1 of 44

Sumber : pixabay.com/KeithJJ

SISTEM GERAK PADA MANUSIA

BAB

1

2 of 44

PETA KONSEP

3 of 44

Pada umumnya, gerak hewan terlihat

nyata karena memiliki alat gerak dan

dapat berpindah tempat sedangkan tumbuhan tidak terlihat nyata.

Dapatkah kamu melihat tumbuhan dan hewan bergerak? Kemampuan untuk bergerak merupakan salah satu ciri

makhluk hidup.

Sumber : pixabay.com/nightowl

Sumber : pixabay.com/Mzlle

GERAK PADA MAKHLUK HIDUP

4 of 44

(a)

Sumber: wikipedia.org/MacKhayman

Gerakan yang terjadi pada tumbuhan pada umumnya merupakan proses yang berlangsung lama sehingga tidak langsung terlihat

Sumber: wikipedia.org/Khalid Mahmood

(b)

Sumber: wikipedia.org/Hariadhi

(c)

  1. Tunas tumbuhan tumbuh ke arah cahaya (b) bunga pukul empat mekar di sore hari

(c) daun putri malu menutup jika disentuh

Gerak pada tumbuhan tidak menimbulkan perpindahan tempat dan hanya terjadi pada sebagian tubuh tumbuhan tersebut misalnya akar, daun, atau bunga

Gerak Pada Tumbuhan

5 of 44

Gerak pada hewan mudah terlihat karena memiliki alat gerak dan dapat berpindah tempat. Pada dasarnya, alat gerak hewan sama dengan alat gerak manusia yaitu terdiri atas tulang dan otot.

Eksoskeleton

    • Rangka luar yang berfungsi melindungi tubuh dan sebagai tempat menempelnya otot
    • Contohnya cangkang pada mollusca dan penutup tubuh pada anthropoda. Seperti jangkrik, siput, kerang dan cumi-cumi

Endoskeleton

    • Struktur tulang kelas atau tulang rawan didalam tubuh organisme yang berfungsi sebagai pelindung dan penopang tubuh dan menempelnya otot
    • Contohnya pada hewan vertebrata seperti jerapah, kambing dan buaya

Eksoskeleton dan Endoskeleton

    • Dimiliki oleh hewan seperti kura-kura dan penyu.
    • Eksoskeleton pada kura-kura dan penyu berupa cangkang yang menutup bagian pungggung yang disebut karapas dan pada bagian perut yang disebut plastron

Sumber: pixabay.com/Pexels

Sumber: pixabay.com/mrslorettarsmith0

Sumber: pixabay.com/OpenClipart-Vectors

Gerak Pada Hewan

6 of 44

Tahukah kamu?

Kita mempunyai sistem gerak yang dapat menggerakkan tubuh. Sistem gerak manusia terdiri atas tulang dan otot.

Apakah tulang dan otot itu? Bagaimana cara tulang dan otot menggerakkan tubuh kita? Bagaimana jika ada tulang atau otot yang rusak, terganggukah sistem gerak?

Sumber : pixabay.com/Skeeze

SISTEM GERAK MANUSIA

7 of 44

Tulang merupakan alat gerak pasif karena tidak dapat bergerak tanpa bantuan otot.

Berdasarkan jenisnya, ada dua macam tulang yaitu:

Tulang rawan (Kartilago)

Tulang keras (osteon)

A. TULANG

8 of 44

  • Tulang rawan

Tulang Rawan Hialin

  • Bentuk tulang rawan terbanyak.
  • Mempunyai matriks homogen,

halus, dan transparan.

  • Terletak pada cincin trakea, cuping hidung, persendian, serta antara tulang rusuk dan tulang dada.

A. TULANG

Sumber:commons.wikimedia.org/Ganimedes

9 of 44

  • Bersifat lentur.
  • Matriks mengandung serat elastis yang bercabang-cabang.
  • Terletak pada epiglotis dan bagian luar telinga.

Sumber:commons.wikimedia.org/Ganimedes

  • Tulang rawan

Tulang Rawan Elastis

A. TULANG

10 of 44

  • Tulang rawan

Tulang Rawan Fibrosa

  • Bersifat kurang lentur.
  • Matriks mengandung serat kolagen tidak teratur.
  • Terletak pada antar ruas tulang belakang.

