1 of 38

  • Plat / Lantai Kayu � Lantai kayu disangga langsung oleh balok anak� ( gelegar ).�� Jarak balok anak berkisar 0,50 m, mengingat tebal � papan lantai berkisar 2 cm, dan memperhatikan � panjang papan efktif.�� Balok anak dapat ditahan langsung oleh dinding / � rangka badan atau oleh balok induk.�� Pada umumnya balok induk ditahan oleh dinding atau � kolom.�

PLAT LANTAI

2 of 38

3 of 38

  • Potongan memanjang

4 of 38

  • Potongan melintang

5 of 38

  • Lantai 2, lantai 3 dst.
    • Balok anak diusahakan pada bentang yang minimal.
    • Harus diperhatikan dimana perletakan balok anak.
    • Dapat dibuat balok induk jika tidak ada perletakan untuk balok anak.
    • Perhatikan dimensi konstruksi penahan balok induk.
    • Perhatikan konstruksi untuk void terutama lubang tangga.

6 of 38

  • contoh
  • Lantai 1
  • Perhatikan kearah mana kita harus meletakan gelegar, kearah x atau kearah y.
  • Kearah y ada bentang yang mencapai 10 m, kearah y ada bentang yang mencapai 6 m.
  • Kita perlu membuat balok induk . . . . . dimana.

y

x

7 of 38

  • contoh
  • Rencana Bal0k induk dan gelegar untuk Lantai 2
  • Balok induk kita buat pada bentang 4 m arah y dan bentang 3 m arah y lihat gambar.
  • Semua gelegar mempunyai bentang 3 m.

8 of 38

contoh

9 of 38

  • contoh
  • Denah lantai 1, seperti pada gambar, rencanakan lantai 2.
  • Dibuat balok induk dengan bentang 4,75 m pd arah X.
  • Gelegar dipasang pada arah Y dengan bentang 3,00 m.

10 of 38

11 of 38

  • Detai balok induk

Balok penutup 9/9

Gelegar 8/12

Gapit 2x 4/22

Baut 2 Ø 16

Balok penutup 9/9

Gapit 2x 4/22

Baut 2Ø 16

Gapit 2x 4/22

Gelegar 8/12

12

22

12 of 38

  • Balok induk dengan konstruksi rangka.

Gelegar 8/12

Gapit 2x 4/8

8/8

Balok penutup 9/9

Baut

0,60

13 of 38

  • Plat / Lantai beton tumbuk.

    • Plat lantai beton tumbuk (tanpa tulangan )
    • Plat lantai beton dengan tulangan praktis.

      • Konstruksi plat lantai diatas

merupakan konstruksi untuk lantai

dasar, dimana plat lantai berhubungan

langsung dengan tanah.

      • Tanah dasar harus padat sehingga tidak

terjadi penurunan yang dapat

menyebabkan lantai menjadi retak.

14 of 38

  • Plat / Lantai beton tumbuk.

  • Gambar detail

15 of 38

Plat lantai beton

  • Pelat-lantai dari beton bertulang umumnya dicor di tempat, bersama-sama balok penumpu dan kolom pendukungnya. Dengan demikian akan diperoleh hubungan yang kuat yang menjadi satu kesatuan.
  • Hubungan pelat beton dengan balok penumpu dapat berupa :
    • Tertumpu bebas.
    • Terjepit elatis.
    • Terjepit penuh.
  • Pada pelat-lantal beton dipasang tulangan baja pada kedua arah, tulangan silang, untuk menahan momen positip dan negatip. Untuk dapat menahan gaya dengan baik pengakhiran tulangan harus diberi bengkokan.
  • Perencanaan dan hitungan .pelat-lantai dan beton bertulang, harus mengikuti persyaratan yang tercantum dalam buku “Peraturan Beton Bertulang Indonesia ”

16 of 38

  • Beberapa persyaratan tersebut antara lain adalah:

    • Pelat-lantai harus mempunyai tebal sekurang-kurangnya 12 cm, sedang untuk pelat-atap sekurang-kurangnya 7 cm;
    • Harus diberi tulangan silang dengan diameter minimum 8 mm, dari baja lunak atau baja sedang;
    • Pada pelat-lantai yang tebalnya Iebih dan 25 cm harus dipasang tulangan rangkap atas dan bawah;
    • Jarak tulangan pokok yang sejajar tidak kurang dan 2,5 cm dan tidak lebih dari 20 cm atau dua kali tebal pelat, dipilih yang terkecil;
    • Semua tulangan pelat harus terbungkus lapisan beton setebal minimum 1 cm ;
    • Bahan beton untuk pelat harus dibuat dan campuran 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil + . bila untuk lapis kedap air dibuat dan campuran 1 semen: 1½ pasir: 2½ kerikil.

17 of 38

  • Pelat-Iantai dan beton mempunyai banyak keuntungan, antara lain adalah:

1. mampu mendukung beban besar,

2. merupakan isolasi suara yang baik,

3. tidak dapat terbakar dan dapat dibuat lapis kedap air.

