1 of 99

*Materi ini adalah materi sementara dan masih dalam tahap pengembangan

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

MATERI PELATIHAN

PERENCANAAN BERBASIS DATA

SATUAN PENDIDIKAN

2 of 99

Alur Materi Perencanaan Berbasis Data di Satuan Pendidikan

2

Merdeka Belajar dan Perencanaan Berbasis Data

  • Memahami kebijakan Merdeka Belajar
  • Memahami konsep Perencanaan Berbasis Data sebagai bagian dari Merdeka Belajar

Bab 1

Profil dan Platform Rapor Pendidikan

Bab 2

Perencanaan Berbasis Data di Satuan Pendidikan

Bab 3

Monitoring dan Evaluasi

Bab 4

Tema

Tujuan

  • Memahami definisi, kerangka dan struktur Profil Pendidikan
  • Memahami indikator dalam Profil Pendidikan
  • Mampu mengakses dan menggunakan platform Rapor Pendidikan
  • Mengidentifikasi masalah dan akar masalah berdasarkan Profil Pendidikan
  • Menetapkan solusi penyelesaian akar masalah
  • Memasukkan solusi dalam dokumen perencanaan dan anggaran
  • Memahami bentuk monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

3 of 99

Bab 1: Merdeka Belajar dan Perencanaan Berbasis Data

3

Dalam sesi ini diharapkan peserta dapat:

Memahami kebijakan Merdeka Belajar

01

Memahami konsep Perencanaan Berbasis Data sebagai bagian dari Merdeka Belajar

02

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

4 of 99

Kemdikbudristek telah menetapkan Visi Pendidikan Indonesia sebagai panduan dalam merumuskan kerja pendidikan

4

“Mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, bergotong royong, dan berkebinekaan global.”

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

5 of 99

Untuk mewujudkan visi pendidikan Indonesia, dikeluarkan kebijakan Merdeka Belajar bagi tercapainya pendidikan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia

5

Pendidikan Berkualitas

Memastikan peserta didik mengalami kemajuan belajar sehingga lebih kompeten dan berkarakter

Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Memastikan bahwa kelompok- kelompok yang termarginalkan (sulit mendapat akses pendidikan) dibantu untuk mendapatkan akses pendidikan yg berkualitas.

Fokus pada pengembangan kompetensi dasar dan karakter

Intervensi asimetris berfokus pada penguatan kelompok termarjinalkan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

6 of 99

Berbagai kebijakan Merdeka Belajar untuk meningkatkan mutu pendidikan bagi seluruh masyarakat Indonesia sudah diluncurkan

6

Program Organisasi Penggerak

Guru Penggerak

Penggantian UN

Penyesuaian Kebijakan Dana BOS

Program Sekolah Penggerak

SMK Pusat Keunggulan

Perluasan Program Beasiswa Lembaga Pengelola Pendidikan

Sekolah Aman Berbelanja dengan SIPLah

Akselerasi dan Pendanaan Satuan Pendidikan Tahun 2022

Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Belajar

MB 1

MB 3

MB 4

Rapor Pendidikan Indonesia

MB 5

MB 7

MB 8

MB 10

MB 12

MB 15

MB 16

MB 19

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

7 of 99

Rapor Pendidikan dan Perencanaan Berbasis Data adalah bagian dari Merdeka Belajar untuk memastikan pendidikan berkualitas untuk seluruh rakyat Indonesia

7

MERDEKA BELAJAR

Pendidikan Berkualitas bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Keluarga

Guru

Institusi Pendidikan

Dunia Usaha/Industri

Masyarakat

“Sekolahkan Anak Indonesia”

Angka Partisipasi Tinggi

>95% di seluruh jenjang pendidikan dasar dan menengah; >70% pada jenjang pendidikan tinggi

“Dorong Pembelajaran Siswa”

Hasil Belajar Berkualitas

Memiliki pengetahuan dan keterampilan yang relevan, hasil penelitian berkualitas tinggi, dan >90% tingkat penempatan kerja

“Tidak Ada Anak yang Tertinggal”

Distribusi yang merata

Baik secara geografis maupun status sosial ekonomi

Rapor Pendidikan

Perencanaan Berbasis Data

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

8 of 99

Rapor Pendidikan dan Perencanaan Berbasis Data memperbaiki permasalahan peningkatan mutu pendidikan dengan lebih sederhana dan bermakna

8

Proses perencanaan sebagai kegiatan bermakna yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan

Berbagai sumber dan melakukan pengisian borang berkali-kali

Hasilnya evaluasi yang beragam

Mengukur beragam hal

Hanya AN dan Dapodik serta tidak ada pengisian borang-borang tambahan lagi

Evaluasi hanya satu

Mengukur hal yang kunci: �Mutu hasil belajar �dan layanan pendidikan

Dahulu

Sekarang

Perencanaan hanya sebatas pemenuhan dokumen administrasi

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

9 of 99

Perencanaan berbasis data adalah sebuah perubahan kebiasaan untuk mendorong satuan pendidikan dan dinas pendidikan menyusun kegiatan peningkatan capaian pembelajaran berdasarkan fakta

9

  1. Mengidentifikasi masalah berdasarkan indikator yang ditampilkan di dalam Rapor Pendidikan
  1. Melakukan refleksi capaian, pemerataan, dan proses pembelajaran di satuan pendidikan dan daerah masing-masing
  1. Menyusun kegiatan dalam bentuk rencana kegiatan dan anggaran satuan pendidikan (BOS dan BOP) dan daerah (APBD)
  1. Mengidentifikasi masalah berdasarkan indikator yang ditampilkan di dalam Rapor Pendidikan
  1. Melakukan refleksi capaian, pemerataan, dan proses pembelajaran di satuan pendidikan dan daerah masing-masing
  1. Melakukan pembenahan melalui perumusan kegiatan dalam bentuk rencana kegiatan dan anggaran satuan pendidikan (BOS dan BOP) dan daerah (APBD)
  1. Melakukan refleksi capaian, pemerataan, dan proses pembelajaran di satuan pendidikan dan daerah masing-masing

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

10 of 99

Perencanaan berbasis data adalah proses yang berkelanjutan dan terintegrasi dalam siklus perencanaan satuan pendidikan

10

Langkah 1

Analisis Profil Pendidikan

Langkah 2

Analisis Akar

Masalah

Langkah 3

Perumusan Program dan Kegiatan

Langkah 6

Monitoring dan Evaluasi

Langkah 5

Pelaksanaan Kegiatan

Langkah 4

Memasukkan dalam dokumen perencanaan dan anggaran

RKJM

Perencanaan Jangka Menengah

RKT

Perencanaan Tahunan

RKAS

Dokumen Anggaran

RKJM: Rencana Kerja Jangka Menengah

RKT: Rencana Kerja Tahunan

RKAS: Rencana Kerja Anggaran Sekolah

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

11 of 99

Perencanaan berbasis data dilakukan di tingkat pemerintah daerah dan satuan pendidikan

11

Perencanaan Satuan Pendidikan

  • Pendidikan Usia Dini
  • Pendidikan Dasar Menengah

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

12 of 99

Kemendikbudristek akan memfasilitasi satuan pendidikan dan pemerintah daerah untuk melakukan perencanaan berbasis data

12

  1. Dukungan materi untuk belajar mandiri disiapkan sehingga pemerintah daerah dan satuan pendidikan dapat mendalami materi perencanaan berbasis data
  1. Pusat Bantuan disiapkan untuk menjawab semua pertanyaan terkait rapor pendidikan dan perencanaan berbasis data, serta menerima masukan untuk perbaikan
  1. Bimbingan teknis dan pendampingan perencanaan berbasis data akan dilakukan mulai bulan Mei hingga sepanjang tahun 2022 bekerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

13 of 99

Bab 2: Profil Pendidikan dan Platform Rapor Pendidikan

13

Dalam sesi ini diharapkan peserta dapat:

Memahami definisi, kerangka, dan struktur Profil Pendidikan

01

Memahami indikator dalam Profil Pendidikan

02

Mampu mengakses dan menggunakan platform Rapor Pendidikan

03

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

14 of 99

Definisi Profil Pendidikan, Rapor Pendidikan, dan Platform Rapor Pendidikan

14

laporan komprehensif mengenai layanan pendidikan sebagai hasil dari Evaluasi Sistem Pendidikan yang digunakan sebagai landasan untuk peningkatan mutu layanan pendidikan dan penetapan Rapor Pendidikan

Profil Pendidikan

indikator terpilih dari Profil Pendidikan yang merefleksikan prioritas Kemendikbudristek yang digunakan untuk menilai kinerja daerah dan satuan pendidikan. Rapor Pendidikan diperoleh dari perbandingan nilai indikator antar tahun (akan ditampilkan mulai tahun 2023).

Rapor Pendidikan

aplikasi berbasis web yang menampilkan informasi Profil Pendidikan dan Rapor Pendidikan. Platform Rapor Pendidikan dapat diakses oleh pengguna yang memiliki akun belajar sesuai dengan kewenangannya.

Platform Rapor Pendidikan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

15 of 99

Rapor Pendidikan dan perencanaan berbasis data adalah alat bantu bagi satuan pendidikan dan dinas pendidikan untuk terus bersama memperbaiki kualitas layanan pendidikan

Rapor Pendidikan dan perencanaan berbasis data adalah perangkat dan cara untuk

Rapor Pendidikan dan perencanaan berbasis data bukanlah perangkat dan cara untuk

15

Didiskusikan secara konstruktif dengan berbagai pemangku kepentingan pendidikan untuk membenahi mutu pendidikan

Refleksi capaian pendidikan sejauh ini

Mengidentifikasi akar permasalahan

Membanding-bandingkan pencapaian

Memeringkatkan satuan dan daerah

Menghukum dan mencari siapa yang salah

Menjadi tambahan beban dokumen administrasi yang tidak bermakna

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

16 of 99

Dasar Hukum perencanaan berbasis data diatur dalam PP No. 57 tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan dan Permendikbudristek No. 09 tahun 2022 tentang Evaluasi Sistem Pendidikan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Terhadap Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

16

PP No 57 Tahun 2021

Pasal 28

  • Perencanaan kegiatan Pendidikan bertujuan untuk peningkatan kualitas proses dan hasil belajar secara berkelanjutan berdasarkan evaluasi diri Satuan Pendidikan.
  • Perencanaan kegiatan Pendidikan dituangkan dalam rencana kerja jangka pendek dan rencana kerja jangka menengah.

Permendikbudristek No 09 tahun 2022

Pasal 24

  • Evaluasi Sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah berdasarkan profil pendidikan daerah.
  • Evaluasi sistem pendidikan oleh Pemerintah Daerah dilaksanakan terhadap:

a. Pendidikan Anak Usia Dini; dan

b. Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

Pasal 26

Hasil Evaluasi Sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah dimanfaatkan oleh Pemerintah Daerah sebagai bahan untuk melakukan penyesuaian kebijakan dan perencanaan program dalam rangka peningkatan akses, mutu, relevansi, dan tata kelola penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan kewenangannya.

