TATA KELOLA MELALUI�SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL (SPMI)
Bimtek Sistem Penjaminan Mutu Internal
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 2
Kompetensi:
Setelah mengikuti sesi ini peserta diharapkan mampu memahami dan mengimplementasikan siklus SPMI dalam rangka membangun budaya mutu yang berkelanjutan di satuan pendidikan
Indikator Keberhasilan:
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 3
Sesi -1 (SNP)
Sesi-2 (SPMP)
Sesi-3 (Rapor Pendidikan)
Sesi-4 (SPMI)
Skenario Kegiatan
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 4
Materi
SESI -01�Standar Nasional Pendidikan
Latar belakang
Pemerintah berkewajiban untuk menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu untuk seluruh warga negara Indonesia
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 6
|
|
|
|
UU Sistem Pendidikan Nasional (UU No. 20 Tahun 2003)
Pasal 5
Pasal 11
Standar nasional pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pasal 1
Undang-Undang Dasar 1945 (Pasal 31 ayat 1)
“Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.”
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 7
Visi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tahun 2025 – 2029
“Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mendukung Visi dan Misi Presiden dan Wakil Presiden untuk mewujudkan bersama Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045 melalui pembentukan sumber daya manusia (SDM) yang cerdas, beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif”
Misi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tahun 2025 – 2029
“Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.”
Asta Cita Pemerintah (RPJMN 2025 – 2029)
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 8
SNP ditetapkan sebagai tolok ukur mutu pendidikan di Indonesia dan menjadi acuan utama dalam penjaminan mutu di tingkat satuan pendidikan
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 10
Pengelolaan
Standar Nasional Pendidikan
standar minimal yang ditetapkan pemerintah dalam bidang pendidikan yang harus dipenuhi oleh satuan pendidikan dan semua pemangku kepentingan dalam mengelola dan menyelenggarakan pendidikan
3
4
Standar Kompetensi Lulusan
Standar Isi
Standar Proses
Standar Penilaian
5
6
7
8
Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Standar Pengelolaan
Standar Sarana dan Prasarana
Standar Pembiayaan
1
2
Proses Pembelajaran
Proses
Penilaian
Isi
Sarana/
prasarana
PTK
Pembiayaan
Kompetensi Lulusan
Permendikdasmen 10/2025
Permendikdasmen 12/2025
Permendikdasmen 1/2025
Diskusi Kelompok�Mengkaji Regulasi 8 SNP
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 11
SESI -02�Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan
Ice Breaking
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 13
Latar belakang
Saat ini, Indonesia menghadapi tantangan capaian pendidikan yang masih perlu ditingkatkan
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 14
Jika dilihat dari hasil Asesmen Nasional (2023), masih terdapat skor literasi dan numerasi dibawah kompetensi minimum
Nilai Skor PISA (Membaca, Matematika, dan Sains) tahun 2015-2022 mengalami penurunan
SD
SMP
SMA
31,2%
35,5%
29,7%
4 dari 10 murid
belum mencapai tingkat kompetensi minimum dalam literasi
4 dari 10 murid
3 dari 10 murid
39,6%
39,4%
39,6%
4 dari 10 murid
4 dari 10 murid
4 dari 10 murid
belum mencapai tingkat kompetensi minimum dalam numerasi
Skor Membaca
Skor Matematika
Skor Sains
Persentase Sekolah Terakreditasi A
5% jenjang PAUD
21% jenjang SD
30% jenjang SMP
45% jenjang SMA
Sistem penjaminan mutu pendidikan perlu memastikan terjadinya peningkatan mutu secara terus menerus, baik yang dilakukan oleh satuan pendidikan maupun pemerintah daerah dan Kemendikdasmen.