A. TULANG

Sumber:commons.wikimedia.org/Ganimedes

11 of 44

Tulang keras merupakan rangka yang menyokong sebagian besar tubuh manusia dewasa.

  • Sel tulang keras disebut osteosit, membentuk konsentris berlapis-lapis.
  • Bagian luar tulang keras dilapisi oleh periosteum, tempat melekatnya otot.
  • Matriks tulang keras tersusun atas
    • Matriks kolagen
    • Mineral (ion Ca2+, Mg2+, PO43-).
    • Matriks tulang keras membentuk lingkaran konsentris yang disebut lamela.
    • Lingkaran sel dan matriks mengelilingi saluran Havers.
  • Tulang Keras

A. TULANG

12 of 44

  • Di dalam saluran Havers, terdapat pembuluh darah penyuplai

zat makanan bagi sel tulang keras.

  • Tiap sel tulang keras dihubungkan dengan sel tulang keras lain

dan saluran Havers melalui kanalikuli 🡪 saluran oksigen,

makanan, dan membuang limbah.

  • Saluran havers, lingkaran sel, dan lingkaran matriks tulang

keras membentuk sistem Havers.

  • Di dalam tulang keras terdapat sumsum tulang yang berisi

sumsum kuning (berfungsi untuk penimbunan lemak) atau

sumsum merah (tempat pembuatan sel darah merah).

  • Pembentukan dan perusakan tulang keras diatur oleh adanya

kalsium, fosfat, vitamin D, hormon kalsitonin, dan hormon

paratiroid.

  • Tulang Keras

A. TULANG

Sumber: shutterstock.com

13 of 44

  • Berdasarkan sifat matriksnya, tulang dibedakan menjadi:
    • Tulang Kompak
      • Matriks padat dan rapat.
      • Contoh : lapisan luar tulang pipa.
    • Tulang spons
      • Matriks berongga.
      • Contoh : tulang pipih dan tulang pendek.
  • Tulang Keras

A. TULANG

Sumber: commons.wikimedia.org/Pbroks13

14 of 44

  • Berbentuk tabung dan umumnya berongga.
  • Terbagi menjadi 3 bagian.
    • Diafise, bagian tengah. terdiri atas tulang kompak.

Di dalamnya terdapat rongga sumsum tulang.

    • Epifise, kedua ujung. terdiri atas tulang spons.
    • Cakraepifise, antara epifise dan diafise.
  • Contoh : tulang paha, betis, kering, hasta, pengumpil.
  • Tulang Keras

Tulang Pipa

A. TULANG

15 of 44

Berbentuk pipih dan berongga.

Contoh : tulang rusuk, belikat,

tengkorak.

Berbentuk siindris.

Contoh : pergelangan kaki dan

tangan.

  1. Tulang pipih contohnya tulang belikat dan
  2. Tulang pendek contohnya tulang pergelangan tangan.
  • Tulang Keras

Tulang Pipih

A. TULANG

Sumber: commons.wikimedia.org/Anatomography; commons.wikimedia.org/Anatomography

(a)

(b)

  • Tulang Pendek

16 of 44

  • Berbentuk tidak beraturan.
  • Contoh : wajah dan tulang belakang.

Sumber: commons.wikimedia.org/Anatomography; commons.wikimedia.org/Anatomography

  • Tulang Keras

Tulang Tak Beraturan

A. TULANG

Tulang tak beraturan

contohnya tulang belakang

17 of 44

  • Proses perubahan tulang rawan menjadi tulang keras disebut OSIFIKASI.
  • Pembentukan tulang dimulai setelah terbentuk tulang rawan.
  • Di dalam tulang rawan, terdapat rongga terisi osteoblas.
  • Oseteoblas membentuk osteosit konsentris.
  • Osteosit mensekresikan protein yang akan menjadi matriks tulang keras.
  • Matriks terisi kalsium dan fosfat sehingga matriks tulang mengeras.
  • Pembentukan Tulang

A. TULANG

18 of 44

B. SUSUNAN RANGKA TUBUH MANUSIA

Ranga Manusia

Rangka aksial (sumbu tubuh)

Rangka apendikular (anggota tubuh)

Fungsi rangka tubuh

Memberi bentuk tubuh

Menegakkan tubuh

Tempat melekatnya otot

Tempat menyimpan mineral

Tempat menyimpan energi

19 of 44

  • Terdiri atas
  • tulang tempurung kepala
  • tulang wajah
  • telinga

Sumber: pixabay.com/Heblo

  • Rangka Aksial

Tulang Tengkorak

B. SUSUNAN RANGKA TUBUH MANUSIA

20 of 44

  • Berfungsi menyangga berat badan dan melakukan

berbagai posisi dan gerakan.