Pasal 28

Hasil Evaluasi Sistem Pendidikan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dimanfaatkan oleh Satuan Pendidikan untuk:

    • mengidentifikasi masalah pendidikan yang perlu mendapatkan prioritas berdasarkan indikator dalam profil Satuan Pendidikan atau profil program pendidikan kesetaraan;
    • mendalami hasil identifikasi masalah pendidikan untuk menemukan akar masalah dan merumuskan langkah perbaikan; dan
    • melakukan perencanaan program untuk mengatasi akar masalah

Pasal 48

  1. Evaluasi sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan terhadap: a. pendidikan anak usia dini; dan b. pendidikan dasar dan menengah.
  2. Evaluasi sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertujuan untuk perluasan akses dan peningkatan mutu layanan Pendidikan daerah sesuai kebutuhan Satuan Pendidikan dan program Pendidikan.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

17 of 99

Profil Pendidikan merupakan laporan komprehensif tentang layanan pendidikan PAUD Dikdasmen berdasarkan hasil evaluasi sistem pendidikan

17

Bentuk Evaluasi

Asesmen Nasional

(AKM, Survei Karakter, &

Survei Lingkungan Belajar)

Sumber Data

Dapodik

Data Pendidikan Kemenag

Platform Digital

Guru dan Kepala Sekolah

Tracer Study SMK

Data GTK

BPS, dll.

Laporan Evaluasi

Platform Rapor Pendidikan

PROFIL

Profil Satuan Pendidikan

Profil Pendidikan Daerah

(isi komprehensif, bersifat diagnostik)

RAPOR

Rapor Satuan Pendidikan

Rapor Pendidikan Daerah

(bagian dari indikator Profil Pendidikan)

Evaluasi Diri Satuan Pendidikan

(mandiri, bagian siklus perencanaan)

Evaluasi Diri Pemda

(mandiri, bagian siklus perencanaan)

Evaluasi Diri Internal

Evaluasi Eksternal

Evaluasi Pendidikan Daerah

(re)akreditasi Sekolah

oleh BAN (visitasi hanya pada sekolah dengan kriteria tertentu)

Insentif Kinerja Sekolah

dari Kemendikbud

RKTS

RKPD

SPM

Akreditasi

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

18 of 99

Profil Pendidikan merupakan laporan hasil evaluasi layanan pendidikan sebagai penyempurnaan rapor mutu sebelumnya

18

03

05

04

01

Single source of data sebagai dasar analisis, perencanaan, dan tindak lanjut peningkatan kualitas pendidikan.

Alat ukur yang berorientasi pada mutu dan pemerataan hasil belajar (output).

Instrumen pengukuran untuk evaluasi sistem pendidikan secara keseluruhan baik untuk evaluasi internal maupun eksternal.

Profil pendidikan menjadi sumber data untuk perencanaan di tingkat satuan pendidikan dan perencanaan di tingkat pemerintah daerah.

Instrumen yang meringankan beban administrasi satuan pendidikan dengan mengurangi aplikasi beragam dalam proses evaluasi internal dan eksternal.

02

Alat ukur yang berorientasi pada mutu dan pemerataan hasil belajar (output)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

19 of 99

Profil Pendidikan merupakan laporan hasil evaluasi layanan pendidikan sebagai penyempurnaan rapor mutu sebelumnya

19

8 Standar Nasional Pendidikan

Standar Kompetensi Lulusan

1

Standar Isi

2

Standar Proses

3

Standar Penilaian

4

Standar Pengelolaan

5

Standar GTK

6

Standar Pembiayaan

7

Standar Sarpras

8

A. Mutu dan relevansi hasil belajar peserta didik

B. Pemerataan pendidikan yang bermutu

D. Mutu dan relevansi pembelajaran

C. Kompetensi dan kinerja GTK

E. Pengelolaan satuan pendidikan yang partisipatif, transparan dan akuntabel

Rapor Pendidikan terdiri dari indikator-indikator yang merefleksikan delapan Standar Nasional Pendidikan dan mencakup area yang berkaitan dengan input, proses, dan output pembelajaran

Output

Proses

Input

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

20 of 99

Setiap dimensi terdiri dari indikator yang tersusun dalam beberapa tingkatan

20

Dimensi

Indikator Level 1

Indikator Level 2

Indikator Level 3

Tiap dimensi terdiri dari beberapa indikator level 1. Indikator level 1 terdiri dari beberapa indikator level 2, dan indikator level 2 terdiri dari beberapa indikator level 3. Beberapa indikator level 2 tidak memiliki indikator level 3, dan beberapa indikator level 1 tidak memiliki indikator level 2.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

21 of 99

Struktur Profil Pendidikan Pendidikan Dasar Menengah dan SMK

21

Kualitas Capaian Pembelajaran Siswa

Kualitas Proses Belajar Siswa

Kualitas Sumber Daya Manusia dan Sekolah

Mutu dan relevansi hasil belajar murid

Pemerataan pendidikan yang bermutu

Mutu dan relevansi pembelajaran

Kompetensi dan kinerja PTK

Pengelolaan sekolah yang partisipatif, transparan, dan akuntabel

Output

Proses

Input

Dimensi A

Dimensi B

Dimensi D

Dimensi C

Dimensi E

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

22 of 99

Indikator DASMEN

22

Dimensi

Mutu dan Relevansi Hasil Belajar

Kemampuan literasi

A.

Indikator Level 1

Pemerataan Pendidikan Yang Bermutu

B.

Kemampuan numerasi

Indeks Karakter

Penyerapan Lulusan SMK

Pendapatan Lulusan SMK

Kompetensi Lulusan SMK

Kesenjangan literasi

Kesenjangan numerasi

APS SD/MI/Paket A/SDLB

APK SMP/MTS/Paket B/SMPLB

Kesenjangan karakter

APK SD/MI/Paket A/SDLB

APS SMP/MTS/Paket B/SMPLB

APK SMA/K/MA/Paket C/SMALB

APS SMA/K/MA/Paket C/SMALB

Output

Hanya ada di level daerah

Di level daerah dan satuan pendidikan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

23 of 99

Indikator DASMEN

23

Dimensi

Mutu dan Relevansi Pembelajaran

Kualitas pembelajaran

D.

Indikator Level 1

Refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh guru

Iklim inklusivitas

Kesenjangan Iklim inklusivitas

Kepemimpinan instruksional

Iklim keamanan sekolah

Kesenjangan fasilitas sekolah antar wilayah

Kesenjangan kebersihan sekolah (termasuk sanitasi) antar wilayah

Kesenjangan iklim keamanan sekolah

Iklim kesetaraan gender

Kesenjangan bahan dan fasilitas belajar literasi

Kesenjangan akses dan fasilitas belajar daring

Kesenjangan Iklim kesetaraan gender

Pemanfaatan TIK untuk pembelajaran

Iklim kebinekaan

Link and match dengan Dunia Kerja

Kesenjangan Iklim kebinekaan

Proses

Hanya ada di level daerah

Di level daerah dan satuan pendidikan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

24 of 99

Indikator DASMEN

24

Dimensi

Kompetensi dan Kinerja GTK

Proporsi GTK bersertifikat

C.

Indikator Level 1

Proporsi GTK penggerak

Pengelolaan sekolah yang Partisipatif, Transparan, dan Akuntabel

E.

Kehadiran guru di kelas

Indeks distribusi guru

Pengalaman pelatihan guru

Kualitas GTK penggerak

Pemenuhan Kebutuhan Guru

Proporsi GTK di SMK yang bersertifikat kompetensi

Nilai UKG

Partisipasi warga sekolah

Pemanfaatan TIK untuk pengelolaan anggaran

Proporsi pemanfaatan sumber daya sekolah untuk peningkatan mutu

Proporsi pemanfaatan APBD untuk pendidikan

Input

Hanya ada di level daerah

Di level daerah dan satuan pendidikan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

25 of 99

Permasalahan yang terjadi di suatu indikator dapat dicari akar masalahnya dari indikator yang lain

25

Hasil belajar murid

(dimensi A dan B)

  • Memiliki kompetensi literasi, numerasi, dan karakter melebihi level yang diharapkan
  • Hasil belajar merata untuk semua kelompok gender, sosial ekonomi

Kualitas Proses Pembelajaran

(dimensi D)

  • Berpusat pada peserta didik
  • Suasana kelas kondusif untuk pembelajaran
  • Penerapan disiplin positif
  • Peserta didik merasa kompeten dan dihargai sebagai bagian dari kelas
  • Mendukung siswa membangun pemahaman baru

Lingkungan Belajar

(dimensi D)

  • Peserta didik merasa aman dan nyaman (secara fisik dan psikologis)
  • Satuan pendidikan menerima perbedaan dan keberagaman

Kompetensi guru dan kepala sekolah

(dimensi C)

Tata kelola dan perbaikan pembelajaran

(dimensi E)

  • Seluruh GTK bersertifikat pendidik
  • Guru mengikuti pelatihan sesuai kebutuhan
  • Melakukan pengimbasan
  • Menyusun perencanaan, anggaran, dan kebijakan berbasis data
  • Pelibatan masyarakat dalam perbaikan pengelolaan satuan pendidikan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

26 of 99

Struktur Profil Pendidikan PAUD

26

Tingkat Capaian Perkembangan Anak

Kualitas Lingkungan Belajar PAUD

(Transformasi Sekolah: PAUD Berkualitas)

Pemerataan Akses dan Kualitas Layanan PAUD

Jumlah, Distribusi dan Kompetensi PTK

Outcome

Output

Proses

Input

Capaian Perkembangan Anak

Pemerataan Akses ke Layanan Berkualitas

Kualitas Proses Pembelajaran

Kualitas Pengelolaan Satuan

Ketersediaan, Kompetensi, dan Kinerja PTK

Dimensi A

Dimensi B

Dimensi D

Dimensi E

Dimensi C

Catatan untuk perencanaan tahun 2022:

  • Indikator dalam dimensi A (Capaian Perkembangan Anak) belum ada di tahun 2022. Kemendikbudristek mengikuti mekanisme pengukuran yang disepakati lintas sektor
  • Satuan PAUD menggunakan indikator dalam dimensi D dan E untuk proses perencanaan. Indikator dalam dimensi C belum tersedia untuk satuan PAUD di tahun 2022.
  • Pemerintah daerah menggunakan indikator dalam dimensi B dan C untuk proses perencanaannya. Indikator D dan E belum tersedia untuk pemerintah daerah.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

27 of 99

Indikator PAUD

27

Dimensi

Pemerataan ke Akses yang berkualitas

Angka Kesiapan Sekolah

B.

Indikator Level 1

Angka Partisipasi Kasar (3-6)

E.

Kesenjangan akses PAUD berdasarkan kelompok gender

Kesenjangan akses PAUD dalam distribusi 1 Desa 1 PAUD

Angka Partisipasi Murni (3-6)

Angka Partisipasi Murni di PAUD Negeri (3-6)

Pertumbuhan Proporsi Jumlah Satuan PAUD Terakreditasi B

Pemerataan Akses Anak Usia 3-6 Tahun di Satuan yang Terakreditasi

Kesenjangan akses anak usia dini ke pendidikan berdasarkan status sosial ekonomi (APS 5-6)

Output

Hanya ada di level daerah

Di level daerah dan satuan pendidikan

Belum tersedia

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

28 of 99

Indikator PAUD

28

Dimensi

Ketersediaan, Kompetensi, dan Kinerja PTK

Pertumbuhan proporsi guru PAUD dengan kualifikasi S1/D4

C.

Indikator Level 1

Proporsi pendidik berijazah minimal S1/D4

E.

