PEMBELAJARAN MENDALAM:�PERENCANAAN PEMBELAJARAN
MODUL 5
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
01
02
03
04
Pengantar Perencanaan Pembelajaran (1JP)
Studi Kasus dan Analisis Perencanaan Pembelajaran (2JP)
Menyusun Perencanaan Pembelajaran (4JP)
Refleksi Akhir (1JP)
IN SERVICE TRAINING 1
Kegiatan:
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Tujuan Sesi Modul 5 Pembelajaran Mendalam: Perencanaan Pembelajaran
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Melalui modul ini, secara khusus peserta pelatihan akan dibimbing dalam:
Kegiatan Pelatihan 1:
Pengantar Perencanaan Pembelajaran
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Alokasi Waktu: 1JP (45 menit)
Tujuan aktivitas: Menggali pengalaman peserta dalam merancang pembelajaran.
Instruksi:
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Sebelum memulai materi ini, luangkan waktu sejenak untuk merefleksikan pengalaman mengajar yang biasa kita lakukan.
Pertanyaan Reflektif
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Berbagilah dalam diskusi kelas agar dapat memastikan bahwa kita menyadari pentingnya perencanaan yang matang dalam menciptakan pembelajaran yang lebih mendalam dan bermakna bagi peserta didik!
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Kegiatan Pelatihan 2:
Studi Kasus dan Analisis Perencanaan Pembelajaran
Tujuan Aktivitas: Mengidentifikasi prinsip perencanaan pembelajaran mendalam.
Alokasi Waktu: 2 JP (90 menit)
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
(Kerja Kelompok)
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Berdasarkan contoh yang telah dianalisis, Bagaimana perencanaan pembelajaran dalam PM? Adakah perbedaan dengan perencanaan pembelajaran yang biasa digunakan/ dibuat guru dalam pembelajaran?
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Implementasi Pembelajaran Mendalam
Berikut adalah tiga tahapan yang dilakukan dalam implementasi Pembelajaran Mendalam:
Perencanaan PM melalui refleksi guru terhadap diri sendiri, karakteristik murid, materi pelajaran, sumber daya dan mitra pembelajaran
2. Pelaksanaan
Pelaksanaan pembelajaran dengan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi
3. Asesmen
Asesmen tidak hanya berfokus pada penguasaan teori, tetapi juga pada pemahaman konseptual yang mendalam, keterampilan berpikir kritis, serta penerapan dalam kehidupan nyata
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Identifikasi
Komponen Minimum Perencanaan pembelajaran
Dimensi Profil Lulusan: Pilihlah dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran
Desain Pembelajaran
Tujuan Pembelajaran : Tuliskan tujuan pembelajaran yang mencakup kompetensi dan konten pada ruang lingkup materi dengan menggunakan kata kerja operasional yang relevan.
Praktik Pedagogis: Tuliskan Model/Strategi/Metode pembelajaran yang dipilih untuk mencapai tujuan belajar, seperti pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran inkuiri, pembelajaran kontekstual, dan sebagainya.
Pemanfaatan Digital (opsional): Tuliskan pemanfaatan teknologi digital untuk menciptakan pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan kontekstual. Contoh: video pembelajaran, platform pembelajaran, perpustakaan digital, forum diskusi daring, aplikasi penilaian, dan sebagainya.
Kemitraan Pembelajaran (opsional): Tuliskan kegiatan kemitraan atau kolaborasi dalam dan/atau luar lingkup sekolah, seperti kemitraan antar guru lintas mata pelajaran, antar murid lintas kelas, antar guru lintas sekolah, orang tua, komunitas, tokoh masyarakat, dunia usaha dan dunia industri kerja, institusi, atau mitra profesional.
Lingkungan Pembelajaran: Tuliskan lingkungan pembelajaran yang ingin dikembangkan dalam budaya belajar, ruang fisik dan/atau ruang virtual. Budaya belajar dikembangkan agar tercipta iklim belajar yang aman, nyaman, dan saling memuliakan. Contoh: memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapatnya dalam ruang kelas dan forum diskusi pada platform daring (ruang virtual bersifat opsional).
Bahan Bacaan Modul 5 Pembelajaran Mendalam: Perencanaan Pembelajaran
Pengalaman Belajar
Langkah-Langkah Pembelajaran
Pada tahap ini, peserta didik aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi dalam suasana yang saling memuliakan. Guru menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar dapat dilaksanakan dalam beberapa kali pertemuan.