Hasil akreditasi menunjukkan performa sekolah yang cukup baik, tetapi belum menjamin capaian siswa yang berkualitas (di atas kompetensi minimal)
Sebaran Akreditasi Satuan Pendidikan berdasarkan Jenjang
Masih terdapat sebagian besar satuan pendidikan yang memiliki capaian rendah dan sedang (43% untuk literasi, 48% untuk numerasi, dan 31% untuk karakter)
Capaian Literasi, Numerasi, dan Karakter Satuan Pendidikan
Sumber: Rapor Pendidikan, 2025
Sumber: Kemendikdasmen, 2025
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 15
Latar belakang
Capaian hasil belajar yang belum merata selaras dengan keterbatasan penyediaan layanan pendidikan sesuai dengan standar nasional pendidikan
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 16
Hasil Belajar
Proses Pembelajaran
Sarana dan Prasarana
Guru
Latar belakang
Berdasarkan evaluasi dari berbagai aspek, terdapat urgensi yang besar terhadap penguatan SPMP
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 17
Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan
C
Komitmen
Peningkatan Mutu
B
Capaian Hasil Belajar
A
Konsep Dasar Penjaminan Mutu Pendidikan
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 18
Mekanisme yang sistematis, terintegrasi, dan berkelanjutan untuk memastikan bahwa seluruh proses pendidikan sesuai dengan standar mutu dan aturan yang ditetapkan
Penjaminan Mutu Pendidikan
Konsep PMP
Tujuan PMP
Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)
Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME)
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 19
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 20
Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 21
Pemetaan
Satuan Pendidikan
Perencanaan
Pelaksanaan
Pengendalian
Evaluasi
Sistem Penjaminan Mutu Internal
Badan/Lembaga Standar Pendidikan
Menyusun dan mengevaluasi standar mutu
Badan/Lembaga Akreditasi
Penetapan akreditasi
Pemerintah/
Pemerintah Daerah
Pemetaan mutu sekolah
Perencanaan peningkatan mutu
Fasilitasi pemenuhan/
peningkatan mutu
Supervisi pelaksanaan penjaminan mutu
Mitra Pembangunan (NGO, PT, asosiasi pendidik, dll)
Inovasi dan fasilitasi peningkatan mutu
Sistem Penjaminan Mutu Eksternal
Sistem Informasi Penjaminan Mutu Pendidikan
Satuan pendidikan merupakan poros penjaminan mutu yang melaksanakan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), didukung dengan kumpulan pemangku kepentingan lain yang membentuk suatu ekosistem bernama Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME).
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 22
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 23
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 24
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 25
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 26
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 27
SESI -03�Pemanfaatan Rapor Pendidikan Dalam �Implementasi SPMI
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 29
Brainstorming
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 30
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 31
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 32
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 33
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 34
Pasangan Indikator Prioritas dan Indikator Akar Masalah Jenjang Dasmen-SMK
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 35
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 36
Pasangan Indikator Prioritas dan Indikator Akar Masalah Jenjang Dasmen-SMK
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 37
Pasangan Indikator Prioritas dan Indikator Akar Masalah Jenjang Dasmen-SMK
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 38
Pasangan Indikator Prioritas dan Indikator Akar Masalah Jenjang Dasmen-SMK
Pasangan Iindikator Prioritas dan Indikator Akar Masalah Jenjang PAUD
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 39
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 40
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 41
Apa saja pembaruan pada Rapor Pendidikan?
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 42
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 43
Bagaimana Pemda dan Satuan Pendidikan Memanfaatkan Rapor Pendidikan untuk Peningkatan Mutu?
SE Sesjen Kemdikdasmen No 6 Tahun 2026
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 44
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 45
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 46
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 47
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 48
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 49
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 50
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 51
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 52
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 53
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 54
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 55
Capaian Indikator Prioritas Rapor Pendidikan
SD MADANI 24
Kelompok Indikator Kualitas Hasil Belajar
Kelompok Indikator Kualitas Lingkungan Belajar
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 56
Makna capaian:
Makna capaian:
Makna capaian:
Bagaimana Arti Capaian Kualitas Hasil Belajar Sekolah Saya?
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 57
Bagaimana Arti Capaian Kualitas Hasil Belajar Sekolah Saya?
