1 of 48

PEMBELAJARAN MENDALAM:�PERENCANAAN PEMBELAJARAN

MODUL 5

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

2 of 48

3 of 48

01

02

03

04

Pengantar Perencanaan Pembelajaran (1JP)

Studi Kasus dan Analisis Perencanaan Pembelajaran (2JP)

Menyusun Perencanaan Pembelajaran (4JP)

Refleksi Akhir (1JP)

IN SERVICE TRAINING 1

Kegiatan:

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

4 of 48

Tujuan Sesi Modul 5 Pembelajaran Mendalam: Perencanaan Pembelajaran

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Melalui modul ini, secara khusus peserta pelatihan akan dibimbing dalam:

  1. Mengidentifikasi prinsip dalam Perencanaan Pembelajaran dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam.
  2. Mengidentifikasi komponen-komponen dalam perencanaan pembelajaran dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam.
  3. Menyusun rencana pembelajaran dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam.

5 of 48

Kegiatan Pelatihan 1:

Pengantar Perencanaan Pembelajaran

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Alokasi Waktu: 1JP (45 menit)

Tujuan aktivitas: Menggali pengalaman peserta dalam merancang pembelajaran.

Instruksi:

  1. Jawablah pertanyaan refleksi terkait cara merencanakan pembelajaran! (Gunakan pertanyaan pada tahap refleksi awal)
  2. Berbagilah dengan peserta lain di dalam kelas! (Pengajar dapat menggunakan media digital untuk menampilkan pertanyaan reflektif ini menggunakan berbagai platform (padlet, mentimeter, canva, dll.)

6 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Sebelum memulai materi ini, luangkan waktu sejenak untuk merefleksikan pengalaman mengajar yang biasa kita lakukan.

  1. Bagaimana kita biasanya merencanakan pembelajaran di kelas?
  2. Prinsip apa yang kita gunakan dalam merancang pembelajaran?
  3. Apakah strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam?
  4. Bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar?
  5. Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?

Pertanyaan Reflektif

7 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Berbagilah dalam diskusi kelas agar dapat memastikan bahwa kita menyadari pentingnya perencanaan yang matang dalam menciptakan pembelajaran yang lebih mendalam dan bermakna bagi peserta didik!

8 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Kegiatan Pelatihan 2:

Studi Kasus dan Analisis Perencanaan Pembelajaran

Tujuan Aktivitas: Mengidentifikasi prinsip perencanaan pembelajaran mendalam.

Alokasi Waktu: 2 JP (90 menit)

  1. Aktivitas Pembelajaran:
  2. Buatlah kelompok kecil yang terdiri dari 3-4 orang!
  3. Bacalah dengan saksama contoh Perencanaan Pembelajaran yang telah disusun dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam! (tautan https://drive.google.com/drive/folders/1lPkThpPohHH5WfdPSM75EnWZ0Z2yEQ73?usp=sharing )
  4. Analisis perencanaan dengan mengidentifikasi komponen apa saja yang ada pada perencanaan tersebut untuk mendukung pembelajaran mendalam!
  5. Hal-hal efektif yang muncul dalam perencanaan tersebut dan hal apa yang perlu ditambahkan atau disempurnakan agar perencanaan tersebut lebih efektif untuk dalam mengimplementasikan pembelajaran mendalam!
  6. Sajikan hasil kerja kepada kelompok lain dan berikan umpan balik terhadap sajian kelompok lain!

9 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

(Kerja Kelompok)

  • Analisis perencanaan dengan mengidentifikasi komponen apa saja yang ada pada perencanaan tersebut untuk mendukung pembelajaran mendalam!
  • Hal-hal efektif yang muncul dalam perencanaan tersebut dan hal apa yang perlu ditambahkan atau disempurnakan agar perencanaan tersebut lebih efektif untuk dalam mengimplementasikan pembelajaran mendalam!

