik menyiapkan alat tulis dan kertas.
  1. Masing-masing nomor mewakili karakter berikut (karakter dapat disesuaikan, namun hendaknya mewakili berbagai kelompok di masyarakat):
    • Nomor 1: Laki-laki, beragama Islam, bekerja di kantor Kementerian, 30 tahun, sudah berkeluarga
    • Nomor 2: Perempuan, petani, 30 tahun, janda, korban bencana
    • Nomor 3: Perempuan, menganut Sunda Wiwitan, 20 tahun, lajang
    • Nomor 4: Perempuan, Kristen, peserta didik sekolah menengah, 17 tahun, orang Papua
    • Nomor 5: Laki-laki, tuli, 35 tahun, duda anak 2
    • Nomor 6: Perempuan, kepala kantor Kecamatan, 30 tahun, lajang
  2. Peserta didik diminta membayangkan jika mereka menjadi karakter yang ditentukan, kemudian guru membacakan pernyataan yang dibacakan kepada setiap orang yang bermain, untuk dijawab berdasarkan kondisi/kemampuan masing-masing karakter.
  3. Dari masing-masing pernyataan yang dibacakan, Peserta didik harus menjawab dengan respon sebagai berikut:
  4. jika menjawab ya, Peserta didik dapat berjalan satu langkah ke depan
  5. jika menjawab ragu-ragu Peserta didik diam ditempat
  6. jika menjawab tidak, Peserta didik berjalan 1 langkah mundur.

Tahapan Pengenalan

Kegiatan:

Bermain Peran “Jalan Privilese”

Suara Demokrasi

Teori Inklusi sosial dan Pengenalan Dengan Keragaman Individu dan Peran Individu Dalam Demokrasi (Kelompok Marginal dan Rentan)

20 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

3

Pelaksanaan

Tahapan Pengenalan

Kegiatan:

Bermain Peran “Jalan Privilese”

Suara Demokrasi

  1. Peserta didik menjawab pertanyaan di bawah ini untuk merefleksi lebih dalam tentang peran mereka:
    • Apakah kamu dapat mengakses internet setiap hari dan setiap saat?
    • Apakah kamu dapat menikah secara sah?
    • Apakah kamu dapat beribadah tanpa gangguan?
    • Apakah kamu dapat naik turun tangga dengan mudah?
    • Apakah kamu dapat beribadah/merayakan hari raya dengan tenang?
    • Apakah kamu dapat menemukan rumah ibadah/fasilitas ibadah agama atau kepercayaanmu dengan mudah?
    • Apakah terdapat penjagaan ketat di daerah tempat tinggalmu?
    • Apakah kamu dapat menjadi pemimpin di sekolah/institusi/komunitasmu?
    • Apakah kamu dapat mengurus administrasi dengan mudah?
    • Apakah kamu dapat berjalan kaki di malam hari sendirian dengan tenang?
  2. Guru membacakan pertanyaan satu-persatu dengan memberikan jeda

kepada peserta didik untuk menjawab sesuai dengan ketentuan respon di atas.

  1. Setelah seluruh pernyataan disampaikan dan direspon oleh peserta didik, setiap pemain akan melihat posisi berdiri mereka dan teman mereka (atau jumlah skor mereka). Peserta didik diminta mengidentifikasi peran mana yang mendapatkan skor paling besar (memiliki banyak privilese) dan paling kecil (memiliki sedikit privilese)

Teori Inklusi sosial dan Pengenalan Dengan Keragaman Individu dan Peran Individu Dalam Demokrasi (Kelompok Marginal dan Rentan)

Tips:

Jika tidak adanya ruangan yang memungkinkan untuk melakukan ini, respon yang diberikan bisa dalam bentuk skor, misalnya;

  • jika menjawab ya, Peserta didik mendapatkan skor 1
  • jika menjawab ragu-ragu Peserta didik mendapatkan skor 0
  • jika menjawab tidak, Peserta didik mendapatkan skor -1
  1. Peserta didik menjawab pertanyaan di bawah ini untuk merefleksi lebih dalam tentang peran mereka:
    • Apakah kamu dapat mengakses internet setiap hari dan setiap saat?
    • Apakah kamu dapat menikah secara sah?
    • Apakah kamu dapat beribadah tanpa gangguan?
    • Apakah kamu dapat naik turun tangga dengan mudah?
    • Apakah kamu dapat beribadah/merayakan hari raya dengan tenang?
    • Apakah kamu dapat menemukan rumah ibadah/fasilitas ibadah agama atau kepercayaanmu dengan mudah?
    • Apakah terdapat penjagaan ketat di daerah tempat tinggalmu?
    • Apakah kamu dapat menjadi pemimpin di sekolah/institusi/komunitasmu?
    • Apakah kamu dapat mengurus administrasi dengan mudah?
    • Apakah kamu dapat berjalan kaki di malam hari sendirian dengan tenang?

21 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

3

Pelaksanaan

Tahapan Pengenalan

Kegiatan:

Bermain Peran “Jalan Privilese”

Suara Demokrasi

Kelompok non marginal

Kelompok Marginal

- Laki-laki (terutama mereka yang berasal dari status ekonomi tinggi)

  • Kelompok dominan atas etnis, tempat tinggal, kepercayaan, bahasa, dan pemilikan tanah
  • Warga negara tercatat
  • Orang tanpa disabilitas
  • Orang yang hidup di kota besar
  • Perempuan
  • Orang miskin
  • Kelompok marginal atas etnis, tempat tinggal, kepercayaan, bahasa, dan pemilikan tanah
  • Warga negara tak tercatat
  • Orang dengan disabilitas
  • Orang yang hidup di daerah terpencil

Kelompok Tak Rentan

Kelompok Rentan

  • Orang yang hidup di area tidak terdampak bencana alam
  • Orang dewasa
  • Orang yang hidup di area terdampak bencana alam
  • Orang dengan HIV dan AIDS
  • Pekerja seks
  • Anak-anak, remaja, dan lansia
  1. Guru menanyakan kembali pertanyaan-pertanyaan pada nomor 6 kepada setiap perwakilan nomor peran, (guru menanyakan “Apakah kamu dapat beribadah tanpa gangguan?” kepada peran nomor 1-6, agar peserta didik memahami perbedaan situasi yang dialami oleh masing-masing peran. Guru dapat mengajukan pertanyaan refleksi seperti bagaimana perasaan mereka, dan mengapa mereka mendapatkan skor tersebut.
  2. Guru menjelaskan mengenai hak istimewa yang dimiliki oleh sebuah individu atau kelompok, dapat berdampak pada partisipasi individu dalam kelompok.
  3. Guru menjelaskan bahwa peran-peran yang dimainkan tersebut berada dalam kelompok marginal (terpinggirkan)dan kelompok rentan.

