BAB 6�ULASAN KARYA KITA
Dafa Bintang Raksa 2019
Dafa Bintang Raksa 2019
A. Menunjukkan Ciri-Ciri Ulasan
Dafa Bintang Raksa 2019
1. Pengertian Ulasan
Perhatikanlah teks berikut!
Identitas Buku
Judul : Atheis
Pengarang : Achdiat K. Mihardja
Penerbit : Balai Pustaka
Tahun terbit : 1949 (cetakan pertama)
Tebal halaman : 232 halaman
Dafa Bintang Raksa 2019
Atheis merupakan salah satu novel terbaik yang memperoleh hadiah tahunan Pemerintah RI tahun 1969. R.J. Maguire menerjemahkan novel ini ke bahasa Inggris tahun 1972. Sementara itu, Sjuman Djaya mengangkatnya ke layar perak tahun 1974 dengan judul yang sama.
Novel ini menceritakan perjalanan hidup tokoh Hasan. Dari kecil ia dididik menjadi anak yang saleh. Ia begitu taat beribadah. Begitu juga dengan orang tuanya adalah pemeluk Islam yang fanatik. Orang tua Hasan menyekolahkan di MULO. Di sekolah itu dia bertemu dengan seorang gadis cantik yang bernama Rukmini. Hubungan keduanya semakin akrab. Mereka saling jatuh cinta. Rupanya kisah cinta mereka tidak bisa berlangsung lama. Oleh orang tuanya, Rukmini disuruh kembali ke Jakarta. Ia akan dipinang oleh seorang saudagar kaya. Ia menuruti nasihat orang tuanya dengan menerima pinangan saudagar kaya tersebut meski pernikahan itu tidak disertai rasa cinta.
Kejadian itu membuat hati Hasan hancur. Ia menjadi frustrasi. Untuk menghilangkan bayangan Rukmini dari hidupnya, ia mengikuti aliran tarekat seperti yang telah lama dianut orang tuanya. Ia semakin taat beribadah. Akan tetapi, kehidupannya berubah ketika dia bertemu teman lamanya, yaitu Rusli. Temannya itu datang bersama seorang wanita cantik bernama Kartini. Ia adalah perempuan modern dan pergaulannya bebas. Ia juga seorang janda. Ternyata sejak perjumpaan itu, Hasan menaruh hati pada Kartini. Alasannya, Kartini memiliki karakter yang hampir sama dengan Rukmini.
Semenjak Hasan mencintai Kartini, dia pun juga bergaul dengan temanteman Kartini. Hasan mencoba untuk menyadarkan Kartini dan Rusli dengan memberikan ceramah-ceramahnya. Akan tetapi, karena Rusli juga pandai bicara, kemudian dialah yang berbalik memengaruhi Hasan. Tanpa disadari, pemikiranpemikiran Rusli melekat di kepala Hasan. Mulanya, Hasan tidak terpengaruh. Namun, keyakinannya mulai goyah ketika dia dikenalkan dengan seorang yang tidak percaya Tuhan, yaitu Anwar. Pengetahuan Anwar tentang ketuhanan begitu luas.
Sejak saat itulah pemahaman Hasan tentang agama mulai berubah. Ia mulai meragukan keberadaan Tuhan. Hasan semakin tersesat dari agama. Pergaulannya semakin bebas. Ia kemudian menikahi Kartini. Pernikahan mereka didasarkan atas rasa suka sama suka. Pernikahan mereka ternyata tidak bahagia. Kehidupan rumah tangga mereka berantakan. Pergaulan Kartini semakin bebas. Lama– kelamaan Hasan cemburu karena hubungan Kartini dengan Anwar semakin dekat. Hasan menganggap Kartini telah selingkuh.
Kejadian itu telah menyadarkan kembali Hasan tentang agama. Ia menyesal dan merasa berdosa atas apa yang telah diperbuat. Pergaulan bebasnya dengan teman-teman yang tidak percaya Tuhan membuatnya tersesat dan ragu dengan keberadaan Tuhan.
