LUKA BAKAR
Mercy N. Oraplawal 131144006
Nafisa Latoge 131144007
Rahmat Bugis 131144008
Erni Talo 131144058
V ianelde Silvia Bere 131144071
Dwi Wahyuni 131144074
Disusun Oleh :
Kelompok VII
SI KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) SURABAYA
DEFINISI . . .
Luka bakar adalah kerusakan jaringan permukaan tubuh yang disebabkan oleh suhu tinggi yang menimbulkan reaksi pada seluruh sistem metabolisme (Sunita Almatsia, 2004).
Luka bakar adalah suatu trauma yang disebabkan oleh panas, arus listrik, bahan kimia dan petir yang mengenai kulit, mukosa dan jaringan yang lebih dalam (Musliha, 2010).
KlASIFIKASI
Luka Bakar Derajat III
Luka Bakar Derajat II
Luka Bakar Derajat I
Etiologi
Suhu Tinggi
Bahan Kimia
Sengatan Listrik
Radiasi
PATOFISIOLOGI
Luka bakar disebabkan karena terpapar panas, radiasi, bahan kimia dan listrik. Sehingga terjadi pengalihan dari suatu sumber panas kepada tubuh. Akibat adanya rangsangan tersebut maka terjadi kehilangan barier kulit sehingga menyebabkan terjadinya kerusakan jaringan, dan berlanjut kerusakan termogulasi. Kehilangan barier kulit ini juga menimbulkan respon inflamasi yang kemudian terjadi pelepasan makrofag, karena makrofag ini berperan sebagai pertahanan yang penting yang mencakup fagositosis serta respon imun maka terjadi reaksi antigen-antibody, lalu dari reaksi tersebut terjadi pelepasan tromboplastin dan fibrinogen sehingga terjadi tromus, iskemia dan nekrosis.
Segera setelah cedera termal, terjadi kenaikan nyata pada tekanan hidrostatik kapiler pada jaringan yang cedera, disertai peningkatan permeabilitas kapiler, hal ini mengakibatkan perpindahan cairan plasma intravaskular menembus kapiler yang rusak karena panas dalam daerah interstisial (mengakibatkan edema). Kehilangan plasma dan
Cont...
protein cairan mengakibatkan penurunan tekanan osmotik koloid pada kompartemen vaskular kemudian kebocoran cairan dan elektrolit, berlanjut pembentukan edema tambahan pada jaringan yang terbakar dan ke seluruh tubuh.
Kebocoran ini yang terdiri atas natrium, air dan protein plasma diikuti penurunan curah jantung, maka terjadilah penurunan perfusi pada organ besar seperti aliran darah ke ginjal menurun yang akhirnya menyebabkan asidosis metabolik, aliran darah gastrointestinal menurun akibatnya resiko ileus, begitu pula aliran darah tidak lancar yang jika tidak segera diatasi menyebabkan nekrosis.
Manifestasi Klinis
Pemeriksaan Penunjang
KOMPLIKASI
1.
Shock hipovelemik
2. �Sepsis
3. �Pneumonia
4.
Dekubitus
5.�Kontraktur
6.�Gagal ginjal akut
PENATALAKSANAAN
ASUHAN KEPERAWATAN
TERIMAKASIH
ATAS PERHATIAN ANDA