1 of 32

Pendampingan Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan

2 of 32

Apa Saja Yang Diperlukan Dalam Menyusun KSP?

Dimulai dengan memahami secara utuh kerangka dasar kurikulum yang ditetapkan oleh Pemerintah, antara lain Tujuan Pendidikan Nasional, dimenasi profil lulusan, SNP, Struktur Kurikulum, Prinsip Pembelajaran dan Asesmen, serta Capaian Pembelajaran.

Memahami prinsip penyusunan KSP

Khusus untuk SMK ditambah dengan memahami kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja terkait.

Bagi yang sudah memiliki dokumen Kurikulum Satuan Pendidikan, dapat langsung melakukan peninjauan dan revisi.

3 of 32

Prinsip Penyusunan

kurikulum satuan pendidikan

Berpusat pada peserta didik

pembelajaran harus memenuhi keragaman potensi,

kebutuhan perkembangan dan tahapan belajar, serta kepentingan peserta didik.

Kontekstual

menunjukkan kekhasan dan sesuai dengan

karakteristik satuan pendidikan, konteks sosial

budaya dan lingkungan, serta dunia kerja dan

industri (khusus SMK), dan menunjukkan karakteristik atau kekhususan peserta didik berkebutuhan khusus (khusus SLB)

Esensial

semua unsur informasi penting/utama yang dibutuhkan oleh para

pemangku kepentingan tentang kurikulum yang digunakan di satuan

pendidikan dapat diperoleh di dokumen tersebut. Bahasanya lugas dan mudah dipahami, tidak mengulang naskah/kutipan yang sudah ada di naskah lain. Dokumen tidak perlu memuat kembali misalnya lampiran Kepmendikbud seperti CP, struktur, dll., dalam dokumen kurikulum operasional

akuntabel

dapat dipertanggungjawabkan karena berbasis data dan aktual

Melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Pengembangan kurikulum satuan pendidikan melibatkan komite satuan

pendidikan dan berbagai pemangku kepentingan antara lain orang tua,

organisasi, berbagai sentra, serta industri dan dunia kerja untuk SMK,

di bawah koordinasi dan supervisi dinas Pendidikan atau kantor kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama sesuai dengan kewenangannya.

4 of 32

Siapa Saja Yang Terlibat Dalam Penyusunan Ksp?

Pemangku kepentingan internal (pemimpin sekolah dan guru)

Pemangku kepentingan eksternal (orang tua, komite satuan pendidikan dan dinas Pendidikan)

Pemangku kepentingan lainnya (organisasi, berbagai sentra, serta industri dan dunia kerja untuk SMK).

5 of 32

Mengapa Perlu Menyusun KSP?

Dokumen Kurikulum Satuan Pendidikan memiliki fungsi utama sebagai dokumen hidup yang membantu satuan pendidikan menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas.

Membantu dalam hal melakukan pengorganisasian dan perencanaan pembelajaran dengan lebih efektif dan efisien sesuai dengan kondisi dari satuan pendidikan berdasarkan hasil refleksi dan evaluasi berbasis data.

Membantu dalam hal melakukan diversifikasi kurikulum berdasarkan hasil identifikasi potensi dan karakteristik daerah, satuan pendidikan, dan peserta didik. Diversifikasi ini diharapkan dapat memperkuat ciri khas-nya dan membantu satuan pendidikan untuk mencapai visi, misi, dan tujuannya.

6 of 32

Bagaimana Langkah/Proses Penyusunan KSP

7 of 32

Proses Penyusunan Kurikulum

Satuan Pendidikan

Proses penyusunan kurikulum satuan pendidikan bersifat:

  • TETaP (mengacu kepada kerangka dasar kurikulum yang ditetapkan oleh pemerintah pusat), dan
  • FLEKSIBEL/DINaMIS (mengembangkan kurikulum satuan pendidikan berdasarkan kerangka dan struktur kurikulum, sesuai karakteristik dan kebutuhan satuan pendidikan).

Catatan: untuk SMK, langkah nomor 2 adalah ‘Merumuskan Visi, Misi, Tujuan Program Keahlian’

Langkah-Langkah Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (bagi yang belum pernah menyusun)

8 of 32

Proses Peninjauan dan Revisi Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan

Berdasarkan diagram proses penyusunan dan revisi KSP, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Langkah penyusunan KSP ini berbentuk sebuah siklus yang berkesinambungan dan berkelanjutan. Ini berarti proses evaluasi dapat di akhir dan di awal siklus yang tidak terpisah sebelum mulai melakukan perencanaan.
  • Evaluasi jangka per semester/per tahun

dapat menggunakan data seperti observasi, diskusi dengan warga sekolah (seperti guru, kepala sekolah, peserta didik), dan rapor pendidikan. Hasil evaluasi ini dapat membantu kepala satuan pendidikan dan guru untuk memperbaiki pengorganisasian pembelajaran dan rencana pembelajaran sehingga kualitas pembelajaran bisa meningkat.