Hasan memutuskan bercerai dengan Kartini dan ia pun pulang kampung. Ia ingin meminta maaf kepada ayahnya. Sesampainya di kampung, ia menjumpai ayahnya sedang sakit keras. Ternyata ayahnya tidak mau memaafkan Hasan, bahkan sampai maut menjemputnya. Ayah Hasan tetap berada pada pendirianya. Hasan merasa bahwa semua itu terjadi karena perbuatan Anwar. Ia menaruh dendam pada Anwar dan berniat membunuhnya. Pada suatu malam, ia melaksanakan rencana itu. Kemudian, ia mencari Anwar. Karena pada waktu itu situasi sedang tidak aman, diberlakukanlah jam malam. Nahas menimpa Hasan. Belum sempat melaksanakan niatnya, ia malah tertembak. Akan tetapi, sebelum meninggal, ia masih sempat mengingat Allah dengan berkali-kali menyebut asma-Nya.
Novel ini banyak memberikan pelajaran kepada pembacanya. Kita harus pandai bergaul dengan orang lain. Jangan sampai salah pergaulan hingga pada akhirnya kita malah tersesat, bahkan sampai mengingkari ajaran agama. Kita harus senantiasa berpegang teguh pada agama dan selalu meyakini keberadaan Tuhan.
Nilai moral yang kedua adalah hendaknya kita mau memaafkan kesalahan orang lain yang sudah bertobat. Jangan seperti tokoh ayah Hasan yang tidak mau memaafkan kesalahan anaknya bahkan sampai ajal menjemputnya. Manusia adalah tempat salah dan lupa. Setiap manusia pasti mempunyai kesalahan, tetapi suatu saat juga akan kembali ke jalan yang benar. Jika Tuhan Maha Pengampun, Pengasih, dan Penyayang, mengapa manusia tidak bisa, apalagi demi memaafkan anaknya sendiri. Bahasa novel ini lugas dan mudah dipahami. Sayangnya, novel ini sudah sangat langka sehinga sulit diperoleh.
Dafa Bintang Raksa 2019
B. Menjelaskan Kembali Teks Ulasan
Dafa Bintang Raksa 2019
1. Maksud Suatu Teks Ulasan
Perhatikanlah teks berikut.
Judul : ”Beth”
Bintang : Inne Febriyanti, El Manik, Lola Amaria, Reny Djajusman, Saut Sitompul
Sutradara : Aria Kusumadewa
Produser : Aria Kusumadewa, Nurul Arifin, Inne Febriyanti, dan Rio Kondo
Skenario : Nana J. Mulyana
Fotografi : Enggong Supardi
Produksi : PT Sinemata
Durasi : 85 menit
"Adakah kata-kata sehat yang keluar dari mulut orang gila?" Ini pertanyaan sederhana. Namun, layaknya pertanyaan sederhana, yang ini pun membutuhkan jawaban yang rumit. Celakanya, jawaban dari pertanyaan inilah yang akan menentukan persepsi penonton terhadap Beth, film terbaru garapan sutradara muda Aria Kusumadewa.
Dafa Bintang Raksa 2019
2. Kekurangan dan Kelebihan Suatu Teks Ulasan
Perhatikan kembali teks ulasan film ”Laskar Pelangi” di depan. Pemahamanmu tentang teks tidak utuh karena unsur-unsurnya kurang lengkap. Dalam teks itu tidak ada identitas karya yang diulasnya. Sinopsis tentang isi film itu sendiri tidak jelas. Teks itu langsung pada orientasi dan analisis. Oleh karena itu, pemahaman kita terhadap teks tersebut tidaklah lengkap.
Demikian halnya dengan teks berikutnya tentang ulasan terhadap album lagu, teks itu tidak menyertakan identitas isi album. Hal itu menjadikan pemahaman terhadap teks tersebut menjadi terhambat. Berdasarkan contoh tersebut, kekurangan teks ulasan bisa terjadi pada strukturnya yang tidak lengkap. Misalnya, karena tidak menyebutkan identitas karya yang ditanggapi. Kekurangannya itu mungkin pula terdapat pada isinya yang tidak jelas. Hal itu seperti pada contoh di depan, terdapat penyebutan nama grup yang tidak dikenal oleh pembaca dan hal itu akan mengganggu pemahaman mereka.
