1 of 96

TATA KELOLA MELALUI�SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL (SPMI)

Bimtek Sistem Penjaminan Mutu Internal

2 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 2

Kompetensi:

Setelah mengikuti sesi ini peserta diharapkan mampu memahami dan mengimplementasikan siklus SPMI dalam rangka membangun budaya mutu yang berkelanjutan di satuan pendidikan

Indikator Keberhasilan:

  1. Terpahaminya SNP sebagai acuan mutu pendidikan di Indonesia
  2. Terpahaminya Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) dalam meningkatkan mutu pendidikan
  3. Terpahaminya Rapor Pendidikan dan keterkaitannya dengan SPMI
  4. Terpahaminya Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)
  5. Tersusunnya Rencana Kegiatan Sekolah melalui Siklus SPMI berdasarkan analisis rapor pendidikan

​

3 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 3

Sesi -1 (SNP)

    • Pengantar Materi SNP
    • Diskusi Kelompok 8 SNP

Sesi-2 (SPMP)

    • Brainstorming
    • Penjelasan materi SPMP

Sesi-3 (Rapor Pendidikan)

    • Pengantar Materi Rapor Pendidikan
    • Kerja Kelompok
    • Penguatan

Sesi-4 (SPMI)

    • Brainstorming
    • Pengantar Materi SPMI
    • Kerja kelompok
    • Penguatan
    • Refleksi & evaluasi

​

Skenario Kegiatan

4 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 4

Materi

5 of 96

SESI -01�Standar Nasional Pendidikan

6 of 96

Latar belakang

Pemerintah berkewajiban untuk menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu untuk seluruh warga negara Indonesia

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 6

​

  1. Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu

​

  1. Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi

UU Sistem Pendidikan Nasional (UU No. 20 Tahun 2003)

Pasal 5

Pasal 11

Standar nasional pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pasal 1

Undang-Undang Dasar 1945 (Pasal 31 ayat 1)

“Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.”

7 of 96

  1. Mewujudkan pendidikan yang berkeadilan, berkualitas, berdaya saing, berkolaborasi dan relevan untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas;
  2. Mewujudkan pelestarian, pemajuan, dan pengembangan bahasa dan sastra untuk memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya, serta peningkatan toleransi antarumat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan Makmur;

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 7

Visi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tahun 2025 – 2029

“Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mendukung Visi dan Misi Presiden dan Wakil Presiden untuk mewujudkan bersama Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045 melalui pembentukan sumber daya manusia (SDM) yang cerdas, beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif”

Misi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tahun 2025 – 2029

“Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.”

Asta Cita Pemerintah (RPJMN 2025 – 2029)

8 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 8

9 of 96

10 of 96

SNP ditetapkan sebagai tolok ukur mutu pendidikan di Indonesia dan menjadi acuan utama dalam penjaminan mutu di tingkat satuan pendidikan

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 10

Pengelolaan

Standar Nasional Pendidikan

standar minimal yang ditetapkan pemerintah dalam bidang pendidikan yang harus dipenuhi oleh satuan pendidikan dan semua pemangku kepentingan dalam mengelola dan menyelenggarakan pendidikan

3

4

Standar Kompetensi Lulusan

Standar Isi

Standar Proses

Standar Penilaian

5

6

7

8

Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Standar Pengelolaan

Standar Sarana dan Prasarana

Standar Pembiayaan

1

2

Proses Pembelajaran

Proses

Penilaian

Isi

Sarana/

prasarana

PTK

Pembiayaan

Kompetensi Lulusan

Permendikdasmen 10/2025

Permendikdasmen 12/2025

Permendikdasmen 1/2025

11 of 96

Diskusi Kelompok�Mengkaji Regulasi 8 SNP

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 11

  1. Peserta dibagi menjadi 8 Kelompok;
  2. Setiap kelompok mengkaji regulasi salah satu SNP;
  3. Menuliskan poin-poin penting hasil diskusi;
  4. Berbagi hasil diskusi kelompok dengan teknik belanja;

12 of 96

SESI -02�Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan

13 of 96

Ice Breaking

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 13

14 of 96

Latar belakang

Saat ini, Indonesia menghadapi tantangan capaian pendidikan yang masih perlu ditingkatkan

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 14

Jika dilihat dari hasil Asesmen Nasional (2023), masih terdapat skor literasi dan numerasi dibawah kompetensi minimum

Nilai Skor PISA (Membaca, Matematika, dan Sains) tahun 2015-2022 mengalami penurunan

SD

SMP

SMA

31,2%

35,5%

29,7%

4 dari 10 murid

belum mencapai tingkat kompetensi minimum dalam literasi

4 dari 10 murid

3 dari 10 murid

39,6%

39,4%

39,6%

4 dari 10 murid

4 dari 10 murid

4 dari 10 murid

belum mencapai tingkat kompetensi minimum dalam numerasi

Skor Membaca

Skor Matematika

Skor Sains

Persentase Sekolah Terakreditasi A

5% jenjang PAUD

21% jenjang SD

30% jenjang SMP

45% jenjang SMA

15 of 96

Sistem penjaminan mutu pendidikan perlu memastikan terjadinya peningkatan mutu secara terus menerus, baik yang dilakukan oleh satuan pendidikan maupun pemerintah daerah dan Kemendikdasmen.

Hasil akreditasi menunjukkan performa sekolah yang cukup baik, tetapi belum menjamin capaian siswa yang berkualitas (di atas kompetensi minimal)

Sebaran Akreditasi Satuan Pendidikan berdasarkan Jenjang

Masih terdapat sebagian besar satuan pendidikan yang memiliki capaian rendah dan sedang (43% untuk literasi, 48% untuk numerasi, dan 31% untuk karakter)

Capaian Literasi, Numerasi, dan Karakter Satuan Pendidikan

Sumber: Rapor Pendidikan, 2025

Sumber: Kemendikdasmen, 2025

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 15

16 of 96

Latar belakang

Capaian hasil belajar yang belum merata selaras dengan keterbatasan penyediaan layanan pendidikan sesuai dengan standar nasional pendidikan

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 16

  • 76% PAUD belum memiliki capaian baik pada indikator proses pembelajaran yang membangun fondasi (D.3)
  • 13 – 32% satdik (jenjang PAUD, SD, SMP, SMA) memiliki capaian rendah pada kualitas pembelajaran
  • Indeks Distribusi Guru menurun pada jenjang PAUD (0,32 pada 2025)
  • Lebih dari 50% guru PAUD belum D-4/S-1
  • 42 – 87% guru per jenjang belum memiliki sertifikasi

Hasil Belajar

Proses Pembelajaran

Sarana dan Prasarana

Guru

  • 43% satdik memiliki capaian literasi rendah dan sedang
  • 47% satdik memiliki capaian numerasi rendah dan sedang
  • 31% satdik memiliki capaian karakter rendah dan sedang
  • 26,67% satdik telah memenuhi standar SNP sarpras
  • Indeks Kelengkapan Ruang sebesar 61,8% dan Indeks Kelayakan Ruang sebesar 75,7%
  • 31 – 61% satdik di semua jenjang memiliki ruang rusak

17 of 96

Latar belakang

Berdasarkan evaluasi dari berbagai aspek, terdapat urgensi yang besar terhadap penguatan SPMP

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 17

Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan

  • Regulasi yang mendorong penjaminan mutu pendidikan belum optimal
  • Layanan sesuai SNP tidak eksplisit bisa diukur dalam Rapor Pendidikan
  • Siklus perencanaan berbasis data belum menggambarkan penggunaan dan pemenuhan standar
  • Perlunya penguatan peranan BBPMP/BPMP dalam mengawal penjaminan mutu pendidikan
  • Pemerintah daerah belum menggunakan SPM sebagai alat fasilitasi satuan pendidikan dalam penjaminan mutu

C

Komitmen

Peningkatan Mutu

​

  • Penggunaan Rapor Pendidikan belum menjamin komitmen satdik dalam menyediakan sumber daya peningkatan mutu
  • Potensi keterbatasan sumber daya di satuan pendidikan membuat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan peningkatan mutu
  • Komitmen pemda dalam menyediakan anggaran pendidikan (sesuai SPM) belum bersinergi dengan kebutuhan satuan pendidikan

B

Capaian Hasil Belajar

  • Layanan pendidikan belum memastikan hasil belajar yang merata (literasi, numerasi, dan karakter) di seluruh satdik
  • Keterbatasan penyediaan layanan sesuai SNP konsisten terjadi di berbagai aspek standar (proses pembelajaran, PTK, sarpras, pendanaan)

A

18 of 96

Konsep Dasar Penjaminan Mutu Pendidikan

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 18

  • Dijalankan oleh satuan pendidikan dan pemerintah daerah
  • Terdiri dari siklus penetapan standar, pemetaan, perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan serta evaluasi
  • Dijalankan oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN) dan pemerintah daerah
  • Terdiri dari penetapan standar, akreditasi, dan SPM
  1. Menumbuhkan budaya mutu di satuan pendidikan dan pemerintah daerah;
  2. Meningkatkan mutu secara berkelanjutan.

Mekanisme yang sistematis, terintegrasi, dan berkelanjutan untuk memastikan bahwa seluruh proses pendidikan sesuai dengan standar mutu dan aturan yang ditetapkan

Penjaminan Mutu Pendidikan

Konsep PMP

Tujuan PMP

Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)

Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME)

19 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 19

20 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 20

21 of 96

Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 21

Pemetaan

​

Satuan Pendidikan

Perencanaan

Pelaksanaan

Pengendalian

​

Evaluasi

Sistem Penjaminan Mutu Internal

Badan/Lembaga Standar Pendidikan

​

​

Menyusun dan mengevaluasi standar mutu

​

Badan/Lembaga Akreditasi

​

​

​

​

​

Penetapan akreditasi

Pemerintah/

Pemerintah Daerah

​

​

​

​

​

​

​

​

​

​

​

​

Pemetaan mutu sekolah

Perencanaan peningkatan mutu

Fasilitasi pemenuhan/

peningkatan mutu

Supervisi pelaksanaan penjaminan mutu

Mitra Pembangunan (NGO, PT, asosiasi pendidik, dll)

​

​

​

Inovasi dan fasilitasi peningkatan mutu

Sistem Penjaminan Mutu Eksternal

Sistem Informasi Penjaminan Mutu Pendidikan

Satuan pendidikan merupakan poros penjaminan mutu yang melaksanakan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), didukung dengan kumpulan pemangku kepentingan lain yang membentuk suatu ekosistem bernama Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME).

22 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 22

23 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 23

24 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 24

25 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 25

26 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 26

27 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 27

28 of 96

SESI -03�Pemanfaatan Rapor Pendidikan Dalam �Implementasi SPMI

29 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 29

Brainstorming

  1. Bagaimana keterkaitan antara Rapor Pendidikan untuk Penjaminan mutu Pendidikan?
  2. Bagaimana pemanfaatan rapor pendidikan untuk peningkatan mutu di satuan pendidikan?

30 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 30

31 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 31

32 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 32

33 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 33

34 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 34

35 of 96

Pasangan Indikator Prioritas dan Indikator Akar Masalah Jenjang Dasmen-SMK

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 35

36 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 36

Pasangan Indikator Prioritas dan Indikator Akar Masalah Jenjang Dasmen-SMK

37 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 37

Pasangan Indikator Prioritas dan Indikator Akar Masalah Jenjang Dasmen-SMK

38 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 38

Pasangan Indikator Prioritas dan Indikator Akar Masalah Jenjang Dasmen-SMK

39 of 96

Pasangan Iindikator Prioritas dan Indikator Akar Masalah Jenjang PAUD

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 39

40 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 40

41 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 41

Apa saja pembaruan pada Rapor Pendidikan?

​

42 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 42

43 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 43

Bagaimana Pemda dan Satuan Pendidikan Memanfaatkan Rapor Pendidikan untuk Peningkatan Mutu?

SE Sesjen Kemdikdasmen No 6 Tahun 2026

44 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 44

45 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 45

46 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 46

47 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 47

48 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 48

49 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 49

50 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 50

51 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 51

52 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 52

53 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 53

54 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 54

55 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 55

Capaian Indikator Prioritas Rapor Pendidikan

SD MADANI 24

Kelompok Indikator Kualitas Hasil Belajar

Kelompok Indikator Kualitas Lingkungan Belajar

56 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 56

Makna capaian:

  • Sebagian besar murid telah mencapai kompetensi minimum.
  • Artinya, kemampuan memahami, menggunakan, dan mengevaluasi teks informasional maupun fiksi sudah cukup kuat.
  • Tren meningkat, namun penguatan terutama pada literasi kemampuan teks sastra, kemampuan menginterpretasi, namun masih perlu memperbaiki kemampuan mendapatkan informasi eksplisit dan evaluasi teks.

Makna capaian:

  • Baru sekitar 60% peserta didik mencapai kompetensi minimum.
  • Masih banyak siswa yang belum mampu menerapkan konsep matematika dasar dalam berbagai konteks.
  • Penurunan tajam terjadi pada Data & Ketidakpastian, perlu fokus pada penguatan analisis data, pemecahan masalah, dan penerapan konsep.
  • Perbaikan terlihat pada domain Bilangan, Aljabar, Geometri, dan kemampuan L1–L3 (mengetahui–menerapkan–menalar).

Makna capaian:

  • Peserta didik cukup konsisten menerapkan nilai-nilai karakter: akhlak, gotong royong, kemandirian, kreativitas, dan nalar kritis.
  • Kenaikan tertinggi pada kemandirian, namun penurunan pada gotong royong, kreativitas, nalar kritis, dan kebinekaan global.
  • Perlu kegiatan terstruktur untuk meningkatkan kreativitas & kebinekaan.

Bagaimana Arti Capaian Kualitas Hasil Belajar Sekolah Saya?

57 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 57

Bagaimana Arti Capaian Kualitas Hasil Belajar Sekolah Saya?

Makna capaian:

  • Sebagian besar murid telah mencapai kompetensi minimum.
  • Artinya, kemampuan memahami, menggunakan, dan mengevaluasi teks informasional maupun fiksi sudah cukup kuat.
  • Tren meningkat, namun penguatan terutama pada literasi kemampuan teks sastra, kemampuan menginterpretasi, namun masih perlu memperbaiki kemampuan mendapatkan informasi eksplisit dan evaluasi teks.

Makna capaian:

  • Baru sekitar 60% peserta didik mencapai kompetensi minimum.
  • Masih banyak siswa yang belum mampu menerapkan konsep matematika dasar dalam berbagai konteks.
  • Penurunan tajam terjadi pada Data & Ketidakpastian, perlu fokus pada penguatan analisis data, pemecahan masalah, dan penerapan konsep.
  • Perbaikan terlihat pada domain Bilangan, Aljabar, Geometri, dan kemampuan L1–L3 (mengetahui–menerapkan–menalar).

Makna capaian:

  • Peserta didik cukup konsisten menerapkan nilai-nilai karakter: akhlak, gotong royong, kemandirian, kreativitas, dan nalar kritis.
  • Kenaikan tertinggi pada kemandirian, namun penurunan pada gotong royong, kreativitas, nalar kritis, dan kebinekaan global.
  • Perlu kegiatan terstruktur untuk meningkatkan kreativitas & kebinekaan.

58 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 58

Makna capaian:

  • Iklim kebinekaan berada pada kategori rendah dan turun drastis.
  • Sekolah belum mampu menciptakan suasana pembelajaran yang inklusif dalam toleransi agama, budaya, dan kesetaraan gender.
  • Aspek terlemah: toleransi agama & budaya (skor 7).
  • Aspek cukup baik: toleransi & kesetaraan siswa (skor naik menjadi 56,43).
  • Perlu intervensi cepat untuk membangun toleransi agama–budaya & kesadaran kebangsaan.

Makna capaian:

  • Pembelajaran mulai menunjukkan kualitas yang lebih baik. Suasana kelas lebih tertib, guru memberikan dukungan afektif, dan ada aktivasi kognitif.
  • Manajemen kelas dan dukungan psikologis meningkat cukup baik.
  • Metode pembelajaran justru menurun. Aktivitas interaktif, pembelajaran adaptif, literasi & numerasi belum kuat.
  • Kualitas refleksi guru sangat rendah (16,86) dengan penurunan drastis.

Makna capaian:

  • Sekolah mulai menunjukkan upaya membangun lingkungan aman dari perundungan, hukuman fisik, kekerasan seksual, dan penyalahgunaan zat, namun belum konsisten.
  • Aspek positif: 100% aman dari hukuman fisik & kekerasan seksual, serta penggunaan zat (rokok, miras, narkoba).
  • Aspek sangat lemah: pemahaman guru mengenai perundungan, hukuman fisik, kekerasan seksual, dan narkoba → skor sangat rendah (6–9).
  • Pengalaman perundungan meningkat. Artinya, kasus perundungan masih terjadi dan menjadi area prioritas perbaikan.

Bagaimana Arti Capaian Kualitas Lingkungan Belajar Sekolah Saya?

59 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 59

Contoh Data Lain yang Dikumpulkan Sekolah Sendiri

(Untuk Analisis Kondisi Sekolah)

1. Data Refleksi Kualitas Proses Pembelajaran

Sumber data:

Self-Assessment guru menggunakan instrumen refleksi internal bulanan.

  • Metode pembelajaran yang diterapkan di kelas
  • Pemanfaatan lingkungan sekitar sekolah untuk sarana pembelajaran
  • Adaptasi terhadap kebutuhan siswa (diferensiasi pembelajaran)
  • Metode dan tindak lanjut asesmen formatif

2. Data Kinerja Pendidik (Hasil Supervisi Kepala Sekolah)

Sumber data:

Data ini dikumpulkan melalui observasi kelas terjadwal dan pemeriksaan dokumen.

  • Perencanaan (RPP/Modul)
  • Manajemen Kelas
  • Dukungan Psikologis
  • Metode Pembelajaran

3. Umpan Balik Murid dan Orang Tua

Sumber data:

Data ini dikumpulkan melalui angket siswa dan orang tua

  • Dukungan Afektif (Perhatian & Empati Guru)
  • Aktivasi Kognitif (Cara Guru Menjelaskan & Mendorong Berpikir)
  • Manajemen Kelas (Keteraturan Suasana Belajar)
  • Masukan orang tua terhadap proses belajar dan kondisi sekolah

4. Data Penunjang Lainnya

60 of 96

Diskusi Kelompok

​

  1. Buatlah kelompok beranggotakan 4 s.d. 5 orang
  2. Setiap kelompok ambil salah satu Rapor Pendidikan pada salah satu jenjang di wilayah Bapak/ Ibu
  3. Analisis kondisi Rapor tersebut meliputi:
  4. Indikator prioritas
  5. Status warna (merah, kuning, hijau)
  6. Perubahan delta (peningkatan/penurunan)�d. Interpretasi capaian�4. Tuliskan hasil diskusi kelompok pada kertas plano yang telah disediakan

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 60

61 of 96

SESI -04�Sistem Penjaminan Mutu Internal

62 of 96

Ice Breaking

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 62

63 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 63

Brainstorming

Apakah sekolah perlu menerapkan SPMI?

Mengapa?

64 of 96

Pengertian SPMI

SPMI adalah proses sistematis, terintegrasi, dan berkelanjutan yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, mengendalikan, dan meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan.

​

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 64

65 of 96

Tujuan SPMI

  1. Menjamin terpenuhinya Standar Nasional Pendidikan.
  2. Meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
  3. Menumbuhkan budaya mutu di sekolah.
  4. Mendorong pengambilan keputusan berbasis data.
  5. Meningkatkan akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan.

​

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 65

66 of 96

Prinsip-Prinsip SPMI

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 66

67 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 67

68 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 68

69 of 96

SPMI merupakan serangkaian proses untuk mengubah perilaku sekolah dalam melakukan penjaminan mutu pendidikan

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 69

Aktivitas

Dokumen Acuan

Menyepakati standar yang akan digunakan sebagai acuan bagi satuan pendidikan dalam meningkatkan mutu

KSP, RKJM, RKT

Melakukan analisis capaian, masalah, dan solusi yang perlu dilakukan oleh satuan pendidikan dalam meningkatkan mutu

KSP, RKJM, RKT

Menyusun rencana kerja yang merupakan kombinasi dari komitmen peningkatan mutu dengan hasil evaluasi diri sekolah

KSP, RKJM, RKT, ARKAS

Melaksanakan program peningkatan mutu sesuai dengan perencanaan

ARKAS, SIPLAH, laporan realisasi BOSP

Melakukan pemantauan pelaksanaan dan mengukur hasil dari pelaksanaan kegiatan peningkatan mutu pendidikan

Laporan Pemantauan dan evaluasi kegiatan

Tindaklanjut hasil evaluasi serta penetapan langkah langkah untuk menjaga, memperbaiki, dan meningkatkan mutu secara berkelanjutan

Rekomendasi Perbaikan

Siklus SPMI

Penetapan Standar

Pemetaan Mutu

Perencanaan

Pelaksanaan

1

2

3

4

5

6

Pengendalian

Evaluasi

70 of 96

Tahapan Implementasi SPMI

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 70

71 of 96

Pembentukan Tim Penjaminan Mutu di Satuan Pendidikan

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 71

Tim Penjaminan Mutu di Satuan Pendidikan

Tim Penjaminan Mutu di Satuan Pendidikan dibentuk oleh satuan pendidikan yang terdiri dari unsur:

  1. Kepala sekolah
  2. Perwakilan guru maupun tenaga kependidikan
  3. Perwakilan komite sekolah

Satuan Pendidikan

Tim Penjaminan Mutu di Satuan Pendidikan

  1. Merencanakan, melaksanakan, mengendalikan, dan mengembangkan sistem penjaminan mutu pendidikan
  2. Menyusun dokumen penjaminan mutu berupa dokumen kebijakan maupun dokumen standar
  3. Membuat perencanaan peningkatan mutu yang dituangkan dalam dokumen perencanaan
  4. Melaksanakan pemenuhan mutu satuan pendidikan
  5. Membentuk tim penjaminan mutu pada satuan pendidikan
  6. Mengelola data mutu pendidikan di tingkat satuan pendidikan
  1. Mengkoordinasikan pelaksanaan penjaminan mutu di tingkat satuan pendidikan
  2. Melakukan pembinaan, pembimbingan, pendampingan, dan supervisi terhadap pelaku pendidikan di satuan pendidikan dalam melaksanakan penjaminan mutu
  3. Melaksanakan pemetaan mutu di satuan pendidikan
  4. Melakukan pemantauan dan evaluasi proses pelaksanaan pemenuhan mutu yang telah dilakukan
  5. Memberikan rekomendasi strategi pemenuhan mutu berdasarkan hasil pemetaan mutu satuan pendidikan

Pembagian Tugas dalam Sistem Penjaminan Mutu di Satuan Pendidikan

72 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 72

Penjaminan mutu di satuan pendidikan dilakukan melalui 5 tahapan

sebagai sebuah siklus

Perencanaan Peningkatan mutu

Pemetaan Mutu

Pelaksanaan Peningkatan Mutu

Pengendalian

Monitoring dan evaluasi

Budaya mutu

1

2

3

4

5

Siklus Penjaminan Mutu Pendidikan di Satuan Pendidikan

SPMI digunakan untuk memastikan bahwa keseluruhan unsur yang meliputi organisasi, kebijakan, dan proses-proses yang terkait di satuan pendidikan dapat berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan untuk menjamin terwujudnya budaya mutu di satuan pendidikan

73 of 96

Tahap 1. Memetakan

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 73

Tahap Memetakan merupakan proses dalam siklus penjaminan mutu internal yang bertujuan untuk mengenali kondisi nyata mutu pendidikan pada satuan pendidikan. Kegiatan ini mencakup pengumpulan, analisis, dan interpretasi data capaian terhadap standar mutu yang ditetapkan satuan pendidikan (SNP dan/atau standar kekhasan).

Tahap Memetakan memiliki beberapa tujuan, yaitu:

  1. Mengetahui tingkat pencapaian standar mutu pendidikan di satuan pendidikan.
  2. Menganalisis kesenjangan (gap analysis) antara kondisi aktual dan standar yang diharapkan.
  3. Menyediakan data dan informasi yang sahih sebagai dasar penyusunan rencana peningkatan mutu.
  4. Menentukan prioritas peningkatan mutu berdasarkan kebutuhan nyata.

74 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 74

Pemetaan Mutu

Apa?

Pemetaan mutu adalah sebuah analisis untuk mengetahui capaian, masalah, dan solusi yang perlu dilakukan oleh satuan pendidikan dalam meningkatkan mutu

Mengapa?

Memastikan bahwa satuan pendidikan mengetahui capaian mutu, masalah dan akar masalah, serta rekomendasi peningkatan mutu yang perlu dilakukan

Siapa?

Kepala sekolah bersama dengan warga sekolah

Di mana?

KSP, RKJM, RKT

Kapan?

Awal tahun ajaran (sesuai dengan timeline dokumen perencanaan sekolah)

Bagaimana?