Langkah-Langkah Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (bagi yang sudah pernah menyusun)

Catatan: untuk SMK, langkah nomor 2 adalah ‘Merumuskan Visi, Misi, Tujuan Program Keahlian’

9 of 32

PERAN PENGAWAS

Perdirjen GTK Nomor: 4831/B/HK.03.01/2023

Pasal 4 ayat (2)c, membersamai Kepala Sekolah dalam mengembangkan kurikulum operasional Satuan Pendidikan dan perencanaan pembelajaran sesuai profil Satuan Pendidikan yang berpusat pada peserta didik.

10 of 32

Komponen Kurikulum Satuan Pendidikan

Karakteristik Satuan Pendidikan

Visi, Misi, dan Tujuan

Pengorganisasian Pembelajaran Perencanaan Pembelajaran

11 of 32

Komponen

  • Melibatkan perwakilan warga satuan pendidikan
  • Menggunakan data-data yang diperoleh dari

situasi nyata/kondisi satuan pendidikan

  • Mengalokasikan waktu yang cukup untuk pengumpulan, pengorganisasian, analisis, dan dokumentasi data
  • Memilah informasi yang relevan dan menyimpulkan untuk mengembangkan strategi atau solusi

Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan

Analisis karakteristik satuan pendidikan secara umum mencakup analisis kekhasan dan konteks sosial budaya satuan pendidikan serta analisis analisis profil peserta didik, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan.

Untuk SMK, karakteristik melingkupi program

keahliannya. Untuk SLB, karakteristik satuan pendidikan melingkupi keterampilan

Beberapa prinsip-prinsip analisis lingkungan belajar

12 of 32

Komponen

Analisis Karakteristik

Satuan Pendidikan

Beberapa pertanyaan refleksi dalam analisis lingkungan

belajar di satuan pendidikan

  • Apa kekhasan daerah setempat yang penting untuk

dilestarikan?

  • Bagaimana peran satuan pendidikan sebagai bagian

dari masyarakat setempat?

  • Apa dampak dari satuan pendidikan yang sudah dapat dirasakan saat ini (baik oleh warga masyarakat maupun warga satuan pendidikan itu sendiri)?
  • Bagaimana peran satuan pendidikan dalam menyiapkan peserta didik mencapai profil pelajar Pancasila?
  • Untuk SMK dan SMALB: Apa potensi daerah dan

kondisi dunia kerja yang relevan?

Pilihan cara untuk mengumpulkan informasi:

  • Kuesioner
  • Wawancara
  • Diskusi kelompok terpumpun/Focus Group

Discussion (FGD)

  • Observasi
  • Analisis Rapor Pendidikan

Selain cara di atas, satuan pendidikan juga dapat menggunakan cara lain untuk mengumpulkan informasi untuk analisis karafiteristik satuan pendidikan.

13 of 32

Contoh analisis Karakteristik Satuan Pendidikan

Komponen

Analisis Rapor Pendidikan

  1. Terkait mutu dan hasil belajar,
  2. Relevansi pembelajaran,
  3. Kompetensi dan kinerja pendidik dan tenaga

kependidikan, serta

  1. Hasil rapor pendidikan juga dapat digunakan untuk melakukan identifikasi masalah pada satuan pendidikan, refleksi untuk mencari tahu akar masalah, dan perbaikan kualitas satuan Pendidikan.

Kesimpulan analisis Rapor Pendidikan

  1. Berdasarkan data tersebut, pembenahan yang dapat dilakukan oleh satuan pendidikan berdasarkan akar masalah

yaitu menyusun perencanaan pembelajaran yg lebih baik pada beberapa mata pelajaran yang sesuai dengan

indikator diatas/kebutuhan peserta didik.

  1. Iklim kebinekaan dapat ditingkatkan melalui projek penguatan profil pelajar Pancasila 3.Pengembangan Profesional bagi pendidik dan tenaga kependidikan 4.

…….