Standar kompetensi pendidik

Proporsi GTK Penggerak

Proporsi Kepala Satuan berijazah minimal S1/D4

Proporsi PTK bersertifikat dari PPG

Kualitas Guru Penggerak

Indeks Distribusi Guru

Sertifikasi diklat berjenjang Kementerian

Proporsi PTK dalam diklat teknis

Ketersediaan jumlah pengawas

Pemenuhan kebutuhan guru

Input

Hanya ada di level daerah

Di level daerah dan satuan pendidikan

Belum tersedia

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

29 of 99

Indikator PAUD

29

Dimensi

Kualitas Proses Pembelajaran

Perencanaan untuk proses pembelajaran yang efektif

D.

Indikator Level 1

Pendekatan pembelajaran yang sesuai untuk anak usia dini

Kualitas Pengelolaan Satuan

E.

Muatan pengembangan yang sesuai kurikulum

Asesmen yang meningkatkan kualitas pembelajaran

Indeks ketersediaan sarana prasarana esensial

Indeks iklim keamanan dan keselamatan sekolah

Indeks kemitraan dengan orang tua/wali untuk kesinambungan stimulasi di satuan dan di rumah

Indeks layanan holistik integratif

Indeks iklim inklusivitas sekolah

Indeks refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh pendidik

Indeks kapasitas perencanaan

Indeks akuntabilitas pembiayaan

Indeks kepemimpinan dan kebijakan satuan yang mendukung refleksi dan perbaikan layanan

Pemanfaatan sumber daya satuan

Proses

Hanya ada di level daerah

Di level daerah dan satuan pendidikan

Belum tersedia

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

30 of 99

Indikator dimensi D dan E sebagai Transformasi Sekolah menuju PAUD Berkualitas

30

Dimensi C

INPUT

PROSES

Dimensi D

Dimensi E

Daerah dan satuan dapat menggunakan indikator di dalam profil pendidikan agar dapat memahami kegiatan dan layanan apa saja yang perlu ada di satuan PAUD, serta merancang pendampingan yang diperlukan bagi pendidik dan tenaga kependidikan.

Pendidik dan tenaga kependidikan adalah fondasi dari PAUD Berkualitas. Kapasitas dan kesejahteraan PTK perlu menjadi perhatian agar keempat elemen ini terwujud

KUALITAS PROSES PEMBELAJARAN

  • Perencanaan pembelajaran yang efektif.
  • Pendekatan pembelajaran memberikan pengalaman menyenangkan, dan berpusat pada anak, sesuai untuk anak usia dini.
  • Muatan pengembangan yang selaras dengan kurikulum, menguatkan aspek perkembangan, kontekstual dan bermakna.
  • Asesmen yang meningkatkan kualitas pembelajaran.

KEMITRAAN DENGAN ORANG TUA

DUKUNGAN PEMENUHAN LAYANAN ESENSIAL AUD DI LUAR PENDIDIKAN

KEPEMIMPINAN DAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA

  • Adanya interaksi terencana dengan orang tua/wali untuk membangun kesinambungan stimulasi dari PAUD dan di rumah (wadah komunikasi, kelas orang tua, komite, kegiatan yang melibatkan orang tua, dst).
  • Penguatan peran dan kapasitas orang tua/wali sebagai mitra pengajar dan sumber belajar.
  • Pemantauan tumbuh kembang anak (DDTK/KPSP/KMS/KIA)
  • Berkoordinasi dengan unit lain terkait pemenuhan gizi dan kesehatan
  • Kelas orang tua, wahana untuk berbagi informasi mengenai kebutuhan esensial anak (intervensi gizi-sensitif).
  • Menerapkan PHBS melalui pembiasaan.
  • Kepemilikan fasilitas sanitasi dan air bersih (minimal, menggunakan material sederhana dan ada air mengalir)
  • Memberikan PMT dan/atau makanan bergizi secara berkala (minimal 3 bulan sekali)
  • Memantau kepemilikan identitas (NIK) peserta didik.
  • Mampu menghadirkan:
  • Sarpras Esensial yang berfokus pada keamanan peserta didik dan esensial untuk mendukung kualitas layanan.
  • Iklim aman (fisik-psikis)
  • Iklim inklusif
  • Iklim Partisipatif (trisentra)
  • Pengelolaan sumber daya melalui perencanaan berbasis data
  • Refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh guru

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

31 of 99

Perjalanan pengguna (“user journey”) Rapor Pendidikan Satuan Pendidikan

32 of 99

Perjalanan pengguna (“user journey”) Rapor Pendidikan Satuan Pendidikan

Kunjungi Laman Rapor Pendidikan

Mengakses Beranda

Mengakses Mutu Pembelajaran

Mengakses Mutu Hasil Belajar

Mengakses Kompetensi & Kinerja GTK

Mengakses Pengelolaan Sekolah Partisipatif…

Unduh Excel Data / Report

1

2

3

4

5

6

7

Masuk menggunakan

akun belajar.id

1

33 of 99

Perjalanan pengguna (“user journey”) Rapor Pendidikan Satuan Pendidikan

Kunjungi Laman Rapor Pendidikan

Mengakses Beranda

Mengakses Mutu Pembelajaran

Mengakses Mutu Hasil Belajar

Mengakses Kompetensi & Kinerja GTK

Mengakses Pengelolaan Sekolah Partisipatif…

Unduh Excel Data / Report

1

2

3

4

5

6

7

Masuk menggunakan

akun belajar.id

2

34 of 99

Perjalanan pengguna (“user journey”) Rapor Pendidikan Satuan Pendidikan

Visit Website

Mengakses Beranda

Mengakses Mutu Pembelajaran

Mengakses Mutu Hasil Belajar

Mengakses Kompetensi & Kinerja GTK

Mengakses Pengelolaan Sekolah Partisipatif…

Unduh Excel Data / Report

1

2

3

4

5

6

7

Login menggunakan

akun belajar.id

3

35 of 99

Perjalanan pengguna (“user journey”) Rapor Pendidikan Satuan Pendidikan

Visit Website

Mengakses Beranda

Mengakses Mutu Pembelajaran

Mengakses Mutu Hasil Belajar

Mengakses Kompetensi & Kinerja GTK

Mengakses Pengelolaan Sekolah Partisipatif…

Unduh Excel Data / Report

1

2

3

4

5

6

7

Login menggunakan

akun belajar.id

4

36 of 99

Perjalanan pengguna (“user journey”) Rapor Pendidikan Satuan Pendidikan

Visit Website

Mengakses Beranda

Mengakses Mutu Pembelajaran

Mengakses Mutu Hasil Belajar

Mengakses Kompetensi & Kinerja GTK

Mengakses Pengelolaan Sekolah Partisipatif…

Unduh Excel Data / Report

1

2

3

4

5

6

7

Login menggunakan

akun belajar.id

5

37 of 99

Perjalanan pengguna (“user journey”) Rapor Pendidikan Satuan Pendidikan

Visit Website

Mengakses Beranda

Mengakses Mutu Pembelajaran

Mengakses Mutu Hasil Belajar

Mengakses Kompetensi & Kinerja GTK

Mengakses Pengelolaan Sekolah Partisipatif…

Unduh Excel Data / Report

1

2

3

4

5

6

7

Login menggunakan

akun belajar.id

6

38 of 99

Perjalanan pengguna (“user journey”) Rapor Pendidikan Satuan Pendidikan

Visit Website

Mengakses Beranda

Mengakses Mutu Pembelajaran

Mengakses Mutu Hasil Belajar

Mengakses Kompetensi & Kinerja GTK

Mengakses Pengelolaan Sekolah Partisipatif…

Unduh Excel Data / Report

1

2

3

4

5

6

7

Login menggunakan

akun belajar.id

7

39 of 99

Bab 3: Perencanaan Berbasis Data di Satuan Pendidikan

39

Dalam sesi ini diharapkan peserta dapat:

Mengidentifikasi masalah dan akar masalah berdasarkan Profil Pendidikan

01

Menetapkan solusi penyelesaian akar masalah

02

Memasukkan solusi dalam dokumen perencanaan dan anggaran

03

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

40 of 99

Perencanaan berbasis data membantu satuan pendidikan dan daerah untuk melakukan perubahan bermakna dalam perumusan kegiatan dan anggaran bagi peningkatan mutu pendidikan

40

03

05

04

01

Menggunakan data dari Rapor Pendidikan yang terintegrasi, komprehensif, dan objektif

Alat ukur yang berorientasi pada mutu dan pemerataan hasil belajar (output).

Melibatkan pemangku kepentingan secara aktif dalam proses perencanaan

Pendampingan yang menyeluruh dan berkelanjutan

Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan yang terus menerus

02

Melakukan refleksi diri dan perbaikan berkelanjutan dari tahun ke tahun

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

41 of 99

Tahapan pelaksanaan Perencanaan Berbasis Data disusun agar satuan pendidikan dapat mengidentifikasi, merefleksikan, dan membenahi kondisi satuan pendidikan menggunakan data yang tersedia di Rapor Pendidikan

41

03

05

04

01

Satuan pendidikan membaca Rapor Pendidikan untuk mengidentifikasi kondisi dan tantangan yang dihadapi

Alat ukur yang berorientasi pada mutu dan pemerataan hasil belajar (output).

Kepala sekolah dan pemangku kepentingan di sekolah menentukan program dan kegiatan untuk menyelesaikan akar masalah, menetapkan target capaian, dan memasukkannya di dalam dokumen perencanaan.

Kepala sekolah dan pemangku kepentingan di sekolah melaksanakan program dan kegiatan yang sudah direncanakan

Kepala sekolah melakukan monitoring dan evaluasi untuk melihat keterlaksanaan kegiatan dan melihat perubahan capaian di Rapor Pendidikan di tahun berikutnya

02

Kepala sekolah dan pemangku kepentingan di sekolah melakukan refleksi diri untuk menemukan akar permasalahan dari tantangan yang dihadapi

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

42 of 99

Perencanaan Berbasis Data

Pendidikan Dasar dan Menengah

(SD, SMP, SMA, SMK, SLB)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

43 of 99

Tahapan dalam melakukan Perencanaan Berbasis Data Dikdasmen

43

Tahapan

Tahapan:

  • Mengunduh data dari platform Rapor Pendidikan
  • Merujuk kepada daftar indikator prioritas
  • Menetapkan indikator rapor sebagai masalah yang akan diintervensi.

Kegiatan

Tahapan:

  • Dari masalah yang akan diintervensi, dilakukan analisis untuk mencari akar masalah

Tahapan:

  • Membuat program dan kegiatan sebagai solusi untuk setiap akar masalah yang ditetapkan

Tahapan:

  • Menetapkan daftar kegiatan yang akan dimasukkan dalam RKAS
  • Menetapkan barang dan jasa yang akan dibelanjakan (termasuk harga satuan)
  • Memasukkan kegiatan dan anggaran dalam ARKAS

Memilih dan menetapkan Masalah

Merumuskan akar masalah

Menentukan program dan kegiatan

Rencana Kerja Tahunan

Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah�(RKAS)

Identifikasi

Refleksi

Benahi

Dokumen

Memasukkan dalam dokumen RKAS

RKAS

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

44 of 99

Identifikasi: Memilih dan Menetapkan Masalah

44

  1. Unduh Profil Pendidikan dari Platform Rapor Pendidikan.
  2. Pelajari indikator-indikator yang ada dan petakan indikator yang masih bermasalah.
  3. Kemdikbudristek telah menetapkan indikator prioritas (lihat slide berikut) bagi satuan pendidikan sebagai fokus untuk meningkatkan kualitas layanan sebagai indikator yang perlu diprioritaskan. .
  4. Pilih indikator yang ingin diintervensi dengan mempertimbangkan indikator prioritas dan indikator yang bermasalah.

