1 of 81

MATERI GEOGRAFI FASE F / KELAS XII

SEMESTER GANJIL / SMT 5 :

  1. Pengembangan Wilayah, Tata Ruang & Pengaruhnya Terhadap Kebahagiaan
  2. Pembangunan Wilayah, Revolusi Industri & Pengaruhnya Terhadap Ruang Muka Bumi & Kesejahteraan

SEMESTER GENAP / SMT 6 :

3. Dinamika Kerja Sama Antarnegara dan Pengaruhnya terhadap Ketahanan Wilayah Indonesia

2 of 81

Pengembangan Wilayah & TaTa Ruang

Geo Fase F / Kelas XII

Serta Pengaruhnya Terhadap Kebahagiaan

3 of 81

Pengembangan Wilayah, Tata Ruang & Pengaruhnya terhadap Kebahagiaan :

1. Pengertian & Jenis-jenis Wilayah

  1. Tujuan, Prinsip & Teori Pengembangan Wilayah
  2. Pendekatan & Arah Pengembangan Wilayah Nasional, Regional dan Lokal
  3. Elemen & Permasalahan Pengembangan Wilayah
  4. Pengembangan Desa & Kota
  5. Tata Ruang dan Dinamikanya dalam Pembangunan Wilayah
  6. Indeks Kebahagiaan sebagai Hasil Pembangunan Wilayah
  7. Pengaruh Pengembangan Wilayah & Tata Ruang thd Kebahagiaan Penduduk

4 of 81

Konsep Wilayah

Wilayah (region) : tempat/area/ bagian permukaan bumi yg memiliki karakteristik tertentu berbeda dengan area lainnya.

Perbedaan karakteristik tsb meliputi: kenampakan alam/fisik, sosial, budaya, wilayah administratif, dll.

5 of 81

Jenis-Jenis Wilayah

  1. Wilayah Formal (Uniform Region)

; suatu wilayah yg digolongkan berdasarkan

kesamaan tertentu (karakteristik yg sama).

Kriteria keseragaman / kesamaan :

    • Keseragaman fisik (topografi, iklim & vegetasi).
      • Wilayah dat. rendah, pegunungan, dll
      • Daerah iklim kutub, gurun, dll
      • Wilayah hutan hujan tropis, sabana, dll
    • Keseragaman Ekonomi
      • Wilayah pertanian, wilayah industri.
    • Keseragaman Sosial Budaya
      • Wilayah suku baduy, masyarakat samin,

6 of 81

Jenis-Jenis Wilayah

  1. Wilayah Formal (Uniform Region)

; suatu wilayah yg digolongkan berdasarkan

kesamaan tertentu (karakteristik yg sama).

Ciri-ciri wilayah formal :

    • Bersifat homogen dalam hal tertentu.
    • Bersifat statis.
    • Bersifat alamiah, biotik dan kultural.
    • Kegiatan penduduk relatif sama
    • Sulit berkembang dan berubah.
    • Lebih dahulu terbentuk sebelum

wilayah fungsional ada

7 of 81

Jenis-Jenis Wilayah

  1. Wilayah Formal (Uniform Region)
  2. Wilayah Fungsional (Nodal Region)

; wilayah geografis yg terbentuk akibat hubungan fungsional antar wilayah formal, dimana interdependensi dan batas wilayah tersebut terkontrol oleh sebuah titik pusat.

Proses : berawal dari titik, adanya akktifitas

manusia menjadi berkembang ke sekitarnya

Contoh :

    • Jabodetabek (Jakarta).
    • Gerbangkertosusilo (Surabaya)
    • Kedungsapur (Semarang)
    • Jalur Penerbangan Pesawat
    • Jalur perdagangan laut

8 of 81

Jenis-Jenis Wilayah

  1. Wilayah Formal (Uniform Region)
  2. Wilayah Fungsional (Nodal Region)

; wilayah geografis yg terbentuk akibat hubungan fungsional antar wilayah formal, dimana interdependensi dan batas wilayah tersebut terkontrol oleh sebuah titik pusat.

Ciri-ciri wilayah fungsional :

    • Bersifat hiterogen.
    • Dinamis.
    • Adanya titik pusat/sentralisasi.
    • Terbentuk dari aktifitas manusia.
    • Mempunyai tujuan (politik, eko, social).
    • Terbentuk setelah/ sekitar wil formal.

9 of 81

Jenis-Jenis Wilayah

  1. Wilayah Formal (Uniform Region)
  2. Wilayah Fungsional (Nodal Region)
  3. Wilayah Perencanaan (wil program)

Wilayah yg dibentuk karena adanya program perencanaan tertentu yg terwujud dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)

Planning region / programming region sebagai wilayah yg memperlihatkan kesatuan keputusan dalam bidang ekonomi. Contoh :

    • RTRW IKN Th 2022-2042 (Perpres no 64/2022)
    • Food Estate di Kalteng & Sumut) mengembangkan tanaman hortikultura.
    • Pengelolaan DAS (Daerah Aliran Sungai)

10 of 81

Jenis-Jenis Wilayah

  1. Wilayah Formal (Uniform Region)
  2. Wilayah Fungsional (Nodal Region)
  3. Wilayah Perencanaan (wil program)
  4. Wilayah Vernakular

; wilayah yg dilihat berdasarkan keberadaan wilayah tersebut dalam pikiran orang banyak (persepsi masyarakat).