Makna capaian:
Makna capaian:
Makna capaian:
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 58
Makna capaian:
Makna capaian:
Makna capaian:
Bagaimana Arti Capaian Kualitas Lingkungan Belajar Sekolah Saya?
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 59
Contoh Data Lain yang Dikumpulkan Sekolah Sendiri
(Untuk Analisis Kondisi Sekolah)
1. Data Refleksi Kualitas Proses Pembelajaran
Sumber data:
Self-Assessment guru menggunakan instrumen refleksi internal bulanan.
2. Data Kinerja Pendidik (Hasil Supervisi Kepala Sekolah)
Sumber data:
Data ini dikumpulkan melalui observasi kelas terjadwal dan pemeriksaan dokumen.
3. Umpan Balik Murid dan Orang Tua
Sumber data:
Data ini dikumpulkan melalui angket siswa dan orang tua
4. Data Penunjang Lainnya
Diskusi Kelompok
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 60
SESI -04�Sistem Penjaminan Mutu Internal
Ice Breaking
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 62
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 63
Brainstorming
Apakah sekolah perlu menerapkan SPMI?
Mengapa?
Pengertian SPMI
SPMI adalah proses sistematis, terintegrasi, dan berkelanjutan yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, mengendalikan, dan meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 64
Tujuan SPMI
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 65
Prinsip-Prinsip SPMI
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 66
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 67
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 68
SPMI merupakan serangkaian proses untuk mengubah perilaku sekolah dalam melakukan penjaminan mutu pendidikan
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 69
Aktivitas
Dokumen Acuan
Menyepakati standar yang akan digunakan sebagai acuan bagi satuan pendidikan dalam meningkatkan mutu | KSP, RKJM, RKT |
Melakukan analisis capaian, masalah, dan solusi yang perlu dilakukan oleh satuan pendidikan dalam meningkatkan mutu | KSP, RKJM, RKT |
Menyusun rencana kerja yang merupakan kombinasi dari komitmen peningkatan mutu dengan hasil evaluasi diri sekolah | KSP, RKJM, RKT, ARKAS |
Melaksanakan program peningkatan mutu sesuai dengan perencanaan | ARKAS, SIPLAH, laporan realisasi BOSP |
Melakukan pemantauan pelaksanaan dan mengukur hasil dari pelaksanaan kegiatan peningkatan mutu pendidikan | Laporan Pemantauan dan evaluasi kegiatan |
Tindaklanjut hasil evaluasi serta penetapan langkah langkah untuk menjaga, memperbaiki, dan meningkatkan mutu secara berkelanjutan | Rekomendasi Perbaikan |
Siklus SPMI
Penetapan Standar
Pemetaan Mutu
Perencanaan
Pelaksanaan
1
2
3
4
5
6
Pengendalian
Evaluasi
Tahapan Implementasi SPMI
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 70
Pembentukan Tim Penjaminan Mutu di Satuan Pendidikan
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 71
Tim Penjaminan Mutu di Satuan Pendidikan
Tim Penjaminan Mutu di Satuan Pendidikan dibentuk oleh satuan pendidikan yang terdiri dari unsur:
Satuan Pendidikan | Tim Penjaminan Mutu di Satuan Pendidikan |
|
|
Pembagian Tugas dalam Sistem Penjaminan Mutu di Satuan Pendidikan
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 72
Penjaminan mutu di satuan pendidikan dilakukan melalui 5 tahapan
sebagai sebuah siklus
Perencanaan Peningkatan mutu
Pemetaan Mutu
Pelaksanaan Peningkatan Mutu
Pengendalian
Monitoring dan evaluasi
Budaya mutu
1
2
3
4
5
Siklus Penjaminan Mutu Pendidikan di Satuan Pendidikan
SPMI digunakan untuk memastikan bahwa keseluruhan unsur yang meliputi organisasi, kebijakan, dan proses-proses yang terkait di satuan pendidikan dapat berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan untuk menjamin terwujudnya budaya mutu di satuan pendidikan
Tahap 1. Memetakan
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 73
Tahap Memetakan merupakan proses dalam siklus penjaminan mutu internal yang bertujuan untuk mengenali kondisi nyata mutu pendidikan pada satuan pendidikan. Kegiatan ini mencakup pengumpulan, analisis, dan interpretasi data capaian terhadap standar mutu yang ditetapkan satuan pendidikan (SNP dan/atau standar kekhasan).
