1 of 29

  1. Letak, Luas, dan Batas Wilayah Indonesia
  2. Karakteristik Wilayah Daratan dan Perairan Indonesia
  3. Perkembangan Jalur Transportasi dan Perdagangan Internasional di Indonesia
  4. Potensi dan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan Indonesia

Bab

1

Posisi Strategis Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia

Buku Siswa Aktif dan Kreatif

Belajar Geografi 2 untuk SMA/MA Kelas XI Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial

2 of 29

Perhatikanlah gambar berikut.

Program Indonesia sebagai poros maritim dunia menunjukkan bahwa, orientasi pembangunan Indonesia diarahkan kepada sektor kelautan dan perikanan. Namun, pembangunan berorientasi ke daratan masih terus dilanjutkan dalam rangka mendukung pembangunan di wilayah laut, salah satunya dengan mengeluarkan kebijakan pengembangan tol laut di Indonesia. Akan seberapa efektifkah pembangunan sektor kemaritiman di Indonesia? Apa saja tantangan, hambatan, dan keuntungan yang timbul dari program tersebut?

Diskusi

3 of 29

  1. Letak, Luas, dan Batas Wilayah Indonesia

Kerjakan Tugas 1.1

halaman 6, Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2

Letak Wilayah Indonesia

Luas Wilayah Indonesia

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki letak strategis baik secara geografis maupun iklim. Indonesia memiliki posisi yang strategis karena terletak di antara dua benua (Asia dan Australia) dan dua samudra (Pasifik dan Hindia), serta terletak di daerah khatulistiwa.

Saat ini luas wilayah perairan Indonesia sebesar 6.315.222 km2, dengan panjang garis pantai 99.093 km, dan terdiri atas 13.466 pulau.

4 of 29

Konvensi PBB tentang hukum laut internsional atau UNCLOS (United Nations Convention on The Law of the Sea) tahun 1982

melahirkan zonasi dalam pengaturan hukum laut, yaitu sebagai berikut.

Perairan pedalaman (internal waters)

Perairan kepulauan (archipelagic waters)

Laut teritorial (territorial waters)

Zona tambahan (contiguous zone)

Zona ekonomi ekslusif (exclusive economic zone)

Landas kontinen (continental shelf)

Laut lepas (high seas)

Kawasan dasar laut internasional (international sea-bed area)

5 of 29

Kerjakan Tugas 1.2

halaman 7, Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2

  1. Sebuah negara pantai (coastal state) berhak atas laut teritorial sejauh 12 mil laut, zona tambahan sejauh 24 mil laut, zona ekonomi eksklusif sejauh 200 mil laut, dan landas kontinen (dasar laut) sejauh 350 mil laut atau lebih.
  2. Selain itu diatur juga apa yang dimaksud laut bebas dan laut kawasan (the area). Lebar masing-masing zona ini diukur dari garis pangkal (baselines) yang dalam keadaannya merupakan garis pantai saat air surut terendah.

Batas Wilayah Indonesia

Lautan Indonesia memiliki batas sesuai dengan hukum laut UNCLOS (United Nations Conference on the Law of the Sea). Disebutkan bahwa:

6 of 29

Berdasarkan inventarisasi yang telah dilakukan oleh Dinas Hidro Oscanografi (Dishidros) TNI AL, terdapat 92 pulau kecil terluar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.

  1. Pulau Simeulucut, Salaut Besar, Rawa, Rusa, Benggala dan Rondo berbatasan dengan India.
  2. Pulau Sentut, Tokong Malang Baru, Damar, Mangkai, Tokong Nanas, Tokong Belayar, Tokong Boro, Semiun, Subi Kecil, Kepala, Sebatik, Gosong Makassar, Maratua, Sambit, Berhala, Batu Mandi, Iyu Kecil, dan Karimun Kecil berbatasan dengan Malaysia.
  3. Pulau Nipa, Pelampong, Batu Berhenti, dan Nongsa berbatasan dengan Singapura.
  4. Pulau Sebetul, Sekatung, dan Senua berbatasan dengan Vietnam.
  5. Pulau Lingian, Salando, Dolangan, Bangkit, Manterawu, Makalehi, Kawalusu, Kawio, Marore, Batu Bawa Ikang, Miangas, Marampit, Intata, kakarutan, dan Jiew berbatasan dengan Filipina.

