1 of 27

Pengembangan ERP

2 of 27

Evolusi SI

Pada awalnya Sistem Informasi hanya mendukung aktivitas pada satu area fungsional pada bisnis (marketing information system, production information system).

Masing-masing memiliki hardware, software, dan metode pengolahan data dan informasi yang dikenal dengan istilah SILO.

Masalah yang timbul:

1. Duplikasi biaya untuk penginputan

2. Tingkat kesalahan yang lebih tinggi

3. Keterlambatan update informasi

4. Format penyimpanan yang berbeda-beda

3 of 27

Contoh SILO System

Bagian sales mendapat pesanan dari pelanggan untuk sebuah produk, maka dia harus mencetak nota pesanan, kemudian bagian accounting harus meng-entry kembali data tagihan pelanggan, bagian SCM harus meng-entry kembali untuk rencana produksi → Bisa menimbulkan inconsistency data dan waktu kerja yang tidak efisien.

4 of 27

Evolusi ERP

Evolusi sebagai hasil dari:

1. Kemajuan teknologi hardware dan software (tenaga komputasi, memori, dan komunikasi).

2. Perkembangan visi untuk sistem informasi terintegrasi.

3. Reenginering dari perusahaan untuk beralih dari fokus fungsional kepada fokus proses bisnis.

5 of 27

Perkembangan Hardware

Awal tahun 60-an adalah mainframe, yang mengubah cara melakukan bisnis, tetapi tidak cukup kuat untuk integrasi, dan realtime data untuk keputusan bisnis.

Sesuai dengan hukum Gordon Moore bahwa jumlah transistor didalam chip akan meningkat dua kali lipat dalam 24 bulan, sehingga komputer semakin cepat dan semakin kecil.

6 of 27

Perkembangan Software

Perkembangan software mengambil manfaat dari perkembangan hardware seperti:

1. RDBMS pada tahun 70-an yang menyediakan kemampuan penyimpanan, pengambilan, dan analisa data dalam volume besar.

2. Software spreadsheet pada tahun 80-an yang menjadi tool bisnis fundamental hari ini, dengan menggunakan spreadsheet manager dapat melakukan analisa bisnis yang kompleks tanpa membutuhkan programer untuk membuat program aplikasi.

7 of 27

Upaya Berbagi Sumber Daya

Perkembangan teknologi komunikasi memperbolehkan pemakai untuk berbagi data dan peralatan pada LAN yang melahirkan arsitektur client-server.

Server menjadi semakin kuat dan murah dan menyediakan skalabilitas. Skalabilitas berarti suatu perangkat dapat ditambah perangkat baru untuk meningkatkan kemampuan.

8 of 27

Manufakturing Merupakan Akar dari ERP

Konsep dari sistem informasi terintegrasi mengambil bentuk dari lantai pabrik.

Software manufacturing berkembang pada awal 1960-1970-an, berevolusi dari:

1. Inventory Tracking System

2. Material Requirement Planning

3. Electronic Data Interchange (EDI)

9 of 27

MRP

MRP adalah metodologi penjadwalan produksi yang menentukan waktu dan kuantitas dari produksi, purchase order yang dilepas untuk memenuhi master production schedule (MPS).

MRP memungkinkan manajer pabrik untuk merencanakan produksi dan kebutuhan bahan baku secara backward dari peramalan penjualan.

Forecasting dilakukan berdasarkan data Demand Customer oleh Marketing dan Sales, dan dilakukan penjadwalan produksi untuk memenuhi demand, kebutuhan bahan baku, dan proyeksi biaya untuk bahan baku.

Pada perusahaan dengan banyak produk, bahan baku, dan sumber daya produksi yang dipakai bersama, adalah sulit dilakukan tanpa bantuan komputer.

Proses dilakukan pada Main Frame, dan menghasilkan data untuk bagian pembelian yang dilewatkan dengan EDI kebagian SCM.

10 of 27

MRP

Aggregate

Production

plan

MPS

MRP

Primary reports

Planned-order schedules

For inventory and production control

Secondary reports

Exception reports

Planning reports

Reports for perfomance control

Orders from

known customer

Forecasts of

Demand from

Random customer

Inventory design change

BOM

Inventory

Transaction

Inventory

Records File

11 of 27

MRP II

12 of 27

EDI

Standard pertukaran dokumen bisnis komputer-ke-komputer secara langsung

Membuat perusahaan dapat meng-handle proses pembelian secara elektronik, dan menghilangkan biaya dan delay jika menggunakan sistem pesanan dan faktur berbasis kertas.

13 of 27

Arah menuju kepada Adopsi ERP

Krisis ekonomi di Amerika akhir 1980-an dan awal 1990-an menyebabkan banyak perusahaan mengurangi ukuran dan melakukan reorganisasi.

Model organisasi functional efektif untuk pasar yang memiliki persaingan terbatas.

Model bisnis functional menunjukan terjadinya Silo, dimana membatasi pertukaran informasi pada level dibawah. Pertukaran informasi dilakukan oleh level atas.

14 of 27

Arah menuju kepada Adopsi ERP

Persaingan membutuhkan kecepatan dan fleksibilitas didalam pengambilan keputusan pada tahun 1990-an yang tidak dapat diimbangi dengan model functional, sehingga lahirlah model process dimana infomasi mengalir secara horizontal dan vertikal sejalan dengan aliran barang dan produk.

Dorongan selanjutnya untuk mengadopsi sistem ERP datang dari ketaatan terhadap Sarbanes-Oxley Act of 2002

Sarbanes-Oxley Act : hukum federal yang disahkan dalam respon terhadap kecurangan akuntansi yang ditemukan di Enron dan WorldCom

Mengharuskan perusahaan untuk memperkuat pengendalian internal pada semua informasi

15 of 27

Kasus WorldCom

Kasus penipuan di lantai bursa Amerika

Kasus penipuan yang terkenal adalah WorldCom yang menyebabkan keguncangan pada lantai bursa Amerika, dimana WorlCom mencatat biaya sebagai investasi sehingga dapat disusutkan secara tahunan untuk membuat laba perusahaan kelihatan baik, akibat scandal ini menyebabkan harga saham WorldCom jatuh dari $60 menjadi 20 sen.

16 of 27

Dari MRP ke ERP

MRP

MRP II

ERP

ERM

More Business Function

Technology Improvement

Total Business Solution

EOQ

Safety Stock

BOM

Work Order

1950

1965

1975

1990

2000

17 of 27

Quiz

Aplikasi yang mendukung proses monitoring, menyimpan dan memproses data dari transaksi perusahaan, mengumpulkan data secara real time, mendukung core operations, menangani volume besar, variasi besar, dan harus terhindar dari kesalahan dan downtime:

a. Transaction Processing System (TPS)

b. Material Requirement Planning (MRP)

c. Sistem Informasi Area Fungsional

d. Electronic Data Interchange

18 of 27

Quiz

Proses perencanaan yang mengintegrasikan produksi, pembelian dan manajemen persediaan untuk item yang saling berhubungan :

a. Transaction Processing System

b. Material Requirement Planning

c. Manufacturing Resource Planning (MRP2)

d. Enterprise Resource Planning

19 of 27

Quiz

Element input pada MRP yang menunjukan berapa banyak dan kapan pabrik membuat masing-masing produk:

a. File catatan persediaan

b. Bill of material

c. Master Production Scheduling

d. Capacity planning

e. semua yang diatas salah

20 of 27

Quiz

Berikut ini yang bukan merupakan masukan pada MRP

a. Planned order schedule

b. Bill of materials

c. Master Production Scheduling

d. Inventory Record

21 of 27

Quiz

Tujuan dasar dari MRP adalah:

a. Pengendalian tingkat persediaan

b. Menentukan prioritas kebutuhan produk

c. Merencanakan kapasitas yang dimasukan ke Sistem produksi.

d. a dan b benar

e. b dan c benar

F, a, b dan c benar

22 of 27

Quiz

Berikut ini yang bukan merupakan laporan utama dari MRP:

a. Planned order

b. Order release

c. Change

d. Exception

23 of 27

Quiz

Integrasi produksi di perusahaan, manajemen persediaan, pembelian, keuangan dan aktifitas buruh, menambah fungsi tambahan kepada system MRP.

a. Material Requirement Planning

b. Transaction Processing System

c. Decision Support System

d. Manufacturing Resource Planning

24 of 27

Quiz

MRP banyak digunakan pada MRP II dan ERP (Benar/Salah)

25 of 27

Quiz

Suatu perusahaan mengumpulkan data dari transaksi sebagaimana terjadi dan menempatkan mereka kedalam kelompok ataupun batch-batch.

a. Online System

b. Batch Processing

d. Transaction Processing System

d. Source data automation

26 of 27

Quiz

Manfaat dari ___ ?

1. Membuat perusahaan lebih terorganisasi dan cepat bereaksi kepada perubahan didalam perusahaan.

2. Membantu pembuatan keputusan

3. Meningkatkan proses bisnis diperusahaan (menghasilkan layanan konsumen yang lebih baik, produksi dan distribusi)'

a. System Informasi Area Fungsional

b. MRP

c. MRP2

d. ERP

27 of 27

Sekian & Terima Kasih