1 of 52

Faktor Psikologis yang mempengaruhi kondisi medik umum�[PSIKOSOMATIK]

  • Adalah factor-factor psikologis yang telah mempengaruhi kondisi medik umum , yang ditunjukan oleh adanya temporal antara factor psikologis dan perkembangan atau eksaserbasi dari atau pemulihan yang lambat kondisi medik umum.

2 of 52

*

2

3 of 52

Pendahuluan

  • Manusia
    • Mahluk biopsikososial
    • Semua komponen terintegrasi, saling mempengaruhi

4 of 52

nomor

BIOLOGIS

psikologis

sosial

1

Sakit gigi

Sensitif, GELISAH

Menarik diri

2

Stroke

Sedih, murung, depresi

Menarik diri

3

Pra/post Operasi

Cemas, gelisah, banyak bicara

Banyak beribadah

5 of 52

Nomor

Biologis

PSIKOLOGIS

Sosial

1

Badan lemas, napsu makan berkurang, sulit tidur

Depresi

Menarik diri

2

Keringat dingin, berdebar, sesak napas

CEMAS

Perilaku aneh

6 of 52

Nomor

Biologis

Psikologis

SOSIAL

1

Tekanan darah dan nadi meningkat,

Tegang, cemas, gelisah

UJIAN

2

Napsu makan berkurang, sulit tidur

Murung, sedih,

PUTUS CINTA

7 of 52

Pendahuluan�

  • Axis ( sumbu ) HPA (hipotalamus-pituary/hipofisis-adrenal)

  • Axis ( sumbu ) HPG (hipotalamus-pituary-gonad)

  • Axis ( sumbu ) HPT (hipotalamus-pituary-tiroid)

8 of 52

Komponen psikologis manusia

  • pikiran : ide, harapan,cita-cita, daya ingat,

  • perasaan : sedih, senang, takut, cemas

  • perilaku : tenang, gelisah , bingung

9 of 52

Pendahuluan�

  • Faktor psikologis mempengaruhi kondisi medik umum dgn cara :

- sebagai penyebab

- sebagai pemberat

- mempengaruhi terapi

- pengaruh resiko tambahan

- menyebabkan eksaserbasi kondisi medik

umum

10 of 52

Faktor psikologis yang mempengaruhi kondisi medik dapat berupa:�

  • Gangguan mental
  • Gejala psikologis dr ggn mental
  • Sifat kepribadian atau gaya menghadapi masalah
  • Perilaku yang maladaptif
  • Respon psikologis yang berhubungan dengan stres mempengaruhi KMU

11 of 52

DAMPAK DEPRESI PADA GANGGUAN MEDIK UMUM

  • Memperberat prognosis, morbiditas, dan mortalitas gangguan medik umum

  • Menimbulkan / memperparah gejala-gejala ganguan medis

  • Meningkatkan angka perawatan kembali

  • Perubahan gaya hidup, meningkatkan faktor resiko

  • Tidak patuh pada janji, ketaatan minum obat rendah, diet tidak teratur, tidak menjalani instruksi dengan baik

  • Kualitas hidup menurun

12 of 52

Gejala psikologis dr ggn mental mepengaruhi kondisi medis�

  • Depresi : badan lemas, napsu makan kurang, sulit tidur, sakit kepala: gejala depresi memperlambat pemulihan
  • Cemas : jantung berdebar,Nyeri dada, keringat dingin, sesak napas, gemetaran, keringat berlebihan: kecemasan mengeksasebasi asma

13 of 52

Kepribadian dan sifat/gaya menghadapi masalah

  • Kepribadian tipe A dan B : Narsisitik, ambang, antisosial, histrionik : sering menderita ggn vaskular.
  • Penyangkalan patologis untuk menolak melakukan pembedahan pada pasien kanker

14 of 52

Perilaku yang maladaptif

  • Malas berolahraga
  • Seks yang tidak aman
  • Makan berlebihan
  • Merokok
  • Berkendara dengan kecepatan tinggi

15 of 52

Respon psikologis yang berhubungan dengan stres mempengaruhi KMU�

  • Stresor mengeksaserbasi ulkus peptikum, hipertensi, aritmia, nyeri kepala.

16 of 52

Yang tidak termasuk dalam kelompok diagnostik ini :

  • Ggn mental dgn gejala fisik sbg gejala utama: ggn konversi
  • Ggn somatisasi
  • Ggn hipokondriasis
  • Keluhan fisik sbg gejala ggn mental
  • Keluhan sbg gejala ggn penyalahgunaan zat/napza

17 of 52

Hubungan ggn mental dan kondisi medik

  • Stress : kronisitas, keparahannya
  • Kerentanan genetik dan organ
  • Kepribadian

18 of 52

Etiologi

  • Stresor umum :
    • Kematian pasangan
    • Perubahan kehidupan
    • Perceraian
    • Perpisahan
    • Kematian anggota keluarga dekat lainnya

19 of 52

Etiologi

  • Stresor spesifik:
    • Kepribadian
    • Konflik bawah sadar

20 of 52

KRITERIA DIAGNOSTIK Faktor Psikologis yang mempengaruhi kondisi medik umum�[PSIKOSOMATIK]

  • A. TERDAPAT SUATU KONDISI MEDIS UMUM
  • B. Factor psikologis secara merugikan mempengaruhi kondisi medic umum secara:
    • Mempengaruhi perjalanan KMU
    • Mempengaruhi terapi KMU
    • Menyumbang resiko tambahan KMU
    • Respon psikologis yang berhubungan dengan stressor mengeksaserbasi atau mencetuskan gejala KMU

21 of 52

Sistem kardiovaskular

  • Penyakit arteri koroner
  • Hipertensi essensial
  • Gagal jantung kongestif
  • Sinkope vasomotor
  • Aritmia jantung
  • Astenia neurosirkulatorik

22 of 52

a. Penyakit arteri koroner

  • Kepribadian anankastik:bekerja dalam waktu yang lebih lama untuk mencapai tujuan
  • Kepribadian tipe A:agresif, tidak sabar, banyak bergerak, emosional:memiliki kolesterol yang tinggi
  • Kepridadian tibe B : santai, kurang bergerak

23 of 52

Penyakit arteri koroner�

  • Ischaemic herat disease
  • Angina pectoris
  • Pencetus serangan
  • Faktor risiko yang dapat diubah:
  • a. Mayor
    • 1. Peningkatan lipid serum
    • 2. Hipertensi
    • 3. Merokok
    • 4. Konsumsi alkohol
    • 5. Diabetes Melitus
    • 6. Diet tinggi lemak jenuh, kolesterol dan kalori
  • b. Minor
    • 1. Aktivitas fisik kurang
    • 2. Stress psikologik
    • 3. Tipe kepribadian

24 of 52

b. Hipertensi esential

  • Orang yang ramah, menyenangkan, kompulsif
  • Memiliki banyak konflik tapi di represi

25 of 52

Hipertensi essensial�

  • Faktor risiko yang dapat dimodifikasi, yaitu:
    • a. Riwayat pola makan (konsumsi garam berlebihan).
    • b. Konsumsi alkohol berlebihan.
    • c. Aktivitas fisik kurang.
    • d. Kebiasaan merokok.
    • e. Obesitas.
    • f. Dislipidemia.
    • g. Diabetus Melitus.
    • h. Psikososial dan stres.

26 of 52

c. Gagal jantung kongestif

  • Adanya stres dan konflik emosional non spesifik

27 of 52

d. Sinkop vasomotor

  • Kecemasan dan ketakutan menghalangi menyebabkan penurunan curah jantung

28 of 52

e. Aritmia jantung

  • Terjadi pada orang dengan luapan emosional
  • Trauma emosional

29 of 52

Sistem pernapasan

  1. Asma bronkialis

  • Sindroma hiperventilasi

  • Tuberkulosis

30 of 52

a. Asma bronkial

  • Kebutuhan ketergantungan yang berlebihan
  • Harapan yang tidak disadari untuk dilindungi

31 of 52

Asma bronkialis

  • Faktor Risiko
  • a. Faktor Pejamu

Ada riwayat atopi pada penderita atau keluarganya, hipersensitif saluran napas, jenis kelamin, ras atau etnik.

  • b. Faktor Lingkungan
    • 1. Bahan-bahan di dalam ruangan: tungau, debu rumah, binatang, kecoa.
    • 2. Bahan-bahan di luar ruangan: tepung sari bunga, jamur.
    • 3. Makanan-makanan tertentu: bahan pengawet, penyedap dan pewarna makanan.
    • 4. Obat-obatan tertentu.
    • 5. Iritan: parfum, bau-bauan merangsang.
    • 6. Ekspresi emosi yang berlebihan.
    • 7. Asap rokok.
    • 8. Polusi udara dari luar dandalamruangan.
    • 9. Infeksisalurannapas.
    • 10. Exercise-inducedasthma (asma kambuh ketika melakukan aktivitas fisik tertentu).
    • 11. Perubahan cuaca.

32 of 52

b. Sindrom hiperventilasi

  • Sering ditemukan pada orang dengan kecemasan akut,gangguan panik, fobia
  • Kepribadian ambang dan histrionik

33 of 52

c. Tuberkulosis

  • Sering di temukan pada orang yang terpapar stres yang akut maupun kronis
  • Stres dapat mempengaruhi kekebalan

34 of 52

Tuberkulosis

  • Pengobatan jangka panjang
  • Efek samping pengobatan
  • Gangguan mental mendorong ketidak patuhan

35 of 52

Sistem gastrointestinal

  1. Ulkus peptikum

  • Kolitis ulseratif

  • Obesitas

  • Anoreksia nervosa

36 of 52

a. Ulkus peptikum

  • Stress kronis menigkatkan hiperaktifitas sistem vagal sehingga produksi asam lambung meningkat

37 of 52

Ulkus peptikum dan Gastritis

  • Faktor Risiko
    • a. Pola makan yang tidak baik: waktu makan terlambat, jenis makanan pedas, porsi makan yang besar.
    • b. Sering minum kopi dan teh.
    • c. Infeksi bakteri atau parasit.
    • d. Pengunaan obat analgetik dan steroid.
    • e. Usia lanjut.
    • f. Alkoholisme.
    • g. Stress.
    • h. Penyakit lainnya, seperti: penyakit refluks empedu, penyakit autoimun, HIV/AIDS, Chron disease.

38 of 52

b. Kolitis ulseratif

  • Pada orang dengan kepribadian anakastik

39 of 52

Sistem muskuloskeletal

  1. Artritis reumatoid

  • Nyeri punggung bawah

  • Nyeri kepala migren

  • Nyeri kepala tension

40 of 52

Sistem endokrin

  1. Diabetes melitus
  2. Hipertiroid
  3. Premenstrual sindrom
  4. Amenore idiopatik
  5. Menopause
  6. Kista ovarium

41 of 52

Gangguan kekebalan

  • Penyakit infeksi : HIV, Herpes

  • Penyakit alergi

  • Penyakit autoimun : psoriasis, lupus eritematosus sistemik

42 of 52

Gangguan kulit

  • Pruritus

  • Hiperhidrosis

43 of 52

Penyakit lainnya

  • Nyeri

  • kanker

44 of 52

Gangguan tidur

  • Insomnia

  • Hipersomnia

  • Somnambulisme

  • Mimpi buruk

45 of 52

Disfungsi seksual bukan akibat penyakit organik

  • Kurang/hilang nya nafsu seksual
  • Tidak menikmati seks
  • Disfungsi orgasme
  • Ejakulasi dini
  • Vaginismus non organik
  • Dispareuni non organik
  • Dorongan seksual yang berlebihan

46 of 52

Penggunaan zat non adiktif

  • Pencahar
  • Analgetika
  • Antasida
  • Vitamin
  • Jamu

47 of 52

Diagnosis

  • Adanya ggn medik umum yang nyata
  • Adanya hubungan temporal antara faktor psikologis dengan perkembangan atau eksaserbasi atau keterlambatan penyembuhan ggn medik umum

48 of 52

Terapi

  • Psikoterapi dan psikoanalisis
  • Terapi relaksasi
  • Hipnosis
  • Terapi obat

49 of 52

Nama Generik

Nama Dagang

Rentang Dosis Dewasa (mg/hari)

Trisiklik & Tetrasiklik

Imipramin

Tofranil

150 – 300

Amitriptilin

Trilin

150 – 300

Amoxapin

Asendin

150 – 400

Maproptilin

Ludiomil

150 – 225

Klomipramin

Anafranil

150 – 250

Serotonin Selective Reuptake Inhibitor (SSRI)

Fluoxetine

Prozac

10 – 60

Fluvoxamine

Luvox

50 – 300

Paroxetine

Seroxat

20 – 50

Sertraline

Zoloft

50 – 200

Citalopram

Cipram

20-60

Mono-Amine Oxidase Inhibitor (MAOI)

Moclobemide

Aurorix

10 – 30

Trazodone

Trazodone

Trazone

50 – 600

Obat anti ansietas

Lithium

Priadel

300 – 900

Alprazolam

Xanax

0,5 – 6

Diasepam

Valium

2 - 60

Lorasepam

Ativan

2 – 6

Triazolam

Halcion

0,125 – 0,25

  • Tabel : Obat

49

50 of 52

Prinsip utama pemberian farmakoterapi

  • Bila efektif, pengobatan dilanjutkan antara 8 sp 12 minggu.
  • Penggunaan benzodiazepine segera dilakukanpengurangan bertahap (tapering off)
  • Waspada ketergantungan dan penyalahgunaan !!!!
  • Waspada terhadap anak-anak, dan lansia
  • Bila gagal : rujuk !!!

51 of 52

*

51

52 of 52

  • geraldmarios@yahoo.com