Indikator

Capaian

Kemampuan literasi

Kurang

Kemampuan numerasi

Kurang

Karakter

Baik

Iklim keamanan satuan pendidikan

Sedang

Iklim kebinekaan

Kurang

Kualitas pembelajaran

Sedang

14 of 32

Komponen Kurikulum Satuan Pendidikan

Karakteristik Satuan Pendidikan

Visi, Misi, dan Tujuan

Pengorganisasian Pembelajaran

Perencanaan Pembelajaran

15 of 32

Komponen

Visi, Misi, dan Tujuan Satuan Pendidikan

Tujuan Pendidikan Nasional

16 of 32

Komponen

Visi, Misi, dan Tujuan

Satuan Pendidikan

Visi

  • Menggambarkan bagaimana peserta didik menjadi subjek dalam tujuan jangka panjang satuan

pendidikan dan nilai-nilai yang dituju berdasarkan hasil analisis karakteristik satuan pendidikan.

Visi juga mengandung nilai-nilai yang mendasari penyelenggaraan pembelajaran agar peserta didik dapat mencapai profil pelajar

Pancasila yang mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan (Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak untuk PAUD).

Contoh:

1. Menanamkan keimanan dan ketqwaan melalui pengenalan ajaran islam

2. Mengoptimalkan proses belajar dan bimbingan.

dst

Misi

  • Menjawab bagaimana satuan pendidikan mencapai visi.
  • Dalam kalimat misi juga dijabarkan nilai-nilai penting yang diprioritaskan selama menjalankan misi.

Contoh:

  1. Melaksanakan pembinaan

Keagamaan yang berkesinambungan melalui kegiatan ...

  1. Melaksanakan berbagai program literasi dan budaya melalui kegiatan ...

Tujuan

  • Mendeskripsikan tujuan akhir dari kurikulum satuan pendidikan yang berdampak kepada peserta didik.
  • Dalam kalimat tujuan juga mengandung kompetensi/karakteristik yang menjadi kekhasan lulusan suatu satuan pendidikan dan selaras dengan profil pelajar Pancasila.
  • Tujuan juga menggambarkan

tahapan-tahapan (milestone) penting dan

selaras dengan misi.

Contoh:

Terwujudnya peserta didik yang beriman, cerdas , terampil, mandiri dan berwawasan global

Contoh:

  1. Mengembangkan budaya sekolah yang religious melalui kegiatan keagamaan
  2. Melaksanakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada murid di semua mata Pelajaran
  3. dst

17 of 32

Komponen Kurikulum Satuan Pendidikan

Karakteristik Satuan Pendidikan

Visi, Misi, dan Tujuan

Pengorganisasian Pembelajaran

Perencanaan Pembelajaran

18 of 32

Komponen

Pengorganisasian

Pembelajaran

Satuan pendidikan menyusun pembelajaran yang meliputi:

Intrakurikuler

Kokurikuler

Efistrakurikuler

Pembelajaran berisi muatan mata pelajaran dan muatan tambahan lainnya jika ada (mulok), penetapan konsentrasi, dan Praktik Kerja Lapangan untuk SMK dan SLB.

Kegiatan kokurikuler yang dirancang terpisah dari intrakurikuler untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan 8 dimensi profil lulusan.

Kegiatan kurikuler yang dilakukan di luar jam belajar di bawah bimbingan dan pengawasan satuan pendidikan.

19 of 32

Komponen

Alternatif Pendekatan Pembelajaran

1 Pendekatan mata pelajaran

  1. Setiap pembelajaran dilakukan terpisah antara satu mapel dengan mapel lainnya.
  2. Tatap muka dilakukan secara reguler setiap minggu, dengan jumlah

jam tatap muka sesuai dengan yang ditetapkan oleh masing-masing satuan pendidikan berdasarkan ketentuan minimal dari pemerintah.

2 Pendekatan tematik

  1. Pembelajaran disusun berdasarkan tema yang menaungi kompetensi-kompetensi dari berbagai mata pelajaran.
  2. Pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema.
  3. SD/MI dapat mengorganisasikan muatan pembelajaran dengan

menggunakan pendekatan mata pelajaran atau tematik.

20 of 32

3 Pendekatan secara terintegrasi

  1. Konsep-konsep dan keterampilan tertentu dari mata pelajaran diajarkan secara

kolaboratif (team teaching).

  1. Pendidik berkolaborasi sedemikian rupa untuk merencanakan, melaksanakan dan melakukan asesmen untuk suatu pembelajaran yang terpadu.
  2. Sebagai contoh mengajarkan muatan Ilmu Pengetahuan Alam atau Ilmu Pengetahuan Sosial secara terintegrasi.