  • Terdiri atas:
    • 7 ruas tulang leher (serviks)
    • 12 ruas tulang punggung (thoraks)
    • 5 ruas tulang pinggang (lumbar)
    • 5 ruas tulang kelangkang (sacrum) yang menyatu
    • 4 ruas tulang ekor (koksigea) yang menyatu

Sumber: shutterstock.com

  • Rangka Aksial

Tulang Belakang (Vertebrae)

B. SUSUNAN RANGKA TUBUH MANUSIA

21 of 44

Bersama sama menjadi pelindung organ di dada (paru-paru dan jantung).

  • Tulang Dada (Sternum) dan Rusuk (Costae) Terdiri atas
    • bagian hulu (manubrium) : melekat tulang selangka
    • bagian badan (gladiolus) : melekat rusuk sejati.
    • taju pedang (xifoid).
    • Tulang rusuk terdiri atas :
      • 7 pasang tulang rusuk sejati (costae vera)
      • 3 pasang tulang rusuk palsu (costae spuria)
      • 2 pasang tulang rusuk melayang (costae fluktuantes)

Sumber: shutterstock.com

  • Rangka Aksial

Tulang Dada (Sternum) dan Rusuk (Costae)

B. SUSUNAN RANGKA TUBUH MANUSIA

22 of 44

  • Terdiri atas gelang bahu dan tulang tangan.
  • Gelang bahu (pectoral girdle) terdiri atas
    • 2 buah tulang selangka (clavicula)
    • 2 buah tulang belikat (scapula)
  • Tulang tangan terdiri atas
    • 2 buah tulang lengan atas (humerus)
    • 2 buah tulang hasta (ulna)
    • 2 buah tulang pengumpil (radius)
    • 16 buah tulang pergelangan tangan (carpal)
    • 10 buah tulang telapak tangan (metacarpal)
    • 28 buah tulang jari tangan (falanges).

Sumber: shutterstock.com

  • Rangka Aksial

Rangka Apendikular Atas

B. SUSUNAN RANGKA TUBUH MANUSIA

23 of 44

  • Rangka Aksial

Rangka Apendikular Atas

B. SUSUNAN RANGKA TUBUH MANUSIA

24 of 44

  • Terdiri atas gelang panggul dan tulang kaki.
  • Gelang panggul (pelvic girdle) terdiri atas
    • 2 buah tulang usus (ilium)
    • 1 buah tulang kemaluan (pubis)
    • 2 buah tulang duduk (ischium).

Sumber: shutterstock.com

  • Rangka Aksial

Rangka Apendikular Bawah

B. SUSUNAN RANGKA TUBUH MANUSIA

25 of 44

B. SUSUNAN RANGKA TUBUH MANUSIA

CONTOH SOAL

Tuliskan empat fungsi rangka tubuh manusia.

Jawab:

Empat fungsi rangka yaitu memberi bentuk tubuh, melindungi organ dalam tubuh, menegakkan tubuh, dan tempat melekatnya otot.

26 of 44

  • Hubungan antartulang disebut artikulasi.
  • Hubungan antartulang yang memungkinkan pergerakan disebut persendian.
  • Pembentukan sendi dimulai dari perbesaran kartilago, kedua ujungnya dibungkus oleh jaringan ikat yang disebut kartilago artikulasi.
  • Kedua ujung kartilago membentuk sel-sel tulang ke arah dalam (tulang artikulasi).
  • Kedua ujung tulang dan kartilago artikulasi dibungkus membran sinovial 🡪 menghasilkan minyak sinovial (pelumas tulang).