10 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Berdasarkan contoh yang telah dianalisis, Bagaimana perencanaan pembelajaran dalam PM? Adakah perbedaan dengan perencanaan pembelajaran yang biasa digunakan/ dibuat guru dalam pembelajaran?

11 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Implementasi Pembelajaran Mendalam

Berikut adalah tiga tahapan yang dilakukan dalam implementasi Pembelajaran Mendalam:

  1. Perencanaan

Perencanaan PM melalui refleksi guru terhadap diri sendiri, karakteristik murid, materi pelajaran, sumber daya dan mitra pembelajaran

2. Pelaksanaan

Pelaksanaan pembelajaran dengan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi 

3. Asesmen

Asesmen tidak hanya berfokus pada penguasaan teori, tetapi juga pada pemahaman konseptual yang mendalam, keterampilan berpikir kritis, serta penerapan dalam kehidupan nyata 

12 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

13 of 48

Identifikasi

Komponen Minimum Perencanaan pembelajaran

Dimensi Profil Lulusan: Pilihlah dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran

Desain Pembelajaran

Tujuan Pembelajaran : Tuliskan tujuan pembelajaran yang mencakup kompetensi dan konten pada ruang lingkup materi dengan menggunakan kata kerja operasional yang relevan.

Praktik Pedagogis: Tuliskan Model/Strategi/Metode pembelajaran yang dipilih untuk mencapai tujuan belajar, seperti pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran inkuiri, pembelajaran kontekstual, dan sebagainya.

Pemanfaatan Digital (opsional): Tuliskan pemanfaatan teknologi digital untuk menciptakan pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan kontekstual. Contoh: video pembelajaran, platform pembelajaran, perpustakaan digital, forum diskusi daring, aplikasi penilaian, dan sebagainya.

Kemitraan Pembelajaran (opsional): Tuliskan kegiatan kemitraan atau kolaborasi dalam dan/atau luar lingkup sekolah, seperti kemitraan antar guru lintas mata pelajaran, antar murid lintas kelas, antar guru lintas sekolah, orang tua, komunitas, tokoh masyarakat, dunia usaha dan dunia industri kerja, institusi, atau mitra profesional.

Lingkungan Pembelajaran: Tuliskan lingkungan pembelajaran yang ingin dikembangkan dalam budaya belajar, ruang fisik dan/atau ruang virtual. Budaya belajar dikembangkan agar tercipta iklim belajar yang aman, nyaman, dan saling memuliakan. Contoh: memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapatnya dalam ruang kelas dan forum diskusi pada platform daring (ruang virtual bersifat opsional).

Bahan Bacaan Modul 5 Pembelajaran Mendalam: Perencanaan Pembelajaran

14 of 48

Pengalaman Belajar

Langkah-Langkah Pembelajaran

Pada tahap ini, peserta didik aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi dalam suasana yang saling memuliakan. Guru menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar dapat dilaksanakan dalam beberapa kali pertemuan.

Memahami (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan: berkesadaran, bermakna, dan/atau menggembirakan)

Tuliskan kegiatan pembelajaran yang memfasilitasi peserta didik untuk terlibat aktif mengonstruksi pengetahuan agar dapat memahami secara mendalam konsep atau materi dari berbagai sumber dan konteks. Pengetahuan pada fase ini terdiri dari pengetahuan esensial, pengetahuan aplikatif, dan pengetahuan nilai dan karakter.

Mengaplikasi (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan: berkesadaran, bermakna, dan/atau menggembirakan)

Tuliskan kegiatan yang mengondisikan pengalaman belajar yang menunjukan aktivitas peserta didik mengaplikasi pemahaman secara kontekstual atau kehidupan nyata (hidup, kehidupan, dan/atau penghidupan). Proses mengaplikasi ini merupakan bagian dari pendalaman pengetahuan untuk menghasilkan pengembangan kompetensi.