7 of 29

  1. Pulau Dana, Dana (pulau ini tidak sama dengan Pulau Dana yang disebut pertama kali, terdapat kesamaan nama), Mangudu, Shopialoisa, Barung, Sekel, Panehen, Nusa Kambangan, Kolepon, Ararkula, Karaweira, Penambulai, Kultubai Utara, Kultubai Selatan, Karang, Enu, Batugoyan, Larat, Asutubun, Selaru, Batarkusu, Masela dan Meatimiarang berbatasan dengan Australia.
  2. Pulau Leti, Kisar, Wetar, Liran, Alor, dan Batek berbatasan dengan Timor Leste.
  3. Pulau Budd, Fani, Miossu, Fanildo, Bras, Bepeondo dan Liki berbatasan dengan Palau.
  4. Pulau Laag berbatasan dengan Papua Nugini.
  5. Pulau Manuk, Deli, Batukecil, Enggano, Mega, Sibarubaru, Sinyaunau, Simuk dan Wunga berbatasan dengan Samudra Hindia.

Kerjakan Kegiatan 1.1 halaman 8 untuk mengetahui kondisi 12 pulau terluar menurut dinas Hidro Oseanografi TNI AL .

Kegiatan

8 of 29

  1. Karakteristik Wilayah Daratan dan Perairan Indonesia

Kerjakan Tugas 1.3

halaman 10, Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2

Karakteristik Wilayah Daratan Indonesia

Adanya jalur pegunungan yang merupakan kelanjutan dari pegunungan dunia

Zona tumbukan lempeng tektonik juga membentuk jalur gunung api aktif

Membentuk jalur-jalur patahan

Membentuk daratan dari hasil proses pengangkatan dasar laut

Membentuk rangkaian kepulauan

9 of 29

2. Karakteristik Wilayah Perairan Indonesia

Semua bentukan dasar laut terdapat di Indonesia

Daerah Permukaan (pelagik)

Daerah Dasar Laut (bentik)

Secara Horizontal

Secara Vertikal

Kerjakan Tugas 1.4

halaman 11, Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2

10 of 29

Daerah Pelagik

Zona oseanik

Zona neritik

Semua perairan terbuka seperti Samudra.

Zona perairan yang terletak di atas paparan benua.

Zona paparan (sublitoral) merupakan habitat dari berbagai organisme seperti rumput laut, padang lamun, dan terumbu karang.

Zona litoral merupakan wilayah pantai yang kaya akan sumber daya hayati seperti mangrove.

Daerah dasar (zona bentik) yang terletak di bawah zona neritik pada paparan benua

Daerah peralihan dari zona sublitoral dengan daratan

11 of 29

  1. Zona meso pelagik merupakan bagian paling atas dari zona afotik yang memiliki kedalaman antara 700-1000 meter. Zona ini memiliki suhu 10 derajat celcius.
  2. Zona bati pelagik merupakan zona afotik yang memiliki kedalaman 1000-4000 meter, dengan memiliki suhu 10-4 derajat celcius.
  3. Zona abisal pelagik merupakan zona yang memiliki kedalaman 6000 meter.
  4. Zona hadal pelagik merupakan zona yang memiliki kedalaman lebih dari 6000-10.000 meter, termasuk perairan terbuka dengan palung laut yang sangat dalam.

Daerah pelagik bererdasarkan daya tembus cahaya matahari terhadap air laut secara vertikal

Zona fotik (eufotik atau epipelagik), yaitu perairan pelagik yang mendapatkan cahaya matahari. Zona fotik memiliki kedalaman 100-500 meter.