Berperan penting dalam identitas budaya, tetapi tidak memiliki batas yg resmi/ jelas.

    • Bogor Kota Hujan,
    • Bandung Kota Kembang,
    • Pekalongan Kota Batik,
    • Jogja kota pelajar.

11 of 81

Konsep Perwilayahan

Perwilayahan (regionalisasi) : proses pengelompokan wilayah berdasarkan kriteria/ciri-ciri tertentu.

Caranya mengidentifikasi persamaan dan perbedaan karakteristiknya dengan wilayah lainnya.

Tujuan Perwilayahan (Regionalisasi)

  1. Menyederhanakan dan menguraikan informasi keragaman/gejala dimuka bumi.
  2. Untuk meratakan pembangunan
  3. Memudahkan koordinasi program pembangunan.
  4. Memantau perubahan yang terjadi.

12 of 81

Jenis-Jenis Perwilayahan

  1. PerwilayahanFormal (Perwilayahan Homogen)

; perwilayahan yg mengelompokan wilayah tertentu yg memiliki karakteristik sama (homogen).

Kriteria kesamaan/homogen : aspek fisik, sosial, budaya, ekonomi & administrasi.

Contoh :

    • Daerah Pegunungan di Jateng.
    • Daerah Pesisir di Jateng
    • Persebaran rawan konflik Indonesia
    • Persebaran Suku Jawa
    • Propinsi berpenduduk terbanyak.

Daerah Dataran Tinggi & Pegunungan Jawa Tengah

Wilayah Pesisir Jawa Tengah

13 of 81

Jenis-Jenis Perwilayahan

  1. PerwilayahanFormal (Perwilayahan Homogen)
  2. PerwilayahanFungsional (Perwil. Hiterogen)

; pengelompokan wilayah yg punya karakteristik berbeda atau heterogen & biasanya ditentukan oleh hubungan antara bagian-bagian wilayah dengan pusatnya.

Karakteristiknya heterogen, walaupun yg homogeny masih ada tetapi kecil.

Contoh :

    • Perwilayahan fungsional Gerbangkertosusilo.
    • Persebaran Suku Bangsa di Indonesia
    • Persebaran Kepadatan penduduk

14 of 81

Jenis-Jenis Perwilayahan

  1. PerwilayahanFormal (Perwilayahan Homogen)
  2. PerwilayahanFungsional (Perwil. Hiterogen)
  3. PerwilayahanPerencanaan (Perwil. Program)

; pengelompokkan wilayah-wilayah tertentu berdasarkan posisinya dalam suatu program pembangunan, sesuai RTRW dan program lainnya.

Contoh :

    • Pengembangan industri hijau (green industry) di Kalimantan Utara.
    • Pengembangan kawasan industry prioritas

15 of 81

Terima Kasih

  1. Membuat portofolio contoh wilayah formal & fungsional di kab/kota/prop tertentu
  2. Membuat protofolio contoh wilayah

funsional di daerah kalian (kab/propinsi)

Tugas Project materi ini (pilih salah satu) :

Next Vidio

Prinsip & Teori Pengembangan Wilayah

16 of 81

Konsep, Tujuan dan Prinsip Pengembangan Wilayah

Pengembangan Wilayah & TaTa Ruang

Geo Fase F / Kelas XII

17 of 81

Konsep Pengembangan Wilayah

; proses strategis untuk memajukan suatu wilayah dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan di berbagai bidang dengan memanfaatkan potensi yg dimilikinya.

Atau

setiap tindakan pemerintah yang akan dilakukan bersama-sama dengan para pelakunya dengan maksud untuk mencapai

suatu tujuan yang menguntungkan bagi wilayah itu sendiri maupun bagi kesatuan administrativ didalam wilayah Negara Republik Indonesia

18 of 81

Mengapa Pengembangan Wilayah itu penting … ?

Karena sangat bermanfaat bagi masyarakat ;

  • peningkatan kualitas hidup,
  • penciptaan lapangan kerja,
  • peningkatan pendapatan & kesejahteraan,
  • meningkatkan investasi & perekonomian lokal,
  • peningkatan aksesibilitas & konektivitas wilayah.
  • melalui peningkatan investasi,
  • penciptaan lapangan kerja,
  • perkembangan sektor-sektor ekonomi lokal.

Bagaimana Pengembangan Wilayah meningkatkan perekonomian local ?

19 of 81

Apa peran pemerintah dalam Pengembangan Wilayah ?

Sebagai kunci dalam pengembangan wilayah melalui kebijakan pembangunan yang progresif, pengelolaan dan pemanfaatan factor pendukungnya

20 of 81

Pengembangan wilayah merupakan bentuk hubungan yang tercipta antara 3 pilar

  1. SDA (Sumber daya alam),
  2. SDM (Sumber daya manusia),
  3. Teknologi

Faktor pendukung lainnya :

  1. Aksesibilitas
  2. Infrastruktur,
  3. Kebijakan pembangunan.

Sebagai kunci dalam pengembangan wilayah melalui kebijakan pembangunan yang progresif, pengelolaan dan pemanfaatan factor

pendukungnya

Apa peran pemerintah dalam Pengembangan Wilayah ?

Faktor Pengembangan Wilayah ?