Tahap Memetakan memiliki beberapa tujuan, yaitu:
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 74
Pemetaan Mutu | |
Apa? | Pemetaan mutu adalah sebuah analisis untuk mengetahui capaian, masalah, dan solusi yang perlu dilakukan oleh satuan pendidikan dalam meningkatkan mutu |
Mengapa? | Memastikan bahwa satuan pendidikan mengetahui capaian mutu, masalah dan akar masalah, serta rekomendasi peningkatan mutu yang perlu dilakukan |
Siapa? | Kepala sekolah bersama dengan warga sekolah |
Di mana? | KSP, RKJM, RKT |
Kapan? | Awal tahun ajaran (sesuai dengan timeline dokumen perencanaan sekolah) |
Bagaimana? |
|
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 75
Pengumpulan data
Identifikasi masalah dan akar masalah
Perumusan rekomendasi solusi
Data internal
Dapodik, RKAS, rapor siswa, hasil ulangan harian, dll
1
2
3
Pengolahan dan Analisis Data
Data eksternal
Data referensi solusi
Proses Perencanaan Peningkatan mutu
Pemetaan mutu dilakukan untuk mengetahui capaian mutu, masalah dan akar masalah, serta rekomendasi peningkatan mutu yang perlu dilakukan oleh satuan pendidikan
Unduhan Rapor Pendidikan, referensi ARKAS, serta referensi solusi benahi dan SNP
Skema Pemetaan Mutu
Satuan Pendidikan
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 76
Menelusuri Akar Masalah dengan melihat Capaian Rapor Pendidikan
Untuk mempermudah proses refleksi, terdapat dua tampilan akar masalah dalam Rapor Pendidikan:
Menelusuri Akar Masalah |
Informasi akar masalah tersedia untuk memudahkan satuan pendidikan melakukan refleksi capaian dan fokus perbaikan layanan pendidikan |
Warna capaian merah dan kuning dapat digunakan sebagai indikasi adanya kendala dalam pelaksanaan layanan pendidikan
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 77
Perumusan Rekomendasi Solusi
Contoh mengambil solusi perbaikan mutu dari referensi solusi benahi dan SNP
Akar Masalah | Rekomendasi Solusi | Rekomendasi RKAS |
Pengaruh langsung
| Pengelolaan kelas yang mendukung pembelajaran serta penerapan penghargaan dan sanksi secara proporsional mendukung peningkatan kualitas pembelajaran | Kegiatan BOS Reguler
|
Pengaruh tidak langsung
| Pengembangan standar pengelolaan | Kegiatan BOSP Reguler
|
Tahap 2. Merencanakan
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 78
Tahap Merencanakan merupakan proses penyusunan arah, strategi, dan langkah-langkah sistematis untuk menutup kesenjangan mutu yang ditemukan pada tahap pemetaan. Pada tahap ini, satuan pendidikan menetapkan sasaran mutu, indikator keberhasilan, dan program/kegiatan strategis yang akan dilaksanakan dalam periode tertentu dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki.
