1 of 19

PRODUK CACAT, PENGERJAAN ULANG, DAN SISA (SPOILAGE, REWORK, & SCRAP)

SDMIndonesia.com

2 of 19

Definisi Dasar

  • Unit produksi cacat, baik yang lengkap maupun sebagian selesai, yang tidak memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan oleh pelanggan untuk unit yang baik dan yang dibuang atau dijual dengan harga yang lebih rendah.
  • Pengerjaan ulang yaitu ketika unit produksi yang tidak memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan oleh pelanggan namun kemudian diperbaiki dan dijual sebagai barang jadi yang bagus.

SDMIndonesia.com

3 of 19

Definisi Dasar

  • Produk sisa adalah bahan sisa yang dihasilkan dari pembuatan produk. Produk sisa memiliki nilai penjualan yang rendah dibandingkan dengan total nilai penjualan produk. Produk sisa mirip dengan produk sampingan namun muncul sebagai residual dari proses pembuatan dan bukan merupakan produk yang ditargetkan untuk pembuatan atau penjualan oleh perusahaan.

SDMIndonesia.com

4 of 19

Akuntansi Produk Cacat

  • Sejumlah produk cacat, pengerjaan ulang atau sisa melekat pada banyak proses produksi.
  • Akuntansi produk cacat bertujuan untuk mengetahui besarnya spoilage cost dan untuk membedakan spoilage cost normal dan abnormal.
  • Untuk mengelola, mengendalikan, dan mengurangi biaya produk cacat, sebaiknya disorot, tidak dibuat saja menjadi biaya produksi.

SDMIndonesia.com

5 of 19

Dua Jenis Produk Cacat: Normal

Cacat normal adalah cacat yang melekat dalam proses produksi tertentu yang timbul bahkan dalam kondisi operasi yang efisien.

    • Tingkat cacat normal dihitung dengan membagi unit cacat normal dengan total unit yang selesai, bukan total unit aktual yang mulai diproduksi.
    • Manajemen membuat keputusan tentang tingkat produksi per jam yang menghasilkan tingkat cacat normal.

SDMIndonesia.com

6 of 19

Dua Jenis Produk Cacat: Tidak Normal

Cacat yang tidak normal adalah cacat yang tidak melekat dalam proses produksi tertentu dan tidak akan timbul dalam kondisi operasi yang efisien.

    • Cacat tidak normal dianggap bisa dihindari dan terkendali.
    • Untuk menyoroti efek dari biaya produk cacat yang tidak normal, perusahaan menghitung jumlah cacat abnormal dan mencatat biaya pada akun Loss from Abnormal Spoilage, yang muncul sebagai bagian terpisah pada laporan laba rugi.

SDMIndonesia.com

7 of 19

Produk Cacat Pada Process Costing

  • Unit produk cacat normal dapat dihitung atau tidak dihitung saat menghitung unit output (fisik atau ekuivalen) dalam sistem penetapan harga pokok proses.
  • Menghitung semua produk cacat dianggap lebih baik dan akan digunakan dalam contoh disini.

SDMIndonesia.com

8 of 19

Titik Inspeksi Dan Produk Cacat

  • Titik inspeksi yaitu tahap proses produksi di mana produk diperiksa untuk menentukan apakah unit tersebut dapat diterima atau tidak dapat diterima.
  • Spoilage biasanya diasumsikan terjadi pada tahap penyelesaian dimana inspeksi berlangsung.
  • Akibatnya, unit cacat dalam contoh diasumsikan 100% lengkap untuk bahan langsung.

SDMIndonesia.com

9 of 19

5 Langkah Process Costing dengan Spoilage

  • Langkah 1: Ringkaskan aliran unit output fisik-identifikasi pembusukan normal dan abnormal.
  • Langkah 2: Hitung output dalam satuan ekuivalen. Unit cacat termasuk dalam perhitungan unit output.
  • Langkah 3: Ringkaskan total biaya yang harus diperhitungkan.
  • Langkah 4: Hitung biaya per unit ekuivalen.
  • Langkah 5: Tetapkan total biaya ke :
    1. Unit selesai
    2. Unit cacat
    3. Unit pada barang dalam proses akhir

SDMIndonesia.com

10 of 19

Langkah 1 dan 2 : Rata-Rata Tertimbang

SDMIndonesia.com

11 of 19

Langkah 3, 4 dan 5 : Rata-Rata Tertimbang

SDMIndonesia.com

12 of 19

Langkah 1 dan 2 : FIFO

SDMIndonesia.com

13 of 19

Langkah 3, 4 dan 5 : FIFO

SDMIndonesia.com

14 of 19

Titik Inspeksi Dan Alokasi Biaya Cacat Normal

  • Cacat mungkin terjadi pada berbagai tahap proses produksi namun biasanya terdeteksi hanya pada satu atau lebih titik inspeksi.
  • Biaya unit cacat normal dan abnormal sama ketika keduanya terdeteksi pada titik inspeksi yang sama.
  • Inspeksi awal dapat membantu mencegah biaya lebih jauh terbuang sia-sia pada unit yang sudah cacat.
  • Perusahaan sering melakukan banyak inspeksi dan juga memberdayakan pekerja untuk mengidentifikasi dan mengatasi cacat secara tepat waktu.

SDMIndonesia.com

15 of 19

Job Costing dan Pengerjaan Ulang

Tiga jenis pengerjaan ulang:

    • Pengerjaan ulang normal yang diakibatkan oleh pekerjaan tertentu-biaya pengerjaan ulang dibebankan ke pekerjaan itu.
    • Pengerjaan ulang normal untuk semua pekerjaan-biaya dibebankan ke biaya produksi dan disebarkan, melalui alokasi overhead, untuk semua pekerjaan.
    • Pengerjaan tidak normal dibebankan ke Rugi dari akun Rutin Abnormal yang muncul pada laporan laba rugi.

SDMIndonesia.com

16 of 19

Akuntansi Produk Sisa (Scrap)

  • Scrap adalah bahan sisa yang dihasilkan dari pembuatan produk; Nilai penjualannya rendah dibandingkan dengan total nilai penjualan produk.
  • Tidak ada perbedaan antara scrap normal dan abnormal karena tidak ada biaya yang dibebankan untuk produk sisa.
  • Satu-satunya perbedaan yang dibuat adalah antara produk sisa yang disebabkan oleh pekerjaan dan produk sisa tertentu yang umum terjadi pada semua pekerjaan.

SDMIndonesia.com

17 of 19

2 Aspek Akuntansi Produk Sisa

  1. Perencanaan dan pengendalian, termasuk pelacakan fisik.
  2. Biaya persediaan, termasuk kapan dan bagaimana pengaruhnya terhadap pendapatan operasional.

Rekaman produk sisa tidak hanya membantu mengukur efisiensi, tapi juga membantu melacak produk sisa dan mengurangi kemungkinan pencurian.

SDMIndonesia.com

18 of 19

Akuntansi Produk Sisa , Process Costing

  • Akuntansi untuk produk sisa pada harga pokok proses serupa dengan akuntansi pada harga pokok pesanan saat produk sisa biasa terjadi pada semua pekerjaan.
  • Hal ini terjadi karena produk sisa dalam harga pokok proses biasa terjadi pada pembuatan produk yang identik atau serupa.

SDMIndonesia.com

19 of 19

SDMIndonesia.com