PengembanganWilayah

SDA

SDM

Teknik

21 of 81

Tujuan Pengembangan Wilayah

  1. Mewujudkan pemerataan pembangunan

& pertumbuhan wilayah

  1. Menjaga stabilitas ekonomi nasional
  2. Mendorong efisiensi pertumbuhan wilayah
  3. Meningkatkan kualitas hidup masyarakat

& parsipasinya dalam pembangunan

  1. Mendorong distribusi penduduk
  2. Perlindungan lingkungan
  3. Merangksang perubahan structural & reformasi sosial pd masyarakat tertinggal

22 of 81

Prinsip Pengembangan Wilayah

  1. Pemerataan, pengembangan wilayah tidak hanya fokus pada wilayah internal tetapi juga sekitarnya.
  2. Kerjasama, memerlukan kerja sama multisektoral dan melibatkan antarwilayah
  3. Bersifat integral, yaitu integrasi dari daerah yg termasuk dalam wilayah pembangunan.
  4. Mekanisme pasar & kondisi ekonomi

harus baik

  1. Efisiensi & pertumbuhan berkelanjutan (growth center), menggunakan sumber daya sesuai kebutuhan & kondisi lingkungan dengan hasil yg optimal.

23 of 81

Teori Pengembangan Wilayah

1. Teori Kutub Pertumbuhan (Growth Pole Theory), Francois Perrox

1. Teori Tempat Sentral (Central Place

Theory), Walter Christaller

  1. Teori Lokasi Optimum (Alfreb Weber)
  2. Teori Sewa Tanah, Von Thunen

  • Teori Polarisasi (Gunnar Myrdal), Teori Sektoral (August Losch) & Teori Fredman

24 of 81

Terima Kasih

  1. Membuat infografis rencana pengembangan wilayah di kab/kota kalian !
  2. Membuat infografis rencana pengembangan wilayah di wilayah propinsi kalian !
  3. Buatlah portofolio pengembangan wilayah kepulauan kecil / dataran subur / pegunungan !

Tugas Project materi ini (pilih salah satu) :

Next Vidio

Teori Pengembangan Wilayah

25 of 81

Teori Pengembangan Wilayah

Pengembangan Wilayah & TaTa Ruang

Geo Fase F / Kelas XII

26 of 81

Teori Pengembangan Wilayah

  1. Teori Kutub Pertumbuhan (Growth Pole Theory), Francois Perrox

  • Teori Tempat Sentral (Central Place

Theory), Walter Christaller

  1. Teori Lokasi Optimum (Alfreb Weber)
  2. Teori Sewa Tanah, Von Thunen

  • Teori Polarisasi (Gunnar Myrdal), Teori Sektoral (August Losch) & Teori Fredman

27 of 81

1. Teori KutubPertumbuhan(Growth Pole Theory), Francois Perrox, 1955.

“pertumbuhan (ekonomi) tidak terjadi di sembarang tempat dan juga tidak terjadi secara serentak; tetapi terjadi pada titik-titik atau kutub-kutub perkembangan, dengan intensitas yang berubah-ubah;”.

Dasar teori Perrox; mengamati perkem- bangan industry

Perkembangan selanjutnya industry menyebar ke berbagai tempat dengan efek yg berragam

Core Industry Linked Industry

Secondary Industry Linked Industry

GrowthPole

Secondary GrowthPole

28 of 81

Core Industry Secondary Industry

Linked Industry Linked Industry

GrowthPole

Secondary GrowthPole

Industri yg bagaimana bisa menjadi

pusat pertumbuhan ?

  • Tingkat konsentrasi /aglomerasi tinggi
  • Multiplier effect (bisa mendorong tumbuhnya industri baru)
  • Professional dan teknologi modern
  • Infrastruktur lengkap
  • Lokasi & topografi mendukung.

Selain industry, ada kegiatan ekonomi

lain yg bisa menjadi kutub pertumbuhan.

Bagaimana syarat menjadi kutub pertumbuhan ?

29 of 81

Syarat munculnya kutub pertumbuhan :

  1. Terdapat banyak kegiatan ekonomi

yg saling bergantung

  1. Multiplier effect; keg ekonomi yg melahirkan keg ekonomi lain
  2. Potensi SDA/SDM tinggi.
  3. Mampu mendorong daerah sekitar.

Core Industry Secondary Industry

Linked Industry Linked Industry

GrowthPole

Secondary GrowthPole

Kilang minyak Plaju, Palembang

30 of 81

Syarat munculnya kutub pertumbuhan :

Core Industry Secondary Industry

Linked Industry Linked Industry

GrowthPole

Secondary GrowthPol

e

  1. Terdapat banyak kegiatan ekonomi

yg saling bergantung

  1. Multiplier effect; keg ekonomi yg melahirkan keg ekonomi lain
  2. Potensi SDA/SDM tinggi.
  3. Mampu mendorong daerah sekitar.

Contoh kegiatan ekonomi pemicu kutub pertumbuhan :

    • Industri
    • Pasar tradisional
    • Pasar swalayan
    • Pusat bisnis /perdagangan
    • Kota/kawasan Kota

31 of 81

Dampak Teori Kutub Pertumbuhan :

Dampak Positip

Backwash effect; perpindahan wilayah pinggiran

ke kutub pertumbuhan. Meliputi :

Trickle down effect yaitu pusat pertumbuhan akan menyebar ke wilayah sekitar :.

