PENGANTAR KECERDASAN BUATAN� (ARTIFICIAL INTELLIGENCE)�dan SISTEM PAKAR�
Definisi Kecerdasan Buatan
“ Kecerdasan buatan (artificial intelligence) merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang -dalam pandangan manusia adalah- cerdas”
“Kecerdasan Buatan (AI) merupakan sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia.”
Definisi Kecerdasan Buatan
Encyclopedia Britannica:
“Kecerdasan Buatan (AI) merupakan cabang dari ilmu komputer yang dalam merepresentasi pengetahuan lebih banyak menggunakan bentuk simbol-simbol daripada bilangan, dan memproses informasi berdasarkan metode heuristic atau dengan berdasarkan sejumlah aturan”
Tujuan dari kecerdasan buatan
Arah AI
AI dapat dipandang dalam berbagai perspektif.
AI adalah bagaimana membuat mesin yang “cerdas” dan dapat melakukan hal-hal yang sebelumnya dapat dilakukan oleh manusia
AI adalah sekelompok alat bantu (tools) yang berdaya guna, dan metodologi yang menggunakan tool-tool tersebut guna menyelesaikan masalah-masalah bisnis.
AI termasuk didalamnya adalah studi tentang pemrograman simbolik, pemecahan masalah, proses pencarian (search)
What is AI ?
Sistem yang berpikir seperti manusia Thinking humanly | Sistem yang berpikir secara rasional Thinking rationally |
Sistem yang bertindak seperti manusia Acting humanly | Sistem yang bertindak secara rasional Acting rationally |
Berfikir Seperti Manusia
Bagaimana caranya?
Uji Turing Dari AI Bertindak Seperti�Manusia
Berfikir Rasional
Bertindak Rasional
Perbedaan antara Pemrograman AI dan Konvensional
AI | Komputasi Konvensional |
Representasi dan Manipulasi simbol | Algoritama |
Memberitahu komputer tentang suatu masalah | Memerintah komputer untuk menyelesaikan masalah |
Komputer diberi pengetahuan dan kemampuan inferensi | Memberi data kepada komputer dan program |
Kelebihan kecerdasan buatan
Kelebihan kecerdasan alami
Wilayah AI
AI diterapkan didunia bisnis dalam bentuk sistem pakar, jaringan saraf tiruan, algoritme genetik, dan agen cerdas.
Konfigurasi Sistem Pakar
Sistem pakar tediri dari empat bagian utama antaralain :
Memungkinkan manajer untuk memasukan instruksi dan informasi kedalam sistem pakar yang menerima informasi dari sistem tersebut. Intruksi ini menentukan parameter yang mengarahkan sistem pakar dalam prosespemikirannya. Input informasi berbentuk nilai yang dikaitkan dengan penjelasan. Terdapat dua penjelasan : penjelasan dari pertanyaan yang diberikan manajer dan penjelasan mengenai solusi masalah
2. Basis Pengetahuan (knowledge basis). �
Berisikan fakta yang menggambarkan masalah serta tekhnik penggambaran pengetahuan yang menjelaskan bagaimana fakta bersentuhan secara logis. Istilah Domain masalah (problaim domain) digunakan untuk menggambarkan area permasalahan.
3. Mesin Inferensi (inference engine)�
Bagian dari sistem pakar yang melakukan pemikiran dengan cara menggunakan isi basis pengetahuan dalam urutan tertentu. Selama konsultasi, mesin inferensi memeriksa aturan-aturan basis peengetahuan satu demi satu, dan jika persyaratan satu aturan benar, maka suatu tindakan dilaksanakan . Dalam terminologi sistem pakar, aturan diberhentikan jika tindakan diambil.
4. Mesin Pengembangan�
Sistem pengembangan, yang digunakan untuk membuat sistem pakar. Ada dua pendekatan yang tersedia : bahasa pemograman dan kerangka sistem pakar. Kerangka sistem pakar (expert system shell) adalah prosesor siap pakai dan dapat disesuaikan untuk masalah tertentu dengan cara menambahkan basis pengetahuan yang sesuai. Cara pikir berbasis kasus (casebased reasoning – CBR) pendekatan ini menggunakan data historis sebagai dasar untuk pengidentifikasian masalah dan merekomendasikan solusi.
Contoh Artifical Intelegence dan Sistem Pakar