Pendampingan Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan
Apa Saja Yang Diperlukan Dalam Menyusun KSP?
Dimulai dengan memahami secara utuh kerangka dasar kurikulum yang ditetapkan oleh Pemerintah, antara lain Tujuan Pendidikan Nasional, dimenasi profil lulusan, SNP, Struktur Kurikulum, Prinsip Pembelajaran dan Asesmen, serta Capaian Pembelajaran.
Memahami prinsip penyusunan KSP
Khusus untuk SMK ditambah dengan memahami kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja terkait.
Bagi yang sudah memiliki dokumen Kurikulum Satuan Pendidikan, dapat langsung melakukan peninjauan dan revisi.
Prinsip Penyusunan
kurikulum satuan pendidikan
Berpusat pada peserta didik
pembelajaran harus memenuhi keragaman potensi,
kebutuhan perkembangan dan tahapan belajar, serta kepentingan peserta didik.
Kontekstual
menunjukkan kekhasan dan sesuai dengan
karakteristik satuan pendidikan, konteks sosial
budaya dan lingkungan, serta dunia kerja dan
industri (khusus SMK), dan menunjukkan karakteristik atau kekhususan peserta didik berkebutuhan khusus (khusus SLB)
Esensial
semua unsur informasi penting/utama yang dibutuhkan oleh para
pemangku kepentingan tentang kurikulum yang digunakan di satuan
pendidikan dapat diperoleh di dokumen tersebut. Bahasanya lugas dan mudah dipahami, tidak mengulang naskah/kutipan yang sudah ada di naskah lain. Dokumen tidak perlu memuat kembali misalnya lampiran Kepmendikbud seperti CP, struktur, dll., dalam dokumen kurikulum operasional
akuntabel
dapat dipertanggungjawabkan karena berbasis data dan aktual
Melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Pengembangan kurikulum satuan pendidikan melibatkan komite satuan
pendidikan dan berbagai pemangku kepentingan antara lain orang tua,
organisasi, berbagai sentra, serta industri dan dunia kerja untuk SMK,
di bawah koordinasi dan supervisi dinas Pendidikan atau kantor kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama sesuai dengan kewenangannya.
Siapa Saja Yang Terlibat Dalam Penyusunan Ksp?
Pemangku kepentingan internal (pemimpin sekolah dan guru)
Pemangku kepentingan eksternal (orang tua, komite satuan pendidikan dan dinas Pendidikan)
Pemangku kepentingan lainnya (organisasi, berbagai sentra, serta industri dan dunia kerja untuk SMK).
Mengapa Perlu Menyusun KSP?
Dokumen Kurikulum Satuan Pendidikan memiliki fungsi utama sebagai dokumen hidup yang membantu satuan pendidikan menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas.
Membantu dalam hal melakukan pengorganisasian dan perencanaan pembelajaran dengan lebih efektif dan efisien sesuai dengan kondisi dari satuan pendidikan berdasarkan hasil refleksi dan evaluasi berbasis data.
Membantu dalam hal melakukan diversifikasi kurikulum berdasarkan hasil identifikasi potensi dan karakteristik daerah, satuan pendidikan, dan peserta didik. Diversifikasi ini diharapkan dapat memperkuat ciri khas-nya dan membantu satuan pendidikan untuk mencapai visi, misi, dan tujuannya.
Bagaimana Langkah/Proses Penyusunan KSP
Proses Penyusunan Kurikulum
Satuan Pendidikan
Proses penyusunan kurikulum satuan pendidikan bersifat:
Catatan: untuk SMK, langkah nomor 2 adalah ‘Merumuskan Visi, Misi, Tujuan Program Keahlian’
Langkah-Langkah Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (bagi yang belum pernah menyusun)
Proses Peninjauan dan Revisi Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan
Berdasarkan diagram proses penyusunan dan revisi KSP, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
dapat menggunakan data seperti observasi, diskusi dengan warga sekolah (seperti guru, kepala sekolah, peserta didik), dan rapor pendidikan. Hasil evaluasi ini dapat membantu kepala satuan pendidikan dan guru untuk memperbaiki pengorganisasian pembelajaran dan rencana pembelajaran sehingga kualitas pembelajaran bisa meningkat.
Langkah-Langkah Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (bagi yang sudah pernah menyusun)
Catatan: untuk SMK, langkah nomor 2 adalah ‘Merumuskan Visi, Misi, Tujuan Program Keahlian’
PERAN PENGAWAS
Perdirjen GTK Nomor: 4831/B/HK.03.01/2023
Pasal 4 ayat (2)c, membersamai Kepala Sekolah dalam mengembangkan kurikulum operasional Satuan Pendidikan dan perencanaan pembelajaran sesuai profil Satuan Pendidikan yang berpusat pada peserta didik.