Kekurangan suatu teks mungkin pula dijumpai pada pilihan katanya. Dalam teks tanggapan di depan, misalnya, terdapat kata-kata font handwriting dan catchy. Kata-kata tersebut kemungkinan sulit dipahami oleh para pembaca. Oleh karena itu, sebaiknya dicarikan padanannya dalam bahasa Indonesia. Teks ulasan tidak selalu mimiliki kekurangan. Di dalamnya tentu pula terdapat sejumlah kelebihan. Hal itu terkait dengan kejelasan penyampaiannya, penggunaan bahasa, dan kelebihan pada aspek-aspek yang lain.
Dafa Bintang Raksa 2019
C. Menelaahan Struktur dan Kaidah Teks Ulasan
Dafa Bintang Raksa 2019
1. Struktur Teks Ulasan
Perhatikan kembali contoh teks ulasan novel Atheis di depan. Tampak bahwa struktur ataupun susunannya dibentuk oleh bagian-bagian seperti identitas karya, orientasi, sinopsis, analisis, dan evaluasi. Selain itu, sering pula disertai rekomendasi yang berisikan saran-saran kepada pembaca.
Identitas karya dalam novel Atheis mencakup judul, pengarang, penerbit, tahun terbit, tebal halaman, dan ukuran buku. Bagian ini mungkin saja tidak dinyatakan secara langsung. Hal itu seperti yang tampak pada teks ulasan film dan lagu.
Dafa Bintang Raksa 2019
2. Kaidah Kebahasan Teks Ulasan
Seperti halnya jenis teks lainnya, teks ulasan memiliki kekhasan kaidah kebahasannya. Seperti yang tampak pada contoh-contoh di depan, bahwa karakteristik dari kebahasaan teks ulasan sebagai berikut.
a. Banyak menggunakan konjungsi penerang, seperti bahwa, yakni, yaitu.
Contoh:
Hasan merasa bahwa semua itu terjadi karena perbuatan Anwar. Ia menaruh dendam kepada Anwar dan berniat membunuhnya.
Novel ini banyak memberikan pelajaran pada pembacanya, antara lain, bahwa kita harus pandai bergaul dengan orang lain.
b. Banyak menggunakan konjungsi temporal, seperti sejak, semenjak, kemudian, akhirnya.
Contoh:
Sejak saat itulah, pemahaman Hasan tentang agama mulai berubah. Ia mulai meragukan keberadaan Tuhan.
Kemudian, ia mencari Anwar.
c. Banyak menggunakan konjungsi penyebab, seperti karena, sebab.
Contoh:
Akan tetapi, karena Rusli juga pandai bicara, kemudian dialah yang berbalik memengaruhi Hasan.
Lama-kelamaan Hasan cemburu karena hubungan Kartini dengan Anwar semakin dekat.
d. Menggunakan pernyataan-pernyataan yang berupa saran atau rekomendasi pada bagian akhir teks. Hal ini ditandai oleh kata jangan, harus, hendaknya,
Dafa Bintang Raksa 2019
D. Menyusun Teks Ulasan
Dafa Bintang Raksa 2019
1. Langkah-Langkah Penyusunan
Teks ulasan merupakan suatu teks yang berisi pembahasan ataupun penilaian terhadap suatu buku atau karya-karya lain. Teks ulasan disusun berdasarkan tafsiran maupun pemahaman atas isi buku yang dibaca. Berbeda dengan menafsirkan terhadap teks lain yang lebih tertuju pada kepentinganmu sendiri, penyusunan ulasan selalu ditujukan untuk kepentingan orang lain.
Hasil pemahaman itu lalu disampaikan kepada kepada khayalak. Untuk menyusun teks seperti itu, langkah-langkahnya sebagai berikut.
Dafa Bintang Raksa 2019
2. Penuangan Catatan ke dalam Teks Ulasan Lengkap
Pada pembelajaran sebelumnya, kamu telah membuat sejumlah catatan tentang buku yang telah kamu baca, bukan? Berdasarkan catatan-catatan itulah, kamu dapat menyusun teks ulasan secara lebih lengkap. Catatan-catatan itu dapat kamu jelaskan kembali dengan memperhatikan struktur teks ulasan yang telah dipahami sebelumnya. Perhatikan pula kaidah kebahasaannya, seperti dalam hal penggunaan konjungsi penyebaban dan temporal, kata-kata penerang, dan pernyataan-pernyataan yang bernada saran.
