1 of 19

PRAKTIKUM MRP

2 of 19

Contoh :

Pembuatan sebuah palu memerlukan :

1 unit hulu yang terbuat dari besi

1 unit ganggang kayu

2 buah pen pengikat

1. Pembuatan struktur BOM

Produk akhir = level 0

Komponen untuk menyelesaikan produk akhir = parent parts (level 1)

Sub-komponen = level 2, dst

Hammer (1)

Hulu Besi

Ganggang Kayu

Pen Pengikat

(1)

(2)

(3)

3 of 19

2. Pembuatan Master Production Scheduling (MPS)

Hasil ramalan permintaan pasar sebagai landasan menentukan output.

Output yang dikaitkan dengan jadwal penyediaanya akan menghasilkan MPS (Jadwal Induk Produksi).

Misal :

Permintaan total per tahun 12.000 unit, terdiri atas :

Bulan ke-3 = 4.000 unit

Bulan ke-7 = 5.000 unit

Bulan ke-10 = 3.000 unit

Jumlah pesanan per kesatuan waktu disusun menjadi jawal Induk Produksi, sbb :

Bulan

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

Kebutuhan

4.000

5.000

3.000

4 of 19

Selanjutnya dilakukan identifikasi terhadap :

- Kebutuhan setiap jenis komponen per unit keluaran

  • Persediaan yang ada dalam perusahaan saat ini
  • Lead time setiap jenis komponen:

Lead time (tengang waktu) atas penyediaan komponen hulu besi

Lead time (tengang waktu) atas penyediaan ganggang kayu

Lead time (tengang waktu) atas penyediaan pen pengikat

3. Pembuatan Inventory Record

No.

Jenis Komponen

Kebutuhan per Unit Output

Sediaan per 1-1-2005

Lead Time

1.

2.

3.

Hulu Besi

Ganggang Kayu

Pen Penguat

1 unit

1 unit

2 unit

50 unit

30 unit

100 unit

2 minggu

1 minggu

1 minggu

5 of 19

4. Penetapan jumlah unit yang dipesan

  1. Metode Fixed Order Quantity (FOQ)
  2. Metode Periodic Order Quantity (POQ)
  3. Metode Lot for Lot (L4L)

6 of 19

Fixed Order Quantity (FOQ)

  • Bertujuan menjaga unit yang dipesan tetap sama.
  • Jumlah yang dipesan ditentukan secara intuitif→Experience manajer

produksi→Kebutuhan rata-rata selama beberapa tahun terakhir tanpa memperhitungkan

biaya persediaan

  • Menggunakan metode empiris, yaitu metode EOQ yang meminimumkan biaya

persediaan

Contoh :

Kebutuhan per tahun 10.000 unit. Biaya penyimpanan per unit per tahun rata-rata Rp.100,- dan biaya pemesanan per order Rp. 5.000,-.

Maka jumlah yang dipesan adalah menggunakan metode EOQ :

= 1.000 unit per oder

Pemesanan dapat dilakukan dengan cara :

  • 10 kali waktu pesan, masing-masing 1.000 unit→minimisasi biaya
  • 5 kali waktu pesan, masing-masing 2.000 unit →intuitif

7 of 19

Periodic Order Quantity (POQ)

  • Penentuan unit pesanan berdasarkan periode tetap, jumlah unit yang dipesan per order

dapat berbeda namun selang waktu penyampaian order tetap sama.

  • Unit yang dipesan disesuaikan kebutuhan periodik.

  • Sediaan akhir periode sama dengan nol (tanpa sediaan)→sama dengan FOQ, bedanya

pada POQ waktu pemesanan terikat dengan waktu pemesanan yang dijadwalkan.

  • L4L, waktu pemesanan tergantung pada lead time.

L4L lot size =

Kebutuhan Total

Per periode t

Taksiran

Sediaan pada akhir

periode t-1

-

8 of 19

Lot for Lot (L4L)

  • Penentuan unit pesanan disesuaikan dengan jumlah kebutuhan bersih dalam periode

yang bersangkutan.

  • Unit yang dipesan dapat saja berbeda pada setiap waktu pemesanan.

  • Sediaan akhir periode sama dengan nol berbeda dengan FOQ yang belum tentu sama

dengan nol.