Dampak Negatif

  • Meningkatkan investasi wilayah sekitar.
  • Pendapatan & kesejahteraan meningkat.
  • Produksi barang dan jasa terus bertambah.
  • Infrastruktur meningkat, IPTEK, dll.

infrastruktur

IPTEK

pendapatan

Barang jasa

investasi

  • Penduduk/tenaga kerja (urbanisasi)
  • Modal & sumber daya pindah ke kota
  • Daerah pinggiran tdk mampu berkembang.

SDA

Pangan

Tenaga kerja

Modal

Urbanisasi

32 of 81

2. Teori Tempat Sentral (Cebtral Place Theory), Walter Christaller, 1933.

Tempat sentral : suatu lokasi (titik simpul) yg dapat melayani kebutuhan masyarakat sampai pada wilayah tertentu yang berbentuk hexagonal/segienam.

Bentuk hexagonal supaya mampu

memberi pelayanan maksimal.

Contoh :

  • Ibukota negara/prop/kab/kec
  • Kota-kota besar
  • Daerah SDA Tambang
  • Industri / pabrik
  • CBD dan Pasar
  • Rumah sakit, dll.

33 of 81

Asumsi Teori Tempat Sentral

Setiap CPT bisa bertahan bila:

  1. Range (jangkauan); adanya jarak

maksimum seseorang di dalam berbelanja.

  1. Threshold population; jumlah minimal penduduk yg menunjang keseimbangan & kelancaran suplai barang.

Syarat berlakunya teori tempat sentral :

  1. Topografinya datar & penduduk tersebar merata.
  2. Tingkat pendapatan dan selera sama.
  3. Tiap orang berbelanja di tempat terdekat
  4. Sistem pasarnya persaingan sempurna

Dasar Teori Tempat Sentral

34 of 81

Prinsip / Model Teori Tempat Sentral

1. K-3 (Hierarki 3) ; prinsip pasar optimum

prinsip di mana satu pusat (kota), di samping melayani wilayahnya sendiri juga melayani 1/3 dari wilayah sekitarnya.

Disebut “ prinsip pasar optimum” karena belum/tdk adanya jalan untuk transportasi.

=

=

=

1 + ( 1/3 x 6 )

1 + 2

3

1

1/3

1/3

1/3

1/3

1/3

1/3

1/3

1/3

35 of 81

Prinsip / Model Teori Tempat Sentral

  1. K-3 (Hierarki 3) ; prinsip pasar optimum
  2. K-4 (Hierarki 4) ; p. transportasi optimum

prinsip di mana satu pusat (kota), di samping melayani wilayahnya sendiri juga melayani 1/2 dari wilayah sekitarnya.

Disebut “ prinsip lalu lintas optimum” karena jalan yg baik akan melewati tengah wilayah, shg wilayah tetangga terlayani setengahnya.

=

=

=

1 + ( 1/2 x 6 )

1 + 3

4

1

1/2

1/2

1/2

1/2

1/2

1/2

36 of 81

Prinsip / Model Teori Tempat Sentral

  1. K-3 (Hierarki 3) ; prinsip pasar optimum
  2. K-4 (Hierarki 4) ; p. transportasi optimum
  3. K-7 (Hierarki 7) ; p. pemerintahan optimum

prinsip di mana satu pusat (kota), di samping melayani wilayahnya sendiri juga melayani seluruh wilayah tetangganya

Disebut “ prinsip administrasi optimum” karena pemerintahan harus melayani seluruh wilayah yg ada di bawahnya/sekitarnya

=

=

=

1 + ( 1 x 6 )

1 + 6

1

1

1

1

1

1

1

7

37 of 81

Terima Kasih

Tugas Project materi ini (pilih salah satu) :

  1. Membuat poster teori pusat perktumbuhan di kertas A3

dengan keterangannya !

  1. Membuat poster teori tempat sentral dengan keterangannya !
  2. Buatlah portofolio analisis ke-2 teori tersebut di Indonesia !

Next Vidio

Teori Pengembangan Wilayah (bag ke 2)

38 of 81

Teori Pengembangan Wilayah

Bag. 2

Pengembangan Wilayah & TaTa Ruang

Geo Fase F / Kelas XII

39 of 81

Teori Pengembangan Wilayah

  1. Teori Kutub Pertumbuhan (Growth Pole Theory), Francois Perrox

  • Teori Tempat Sentral (Central Place

Theory), Walter Christaller

  1. Teori Lokasi Optimum (Alfreb Weber)
  2. Teori Sewa Tanah, Von Thunen

  • Teori Polarisasi (Gunnar Myrdal), Teori Sektoral (August Losch) & Teori Fredman

40 of 81

3. Teori Lokasi Industri (Theory of Industrial Location), Weber, 1909.

  • Landasan berpikirnya : pemilihan lokasi industri didasarkan atas prinsip biaya minimum.
  • “Lokasi setiap industri tergantung pada total biaya transportasi dan tenaga kerja, di mana penjumlahan keduanya harus minimum”, maka di tempat itulah lokasi industry yg paling menguntungkan.
  1. Biaya Transportasi
  2. Upah tenaga kerja
  3. Kekuatan aglomerasi

Faktor Regional Faktor aglomerasi

Faktor penentu lokasi industry

41 of 81

Lokasi industry ditentukan menurut Indeks material atau perbandingan berat bahan baku dengan berat produk akhir.