Komponen Kurikulum Satuan Pendidikan
Karakteristik Satuan Pendidikan
Visi, Misi, dan Tujuan
Pengorganisasian Pembelajaran Perencanaan Pembelajaran
Komponen
situasi nyata/kondisi satuan pendidikan
Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan
Analisis karakteristik satuan pendidikan secara umum mencakup analisis kekhasan dan konteks sosial budaya satuan pendidikan serta analisis analisis profil peserta didik, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan.
Untuk SMK, karakteristik melingkupi program
keahliannya. Untuk SLB, karakteristik satuan pendidikan melingkupi keterampilan
Beberapa prinsip-prinsip analisis lingkungan belajar
Komponen
Analisis Karakteristik
Satuan Pendidikan
Beberapa pertanyaan refleksi dalam analisis lingkungan
belajar di satuan pendidikan
dilestarikan?
dari masyarakat setempat?
kondisi dunia kerja yang relevan?
Pilihan cara untuk mengumpulkan informasi:
Discussion (FGD)
Selain cara di atas, satuan pendidikan juga dapat menggunakan cara lain untuk mengumpulkan informasi untuk analisis karafiteristik satuan pendidikan.
Contoh analisis Karakteristik Satuan Pendidikan
Komponen
Analisis Rapor Pendidikan
kependidikan, serta
Kesimpulan analisis Rapor Pendidikan
yaitu menyusun perencanaan pembelajaran yg lebih baik pada beberapa mata pelajaran yang sesuai dengan
indikator diatas/kebutuhan peserta didik.
…….
Indikator | Capaian |
Kemampuan literasi | Kurang |
Kemampuan numerasi | Kurang |
Karakter | Baik |
Iklim keamanan satuan pendidikan | Sedang |
Iklim kebinekaan | Kurang |
Kualitas pembelajaran | Sedang |
Komponen Kurikulum Satuan Pendidikan
Karakteristik Satuan Pendidikan
Visi, Misi, dan Tujuan
Pengorganisasian Pembelajaran
Perencanaan Pembelajaran
Komponen
Visi, Misi, dan Tujuan Satuan Pendidikan
Tujuan Pendidikan Nasional
Komponen
Visi, Misi, dan Tujuan
Satuan Pendidikan
Visi
➔
pendidikan dan nilai-nilai yang dituju berdasarkan hasil analisis karakteristik satuan pendidikan.
Visi juga mengandung nilai-nilai yang mendasari penyelenggaraan pembelajaran agar peserta didik dapat mencapai profil pelajar
Pancasila yang mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan (Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak untuk PAUD).
Contoh:
1. Menanamkan keimanan dan ketqwaan melalui pengenalan ajaran islam
2. Mengoptimalkan proses belajar dan bimbingan.
dst
Misi
Contoh:
Keagamaan yang berkesinambungan melalui kegiatan ...
Tujuan
tahapan-tahapan (milestone) penting dan
selaras dengan misi.
Contoh:
Terwujudnya peserta didik yang beriman, cerdas , terampil, mandiri dan berwawasan global
Contoh:
Komponen Kurikulum Satuan Pendidikan
Karakteristik Satuan Pendidikan
Visi, Misi, dan Tujuan
Pengorganisasian Pembelajaran
Perencanaan Pembelajaran
Komponen
Pengorganisasian
Pembelajaran
Satuan pendidikan menyusun pembelajaran yang meliputi:
Intrakurikuler
Kokurikuler
Efistrakurikuler
Pembelajaran berisi muatan mata pelajaran dan muatan tambahan lainnya jika ada (mulok), penetapan konsentrasi, dan Praktik Kerja Lapangan untuk SMK dan SLB.
Kegiatan kokurikuler yang dirancang terpisah dari intrakurikuler untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan 8 dimensi profil lulusan.
Kegiatan kurikuler yang dilakukan di luar jam belajar di bawah bimbingan dan pengawasan satuan pendidikan.
Komponen
Alternatif Pendekatan Pembelajaran
1 Pendekatan mata pelajaran
jam tatap muka sesuai dengan yang ditetapkan oleh masing-masing satuan pendidikan berdasarkan ketentuan minimal dari pemerintah.
2 Pendekatan tematik
menggunakan pendekatan mata pelajaran atau tematik.
3 Pendekatan secara terintegrasi
kolaboratif (team teaching).
4 Pendekatan secara bergantian dalam blok waktu terpisah
pengelompokkan.
Pengetahuan Alam atau Ilmu Pengetahuan Sosial secara bergantian dalam blok waktu yang terpisah.
Alternatif Pendekatan Pembelajaran
Komponen
Komponen Kurikulum Satuan Pendidikan
Karakteristik Satuan Pendidikan Visi, Misi, dan Tujuan Pengorganisasian Pembelajaran Perencanaan Pembelajaran
Komponen
Perencanaan
Pembelajaran
Perencanaan pembelajaran
meliputi:
Memahami Capaian Pembelajaran (CP)
Menyusun alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
dari TP
Merancang Pembelajaran
Perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran dan asesmen pada mata pelajaran Praktik Kerja Lapangan (PKL) di SMK dilaksanakan secara kolaboratif oleh satuan pendidikan dan mitra dunia kerja.