Kegiatan yang dilakukan satuan pendidikan pada tahap perencanaan meliputi:
Hasil dari tahap ini adalah dokumen perencanaan peningkatan mutu sekolah
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 79
Perencanaan | |
Apa? | Rencana peningkatan mutu adalah serangkaian rencana kerja yang merupakan kombinasi dari komitmen peningkatan mutu (yang diwujudkan dalam visi, misi, tujuan) dengan hasil evaluasi diri sekolah |
Mengapa? | Menyusun prioritas penyediaan solusi berdasarkan akar masalah yang sudah diidentifikasi serta ketersediaan sumber daya |
Siapa? | Kepala sekolah dan tim penjaminan mutu, dengan melibatkan komite, pengawas satuan pendidikan, dan pemerintah daerah |
Di mana? | KSP, RKJM, RKT, ARKAS |
Kapan? | Awal tahun ajaran |
Bagaimana? |
|
Skema Penyusunan �Rencana Peningkatan Mutu
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 80
Rekomendasi dipetakan berdasarkan tujuan dalam belanja, yang dituangkan dalam:
Evaluasi Diri Sekolah
Masalah
Akar Masalah
Rekomendasi
Kebutuhan anggaran
RKJM
RKT
Beberapa dokumen penting dalam penyusunan rencana peningkatan mutu adalah Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM), Rencana Kerja Tahunan (RKT), dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). Ketiga dokumen tersebut digunakan untuk mengakomodasi rekomendasi solusi perbaikan mutu yang telah dirumuskan pada tahapan pemetaan mutu.
Kebutuhan anggaran disediakan dari sumber dana:
BOSP
SPP
Uang pangkal
Sumber lainnya
Pemda: Guru (rekrutmen PPPK); sarpras (revitalisasi, APBD)
Lainnya: DUDI, alumni
RKAS
(Diwujudkan melalui penganggaran dalam ARKAS)
Menindaklanjuti Hasil Pemetaan Mutu �ke dalam RKJM
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 81
Contoh Isi Dokumen RKJM
Penetapan standar dapat diwujudkan melalui penetapan visi, misi, dan tujuan yang memuat esensi SNP
Hasil pemetaan mutu berdasarkan 8 standar dimasukkan dalam analisis kondisi/profil sekolah
Rekomendasi solusi ditindaklanjuti dalam bentuk kegiatan yang dimasukkan dalam program kerja sekolah
Hasil pemetaan mutu dapat disesuaikan dengan format/isi RKJM masing-masing sekolah, selama esensi dari pemetaan mutu yang berlandaskan 8 SNP tetap ada
Merespon Hasil Pemetaan �ke dalam RKT
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 82
No. | Isi |
1 | Analisis Lingkungan Operasional Sekolah |
2 | Analisis Pendidikan Sekolah Saat Ini |
3 | Analisis Pendidikan Sekolah 1 Tahun ke Depan (Yang Diharapkan) |
4 | Identifikasi Tantangan Nyata 1 Tahun ke Depan |
5 | Tujuan Situasional/Sasaran |
6 | Alternatif Langkah-Langkah Pemecahan Persoalan |
7 | Rencana Program Kerja dan Rencana Kegiatan |
Contoh Isi Dokumen RKT
Hasil pemetaan mutu (rekomendasi kegiatan) diwujudkan dalam berbagai program kerja yang termuat dalam RKT
Hasil pemetaan mutu dimasukkan dalam analisis kondisi sekolah dalam dokumen RKT
Hasil pemetaan mutu dapat disesuaikan dengan format/isi RKT masing-masing sekolah, selama esensi dari pemetaan mutu yang berlandaskan 8 SNP tetap ada
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 83
Merespon Hasil Pemetaan
ke dalam RKAS
Menganggarkan kegiatan dalam kertas kerja sesuai dengan rekomendasi yang telah dirumuskan berdasarkan hasil evaluasi diri sekolah
Tahap 3. Melaksanakan
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 84
Tahap Melaksanakan merupakan proses implementasi dari rencana yang telah disusun pada tahap sebelumnya menjadi kegiatan nyata di satuan pendidikan. Tahap ini mencakup seluruh tindakan yang bertujuan untuk memenuhi atau melampaui standar mutu. Seluruh warga satuan pendidikan berperan aktif mewujudkan sasaran mutu yang telah ditetapkan.
Prinsip pelaksanaan:
Output tahap ini adalah terlaksananya program peningkatan mutu.