Zona afotik, yaitu perairan pelagik yang tidak tembus cahaya matahari sehingga gelap.

dibedakan atas

dibedakan lagi, yang meliputi

12 of 29

Kerjakan Tugas 1.5 halaman 12, Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2

  1. Basin ialah depresi atau cekungan yang luas di dasar laut yang berbentuk bulat atau lonjong, contohnya Laut Sulawesi.
  2. Palung ialah depresi atau cekungan laut dalam yang memanjang di dasar laut, contohnya Palung Weber di Maluku. Terdapat dua jenis palung, yaitu trench dan trough.
  3. Rise ialah bentukan punggungan di dasar laut yang berbentuk kerucut
  4. Ridge ialah bentukan punggungan di dasar laut yang berbentuk agak datar.
  5. Seamount yaitu gunung api bawah laut, seperti gunung api di Laut Banda, dan Kepulauan Sitaro.

Perairan Indonesia berdasarkan topografi dasar laut

Perairan laut dangkal (paparan)

Perairan laut dalam (jeluk

Paparan Sunda dan Paparan Arafura-Sahul

Laut Banda dan Laut Sulawesi

Selain paparan (shelf) yang dangkal, terdapat bentukan dasar laut di perairan Indonesia.

13 of 29

a. Paparan Sunda

Paparan Sunda merupakan paparan benua (continental shelf) yang terluas di Dunia. Luas paparan sunda meliputi 1,8 juta km2, dengan kedalaman kurang dari 100 meter. Paparan ini menghubungkan Pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, Bangka Belitung, dan daratan Asia. Selain itu, Paparan Sunda juga meliputi Laut Cina Selatan, Teluk Thailand, Selat Malaka, dan Laut Jawa.

14 of 29

b. Paparan Arafura-Sahul

Paparan Arafura-Sahul terletak di bagian timur Indonesia yang memiliki luas 1,5 juta km2.

Kedalaman rata-rata paparan Arafura-Sahul antara 30-90 meter. Paparan ini menghubungkan Pulau Papua, Kepulauan Aru, dan Australia.

15 of 29

Topografi dasar laut dalam dapat diklasifikasikan sebagai berikut.

  1. Di sebelah utara terdapat Palung Mindanao (kedalaman 10.830 meter yang merupakan palung terdalam di dunia, Basin Sulawesi (5.100 meter), dan Palung Makassar (2.300 meter).
  2. Di Laut Maluku terdapat Basin Morotai (3.890 meter), Palung Ternate (3.450 meter), Basin Bacan (4.810 meter), Basin Manggole (3.510 meter), dan Basin Gorontalo (4.810 meter).
  3. Basin Banda, terdiri atas Basin Banda Utara (5800 meter), Basin Banda Selatan (5400 meter), dan Palung Weber (7.744 meter).
  4. Samudra Hindia (Samudra Indonesia) terdiri atas Basin Besar Indo-Australia yang terletak di sebelah barat Pulau Sumatra dan selatan Pulau Jawa, palung yang memanjang dan sejajar Pantai Barat Sumatra bersambung dengan Pantai Selatan Jawa dan Nusa Tenggara, Palung Jawa dengan kedalaman 7.450 meter, Palung Bali, dan Palung Mentawai.

c. Perairan Laut Dalam

Perairan laut dalam terletak di antara Paparan Sunda dan Paparan Arafura-Sahul. Topografi dasar laut di perairan laut dalam sangat kompleks dengan berbagai bentuk basin dan palung.

16 of 29

  1. Perkembangan Jalur Transportasi dan Perdagangan Internasional di Indonesia

Sejarah Perkembangan Jalur Transportasi dan Perdagangan Internasional di Indonesia diawali dari pelayaran pada masa kerajaan Sriwijaya dan Majapahit, Laksamana Cheng Ho, pelayaran Portugis-Spanyol, dan Pelayaran VOC pada abad ke-16.