Merefleksi (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan: berkesadaran, bermakna, dan/atau menggembirakan)

Tuliskan kegiatan yang mampu memfasilitasi peserta didik:

  1. mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil dari tindakan atau praktik nyata yang telah mereka lakukan dan menentukan tindaklanjut ke depan.
  2. mengelola proses belajarnya secara mandiri, dengan meneruskan dan mengembangkan strategi belajar yang berhasil dan memperbaiki yang belum berhasil dengan tetap meningkatkan motivasi belajar dan kepercayaan diri.

Asesmen Pembelajaran

Tuliskan teknik dan instrumen penilaian yang digunakan pada awal, proses, dan akhir pembelajaran. Asesmen dalam pembelajaran mendalam dilaksanakan melalui asesmen sebagai pembelajaran (assessment as learning) yang menekankan pada penilaian diri dan penilaian sejawat , asesmen untuk pembelajaran (assessment for learning) yang menekankan pada umpan balik, dan asesmen hasil pembelajaran (assessment of learning) yang menekankan pada pencapaian dan tindak lanjut dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik. Contoh: Penilaian Sejawat, Penilaian Diri, Penilaian Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Penilaian Berbasis Kelas, Penilaian Kinerja, Tes tertulis, Tes lisan, dan sebagainya.

Bahan Bacaan Modul 5 Pembelajaran Mendalam: Perencanaan Pembelajaran

15 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Kegiatan Pelatihan 3: Menyusun Perencanaan Pembelajaran

Tujuan Aktivitas:

  1. Melatih peserta menyusun perencanaan pembelajaran mendalam.
  2. Membantu peserta menginternalisasi konsep dan berkomitmen untuk menerapkannya.

Alokasi Waktu: 4 JP (180 menit)

Aktivitas Pembelajaran:

  1. Simaklah paparan tentang Perencanaan Pembelajaran dengan saksama!
  2. Pilihlah satu tujuan pembelajaran bersama kelompok (fokus pada tujuan yang sudah dipilih pada materi prinsip dan pengalaman belajar serta asesmen)!
  3. Rancanglah perencanaan pembelajaran mendalam dalam durasi 1 sesi pertemuan (alokasi waktu 3-4 JP) dengan menggunakan prinsip pembelajaran mendalam!
  4. Presentasikan hasil rancangan yang telah dibuat!
  5. Berikan umpan balik terhadap perencanaan yang telah dipaparkan setiap kelompok! (Lembar instrumen, Lampiran 2)

16 of 48

Perencanaan Pembelajaran Mendalam

1

Identifikasi

  1. Mengidentifikasi kesiapan murid
  2. Memahami karakteristik materi pelajaran
  3. Menentukan dimensi profil Lulusan

2

Desain Pembelajaran

  1. Menentukan tujuan pembelajaran 
  2. Menentukan kerangka pembelajaran (praktis pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, pemanfaatan digital)

4

Asesmen

  1. Asesmen pada awal pembelajaran 
  2. Asesmen pada proses pembelajaran
  3. Asesmen pada akhir pembelajaran

3

Pengalaman Belajar

  1. Merancang pembelajaran dengan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan 
  2. Mendeskripsikan pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi

Bahan Bacaan Modul 5 Pembelajaran Mendalam: Perencanaan Pembelajaran

17 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Perencanaan Pembelajaran Mendalam

Identifikasi

1

  1. Mengidentifikasi kesiapan murid
  2. Memahami karakteristik materi pelajaran
  3. Menentukan dimensi profil Lulusan

18 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Mengidentifikasi Kesiapan Murid

1. Analisis Pengetahuan Awal

Guru dapat menggunakan pre-test, diskusi awal, pertanyaan pemantik, dll. untuk mengetahui pemahaman awal murid terhadap

konsep yang akan dipelajari lalu gunakan hasilnya untuk mengidentifikasi kesenjangan pemahaman yang mungkin muncul dan

menjadi hambatan dalam pembelajaran.