Menyusun Tujuan Pembelajaran (TP)
Evaluasi, Pengembangan Profesional dan Pendampingan
Prinsip Evaluasi Pembelajaran
dan Kurikulum Satuan Pendidikan
Prinsip-prinsip melakukan evaluasi
dalam kegiatan peninjauan.
Apa saja yang yang menjadi sumber
dalam evaluasi PEMBELAJARAN KSP
Kepala satuan pendidikan merancang dan melakukan proses pendampingan dan pengembangan profesional sesuai kebutuhan sebagai tindak lanjut dari hasil pengamatan dan evaluasi dengan melibatkan pengawas. Aktivitasnya dapat berbentuk:
✔ Coaching
proses pendampingan untuk mencapai tujuan dengan
menggali pemikiran-pemikiran seseorang terhadap suatu masalah.
✔ Mentoring
proses pendampingan dengan berbagi
pengalaman/pengetahuan untuk mengatasi suatu kendala.
✔ Pelatihan
proses pendampingan dengan menguatkan pengetahuan
dan keterampilan yang berkaitan dengan kinerja, dengan narasumber internal atau eksternal (menyesuaikan dengan kemampuan satuan pendidikan). Misalnya: Pelatihan tentang Pendekatan Pembelajaran (Tematik, Integratif, dan Sistem Blok Waktu)
Pengembangan Profesional dan Pendampingan
Terima kasih
Kontekstualisasi Kurikulum Tingkat Daerah
Konfigurasi Muatan Khas untuk Diversifikasi Kurikulum
Kontekstualisasi Merujuk Pada Diversifikasi
Muatan Diversifikasi
Kurikulum
Berbagai ragam potensi kearifan daerah dan keunggulan
daerah serta hal hal yang menjadi keunikan, ataupun karakteristik baik budaya, ekonomi, pertanian, budi daya, jasa maupun kemaritiman, serta Kondisi tertentu suatu daerah digunakan sebagai dasar untuk menentukan kebutuhan, penanganan, penguatan, program dan/atau pengelolaan kurikulum satuan pendidikan secara berdiversifikasi sesuai kondisi daerahnya
Sekolah menetapkan keunggulan, yang biasanya akan tercantum dalam visi dan misi sekolah. Sekolah yang potensial biasanya dipengaruhi oleh karakter geografis, potensi guru, dan siswa. Karakter geografis, misalnya bila sekolah itu berada di daerah pertanian, maka sekolah itu dapat mengembangkan diversifikasi kurikulum melalui keunggulan pertanian.
3. Bakat dan Minat Peserta Didifi
Bakat merupakan potensi yang dimiliki oleh seseorang sebagai bawaan sejak lahir. Contoh: seorang yang berbakat melukis akan lebih cepat mengerjakan
pekerjaan lukisnya dibandingkan dengan seseorang yang
kurang berbakat.
Minat adalah suatu proses pengembangan dalam mencampurkan seluruh kemampuan yang ada untuk mengarahkan individu kepada suatu kegiatan yang diminatinya. Misalnya, minat vokasional (profesi, komersial, dan kegiatan diluar sekolah) dan non vokasional (kepuasan atau hobi).
Model Implementasi
Diversifikasi Kurikulum
Sebagai kemasan integrasi, menyatu (Blended); Sebagai
konteks (pemerkaya); Mata Pelajaran Tersendiri
Kegiatan kokurikuler adalah kegiatan-kegiatan yang dimaksudkan untuk lebih mendalami dan menghayati materi pengajaran yang telah dipelajari pada kegiatan intrakurikuler di dalam kelas, baik yang tergolong mata pelajaran program inti maupun program khusus.
Diversifikasi juga masuk sebagai konteks dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau dalam Projek Program Pemberdayaan dan Keterampilan Berbasis Profil Pelajar Pancasila
Diversifikasi kurikulum sebagai kegiatan ekstrakurikuler untuk mendukung muatan keunggulan sekolah, potensi/kondisi daerah yang belum terakomodasi dalam kegiatan lain untuk memperkaya khasanah diversifikasi.
Program diversifikasi kurikulum dengan menggunakan pendekatan rutin melalui pengaturan kegiatan siswa secara terjadwal dan terus-menerus dengan penekanan pada pembiasaan menjadi budaya sekolah. Beberapa kegiatan, seperti berdoa bersama, sholat berjamaah, peringatan
hari-hari besar, upacara, cara hidup demokrasi, kegiatan
ekonomi produktif, kompetisi seni dan olahraga, kebersihan
diri dan lingkungan, mengerjakan pra-karya, melaksanakan kegiatan ’hari krida’, dan seterusnya
Diversifikasi Kurikulum dalam KSP
5. Evaluasi, Pengembangan Profesional, dan Pendampingan