17 of 29

Perkembangan Jalur Transportasi dan Perdagangan Internasional di Indonesia sebagai Upaya menuju Negara Poros Maritim Dunia. Pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan mengenai pengembangan tol laut. Tol laut adalah kapal laut yang berlayar secara rutin dan terjadwal yang menghubungkan wilayah Indonesia dari barat sampai ke timur dan dari utara sampai ke selatan. Menurut Prihartono (2015) dalam pengembangan tol laut terdapat konsep wilayah depan (foreland) dan wilayah dalam (hinterland). Konsep wilayah ini merupakan koridor ekonomi yang berbasis maritim dan sistem logistik untuk mendukung sektor perdagangan, baik dari sumber daya kelautan maupun dari daratan.

18 of 29

Tol laut harus memperhatikan kecukupan muatan barang, baik dari Indonesia Barat ke Timur maupun sebaliknya.

Pada tol laut terdiri atas kapal pelayaran untuk peti kemas dan penumpang.

Tol laut untuk peti kemas harus didukung oleh pelabuhan laut yang andal, baik dari segi kapasitas daya tampung, data, dan sistem informasi, maupun dokumentasi.

Tol laut untuk peti kemas harus memiliki akses yang baik terhadap daratan, seperti pelabuhan, terminal, sungai, dan kawasan pesisir

Tol laut peti kemas harus memiliki pelayaran yang rutin dan terjadwal, baik rute, ukuran kapal, maupun waktu pelayaran.

19 of 29

  1. Memanfaatkan semaksimal mungkin kekayaan sumber daya kelautan dan perikanan untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia.
  2. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang selama ini sulit mendapatkan akses terhadap pembangunan.
  3. Memudahkan masyarakat yang tinggal di daerah pesisir dan kepulauan untuk mengakses kota-kota besar.
  4. Memudahkan anak-anak yang tinggal di pulau-pulau kecil dan terpencil untuk bersekolah di kota besar.
  5. Menekan ketimpangan harga antara Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa. Misalnya, harga sembako di Semarang akan relatif sama dengan harga di Banda Aceh, Manado, Ternate, dan Jayapura.
  6. Pemerataan distribusi kekayaan sumber daya alam Indonesia maupun penduduk. Tol laut akan memudahkan pergerakan penduduk semakin mudah, murah, dan cepat.

Kerjakan Tugas 1.6

halaman 17, Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2

Tujuan dari Program Tol Laut Indonesia Dunia, yaitu sebagai berikut.

20 of 29

  1. Potensi dan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan Indonesia

1. Sumber Daya Perikanan

Indonesia memiliki keragaman jenis ikan dunia. Dari jumlah spesies tersebut Peluang budi daya laut yang sangat besar di Indonesia yaitu budi daya ikan konsumsi pada jaring apung (kerapu, kakap, nila), tambak payau (bandeng, udang), krustacea (udang, lobster, kepiting), tripang, kerang konsumsi, dan ikan hias. Potensi budi daya laut Indonesia sekitar 4,58 juta hektar lahan potensial. Namun baru dimanfaatkan hanya sekitar 2%.

Sekitar 37% (sekitar 2000 jenis) spesies ikan dunia terdapat di Indonesia. baru sekitar 400 spesies yang memiliki nilai ekonomis tinggi. ikan tuna, cakalang, tenggiri, kakap, tongkol, udang, cumi-cumi, lobster, kerapu, baronang, dan ikan hias.

Ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi diklasifikasikan menjadi 5 kelompok, yaitu ikan pelagis besar, ikan pelagis kecil, ikan karang, ikan demersal, dan ikan hias. Selain jenis ikan, potensi kelautan yang bernilai ekonomis tinggi, yaitu jenis krustacea, moluska, dan ekinodermata.

21 of 29

  1. Kebijakan pemerintah Indonesia, baik pusat maupun daerah belum kuat dan merata di seluruh wilayah Indonesia.
  2. Masih tingginya pencurian ikan (illegal fishing) oleh negara lain yang menyebabkan kerugian 25 milyar dollar AS per tahun.
  3. Pelabuhan laut belum berfungsi secara optimal.
  4. Pembangunan infrastruktur kelautan yang masih tertinggal.
  5. Jumlah industri perkapalan yang masih sedikit.
  6. Armada kapal penangkap ikan masih sederhana.