2. Observasi dan Refleksi

Amati bagaimana murid merespon pertanyaan terbuka, tantangan berpikir kritis, atau tugas eksploratif. Perhatikan tingkat

keterlibatan, rasa ingin tahu, dan kemampuan mereka dalam menghubungkan konsep baru dengan pengalaman sebelumnya.

3. Inventarisasi Gaya Belajar dan Minat

Gunakan angket atau wawancara singkat untuk mengetahui gaya belajar dan minat murid. Guru dapat menyesuaikan strategi

pembelajaran agar lebih relevan dan menarik bagi mereka.

4. Analisis Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS)

Berikan tugas berbasis pemecahan masalah atau proyek kecil untuk melihat sejauh mana murid dapat mengambil keputusan

untuk menemukan solusi dari suatu permasalahan. Identifikasi murid yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut.

5. Konteks Sosial dan Emosional

Perhatikan faktor sosial dan emosional yang dapat memengaruhi kesiapan belajar, seperti rasa percaya diri, motivasi, atau

hambatan psikologis dalam proses pembelajaran. Gunakan pendekatan diferensiasi untuk menyesuaikan strategi pembelajaran

dengan kebutuhan individu maupun kelompok.

Dengan mengidentifikasi kesiapan murid secara komprehensif, guru dapat menyusun perencanaan pembelajaran mendalam yang lebih efektif, memastikan bahwa setiap peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan sesuai dengan potensi mereka yang beragam.

19 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

  • Mengenali sifat dasar mata pelajaran, apakah menekankan konsep, keterampilan, atau karakter.
  • Menganalisis kompetensi (pengetahuan esensial dan aplikatif).
  • Memastikan bahwa tujuan pembelajaran mendorong eksplorasi konsep, bukan sekadar hafalan.
  • Mengidentifikasi keterkaitkan setiap mata pelajaran dengan kehidupan nyata agar peserta didik melihat relevansi pembelajaran.
  • Mengidentifikasi potensi mata pelajaran terhadap pencapaian 8 Dimensi Profil Lulusan.
  • Memilih strategi pembelajaran yang mendorong murid merancang proyek, melakukan penelitian, atau menyelesaikan tantangan berbasis data sesuai mata pelajaran.

Mengidentifikasi Karakteristik Mata Pelajaran

20 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Menentukan Dimensi Profil Lulusan

Menentukan dimensi profil lulusan berdasarkan hasil identifikasi mata pelajaran. Menerapkan prinsip pembelajaran mendalam, yaitu bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan untuk mencapai dimensi profil lulusan. Pilih dimensi yang relevan dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik mata pelajaran yang diajarkan.

21 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

22 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

23 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Perencanaan Pembelajaran Mendalam

Desain Pembelajaran

2

  1. Menentukan tujuan pembelajaran 
  2. Menentukan kerangka pembelajaran (praktis pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, pemanfaatan digital)

24 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Desain Pembelajaran: Menentukan tujuan pembelajaran

Tujuan pembelajaran diturunkan dari Capaian Pembelajaran. Penulisan tujuan pembelajaran sebaiknya memuat 2 komponen utama, yaitu:

  1. Kompetensi, kemampuan murid sebagai hasil dari proses pembelajaran. Tujuan disusun dengan menggunakan kata kerja operasional yang relevan.

Pertanyaan panduan yang dapat digunakan guru, antara lain:

  • Secara konkret, kemampuan apa yang perlu murid tunjukkan?
  • Tahap berpikir apa yang perlu murid tunjukkan?

2. konten pada lingkup materi berupa pengetahuan esensial dan pengetahuan

aplikatif yang perlu dipahami pada akhir satu unit pembelajaran.