Ada 3 skema lokasi industry :

  1. Lokasi P1 di dekat pasar, jika indeks < 1, bahan baku lebih ringan dari barang jadi, disebut industri weight gaining (makanan, minuman, perhiasan, cinderamata, mobil, dll)
  2. Lokasi P2 di dekat bahan baku, jika indeks > 1, bahan baku lebih berat dari barang jadi, disebut industri weight losing (marmer, gula, kertas, besi dan baja).
  3. Lokasi P3 di tengah, jika indeks = 1, bahan baku relative sama beratnya dengan barang jadi.

M = pasar

R = bahan baku P = lokasi industri

42 of 81

Asumsi Teori Weber

  1. Wilayah industri homogen (topografi, iklim dan penduduk)
  2. SDA/bahan baku cukup & tdk merata.
  3. Upah buruh aturannya baku (UMR).
  4. Hanya ada satu jenis alat transportasi.
  5. Biaya angkut ditentukan berdasarkan

beban dan jarak angkut.

  1. Terdapat kompetisi antar industri.
  2. Manusia yang ada di daerah tersebut

masih berpikir rasional

43 of 81

4. Teori Lokasi Pertanian/Sewatanah, Von Thunen, 1826.

  • Bahwa nilai sewa lahan pertanian ditentukan oleh jaraknya terhadap pusat kota atau pasar.
  • Tingkat sewa lahan adalah paling mahal di pusat kota/pasar & makin rendah bila makin jauh dari pasar.

Dasar teori sewa tanah :

  1. Lokasi lahan pertanian yang jauh akan mengharuskan petani menempuh jarak yang jauh untuk menjual hasil panen.
  2. Nilai sewa lahan pertanian bergantung pada jarak lahan dengan pusat kota.
  3. Produsen tersebar pada daerah yg luas,

tetapi konsumen mengumpul pada kota.

44 of 81

Kurva hubungan jarak dengan biaya transport & lokasi sewa tanah

45 of 81

Asumsi Teori Von Thunen

.

penggunaan lahan pertanian terbentuk sebagai lingkaran konsentris dengan pusatpasar sentral yg menerima semua hasil produksi wilayah sekitar

  1. Terdapat wilayah terisolasi
  2. Lahan pertanian homogen
  3. Biaya transportasi & jarak yang ditempuh berbanding lurus
  4. Hasil panen hanya boleh dijual di pasar
  5. Hanya ada satu moda transportasi darat (kuda dan kereta).
  6. Pola pikir petani rasional & ekonomis.

46 of 81

5. Teori Polarisasi, Gunnar Myrdal (1898-1987) dari Swedia

  • Ketika suatu wilayah tertentu mulai tumbuh/berkembang, maka akan menjadi daya tarik masuknya tenaga kerja (manusia), barang perdagangan dan modal.
  • Dan jika terus berkembang dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi (polarization of economic growth).
  • Contoh; konsep kota dan desa. bahwa kota (inti perekonomian) sebagai pusat pertumbuhan yang menjadi daya tarik bagi orang- orang desa.

47 of 81

Dampak Teori Polarisasi

  • Spread Effect (dampak positif);
    • Yaitu efek penyebaran pembangunan dari suatu pusat pertumbuhan ke wilayah sekitarnya (Jakarta menjadi Jabodetabek).
    • Aliran penduduk, modal, barang & jasa dari pusat ke wilayah terbelakang
    • Meningkatnya permintaan kota akan hasil pertanian, kerajinan dan home industry, dll.
  • Backwash Effect (dampak negatif);
    • Aliran perpindahan tenaga kerja, barang dan modal dari desa/pinggirian ke kota.
    • wilayah pinggiran menjadi semakin buruk & tertinggal karena seluruh sumber daya berpindah ke pusat pertumbuhan.

48 of 81

6. Teori Sektoral, (Teori Lokasi Market Area), August Losch, 1954

  • Variable utama lokasi industri adalah

permintaan atau pasar (market).

  • Lokasi industri yg paling menguntungkan adalah di pasar atau mendekati pasar.
  • Tujuannya untuk mengurangi biaya transportasi dan untuk menemukan pola lokasi industri, sehingga ditemukan keseimbangan spasial antar lokasi.

Pengembangan dari teori tempat central (Walter Christaller

49 of 81

7. Teori Agropolitan, Friedman & Douglass (1978)

Agropolitan ; pengembangan wilayah yang memadukan pembangunan pertanian sebagai aktivitas ekonomi pedesaan dengan sektor industri.

  • Perlunya penyebaran fasilitas secara merata untuk mengurangi ketimpangan wilayah desa dan kota (pengembangan Teori Myrdal)
  • Pembangunan fasilitas yang setara dengan kota untuk kesejahteraan masyarakat desa, bidang pelayanan kegiatan ekonomi, sosial budaya, dll
  • Pusat pelayanan ini memberikan keuntungan bagi petani karena dapat meminimalkan biaya produksi dan biaya pemasaran.

50 of 81

Terima Kasih

  1. Membuat infografis skema lokasi industri menurut Weber !
  2. Membuat infografis skema/gambar teori polarisasi dan dampaknya !
  3. Buatlah portofolio tentang 5 teori lokasi !