No

Indikator Rapor yang bermasalah

Menu Prioritas

Indikator yang akan diintervensi

1

Tuliskan hasil pemetaan indikator yang dianggap masih perlu ditingkatkan dari capaian rapor pendidikan

Tuliskan seluruh daftar indikator prioritas yang ditetapkan oleh Kemdikbudristek

Pilih dan tetapkan indikator yang akan diintervensi dari daftar indikator yang perlu ditingkatkan dan dengan mempertimbangkan indikator prioritas

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

45 of 99

Indikator Prioritas Satuan Pendidikan Dasar Menengah

45

No

Menu Prioritas Dasmen

Rasionalisasi

1

A.1 Kemampuan Literasi

Literasi dan numerasi adalah fondasi kemampuan belajar. Kemampuan literasi dan numerasi meningkatkan daya saing di era berbasis teknologi dan digital terutama di kancah internasional. Mampu menyaring informasi yang valid dengan hoax yang beredar.

2

A.2 Kemampuan Numerasi

3

A.3 Indeks Karakter

Basis untuk tumbuh kembang peserta didik secara utuh. Terdapat korelasi antara kemampuan literasi-numerasi dan karakter peserta didik.

4

D.4 Iklim Keamanan Sekolah

Tingkat rasa aman dan kenyamanan peserta didik di satuan pendidikan dalam hal perasaan aman, perundungan, hukuman fisik, pelecehan seksual, dan narkoba di lingkungan satuan pendidikan. Iklim keamanan berdampak pada kualitas pembelajaran.

5

D. Iklim Kebinekaan

Toleransi, perasaan diterima atas perbedaan yang ada merupakan salah satu faktor pendukung iklim pembelajaran.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

46 of 99

Refleksi: Merumuskan Akar Masalah

46

Permasalahan

Akar Masalah

Pilih indikator yang sudah ditetapkan di tahap identifikasi sebagai masalah yang akan diintervensi

  • Pilih indikator level 2 yang berkontribusi pada masalah di indikator level 1
  • Pilih indikator yang berpotensi sebagai penyebab masalah dari dimensi yang lain
  1. Dari masalah yang akan diintervensi, cari akar masalah dari setiap masalah yang dipilih. Metode perumusan akar masalah dapat dilakukan dengan cara yang beragam dari yang paling sederhana sampai penggunaan analisis data yang kompleks.
  2. Akar masalah dari indikator level 1 dapat ditemukan dari indikator level 2 atau dimensi yang lain. Misalnya: masalah dari Indikator A.1 dapat ditemukan dari indikator A.1.1 dan dari dimensi D (proses) dan dimensi C dan E (Input)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

47 of 99

Benahi: Menentukan program dan kegiatan

47

  1. Dari akar masalah yang sudah dirumuskan, tentukan program dan kegiatan untuk menyelesaikan akar masalah yang teridentifikasi.
  2. Penentuan program dan kegiatan dapat merujuk pada contoh program dan kegiatan yang dirumuskan oleh Kemdikbudristek (ada di paparan ini)

No

Akar Masalah

Program dan Kegiatan

1

Pilih akar masalah dari tahap refleksi

Tentukan program dan kegiatan untuk menyelesaikan akar masalah

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

48 of 99

Rencana Kerja Tahunan (RKT):

Tahapan Identifikasi, Refleksi, dan Benahi dalam satu dokumen

48

  • Format RKT ini adalah bentuk yang lebih sederhana dari format RKT yang ada sebelumnya
  • Sedang didiskusikan untuk membuat format RKT digital yang akan ditempatkan di platform ARKAS

Identifikasi

Refleksi

Benahi

No

Masalah

Akar Masalah

Program dan Kegiatan

*Peserta Pelatihan memasukkan hasil tahapan identifikasi, refleksi, dan benahi dalam format RKT di atas sebagai dokumen perencanaan satuan pendidikan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

49 of 99

RKAS: memilih kegiatan dalam RKT untuk dimasukkan dalam ke dalam format RKAS

49

Program

Sub-Program

Kegiatan

Kode Rekening

Uraian Kegiatan

Volume

Satuan

Satuan biaya

Jumlah

Masukkan program (SNP)

Masukkan sub program

Masukkan kegiatan yang berasal dari lembar kerja 3

Masukkan kode reking dalam RKAS

Item biaya

jumlah

Satuan biaya

rupiah

Total

  1. Satuan pendidikan memilih program dan kegiatan di dalam RKT yang akan dibiayai pada tahun perencanaan tersebut
  2. Program dan kegiatan tersebut dicarikan bentuk kegiatannya dalam ARKAS. Jika tidak ditemukan, dapat diusulkan agar dimasukkan dalam ARKAS.
  3. Kegiatan yang terpilih dimasukkan di format RKAS. Terdapat tiga pilihan format RKAS:
    1. Jika satuan pendidikan sudah menerapkan ARKAS, dimasukkan ke dalam aplikasi tersebut
    2. Jika satuan pendidikan menerapkan aplikasi RKAS diluar ARKAS, maka dapat menggunakan aplikasi yang tersedia dan diharapkan dapat bermigrasi ke ARKAS
    3. Jika satuan pendidikan belum menggunakan aplikasi, sekolah dapat menggunakan format RKAS manual dan diharapkan dapat bermigrasi ke ARKAS

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

50 of 99

50

CONTOH

Perumusan identifikasi, refleksi dan benahi untuk lima indikator prioritas

  1. Perumusan berikut dapat digunakan oleh satuan pendidikan sebagai referensi utama dalam memilih masalah, merumuskan akar masalah dan menetapkan kegiatan yang akan dilakukan
  2. Satuan pendidikan dapat melakukan proses memilih masalah, merumuskan akar masalah dari hasil analisis rapor pendidikan dan menetapkan kegiatan sesuai dengan pilihan dan kemampuan masing masing satuan pendidikan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

51 of 99

Identifikasi (Masalah)

Refleksi (Akar Masalah)

A.1 Kemampuan literasi rendah

A.2 Kemampuan numerasi rendah

A.3 Indeks karakter rendah

Indikator Level 2 dari literasi, numerasi, dan karakter:

  • Kemampuan literasi rendah terutama di kompetensi membaca teks informasi (A.1.1) dan teks sastra (A.1.2) masih rendah
  • Kemampuan numerasi terutama dalam hal aljabar (A.2.2), geometeri (A.2.3), serta data dan ketidakpastian (A.2.4) masih rendah
  • Indeks karakter terutama di kebinekaan global (A.3.5) dan kemandirian (A.3.6) masih rendah

Proses Pembelajaran (Dimensi D):

  • Kualitas pembelajaran kurang baik (D.1), dengan manajemen kelas (D.1.1) dan aktivasi kognitif (D.1.3) sebagai indikator dengan nilai paling rendah
  • Kemampuan guru melakukan refleksi masih rendah (D.2) terutama refleksi tentang pembelajaran (D.2.2)
  • Kepemimpinan instruksional (D.3) masih rendah, terutama dalam hal pengelolaan kurikulum (D.3.2)

D.4 Iklim Keamanan Sekolah masih rendah

Iklim keamanan sesuai urutan skor tertinggi adalah kekerasan seksual (D.4.5) , hukuman fisik (D.4.4), perundungan (D.4.3), dan narkoba (D.4.3)

D.8 Iklim Kebhinekaan masih rendah

Iklim kebinekaan yang skornya rendah adalah dukungan atas kesetaraan agama dan budaya (D.8.3); toleransi agama dan budaya (D.8.1); dan sikap inklusif siswa dan guru (D.8.2)

52 of 99

Identifikasi (Masalah)

Refleksi (Akar Masalah)

Benahi (Kegiatan)

A.1 Kemampuan literasi rendah

A.2 Kemampuan numerasi rendah

A.3 Indeks karakter rendah

Kemampuan literasi rendah terutama dalam hal kompetensi membaca teks informasi (A.1.1) dan teks sastra (A.1.2)

  • Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah terkait materi literasi (Benahi 1)
  • Penguatan pembelajaran literasi dengan menggunakan modul literasi berbasis tema dan sumber lainnya di luar platform merdeka mengajar (Benahi 2)
  • Kegiatan membaca dan mendiskusikan beragam buku dari berbagai sumber dan genre secara rutin oleh guru dan siswa (Benahi 3)
  • Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi terkait literasi (Benahi 4)
  • Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah untuk mengidentifikasi tantangan dalam pembelajaran literasi dengan melibatkan pemangku kepentingan sekolah (Benahi 5)
  • Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional satuan pendidikan yang terkait peningkatan literasi sesuai dengan kebutuhan siswa dan kondisi sekolah (contohnya, dengan penerapan kurikulum merdeka atau kurikulum darurat) (Benahi 6)

53 of 99

Identifikasi (Masalah)

Refleksi (Akar Masalah)

Benahi (Kegiatan)

A.1 Kemampuan literasi rendah

A.2 Kemampuan numerasi rendah

A.3 Indeks karakter rendah

Kemampuan numerasi terutama dalam hal aljabar (A.2.2), geometeri (A.2.3), serta data dan ketidakpastian (A.2.4) masih rendah

  • Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah terkait materi numerasi (Benahi 1)
  • Penguatan pembelajaran numerasi dengan menggunakan modul numerasi berbasis tema dan sumber lainnya di luar platform merdeka mengajar (Benahi 2)
  • Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi terkait numerasi (Benahi 4)
  • Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah untuk mengidentifikasi tantangan dalam pembelajaran numerasi dengan melibatkan pemangku kepentingan sekolah (Benahi 5)
  • Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional satuan pendidikan yang terkait peningkatan numerasi sesuai dengan kebutuhan siswa dan kondisi sekolah (Benahi 6)

54 of 99

Identifikasi (Masalah)

Refleksi (Akar Masalah)

Benahi (Kegiatan)

A.1 Kemampuan literasi rendah

A.2 Kemampuan numerasi rendah

A.3 Indeks karakter rendah

Indeks karakter terutama di kebinekaan global (A.3.5) dan kemandirian (A.3.6) masih rendah

  • Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah terkait materi karakter (Benahi 1)
  • Penguatan pembelajaran karakter dengan menggunakan sumber lain di luar platform merdeka mengajar (Benahi 2)
  • Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi terkait karakter (Benahi 4)
  • Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah untuk mengidentifikasi tantangan dalam pembelajaran karakter dengan melibatkan pemangku kepentingan sekolah (Benahi 5)
  • Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional satuan pendidikan yang terkait peningkatan karakter sesuai dengan kebutuhan siswa dan kondisi sekolah, terutama terkait penguatan profil pelajar pancasila (Benahi 6)

55 of 99

Identifikasi (Masalah)

Refleksi (Akar Masalah)

Benahi (Kegiatan)