Struktur sendi

Sumber: commons.wikimedia.org/OpenStax College

C. HUBUNGAN ANTAR TULANG

27 of 44

  • Sendi Mati (Sinartosis)
  • merupakan hubungan antartulang yang dihubungkan oleh serabut

jaringan ikat, sehingga tidak dapat digerakkan.

  • Contoh : Hubungan antartulang tengkorak (sutura).
  • Sendi Kaku (Amfiartrosis)
  • Sendi kaku merupakan hubungan antartulang yang dihubungkan oleh kartilago 🡪 memungkinkan gerakan secara terbatas.
  • Contoh : sendi antarruas tulang belakang, sendi antara tulang betis dan tulang kering.

C. HUBUNGAN ANTAR TULANG

28 of 44

  • merupakan sendi yang idak dihubungkan oleh jaringan ikat

🡪 tulang dapat bergerak bebas.

  • Tersusun atas :
    • Mangkok sendi
    • Bonggol sendi. Bonggol sendi masuk ke dalam mangkok sendi
    • Pembungkus sendi (ligamen). Membungkus bonggol dan

mangkok sendi.

    • Cairan sendi (cairan sinovial). Melumaskan sendi
  • Sendi Gerak (Diartosis)

C. HUBUNGAN ANTAR TULANG

29 of 44

Sendi gerak ada 4 macam : sendi engsel, peluru, pelana, dan putar.

Sumber: commons.wikimedia.org/OpenStax College

  • Sendi Gerak (Diartosis)

C. HUBUNGAN ANTAR TULANG

Sendi putar

Sendi engsel

Sendi pelana

Sendi peluru

30 of 44

Sendi Engsel

    • Sendi yang salah satu tulangnya hanya dapat digerakkan ke satu arah.
    • Contoh: lutut, siku, ruas antarjari.

Sumber: dokumen penerbit

  • Sendi Gerak (Diartosis)

C. HUBUNGAN ANTAR TULANG

31 of 44

    • Sendi yang memungkinkan terjadinya gerakan ke segala arah.
    • Kedua ujung tulang berbentuk mangkok dan bonggol.
    • Contoh : sendi antara gelang bahu dan tulang lengan atas, serta antara tulang paha dan gelang panggul.

Sendi Peluru

  • Sendi Gerak (Diartosis)

C. HUBUNGAN ANTAR TULANG

Sumber: dokumen penerbit

32 of 44

    • Ujung tulang yang satu mengitari ujung tulang lain, sehingga memungkinkan gerakan memutar.
    • Contoh : sendi antara tulang atlas dan tulang leher 🡪 kepala berputar ke kiri dan kanan.

Sumber: dokumen penerbit

Sendi Putar

  • Sendi Gerak (Diartosis)

C. HUBUNGAN ANTAR TULANG

33 of 44

    • Kedua ujung tulang membentuk sendi berbentuk seperti pelana dan berporos dua.
    • Contoh : Sendi tulang ibu jari, antara tulang telapak tangan dan ruas jari tangan.

Sumber: dokumen penerbit

Sendi Pelana

  • Sendi Gerak (Diartosis)

C. HUBUNGAN ANTAR TULANG

34 of 44

  • Otot disebut alat gerak aktif karena dapat berkontraksi.
  • Ciri – ciri otot
    • Kontraktibilitas : kemampuan memendek dari ukuran

semula.

    • Ekstensibilitas : kemampuan memanjang dari ukuran

semula.

    • Elastisitas : kemampuan kembali ke ukuran semula.

D. OTOT

35 of 44

Otot Lurik

    • Memiliki garis gelap terang (aktin & miosin) 🡪 otot serat lintang.
    • Aktin & miosin : komponen penggerak otot.
    • Berbentuk silindris dan memiliki banyak inti di tepi.

Sumber: shutterstock.com

D. OTOT

  • Jenis-jenis Otot

36 of 44

  • Otot rangka merupakan otot lurik.
  • Kerja otot lurik dikenalikan oleh otak 🡪 otot sadar.
  • Otot rangka memiliki bagian.
    • Tendon : dua ujung liat.
    • Empal : bagian tengah yang membesar.
  • Tendon yang melekat pada tulang diam disebut origo.
  • Tendon yang melekat pada tulang yang dapat bergerak disebut insersio.
  • Jika otot berkontraksi maka empal akan memendek, membesar,

dan mengeras membuat tulang terangkat.