Teori Inklusi sosial dan Pengenalan Dengan Keragaman Individu dan Peran Individu Dalam Demokrasi (Kelompok Marginal dan Rentan)

22 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

3

Pelaksanaan

Tahapan Pengenalan

Kegiatan:

Bermain Peran “Jalan Privilese”

Suara Demokrasi

15.) Peserta didik melakukan riset mandiri tentang kelompok marginal dan kelompok rentan di Indonesia. Format untuk riset ditentukan oleh guru, misalnya tentang hak dan kewajiban, peran di masyarakat. Hasil riset dituliskan dalam bentuk laporan singkat atau presentasi visual dalam bentuk peta pikiran, guntingan artikel dan sebagainya.

16.) Dari permainan ini, Peserta didik diharapkan memahami bahwa kita memiliki privilese tertentu yang pada akhirnya menentukan apakah kita dapat menikmati fasilitas dengan baik, atau justru terhambat atas keadaan tertentu yang melekat pada diri kita. Keadaan menguntungkan yang kita miliki disebut sebagai privilese, yang didefinisikan sebagai keuntungan yang hanya dimiliki oleh satu orang atau sekelompok orang, biasanya karena posisinya atau karena mereka kaya; keuntungan atau otoritas khusus yang dimiliki oleh orang atau kelompok tertentu. Privilese ini menggambarkan kelebihan yang dimiliki orang, atau bahkan kita, yang tidak sering terpikirkan karena kita tidak pernah mengalami sisi tertindas. (Cambridge Dictionary. (2020). Privilege. Cambridge University Press. Diakses dari: https://dictionary.cambridge.org/dictionary/english/privilege pada 5 Agustus 2020).

Teori Inklusi sosial dan Pengenalan Dengan Keragaman Individu dan Peran Individu Dalam Demokrasi (Kelompok Marginal dan Rentan)

23 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

Anak Muda Sebagai Kelompok Rentan dalam Demokrasi dan Diskusi Kritis

Kegiatan:

Presentasi dan Diskusi kritis: Anak muda sebagai Kelompok Rentan dalam Demokrasi

Peserta didik mempresentasikan hasil riset mandiri tentang kelompok marginal dan kelompok rentan di Indonesia.

4

Waktu:

180 menit (4 jam pelajaran)

Peralatan:

Laptop/Proyektor

Peran Guru:

Fasilitator.

Tahapan Pengenalan

Suara Demokrasi

24 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

Tahapan Pengenalan

  • Bagaimana menurutmu kebebasan berpendapat atau berekspresi di Indonesia saat ini?
  • Bagaimana partisipasi anak muda dalam demokrasi saat ini dibandingkan dengan era sebelumnya?
  • Apa stereotipe anak muda yang membuat kebebasannya berekspresi atau berpendapat dibatasi atau di diskriminasi?
  • Apa keuntungan jika anak muda berpartisipasi dalam demokrasi?
  • Mengapa anak muda harus berpartisipasi dalam demokrasi?
  • Apa yang perlu dilakukan agar anak muda dapat berpartisipasi dalam demokrasi, baik dari anak muda maupun dari pembuat kebijakan publik?

Selama proses diskusi, guru menjadi fasilitator agar diskusi terus berjalan, menguatkan murid bahwa tidak ada jawaban benar salah dan mendukung murid untuk melihat kembali riset agar jawaban murid berdasarkan data yang ada.

Pelaksanaan

  1. Guru menentukan urutan presentasi
  2. Guru maupun peserta didik yang mendengarkan presentasi dapat mengajukan pertanyaan atau memberikan umpan balik.
  3. Setelah peserta didik presentasi, guru mengajak peserta didik mendiskusikan hasil temuan peserta didik
  4. Diskusi kritis dipandu oleh guru dimulai, dengan panduan pertanyaan yang dapat digunakan adalah;

Persiapan

1.) Peserta didik mempersiapkan dokumen yang akan dipresentasikan

4

Suara Demokrasi

Anak Muda Sebagai Kelompok Rentan dalam Demokrasi dan Diskusi Kritis

Kegiatan:

Presentasi dan Diskusi kritis: Anak muda sebagai Kelompok Rentan dalam Demokrasi

Tugas:

Peserta didik menyusun pertanyaan atau keingintahuan mereka terkait peran anak muda dalam demokrasi untuk ditanyakan dan didiskusikan dengan narasumber.

25 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

Tugas:

Peserta didik membuat ringkasan pembicara tamu berisi pengetahuan dan konsep yang telah dipelajari selama sesi pembicara tamu.

Waktu:

180 menit (4 jam pelajaran)

Peralatan:

Ruangan, kursi atau karpet, proyektor, sound system, kumpulan daftar hal yang ingin diketahui oleh peserta didik terkait topik diskusi

Peran Guru:

Fasilitator dan Moderator

Tahapan Pengenalan

5

Anak Muda Sebagai Kelompok Rentan dalam Demokrasi dan Diskusi Kritis dan Pentingnya Berkontribusi dalam Pemilihan Umum (Kelompok Rentan Golput)

Kegiatan: Pembicara Tamu

Suara Demokrasi

26 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

5

Tahapan Pengenalan

  1. Guru memperkenalkan pembicara tamu dan membuka sesi dengan pembicara tamu.
  2. Murid menanyakan pertanyaan kepada pembicara tamu untuk mendapatkan elaborasi tentang hasil temuan mereka sebelumnya.
  3. Narasumber memberikan paparan tentang bagaimana anak muda dapat dikategorikan sebagai kelompok rentan dalam demokrasi, dan pentingnya berkontribusi dalam pemilihan umum (misalnya berpartisipasi sebagai pemilih, sukarelawan), dan juga tentang perilaku golput.