4 Pendekatan secara bergantian dalam blok waktu terpisah

  1. Pembelajaran dikelola dalam bentuk blok-blok waktu dengan berbagai macam

pengelompokkan.

  1. Sebagai contoh, mata pelajaran IPS, Bahasa Indonesia dan IPA diajarkan diajarkan dari jam 07.00- 12.00 dalam semester 1. Contoh lain, mengajarkan muatan Ilmu

Pengetahuan Alam atau Ilmu Pengetahuan Sosial secara bergantian dalam blok waktu yang terpisah.

  1. Ini adalah beberapa contoh pendekatan pengorganisasian pembelajaran yang bisa dipakai oleh satuan pendidikan
  2. Pemilihan pendekatan pengorganisasian pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan
  3. Tidak ada satu pendekatan yang lebih "canggih" dari pendekatan lain.

Alternatif Pendekatan Pembelajaran

Komponen

21 of 32

Komponen Kurikulum Satuan Pendidikan

Karakteristik Satuan Pendidikan Visi, Misi, dan Tujuan Pengorganisasian Pembelajaran Perencanaan Pembelajaran

22 of 32

Komponen

Perencanaan

Pembelajaran

Perencanaan pembelajaran

meliputi:

Memahami Capaian Pembelajaran (CP)

Menyusun alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

dari TP

Merancang Pembelajaran

  • Ruang lingkup satuan pendidikan - penyusunan alur tujuan pembelajaran atau silabus. Dalam ruang lingkup satuan pendidikan, perumusan dan penyusunan alur dan tujuan pembelajaran atau silabus mata pelajaran berfungsi mengarahkan satuan pendidikan dalam merencanakan, mengimplementasikan, dan mengevaluasi pembelajaran secara keseluruhan sehingga capaian pembelajaran diperoleh secara sistematis, konsisten, dan terukur.
  • Ruang lingkup kelas - penyusunan modul ajar atau rencana pelaksanan pembelajaran. Untuk dokumen rencana pelaksanaan pembelajaran pada ruang lingkup kelas, satuan pendidikan dapat menggunakan, memodifikasi, atau mengadaptasi contoh modul ajar yang disediakan Pemerintah, dan cukup melampirkan beberapa contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)/modul ajar atau bentuk rencana kegiatan yang mewakili inti dari rangkaian pembelajaran pada bagian Lampiran.

Perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran dan asesmen pada mata pelajaran Praktik Kerja Lapangan (PKL) di SMK dilaksanakan secara kolaboratif oleh satuan pendidikan dan mitra dunia kerja.

Menyusun Tujuan Pembelajaran (TP)

23 of 32

Evaluasi, Pengembangan Profesional dan Pendampingan

24 of 32

Prinsip Evaluasi Pembelajaran

dan Kurikulum Satuan Pendidikan

Prinsip-prinsip melakukan evaluasi

  1. Menetapkan tujuan evaluasi yang akan dilakukan.
  2. Menetapkan data/informasi yang ingin didapatkan

dalam kegiatan peninjauan.

  1. Menentukan bentuk asesmen yang akan dilakukan untuk mendapatkan data/informasi yang diinginkan.
  2. Merancang aktivitas evaluasi yang bersifat reflektif dan dapat dijadikan pengembangan bagi pendidik dan pelaksana program.
  3. Menggunakan alat penilaian pencapaian yang jelas dan terukur.

Apa saja yang yang menjadi sumber

dalam evaluasi PEMBELAJARAN KSP

  1. Hasil asesmen peserta didik per unit.
  2. Artefak peserta didik: projek peserta didik, portofolio peserta didik, pameran karya, pertunjukan, dan sebagainya.
  3. Survei lulusan
  4. Refleksi proses belajar oleh pendidik
  5. Observasi kepala satuan pendidikan
  6. Rapor Pendidikan.

25 of 32

Kepala satuan pendidikan merancang dan melakukan proses pendampingan dan pengembangan profesional sesuai kebutuhan sebagai tindak lanjut dari hasil pengamatan dan evaluasi dengan melibatkan pengawas. Aktivitasnya dapat berbentuk:

Coaching

proses pendampingan untuk mencapai tujuan dengan

menggali pemikiran-pemikiran seseorang terhadap suatu masalah.

Mentoring

proses pendampingan dengan berbagi

pengalaman/pengetahuan untuk mengatasi suatu kendala.