Otot Lurik

D. OTOT

  • Jenis-jenis Otot

37 of 44

    • Berinti satu
    • Berbentuk gelendong dengan kedua

ujung meruncing

    • Bekerja secara tidak sadar (otonom)
    • Lambat
    • Tidak cepat lelah
    • Contoh : organ-organ dalam tubuh

(pencernaan, kelamin, ekskresi,

pembuluh darah).

Sumber: shutterstock.com

Otot Polos

D. OTOT

  • Jenis-jenis Otot

38 of 44

    • Berinti banyak di tengah
    • Terletak di jantung
    • Berbentuk serabut lurik bercabang
    • Bekerja secara otonom

Sumber: shutterstock.com

Otot Jantung

D. OTOT

  • Jenis-jenis Otot

39 of 44

    • Kerja dua otot yang berlawanan, kontraksi dan relaksasi.
      1. Fleksi dan ekstensi (membengkokkan dan meluruskan) �Contoh : sendi siku dan lutut
      2. Abduksi dan adduksi (menjauhi dan mendekati badan) �Contoh : sendi lengan atas dan sendi paha
      3. Pronasi dan supinasi (menelungkup dan menengadah) �Contoh : membalikkan telapak tangan
      4. Depresi dan elevasi (ke bawah dan ke atas) �Contoh : gerakan kepala menunduk dan menengadah

Sumber: commons.wikimedia.org/Davin

Antagonis

D. OTOT

  • Sifat Kerja Otot

40 of 44

    • Kerja dua otot yang saling bekerja sama.
    • Contoh :

Otot pronator teres dan pronator kuadratus yang menimbulkan gerakan menelungkup dan menengadah pada telapak tangan.

Sinergis

D. OTOT

  • Sifat Kerja Otot

41 of 44

  1. Skoliosis: tulang belakang bagian punggung membengkok ke kiri atau ke kanan.
  2. Lordosis: tulang belakang bagian punggung membengkok ke depan.
  3. Kifosis: tulang belakang bagian punggung membengkok ke belakang.
  4. Fraktura: patah tulang
  5. Osteoporosis: tulang menjadi rapuh karena berkurangnya jumlah kalsium dan mineral dalam tulang. Biasa terjadi pada lansia.
  6. Rakitis: penyakit yang disebabkan oleh kekurangan vitamin D dan kalsium 🡪 pembentukan tulang tidak sempurna. Gejala penyakit ini ditandai dengan kaki bengkok berbentuk O atau X.

Sinergis

E. GANGGUAN DAN KELAINAN RANGKA DAN OTOT

  • Gangguan dan Kelainan Tulang

42 of 44

Sumber: shutterstock.com

Skoliosis

Lordosis

Kifosis

Sikap duduk yang benar

E. GANGGUAN DAN KELAINAN RANGKA DAN OTOT

  • Gangguan dan Kelainan Tulang

43 of 44

  1. Artritis eksudatif: radang/iritasi pada sendi yang menyebabkan sendi terinfeksi atau bernanah.
  2. Artritis sika: radang sendi yang menyebabkan cairan sendi menjadi kering karena kehilangan cairan sinovial.
  3. Dislokasi: bergesernya sendi dari kedudukan semula karena jaringan ligamennya sobek.
  4. Terkilir: tertariknya ligamen ke posisi yang tidak sesuai, tetapi sendi tidak bergeser.
  5. Ankilosis: persendian seolah-olah menyatu sehingga tidak dapat digerakkan.

E. GANGGUAN DAN KELAINAN RANGKA DAN OTOT

  • Gangguan dan Kelainan Persendian

44 of 44

  1. Atropi: otot mereduksi/mengecil sehingga tidak kuat untuk melakukan gerakan.
  2. Hipertropi: otot membesar.
  3. Kram: Kejang otot yang disebabkan oleh cuaca dingin/aktivitas otot terlalu berat.
  4. Tetanus: penyakit yang disebabkan oleh Clostridium tetani. Gejalanya otot terus-menerus berkontraksi.
  5. Miestenia gravis: otot melemah secara bertahap sehingga menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian.

E. GANGGUAN DAN KELAINAN RANGKA DAN OTOT

  • Gangguan dan Kelainan Otot