Tugas Project materi ini (pilih salah satu) :

Next Vidio

Pendekatan & Arah Pengembangan Wilayah

51 of 81

Pendekatan & Arah Pengembangan Wilayah

Pengembangan Wilayah & TaTa Ruang

Geo Fase F / Kelas XII

Pusat Pertumbuhan & Wilayah Pembangunan di Indonesia

52 of 81

Pendekatan Pengembangan Wilayah

1. Pendekatan Spasial

; pengembangan wilayah yg menekankan pada aspek lokasi atau letak suatu daerah yg khas & berbeda dengan daerah lainnya.

Unsur pendekatan spasial ;

Data BPS th 2022 terdiri dari :

  • 38 propinsi
  • 416 kabupaten & 98 kota
  • 7.281 kecamatan

- 83.794 desa

Luasnya 1.910.931,32 km² (kemendagri) Terdiri 18.110 pulau (LAPAN & LIPI)

No. 14 di dunia, 5 di Asia , 1 di ASEAN

a. Struktur keruangan.

sistem pelayanan kegiatan dan jaringan infrastruktur yg dikembangkan untuk mengintegrasikan wilayah & melayani fungsi kegiatan dalam suatu wilayah

  • Kota Malang memiliki layanan kegiatan yg cukup lengkap (pendidikan, kesehatan, rekreatif, dll)
  • Pelayanan kegiatan desa-desa di Kalimantan

banyak memanfaatkan aliran sungai.

53 of 81

Pendekatan Pengembangan Wilayah

  1. Pendekatan Spasial

; pengembangan wilayah yg menekankan pada aspek lokasi atau letak suatu daerah yg khas & berbeda dengan daerah lainnya.

Unsur pendekatan spasial ;

    • Struktur keruangan
    • Pemanfaatan Lahan

upaya pengoperasian / pengolahan lahan kosong menjadi tempat yang punya nilai guna bagi masyarakat di wilayah terkait.

Contoh;

      • Lahan kosong untuk taman & penghijauan
      • lahan pertanian untuk pembangunan perumahan, pertokoan, dll.

54 of 81

Pendekatan Pengembangan Wilayah

  1. Pendekatan Spasial

; pengembangan wilayah yg menekankan pada aspek lokasi atau letak suatu daerah yg khas & berbeda dengan daerah lainnya.

Unsur pendekatan spasial ;

    • Struktur keruangan
    • Pemanfaatan Lahan

b. Keterkaitan antar wilayah

Jalinan infrastruktur (jalan, komunikasi, listrik, dll) suatu wilayah dengan wilayah sekitarnya.

Contoh;

  • Jaringan jalan raya & jalan tol di Indonesia
  • Kota M sudah terhubunga jalan dengan seluruh kota sekitarnya.

55 of 81

Pendekatan Pengembangan Wilayah

  1. Pendekatan Spasial
  2. Pendekatan Sektoral

; pengembangan wilayah melalui pengelompokan aktivitas ekonomi di suatu wilayah ke dalam beberapa sektor di antaranya primer, sekunder, dan tersier.

    • Sektor primer; aktifitas pokok masyarakat spt pertanian, perkebunan, perikanan, dll.
    • Sektor sekunder; kebutuhan sekunder (perumahan, industri pakaian, dll)
    • Sektor tersier; jasa perdagangan, pendidikan,

dan kesehatan.

56 of 81

Pendekatan Pengembangan Wilayah

  1. Pendekatan Spasial
  2. Pendekatan Sektoral

; pengembangan wilayah melalui pengelompokan aktivitas ekonomi di suatu wilayah ke dalam beberapa sektor di antaranya primer, sekunder, dan tersier.

Selanjutnya suatu wilayah dianalisis sector mana yg paling berpotensi. Dengan pertanyaan :

    • Sektor apa yg memiliki nilai keunggulan kompetitif dalam pasar global?
    • Sektor apa yg bersifat basis dan nonbasis?
    • Sektor apa yg memiliki nilai tambah yang tinggi?
    • Sektor apa yg banyak menyerap tenaga kerja?

57 of 81

Arah Pengembangan Wilayah

1. Pengembangan potensi ekonomi

dilakukan melalui pemberdayaan pusat- pusat pertumbuhan sesuai dengan potensi unggulan yg terdapat di setiap wilayah

58 of 81

Arah Pengembangan Wilayah

  1. Pengembangan potensi ekonomi
  2. Pembangunan konektivitas antarwilayah dilakukan dengan memperluas pertumbuhan ekonomi dari pusat-pusat pertumbuhan ke wilayah penyangga di sekitarnya (hinterland).

59 of 81

Arah Pengembangan Wilayah

  1. Pengembangan potensi ekonomi
  2. Pembangunan konektivitas antarwilayah
  3. Optimalisasi SDM dan IPTEK

dilakukan melalui pemberdayaan tenaga kerja untuk meningkatkan kompetensi sesuai dengan kebutuhan industri di masing masing pusat pertumbuhan

60 of 81

Arah Pengembangan Wilayah

  1. Pengembangan potensi ekonomi
  2. Pembangunan konektivitas antarwilayah
  3. Optimalisasi SDM dan IPTEK
  4. Peninjauan regulasi & kebijakan

dilakukan melalui serangkaian proses evaluasi & perubahan regulasi yg dinilai menghambat pertumbuhan ekonomi.