25 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Desain Pembelajaran:

Menentukan kerangka pembelajaran (praktis pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, pemanfaatan digital)

26 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Perencanaan Pembelajaran Mendalam

Pengalaman Belajar

3

  1. Merancang pembelajaran dengan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan 
  2. Mendeskripsikan pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi

27 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Penerapan PM wajib dijiwai dengan nilai saling memuliakan dari awal sampai akhir, dengan saling menghargai dan mengangkat martabat (guru-murid, murid-guru, murid-murid, guru-guru), dan mengakui potensi setiap peserta didik secara utuh, baik aspek kognitif, afektif, spiritual, dan fisik. Saling memuliakan ini akan menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan mendidik sehingga dapat tercipta budaya belajar yang kondusif di mana setiap orang dapat belajar dari siapapun, di manapun, dan dengan cara apapun.

Saling memuliakan dapat diwujudkan dalam tindakan-tindakan berikut.

  • Menghormati perbedaan latar belakang, cara belajar, dan karakter murid.
  • Memberi ruang partisipasi aktif dan otonomi dalam proses belajar.
  • Membangun relasi yang hangat dan bermakna antara guru dan murid.
  • Mendorong siswa menyadari dan mengembangkan potensi terbaiknya, bukan sekadar mencapai nilai akademik.
  • Menggunakan bahasa verbal dan nonverbal yang baik, benar, dan sesuai (tepat secara kontekstual).

Singkat kata, nilai memuliakan menjadi fondasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif untuk mencapai 8 dimensi profil lulusan.

Nilai Memuliakan dalam PM

28 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

29 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

    • Kenyamanan peserta didik dalam belajar
    • Fokus, konsentrasi, dan perhatian
    • Kesadaran terhadap proses berpikir
    • Kesempatan peserta didik untuk menentukan pilihan dan memiliki alasan atas pilihannya
    • Keterlibatan peserta didik dalam mengembangkan strategi belajarnya
    • Keterbukaan terhadap perspektif baru
    • Keingintahuan terhadap pengetahuan dan pengalaman baru

Prinsip

Berkesadaran

30 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

    • Kontekstual dan/atau relevan dengan kehidupan nyata
    • Keterlibatan peserta didik berperan dalam pemecahan masalah/ isu terdekat di kehidupan nyata
    • Keterkaitan dengan pengalaman sebelumnya 
    • Kebermanfaatan pengalaman belajar untuk diterapkan dalam konteks baru
    • Keterkaitan dengan bidang ilmu lain
    • Pembelajar sepanjang hayat

Prinsip

Bermakna

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

31 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

    • Lingkungan pembelajaran yang interaktif
    • Aktivitas pembelajaran yang menarik minat dan rasa ingin tahu
    • Menginspirasi 
    • Tantangan yang memotivasi
    • Tercapainya keberhasilan belajar (AHA moment)
    • Memberikan ruang untuk prakarsa, kreativitas sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan

Prinsip

Menggembirakan

32 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Pengalaman belajar dalam PM dimulai pada aspek memahami yang relevan dengan taksonomi SOLO pada tahapan unistruktural dan multistruktural dan mengingat dan memahami pada taksonomi Bloom. Pada tahap memahami ini, murid akan mengingat kembali pengetahuannya dan memiliki banyak ide.

Selanjutnya pada aspek mengaplikasi dan merefleksi dimulai pada aspek relasional dan berpikir abstrak yang mendalam pada taksonomi SOLO dan menerapkan, menganalisis, mencipta dan mengevaluasi pada taksonomi Bloom, sehingga murid memiliki kemampuan untuk menghubungkan ide-ide serta memperluas dan menerapkan ide tersebut

PENGALAMAN BELAJAR

33 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

The SOLO Taxonomy

(Structure of Observed Learning Outcomes)

Competence

    • Fail
    • Incompetence
    • Misses point

Incompetence

Prestructural

    • Identify
    • Name
    • Follow simple procedure

One relevance aspect

Unistructural

    • Combine
    • Describe
    • Enumerate
    • Perform serial skills
    • List

Several relevance independence aspects

Multistructural

    • Analyze
    • Apply
    • Argue
    • Compare/contrast
    • Criticize
    • Explain causes
    • Relate
    • Justify