Persiapan

Pelaksanaan

  1. Guru mengumpulkan daftar keingintahuan peserta didik tentang topik pada pertemuan 4.
  2. Peserta didik diberikan kesempatan kembali untuk membuat pertanyaan tambahan yang ingin mereka ketahui tentang topik terkait.

Suara Demokrasi

Anak Muda Sebagai Kelompok Rentan dalam Demokrasi dan Diskusi Kritis dan Pentingnya Berkontribusi dalam Pemilihan Umum (Kelompok Rentan Golput)

Kegiatan: Pembicara Tamu

27 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

Bagaimana Mengekspresikan Suara Kita Sebagai Proses Demokrasi

Kegiatan:

Gaya penggunaan media sosial dalam mengekspresikan pendapat.

6

Waktu:

180 Menit

4 Jam Pelajaran

Peralatan:

Lembar kuesioner

/ dokumen kuesioner google form

Peran Guru:

Fasilitator

Tahapan Kontekstual

Suara Demokrasi

28 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

6

Tahapan Kontekstual

  • Platform yang biasa digunakan untuk berekspresi (mengutarakan pendapat/ide/pengetahuan)
  • Pengetahuan peserta didik terhadap etika bersosial media
  • Pengalaman dan tantangan dalam mengutarakan pendapat di sosial media (pernah menjadi korban hoax dan sebagainya)

3.) Guru menjelaskan bahwa data dari respon peserta didik akan diberikan kepada narasumber agar narasumber lebih mengenal karakter dan kebiasaan peserta didik di dunia maya, bukan sebagai penilaian. 4.) Guru menyiapkan berita yang menunjukkan hate

speech, hoax dan cyberbully untuk didiskusikan bersama peserta didik.

Persiapan

1.) Guru menyiapkan kuesioner, bisa dibuat menggunakan google form, sehingga hasil respon yang masuk dapat mudah dianalisa.

2.) Pertanyaan yang diajukan oleh guru dalam lembar refleksi bisa berisi pertanyaan dari aspek dibawah ini, masing-masing aspek dapat diturunkan menjadi beberapa pertanyaan dalam bentuk pilihan ganda, maupun dikombinasikan dengan pertanyaan esai:

  • Durasi peserta didik penggunaan sosial media
  • Jenis sosial media yang digunakan peserta didik
  • Sosial media atau platform yang biasa digunakan peserta didik untuk mendapatkan informasi
  • Jenis informasi yang biasa peserta didik cari di internet
  • Ketertarikan peserta didik terhadap politik dan demokrasi
  • Frekuensi peserta didik terpapar dengan informasi tentang politik dan demokrasi.

Bagaimana Mengekspresikan Suara Kita Sebagai Proses Demokrasi

Suara Demokrasi

Kegiatan:

Gaya penggunaan media sosial dalam mengekspresikan pendapat.

29 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

6

Tahapan Kontekstual

1.) Peserta didik diminta mengisi kuesioner.

2.) Guru mengajak peserta didik membagikan pengalaman mereka dalam bersosial media, misalnya tentang pengalaman positif maupun negatif yang pernah mereka alami. Setelah itu guru menghubungkan pengalaman peserta didik dengan isu terkini terkait berita hoax, dan hate speech. Guru memberikan satu-persatu contoh kasus yang sudah disediakan, lalu meminta pendapat peserta didik, bagaimana mereka menyikapinya.

3.) Guru meminta peserta didik melakukan riset mandiri tentang hate speech, dan hoax aspek yang dapat digali dapat berupa definisi, contoh, cara mengidentifikasi, maupun solusi yang bisa diberikan untuk menghadapi dan mencegahnya.

4.) Peserta didik menyajikan hasil temuan mereka ke dalam bentuk infografis, peta pikiran, maupun ilustrasi.

Pelaksanaan

Bagaimana Mengekspresikan Suara Kita Sebagai Proses Demokrasi

Suara Demokrasi

Kegiatan:

Gaya penggunaan media sosial dalam mengekspresikan pendapat.

30 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

Menampilkan Hasil Riset dan Menyusun Pertanyaan Untuk Narasumber, Guru Menganalisa Refleksi Gaya Berinternet Peserta Didik dan Memberikan Informasi Tersebut Kepada Narasumber.

Kegiatan: Gallery Walk

7

Waktu:

180 Menit

4 Jam Pelajaran

Peralatan:

Dinding kosong dan selotip, kertas untuk menuliskan umpan balik dan alat tulis

Peran Guru:

Fasilitator

Tahapan Kontekstual

Suara Demokrasi

31 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

Pelaksanaan

1.) Gallery walk tentang hasil riset dan menyusun pertanyaan untuk narasumber, guru menganalisa refleksi gaya berinternet peserta didik dan memberikan informasi tersebut kepada narasumber.

2.) Peserta didik berkeliling membaca satu-persatu hasil riset yang ditampilkan dan memberikan umpan balik kepada masing-masing hasil riset.

3.) Setelah selesai peserta didik menyimpan dokumen hasil riset sebagai portofolio mereka

4.) Guru menginformasikan bahwa pada pertemuan berikutnya, peserta didik akan bertemu dengan narasumber yang akan menjelaskan lebih dalam tentang literasi digital dan peran teknologi dalam demokrasi. peserta didik dapat menyusun pertanyaan kepada narasumber terkait topik tersebut.

