1 of 15

PEDOSFER

Oleh : Dwi Ninayaroh, S.Pd

2 of 15

Pengertian Pedosfer

  • Merupakan kulit terluar dari lithosfer
  • Tanah merupakan bagian dari pedosfer

3 of 15

Tanah.....?

Lahan....?

4 of 15

Tanah dan Lahan

  • Tanah : permukaan bumi yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan, seperti pertanian, perkebunan dan bahan pembuatan bangunan. (materialnya / bendanya)
  • Lahan : Lokasi tanah di permukaan bumi untuk kegiatan tertentu

5 of 15

Proses Pembentukan Tanah

Suhu yang tinggi menyebabkan permukaan batuan memanas dan mengembang

6 of 15

Proses Pembentukan Tanah

Suhu yang rendah pada malam hari menyebabkan pendinginan pada batuan

7 of 15

Proses Pembentukan Tanah

Hujan turun mengenai batuan sehingga batuan mengerut karena suhu turun

8 of 15

Proses Pembentukan Tanah

Karena adanya pemanasan dan pendinginan secara bergantian menyebabkan permukaan batuan retak mengalami pelapukan

9 of 15

Proses Pembentukan Tanah

Hancuran batuan (hasil pelapukan) menjadi tanah

10 of 15

Faktor-faktor Pembentuk Tanah

  • Iklim (terutama suhu dan curah hujan)
  • Organisme (vegetasi, jasad renik/mikroorganisme)
  • Bahan Induk
  • Topografi/relief (menentukan ketebalan tanah dan sistem drainasenya)
  • Waktu

11 of 15

Profil Tanah

  • Horizon A / lapisan tanah atas (Top Soil).
  • Horizon B / lapisan tanah bawah (sub soil)
  • Horizon C / Regolith
  • Horizon R / Bedrock / parent rock

Horizon A

Horizon B

Horizon C

Horizon R

12 of 15

Deskripsi masing-masing horizon

  • Horizon A: pada umumnya mengandung bahan organik, karena merupakan tanah muda. Ditandai dengan adanya zona perakaran dan kegiatan jasad hidup tanah
  • Horizon B: Juga mengandung bahan organik, tapi lebih sedikit. Merupakan zona pengendapan partikel tanah yang tercuci dari horizon A
  • Horizon C: Terdiri atas tanah yang sudah terbentuk, tapi masih menunjukkan ciri-ciri struktur batuan induk.
  • Horizon R: lapisan batuan induk yang masih padu

13 of 15

KLASIFIKASI TANAH�(FAO/UNESCO, USDA ( United States Department of Agriculture)�dan Pusat Penelitian Tanah Bogor)

Tanah Organosol : tanah organik (gambut) ketebalannya lebih dari 50 cm; cocok ditanami berbagai tanaman (Kalsel, Riau, Sumsel)

Tanah Litosol: Tanah mineral, ketebalan 20 cm, unsur hara sedikit sehingga hanya cocok ditanami palawija (Sumatra, Jawa, Sulsel, Nusa Tenggara)

Tanah Grumusol: tanah dengan kadar liat lebih dari 30%. Musim kering tanahnya keras dan retak-retak, kalau basah lengket. Dapat dijumpai di Jawa Tengah (Pati, Demak, Jepara, Rembang), Jawa Timur (Ngawi, Madiun), dan Nusa Tenggara

Tanah Aluvial: tanah berasal dari endapan lumpur biasanya terbawa aliran sungai (di bagian hilir karena dibawa dari bagian hulu)

14 of 15

  • Tanah Regosol: tanah bertekstur kasar dengan kadar pasir lebih dari 60%, berasal dari pelapukan material yang dikleuarkan oleh gunung meletus tetapi tanah ini belum mengalami pembentukan sempurna (Bengkulu, Pantai Sumatra Barat, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara)
  • Tanah Andosol: umumnya berwarna hitam, lebih dari 60% terdiri dari abu vulkanik atau material vulkanik padat lainnya (di daerah dekat Gunung Berapi)
  • Tanah Latosol: memiliki kadar liat lebih dari 60%, gembur, kedalaman tanah lebih dari 150 cm (Sulawesi, Lampung, Kaltim, Kalbar, Bali, Papua)
  • Tanah Pondzolik merah kuning :tanah mengandung besi dan aluminium, kesuburan relatif rendah (Pegunungan Sumatra, Kalimantan, Jawa Barat, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara)
  • Tanah Rendzina : Tanah hasil pelapukan kapur, sedikit unsur hara (Gunung Kidul, Yogyakarta)

15 of 15