Memahami (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan: berkesadaran, bermakna, dan/atau menggembirakan)
Tuliskan kegiatan pembelajaran yang memfasilitasi peserta didik untuk terlibat aktif mengonstruksi pengetahuan agar dapat memahami secara mendalam konsep atau materi dari berbagai sumber dan konteks. Pengetahuan pada fase ini terdiri dari pengetahuan esensial, pengetahuan aplikatif, dan pengetahuan nilai dan karakter.
Mengaplikasi (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan: berkesadaran, bermakna, dan/atau menggembirakan)
Tuliskan kegiatan yang mengondisikan pengalaman belajar yang menunjukan aktivitas peserta didik mengaplikasi pemahaman secara kontekstual atau kehidupan nyata (hidup, kehidupan, dan/atau penghidupan). Proses mengaplikasi ini merupakan bagian dari pendalaman pengetahuan untuk menghasilkan pengembangan kompetensi.
Merefleksi (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan: berkesadaran, bermakna, dan/atau menggembirakan)
Tuliskan kegiatan yang mampu memfasilitasi peserta didik:
Asesmen Pembelajaran
Tuliskan teknik dan instrumen penilaian yang digunakan pada awal, proses, dan akhir pembelajaran. Asesmen dalam pembelajaran mendalam dilaksanakan melalui asesmen sebagai pembelajaran (assessment as learning) yang menekankan pada penilaian diri dan penilaian sejawat , asesmen untuk pembelajaran (assessment for learning) yang menekankan pada umpan balik, dan asesmen hasil pembelajaran (assessment of learning) yang menekankan pada pencapaian dan tindak lanjut dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik. Contoh: Penilaian Sejawat, Penilaian Diri, Penilaian Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Penilaian Berbasis Kelas, Penilaian Kinerja, Tes tertulis, Tes lisan, dan sebagainya.
Bahan Bacaan Modul 5 Pembelajaran Mendalam: Perencanaan Pembelajaran
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Kegiatan Pelatihan 3: Menyusun Perencanaan Pembelajaran
Tujuan Aktivitas:
Alokasi Waktu: 4 JP (180 menit)
Aktivitas Pembelajaran:
Perencanaan Pembelajaran Mendalam
1
Identifikasi
2
Desain Pembelajaran
4
Asesmen
3
Pengalaman Belajar
Bahan Bacaan Modul 5 Pembelajaran Mendalam: Perencanaan Pembelajaran
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Perencanaan Pembelajaran Mendalam
Identifikasi
1
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Mengidentifikasi Kesiapan Murid
1. Analisis Pengetahuan Awal
Guru dapat menggunakan pre-test, diskusi awal, pertanyaan pemantik, dll. untuk mengetahui pemahaman awal murid terhadap
konsep yang akan dipelajari lalu gunakan hasilnya untuk mengidentifikasi kesenjangan pemahaman yang mungkin muncul dan
menjadi hambatan dalam pembelajaran.
2. Observasi dan Refleksi
Amati bagaimana murid merespon pertanyaan terbuka, tantangan berpikir kritis, atau tugas eksploratif. Perhatikan tingkat
keterlibatan, rasa ingin tahu, dan kemampuan mereka dalam menghubungkan konsep baru dengan pengalaman sebelumnya.
3. Inventarisasi Gaya Belajar dan Minat
Gunakan angket atau wawancara singkat untuk mengetahui gaya belajar dan minat murid. Guru dapat menyesuaikan strategi
pembelajaran agar lebih relevan dan menarik bagi mereka.
4. Analisis Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS)
Berikan tugas berbasis pemecahan masalah atau proyek kecil untuk melihat sejauh mana murid dapat mengambil keputusan
untuk menemukan solusi dari suatu permasalahan. Identifikasi murid yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut.
5. Konteks Sosial dan Emosional
Perhatikan faktor sosial dan emosional yang dapat memengaruhi kesiapan belajar, seperti rasa percaya diri, motivasi, atau
hambatan psikologis dalam proses pembelajaran. Gunakan pendekatan diferensiasi untuk menyesuaikan strategi pembelajaran
dengan kebutuhan individu maupun kelompok.
Dengan mengidentifikasi kesiapan murid secara komprehensif, guru dapat menyusun perencanaan pembelajaran mendalam yang lebih efektif, memastikan bahwa setiap peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan sesuai dengan potensi mereka yang beragam.
