الشريعة الإسلامية
MU’AMALAH
RUANG LINGKUP HUKUM MU’AMALAH
PRINSIP UMUM DALAM HUKUM MU’AMALAH
PENGERTIAN MU’AMALAH
HARTA DALAM ISLAM
HUKUM MU’AMALAH DALAM HARTA
MU’AMALAH
“Saling berbuat (ber ‘amal), saling bertindak, dan saling beramal atau juga berarti kegiatan atau pekerjaan”
“Arti luas dan arti sempit”
“Mu’amalah adalah hukum syar’i (SYARIAH) yang mengatur hukum manusia di bidang harta benda, seperti jual beli, sewa-menyewa/kontrak, wakaf, hibah, rahn, hiwalah dan sebagainya”
RUANG LINGKUP HUKUM MU’AMALAH�
Hukum Perdata (mu’amalat)
Hukum Warits (al-Mirats) / faraid
Hukum Perkawinan (munakahat)
Hukum Pidana (jinayat)
Hukum Politik/Ketatanegaraan (siyasah)
PRINSIP UMUM DALAM HUKUM MU’AMALAH
Kaidah fiqih (hukum islam) yang menyatakan: “pada dasarnya, segala bentuk mu’amalah adalah boleh kecuali ada dalil yang mengharamkan.
Mu’amalat dilakukan atas dasar pertimbangan mendatangkan manfaat dan menghindarkan mudarat.
Mu’amalah dilaksanakan dengan melihat nilai keseimbangan dalam pembangunan.
.
Mu’amalat dilaksanakan dengan memelihara nilai keadilan dan menghindari unsur-unsur kezaliman.
فَلِذٰلِكَ فَادْعُ ۚوَاسْتَقِمْ كَمَآ اُمِرْتَۚ وَلَا تَتَّبِعْ اَهْوَاۤءَهُمْۚ وَقُلْ اٰمَنْتُ بِمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ مِنْ كِتٰبٍۚ وَاُمِرْتُ لِاَعْدِلَ بَيْنَكُمْ ۗ اَللّٰهُ رَبُّنَا وَرَبُّكُمْ ۗ لَنَآ اَعْمَالُنَا وَلَكُمْ اَعْمَالُكُمْ ۗ لَاحُجَّةَ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ ۗ اَللّٰهُ يَجْمَعُ بَيْنَنَا ۚوَاِلَيْهِ الْمَصِيْرُ ۗ ( الشورى/42:15)
Oleh karena itu, serulah (mereka untuk beriman), tetaplah (beriman dan berdakwah) sebagaimana diperintahkan kepadamu (Nabi Muhammad), dan janganlah mengikuti keinginan mereka. Katakanlah, “Aku beriman kepada kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan agar berlaku adil di antara kamu. Allah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami perbuatan kami dan bagimu perbuatanmu. Tidak (perlu) ada pertengkaran di antara kami dan kamu. Allah mengumpulkan kita dan kepada-Nyalah (kita) kembali.” (Asy-Syura/42:15)
وَلَا تَقْرَبُوْا مَالَ الْيَتِيْمِ اِلَّا بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ حَتّٰى يَبْلُغَ اَشُدَّهٗ ۚوَاَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيْزَانَ بِالْقِسْطِۚ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَاۚ وَاِذَا قُلْتُمْ فَاعْدِلُوْا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبٰىۚ وَبِعَهْدِ اللّٰهِ اَوْفُوْاۗ ذٰلِكُمْ وَصّٰىكُمْ بِهٖ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَۙ ( الانعام/6:152)
Janganlah kamu mendekati (menggunakan) harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, sampai dia mencapai (usia) dewasa. Sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya. Apabila kamu berbicara, lakukanlah secara adil sekalipun dia kerabat(-mu). Penuhilah pula janji Allah. Demikian itu Dia perintahkan kepadamu agar kamu mengambil pelajaran.” (Al-An'am/6:152)
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ اِلَّآ اَنْ تَكُوْنَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِّنْكُمْ ۗ وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَنْفُسَكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيْمًا ٢٩ ( النساۤء/4:29)
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan cara yang batil (tidak benar), kecuali berupa perniagaan atas dasar suka sama suka di antara kamu. Janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. (An-Nisa'/4:29)
PANDANGAN ISLAM TERHADAP HARTA
HARTA
Sebagai Bekal Ibadah
Sebagai Ujian Keimanan
Sebagai Amanah
Sebagai Perhiasan Hidup
وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ ۗوَلَلدَّارُ الْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ ٣٢ ( الانعام/6:32)
Kehidupan dunia hanyalah permainan dan kelengahan, sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?
(Al-An'am/6:32)
Q.S 3:14
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوٰتِ مِنَ النِّسَاۤءِ وَالْبَنِيْنَ وَالْقَنَاطِيْرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْاَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۗوَاللّٰهُ عِنْدَهٗ حُسْنُ الْمَاٰبِ
Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik. (Q.S 3 Ali Imran :14)
BAGAIMANA MEMPEROLEH HARTA
Pemilikan harta harus didapatkan dengan usaha atau mata pencaharian yang halal
Larangan Memakan Harta Orang Lain dengan Cara yang Bathil
وَلَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوْا بِهَآ اِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوْا فَرِيْقًا مِّنْ اَمْوَالِ النَّاسِ بِالْاِثْمِ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ ( البقرة/2:188)
Janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada para hakim dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui.
“Beberapa larangan dalam memperoleh harta ??"
Gharar atau Taghrir/Pemalsuan
Tadlis (penipuan)
Ghabn (penipuan pada harga barang)
Ihtikar (Penimbunan)
Riba (Interest/bunga uang)
Al-Maisyir (perjudian)
Riba
Menurut Imam Hambali riba adalah tambahan pada sesuatu yang dikhususkan. Abu hanifah mendefinisikan, melebihkan harta dalam suatu transaksi dengan tanpa pengganti atau imbalan.
Q.S 3:130
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَأْكُلُوا الرِّبٰوٓا اَضْعَافًا مُّضٰعَفَةً ۖوَّاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَۚ
Terjemah :
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.
Q.S 30:39
وَمَآ اٰتَيْتُمْ مِّنْ رِّبًا لِّيَرْبُوَا۠ فِيْٓ اَمْوَالِ النَّاسِ فَلَا يَرْبُوْا عِنْدَ اللّٰهِ ۚوَمَآ اٰتَيْتُمْ مِّنْ زَكٰوةٍ تُرِيْدُوْنَ وَجْهَ اللّٰهِ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُضْعِفُوْنَ
Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar harta manusia bertambah, maka tidak bertambah dalam pandangan Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk memperoleh keridaan Allah, maka itulah orang-orang yang melipatgandakan (pahalanya).
Gharar atau taghrir adalah istilah dalam kajian hukum Islam yang berarti keraguan, tipuan, atau tindakan yang bertujuan untuk merugikan orang lain. ... Secara etimologi, garar dalam bahasa Arab adalah sesuatu yang pada lahirnya disenangi tetapi sebenarnya dibenci.
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ (البقرة/2:168)
Wahai manusia, makanlah sebagian (makanan) di bumi yang halal lagi baik dan janganlah mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya ia bagimu merupakan musuh yang nyata. (Al-Baqarah/2:168)
وَكُلُوْا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّٰهُ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖوَّاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْٓ اَنْتُمْ بِهٖ مُؤْمِنُوْنَ ( الماۤئدة/5:88)
Makanlah apa yang telah Allah anugerahkan kepadamu sebagai rezeki yang halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah yang hanya kepada-Nya kamu beriman. (Al-Ma'idah/5:88)
Proses Keharaman Riba
Allah menunjukkan bahwa riba itu bersifat negatif.
Allah telah memberi isyarat akan keharaman riba melalui kecaman terhadap praktik riba di kalangan masyarakat Yahudi.
Allah mengaharamkan salah satu bentuk riba.
Allah mengharamkan riba secara total dengan segala bentuknya
1
2
3
4
Macam-macam Riba
Riba An-Nasi’ah
وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا
”Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba“
(QS. Al Baqarah 275)
Di Lembaga Keuangan syari’ah (LKS) termasuk kegiatan investasi, karena perolehan kembaliaannya (return) tidak pasti dan tidak tetap. Besar kecil return dari waktu ke waktu tergantung kepada hasil usaha yang benar-benar terjadi dan dilakukan bank sebgai mudharib atau pengelola dana.
PERBEDAAN HUTANG UANG DAN HUTANG BARANG
Jenis hutang ada 2, yaitu :
1. Pinjam meminjam uang. Hutang seperti ini uang tidak boleh ada tambahan kecuali dengan alasan yang pasti dan jelas, misalnya biaya materai, notaris dan studi kelayakan
2. Pengadaan barang. Hutang yang terjadi karena biaya pengadaan barang harus jelas dalam satu kesatuan yang utuh atau disebut jual beli.
Perbedaan Bunga & insvestasi
Bunga (Interest)
Bagi hasil (mudharabah)
Perbedaan Bunga & Bagi Hasil