1 of 17

Kompetensi Dasar :�Menganalisis Usaha Produksi Tanaman Sayuran

Sriyanti Ladiku, SP

SMKN 3 Sigi

MATA DIKLAT :

AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN

KELAS XII ATPH

2 of 17

Analisa Usaha Pertanian

Pengertian Analisa Usaha Pertanian adalah :

  • Pengukuran statistik untuk mengetahui keberhasilan suatu usaha bidang pertanian.
  • Tindakan yang dilakukan untuk melihat/mengevaluasi keberhasilan suatu kegiatan usaha baik secara teknis maupun secara finansial.

3 of 17

Metode Analisa Usaha Pertanian terdiri dari :

  1. Analisa biaya per satuan produksi
  2. R/C ratio
  3. Break event point (BEP)

4 of 17

  1. Analisa biaya per satuan produksi

Analisa biaya per satuan produksi bermanfaat untuk menentukan atau memperkirakan harga jual serta keuntungan relatif dari suatu cabang usaha pertanian.

5 of 17

Rumus Analisa biaya per satuan

Biaya per satuan produksi =

Biaya produksi total (Rp)

Produksi total (kg, ton, dll)

Atau :

Biaya per satuan produksi =

BV + BT

Produksi total

6 of 17

Biaya Variabel (Variable cost) adalah biaya usaha yang besar kecilnya dipengaruhi untuk kegiatan produksi, misalnya, upah (harian, mingguan), biaya bahan baku (pupuk, benih, pestisida dll)

Biaya Tetap (Fixed cost) adalah biaya yang dikeluarkan secara tetap per periode waktu misalnya, gaji tetap karyawan (bulanan), pajak, sewa gedung, sewa lahan, dll.

7 of 17

Contoh :

Dari seorang petani diperoleh data dari usaha tanaman sayurannya adalah sebagai berikut :

  • Biaya variabel = Rp. 750.000,-
  • Biaya tetap = Rp. 250.000,-
  • Produksi total = Rp. 4.000 kg

Tentukan biaya per satuan produksi!

Penyelesaian :

Biaya per satuan produksi =

BV + BT

Produksi total

Biaya per satuan produksi =

Rp. 750.000 + Rp. 250.000

4.000 kg

= Rp. 1.000.000,-

4.000 kg

= Rp. 250 per kg

8 of 17

2. Analisa R/C Ratio

Analisa R/C Ratio atau Return and Cost Ratio sering juga disebut Analisa imbangan penerimaan dan biaya.

9 of 17

Analisa R/C ratio bermanfaat untuk :

  1. Memperkirakan tingkat keuntungan relatif suatu usaha yang dijalankan.
  2. Menentukan layak tidaknya suatu usaha dijalankan.
  3. Untuk memilih/menentukan salah satu dari beberapa cabang usaha pertanian yang dapat diusahakan.

10 of 17

Nilai R/C ratio dapat diartikan :

  1. Jika R/C ratio >1, maka kegiatan usaha tani adalah untung.
  2. Jika R/C ratio =1, maka kegiatan usaha tani adalah impas.
  3. Jika R/C ratio <1, maka kegiatan usaha tani adalah rugi.

Rumus :

R/C Ratio = Total penerimaan

Total biaya

Total biaya adalah seluruh total pengeluaran (biaya variabel dan biaya tetap).

11 of 17

Contoh :

Suatu data penerimaan dan pengeluaran dari suatu cabang usaha tani hidroponik, diperoleh data sebagai berikut :

  • Total penerimaan = Rp. 2.100.000,-
  • Total biaya = Rp. 875.000,-

Hitunglah R/C ratio, dan tentukan apakah usaha tersebut layak atau tidak.

12 of 17

Penyelesaian :

R/C Ratio = Total penerimaan

Total biaya

= Rp. 2.100.000,-

Rp. 875.000,-

= 2,4

Kesimpulan : Usaha tani hidroponik tersebut “layak” artinya setiap Rp. 1 yang dikeluarkan, akan diperoleh penerimaan sebesar Rp. 2,4

13 of 17

3. Analisa Break event point (BEP)

Analisa Break Event Point (BEP) suatu kondisi pada saat hasil usaha yang diperoleh sama dengan modal yang dikeluarkan.

BEP menunjukkan suatu keadaan usaha tani tidak mengalami untung ataupun tidak mengalami kerugian.

BEP biasa disebut dengan titik impas. Pada keadaan ini total biaya pengeluaran akan sama dengan total penerimaan.

14 of 17

Jumlah produksi (kg)

Harga satuan (Rp)

Hasil penjualan (Rp)

Biaya Variabel (Rp)

Biaya Tetap (Rp)

Total biaya (Rp)

Laba/rugi (Rp)

Ket

5,000

250

1,250,000

1,125,000

500,000

1,625,000

375,000

Rugi

10,000

250

2,500,000

2,250,000

500,000

2,750,000

250,000

Rugi

15,000

250

3,750,000

3,375,000

500,000

3,875,000

125,000

Rugi

20,000

250

5,000,000

4,500,000

500,000

5,000,000

-

BEP

25,000

250

6,250,000

5,625,000

500,000

6,125,000

125,000

Laba

30,000

250

7,500,000

6,750,000

500,000

7,250,000

250,000

Laba

Rugi

: jika hasil penjualan < total biaya

Laba

: jika hasil penjualan > total biaya

BEP

: jika hasil penjualan = total biaya

Contoh :

Tentukan titik BEP dari tabel di bawah ini

Kesimpulan : Dari tabel di atas dapat ditentukan bahwa titik BEP atau titik impas adalah pada saat jumlah produksi mencapai 20.000 kg, yakni hasil penjualan = Total biaya yang dikeluarkan yaitu Rp. 5.000.000,-

15 of 17

Terima Kasih

Quotes : Bila kamu tak tahan lelahnya belajar, maka engkau harus sanggup menanggung perihnya kebodohan” (Imam Syafi’i)

16 of 17

Tugas

Dari seorang petani kacang panjang diperoleh data sebagai berikut :

  • Biaya variabel = Rp. 750.000,-
  • Biaya tetap = Rp. 250.000,-
  • Produksi total = 5.000 kg

Hitunglah biaya per satuan produksi

17 of 17

Tugas

Diketahui suatu usaha pertanian biaya variabel = Rp. 400.000,- biaya tetap = Rp. 500.000,-. Total penerimaan pada musim tanam tersebut senilai Rp. 2.500.000,- Hitunglah R/C ratio dan tentukan apakah usaha tersebut layak atau tidak !