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 85
Pelaksanaan | |
Apa? | Aktivitas sekolah untuk melaksanakan program peningkatan mutu sesuai dengan perencanaan |
Mengapa? | Memastikan pelaksanaan program peningkatan mutu berjalan dengan baik dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan berdampak pada peningkatan mutu layanan satuan pendidikan |
Siapa? | Kepala sekolah dan tim penjaminan mutu, dengan melibatkan komite, pengawas satuan pendidikan, dan pemerintah daerah |
Di mana? | ARKAS, SIPLAH (PBJ), laporan realisasi BOSP |
Kapan? | Sepanjang tahun anggaran |
Bagaimana? |
|
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 86
Pelaksanaan Peningkatan Mutu
Pelaksanaan peningkatan mutu dilakukan sepanjang tahun dengan merealisasikan anggaran dan memantaunya melalui Buku Kas Umum (BKU) dalam ARKAS dan laporan realisasi penggunaan dana.
Tahap 4 Mengevaluasi
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 87
Tahap Mengevaluasi merupakan proses sistematis untuk menilai efektivitas pelaksanaan rencana peningkatan mutu yang telah dijalankan di satuan pendidikan. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kegiatan peningkatan mutu yang dilaksanakan telah mencapai standar mutu, sasaran, dan indikator yang ditetapkan sebelumnya. Hasil evaluasi menjadi dasar pengambilan keputusan dan penentuan tindak lanjut dalam siklus mutu.
Tujuan dari tahapan ini adalah
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 88
Evaluasi | |
Apa? | Aktivitas untuk mengukur hasil dari pelaksanaan peningkatan mutu pendidikan dalam meningkatkan kualitas indikator prioritas yang telah dilaksanakan |
Mengapa? | Memastikan hasil pelaksanaan program peningkatan mutu berdampak pada peningkatan capaian layanan pendidikan sesuai dengan standar nasional |
Siapa? | Kepala sekolah dan tim penjaminan mutu, komite sekolah, dan pengawas sekolah. |
Di mana? | Laporan hasil monev kegiatan |
Kapan? | Akhir tahun ajaran |
Bagaimana? |
|
Tahap 5. Mengendalikan
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 89
Tahap Mengendalikan berfokus pada tindak lanjut hasil evaluasi serta penetapan langkah langkah untuk menjaga, memperbaiki, dan meningkatkan mutu secara berkelanjutan. Kegiatan yang dilakukan meliputi:
Output tahap ini adalah rekomendasi peningkatan mutu berkelanjutan.
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 90
Pengendalian | |
Apa? | Tindaklanjut hasil evaluasi serta penetapan langkah langkah untuk menjaga, memperbaiki, dan meningkatkan mutu secara berkelanjutan |
Mengapa? | Memastikan hasil pelaksanaan program peningkatan mutu berdampak pada peningkatan capaian layanan pendidikan sesuai dengan standar nasional |
Siapa? | Kepala sekolah dan tim penjaminan mutu, komite sekolah, dan pengawas sekolah. |
Di mana? | Hasil refleksi satuan Pendidikan & rekomendasi perbaikan |
Kapan? | Akhir tahun ajaran |
Bagaimana? | 1. Menetapkan tindakan korektif. 2. Menyusun rekomendasi perbaikan. 3. Menetapkan praktik baik sebagai standar baru. 4. Menyusun siklus peningkatan mutu berikutnya. |
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 91
No | Indikator yang dibenahi | Kegiatan yang sudah terlaksana | Target Kebrhasilan | Realisasi Hasil | Analisis Kendala/Keberhasilan | Hasil refleksi dan tindkalanjut |
1. | Komitmen Kebangsaan. | Upacara bendera rutin setiap hari Senin. | Kehadiran peserta didik di lapangan upacara. | Kehadiran fisik tinggi, namun pemahaman makna kebangsaan tidak terukur (nihil). | Kegiatan bersifat ritual fisik (baris-berbaris) tanpa pendalaman makna. Siswa hanya berdiri mendengarkan, tidak dilibatkan secara aktif. | Upacara bendera hanya akan 1 bulan 1 kali, dan hari senin yang lain akan diselingi kegiatan:
|
Diskusi Kelompok
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 92
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 93
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 94
Kesimpulan
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 95
Terima Kasih