Persiapan

1.) Peserta didik dan guru menyusun tata letak pada dinding untuk menempelkan kertas hasil riset peserta didik

2.) Guru dan peserta didik menempel hasil riset di dinding

3.) Peserta didik menyiapkan potongan kertas sekitar ukuran A5 untuk kelompok lain menuliskan umpan balik berupa pertanyaan, pernyataan, atau apresiasi dari hasil riset tersebut

Kegiatan: Gallery Walk

7

Suara Demokrasi

Menampilkan Hasil Riset dan Menyusun Pertanyaan Untuk Narasumber, Guru Menganalisa Refleksi Gaya Berinternet Peserta Didik dan Memberikan Informasi Tersebut Kepada Narasumber.

Tahapan Kontekstual

32 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

Waktu:

4 Jam Pelajaran

Peralatan:

Alat tulis, map, kalender, komputer, kertas, lem, stapler, lembar kerja peserta didik aktivitas 1 -6

Peran Guru:

Fasilitator

Tahapan Kontekstual

Suara Demokrasi

Pada sesi ini peserta didik mengumpulkan lembar kerja, dan berkas pendukung lainnya (sketsa, draft diskusi kelompok, foto kegiatan, lembar refleksi, dan sebagainya) untuk disusun secara sistematis berdasarkan urutan waktu pembelajaran, ke dalam map secara individual. Jika terdapat lembar kerja kelompok, maka peserta didik perlu membuat salinan agar masing-masing peserta didik memiliki berkas dan dokumen yang sama dan lengkap. Guru membuat daftar ceklis dokumen sebagai bukti pembelajaran (means of verification) yang harus disertakan dalam portofolio peserta didik. Portofolio dianjurkan untuk dibuat dalam bentuk fisik, namun tidak menutup kemungkinan untuk membuat dalam bentuk digital namun perlu dipastikan bahwa data tersimpan dengan baik pada folder google drive atau flash terenkripsi. Peserta didik dapat berkreasi membuat desain atau dekorasi untuk portfolio sesuai dengan keterampilan dan minat peserta didik.

Peserta Didik Mengumpulkan Lembar Kerja, dan Berkas Pendukung Lainnya (Sketsa, Draft Diskusi Kelompok, Foto Kegiatan, Lembar Refleksi, dan Sebagainya) Untuk Disusun Secara Sistematis Berdasarkan Urutan Waktu Pembelajaran, ke Dalam Map Secara Individual.

Kegiatan:

Pengumpulan dokumentasi pembelajaran (portofolio)

8

33 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

  1. Guru mengajak Peserta didik mengulas kegiatan awal hingga pertemuan ke-5 kemudian mencatat dokumen yang telah mereka kerjakan sejak aktivitas 1-6.
  2. Peserta didik mengumpulkan bukti pembelajaran secara sistematis sesuai format portofolio yang diberikan guru dan memasukkan ke map individu.
  3. Guru memastikan dokumen Peserta didik telah lengkap dan menyimpan map dengan baik.
  4. Portofolio dapat dilengkapi secara terus-menerus sesuai dengan tahap pembelajaran.

Persiapan

Pelaksanaan

  1. Guru membuat dokumen daftar periksa pembelajaran
  2. Peserta didik mengumpulkan bukti pembelajaran dengan menggunakan panduan daftar periksa dokumen dari guru

Kegiatan:

Pengumpulan dokumentasi pembelajaran (portofolio)

8

Suara Demokrasi

Tahapan Kontekstual

Peserta Didik Mengumpulkan Lembar Kerja, dan Berkas Pendukung Lainnya (Sketsa, Draft Diskusi Kelompok, Foto Kegiatan, Lembar Refleksi, dan Sebagainya) Untuk Disusun Secara Sistematis Berdasarkan Urutan Waktu Pembelajaran, ke Dalam Map Secara Individual.

34 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

Kegiatan:

Pengumpulan dokumentasi pembelajaran (portofolio)

8

Suara Demokrasi

Contoh daftar daftar periksa dokumen sebagai bukti pembelajaran:

Nama Kegiatan

*Contoh

Tahapan dan Aktivitas

Bukti Pembelajaran

Daftar periksa Dokumen

Cover

  • Tersedia
  • Tidak tersedia

Daftar isi

  • Tersedia
  • Tidak tersedia

Cover aktivitas 1

  • Tersedia
  • Tidak tersedia

Foto Karya Mandala

  • Tersedia
  • Tidak tersedia

Lembar Refleksi Peserta didik

  • Tersedia
  • Tidak tersedia

Secara sederhana, portofolio belajar idealnya terdiri dari :

  1. Cover berisi judul proyek, tujuan proyek, nama Peserta didik, durasi pelaksanaan, dan nama sekolah
  2. Daftar isi
  3. Cover berisi nama kegiatan (contoh : Aktivitas 1: Tahapan Pengenalan: Mandala)
  4. Dokumen pendukung (lembar refleksi, sketsa gambar, peta pikiran, artikel yang digunakan saat diskusi

Mandala

Aktivitas 1:

Tahap Pengenalan

Tahapan Kontekstual

Peserta Didik Mengumpulkan Lembar Kerja, dan Berkas Pendukung Lainnya (Sketsa, Draft Diskusi Kelompok, Foto Kegiatan, Lembar Refleksi, dan Sebagainya) Untuk Disusun Secara Sistematis Berdasarkan Urutan Waktu Pembelajaran, ke Dalam Map Secara Individual.

35 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

Diskusi Dengan Pembicara Tamu Untuk Mengetahui Lebih Dalam Tentang Peran Teknologi Dalam Demokrasi

Kegiatan: Pembicara Tamu

Pada sesi ini, narasumber akan menjelaskan tentang peran teknologi dalam demokrasi, misalnya untuk meningkatkan transparansi dalam mengawasi kerja pemerintahan, memberi akses pada informasi, dan juga memfasilitasi warga untuk mewujudkan good and clean governance. Dan juga tentang mengenal buzzer, mengenal fenomena anonymous, mengenal dan mengidentifikasi hate speech dan hoax, serta mengetahui portal pengaduan jika menemukan konten hoax dan hate speech

9

Tahapan Kontekstual

Waktu:

180 menit

(4 Jam Pelajaran)

Peralatan:

Ruangan, kursi atau karpet, proyektor, sound system, kumpulan daftar hal yang ingin diketahui oleh peserta didik terkait topik diskusi

Peran Guru:

Fasilitator dan moderator

Suara Demokrasi

36 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

1.) Guru membuat dokumen daftar periksa pembelajaran

2.) Peserta didik mengumpulkan bukti pembelajaran dengan menggunakan panduan daftar periksa dokumen dari guru

Persiapan

Pelaksanaan

1.) Guru mengumpulkan daftar keingintahuan peserta didik tentang topik pada pertemuan sebelumnya.