Dafa Bintang Raksa 2019
Lengkapilah tabel di bawah ini dengan benar, sesuai dengan tingkat penguasaanmu terhadap materi-materi dalam bab ini!
Dafa Bintang Raksa 2019
Berilah tanda silang pada satu jawaban yang paling benar!
1. Perhatikan data buku berikut!
Identitas Buku
Judul : Atheis
Pengarang : Achdiat K. Mihardja
Penerbit : Balai Pustaka
Tahun terbit : 1949 (cetakan pertama)
Tebal halaman : 232 halaman
Keunggulan : banyak memberikan pelajaran kepada pembacanya
Teks ulasan yang tepat berdasarkan data buku tersebut adalah...
Dafa Bintang Raksa 2019
2. Atheis merupakan salah satu novel terbaik yang memperoleh hadiah tahunan Pemerintah RI tahun 1969. R.J. Maguire menerjemahkan novel ini ke bahasa Inggris tahun 1972. Sementara itu, Sjuman Djaya mengangkatnya ke layar perak tahun 1974 dengan judul yang sama.
Kutipan ulasan tersebut merupakan bagian....
3. (1) Nilai moral yang kedua adalah hendaknya kita mau memaafkan kesalahan orang lain yang sudah bertobat.(2) Jangan seperti tokoh ayah Hasan yang tidak mau memaafkan kesalahan anaknya bahkan sampai ajal menjemputnya. (3) Manusia adalah tempat salah dan lupa.(4) Setiap manusia pasti mempunyai kesalahan, tetapi suatu saat juga akan kembali ke jalan yang benar.(5) Jika Tuhan Maha Pengampun, Pengasih, dan Penyayang, mengapa manusia tidak bisa, apalagi demi memaafkan anaknya sendiri.(6) Bahasa novel ini lugas dan mudah dipahami.(7) Sayangnya, novel ini sudah sangat langka sehinga sulit diperoleh.
Kelebihan pada kutipan ulasan di atas terdapat pada kalimat nomor...
Dafa Bintang Raksa 2019
4. Perhatikan hal berikut!
Urutan yang tepat untuk menyusun teks ulasan sesuai dengan karakteristik teks yang akan dibuat adalah....
5. Tujuan membuat kerangka tulisan dalam teks ulasan adalah....
Dafa Bintang Raksa 2019
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jelas dan benar!
1. Sebutkaan struktur teks ulasan!
2. Jelaskan langkah menulis teks ulasan!
3. Judul : Jangan Mau Jadi Pembolos
Penulis : Edi Warsidi
Penerbit : CV Alibaba, Manokwari
Tahun : 2010
Keunggulan : Penampilan lugas dan gaya bahasanya sehari-hari.
Kelemahan : Sampul buku kurang sesuai
Buatlah teks ulasan berdasarkan data di atas!
4. Seperti apa contoh dari konjungsi penerangan!
5. Hasan memutuskan bercerai dengan Kartini dan ia pun pulang kampung.Ia ingin meminta maaf kepada ayahnya. Sesampainya di kampung, ia menjumpai ayahnya sedang sakit keras. Ternyata ayahnya tidak mau memaafkan Hasan, bahkan sampai maut menjemputnya. Ayah Hasan tetap berada pada pendirianya. Hasan merasa bahwa semua itu terjadi karena perbuatan Anwar. Ia menaruh dendam pada Anwar dan berniat membunuhnya. Pada suatu malam, ia melaksanakan rencana itu. Kemudian, ia mencari Anwar. Karena pada waktu itu situasi sedang tidak aman, diberlakukanlah jam malam. Nahas menimpa Hasan. Belum sempat melaksanakan niatnya, ia malah tertembak. Akan tetapi, sebelum meninggal, ia masih sempat mengingat Allah dengan berkali-kali menyebut asma-Nya.
Ide pokok dari ulasan tersebut adalah....
Dafa Bintang Raksa 2019
Sekian
Dafa Bintang Raksa 2019