A.1 Kemampuan literasi rendah

A.2 Kemampuan numerasi rendah

A.3 Indeks karakter rendah

Kualitas pembelajaran kurang baik (D.1), dengan manajemen kelas (D.1.1) dan aktivasi kognitif (D.1.3) sebagai indikator dengan nilai paling rendah

  • Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah terkait materi kualitas pembelajaran. (Benahi 1)
  • Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi terkait kualitas pembelajaran (Benahi 4)
  • Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah untuk mengidentifikasi tantangan dalam kualitas pembelajaran dengan melibatkan pemangku kepentingan sekolah (Benahi 5)

56 of 99

Identifikasi (Masalah)

Refleksi (Akar Masalah)

Benahi (Kegiatan)

A.1 Kemampuan literasi rendah

A.2 Kemampuan numerasi rendah

A.3 Indeks karakter rendah

Kemampuan guru melakukan refleksi masih rendah (D.2) terutama refleksi tentang pembelajaran (D.2.2)

  • Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah terkait materi refleksi pembelajaran. (Benahi 1)
  • Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi terkait kemampuan melakukan refleksi (Benahi 4)
  • Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah untuk mengidentifikasi tantangan dalam kualitas pembelajaran dengan melibatkan pemangku kepentingan sekolah (Benahi 5)

Kepemimpinan instruksional (D.3) masih rendah, terutama dalam hal pengelolaan kurikulum (D.3.2)

  • Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah terkait materi kepemimpinan Instruksional. (Benahi 1)
  • Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar untuk peningkatan kompetensi kepala sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi terkait kepemimpinan instruksional (Benahi 4)

57 of 99

Identifikasi (Masalah)

Refleksi (Akar Masalah)

Benahi (Kegiatan)

D.4 Iklim Keamanan Sekolah masih rendah

Iklim keamanan sesuai urutan skor tertinggi adalah kekerasan seksual (D.4.5) , hukuman fisik (D.4.4), perundungan (D.4.3), dan narkoba (D.4.3)

  • Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi terkait iklim keamanan (Benahi 4)
  • Pelatihan guru dan kepala sekolah serta pembelajaran terkait isu perundungan, kekerasan seksual, intoleransi, dan pencegahan penggunaan narkoba (Benahi 7)
  • Sekolah mengadopsi program ROOTS untuk pencegahan perundungan dan kekerasan berbasis sekolah (Benahi 8)
  • Pembuatan peraturan dan tata tertib sekolah terkait perundungan, kekerasan seksual, intoleransi dan pencegahan penggunaan narkoba (Benahi 9)

58 of 99

Identifikasi (Masalah)

Refleksi (Akar Masalah)

Benahi (Kegiatan)

D.8 Iklim Kebhinekaan masih rendah

Iklim kebinekaan yang skornya rendah adalah dukungan atas kesetaraan agama dan budaya (D.8.3); toleransi agama dan budaya (D.8.1); dan sikap inklusif siswa dan guru (D.8.2)

  • Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi terkait iklim kebinekaan (Benahi 4)
  • Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional satuan pendidikan sesuai dengan kebutuhan siswa dan kondisi sekolah, terutama terkait penguatan profil pelajar pancasila dalam hal kebinekaan (Benahi 6)
  • Pelatihan guru dan kepala sekolah serta pembelajaran terkait isu intoleransi, keberagaman, kebinekaan, dan inklusivitas (Benahi 7)
  • Kegiatan pembelajaran dengan menonton dan diskusi terkait materi pencegahan intoleransi, penguatan keberagaman, kebinekaan global, akhlak mulia, dan inklusivitas (Benahi 10)

59 of 99

Deskripsi Kegiatan

Rekomendasi Kegiatan dalam Benahi dideskripsikan dalam paparan berikut

60 of 99

60

Benahi 1: Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah terkait materi literasi

#

Benahi

Deskripsi

1

Guru mempelajari dan mendiskusikan video inspirasi seri Proyek Peningkatan Literasi di Platform Merdeka Mengajar

https://guru.kemdikbud.go.id/video-inspirasi/playlists/?id=21

Anda dapat mempelajari contoh-contoh bagaimana membangun pemahaman literasi dan numerasi dasar di berbagai daerah

2

Guru mempelajari Pelatihan Mandiri dalam Platform Merdeka Mengajar dan membahasnya di komunitas belajar di topik Penyesuaian Pembelajaran dengan Kebutuhan dan Karakteristik Murid modul Strategi Literasi

https://guru.kemdikbud.go.id/pelatihan-mandiri/topik/8

  • Pemahaman dan Identifikasi kebutuhan dan karakteristik murid
  • Penerapan strategi menyesuaikan kebutuhan murid dengan tujuan pembelajaran pada jenjang PAUD
  • Penerapan strategi penguatan literasi di dalam kelas pada jenjang PAUD
  • *Sebelum mempelajari topik ini, sebaiknya pelajari terlebih dahulu topik Perencanaan Pembelajaran sebagai konsep dasarnya.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

61 of 99

61

Benahi 1: Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah terkait materi numerasi

#

Benahi

Deskripsi

1

Guru mempelajari buku matematika terjemahan dari Jepang yang sudah tersedia di PMM

https://guru.kemdikbud.go.id/perangkat-ajar/books/XrAm6oYZMy?index=1��Ini contoh buku murid yang tersedia dan masih banyak lagi buku pendukung numerasi yang dapat anda temukan di platform Merdeka Mengajar

2

Guru membaca modul numerasi di laman bersama hadapi korona

3

Guru mempelajari asesmen awal pembelajaran dan akm kelas pada domain aljabar, geometri dan data-ketidakpastian kemudian merefleksikan diri kemampuannya dan bagaimana akan mengajarkannya

https://guru.kemdikbud.go.id/assessment/packets

Asesmen numerasi untuk murid dapat ditemukan melalui link di atas atau pada aplikasi Merdeka Mengajar

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

62 of 99

62

Benahi 1: Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah terkait materi karakter

#

Benahi

Deskripsi

1

Guru mempelajari Pelatihan Mandiri dalam Platform Merdeka Mengajar dan membahasnya di komunitas belajar di topik Projek Penguatan Profil Pelajar pancasila dan mencari contoh Perangkat Ajar Modul Projek tema Kebhinekaan dan Kemandirian di Platform Merdeka Mengajar

Pelatihan mandiri modul projek https://guru.kemdikbud.go.id/pelatihan-mandiri/topik/16 �Contoh Perangkat ajar Modul Projek https://guru.kemdikbud.go.id/perangkat-ajar/toolkits?subject=Modul+projek+-+Bhinneka+Tunggal+Ika&phase=E

Anda dapat mencari lebih banyak contoh di Platform Merdeka Mengajar

2

Guru mempelajari Pelatihan Mandiri dalam Platform Merdeka Mengajar dan membahasnya di komunitas belajar di topik Profil Pelajar Pancasila, terutama modul Kebinekaan Global

Pelatihan mandiri Profil Pelajar Pancasila https://guru.kemdikbud.go.id/pelatihan-mandiri/topik/18

Tentang ke-6 dimensi dalam Profil Pelajar Pancasila dan implementasinya dalam pembelajaran khususnya kebinekaan global

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

63 of 99

63

Benahi 1: Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah terkait materi kualitas pembelajaran

#

Benahi

Deskripsi

1

Guru mempelajari dan mendiskusikan video inspirasi seri Guru Abad 21 di Platform Merdeka Mengajar

https://guru.kemdikbud.go.id/video-inspirasi/playlists/?id=50

Kompetensi Abad 21 tidak hanya ditujukan kepada murid, tetapi guru juga perlu memilikinya untuk menghadirkan pembelajaran yang relevan sesuai kebutuhan murid. Maka, Guru yang menjadi pembelajar sepanjang hayat dapat menuntun muridnya pula menjadi pembelajaran sepanjang hayat.

Daftar Video:

  • 01 Serial Guru Abad 21 - Mesin Scan Diri
  • 02 Serial Guru Abad 21 - Gunung Es
  • 03 Serial Guru Abad 21 - Pendengar Sejati
  • 04 Serial Guru Abad 21 - Detektif Ekspresi
  • 05 Serial Guru Abad 21 - Asal Usul Zebra
  • 06 Serial Guru Abad 21 - Topi Berpikir
  • 07 Serial Guru Abad 21 - Pabrik Solusi
  • 08 Serial Guru Abad 21 - Blended Learning
  • 09 Serial Guru Abad 21 - TANDUR
  • 10 Serial Guru Abad 21 - Training Guru Abad 21

2

Guru mempelajari Pelatihan Mandiri dalam Platform Merdeka Mengajar dan membahasnya di komunitas belajar di topik Penyesuaian Pembelajaran dengan Kebutuhan dan Karakteristik Murid

https://guru.kemdikbud.go.id/pelatihan-mandiri/topik/8

  • Pemahaman dan Identifikasi kebutuhan dan karakteristik murid
  • Penerapan strategi menyesuaikan kebutuhan murid dengan tujuan pembelajaran pada setiap jenjang
  • Penerapan strategi penguatan literasi di dalam kelas pada setiap jenjang
  • *Sebelum mempelajari topik ini, sebaiknya pelajari terlebih dahulu topik Perencanaan Pembelajaran sebagai konsep dasarnya.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

64 of 99

Benahi 1: Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah terkait materi refleksi pembelajaran

64

#

Benahi

Deskripsi

1

Guru mempelajari topik Perencanaan Pembelajaran pada PMM dan mendiskusikan modul Refleksi Pembelajaran dalam Komunitas Belajar Guru di Sekolah

https://guru.kemdikbud.go.id/pelatihan-mandiri/topik/12

  • Merencanakan pembelajaran terstruktur dan kompeten
  • Menjadikan pembelajaran menjadi agenda menyenangkan
  • Belajar tidak hanya harus di kelas dan bangku formal
  • *Sebelum mempelajari topik ini, sebaiknya pelajari terlebih dahulu topik Kurikulum sebagai konsep dasarnya.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

65 of 99

Benahi 1: Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah terkait materi kepemimpinan instruksional

65

#

Benahi

Deskripsi

1

Kepala Sekolah mempelajari video inspirasi seri Memahami Diri: Mengelola Satuan Pendidikan di Platform Merdeka Mengajar

https://guru.kemdikbud.go.id/video-inspirasi/playlists/?id=46

Satuan Pendidikan memerlukan pengelolaan yang tepat dan sesuai, sehingga dampaknya dapat dirasakan oleh murid-muridnya. Pengelolaan yang berorientasi pada murid akan dapat mendorong perbaikan proses pembelajaran secara terus-menerus kepada murid

  • Kepemimpinan Pembelajaran di Sekolah
  • Jawa Timur - Kepemimpinan Inovatif Kepala SDN Sumbergondo 2 Batu
  • Program Sekolah Penggerak Kepala Sekolah Penggerak
  • [Kepemimpinan] Batu, Jawa Timur: Strategi Kepala Sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran
  • [Kepemimpinan] Sumba Barat, NTT: Testimoni Program Rintisan Kepemimpinan dan Pembelajaran
  • [Kepemimpinan] Sumenep, Jawa Timur: Kepemimpinan inovatif Kepala SDN Pamolokan 3
  • PAUD KEPEMIMPINAN SUMBER DAYA PAUD

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

66 of 99

Benahi 2: Penguatan pembelajaran literasi dan Numerasi dengan menggunakan modul literasi dan Numerasi berbasis tema dan sumber lainnya di luar platform merdeka mengajar

Deskripsi Kegiatan

Menguatkan fondasi literasi, termasuk minat baca dan kemampuan merespon bahan bacaan yang melibatkan proses berpikir tingkat tinggi membutuhkan peran serta orangtua.

Terutama dalam kondisi di mana pembelajaran banyak dilakukan di rumah (mis. pada masa pandemi COVID-19), peran orangtua menjadi lebih signifikan dalam mendukung perkembangan kompetensi literasi anak.

Sebagian orangtua belum cukup kompeten untuk membimbing anak sehingga membutuhkan panduan. Satuan pendidikan dapat menggunakan modul yang telah disediakan oleh Kemendikbudristek untuk berkolaborasi bersama orangtua dalam mengembangkan literasi anak.

66

Klik di sini untuk mengakses Modul Belajar Literasi dan Numerasi jenjang SD atau scan QR code berikut:

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

67 of 99

Benahi 2: Penguatan pembelajaran literasi dan Numerasi dengan menggunakan modul literasi dan Numerasi berbasis tema dan sumber lainnya di luar platform merdeka mengajar

Deskripsi kegiatan

Literasi adalah kompetensi yang dikembangkan dalam seluruh mata pelajaran, tidak terbatas pada pelajaran Bahasa Indonesia dan/atau Bahasa Inggris saja. Oleh karena itu kemampuan mengajarkan literasi perlu dimiliki seluruh guru di satuan pendidikan.

Satuan pendidikan dapat secara mandiri meningkatkan kapasitasnya untuk mengajar literasi dan numerasi secara lebih efektif, diantaranya menggunakan modul yang dikembangkan INOVASI dan Kemendikbud. Modul ini tidak terbatas untuk guru tetapi juga untuk pimpinan satuan pendidikan agar lebih efektif dalam mendukung peningkatkan literasi dan numerasi peserta didik mereka.

67

Klik di sini untuk mengakses Modul Pembelajaran Literasi dan Numerasi untuk guru dan pimpinan sekolah Jenjang SD atau scan QRcode berikut:

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

68 of 99

Benahi 3: Kegiatan membaca dan mendiskusikan beragam buku dari berbagai sumber dan genre secara rutin oleh guru dan siswa

Deskripsi kegiatan

Membaca untuk kesenangan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan literasi. Terutama untuk anak-anak, frekuensi membaca buku membantu memperkaya kosakata serta menguatkan logika berbahasa. Oleh karena itu, anak-anak perlu sebanyak-banyaknya berinteraksi dengan buku termasuk di waktu senggang mereka.

Bagi satuan pendidikan SD yang memberikan akses teknologi kepada peserta didik, berbagai buku bacaan anak yang telah terkurasi dapat diakses melalui https://literacycloud.org/ . Untuk buku dalam bahasa Indonesia, dapat langsung klik tautan ini.

Contoh bentuk kegiatan:

  • Kegiatan membaca nyaring yang dilakukan oleh guru atau salah satu siswa menggunakan buku bacaan dari Literacy Cloud atau buku lainnya saat istirahat pelajaran
  • Apabila memungkinkan, menyediakan buku-buku bacaan di kelas untuk dibaca oleh siswa yang telah menyelesaikan tugas atau waktu senggang lainnya

68

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

69 of 99

Benahi 4: Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi

69

Komunitas belajar adalah sekelompok guru, tenaga kependidikan, dan pendidik lainnya yang memiliki semangat dan kepedulian yang sama terhadap transformasi pembelajaran melalui interaksi secara rutin dalam wadah di mana mereka berpartisipasi aktif.

Tujuan:

  1. Mengedukasi anggota komunitas dengan mengumpulkan dan berbagi informasi terkait pertanyaan dan masalah terkait praktik
  2. Memfasilitasi interaksi dan kolaborasi antara anggota komunitas untuk mulai belajar secara berkelanjutan
  3. Mendorong anggota meningkatkan kompetensi diri anggota melalui saling berbagi dan diskusi
  4. Mengintegrasikan pembelajaran yang didapatkan melalui komunitas dalam pekerjaan sehari hari

Materi terkait komunitas belajar dapat diunduh di:

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

70 of 99

Benahi 5: Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah untuk mengidentifikasi tantangan dalam pembelajaran dengan melibatkan pemangku kepentingan sekolah

70

Guru melakukan refleksi pembelajaran untuk mengidentifikasi tantangan agar mendapatkan masukan bagi perbaikan pembelajaran selanjutnya. Kompetensi utama yang diharapkan dalam proses refleksi pembelajaran adalah guru menunjukkan kebiasaan refleksi untuk pengembangan diri secara mandiri

Kegiatan refleksi pembelajaran dilakukan agar guru dapat:

  1. Melakukan refleksi terhadap praktik pembelajaran dan pendidikan
  2. Menetapkan tujuan dan rencana pengembangan diri
  3. Menemukan aspek kekuatan dan kelemahan sebagai guru
  4. Menentukan cara dan beradaptasi dalam melakukan pengembangan diri

Tautan matari untuk refleksi pembelajaran adalah:

https://docs.google.com/spreadsheets/d/1ygj6qxK-PUGtlkTiO6m9h8bV016CS0XSzyftedAnP-c/edit#gid=1574633887

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

71 of 99

Benahi 6: Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional satuan pendidikan sesuai dengan kebutuhan siswa dan kondisi sekolah, terutama terkait penguatan profil pelajar pancasila dalam hal kebinekaan

Deskripsi kegiatan

Dalam Kurikulum Merdeka, projek penguatan profil pelajar Pancasila dirancang untuk mengembangkan karakter.

Ada 7 tema projek yang dapat dipilih, dua diantaranya adalah Bhineka Tunggal Ika yang ditujukan untuk mengembangkan sikap dan perilaku toleran serta Bangunlah Jiwa dan Raganya untuk mengembangkan keterampilan mengelola emosi dan regulasi diri.

Projek penguatan profil pelajar Pancasila dapat diterapkan juga untuk sekolah yang menggunakan Kurikulum 2013, dengan konsekuensi penambahan jam pelajaran.

Langkah kegiatan

  1. Pelajari projek penguatan profil pelajar Pancasila melalui Panduan yang diterbitkan oleh Kemendikbudristek (klik untuk akses panduan)
  2. Unduh contoh modul projek dengan tema Bhineka Tunggal Ika dan Bangunlah Jiwa dan Raganya, pelajari contoh-contoh modul projek tersebut
  3. Guru menyepakati topik apa yang akan digunakan berdasarkan tema projek, serta bagaimana modul projek akan dikembangkan berdasarkan contoh yang telah dipelajari
  4. Tim guru merancang kegiatan projek dengan membuat modul projek (mengembangkan dari awal atau memodifikasi contoh modul projek)
  5. Memfasilitasi siswa dalam melaksanakan projek serta memberikan umpan balik secara berkala
  6. Guru dapat melibatkan masyarakat (misalnya pakar, akademisi, komunitas) dalam pengembangan dan pelaksanaan projek
  7. Melakukan penilaian hasil belajar projek penguatan profil pelajar Pancasila dan melaporkannya secara terpisah dari penilaian intrakurikuler

71

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

72 of 99

Benahi 7: Pelatihan guru dan kepala sekolah serta kegiatan pembelajaran terkait Iklim Keamanan

Tujuan:

Siswa memahami apa itu kesetaraan gender, mengenali bentuk-bentuk kekerasan berbasis gender, dan mengetahui apa yang harus dilakukan jika menemukan kekerasan seksual di sekitar.

Cara:

  1. Guru memilih daftar video terlampir yang sesuai dengan topik pembelajaran atau momen peringatan hari besar.
  2. Guru meminta siswa untuk menonton (bisa sebelum kelas atau nonton bersama di dalam kelas)
  3. Guru memfasilitasi refleksi bagi siswa:
    1. Apa yang menarik dari video tersebut
    2. Apa yang menjadi pelajaran penting dari video tersebut
    3. Apa tindak lanjut nyata yang dapat dipraktikkan siswa di kelas dan di sekolah.

Materi:

(Link materi dan penjelasan)

72

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

73 of 99

Benahi 7: Pelatihan guru dan kepala sekolah serta kegiatan pembelajaran terkait Iklim Keamanan

Tujuan:

Siswa memahami apa itu perundungan, mengenali perundungan dan mengetahui bagaimana mencegah perundungan di sekitar.

Cara:

  1. Guru memilih daftar video terlampir yang sesuai dengan topik pembelajaran atau momen peringatan hari besar.
  2. Guru meminta siswa untuk menonton (bisa sebelum kelas atau nonton bersama di dalam kelas)
  3. Guru memfasilitasi refleksi bagi siswa:
    1. Apa yang menarik dari video tersebut
    2. Apa yang menjadi pelajaran penting dari video tersebut
    3. Apa tindak lanjut nyata yang dapat dipraktikkan siswa di kelas dan di sekolah.

Materi:

(Link materi dan penjelasan)

73

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

74 of 99

Benahi 7: Pelatihan guru dan kepala sekolah serta kegiatan pembelajaran terkait Iklim Keamanan

Tujuan:

Siswa memahami bahaya narkoba dan bagaimana mencegah agar tidak terjerumus dan sekolah mengetahui cara pencegahan dan penanganan narkoba

Cara:

  1. Guru meminta siswa untuk menonton (bisa sebelum kelas atau nonton bersama di dalam kelas)
  2. Guru memfasilitasi refleksi bagi siswa:
    1. Apa yang menarik dari video tersebut
    2. Apa yang menjadi pelajaran penting dari video tersebut
    3. Apa tindak lanjut nyata yang dapat dipraktikan siswa di kelas dan di sekolah. \
  3. Sekolah mengadopsi program Sekolah Bersinar

Materi:

Lepas dari Narkoba

Generasi Maju, Bebas Narkoba

Hikayat Ibu Muda Kurir Narkoba

Panduan Sekolah Bersinar

74

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

75 of 99

Benahi 8: Sekolah mengadopsi program ROOTS untuk pencegahan perundungan dan kekerasan berbasis sekolah

Tujuan:

Sekolah melibatkan guru sebagai fasilitator dan siswa sebagai agen perubahan

Cara:

  1. Kepala sekolah dan guru mempelajari panduan program Roots melalui LMS
  2. Kepala sekolah dan guru memetakan prinsip apa yang mungkin untuk diadopsi sekolah
  3. Kepala sekolah dan guru mengadaptasi dan menjalankan program/prinsip program Roots

Materi:

(Link materi dan penjelasan)

75

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

76 of 99

Benahi 9: Pembuatan peraturan dan tata tertib sekolah terkait perundungan, kekerasan seksual, intoleransi dan pencegahan penggunaan narkoba

76

Perundungan, kekerasan seksual, intoleransi dan pencegahan narkoba masih menjadi masalah yang dihadapi oleh sebagian sekolah. Beragam intervensi dapat dilakukan untuk melakukan pencegahan hal tersebut. Salah satunya adalah dengan membuat peraturan atau tata tertib yang mengatur hal hal yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan untuk menjaga agar tidak terjadi perundungan, kekerasan seksual, intoleransi dan penggunaan narkoba di sekolah

Beberapa tahapan yang dapat dilakukan sekolah:

  1. Membentuk satuan tugas yang terdiri dari beberapa unsur (siswa, guru dan orang tua) yang diberikan surat tugas oleh Kepala Sekolah
  2. Menyediakan kanal khusus aduan sesuai kemampuan sekolah seperti nomor SMS khusus, Whatsapp Khusus, Kotak Saran/Aduan khusus, dan/atau kanal aduan kemdikbud.lapor.go.id
  3. Bekerjasama dengan pakar pendidikan, perangkat pemerintah daerah setempat, tokoh masyarakat/agama untuk memastikan tindakan penanganan sesuai prinsip kepentingan terbaik untuk peserta didik dan melindungi hak anak/hak asasi manusia
  4. Membuat sosialisasi/poster/mading yang berisi larangan Perundungan, Kekerasan Seksual, Intoleransi, dan Penggunaan Narkoba dan kanal pelaporan

Peraturan yang sudah disepakati perlu diujicoba dan ditegakkan bersama sama warga sekolah dan dilakukan evaluasi secara periodik sebagai masukan untuk revisi jika diperlukan.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

77 of 99

Benahi 10: Kegiatan pembelajaran dengan menonton dan diskusi terkait materi pencegahan intoleransi, penguatan keberagaman, kebinekaan global, akhlak mulia, dan inklusivitas

Tujuan:

Guru memahami apa itu Kebinekaan Global, contoh sehari-hari dan relevansinya bagi siswa

Cara:

  1. Guru menonton daftar video dengan Kebinekaan Global terlampir
  2. Guru mendiskusikan video mana yang relevan untuk dapat menjadi pemantik diskusi bersama siswa
  3. Guru merencanakan bagaimana video tersebut dapat masuk ke materi ajar, bahan diskusi sebelum kelas, atau menjadi materi pengayaan di kegiatan ekstra-kulikuler (misal dikaitkan dengan peringatan hari besar tertentu)

Materi:

(Kebinekaan Global: Link materi dan penjelasan)

Tujuan:

Guru mendapatkan pemahaman mengapa toleransi penting dalam bagaimana kebinekaan konteks global, nasional, personal dan kemudian dapat menyebarkannya dalam konteks sekolah dan kelas

Cara:

  1. Guru melakukan diskusi berdasarkan pertanyaan pemantik
  2. Guru melakukan aktivitas permainan, simulasi, cerita
  3. Guru merefleksikan makna dari aktivitas dan merefleksikan dalam pengalaman pribadi
  4. Guru mensarikan pembelajaran baru dan memperkuat dengan teori, data, dan fakta
  5. Guru mengaplikasikan dalam konteks kelas dan sekolah

Materi:

(note: saat ini belum berdasarkan on demand, tapi masih diinsert melalui PGP, PSP dan PPPPTK)

77

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

78 of 99

Benahi 10: Kegiatan pembelajaran dengan menonton dan diskusi terkait materi pencegahan intoleransi, penguatan keberagaman, kebinekaan global, akhlak mulia, dan inklusivitas

Tujuan:

Siswa memahami pentingnya toleransi dan keberagaman, saling mengenal dengan kelompok yang berbeda dan bagaimana mempraktikkannya dalam lingkup kelas dan sekolah

Cara:

  1. Guru memilih daftar video terlampir yang sesuai dengan topik pembelajaran atau momen peringatan hari besar.
  2. Guru meminta siswa untuk menonton (bisa sebelum kelas atau nonton bersama di dalam kelas)
  3. Guru memfasilitasi refleksi bagi siswa:
    1. Apa yang menarik dari video tersebut
    2. Apa yang menjadi pelajaran penting dari video tersebut
    3. Apa tindak lanjut nyata yang dapat dipraktikkan siswa di kelas dan di sekolah.

Materi:

(Link materi dan penjelasan)

Tujuan:

Guru memahami pentingnya toleransi dan keberagaman, saling mengenal dengan kelompok yang berbeda dan memilih materi-materi yang dapat menjadi bahan diskusi dengan siswa.

Cara:

  1. Guru menonton daftar video terlampir
  2. Guru mendiskusikan video mana yang relevan untuk dapat menjadi pemantik diskusi bersama siswa
  3. Guru merencanakan bagaimana video tersebut dapat masuk ke materi ajar, bahan diskusi sebelum kelas, atau menjadi materi pengayaan di kegiatan ekstrakulikuler (misal dikaitkan dengan peringatan hari besar tertentu)

Materi:

(Link materi dan penjelasan)

78

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

79 of 99

Benahi 10: Kegiatan pembelajaran dengan menonton dan diskusi terkait materi pencegahan intoleransi, penguatan keberagaman, kebinekaan global, akhlak mulia, dan inklusivitas.

Tujuan:

Siswa memahami keberagaman fisik yang ada di sekitar dan bagaimana menciptakan ruang aman bagi perbedaan tersebut.

Cara:

  1. Guru memilih daftar video terlampir yang sesuai dengan topik pembelajaran atau momen peringatan hari besar.
  2. Guru meminta siswa untuk menonton (bisa sebelum kelas atau nonton bersama di dalam kelas)
  3. Guru memfasilitasi refleksi bagi siswa:
    1. Apa yang menarik dari video tersebut
    2. Apa yang menjadi pelajaran penting dari video tersebut
    3. Apa tindak lanjut nyata yang dapat dipraktikan siswa di kelas dan di sekolah.

Materi:

(Materi)

79

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

80 of 99

Perencanaan Berbasis Data

Pendidikan Anak Usia Dini

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

81 of 99

Prinsip Perbedaan antara perencanaan di PAUD dan di Dasmen

81

  • Tahapan perencanaan di satuan PAUD secara umum sama dengan Dasmen.
  • Perbedaannya adalah PAUD belum memiliki profil pendidikan yang dapat diunduh dari platform rapor pendidikan, maka ditambahkan lembar kerja 0 yang digunakan oleh satuan PAUD untuk evaluasi diri.
  • Yang dipaparkan dalam materi ini hanya contoh LK 0, tahap selanjutnya sama dengan tahapan di Dasmen.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

82 of 99

Tahapan dalam melakukan Perencanaan Berbasis Data PAUD

82

Tahapan

Tahapan:

  • Mempelajari daftar indikator prioritas
  • Menetapkan indikator rapor sebagai masalah yang akan diintervensi.

Kegiatan

Tahapan:

  • Dari masalah yang akan diintervensi, dilakukan analisis untuk mencari akar masalah

Tahapan:

  • Membuat program dan kegiatan sebagai solusi untuk setiap akar masalah yang ditetapkan

Tahapan:

  • Menetapkan daftar kegiatan yang akan dimasukkan dalam RKAS
  • Menetapkan barang dan jasa yang akan dibelanjakan (termasuk harga satuan)
  • Memasukkan kegiatan dan anggaran dalam ARKAS (baru akan dimasukkan ke dalam aplikasi di 2023. Harapannya ditarik secara otomatis)

Memilih dan menetapkan Masalah

Merumuskan akar masalah

Menentukan program dan kegiatan

Rencana Kerja Tahunan

Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah�(RKAS)

Identifikasi

Refleksi

Benahi

Dokumen

Lembar Kerja RKAS

Memasukkan dalam dokumen RKAS

RKAS

Tahapan:

  • Mempelajari setiap indikator dimensi D dan E
  • Melakukan evaluasi diri berdasarkan indikator

Melakukan evaluasi diri

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

83 of 99

Lembar Kerja 0: Evaluasi Diri (versi sederhana)

83

  • Satuan perlu melakukan evaluasi diri dengan mempelajari apa saja indikator kualitas layanan yang menjadi fokus evaluasi serta melakukan refleksi bagaimana praktik di satuan untuk masing-masing indikator tersebut.
  • Setiap indikator kegiatan dan layanan dipercaya akan menghadirkan lingkungan belajar yang dapat memberikan manfaat optimal bagi setiap anak usia dini yang berpartisipasi di PAUD.
  • Dari hasil evaluasi, satuan dapat melakukan identifikasi apa saja aspek layanan yang ingin dikuatkan. Ada empat indikator yang disarankan sebagai prioritas. Namun, satuan PAUD tetap dapat melakukan prioritisasi sesuai kebutuhannya. Disarankan maksimum jumlah indikator yang dijadikan fokus maksimum 5 agar upaya penguatan lebih terfokus.
  • Saat melakukan evaluasi diri, satuan dapat menggunakan kategorisasi yang sudah disiapkan sebagai panduan refleksi.

D1. Perencanaan Pembelajaran yang Efektif

Apa yang dimaksud dengan perencanaan pembelajaran yang efektif?

Indikator

Rujukan evaluasi diri

Identifikasi

Kondisi satuan anda (silahkan pilih kategorisasi di drop down list yang paling menggambarkan kondisi satuan anda

Catatan

(anda dapat mencatat diskusi yang terjadi saat melakukan evaluasi diri di kolom ini)

Memiliki dokumen perencanaan pembelajaran yang lengkap.

  • Prima:
  • Kondusif:
  • Pra Kondusif
  • Perlu pengembangan

Lembar kerja 0 tersedia di form sebagai berikut: link

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

84 of 99

Indikator Prioritas Satuan Pendidikan Anak Usia Dini

84

No

Indikator Prioritas PAUD

Rasionalisasi

1

D.1 Perencanaan Pembelajaran

Tanpa adanya perencanaan pembelajaran yang efektif, sangat sulit untuk dapat menyediakan layanan pembelajaran yang dapat memfasilitasi tumbuh kembang anak usia dini secara optimal.

2

E.4 Indeks Refleksi dan Perbaikan Pembelajaran oleh Pendidik

Pentingnya membangun budaya di satuan untuk terus berupaya meningkatkan kualitas layanannya, baik melalui refleksi diri maupun dengan belajar dan berbagi di komunitas atau wadah belajar yang tersedia.

3

E.6 Indeks Kemitraan dengan Orang Tua/Wali untuk Kesinambungan Stimulasi di Satuan dan di Rumah

Durasi kegiatan di PAUD umumnya pendek, sehingga satuan PAUD perlu menjalin kemitraan dengan orang tua agar terjadi kesinambungan antara upaya penguatan tumbuh kembang anak di satuan dan di rumah.

4

E.7 Indeks Layanan Holistik Integratif (E.7.1 Penyelenggaraan Kelas Orang Tua)

Selain untuk penguatan pembelajaran, penyelenggaraan kelas orang tua adalah salah satu indikator layanan holistik integratif yang didukung oleh satuan PAUD. Kelas orang tua juga merupakan intervensi gizi-sensitif dalam rangka pengentasan stunting, utamanya dalam memastikan penerapan perilaku hidup bersih sehat di rumah.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

85 of 99

Contoh Identifikasi, Refleksi dan Benahi di PAUD

85

Identifikasi�(masalah)

Refleksi�(akar masalah)

Benahi�(Solusi/Program/Kegiatan)

D.1 Perencanaan Pembelajaran

  • Satuan belum memiliki kemampuan cara menyelaraskan ragam dokumen perencanaan pembelajaran.
  • Satuan juga belum terlalu memahami apa yang dimaksud dengan tujuan pembelajaran.
  • Satuan tidak memiliki budaya untuk mengevaluasi praktik pembelajaran
  • Kegiatan belajar bersama tentang cara menyusun rencana pembelajaran.
  • Pendidik mengikuti pelatihan tentang perencanaan pembelajaran di Platform Merdeka Mengajar (PMM) (bagi satuan PAUD yang menerapkan KM).