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Mengidentifikasi Karakteristik Mata Pelajaran
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Menentukan Dimensi Profil Lulusan
Menentukan dimensi profil lulusan berdasarkan hasil identifikasi mata pelajaran. Menerapkan prinsip pembelajaran mendalam, yaitu bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan untuk mencapai dimensi profil lulusan. Pilih dimensi yang relevan dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik mata pelajaran yang diajarkan.
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Perencanaan Pembelajaran Mendalam
Desain Pembelajaran
2
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Desain Pembelajaran: Menentukan tujuan pembelajaran
Tujuan pembelajaran diturunkan dari Capaian Pembelajaran. Penulisan tujuan pembelajaran sebaiknya memuat 2 komponen utama, yaitu:
Pertanyaan panduan yang dapat digunakan guru, antara lain:
2. konten pada lingkup materi berupa pengetahuan esensial dan pengetahuan
aplikatif yang perlu dipahami pada akhir satu unit pembelajaran.
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Desain Pembelajaran:
Menentukan kerangka pembelajaran (praktis pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, pemanfaatan digital)
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Perencanaan Pembelajaran Mendalam
Pengalaman Belajar
3
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Penerapan PM wajib dijiwai dengan nilai saling memuliakan dari awal sampai akhir, dengan saling menghargai dan mengangkat martabat (guru-murid, murid-guru, murid-murid, guru-guru), dan mengakui potensi setiap peserta didik secara utuh, baik aspek kognitif, afektif, spiritual, dan fisik. Saling memuliakan ini akan menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan mendidik sehingga dapat tercipta budaya belajar yang kondusif di mana setiap orang dapat belajar dari siapapun, di manapun, dan dengan cara apapun.
Saling memuliakan dapat diwujudkan dalam tindakan-tindakan berikut.
Singkat kata, nilai memuliakan menjadi fondasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif untuk mencapai 8 dimensi profil lulusan.
Nilai Memuliakan dalam PM
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Prinsip
Berkesadaran
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Prinsip
Bermakna
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Prinsip
Menggembirakan
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Pengalaman belajar dalam PM dimulai pada aspek memahami yang relevan dengan taksonomi SOLO pada tahapan unistruktural dan multistruktural dan mengingat dan memahami pada taksonomi Bloom. Pada tahap memahami ini, murid akan mengingat kembali pengetahuannya dan memiliki banyak ide.
Selanjutnya pada aspek mengaplikasi dan merefleksi dimulai pada aspek relasional dan berpikir abstrak yang mendalam pada taksonomi SOLO dan menerapkan, menganalisis, mencipta dan mengevaluasi pada taksonomi Bloom, sehingga murid memiliki kemampuan untuk menghubungkan ide-ide serta memperluas dan menerapkan ide tersebut
PENGALAMAN BELAJAR
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
The SOLO Taxonomy
(Structure of Observed Learning Outcomes)
Competence
Incompetence
Prestructural
One relevance aspect
Unistructural
Several relevance independence aspects
Multistructural
Integrated into �structure
Relational
Generalized to new domain
Extended Abstract
Sumber: Diadaptasi dari https://www.johnbiggs.com.au/academic/solo_taxonomy
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Pengalaman belajar dilakukan secara bertahap untuk mencapai level PM
Pendalaman Pengetahuan
Regulasi Diri
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
PENGALAMAN BELAJAR
Memahami
Tahap awal peserta didik untuk aktif mengkonstruksi pengetahuan agar dapat memahami secara mendalam konsep atau materi dari berbagai sumber dan konteks. Pengetahuan pada fase ini terdiri dari pengetahuan esensial, pengetahuan aplikatif, dan pengetahuan nilai dan karakter. Dengan pendekatan aktif dan konstruktif, peserta didik tidak hanya menerima pengetahuan secara pasif, sehingga membentuk fondasi pemahaman yang menjadi dasar untuk mengaplikasi pengetahuan dalam situasi kontekstual atau tahapan selanjutnya.
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
PENGALAMAN BELAJAR
Mengaplikasi
Pengalaman belajar yang menunjukan aktivitas peserta didik mengaplikasi pengetahuan dalam kehidupan secara kontekstual. Pengetahuan yang diperoleh peserta didik pada tahapan memahami diaplikasikan sebagai proses perluasan pengetahuan. Peserta didik mampu menghubungkan ide-ide, menganalisis, membangun solusi kreatif kreatif dan inovatif dalam pemecahan masalah konkret, yang hasilnya dapat berupa produk/ kinerja peserta didik.
