1 of 13

Filsafat Ilmu dalam Metodologi Kualitatif

Esensi: Memahami dunia organisasi melalui lensa subjek.

Fokus: Transisi dari "angka" ke "narasi" dan "makna".

Tujuan S3: Membangun theoretical sensitivity dalam fenomena manajemen yang kompleks.

2 of 13

Apa itu Metodologi Kualitatif?

  • Definisi: Sebuah pendekatan inkuiri yang bertujuan untuk memahami makna individu atau kelompok terkait masalah sosial atau kemanusiaan (Creswell).
  • Filosofi Dasar: Berakar pada Interpretivisme dan Fenomenologi.
  • Karakteristik: Mengutamakan konteks (context-bound), bersifat holistik, dan mencari pemahaman (verstehen).
  • Output: Bukan prediksi statistik, melainkan deskripsi mendalam (thick description).

3 of 13

Posisi Filosofis Kualitatif�

The Interpretivist Stance

Definisi posisi filosofis dalam kualitatif:

  • Ontologi (Relativisme): Realitas bersifat jamak dan merupakan hasil konstruksi mental manusia. Tidak ada realitas tunggal yang lepas dari pengamat.
  • Epistemologi (Subjectivism): Pengetahuan tercipta melalui interaksi antara peneliti dan subjek. Kebenaran bersifat inter-subjektif.
  • Aksiologi (Value-Laden): Peneliti mengakui bahwa nilai-nilai pribadi dan latar belakang budaya mempengaruhi proses interpretasi.
  • Logika (Induktif): Membangun teori dari partikel data lapangan, bukan menguji teori yang sudah ada.

4 of 13

Ontologi: Realitas yang Jamak�

Definisi: Hakikat keberadaan dalam dunia kualitatif

  • Konstruksionisme: Organisasi tidak dilihat sebagai benda mati, melainkan jaringan makna yang terus diciptakan oleh orang-orang di dalamnya.
  • Context Dependency: Sebuah kebijakan manajemen yang sama bisa dimaknai berbeda di dua perusahaan berbeda.
  • Dinamisme: Realitas tidak stabil; ia berubah seiring perubahan persepsi manusia.
  • Contoh S3: Meneliti "kegagalan kepemimpinan" bukan sebagai angka turnover, melainkan sebagai kumpulan cerita trauma atau frustrasi karyawan

5 of 13

Epistemologi: Intersubjektivitas�

Definisi: Bagaimana kita mengetahui apa yang kita ketahui?

  • Transactional Engagement: Pengetahuan diperoleh dengan cara "masuk" ke dalam dunia subjek (wawancara, observasi).
  • Peneliti sebagai Instrumen: Anda bukan pengamat pasif, melainkan alat utama yang memfilter dan memaknai data.
  • Co-Construction: Data bukan "ditemukan" (seperti emas), melainkan "diciptakan bersama" antara peneliti dan partisipan selama proses inkuiri

6 of 13

Logika Induktif & Abduktif�

Definisi: Alur penalaran membangun teori

  • Induktif: Bergerak dari observasi spesifik menuju pola umum dan pengembangan teori baru (Theory Building).
  • Abduktif (Kontemporer): Proses bolak-balik antara data dan teori yang ada untuk menemukan penjelasan paling masuk akal bagi fenomena mengejutkan.
  • Flexibility: Desain penelitian dapat berubah di tengah jalan sesuai dengan temuan di lapangan (Emergent Design).

7 of 13

Ragam Metodologi Kualitatif�

Definisi: Prosedur sistematis penemuan makna

  • Fenomenologi: Menggali esensi pengalaman hidup individu.
  • Grounded Theory: Membangun teori yang murni berdasar data lapangan.
  • Etnografi: Mempelajari pola budaya dan interaksi kelompok sosial/organisasi.
  • Studi Kasus: Analisis mendalam terhadap sistem terbatas (satu perusahaan atau satu peristiwa).
  • Narrative Inquiry: Memahami realitas melalui cerita dan biografi.

8 of 13

Kriteria Kualitas (Trustworthiness)�

Definisi: Standar keabsahan riset non-positivistik

Kualitatif tidak menggunakan validitas/reliabilitas, melainkan Trustworthiness (Lincoln & Guba):

  • Credibility: Seberapa "terpercaya" temuan Anda? (Dicek melalui triangulation & member checking).
  • Transferability: Sejauh mana hasil bisa diterapkan di konteks lain? (Melalui thick description).
  • Dependability: Apakah proses riset konsisten dan dapat dilacak? (Audit trail).
  • Confirmability: Sejauh mana temuan didukung oleh data, bukan sekadar imajinasi peneliti?

9 of 13

Reflexivity & Positionality�

Definisi: Kesadaran diri peneliti

  • Reflexivity: Proses refleksi kritis tentang bagaimana peran, bias, dan kehadiran peneliti mempengaruhi data.
  • Positionality: Pernyataan jujur tentang siapa peneliti (misal: mantan CEO yang meneliti manajemen), sehingga pembaca tahu "kacamata" yang digunakan.
  • Transparency: Mengakui subjektivitas, bukan menyembunyikannya.

10 of 13

Kritik Filosofis terhadap Kualitatif�

Tantangan Akademik

  • Subjektivitas Tinggi: Dianggap terlalu tergantung pada intuisi peneliti.
  • Lack of Generalizability: Hasil tidak bisa digeneralisasi secara statistik ke populasi besar (Hanya bisa generalisasi teoretis).
  • Efficiency: Membutuhkan waktu sangat lama dan biaya besar untuk pengumpulan data.
  • Anecdotalism: Risiko hanya mengambil cerita yang mendukung asumsi peneliti.

11 of 13

Implementasi S3: Depth Over Breadth�

Kunci Disertasi Kualitatif yang Kuat

  • Avoid Descriptive Trap: Jangan hanya melaporkan "siapa bicara apa". Masuklah ke level abstraksi teoretis.
  • Data Saturation: Berhenti mengumpulkan data bukan karena waktu habis, tapi karena tidak ada lagi informasi baru yang muncul.
  • Theoretical Contribution: Apa teori baru yang Anda tawarkan, atau bagaimana Anda mempertajam teori yang sudah ada?

12 of 13

Kesalahan Umum (Red Flags)�

Definisi kegagalan riset kualitatif S3

  • "Kualitatif karena Takut Statistik": Ini alasan terburuk. Kualitatif S3 justru lebih berat secara intelektual.
  • Wawancara Dangkal: Pertanyaan hanya "Ya/Tidak" tanpa probing mendalam.
  • Paradigma Campur Aduk: Berbicara tentang "objektivitas" dalam penelitian fenomenologi (kontradiksi filosofis).
  • Coding Berantakan: Tidak menunjukkan proses bagaimana data mentah berubah menjadi tema-tema besar.

13 of 13

Terima Kasih