  • Kelemahannya, kemungkinan pada titik waktu tertentu sediaan tidak mencukupi

kebutuhan.

Unit menurut POQ =

Kebutuhan Total

Per periode t

Taksiran

Sediaan pada akhir

periode t-1

-

9 of 19

5. Pembuatan diagram pelaksanaan produksi berbasis waktu (time-

basis product structure)

Menjelaskan komponen keseluruhan rakitan yang seharusnya diterima (dipenuhi secara tepat jadwal dan tepat jumlah) agar output dapat terselesaikan sesuai dengan waktu yang ditentukan.

10 of 19

1

2

3

4

5

0

1 Minggu

1 Minggu

2 Minggu

1 Minggu

Produk

Akhir

Ganggang

Kayu

Pen

Penguat

Hulu

Besi

Waktu dalam minggu

Diagram Pengerjaan Produk Berbasis Penahapan Waktu

11 of 19

6. Pembuatan MRP

Menjawab :

  1. Kebutuhan total, yaitu hasil kali target produksi dalam MPS dengan unit komponen bersangkutan yang diperlukan untuk menyelesaikan satu unit keluaran menurut BOM.

  • Sediaan yang ada di gudang atau dalam perusahaan.

  • Kebutuhan netto (selisih antara kebutuhan total dengan sediaan yang ada).

  • Jadwal Penerimaan pesanan material.

  • Proyeksi penyampaian pesanan material (pengiriman pesanan).

12 of 19

Tabel MRP Pembuatan Produk Palu dengan Pendekatan L4L dan MPS

Data tersaji sampai bulan ke-3 selanjutnya untuk pelaksanaan produksi dalam bulan ke-4 dan ke-5 memerlukan pembagian satuan waktu kerja yang sama dalam minggu untuk bulan ke-6 dan ke-7 serta bulan ke-9 dan ke-10. Proses penyelesaiannya sama dengan bulan ke-3.

13 of 19

Tugas 1 :

Sebuah usaha kerajinan membuat boneka (T) memiliki permintaan seperti berikut.

Bulan

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

Kebutuhan

40

70

40

50

40

30

80

T (1)

A (3)

C (1)

F1 (1)

G (4)

B (2)

D (1)

E1 (2)

E3 (2)

E2 (3)

F2 (3)

14 of 19

Ketahui bahwa data sediaan yang ada untuk komponen A, B, C masing-masing 45, 30 dan 20. Subkomponen lainnya tidak memiliki sediaan. T, A, B, C dan E memiliki lead time masing-masing 1 bulan. Sedangkan D, F dan G masing-masing 2 bulan.

Buatlah MRP berdasarkan metode L4L.

15 of 19

Buatlah MRP berdasarkan metode FOQ.

Jika diketahui :

Unit yang dipesan A= 200 unit

B= 150 unit

C= 120 unit

D= 100 unit

E= 400 unit

F= 250 unit

G= 200 unit

E1= 150 unit

E2= 150 unit

E3= 100 unit

F1= 125 unit

F2= 125 unit

16 of 19

Buat perbandingan jumlah unit yang dipesan (pengiriman order) menurut pendekatan L4L dan FOQ.

17 of 19

1

2

3

4

0

T,1

Waktu dalam minggu

1 Minggu

1 Minggu

2 Minggu

2 Minggu

D,1

E1, 2

1 Minggu

F1, 1

F2, 3

G,4

2 Minggu

1 Minggu

E3, 2

E2, 3

1 Minggu

B,2

A,3

C,1

1 Minggu

1 Minggu

1 Minggu

Diagram Pengerjaan Boneka T Berbasis Penahapan Waktu

18 of 19

Tugas 2 :

Sebuah perusahaan mendapatkan pesanan 80 unit produk A yang harus tersedia pada minggu ke-9. Saat ini tidak terdapat permintaan lain terhadap produk A. Keadaan persediaan diawal minggu adalah sebagai berikut :

A = 10 unit

B = 30 unit

C = 15 unit

D = 0

E = 50 unit

Dengan menggunakan BOM (Bill Of Material) maka buatlah jadwal pemesanan setiap komponen produk tersebut.

19 of 19

A, LT = 4

5B, LT = 3

3C, LT 2

1D, LT = 2

2E, LT = 1

LT = Lead Time