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
PENGALAMAN BELAJAR
Merefleksi
Proses di mana peserta didik mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil dari tindakan atau praktik nyata yang telah mereka lakukan. Tahap refleksi melibatkan regulasi diri sebagai kemampuan individu untuk mengelola proses belajarnya secara mandiri, meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi terhadap cara belajar mereka. Merefleksikan pengetahuan artinya peserta didik memperluas dan menerapkan ide atau solusi baru.
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Perencanaan Pembelajaran Mendalam
Asesmen
4
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Asesmen Pembelajaran
Asesmen harus dipastikan selaras dengan tujuan pembelajaran dan pengalaman belajar yang didesain.
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Berdasarkan paparan yang telah disajikan, Susunlah sebuah perencanaan pembelajaran yang menerapkan prinsip PM dengan komponen yang utuh!
(Menggunakan TP yang sama dengan TP pada Modul 3 dan 4, durasi 3-4 JP)
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
No | Aspek yang diamati | Komentar Kritis | Skala | |||
1 | 2 | 3 | 4 | |||
Keselarasan | | | ||||
1 | Tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen pembelajaran sudah mengarah pada pencapaian Dimensi Profil Lulusan | | | | | |
2 | Terdapat keselarasan antara tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen pembelajaran. | | | | | |
Kerangka Pembelajaran | | | ||||
3 | Praktik pedagogis yang dituliskan sudah tergambar pada langkah pembelajaran dan/atau asesmen pembelajaran | | | | | |
4 | Lingkungan belajar yang dituliskan sudah tergambar pada langkah pembelajaran dan/atau asesmen pembelajaran | | | | | |
5 | Kemitraan pembelajaran yang dituliskan sudah tergambar pada langkah pembelajaran dan/atau asesmen pembelajaran | | | | | |
6 | Pemanfaatan digital yang dituliskan sudah tergambar pada langkah pembelajaran dan/atau asesmen pembelajaran | | | | | |
1 = hampir
tidak
ada
2 = sedikit
dan
lemah
3 = cukup
4 = memadai
Langkah Pembelajaran | ||||||
7 | Langkah pembelajaran dapat memfasilitasi murid untuk merasakan pengalaman belajar MEMAHAMI (terlibat aktif mengonstruksi pengetahuan agar dapat memahami secara mendalam konsep atau materi dari berbagai sumber dan konteks). | | | | | |
8 | Langkah pembelajaran dapat memfasilitasi murid untuk merasakan pengalaman belajar MENGAPLIKASI (mengaplikasi pemahaman secara kontekstual dalam kehidupan nyata sebagai bagian dari pendalaman pengetahuan) | | | | | |
9 | Langkah pembelajaran dapat memfasilitasi murid untuk merasakan pengalaman belajar MEREFLEKSI (mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil dari tindakan atau praktik nyata yang telah mereka lakukan dan menentukan tindaklanjut ke depan; serta mengelola proses belajarnya secara mandiri). | | | | | |
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Langkah Pembelajaran | ||||||
10 | Langkah perencanaan pembelajaran dapat memfasilitasi tindakan saling MEMULIAKAN antara Guru-Murid, Murid-Guru, Murid-Murid yang tercermin dalam bahasa verbal dan nonverbal | | | | | |
11 | Prinsip pembelajaran mendalam berupa berkesadaran, bermakna, dan/atau menggembirakan sudah tergambar pada setiap pengalaman belajar di langkah pembelajaran | | | | | |
12 | Perencanaan pembelajaran sudah mengakomodir pengalaman belajar yang sesuai dengan karakteristik murid | | | | | |
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Asesmen | ||||||
13 | Perencanaan pembelajaran sudah memuat asesmen yang digunakan untuk memberikan umpan balik guna memperbaiki proses pembelajaran | | | | | |
14 | Perencanaan pembelajaran sudah memuat asesmen yang dapat mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran sesuai karakteristik murid | | | | | |
15 | Asesmen sudah memiliki kriteria yang jelas dalam mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran | | | | | |
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Refleksi | ||||||
Tuliskan kelebihan Perencanaan Pembelajaran: | ||||||
Tuliskan hal yang perlu ditingkatkan dari Perencanaan Pembelajaran: | ||||||
Tuliskan rekomendasi dan perbaikan Perencanaan Pembelajaran sesuai prinsip PM: |
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Mari melakukan Refleksi Akhir!
Setelah mengikuti pelatihan ini, luangkan waktu sejenak untuk merefleksikan pengalaman dan wawasan yang telah diperoleh.
TERIMA
KASIH
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah