Kompetensi Dasar :�Menganalisis Usaha Produksi Tanaman Sayuran
Sriyanti Ladiku, SP
SMKN 3 Sigi
MATA DIKLAT :
AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN
KELAS XII ATPH
Analisa Usaha Pertanian
Pengertian Analisa Usaha Pertanian adalah :
Metode Analisa Usaha Pertanian terdiri dari :
Analisa biaya per satuan produksi bermanfaat untuk menentukan atau memperkirakan harga jual serta keuntungan relatif dari suatu cabang usaha pertanian.
Rumus Analisa biaya per satuan
Biaya per satuan produksi = | Biaya produksi total (Rp) |
Produksi total (kg, ton, dll) |
Atau :
Biaya per satuan produksi = | BV + BT |
Produksi total |
Biaya Variabel (Variable cost) adalah biaya usaha yang besar kecilnya dipengaruhi untuk kegiatan produksi, misalnya, upah (harian, mingguan), biaya bahan baku (pupuk, benih, pestisida dll)
Biaya Tetap (Fixed cost) adalah biaya yang dikeluarkan secara tetap per periode waktu misalnya, gaji tetap karyawan (bulanan), pajak, sewa gedung, sewa lahan, dll.
Contoh :
Dari seorang petani diperoleh data dari usaha tanaman sayurannya adalah sebagai berikut :
Tentukan biaya per satuan produksi!
Penyelesaian :
Biaya per satuan produksi = | BV + BT |
Produksi total |
Biaya per satuan produksi = | Rp. 750.000 + Rp. 250.000 |
4.000 kg |
= Rp. 1.000.000,- |
4.000 kg |
= Rp. 250 per kg |
2. Analisa R/C Ratio
Analisa R/C Ratio atau Return and Cost Ratio sering juga disebut Analisa imbangan penerimaan dan biaya.
Analisa R/C ratio bermanfaat untuk :
Nilai R/C ratio dapat diartikan :
Rumus :
R/C Ratio = Total penerimaan
Total biaya
Total biaya adalah seluruh total pengeluaran (biaya variabel dan biaya tetap).
Contoh :
Suatu data penerimaan dan pengeluaran dari suatu cabang usaha tani hidroponik, diperoleh data sebagai berikut :
Hitunglah R/C ratio, dan tentukan apakah usaha tersebut layak atau tidak.
Penyelesaian :
R/C Ratio = Total penerimaan
Total biaya
= Rp. 2.100.000,-
Rp. 875.000,-
= 2,4
Kesimpulan : Usaha tani hidroponik tersebut “layak” artinya setiap Rp. 1 yang dikeluarkan, akan diperoleh penerimaan sebesar Rp. 2,4
3. Analisa Break event point (BEP)
Analisa Break Event Point (BEP) suatu kondisi pada saat hasil usaha yang diperoleh sama dengan modal yang dikeluarkan.
BEP menunjukkan suatu keadaan usaha tani tidak mengalami untung ataupun tidak mengalami kerugian.
BEP biasa disebut dengan titik impas. Pada keadaan ini total biaya pengeluaran akan sama dengan total penerimaan.
Jumlah produksi (kg) | Harga satuan (Rp) | Hasil penjualan (Rp) | Biaya Variabel (Rp) | Biaya Tetap (Rp) | Total biaya (Rp) | Laba/rugi (Rp) | Ket |
5,000 | 250 | 1,250,000 | 1,125,000 | 500,000 | 1,625,000 | 375,000 | Rugi |
10,000 | 250 | 2,500,000 | 2,250,000 | 500,000 | 2,750,000 | 250,000 | Rugi |
15,000 | 250 | 3,750,000 | 3,375,000 | 500,000 | 3,875,000 | 125,000 | Rugi |
20,000 | 250 | 5,000,000 | 4,500,000 | 500,000 | 5,000,000 | - | BEP |
25,000 | 250 | 6,250,000 | 5,625,000 | 500,000 | 6,125,000 | 125,000 | Laba |
30,000 | 250 | 7,500,000 | 6,750,000 | 500,000 | 7,250,000 | 250,000 | Laba |
| | | | | | | |
Rugi | : jika hasil penjualan < total biaya | | | | | ||
Laba | : jika hasil penjualan > total biaya | | | | | ||
BEP | : jika hasil penjualan = total biaya | | | | | ||
Contoh :
Tentukan titik BEP dari tabel di bawah ini
Kesimpulan : Dari tabel di atas dapat ditentukan bahwa titik BEP atau titik impas adalah pada saat jumlah produksi mencapai 20.000 kg, yakni hasil penjualan = Total biaya yang dikeluarkan yaitu Rp. 5.000.000,-
Terima Kasih
Quotes : Bila kamu tak tahan lelahnya belajar, maka engkau harus sanggup menanggung perihnya kebodohan” (Imam Syafi’i)
Tugas
Dari seorang petani kacang panjang diperoleh data sebagai berikut :
Hitunglah biaya per satuan produksi
Tugas
Diketahui suatu usaha pertanian biaya variabel = Rp. 400.000,- biaya tetap = Rp. 500.000,-. Total penerimaan pada musim tanam tersebut senilai Rp. 2.500.000,- Hitunglah R/C ratio dan tentukan apakah usaha tersebut layak atau tidak !