1 of 52

Regresi Linier Berganda

Model regresi linier berganda melibatkan lebih dari satu variabel bebas. Modelnya :

Dimana

Y = variabel terikat

Xi = variabel bebas ( i = 1, 2, 3, …, k)

β0 = intersep

βi = koefisien regresi ( i = 1, 2, 3, …, k)

Model penduganya adalah

1

2 of 52

Regresi Linier Berganda

Misalkan model regresi dengan kasus 2 peubah bebas X1 dan X2 maka modelnya :

Sehingga setiap pengamatan

Akan memenuhi persamaan

2

3 of 52

Metode Pendugaan Parameter Regresi

Dengan Metode Kuadrat Terkecil, misalkan model terdiri dari 2 variabel bebas

Tahapan pendugaannya :

1. Dilakukan turunan pertama terhadap b0 , b1 dan b2

3

4 of 52

Metode Pendugaan Parameter Regresi

2. Ketiga persamaan hasil penurunan disamakan dengan nol

4

5 of 52

Metode Pendugaan Parameter Regresi

3. Nilai b1 dan b2 dapat diperoleh dengan memakai aturan-aturan dalam matriks

5

6 of 52

Menaksir Koefisien Regresi Dengan Menggunakan Matriks

Tahapan perhitungan dengan matriks :

  1. Membentuk matriks A, b dan g

6

7 of 52

Menaksir Koefisien Regresi Dengan Menggunakan Matriks

Dari hasil Metode Kuadrat Terkecil didapatkan persamaan normal :

…..

7

8 of 52

Menaksir Koefisien Regresi Dengan Menggunakan Matriks

8

9 of 52

Menaksir Koefisien Regresi Dengan Menggunakan Matriks

  1. Membentuk persamaan normal dalam bentuk matriks

A b = g

  1. Perhitungan matriks koefisien b

b = A-1 g

9

10 of 52

10

CONTOH: PERMINTAAN DIPENGARUHI HARGA DAN PENDAPATAN

Nomor Sampel

Permintaan (Y)

Minyak (

Harga minyak (X1)

Pendapatan (Rp (X2)

1

3

8

10

2

4

7

10

3

5

7

8

4

6

7

5

5

6

6

4

6

7

6

3

7

8

6

2

8

9

6

2

9

10

5

1

10

10

5

1

11 of 52

11

Untuk mendapatkan koefisien regresi, perlu dihitung : ∑Y, ∑X1, ∑X2, ∑X1Y, ∑X12, ∑X1 ∑X2, ∑X2Y, ∑X22

Y

X1

X2

YX1

YX2

X12

X22

X1X2

3

8

10

24

30

64

100

80

4

7

10

28

40

49

100

70

5

7

8

35

40

49

64

56

6

7

5

42

30

49

25

35

6

6

4

36

24

36

16

24

7

6

3

42

21

36

9

18

8

6

2

48

16

36

4

12

9

6

2

54

18

36

4

12

10

5

1

50

10

25

1

5

10

5

1

50

10

25

1

5

∑Y=68

∑X1 = 63

∑X2 =46

∑X1Y= 409

∑X2Y= 239

∑X12= 405

∑X22= 324

∑X1∑X2 = 317

12 of 52

12

Dengan metode eliminasi

68 = 10a + 63b1+ 46b2 …(1)

409 = 63a + 405b1+ 317b2 …(2)

239 = 46a + 317b1+ 324b2 …(3)

-428,4 = -63a –396,9 b1-289,8b2 …persamaan 1 dikalikan – 6,3

409 = 63a + 405b1 + 317b2 …..…………………. (2)

-19,4 = 0 + 8,1b1 + 27,2b2 ……………………. (4)

Untuk mendapatkan nilai koefisien regresi a, b1, dan b2 dapat dilakukan dengan Subtitusi antar persamaan

-312,8 = -46a –289,8 b1 - 211,6b2 Persamaan 1 dikalikan –4,6

239 = 46a + 317b1 + 324b2 ………………………..... (3)

-73,8 = 0 + 27,2b1 + 112,4b2 ………………………. (5)

13 of 52

13

Dari persamaan diatas, nilai b2 adalah = -8,65/21,06 = -0,41. Setelah menemukan nilai b2, nilai b1 dapat dicari dengan mempergunakan persamaan 4 atau 5.

68 = 10a + 63 (-1,015) + 46(-0,41)……………………….. (1)

68 = 10a - 63,96 – 18,90

10a = 63 + 92,86

a = 150,86/10 = 15,086

-19,4 = 0 + 8,1b1 + 27,2(-0,41) ……… (4)

19,4 = 8,1b1 - 11,18

8,1b1 = -19,4 + 11,18

8,1 b1 = - 8,22

b1 = -8,22/8,1 = -1,015

Dengan menemukan nilai koefisien regresi a, b1, dan b2 maka persamaan regresinya dapat dinyatakan sebagai berikut:

Y = 15,086 – 1,015X1 – 0,41 X2

14 of 52

Uji Kecocokan Model

  1. Dengan Koefisien Determinasi

R2 menunjukkan proporsi variasi total dalam respon Y yang dapat diterangkan oleh model

r merupakan koefisien korelasi antara Y dengan kelompok X1 , X2 , X3 , … , Xk

14

15 of 52

15

RUMUS KOEFISIEN DETERMINASI (R2)

Koefisien Determinasi menunjukkan suatu proporsi dari varian yang dapat diterangkan oleh persamaan regresi (regression of sum squares, RSS). Besarnya koefisien determinasi dirumuskan sebagai berikut:

atau

16 of 52

Uji Kecocokan Model

  1. Dengan Pendekatan Analisis Ragam

Tahapan Ujinya :

  1. Hipotesis =

H0 : β = 0

H1 : β ≠ 0

dimana

β = matriks [ β0, β1, β2, … , βk ]

16

17 of 52

Uji Kecocokan Model

  1. Tabel Analisis Ragam

17

Komponen Regresi

SS

db

MS

Fhitung

Regresi

JKR

k

JKR / k

JKR /k

s2

Galat

JKG

n – k – 1

s2 = JKG / n-k-1

Total

JKT

n – 1

18 of 52

Uji Kecocokan Model

  1. Pengambilan Keputusan

H0 ditolak jika

pada taraf kepercayaan α

18

Fhitung > Ftabel(1 , n-k-1)

19 of 52

Uji Parsial Koefisien Regresi

Tahapan Ujinya :

  1. Hipotesis =

H0 : βj = 0

H1 : βj ≠ 0

dimana βj merupakan koefisien yang akan diuji

19

20 of 52

Uji Parsial Koefisien Regresi

2. Statistik uji :

Dimana :

bj = nilai koefisien bj

s =

cjj = nilai matriks A-1 ke-jj

20

21 of 52

Uji Parsial Koefisien Regresi

3. Pengambilan keputusan

H0 ditolak jika

pada taraf kepercayaan α

21

thitung > t α/2(db= n-k-1)

22 of 52

22

RUMUS KOEFISIEN DETERMINASI (R2)

Koefisien Determinasi menunjukkan suatu proporsi dari varian yang dapat diterangkan oleh persamaan regresi (regression of sum squares, RSS). Besarnya koefisien determinasi dirumuskan sebagai berikut:

atau

23 of 52

23

24 of 52

24

25 of 52

Coba hitung masing-masing nilai korelasi tersebut.

25

26 of 52

26

KORELASI PARSIAL: Hubungan variabel

dengan asumsi variabel lain tetap

ryX1.X2= korelasi Y dengan X1, dimana X2 tetap

27 of 52

27

28 of 52

Coba hitung masing-masing nilai korelasi parsial tersebut

28

29 of 52

29

Kesalahan Baku (standar error pendugaan)

SY.X1.X2: Kesalahan baku atau standar error pendugaan Variabel Y

berdasarkan variabel X1 dan X2

Ŷ : Nilai dugaan dari Y di mana X1 dan X2 diketahui

Y : Nilai pengamatan dari Y

N : Jumlah sampel atau data

K : Jumlah variabel bebas

30 of 52

30

Persamaan Ŷ=15,086 – 1,015 X1 – 0,41 X2

Y

X1

X2

Ŷ =15,086 – 1,015 X1 – 0,41 X2

(Ŷ–Y)

(Ŷ–Y)2

3

8

10

2,86=15,086 – 1,015 (8) – 0,41(10)

0,14

0,02

4

7

10

3,87=15,086 – 1,015 (7) – 0,41(10)

0,13

0,02

5

7

8

4,69=15,086 – 1,015 (7) – 0,41 (8)

0,31

0,09

6

7

5

5,92=15,086 – 1,015 (7) – 0,41 (5)

0,08

0,01

6

6

4

7,35=15,086 – 1,015 (6) – 0,41 (4)

-1,35

1,83

7

6

3

7,76=15,086 – 1,015 (6) – 0,41 (3)

-0,76

0,58

8

6

2

8,17=15,086 – 1,015 (6) – 0,41 (2)

-0,17

0,03

9

6

2

8,17=15,086 – 1,015 (6) – 0,41 (2)

0,83

0,68

10

5

1

9,60=15,086 – 1,015 (5) – 0,41 (1)

0,40

0,16

10

5

1

9,60=15,086 – 1,015 (5) – 0,41 (1)

0,40

0,16

∑ (Ŷ – Y)2

3,58

31 of 52

31

n – (k+1) 10 – (2+1)

32 of 52

32

Atau dapat juga dicari dengan rumus sbb:

33 of 52

Kesalahan baku penduga (standar error estimation Sb)

  • Yaitu seberapa nilai penduga yaitu b1 dan b2 dari nilai sebenarnya (parameter populasi)

33

34 of 52

34

35 of 52

Uji Signifikansi parsial atau individu

35

36 of 52

Uji Parsial

  • Dalam uji pasial, masing-masing koefisien thit untuk masing-masing koefisien tersebut diuji, apakah signifikan atau tidak
  • Bentuk pengujian sama seperti sebelumnya dua arah atau satu arah
  • Hipothesis yang diuji:
  • Ho: b1=0 dan
  • Ha: b2 ≠ 0

36

37 of 52

37

UJI GLOBAL ATAU UJI SIGNIFIKANSI SERENTAK (UJI F)

Hipotesa yang ingin diuji adalah kemampuan variabel bebas menjelaskan tingkah laku variabel tidak bebas, apabila variabel bebas tidak dapat mempengaruhi variabel bebas dapat dianggap nilai koefisien regresinya sama dengan nol, sehingga berapa pun nilai variabel bebas tidak akan berpengaruh terhadap variabel bebas. Terhadap persamaan pada contoh satu yaitu Y = 15,086 – 1,015X1 – 0,41 X2, variabel bebas X1, dan X2 dikatakan mampu mempengaruhi Y apabila nilai koefisien b1 dan b2 tidak sama dengan nol, apabila sama dengan nol, maka dikatakan tidak mampu mempengaruhi variabel bebas Y.

38 of 52

Tabel F

Untuk uji ini digunakan tabel F. Nilai F-tabel perlu diketahui derajat bebas pembilang pada kolom, derajat bebas penyebut pada baris dan taraf nyata Diketahui ada tiga variabel yaitu Y, X1, dan X2, jadi k=3, sedangkan jumlah n=10.

Jadi derajat pembilang k - 1=3 - 1=2, sedangkan derajat penyebut n - k=10 - 3=7 dengan taraf nyata 5%. Nilai F-tabel dengan derajat pembilang 2 dan penyebut 7 pada taraf nyata 5% adalah 4,74

38

39 of 52

Nilai F-hitung ditentukan dengan rumus sebagai berikut:

39

:

40 of 52

40

UJI GLOBAL ATAU UJI SIGNIFIKANSI SERENTAK (UJI F)

Terima Ho

F-Tabel=4,74

F-Hitung= 48,74

Tolak Ho

41 of 52

Tampilan printout Regresi Berganda

41

Model

R

R Square

Adjusted R Square

Sts. Eror of the Estimate

1

.647a

.419

.379

537549.548

Berdasarkan data Tabel diatas menunjukkan hasil uji regresi berganda :

( 1 ) Nilai R square = 0,419.

( 2 ) Nilai Ry12 = 0,647.

( 3 ) Nilai SEE = 537.549,547.

42 of 52

42

Model

Unstandardized

Coefficients

Standardized

Coefficeient

t

Sig.

B

Std.Error

Beta

1 ( Constant )

Harga

Biaya promosi

100004

792852.6

3.378

1059097

186021.7

2.785

.752

.214

.944

4.262

1.213

.353

.000

.235

43 of 52

Dari data diatas,

  • a = 1.000.044.
  • b1= 792.852,6.
  • b2= 3,378.
  • Persamaan regresi yang didapat adalah sebagai berikut :
  • Y = 1.000.044 + 792.852,6 X1 + 3,378 X2
  • Dimana, Y = Penjualan, X1 = Harga dan X2 = Biaya Promosi

43

44 of 52

Asumsi-asumsi Model Regresi Linier Berganda

45 of 52

Pemilihan Model Terbaik

  1. All Possible Regression

Tahapan pemilihan :

  1. Tuliskan semua kemungkinan model regresi dan kelompokkan menurut banyaknya variabel bebas
  2. Urutkan model regresi menurut besarnya R2
  3. Periksalah untuk setiap kelompok apakah terdapat suatu pola variabel yang konsisten
  4. Lakukan analisa terhadap kenaikan R2 pada tiap kelompok

45

46 of 52

Pemilihan Model Terbaik

Contoh :

Akan dianalisis model regresi yang terdiri dari 4 variabel bebas

Pembagian kelompoknya

Kelompok A terdiri dari koefisien intersep

Kelompok B terdiri dari 1 variabel bebas

Kelompok C terdiri dari 2 variabel bebas

Kelompok D terdiri dari 3 variabel bebas

Kelompok E terdiri dari 4 variabel bebas

46

47 of 52

Pemilihan Model Terbaik

Persamaan regresi yang menduduki posisi utama dalam setiap kelompok adalah

Persamaan terbaiknya adalah Y = f(X1 , X4)

47

Kelompok

Model Regresi

R2

B

Y = f(X4)

67,5%

C

Y = f(X1 , X2)

97,9%

Y = f(X1 , X4)

97,2%

D

Y = f(X1 , X2 , X4)

98,234%

E

Y = f(X1 , X2 , X3, X4)

98,237%

48 of 52

Pemilihan Model Terbaik

  1. Backward Elimination Procedur

Tahap pemilihannya :

  1. Tuliskan persamaan regresi yang mengandung semua variabel
  2. Hitung nilai t parsialnya
  3. Banding nilai t parsialnya
      • Jika tL < tO maka buang variabel L yang menghasilkan tL, kemudian hitung kembali persamaan regresi tanpa menyertakan variabel L
      • Jika tL > tO maka ambil persamaan regresi tersebut

48

49 of 52

Pemilihan Model Terbaik

Contoh :

Akan dianalisis model regresi yang terdiri dari 4 variabel bebas

Model regresi yang mengandung semua variabel bebas

Model terbaiknya

Y = f(X1,X2)

49

Persamaan Regersi

t parsial

F

Y = f(X1,X2,X3,X4)

157,266*

X1

4,337*

X2

0,497*

X3

0,018

X4

0,041*

Y = f(X1,X2,X4)

166,83*

X1

154,008*

X2

5,026*

X4

1,863

Y = f(X1,X2)

229,5*

50 of 52

Pemilihan Model Terbaik

  1. Stepwise Regression Procedur

Tahap pemilihannya :

  1. Hitung korelasi setiap variabel bebas terhadap variabel Y. Variabel bebas dengan nilai korelasi tertinggi masukkan dalam model regresi (syarat uji F menunjukkan variabel ini berpengaruh nyata)
  2. Hitung korelasi parsial setiap variabel bebas tanpa menyertakan variabel bebas yang telah mauk model. Masukkan variabel bebas dengan korelasi parsial tertinggi ke dalam model
  3. Hitung nilai t parsial variabel yang telah masuk model, jika tidak berpengaruh nyata keluarkan dari model
  4. Kembali ke langkah ii

50

51 of 52

Pemilihan Model Terbaik

Contoh :

Akan dianalisis model regresi yang terdiri dari 4 variabel bebas

51

52 of 52

52

Model

Variabel

Korelasi

t parsial

F

riy

0,731

r2y

0,816

r3y

-0,535

r4y

-0,821

Y = f(X4)

22,798*

r1y.4

0,915

r2y.4

0,017

r3y.4

0,801

Y = f(X1,X4)

176,627*

r2y.14

0,358

X1 = 108,223*

r3y.14

0,320

X4 = 159,295*

Y = f(X1, X2,X4)

166,832*

X1 = 154,008*

X2 = 5,026*

X4 = 1,863

r3y.124

0,002

Y = f(X1, X2)

229,504*

Model terbaik

Y = f(X1 , X2)