Integrated into �structure

Relational

    • Create
    • Formulate
    • Generate
    • Hypothesize
    • Reflect
    • Theorize

Generalized to new domain

Extended Abstract

Sumber: Diadaptasi dari  https://www.johnbiggs.com.au/academic/solo_taxonomy

34 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Pengalaman belajar dilakukan secara bertahap untuk mencapai level PM

    • Pengetahuan Esensial
    • Pengetahuan Aplikatif
    • Pengetahuan Nilai dan Karakter

Pendalaman Pengetahuan

Regulasi Diri

35 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

PENGALAMAN BELAJAR

Memahami

Tahap awal peserta didik untuk aktif mengkonstruksi pengetahuan agar dapat memahami secara mendalam konsep atau materi dari berbagai sumber dan konteks. Pengetahuan pada fase ini terdiri dari pengetahuan esensial, pengetahuan aplikatif, dan pengetahuan nilai dan karakter. Dengan pendekatan aktif dan konstruktif, peserta didik tidak hanya menerima pengetahuan secara pasif, sehingga membentuk fondasi pemahaman yang menjadi dasar untuk mengaplikasi pengetahuan dalam situasi kontekstual atau tahapan selanjutnya.

36 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

PENGALAMAN BELAJAR

Mengaplikasi

Pengalaman belajar yang menunjukan aktivitas peserta didik mengaplikasi pengetahuan dalam kehidupan secara kontekstual. Pengetahuan yang diperoleh peserta didik pada tahapan memahami diaplikasikan sebagai proses perluasan pengetahuan. Peserta didik mampu menghubungkan ide-ide, menganalisis, membangun solusi kreatif kreatif dan inovatif dalam pemecahan masalah konkret, yang hasilnya dapat berupa produk/ kinerja peserta didik.

37 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

PENGALAMAN BELAJAR

Merefleksi

Proses di mana peserta didik mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil dari tindakan atau praktik nyata yang telah mereka lakukan. Tahap refleksi melibatkan regulasi diri sebagai kemampuan individu untuk mengelola proses belajarnya secara mandiri, meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi terhadap cara belajar mereka. Merefleksikan pengetahuan artinya peserta didik memperluas dan menerapkan ide atau solusi baru.

38 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Perencanaan Pembelajaran Mendalam

Asesmen

4

  1. Asesmen pada awal pembelajaran 
  2. Asesmen pada proses pembelajaran
  3. Asesmen pada akhir pembelajaran

39 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Asesmen Pembelajaran

  1. Asesmen pada Awal Pembelajaran perlu direncanakan untuk mendapatkan bukti kesiapan belajar secara emosional dan mental, pengetahuan awal, dan kebutuhan belajar murid (tuntutan capaian pembelajaran dalam kurikulum, tingkat pemenuhan prasyarat dari CP, dan minat atau keinginan). Metode: analisis pencapaian CP sebelumnya, pre-test, diskusi awal, kuesioner, dll.
  2. Asesmen selama Proses Pembelajaran direncanakan untuk memantau perkembangan belajar murid, memberikan umpan balik untuk perbaikan kontinyu (baik dari guru ke murid, maupun dari murid ke guru), melalui beragam teknik, antara lain: observasi, refleksi, diskusi, kuis, atau jurnal pembelajaran.
  3. Asesmen hasil Pembelajaran direncanakan untuk mengukur pencapaian kompetensi sebagai bukti keberhasilan pembelajaran dengan beragam cara, antara lain: tes, portofolio, proyek, presentasi, dsb.

Asesmen harus dipastikan selaras dengan tujuan pembelajaran dan pengalaman belajar yang didesain.

40 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Berdasarkan paparan yang telah disajikan, Susunlah sebuah perencanaan pembelajaran yang menerapkan prinsip PM dengan komponen yang utuh!