Tujuannya untuk mempercepat pertumbuhan wilayah.

61 of 81

Arah Pengembangan Wilayah

  1. Pengembangan potensi ekonomi
  2. Pembangunan konektivitas antarwilayah
  3. Optimalisasi SDM dan IPTEK
  4. Peninjauan regulasi & kebijakan
  5. Peningkatan iklim usaha & investasi dilakukan dengan penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di kawasan strategis dengan melimpahkan

kewenangan perizinan dari kepala daerah kepada Kepala PTSP.

62 of 81

Pusat Pertumbuhan dan Wilayah Pembangunan di Indonesia

Pusat pertumbuhan (growth pole); wilayah/ kawasan yg pertumbuhan pembangunannya sangat pesat jika dibandingkan dengan wilayah lainnya sehingga dijadikan sebagai pusat pembangunan agar dapat mempengaruhi pertumbuhan & perkembangan wilayah sekitarnya.

Faktor-faktor penentu pusat pertumbuhan :

  1. Sumber Daya Alam (SDA)
  2. Sumber Daya Manusia (SDM)
  3. Sarana prasarana yang ada.
  4. Lokasi (site dan situasi)

Site ; kondisi internal suatu daerah (bentuk wilayah,

kondisi iklim, tata air, dll)

Situasi ; daya jangkau suatu wilayah untuk memberikan pelayanan terhadap wilayah sekitarnya. Contoh : Jakarta memberikan daya jangkau untuk BODETABEK.

63 of 81

Pembagian Wilayah Pembangunan di Indonesia

  1. Wilayah Pembagunan Utama A, Pusat pertumbuhannya di Medan.
    • Wilayah Pembangunan I : NAD & Sumut. Pusatnya di Medan
    • Wilayah Pembangunan II : Sumbar, Riau & Kepri. Pusatnya : Pekanbaru

A

I

II

64 of 81

Pembagian Wilayah Pembangunan di Indonesia

  1. Wilayah Pembagunan Utama B, Pusat pertumbuhannya di Jakarta.
    • Wilayah Pemb. III : Jambi, Bengkulu, Sulsel, Babel. Pusatnya Palembang.
    • Wilayah Pemb. IV : Lampung, Banten, DKJ, Jabar, Jateng & DIY. Pusatnya ; Jakarta.
    • Wilayah Pemb. V : Kalimantan barat. Pusatnya : Pontianak.

A

I

B

V

II

III

IV

65 of 81

Pembagian Wilayah Pembangunan di Indonesia

3. Wilayah Pembagunan Utama C, Pusat pertumbuhannya di Surabaya.

: Jatim dan Bali. Pusatnya Surabaya.

  • Wilayah Pemb. VI
  • Wilayah Pemb. VII : Kalteng, Kalsel, kaltim & Kaltara. Pusat ; Samarinda & Balikpapan.

A

I

II

B

III

V

IV

C

VI

VII

66 of 81

Pembagian Wilayah Pembangunan di Indonesia

4. Wilayah Pembagunan Utama D, Pusat pertumbuhannya di Makasar.

  • Wilayah Pemb. VIII : NTB, NTT, Sulbar, Sulsel & Sultra. Pusatnya Makasar.
  • Wilayah Pemb. IX : Sulteng, Gorontalo & SUlut. Pusat ; Manado.
  • Wilayahh Pemb. X : Mal-ut, Maluku, Pabar, Papua Barda, Pa-teng, Pa-sel, Pa-peg, Papua. Pusatnya; Sorong

A

I

II

B

III

V

IV

C

VI

VII

D

VIII

IX

X

67 of 81

Terima Kasih

  1. Membuat peta wilayah pembangunan & pusat pertumbuhan di

Indonesia pada kertas A3 !

  1. Buatlah portofolio tentang pendekatan dan arah pengembangan wilayah Indonesia !

Tugas Project materi ini (pilih salah satu) :

Next Vidio

Elemen & Permasalahan Pengembangan Wilayah

68 of 81

Elemen dan Permasalahan

Pengembangan Wilayah

Pengembangan Wilayah & TaTa Ruang

Geo Fase F / Kelas XII

69 of 81

Elemen Pengembangan Wilayah

1. Sumber Daya Alam (SDA)

; segala sesuatu yang berasal dari alam yg dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan manusia.

Contoh : Pertambahan, kelautan, pertanian, perikanan, perkebunan, kehutanan, dll.

Wilayah yg kaya akan SDA memiliki potensi besar untuk di kembangkan menjadi pusat pertumbuhan.

70 of 81

Elemen Pengembangan Wilayah

  1. Sumber Daya Alam (SDA)
  2. Sumber Daya Manusia (SDM)

suatu potensi/ kemampuan fisik dan daya pikir yang dimiliki oleh setiap orang untuk mewujudkan keinginannya (memenuhi kepuasannya).

Faktor yg mempengaruhi kualitas SDM;

    • Tingkat pendidikan
    • Tingkat pendapatan
    • Tingkat kesehatan.

Elemen pengembangan wilayah SDM adalah yg kualitasnya tinggi dan kuantitasnya banyak/cukup, akan mendukung pusat pertumbuhan.

