Pengembangan ERP
Evolusi SI
Pada awalnya Sistem Informasi hanya mendukung aktivitas pada satu area fungsional pada bisnis (marketing information system, production information system).
Masing-masing memiliki hardware, software, dan metode pengolahan data dan informasi yang dikenal dengan istilah SILO.
Masalah yang timbul:
1. Duplikasi biaya untuk penginputan
2. Tingkat kesalahan yang lebih tinggi
3. Keterlambatan update informasi
4. Format penyimpanan yang berbeda-beda
Contoh SILO System
Bagian sales mendapat pesanan dari pelanggan untuk sebuah produk, maka dia harus mencetak nota pesanan, kemudian bagian accounting harus meng-entry kembali data tagihan pelanggan, bagian SCM harus meng-entry kembali untuk rencana produksi → Bisa menimbulkan inconsistency data dan waktu kerja yang tidak efisien.
Evolusi ERP
Evolusi sebagai hasil dari:
1. Kemajuan teknologi hardware dan software (tenaga komputasi, memori, dan komunikasi).
2. Perkembangan visi untuk sistem informasi terintegrasi.
3. Reenginering dari perusahaan untuk beralih dari fokus fungsional kepada fokus proses bisnis.
Perkembangan Hardware
Awal tahun 60-an adalah mainframe, yang mengubah cara melakukan bisnis, tetapi tidak cukup kuat untuk integrasi, dan realtime data untuk keputusan bisnis.
Sesuai dengan hukum Gordon Moore bahwa jumlah transistor didalam chip akan meningkat dua kali lipat dalam 24 bulan, sehingga komputer semakin cepat dan semakin kecil.
Perkembangan Software
Perkembangan software mengambil manfaat dari perkembangan hardware seperti:
1. RDBMS pada tahun 70-an yang menyediakan kemampuan penyimpanan, pengambilan, dan analisa data dalam volume besar.
2. Software spreadsheet pada tahun 80-an yang menjadi tool bisnis fundamental hari ini, dengan menggunakan spreadsheet manager dapat melakukan analisa bisnis yang kompleks tanpa membutuhkan programer untuk membuat program aplikasi.
Upaya Berbagi Sumber Daya
Perkembangan teknologi komunikasi memperbolehkan pemakai untuk berbagi data dan peralatan pada LAN yang melahirkan arsitektur client-server.
Server menjadi semakin kuat dan murah dan menyediakan skalabilitas. Skalabilitas berarti suatu perangkat dapat ditambah perangkat baru untuk meningkatkan kemampuan.
Manufakturing Merupakan Akar dari ERP
Konsep dari sistem informasi terintegrasi mengambil bentuk dari lantai pabrik.
Software manufacturing berkembang pada awal 1960-1970-an, berevolusi dari:
1. Inventory Tracking System
2. Material Requirement Planning
3. Electronic Data Interchange (EDI)
MRP
MRP adalah metodologi penjadwalan produksi yang menentukan waktu dan kuantitas dari produksi, purchase order yang dilepas untuk memenuhi master production schedule (MPS).
MRP memungkinkan manajer pabrik untuk merencanakan produksi dan kebutuhan bahan baku secara backward dari peramalan penjualan.
Forecasting dilakukan berdasarkan data Demand Customer oleh Marketing dan Sales, dan dilakukan penjadwalan produksi untuk memenuhi demand, kebutuhan bahan baku, dan proyeksi biaya untuk bahan baku.
Pada perusahaan dengan banyak produk, bahan baku, dan sumber daya produksi yang dipakai bersama, adalah sulit dilakukan tanpa bantuan komputer.
Proses dilakukan pada Main Frame, dan menghasilkan data untuk bagian pembelian yang dilewatkan dengan EDI kebagian SCM.
MRP
Aggregate
Production
plan
MPS
MRP
Primary reports
Planned-order schedules
For inventory and production control
Secondary reports
Exception reports
Planning reports
Reports for perfomance control
Orders from
known customer
Forecasts of
Demand from
Random customer
Inventory design change
BOM
Inventory
Transaction
Inventory
Records File
MRP II
EDI
Standard pertukaran dokumen bisnis komputer-ke-komputer secara langsung
Membuat perusahaan dapat meng-handle proses pembelian secara elektronik, dan menghilangkan biaya dan delay jika menggunakan sistem pesanan dan faktur berbasis kertas.