2.) Peserta didik diberikan kesempatan kembali untuk membuat pertanyaan yang ingin mereka ketahui tentang topik terkait.

3.) Guru menghubungi narasumber untuk sesi ini, dapat melibatkan staf Kementerian Komunikasi dan Informatika, pertemuan bisa dilaksanakan dengan metode daring maupun luring sesuai dengan kondisi sekolah dan ketersediaan narasumber, informasi untuk pengajuan narasumber dapat diakses di: https://kominfo.go.id/content/detail/6994/b agaimana-prosedur-pengajuan-narasumber-u ntuk-seminarkegiatanartikel-dari-kementeria n-kominfo/0/faq

Suara Demokrasi

9

Diskusi Dengan Pembicara Tamu Untuk Mengetahui Lebih Dalam Tentang Peran Teknologi Dalam Demokrasi

Kegiatan: Pembicara Tamu

Tahapan Kontekstual

Tugas:

Peserta didik membuat ringkasan pembicara tamu berisi pengetahuan dan konsep yang telah dipelajari selama sesi pembicara tamu.

37 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

Kunjungan Ke Rumah Pintar Pemilu Untuk Mengenal Proses Pemilu Sebagai Sarana Demokrasi

Kegiatan:

Rumah Pintar Pemilu

Pada sesi ini peserta didik akan diajak untuk mengenal nilai nilai dasar Pemilu dan demokrasi serta meningkatkan pemahaman akan pentingnya berdemokrasi, melalui film-film kepemiluan dan dokumentasi program kegiatan kepemiluan. Lalu, peserta didik dapat melihat alat peraga pemilu, seperti: brosur, leaflet, poster hingga maket atau diorama tentang Pemilu, serta bentuk visualisasi 3 dimensi yang menceritakan tentang proses atau peristiwa kepemiluan dan demokrasi, antara lain seperti proses pemungutan suara, denah TPS, peristiwa yang dianggap memiliki nilai sejarah terkait kepemiluan setempat, dsb.

Peserta didik juga dapat merasakan langsung simulasi pemilu, dengan melihat alat peraga yang dipergunakan dalam seperti kotak dan bilik suara, alat coblos dan alas yang terbuat dari busa, tinta, contoh surat suara, daftar hadir, dsb. Dengan kunjungan ini, peserta didik diharapkan mendapatkan gambaran lebih luas

tentang pelaksanaan pemilu dan pentingnya berkontribusi dalam demokrasi.

10

Tahapan Aksi

Waktu:

270 menit

6 Jam Pelajaran

Peralatan:

Alat transportasi, alat tulis, alat perekam suara, dan kamera (handphone)

Peran Guru:

Fasilitator dan moderator

Suara Demokrasi

38 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

1.) Peserta didik diminta untuk membaca seksama informasi yang ditampilkan, dan mendengarkan penjelasan dari pemandu rumah pintar pemilu, dan mencatat temuan atau hal penting pada lembaran pengamatan peserta didik.

2.) Peserta didik juga dapat mendokumentasikan pengamatan mereka dengan foto, video, atau rekaman suara jika mereka bertanya kepada pihak terkait, atau orang yang berada di sekitar lokasi.

3.) Peserta didik diharapkan melakukan pengamatan tanpa mengganggu kenyaman pihak terkait maupun orang di sekitar lokasi pengamatan

Persiapan

Pelaksanaan

1.) Guru mengajukan jadwal kunjungan ke rumah pintar pemilu terdekat.

2.) Guru menentukan pendamping kelompok, dan menyiapkan transportasi.

3.) Guru meminta izin kepada pihak orang tua untuk membawa peserta didik dalam kunjungan ini serta memberikan penjelasan kegiatan serta tujuan kegiatan.

4.) Guru mempersiapkan lembaran pengamatan peserta didik.

5.) Guru dan peserta didik menetapkan aturan bersama apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama masa kunjungan.

10

Suara Demokrasi

Kunjungan ke Rumah Pintar Pemilu untuk Mengenal Proses Pemilu Sebagai Sarana Demokrasi

Kegiatan:

Rumah Pintar Pemilu

Tugas:

Peserta didik mengumpulkan dokumentasi selama pengamatan dan hasil hasil kunjungan mereka ke dalam 1 dokumen/berkas untuk dikumpulkan ke dalam portofolio, pada pertemuan berikutnya, dan mulai menyiapkan simulasi pemilu.

Tahapan Aksi

39 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

Perencanaan Persiapan Pemungutan Suara Untuk Pemilihan Ketua OSIS

Kegiatan:

Perencanaan Pemilihan Ketua Osis

Pada sesi ini peserta didik akan diminta membuat rencana persiapkan pemungutan suara untuk pemilihan ketua OSIS di sekolah. peserta didik diminta menyusun pembagian tugas, dan jadwal,peralatan yang dibutuhkan dan perizinan untuk melaksanakan kegiatan, izin peminjaman ruangan dan peralatan lainnya, serta desain untuk peralatan yang dibutuhkan untuk pemilu. Pemungutan suara untuk pemilihan ketua OSIS yang dilakukan pada proyek berupa simulasi, sehingga dapat melibatkan perwakilan peserta didik di sekolah.

11

Waktu:

90 Menit

2 Jam Pelajaran

Peralatan:

Laporan hasil kunjungan ke rumah pintar pemilu

Peran Guru:

Fasilitator

Suara Demokrasi

Tahapan Aksi

40 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

1.) Guru menginformasikan bahwa peserta didik akan diajak untuk mempersiapkan sebuah simulasi pemungutan suara untuk pemilihan ketua OSIS. dimana mereka akan berperan sebagai penyelenggara pemilu (KPU) yang terdiri dari anggota KPPS, penyelenggara Ad Hoc, Bawaslu, calon ketua OSIS, dan pemilih, peran dalam simulasi ini dapat menyesuaikan sesuai dengan panduan yang peserta didik dapatkan saat kunjungan di Rumah Pintar Pemilu.