71 of 81

Elemen Pengembangan Wilayah

  1. Sumber Daya Alam (SDA)
  2. Sumber Daya Manusia (SDM)
  3. Teknologi

; system pengetahuan yg menghasilkan alat/metode/barang (seperti mesin) dengan tujuan memudahkan aktifitas manusia serta menimbulkan dampak yg besar bagi kehidupan manusia.

Contoh : televise, smartphone, kereta cepat, traktor, pembelajaran luring, dll.

Penggunaan teknologi yg tepat akan mendorong optimalisasi & efisiensi dalam kegiatan pembangunan.

72 of 81

Elemen Pengembangan Wilayah

  1. Sumber Daya Alam (SDA)
  2. Sumber Daya Manusia (SDM)
  3. Teknologi
  4. Aksesabilitas

; tingkat kemudahan suatu wilayah untuk di akses/dijangkau dengan menggunakan sarana/prasarana yang ada.

Meliputi jaringan jalan, rel kereta api, penerbangan, pelayaran, kemunikasi, internet, topografi, kondisi medan, dll.

73 of 81

Elemen Pengembangan Wilayah

  1. Sumber Daya Alam (SDA)
  2. Sumber Daya Manusia (SDM)
  3. Teknologi
  4. Aksesabilitas
  5. Infrastruktur/prasarana

seluruh struktur dan juga fasilitas dasar, baik itu fisik maupun sosial seperti bangunan, pasokan listrik, irigasi, jalan, jembatan dan bangunan lainnya yg dibutuhkan untuk operasional aktivitas pengembangan wilayah.

74 of 81

Elemen Pengembangan Wilayah

  1. Sumber Daya Alam (SDA)
  2. Sumber Daya Manusia (SDM)
  3. Teknologi
  4. Aksesabilitas
  5. Infrastruktur/prasarana
  6. Kebijakan pembangunan

rangkaian strategi & tindakan yg diambil oleh pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yg berkelanjutan, mengurangi tingkat kemiskinan, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

75 of 81

Permasalahan Pengembangan Wilayah

  1. Persebaran sumber daya tidak merata

Faktor penyebabnya :

    • faktor geografis spt bentuk kepulauan dan topografi yg kompleks.
    • faktor geologis; berada di pertemuan lempeng aktif dunia, (Eurasia, Pasifik, dan Indo-Australia) yg membentuk mineral tambang di pertemuan lempeng., sedangkan di tempat lain tidak ada.
    • faktor iklim; memiliki iklim tropis sehingga kaya flora dan fauna.

76 of 81

Permasalahan Pengembangan Wilayah

  1. Persebaran sumber daya tidak merata
  2. Pembangunan wilayah yg tidak seimbang

tercermin dari ;

    • pertumbuhan wilayah yang masif di kota- kota besar di Jawa & Bali, sedangkan pertumbuhan kota-kota menengah-kecil, terutama di luar Pulau Jawa, masih berlangsung lambat
    • Perkembangan infrastruktur di kawasan

perkotaan dengan pedasaan sangat timpang

77 of 81

Permasalahan Pengembangan Wilayah

  1. Persebaran sumber daya tidak merata
  2. Pembangunan wilayah yg tidak seimbang
  3. Akses fasilitas antar wilayah kurang merata
    • Ketimpangan pembangunan infrastruktur antar daerah
    • Ketimpangan pelayanan
    • Perbedaan perkembangan kemajuan

78 of 81

Permasalahan Pengembangan Wilayah

  1. Persebaran sumber daya tidak merata
  2. Pembangunan wilayah yg tidak seimbang
  3. Akses fasilitas antar wilayah kurang merata
  4. Keterbatasan di wilayah tertinggal

Masyarakat di wilayah tertinggal umumnya cenderung kesulitan memperoleh akses informasi, pelayanan sosial, ekonomi, dan juga politik

79 of 81

Permasalahan Pengembangan Wilayah

  1. Persebaran sumber daya tidak merata
  2. Pembangunan wilayah yg tidak seimbang
  3. Akses fasilitas antar wilayah kurang merata
  4. Keterbatasan di wilayah tertinggal
  5. Kerusakan lingkungan dan krisis SDA
    • Keinginan untuk mengeruk SDA secara besar-besaran
    • Adanya praktik pembangunan yg kurang memperhatikan aspek keberlanjutan (sustainability), daya dukung lingkungan, dan kerentanan bencana di suatu wilayah.

80 of 81

Cara mengatasi permasalahan Pengembangan Wilayah

  1. Percepatan pembangunan di wilayah strategis
  2. Memprioritaskan pengembangan wilayah terpencil & tertinggal
  3. Pengembangan jaringan sarana prasarana antar wilayah
  4. Menekan kesenjangan antarwilayah
  5. Meningkatkan peluang interaksi ekonomi desa-kota
  6. Mengembangkan sector agroindustry padat pekerja untuk pedesaan
  7. Mengoptimalkan kebijakan tata ruang wilayah

- Untuk mendorong pertumbuhan

wilayah-wilayah sekitarnya.

- Mempercepat investasi wil. sekitar

- Merangsang produk unggulan daerah

sekitar

81 of 81

Terima Kasih

  1. Membuat portofolio tentang elemen pengembangan wilayah !
  2. Membuat portofolio tentang permasalahan di dalm pengembangan wilayah dan cara mengatasinya !

Tugas Project materi ini (pilih salah satu) :

Next Vidio

Pengembangan Desa & Kota