4. dapat dipasang tegel untuk keindahan Iantai,

5. merupakan bahan yang kuat dan awet, tidak perlu perawatan dan berumur panjang

  • Bentangan pelat beton.
    • Untuk menghindari lenturan yang besar, maka bentangan pelat-lantai dibuat tidak terlalu lebar, untuk ini dapat diberi balok-balok sebagai tumpuan yang juga berfungsi menambah kekakuanpelat.
    • Bentangan pelat yang besar juga akan menyebabkan pelat menjadi terlalu tebal dan jumlah tulangan yang dibutuhkan akan menjadi lebih banyak.
    • Bentangan pelat-lantai yang banyak dianjurkan adalah: 3 x 3,3 x 4,3 x 5, 3½ x 4, 3 x 4½, 4 x 4 (dalam meter persegi).
    • Untuk memperoleh bentangan dapat diatur jarak-jarak kolom dari balok portalnya, dan apabila diperlukan dapat diberi balok-anak.

18 of 38

15/40

15/40

15/40

15/45

15/45

15/45

Ø8 - 15

Ø8 - 15

Ø8 - 15

Ø8 - 15

Ø8 - 15

Ø8 - 15

Ø8 - 15

Ø8 - 15

Ø8 - 15

Ø8 - 15

Ø8 - 15

Ø8 - 15

Ø 8 - 15

Ø 8 - 15

Ø 8 - 15

Ø 8 - 15

Ø 8 - 15

Ø 8 - 15

19 of 38

Ø10 - 15

Ø10 - 15

Ø10 - 15

Ø10 - 15

20 of 38

3 Ø 16

2 Ø 16

begel Ø 8 -15

3 Ø 16

2 Ø 16

begel Ø 8 -15

2 Ø 16

3 Ø 16

2 Ø 16

3 Ø 16

21 of 38

3Ø16

3Ø16

2Ø16

2Ø16

Ø8 - 15

Ø8 - 15

40

15

10

40

15

10

POTONGAN A

POTONGAN B

Ø8 - 15

3Ø16

2Ø16

3Ø16

2Ø16

A

A

B

22 of 38

23 of 38

  • Rencana plat lantai 1 dan 2

24 of 38

  • Buat pola pondasi untuk posisi dari pondasi tongkat, sehingga memudahkan perletakan keep , gelegar.
  • Dengan pola dapat ditentukan posisi tongkat , keep dan gelegar dengan baik.
  • Untuk konstruksi lebih dari 1 lantai, harus diperhatikan posisi pondasi / tongkat harus berada pada konstruksi / dinding yang menahan lantai 2.
  • Jalur A, B, C, D menahan lantai 2.
  • Jalur 1, 2, 3, 4 menahan lantai 2.

A B C D

4

3

2

1

25 of 38

  • RENCANA LANTAI 1
  • Konstruksi kayu
  • Pondasi tongkat 11/11 -3,50 m
  • Keep 11/ 11
  • Gelegar 8/8

26 of 38

  • Perencanaan lantai 2
  • Perhatikan denah lantai 2.
  • Dititik titik mana lantai 2 tertumpu, lihat lantai 2 tertumpu pada dinding lantai 1, yang diberi tanda garis merah.
  • Tentukan posisi void, dan pindahkan kelantai 1
  • Perencanaan lantai 2 menggunakan lantai 1
  • Akan berbeda untuk konstruksi lebih dari dua lantai dan konstruksi beton.

27 of 38

  • Gelegar dipasang pada ara X , bentang gelegar maksimum 3,50 m.
  • Overstek maksimum gelegar 1,00, pada daerah void dan pada teras samping.
  • Diperlukan 2 balok induk.
  • Balok induk 1 bentang 2,50 m
  • Balok induk 2 bentang 4,50 m.

28 of 38

29 of 38

  • RENCANA LANTAI 1 DAN LANTAI 2
  • Dinding kanan bangunan merupakan batas tanah.
  • Konstruksi atap tertumpu pada struktur berjarak 1,20 m dari dinding.
  • Pondasi merupakan pondasi setempat, minipile.
  • Lantai 1 dan lantai 2 konstruksi beton beton bertulang.

30 of 38

31 of 38

  • Rencana pola perletakan kolom dan balok.
    • Pola balok dibuat pada arah X dan Y, dimana perpotongan balok merupakan rencana letak kolom.
    • Letak kolom diatur supaya tidak mengganggu ruangan, berada ditengah ruangan atau pada pintu.
    • Perpotongan grs2 X dan Y harus / diusahakan berada pada dinding baik pada lantai satu maupun lantai 2.
    • Grs- grs X dan Y merupakan lokasi balok lantai, jadi harus memperhatikan luasan lantai.
    • Pola Grs-grs X dan Y harus sama pada setiap lantai, jika terjadi perbedaan harus benar diperhitungkan kekuatan strukturnya.

  • Pola rencana.
    • Pola pada lantai 1 sama dengan pola pada lantai 2.
    • Perpotongan grs-grs X dan Y tidak mengganggu ruang karena berada pada dinding.
    • Kolom dapat menerus dari pondasi, lantai 1, lantai 2 dan plat dak.
    • Perhatikan gambar berikut.

32 of 38

Pola grs-grs X dan Y

33 of 38

34 of 38

35 of 38

36 of 38

37 of 38

  • Rencana plat lantai 1 dan 2 konstrksi beton.
  • Tentukan posisi balok ( grs X dan Grs Y)
  • Lokasi kolom

38 of 38