Faktor penyebab masalah belum optimalnya pengelolaan sumber daya perikanan di Indonesia, antara lain sebagai berikut.

Kerjakan Tugas 1.7

halaman 19, Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2

22 of 29

Wisata bahari adalah kegiatan wisata dan olahraga air di perairan laut, termasuk penyediaan sarana dan prasarana serta jasa yang dikelola secara komersial. Objek wisata yang menjadi daya tarik wisatawan dalam pariwisata bahari, yaitu wisata alam pantai dan pulau-pulau kecil, keanekaragaman flora dan fauna, wisata budaya masyarakat pesisir, dan wisata olahraga. Sumber daya hayati bahari sangat mendukung dalam pengembangan pariwisata bahari, seperti terumbu karang, ikan hias, padang lamun, hutan mangrove, dan berbagai keunikan dan keindahan bentang alam pesisir (pantai pasir putih, pantai bertebing terjal, pantai berbatu).

2. Pariwisata Bahari

Indonesia merupakan kawasan wisata bahari yang sangat potensial di Asia bahkan Dunia sehingga pariwisata bahari harus mendapat prioritas utama dalam pemanfaatan sumber daya kelautan.

23 of 29

Kerjakan Tugas 1.8

halaman 21, Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2

Bidang usaha pariwisata bahari meliputi daya tarik wisata, kawasan pariwisata, penyediaan akomodasi, penyelenggaraan kegiatan hiburan dan rekreasi, penyelenggaraan berbagai kegiatan (pertemuan, perjalanan, insentif, konferensi, dan pameran), jasa transportasi pariwisata, jasa perjalanan wisata, jasa makanan dan minuman, jasa informasi pariwisata, jasa konsultan pariwisata, jasa pramuwisata, wisata tirta, dan Spa.

24 of 29

Kerjakan Kegiatan 1.2 halaman 22 untuk mengetahui informasi dari berbagai sumber mengenai sebaran taman nasional laut di Indonesia.

Kegiatan

kemitraan usaha pariwisata bahari.

Program pengembangan industri pariwisata bahari di Indonesia

menyusun standar usaha wisata bahari;

meningkatkan pelayanan usaha wisata bahari;

meningkatkan iklim investasi wisata bahari;

sertifikasi usaha pariwisata bahari;

mengembangkan jalur dan titik labuh kapal wisata,

25 of 29

Kesimpulan

Kemukakanlah pertanyaan atau pendapat Anda tentang materi pembelajaran bab ini.

Posisi Strategis Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia

Letak, Luas, dan Batas Wilayah Indonesia

Karaktristik Wilayah Daratan dan Perairan Indonesia

Perkembangan Jalur Transportasi dan Perdagangan Internasional di Indonesia

Potensi dan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan Indonesia

Sumber Daya Perikanan

Pariwisata Bahari

26 of 29

Kuis

  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan poros maritim dunia.
  2. Bagaimana kondisi perbatasan teritorial Indonesia?
  3. Jelaskan potensi sumber daya kelautan apa saja yang terdapat di Indonesia sebagai upaya mendukung program Indonesia sebagai poros maritim dunia.
  4. Jelaskan penyebab belum optimalnya pengelolaan sumber daya kelautan di sektor perikanan.
  5. Jelaskan program pengembangan industri pariwisata bahari di Indonesia.

Kerjakan

Uji Kompetensi Bab 1 halaman 24-26,

buku Aktif dan Kreatif Belajar Geografi 2

27 of 29

Terima Kasih

Satu-satunya yang membuat Anda merasa aman di dunia adalah pengetahuan, pengalaman, dan kemampuan.

(Aristoteles)

28 of 29

Referensi

jakartagreater.com

Atlas Indonesia dan Dunia

www.indonesianterrace.com

www.alamendah.org

www.amazon.com

www.cdn.tmpo.co.id

misteraladin.com

www.pptbackgroundstemplates.com

29 of 29

Created By:

R. Irvan Noor