  1. Mengumpulkan data mutu dari sumber data internal maupun eksternal
  2. Mengidentifikasi masalah dan akar masalah mutu pada satuan pendidikan
  3. Merumuskan rekomendasi solusi berdasarkan masalah dan akar masalah pada satuan pendidikan

75 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 75

Pengumpulan data

Identifikasi masalah dan akar masalah

Perumusan rekomendasi solusi

Data internal

Dapodik, RKAS, rapor siswa, hasil ulangan harian, dll

1

2

3

Pengolahan dan Analisis Data

Data eksternal

​

  1. Asesmen Nasional
  2. Rapor Pendidikan
  3. Dashboard capaian SNP

Data referensi solusi

Proses Perencanaan Peningkatan mutu

Pemetaan mutu dilakukan untuk mengetahui capaian mutu, masalah dan akar masalah, serta rekomendasi peningkatan mutu yang perlu dilakukan oleh satuan pendidikan

Unduhan Rapor Pendidikan, referensi ARKAS, serta referensi solusi benahi dan SNP

Skema Pemetaan Mutu

Satuan Pendidikan

76 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 76

Menelusuri Akar Masalah dengan melihat Capaian Rapor Pendidikan

Untuk mempermudah proses refleksi, terdapat dua tampilan akar masalah dalam Rapor Pendidikan:

​

  1. Akar masalah yang merupakan dirinya sendiri sebagai fokus utama
  2. Akar masalah lain yang mempengaruhi capaian Indikator Prioritas

Menelusuri Akar Masalah

Informasi akar masalah tersedia untuk memudahkan satuan pendidikan melakukan refleksi capaian dan fokus perbaikan layanan pendidikan

Warna capaian merah dan kuning dapat digunakan sebagai indikasi adanya kendala dalam pelaksanaan layanan pendidikan

77 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 77

Perumusan Rekomendasi Solusi

Contoh mengambil solusi perbaikan mutu dari referensi solusi benahi dan SNP

Akar Masalah

Rekomendasi Solusi

Rekomendasi RKAS

Pengaruh langsung

  • Standar proses → Kualitas Pembelajaran dan Iklim Inklusivitas
  • Standar penilaian → Umpan balik konstruktif menurut guru

Pengelolaan kelas yang mendukung pembelajaran serta penerapan penghargaan dan sanksi secara proporsional mendukung peningkatan kualitas pembelajaran

Kegiatan BOS Reguler

  • Peningkatan kompetensi guru untuk memahami kurikulum dan cara mengajarkannya
  • Peningkatan kompetensi guru untuk pengembangan diri melalui kebiasaan refleksi
  • Peningkatan kompetensi guru untuk pembelajaran berorientasi pada peserta didik

Pengaruh tidak langsung

  • Standar pengelolaan → Program dan kebijakan
  • Standar sarpras → Indeks kelengkapan sarpras
  • Standar PTK → PTK Bersertifikat, Dukungan untuk refleksi guru, dan Guru Kualifikasi S1/D4

Pengembangan standar pengelolaan

Kegiatan BOSP Reguler

  • Peningkatan Kompetensi Guru untuk keterlibatan orangtua/wali dan masyarakat dalam pembelajaran
  • Penyusunan perencanaan program satuan pendidikan (Visi Misi Sekolah, RKJM, RKT, RKAS)
  • Pengembangan dan Pelaksanaan Program Kerja Kepala Sekolah
  • Pendataan Dapodik
  • Pelaksanaan Monitoring Program/Kegiatan Sekolah
  • Pengembangan Sistem Informasi untuk menunjang Manajemen Sekolah

​

78 of 96

Tahap 2. Merencanakan

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 78

Tahap Merencanakan merupakan proses penyusunan arah, strategi, dan langkah-langkah sistematis untuk menutup kesenjangan mutu yang ditemukan pada tahap pemetaan. Pada tahap ini, satuan pendidikan menetapkan sasaran mutu, indikator keberhasilan, dan program/kegiatan strategis yang akan dilaksanakan dalam periode tertentu dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki.

Kegiatan yang dilakukan satuan pendidikan pada tahap perencanaan meliputi:

  • Menentukan sasaran peningkatan mutu.
  • Menyusun program dan kegiatan.
  • Menentukan indikator keberhasilan.
  • Menetapkan sumber daya yang diperlukan.
  • Mengintegrasikan program ke dalam RKS, RKAS, dan RKT.

Hasil dari tahap ini adalah dokumen perencanaan peningkatan mutu sekolah

79 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 79

Perencanaan

Apa?

Rencana peningkatan mutu adalah serangkaian rencana kerja yang merupakan kombinasi dari komitmen peningkatan mutu (yang diwujudkan dalam visi, misi, tujuan) dengan hasil evaluasi diri sekolah

Mengapa?

Menyusun prioritas penyediaan solusi berdasarkan akar masalah yang sudah diidentifikasi serta ketersediaan sumber daya

Siapa?

Kepala sekolah dan tim penjaminan mutu, dengan melibatkan komite, pengawas satuan pendidikan, dan pemerintah daerah

Di mana?

KSP, RKJM, RKT, ARKAS

Kapan?

Awal tahun ajaran

Bagaimana?

  1. Menyusun rencana peningkatan mutu dalam KSP
  2. Menyusun rencana peningkatan mutu dalam RKJM
  3. Menyusun rencana peningkatan mutu dalam RKT
  4. Menyusun rencana peningkatan mutu dalam RKAS

80 of 96

Skema Penyusunan �Rencana Peningkatan Mutu

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 80

Rekomendasi dipetakan berdasarkan tujuan dalam belanja, yang dituangkan dalam:

Evaluasi Diri Sekolah

Masalah

Akar Masalah

Rekomendasi

Kebutuhan anggaran

RKJM

RKT

Beberapa dokumen penting dalam penyusunan rencana peningkatan mutu adalah Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM), Rencana Kerja Tahunan (RKT), dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). Ketiga dokumen tersebut digunakan untuk mengakomodasi rekomendasi solusi perbaikan mutu yang telah dirumuskan pada tahapan pemetaan mutu.

Kebutuhan anggaran disediakan dari sumber dana:

BOSP

SPP

Uang pangkal

Sumber lainnya

Pemda: Guru (rekrutmen PPPK); sarpras (revitalisasi, APBD)

Lainnya: DUDI, alumni

RKAS

(Diwujudkan melalui penganggaran dalam ARKAS)

81 of 96

Menindaklanjuti Hasil Pemetaan Mutu �ke dalam RKJM

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 81

Contoh Isi Dokumen RKJM

Penetapan standar dapat diwujudkan melalui penetapan visi, misi, dan tujuan yang memuat esensi SNP

Hasil pemetaan mutu berdasarkan 8 standar dimasukkan dalam analisis kondisi/profil sekolah

Rekomendasi solusi ditindaklanjuti dalam bentuk kegiatan yang dimasukkan dalam program kerja sekolah

Hasil pemetaan mutu dapat disesuaikan dengan format/isi RKJM masing-masing sekolah, selama esensi dari pemetaan mutu yang berlandaskan 8 SNP tetap ada

82 of 96

Merespon Hasil Pemetaan �ke dalam RKT

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 82

No.

Isi

1

Analisis Lingkungan Operasional Sekolah

2

Analisis Pendidikan Sekolah Saat Ini

3

Analisis Pendidikan Sekolah 1 Tahun ke Depan (Yang Diharapkan)

4

Identifikasi Tantangan Nyata 1 Tahun ke Depan

5

Tujuan Situasional/Sasaran

6

Alternatif Langkah-Langkah Pemecahan Persoalan

7

Rencana Program Kerja dan Rencana Kegiatan

Contoh Isi Dokumen RKT

Hasil pemetaan mutu (rekomendasi kegiatan) diwujudkan dalam berbagai program kerja yang termuat dalam RKT

Hasil pemetaan mutu dimasukkan dalam analisis kondisi sekolah dalam dokumen RKT

Hasil pemetaan mutu dapat disesuaikan dengan format/isi RKT masing-masing sekolah, selama esensi dari pemetaan mutu yang berlandaskan 8 SNP tetap ada

83 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 83

Merespon Hasil Pemetaan

ke dalam RKAS

Menganggarkan kegiatan dalam kertas kerja sesuai dengan rekomendasi yang telah dirumuskan berdasarkan hasil evaluasi diri sekolah

84 of 96

Tahap 3. Melaksanakan

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 84

Tahap Melaksanakan merupakan proses implementasi dari rencana yang telah disusun pada tahap sebelumnya menjadi kegiatan nyata di satuan pendidikan. Tahap ini mencakup seluruh tindakan yang bertujuan untuk memenuhi atau melampaui standar mutu. Seluruh warga satuan pendidikan berperan aktif mewujudkan sasaran mutu yang telah ditetapkan.

Prinsip pelaksanaan:

  1. Sesuai rencana.
  2. Melibatkan seluruh pihak terkait.
  3. Didukung dokumentasi yang memadai.
  4. Berorientasi pada pencapaian target mutu.

Output tahap ini adalah terlaksananya program peningkatan mutu.

85 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 85

Pelaksanaan

Apa?

Aktivitas sekolah untuk melaksanakan program peningkatan mutu sesuai dengan perencanaan

Mengapa?

Memastikan pelaksanaan program peningkatan mutu berjalan dengan baik dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan berdampak pada peningkatan mutu layanan satuan pendidikan

Siapa?

Kepala sekolah dan tim penjaminan mutu, dengan melibatkan komite, pengawas satuan pendidikan, dan pemerintah daerah

Di mana?

ARKAS, SIPLAH (PBJ), laporan realisasi BOSP

Kapan?

Sepanjang tahun anggaran

Bagaimana?

  1. Menyusun rencana pelaksanaan (jadwal kegiatan, penanggung jawab, teknis kegiatan, dll)
  2. Pelibatan pemangku kepentingan (mengajak warga dalam kegiatan)
  3. Penyusunan laporan pelaksanaan (termasuk dokumentasi kegiatan)

86 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 86

Pelaksanaan Peningkatan Mutu

Pelaksanaan peningkatan mutu dilakukan sepanjang tahun dengan merealisasikan anggaran dan memantaunya melalui Buku Kas Umum (BKU) dalam ARKAS dan laporan realisasi penggunaan dana.

87 of 96

Tahap 4 Mengevaluasi

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 87

Tahap Mengevaluasi merupakan proses sistematis untuk menilai efektivitas pelaksanaan rencana peningkatan mutu yang telah dijalankan di satuan pendidikan. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kegiatan peningkatan mutu yang dilaksanakan telah mencapai standar mutu, sasaran, dan indikator yang ditetapkan sebelumnya. Hasil evaluasi menjadi dasar pengambilan keputusan dan penentuan tindak lanjut dalam siklus mutu.

Tujuan dari tahapan ini adalah

  1. Mengukur keterlaksanaan program.
  2. Mengukur capaian target.
  3. Mengidentifikasi hambatan.
  4. Menentukan tindak lanjut.

88 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 88

Evaluasi

Apa?

Aktivitas untuk mengukur hasil dari pelaksanaan peningkatan mutu pendidikan dalam meningkatkan kualitas indikator prioritas yang telah dilaksanakan

Mengapa?

Memastikan hasil pelaksanaan program peningkatan mutu berdampak pada peningkatan capaian layanan pendidikan sesuai dengan standar nasional

Siapa?

Kepala sekolah dan tim penjaminan mutu, komite sekolah, dan pengawas sekolah.

Di mana?

Laporan hasil monev kegiatan

Kapan?

Akhir tahun ajaran

Bagaimana?

  1. Menyusun instrumen evaluasi
  2. Menyusun laporan evaluasi
  3. Diseminasi laporan evaluasi kepada warga satuan pendidikan

89 of 96

Tahap 5. Mengendalikan

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 89

Tahap Mengendalikan berfokus pada tindak lanjut hasil evaluasi serta penetapan langkah langkah untuk menjaga, memperbaiki, dan meningkatkan mutu secara berkelanjutan. Kegiatan yang dilakukan meliputi:

  1. Menetapkan tindakan korektif.
  2. Menyusun rekomendasi perbaikan.
  3. Menetapkan praktik baik sebagai standar baru.
  4. Menyusun siklus peningkatan mutu berikutnya.

Output tahap ini adalah rekomendasi peningkatan mutu berkelanjutan.

90 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 90

Pengendalian

Apa?

Tindaklanjut hasil evaluasi serta penetapan langkah langkah untuk menjaga, memperbaiki, dan meningkatkan mutu secara berkelanjutan

Mengapa?

Memastikan hasil pelaksanaan program peningkatan mutu berdampak pada peningkatan capaian layanan pendidikan sesuai dengan standar nasional

Siapa?

Kepala sekolah dan tim penjaminan mutu, komite sekolah, dan pengawas sekolah.

Di mana?

Hasil refleksi satuan Pendidikan & rekomendasi perbaikan

Kapan?

Akhir tahun ajaran

Bagaimana?

1. Menetapkan tindakan korektif.

2. Menyusun rekomendasi perbaikan.

3. Menetapkan praktik baik sebagai standar baru.

4. Menyusun siklus peningkatan mutu berikutnya.

91 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 91

No

​

Indikator yang dibenahi

Kegiatan yang sudah terlaksana

Target Kebrhasilan

Realisasi Hasil

Analisis Kendala/Keberhasilan

Hasil refleksi dan tindkalanjut

1.

Komitmen Kebangsaan.

Upacara bendera rutin setiap hari Senin.

Kehadiran peserta didik di lapangan upacara.

Kehadiran fisik tinggi, namun pemahaman makna kebangsaan tidak terukur (nihil).

Kegiatan bersifat ritual fisik (baris-berbaris) tanpa pendalaman makna. Siswa hanya berdiri mendengarkan, tidak dilibatkan secara aktif.

Upacara bendera hanya akan 1 bulan 1 kali, dan hari senin yang lain akan diselingi kegiatan:

  • Apel dialog kebangsaan: kuis/tanya jawab singkat singkat tentang nilai Pancasila.
  • Membaca kisah pahlawan 15 menit.

92 of 96

Diskusi Kelompok

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 92

  1. Peserta berkelompok masing-masing 4-5 orang;
  2. Setiap kelompok melakukan siklus SPMI Tahap pemetaan dan perencanaan; berdasarkan rapor pendidikan yang disediakan fasilitator;
  3. Hasil diskusi dituangkan pada LK-1 yang telah disediakan fasilitator;
  4. Presentasi hasil diskusi kelompok;
  5. Tanggapan dari peserta Bimtek;
  6. Penguatan dari fasilitator;

93 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 93

94 of 96

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 94

95 of 96

Kesimpulan

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 95

  1. SPMI merupakan sistem penjaminan mutu yang dilaksanakan secara internal; oleh satuan pendidikan yang bertujuan untuk memenuhi dan meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan;
  2. SPMI berlandaskan prinsip sistematis, partisipatif, berbasis data, akuntabel, dan berkelanjutan;
  3. SPMI berfungsi membangun budaya mutu di sekolah;
  4. Implementasi SPMI dilakukan melalui tahapan Memetakan, Merencanakan, Melaksanakan, Mengevaluasi dan Mengendalikan;
  5. Rapor Pendidikan menjadi sumber data utama dalam proses pemetaan mutu.

96 of 96

Terima Kasih