Arah menuju kepada Adopsi ERP
Krisis ekonomi di Amerika akhir 1980-an dan awal 1990-an menyebabkan banyak perusahaan mengurangi ukuran dan melakukan reorganisasi.
Model organisasi functional efektif untuk pasar yang memiliki persaingan terbatas.
Model bisnis functional menunjukan terjadinya Silo, dimana membatasi pertukaran informasi pada level dibawah. Pertukaran informasi dilakukan oleh level atas.
Arah menuju kepada Adopsi ERP
Persaingan membutuhkan kecepatan dan fleksibilitas didalam pengambilan keputusan pada tahun 1990-an yang tidak dapat diimbangi dengan model functional, sehingga lahirlah model process dimana infomasi mengalir secara horizontal dan vertikal sejalan dengan aliran barang dan produk.
Dorongan selanjutnya untuk mengadopsi sistem ERP datang dari ketaatan terhadap Sarbanes-Oxley Act of 2002
Sarbanes-Oxley Act : hukum federal yang disahkan dalam respon terhadap kecurangan akuntansi yang ditemukan di Enron dan WorldCom
Mengharuskan perusahaan untuk memperkuat pengendalian internal pada semua informasi
Kasus WorldCom
Kasus penipuan di lantai bursa Amerika
Kasus penipuan yang terkenal adalah WorldCom yang menyebabkan keguncangan pada lantai bursa Amerika, dimana WorlCom mencatat biaya sebagai investasi sehingga dapat disusutkan secara tahunan untuk membuat laba perusahaan kelihatan baik, akibat scandal ini menyebabkan harga saham WorldCom jatuh dari $60 menjadi 20 sen.
Dari MRP ke ERP
MRP
MRP II
ERP
ERM
More Business Function
Technology Improvement
Total Business Solution
EOQ
Safety Stock
BOM
Work Order
1950
1965
1975
1990
2000
Quiz
Aplikasi yang mendukung proses monitoring, menyimpan dan memproses data dari transaksi perusahaan, mengumpulkan data secara real time, mendukung core operations, menangani volume besar, variasi besar, dan harus terhindar dari kesalahan dan downtime:
a. Transaction Processing System (TPS)
b. Material Requirement Planning (MRP)
c. Sistem Informasi Area Fungsional
d. Electronic Data Interchange
Quiz
Proses perencanaan yang mengintegrasikan produksi, pembelian dan manajemen persediaan untuk item yang saling berhubungan :
a. Transaction Processing System
b. Material Requirement Planning
c. Manufacturing Resource Planning (MRP2)
d. Enterprise Resource Planning
Quiz
Element input pada MRP yang menunjukan berapa banyak dan kapan pabrik membuat masing-masing produk:
a. File catatan persediaan
b. Bill of material
c. Master Production Scheduling
d. Capacity planning
e. semua yang diatas salah
Quiz
Berikut ini yang bukan merupakan masukan pada MRP
a. Planned order schedule
b. Bill of materials
c. Master Production Scheduling
d. Inventory Record
Quiz
Tujuan dasar dari MRP adalah:
a. Pengendalian tingkat persediaan
b. Menentukan prioritas kebutuhan produk
c. Merencanakan kapasitas yang dimasukan ke Sistem produksi.
d. a dan b benar
e. b dan c benar
F, a, b dan c benar
Quiz
Berikut ini yang bukan merupakan laporan utama dari MRP:
a. Planned order
b. Order release
c. Change
d. Exception
Quiz
Integrasi produksi di perusahaan, manajemen persediaan, pembelian, keuangan dan aktifitas buruh, menambah fungsi tambahan kepada system MRP.
a. Material Requirement Planning
b. Transaction Processing System
c. Decision Support System
d. Manufacturing Resource Planning
Quiz
MRP banyak digunakan pada MRP II dan ERP (Benar/Salah)
Quiz
Suatu perusahaan mengumpulkan data dari transaksi sebagaimana terjadi dan menempatkan mereka kedalam kelompok ataupun batch-batch.
a. Online System
b. Batch Processing
d. Transaction Processing System
d. Source data automation
Quiz
Manfaat dari ___ ?
1. Membuat perusahaan lebih terorganisasi dan cepat bereaksi kepada perubahan didalam perusahaan.
2. Membantu pembuatan keputusan
3. Meningkatkan proses bisnis diperusahaan (menghasilkan layanan konsumen yang lebih baik, produksi dan distribusi)'
a. System Informasi Area Fungsional
b. MRP
c. MRP2
d. ERP
Sekian & Terima Kasih