Pelatihan

proses pendampingan dengan menguatkan pengetahuan

dan keterampilan yang berkaitan dengan kinerja, dengan narasumber internal atau eksternal (menyesuaikan dengan kemampuan satuan pendidikan). Misalnya: Pelatihan tentang Pendekatan Pembelajaran (Tematik, Integratif, dan Sistem Blok Waktu)

Pengembangan Profesional dan Pendampingan

26 of 32

Terima kasih

27 of 32

Kontekstualisasi Kurikulum Tingkat Daerah

28 of 32

Konfigurasi Muatan Khas untuk Diversifikasi Kurikulum

29 of 32

Kontekstualisasi Merujuk Pada Diversifikasi

  • Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) menegaskan bahwa kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan siswa.
  • Diversifikasi kurikulum merupakan bagian dari prinsip pengembangan dalam pelaksanaan kurikulum. Pelaksanaan diversifikasi kurikulum harus memperhatikan aspek kondisi di mana kurikulum itu dilaksanakan.
  • Permendikbudristekdikti N0.12 Pasal 29, ayat 2 Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan dilakukan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan Satuan Pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik.

30 of 32

Muatan Diversifikasi

Kurikulum

  1. Potensi Daerah

Berbagai ragam potensi kearifan daerah dan keunggulan

daerah serta hal hal yang menjadi keunikan, ataupun karakteristik baik budaya, ekonomi, pertanian, budi daya, jasa maupun kemaritiman, serta Kondisi tertentu suatu daerah digunakan sebagai dasar untuk menentukan kebutuhan, penanganan, penguatan, program dan/atau pengelolaan kurikulum satuan pendidikan secara berdiversifikasi sesuai kondisi daerahnya

  1. Potensi Sekolah

Sekolah menetapkan keunggulan, yang biasanya akan tercantum dalam visi dan misi sekolah. Sekolah yang potensial biasanya dipengaruhi oleh karakter geografis, potensi guru, dan siswa. Karakter geografis, misalnya bila sekolah itu berada di daerah pertanian, maka sekolah itu dapat mengembangkan diversifikasi kurikulum melalui keunggulan pertanian.

3. Bakat dan Minat Peserta Didifi

Bakat merupakan potensi yang dimiliki oleh seseorang sebagai bawaan sejak lahir. Contoh: seorang yang berbakat melukis akan lebih cepat mengerjakan

pekerjaan lukisnya dibandingkan dengan seseorang yang

kurang berbakat.

Minat adalah suatu proses pengembangan dalam mencampurkan seluruh kemampuan yang ada untuk mengarahkan individu kepada suatu kegiatan yang diminatinya. Misalnya, minat vokasional (profesi, komersial, dan kegiatan diluar sekolah) dan non vokasional (kepuasan atau hobi).

31 of 32

Model Implementasi

Diversifikasi Kurikulum

  1. Intrakurikuler

Sebagai kemasan integrasi, menyatu (Blended); Sebagai

konteks (pemerkaya); Mata Pelajaran Tersendiri

  1. Kokurikuler

Kegiatan kokurikuler adalah kegiatan-kegiatan yang dimaksudkan untuk lebih mendalami dan menghayati materi pengajaran yang telah dipelajari pada kegiatan intrakurikuler di dalam kelas, baik yang tergolong mata pelajaran program inti maupun program khusus.

Diversifikasi juga masuk sebagai konteks dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau dalam Projek Program Pemberdayaan dan Keterampilan Berbasis Profil Pelajar Pancasila

  1. Ekstrakurikuler

Diversifikasi kurikulum sebagai kegiatan ekstrakurikuler untuk mendukung muatan keunggulan sekolah, potensi/kondisi daerah yang belum terakomodasi dalam kegiatan lain untuk memperkaya khasanah diversifikasi.

  1. Pembiasaan dan Pembudayaan Sekolah

Program diversifikasi kurikulum dengan menggunakan pendekatan rutin melalui pengaturan kegiatan siswa secara terjadwal dan terus-menerus dengan penekanan pada pembiasaan menjadi budaya sekolah. Beberapa kegiatan, seperti berdoa bersama, sholat berjamaah, peringatan

hari-hari besar, upacara, cara hidup demokrasi, kegiatan

ekonomi produktif, kompetisi seni dan olahraga, kebersihan

diri dan lingkungan, mengerjakan pra-karya, melaksanakan kegiatan ’hari krida’, dan seterusnya

32 of 32

Diversifikasi Kurikulum dalam KSP

  1. Karakteristik Sekolah
  2. Visi, Misi, dan Tujuan Sekolah
  3. Pengorganisasian Pembelajaran
  4. Perencanaan Pembelajaran

5. Evaluasi, Pengembangan Profesional, dan Pendampingan