(Menggunakan TP yang sama dengan TP pada Modul 3 dan 4, durasi 3-4 JP)

41 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

  1. Presentasikan hasil rancangan yang telah dibuat!
  2. Berikan umpan balik terhadap perencanaan yang telah dipaparkan setiap kelompok! (gunakan Lembar instrumen, Lampiran 2)

42 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

No

Aspek yang diamati

Komentar Kritis

Skala

1

2

3

4

Keselarasan

1

Tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen pembelajaran sudah mengarah pada pencapaian Dimensi Profil Lulusan

2

Terdapat keselarasan antara tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan asesmen pembelajaran.

Kerangka Pembelajaran

3

Praktik pedagogis yang dituliskan sudah tergambar pada langkah pembelajaran dan/atau asesmen pembelajaran

4

Lingkungan belajar yang dituliskan sudah tergambar pada langkah pembelajaran dan/atau asesmen pembelajaran

5

Kemitraan pembelajaran yang dituliskan sudah tergambar pada langkah pembelajaran dan/atau asesmen pembelajaran

6

Pemanfaatan digital yang dituliskan sudah tergambar pada langkah pembelajaran dan/atau asesmen pembelajaran

1 = hampir

tidak

ada

2 = sedikit

dan

lemah

3 = cukup

4 = memadai

43 of 48

Langkah Pembelajaran

7

Langkah pembelajaran dapat memfasilitasi murid untuk merasakan pengalaman belajar MEMAHAMI (terlibat aktif mengonstruksi pengetahuan agar dapat memahami secara mendalam konsep atau materi dari berbagai sumber dan konteks).

8

Langkah pembelajaran dapat memfasilitasi murid untuk merasakan pengalaman belajar MENGAPLIKASI (mengaplikasi pemahaman secara kontekstual dalam kehidupan nyata sebagai bagian dari pendalaman pengetahuan)

9

Langkah pembelajaran dapat memfasilitasi murid untuk merasakan pengalaman belajar MEREFLEKSI (mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil dari tindakan atau praktik nyata yang telah mereka lakukan dan menentukan tindaklanjut ke depan; serta mengelola proses belajarnya secara mandiri).

44 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Langkah Pembelajaran

10

Langkah perencanaan pembelajaran dapat memfasilitasi tindakan saling MEMULIAKAN antara Guru-Murid, Murid-Guru, Murid-Murid yang tercermin dalam bahasa verbal dan nonverbal

11

Prinsip pembelajaran mendalam berupa berkesadaran, bermakna, dan/atau menggembirakan sudah tergambar pada setiap pengalaman belajar di langkah pembelajaran

12

Perencanaan pembelajaran sudah mengakomodir pengalaman belajar yang sesuai dengan karakteristik murid

45 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Asesmen

13

Perencanaan pembelajaran sudah memuat asesmen yang digunakan untuk memberikan umpan balik guna memperbaiki proses pembelajaran

14

Perencanaan pembelajaran sudah memuat asesmen yang dapat mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran sesuai karakteristik murid

15

Asesmen sudah memiliki kriteria yang jelas dalam mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran

46 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Refleksi

Tuliskan kelebihan Perencanaan Pembelajaran:

Tuliskan hal yang perlu ditingkatkan dari Perencanaan Pembelajaran:

Tuliskan rekomendasi dan perbaikan Perencanaan Pembelajaran sesuai prinsip PM:

47 of 48

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Mari melakukan Refleksi Akhir!

Setelah mengikuti pelatihan ini, luangkan waktu sejenak untuk merefleksikan pengalaman dan wawasan yang telah diperoleh.

  1. Hal baru yang telah pelajari dalam materi ini?
  2. Perubahan apa yang akan dilakukan untuk mewujudkan pembelajaran mendalam di kelas kita?
  3. Bagaimana kita akan mengimplementasikannya di kelas?
  4. Tantangan apa yang mungkin dihadapi?
  5. Bagaimana strategi untuk mengatasi tantangan yang dihadapi?

48 of 48

TERIMA

KASIH

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah