1 of 8

SELAMATKAN ORANG DARI API NERAKA

Minggu 2

Yudas 1:20–23

2 of 8

Surat Yudas mengingatkan bahwa kekristenan bukan hanya tentang menjaga diri sendiri tetap aman, tetapi juga tentang belas kasihan yang aktif menyelamatkan orang lain.

Kasih yang sejati tidak membiarkan orang berjalan menuju kebinasaan tanpa peringatan.

Bagaimana kita terlibat dalam memberitakan kabar baik kepada orang lain menurut nats ini?

3 of 8

1

BERDIRI DI ATAS DASAR IMAN

(ay. 20)

“Bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci.” Iman lain harus dimulai dari iman yang dibangun secara pribadi.

4 of 8

Membangun iman berarti bertekun dalam firman Tuhan, berdoa dalam Roh Kudus, dan menjaga persekutuan yang sehat dengan Tuhan.

Tanpa pertumbuhan rohani yang nyata, kesaksian kita akan kehilangan kuasa; orang akan mendengar perkataan kita tetapi tidak melihat Kristus dalam hidup kita.

Gereja yang efektif menjangkau jiwa adalah gereja yang anggotanya terlebih dahulu dibangun kuat di dalam kebenaran.

5 of 8

2

BERTAHAN DALAM KASIH ALLAH

(ay. 21)

Kita diperintahkan untuk memelihara diri di dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan Yesus untuk hidup kekal.

6 of 8

Bertahan dalam kasih Allah berarti menjaga hati tetap lembut, tidak menjadi pahit karena penolakan, dan tidak menjadi tawar karena rutinitas pelayanan.

Kasih Allah yang kita pelihara akan mengalir menjadi belas kasihan kepada orang-orang yang terhilang di sekitar kita.

Orang yang hidup dalam kasih Allah tidak akan mudah menghakimi, tetapi akan memiliki beban doa yang mendalam bagi keselamatan jiwa-jiwa.

7 of 8

3

BERJUANG DALAM PEMBERITAAN

(ay. 22-23)

Pendekatan pelayanan: tunjukkan belas kasihan kepada mereka yang bimbang, dan selamatkan mereka dengan jalan merampas mereka dari api.

8 of 8

Ada jiwa-jiwa yang cukup dibimbing dengan lembut, tetapi ada yang harus direbut dengan keberanian karena mereka sudah sangat dekat dengan kebinasaan.

Selamatkan jiwa dengan belas kasihan yang disertai kekudusan; bencilah dosanya tetapi kasihilah jiwanya.

Merebut dari api berbicara tentang urgensi dan tindakan; kita tidak bisa santai ketika berbicara tentang kekekalan seseorang.