2.) Peserta didik diminta untuk menyusun jadwal pelaksanaan simulasi, sejak mulai persiapan, hingga evaluasi.

3.) Setelah itu, peserta didik diminta membuat pembagian tugas secara detail ke dalam tabel daftar periksa (checklist) yang dapat diakses oleh semua peserta didik.

4.) Guru membantu peserta didik menyusun surat izin kegiatan dan peminjaman peralatan.

5.) Peserta didik menyusun daftar pemilih dan surat undangan pemilih

6.) didik membuat desain surat suara

7.) Peserta didik membuat denah tempat pemungutan suara

8.) Peserta didik membuat desain papan perhitungan suara, kotak suara dan bilik suara dengan peralatan yang tersedia, atau peralatan lainnya yang sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan simulasi pemungutan suara.

9.) Melaksanakan tugas sesuai peran masing-masing.

Persiapan

Pelaksanaan

1.) Peserta didik menyiapkan laporan hasil kunjungan ke rumah pintar pemilu

Suara Demokrasi

11

Perencanaan Persiapan Pemungutan Suara Untuk Pemilihan Ketua OSIS

Kegiatan:

Perencanaan Pemilihan Ketua Osis

Tahapan Aksi

41 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

Peserta Didik Mempersiapkan Seluruh Perencanaan yang Sudah Dibuat Pada Aktivitas Sebelumnya, Peserta Didik Membuat Seluruh Alat yang Dibutuhkan Untuk Simulasi Pemilu

Kegiatan:

Persiapan Pemungutan Suara Untuk Pemilihan Ketua Osis

Pada sesi ini peserta didik mempersiapkan seluruh perencanaan yang sudah dibuat pada aktivitas sebelumnya, peserta didik membuat seluruh alat yang dibutuhkan untuk simulasi pemilu, dan sudah menyebarkan undangan pemilu kepada calon pemilih.

12

Waktu:

180 Menit

4 Jam Pelajaran

Peralatan:

Laporan hasil kunjungan ke rumah pintar pemilu, daftar tugas, dan template/desain perencanaan.

Peran Guru:

Fasilitator

Suara Demokrasi

Tahapan Aksi

42 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

1.) Guru menginformasikan bahwa peserta didik akan diajak untuk mempersiapkan sebuah simulasi pemungutan suara untuk pemilihan ketua OSIS. dimana mereka akan berperan sebagai penyelenggara pemilu (KPU) yang terdiri dari anggota KPPS, penyelenggara Ad Hoc, Bawaslu, calon ketua OSIS, dan pemilih, peran dalam simulasi ini dapat menyesuaikan sesuai dengan panduan yang peserta didik dapatkan saat kunjungan di Rumah Pintar Pemilu.

2.) Peserta didik diminta untuk menyusun jadwal pelaksanaan simulasi, sejak mulai persiapan, hingga evaluasi.

3.) Setelah itu, peserta didik diminta membuat pembagian tugas secara detail ke dalam tabel daftar periksa (checklist) yang dapat diakses oleh semua peserta didik.

4.) Guru membantu peserta didik menyusun surat izin kegiatan dan peminjaman peralatan. 5.) Peserta didik menyusun daftar pemilih dan surat undangan pemilih

6.) Peserta didik membuat desain surat suara

7.) Peserta didik membuat denah tempat pemungutan suara

8.) Peserta didik membuat desain papan perhitungan suara, kotak suara dan bilik suara dengan peralatan yang tersedia, atau peralatan lainnya yang sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan simulasi pemungutan suara

9.) Melaksanakan tugas sesuai peran masing-masing.

1.) Peserta didik mempersiapkan seluruh template desain peralatan yang sudah direncanakan

Suara Demokrasi

12

Peserta Didik Mempersiapkan Seluruh Perencanaan yang Sudah Dibuat Pada Aktivitas Sebelumnya, Peserta Didik Membuat Seluruh Alat yang Dibutuhkan Untuk Simulasi Pemilu

Kegiatan:

Persiapan Pemungutan Suara Untuk Pemilihan Ketua Osis

Tahapan Aksi

Pelaksanaan

Persiapan

43 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

Simulasi Pemilihan Ketua OSIS

Kegiatan:

Pemungutan Suara Untuk Pemilihan Ketua Osis

13

Waktu:

180 Menit

4 Jam Pelajaran

Peralatan:

Aula/ruang kelas kosong, bilik untuk surat suara

Peran Guru:

Moderator

Suara Demokrasi

Tahapan Aksi

44 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

Persiapan

  1. Guru menjelaskan bahwa peserta didik akan diajak bermain peran menjadi beberapa peran kelompok di masyarakat.
  2. Guru mengajak peserta didik mengatur ruangan kelas agar cukup luas untuk bermain peran, atau berpindah ke aula yang cukup tenang.
  3. Peserta didik menyiapkan alat simulasi pemungutan suara berupa bilik suara, alat tulis, kertas, kotak penyimpanan suara dan papan tulis untuk menuliskan hasil suara
  4. Guru dan peserta didik menetapkan aturan bersama apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama kegiatan.
  5. Peserta didik dan guru menyiapkan formulir umpan balik dari peserta simulasi.

Pelaksanaan

1.) Peserta didik menentukan perwakilan peserta didik yang menjadi calon ketua OSIS, dipilih 3 orang dengan mewakili 3 latar belakang yang berbeda (bisa dari latar belakang gender, agama, suku).

2.) 3 orang peserta didik yang menjadi calon ketua OSIS mempersiapkan latar belakang singkat dan kampanye program sehingga bisa menarik buat peserta didik lainnya untuk memilih mereka.

13

Suara Demokrasi

Simulasi Pemilihan Ketua OSIS

Kegiatan:

Pemungutan Suara Untuk Pemilihan Ketua Osis

Tahapan Aksi

45 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

Proses Evaluasi dari Kegiatan Simulasi Pemilihan Ketua OSIS Guna Mengumpulkan dan Mengolah Data Dari Hasil Umpan Balik yang Diterima Selama Proses Simulasi

Kegiatan:

Evaluasi Simulasi pemungutan suara untuk pemilihan ketua OSIS

14

Waktu:

Peralatan:

Alat Tulis, dikumentasi kegiatan

2 Jam Pelajaran

Peran Guru:

Fasilitator

Suara Demokrasi

Tahapan Aksi

46 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

Persiapan

1.) Peserta didik mengumpulkan dokumentasi kegiatan dan mengumpulkan formulir umpan balik dari peserta simulasi.

2.) Peserta didik membaca dan menganalisa formulir umpan balik, kemudian mengelompokkan umpan balik sesuai kriterianya masing-masing.

Pelaksanaan

  1. Guru mengajak peserta didik mengevaluasi simulasi pemilihan ketua OSIS dengan menanyakan pertanyaan dengan panduan berikut:
    • Apa saja pencapaianmu selama simulasi pemilihan ketua OSIS
    • Apa saja tantangan yang kamu hadapi dalam simulasi mengadakan pemilihan ketua OSIS
    • Apa yang bisa kamu perbaiki jika kamu akan melaksanakan kegiatan serupa di masa yang akan datang?
    • Hal penting apa yang menjadi catatan dari peserta simulasi?
    • Solusi apa yang kamu bisa berikan terkait catatan penting dari peserta?
  2. Peserta didik mengumpulkan seluruh dokumentasi dan berkas untuk portofolio peserta didik.

14

Suara Demokrasi

Proses Evaluasi dari Kegiatan Simulasi Pemilihan Ketua OSIS Guna Mengumpulkan dan Mengolah Data Dari Hasil Umpan Balik yang Diterima Selama Proses Simulasi

Kegiatan:

Evaluasi Simulasi pemungutan suara untuk pemilihan ketua OSIS

Tahapan Aksi

47 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

Peserta Didik Bersama Dengan Pihak Sekolah Merancang Proses Pameran

Kegiatan: Persiapan Pameran

15

Waktu:

90 Menit

2 Jam Pelajaran

Peralatan:

Portofolio, ruangan pameran.

Peran Guru:

Fasilitator

Suara Demokrasi

Peserta didik menjelaskan pengetahuan mereka sejak kegiatan pertama hingga akhir tentang bagaimana peran anak muda dalam demokrasi/peran teknologi dalam Demokrasi/Pemilu sebagai Sarana Demokrasi. Guru dapat memastikan bahwa setiap kelompok menampilkan topik yang berbeda. Peserta didik dapat memilih topik yang ingin mereka pamerkan, misalnya ingin fokus pembagian proses belajar dan hasil pembelajaran tentang peran anak muda dalam demokrasi, atau tentang peran teknologi dalam demokrasi, atau tentang pemilu sebagai sarana demokrasi.

Tahapan Aksi

48 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

Pelaksanaan

Persiapan

1.) Guru menginformasikan kepada Peserta didik bahwa mereka akan menyiapkan pameran dari hasil pembelajaran yang berisi kumpulan proyek Peserta didik untuk ditampilkan dalam bentuk pameran sederhana di aula sekolah, dan Peserta didik dapat menjelaskan tentang pembelajaran yang telah mereka lalui kepada komunitas sekolah, maupun khalayak yang lebih luas.

2.) Peserta didik mempersiapkan portofolio dan dokumen lainya.

3.) Guru mengurus perizinan dengan pihak sekolah.

  1. Guru dan peserta didik menentukan tanggal pelaksanaan pameran
  2. Guru bersama peserta didik menentukan lokasi pameran beserta floor plan atau tata letak pameran.
  3. Guru dan peserta didik menentukan peserta yang akan menghadiri pameran
  4. Peserta didik membuat dan mengirimkan undangan pameran (bisa melalui whatsApp, poster, komite sekolah, maupun pengumuman di portal sosial media sekolah)
  5. Peserta didik mengumpulkan seluruh dokumen dari awal perencanaan hingga proyek selesai.
  6. Guru memastikan kelengkapan dokumen peserta didik
  7. Peserta didik menyusun dokumen ke area pameran sesuai dengan layout yang disepakati.
  8. Peserta didik membuat formulir untuk pengunjung memberikan umpan balik dari proyek mereka (bisa dalam bentuk testimoni, stiker, kuesioner dan sebagainya).
  9. Peserta didik mempersiapkan peralatan lainnya untuk menampilkan karya mereka (meja, kursi, papan, dsb).
  10. Peserta didik menyusun seluruh dokumen yang ingin ditampilkan sesuai tata letak yang sudah direncanakan.

Suara Demokrasi

15

Peserta Didik Bersama Dengan Pihak Sekolah Merancang Proses Pameran

Kegiatan: Persiapan Pameran

Tahapan Aksi

49 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

Pameran Dilaksanakan Guna Mengenalkan Sistem Demokrasi dan Penerapan Dalam Kehidupan Sehari-hari Di Lingkungan Sekolah Sekaligus Dilakukan Penilaian Formatif.

Kegiatan:

Pameran dan Formative Assessment

16

Waktu:

180 Menit

4 Jam Pelajaran

Peralatan:

Aula/ruangan kosong, panel atau dinding untuk menempel presentasi peserta didik.

Peran Guru:

Fasilitator

Suara Demokrasi

Tahapan Aksi

50 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

Persiapan

  1. Peserta didik mempersiapkan tata letak pameran sesuai rencana
  2. Peserta didik mengkonfirmasi kehadiran undangan
  3. Guru memastikan kelengkapan dokumen dan kerapihan area pameran milik peserta didik

Pelaksanaan

1.) Guru membuka pameran, menjelaskan tujuan pameran dan gambaran proses belajar Peserta didik.

2.) Peserta didik menjelaskan proses kegiatan kepada pengunjung pameran.

3.) Peserta didik meminta pengunjung untuk memberikan umpan balik dari proyek mereka.

4.) Peserta didik melakukan gallery walk untuk melihat proyek kelompok lain.

5.) Guru memberikan penilaian berdasarkan observasi guru tentang pemahaman

Peserta didik sejak awal proses belajar hingga pameran.

6.) Peserta didik mengisi Formative Assessment.

16

Suara Demokrasi

Pameran Dilaksanakan Guna Mengenalkan Sistem Demokrasi dan Penerapan Dalam Kehidupan Sehari-hari Di Lingkungan Sekolah Sekaligus Dilakukan Penilaian Formatif.

Kegiatan:

Pameran dan Formative Assessment

Tahapan Aksi

51 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

16

Suara Demokrasi

Pameran Dilaksanakan Guna Mengenalkan Sistem Demokrasi dan Penerapan Dalam Kehidupan Sehari-hari Di Lingkungan Sekolah Sekaligus Dilakukan Penilaian Formatif.

Kegiatan:

Pameran dan Formative Assessment

Tahapan Aksi

Formative Assessment “Suaraku, Ekspresiku”

Nama:

Kelas:

Tanggal:

  1. Bagaimana pendapatmu tentang kebebasan berekspresi bagi anak muda di Indonesia?
  2. Apa saja tantangan untuk anak muda dalam mengekspresikan diri dan berkontribusi dalam demokrasi?
  3. Hal apa yang menjadi kunci untuk dapat menciptakan praktik kebebasan berekspresi di indonesia menjadi lebih baik?
  4. Siapakah yang perlu terlibat dalam praktik kebebasan berekspresi di indonesia?
  5. Mengapa kebebasan berekspresi menjadi hal yang penting?
  6. Mengapa anak muda harus terlibat aktif dalam mengekspresikan pendapat dan terlibat dalam demokrasi?

52 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

Ikrar Untuk Berkontribusi Dalam Proses Demokrasi Secara Aktif Dengan Cara yang Baik dan Positif.

Kegiatan:

Ikrar Pelajar Menyuarakan Demokrasi

17

Waktu:

90 Menit

2 Jam Pelajaran

Peralatan:

Kertas karton dan alat tulis

Peran Guru:

Fasilitator

Suara Demokrasi

Tahapan Aksi

53 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

Persiapan

1.) Guru mengajak siswa mengulas proses pembelajaran mereka sejak awal hingga akhir dengan membaca data dari folder/portofolio siswa.

2.) Guru menyiapkan kertas untuk menuliskan ikrar siswa.

1.) Guru mengajak siswa untuk merancang sebuah deklarasi bersama yang menyatakan bahwa siswa berkomitmen untuk berkontribusi dalam proses demokrasi secara aktif dengan cara yang baik dan positif khususnya sebagai anak muda yang menjadi pemilih pemula pada masa yang akan datang. Deklarasi ini juga mendorong siswa untuk ikut mengawasi pelaksanaan demokrasi di lingkungan terdekat mereka.

2.) Siswa menuliskan ikrar pada karton kemudian menempel pada dinding kelas atau mading sekolah, siswa dapat juga mempublikasikan ikrar mereka di sosial media.

Pelaksanaan

17

Suara Demokrasi

Ikrar Untuk Berkontribusi Dalam Proses Demokrasi Secara Aktif Dengan Cara yang Baik dan Positif.

Kegiatan:

Ikrar Pelajar Menyuarakan Demokrasi

Tahapan Aksi

54 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

Refleksi Individual Terhadap Keseluruhan Proses Pembelajaran, Ditutup Dengan Asesmen Sumatif.

Kegiatan:

Refleksi dan Summative Assessment

18

Waktu:

45 Menit

1 Jam Pelajaran

Peralatan:

Lembar Asesmen Sumatif, dokumen dan berkas pembelajaran, hasil dari aktivitas sebelumnya berupa Ikrar untuk berkontribusi dalam proses demokrasi secara aktif dengan cara yang baik dan positif yang disiapkan secara individual.

Peran Guru:

Fasilitator

Suara Demokrasi

Tahapan Aksi

55 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

Persiapan

1.) Guru mencetak lembar summative assessment untuk masing-masing peserta didik

2.) Peserta didik menyiapkan seluruh dokumen dan berkas pembelajaran mereka

3.) Peserta didik menyiapkan hasil kegiatan sebelumnya dalam bentuk individual meskipun jika sebelumnya bisa berupa hasil kolektif kelompok. Dalam Asesmen Sumatif ini, peserta didik akan dinilai secara individual.

18

Suara Demokrasi

  1. Peserta didik mengisi Asesmen Sumatif
  2. Peserta didik mengumpulkan seluruh dokumen dan berkas pembelajaran mereka ke dalam folder berdasarkan tanggal pelaksanaan.
  3. Guru mengecek kelengkapan berkas dan dokumen.

Pelaksanaan

Refleksi Individual Terhadap Keseluruhan Proses Pembelajaran, Ditutup Dengan Asesmen Sumatif.

Kegiatan:

Refleksi dan Summative Assessment

Tahapan Aksi

56 of 56

Bhinneka Tunggal Ika

18

Suara Demokrasi

Refleksi Individual Terhadap Keseluruhan Proses Pembelajaran, Ditutup Dengan Asesmen Sumatif.

Kegiatan:

Refleksi dan Summative Assessment

Tahapan Aksi

Summative Assessment “Suaraku, Ekspresiku”

Nama:

Kelas:

Tanggal:

  1. Apa saja yang baru yang kamu pelajari dari semua aktivitas yang ada di projek ini?

  • Apa hal yang paling berkesan selama kamu mempelajari dan menjalankan proyek ini?

  • Apakah tantangan terbesar dalam mengekspresikan pendapat, khususnya bagi anak muda di Indonesia?

  • Pihak mana saja yang menurutmu perlu terlibat untuk mendukung praktik kebebasan ekspresi di Indonesia?

  • Apa yang bisa kamu lakukan untuk mendukung kebebasan berekspresi di Indonesia?