E.4 Indeks Refleksi dan Perbaikan Pembelajaran oleh Pendidik

  • Belum ada budaya di satuan yang secara rutin mendorong terjadinya supervisi oleh kepala satuan,
  • Belum ada budaya melakukan refleksi praktik pembelajaran bersama dengan rekan sejawat
  • Mendirikan komunitas belajar di tingkat satuan
  • Menyusun regulasi untuk mendorong terwujudnya budaya refleksi dan perbaikan pembelajaran.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

86 of 99

Contoh Identifikasi, Refleksi dan Benahi di PAUD

86

Identifikasi�(masalah)

Refleksi�(akar masalah)

Benahi�(Solusi/Program/Kegiatan)

E.6 Indeks Kemitraan dengan Orang Tua/Wali untuk Kesinambungan Stimulasi di Satuan dan di Rumah

Orang tua/wali belum merasa perlu mengetahui lebih lanjut mengenai proses pembelajaran dan layanan yang diberikan di PAUD

  • Menyusun rencana kegiatan per semester untuk dibagikan ke orang tua sehingga orang tua lebih memahami topik pembelajaran yang diberikan pada anak di PAUD.

E.7 Indeks Layanan Holistik Integratif (E.7.1 Penyelenggaraan Kelas Orang Tua)

Kelas orang tua belum dapat disediakan karena pendidik merasa tidak memiliki kemampuan sebagai narasumber

  • Kegiatan koordinasi internal untuk merancang penyelenggaraan kelas orang tua di PAUD.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

87 of 99

87

MENU BENAHI SATUAN PAUD

Perumusan identifikasi, refleksi dan deskripsi benahi untuk empat indikator prioritas.

6 kegiatan

  1. Satuan pendidikan dapat melakukan proses memilih masalah, merumuskan akar masalah dan menetapkan kegiatan sesuai dengan kemampuan dan pilihan masing masing.
  2. Menu benahi dapat digunakan oleh satuan pendidikan sebagai referensi dalam memilih masalah, merumuskan akar masalah dan utamanya, menetapkan kegiatan yang akan dituangkan ke dalam RKT dan RKAS (apabila ada implikasi anggaran).

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

88 of 99

Perencanaan untuk Proses Pembelajaran yang Efektif - 1/2

Deskripsi usulan kegiatan:

  • Kepala satuan bersama para pendidik mempelajari tips melakukan perencanaan pembelajaran di Panduan Penyelenggaraan PAUD Berkualitas Seri 1 (tersedia di PAUDpedia/PMM) dan Buku 1 Panduan bagi Guru bagi PAUD yang menerapkan KM (tersedia di PMM).
    • Panduan berisikan tips dalam menentukan tujuan pembelajaran, prinsip merancang kegiatan untuk mencapai tujuan pembelajaran, dan bentuk asesmennya.
  • Satuan dapat juga melakukan kegiatan belajar bersama untuk penyusunan rencana pembelajaran melalui komunitas di luar satuan seperti PKG, komunitas PSP, mitra yang terkurasi dalam komunitas belajar atau satuan PAUD lain yang dapat menjadi mentor. Tips dapat ditemukan di Panduan Penyelenggaraan PAUD Berkualitas: Lingkungan Partisipatif (seri 9)
  • Link Panduan Penyelenggaraan PAUD Berkualitas: Proses Pembelajaran Berkualitas (Seri 1) dan Lingkungan Partisipatif (seri 9)akan tersedia Juni 2022
  • Link Buku 1 Panduan Guru untuk KM PAUDakan tersedia Juni 2022

Rasional:

Tanpa adanya perencanaan pembelajaran yang efektif, sangat sulit menyediakan layanan pembelajaran yang dapat memfasilitasi tumbuh kembang anak usia dini secara optimal.

Rencana pembelajaran adalah panduan yang digunakan oleh satuan untuk memfasilitasi pembelajaran, yang sewaktu-waktu dapat disesuaikan dengan dinamika proses pembelajaran di satuan yang berasal dari kebutuhan belajar anak.

Dokumen perencanaan pembelajaran setidaknya berisikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, ragam kegiatan yang dipercaya dapat mencapai tujuan pembelajaran, serta bentuk asesmen yang sesuai. Mengingat pentingnya perencanaan pembelajaran, satuan PAUD dapat mengadakan kegiatan belajar bersama untuk meningkatkan kemampuannya dalam menyusun dokumen perencanaan pembelajaran.

Identifikasi

(Masalah)

Refleksi

(Akar Masalah)

Benahi

(Kegiatan 1)

D.1 Perencanaan untuk Proses Pembelajaran yang Efektif

Satuan belum memiliki kemampuan untuk menyusun dokumen perencanaan pembelajaran. / Satuan perlu penguatan agar dapat melakukan perencanaan pembelajaran

Satuan PAUD mengadakan kegiatan belajar bersama tentang cara menyusun rencana pembelajaran (internal dan eksternal)

89 of 99

Perencanaan untuk Proses Pembelajaran yang Efektif - 2/2

Deskripsi usulan kegiatan:

  • Satuan PAUD memastikan pendidiknya memiliki akun belajar.id agar dapat mengakses PMM.
  • Masuk ke PMM bagian pelatihan, lalu cari menu pelatihan dan memilih topik sebagai berikut:
    • “Menurunkan tujuan pembelajaran dari capaian pembelajaran”, agar satuan dapat merancang tujuan pembelajaran.
    • “Asesmen dalam pembelajaran”, agar satuan dapat menentukan bentuk asesmen yang sesuai.
    • “Modul ajar PAUD”, agar satuan dapat mengidentifikasi kegiatan yang dipercaya dapat mencapai tujuan pembelajaran dan menuangkannya ke dalam sebuah dokumen perencanaan.
    • “Refleksi dalam pembelajaran”, agar satuan dapat melakukan refleksi di dalam kelas dan menyesuaikan perencanaan pembelajaran ke depannya.
  • Satuan PAUD dapat mendiskusikan apa yang dipelajari di komunitas belajar virtual di PMM.

Rasional:

Tanpa adanya perencanaan pembelajaran yang efektif, sangat sulit menyediakan layanan pembelajaran yang dapat memfasilitasi tumbuh kembang anak usia dini secara optimal. Rencana pembelajaran adalah panduan yang digunakan oleh satuan untuk memfasilitasi pembelajaran, yang sewaktu-waktu dapat disesuaikan dengan dinamika proses pembelajaran di satuan yang berasal dari kebutuhan belajar anak.

Dokumen perencanaan pembelajaran setidaknya berisikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, ragam kegiatan yang dipercaya dapat mencapai tujuan pembelajaran, serta bentuk asesmen yang sesuai. Mengingat pentingnya perencanaan pembelajaran, pendidik dapat mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kemampuannya dalam menyusun dokumen perencanaan pembelajaran.

Identifikasi

(Masalah)

Refleksi

(Akar Masalah)

Benahi

(Kegiatan 1)

D.1 Perencanaan untuk Proses Pembelajaran yang Efektif

Satuan belum memiliki kemampuan untuk menyusun dokumen perencanaan pembelajaran.

Pendidik mengikuti pelatihan tentang perencanaan pembelajaran di Platform Merdeka Mengajar (PMM) (bagi satuan PAUD yang menerapkan KM).

90 of 99

Indeks Refleksi dan Perbaikan Pembelajaran oleh Pendidik - 1/2

Deskripsi usulan kegiatan:

  • Untuk dapat mewadahi kegiatan refleksi yang dilakukan secara rutin, kepala satuan dapat menginisiasi komunitas belajar di tingkat satuan dengan merujuk pada Panduan Pendirian Komunitas Belajar yang disusun oleh GTK.
  • Satuan juga dapat menggunakan tips untuk membangun budaya belajar bersama yang ada di Panduan Penyelenggaraan PAUD Berkualitas Seri 9 (Lingkungan Belajar Partisipatif), misalnya belajar antar-rekan pendidik, di mana pendidik dapat belajar dari pendidik lain di PAUD.
  • Link Panduan Pendirian Komunitas Belajarakan tersedia Mei 2022
  • Link Panduan Penyelenggaraan PAUD Berkualitas: Lingkungan Belajar Partisipatif (Seri 9)akan tersedia Juni 2022

Rasional:

Pentingnya membangun budaya di satuan untuk terus berupaya meningkatkan kualitas layanannya, salah satunya melalui refleksi diri yang dilakukan oleh pendidik dan kepala satuan. Refleksi diri yang dilakukan bersama-sama, terutama yang dilakukan secara rutin, akan mendorong terjadinya supervisi oleh kepala satuan dan fokus pada peningkatan kualitas layanan satuan PAUD.

Identifikasi

(Masalah)

Refleksi

(Akar Masalah)

Benahi

(Kegiatan 1)

E.4 Indeks Refleksi dan Perbaikan Pembelajaran oleh Pendidik

Belum ada wadah belajar bersama di internal satuan

Mendirikan komunitas belajar di tingkat satuan.

91 of 99

Indeks Refleksi dan Perbaikan Pembelajaran oleh Pendidik - 2/2

Deskripsi usulan kegiatan:

  • Satuan dapat merancang kegiatan yang mendorong terwujudnya budaya refleksi dalam rangka perbaikan pembelajaran dengan mempelajari Panduan Penyelenggaraan PAUD Berkualitas: Lingkungan Belajar Partisipatif (Seri 9).
  • Panduan berisikan tips dalam membangun budaya belajar di satuan, misalnya:
    • strategi yang dapat digunakan oleh kepala satuan untuk membangun budaya kolaborasi di satuan;
    • koordinasi yang rutin dan bermakna, artinya kegiatan dapat menghasilkan tindak lanjut yang disepakati bersama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, termasuk layanan lain yang diperlukan untuk memfasilitasi tumbuh kembang anak yang optimal.
  • Link Panduan Penyelenggaraan PAUD Berkualitas: Lingkungan Belajar Partisipatif (Seri 9)akan tersedia Juni 2022

Rasional:

Budaya refleksi dapat diperkuat dengan adanya regulasi yang disusun dan disepakati bersama sehingga dapat menjadikan proses ini sebagai kebiasaan dan budaya di satuan PAUD. Kegiatan ini sangat membutuhkan kepemimpinan dan kapasitas pengelolaan dari kepala satuan.

Identifikasi

(Masalah)

Refleksi

(Akar Masalah)

Benahi

(Kegiatan 1)

E.4 Indeks Refleksi dan Perbaikan Pembelajaran oleh Pendidik

Belum ada budaya melakukan refleksi praktik pembelajaran bersama dengan rekan sejawat.

Koordinasi internal untuk mendorong terwujudnya budaya refleksi dan perbaikan pembelajaran.

92 of 99

Indeks Kemitraan dengan Orang Tua/Wali untuk Kesinambungan Stimulasi di Satuan dan di Rumah

Deskripsi usulan kegiatan:

  • Menyusun rencana kegiatan yang berisikan topik/tema serta kegiatan di luar kelas yang mendukung tercapainya tujuan pembelajaran yang ingin dikenalkan pada anak. Rencana kegiatan dibagikan ke orang tua sehingga orang tua lebih memahami layanan yang diberikan pada anak di PAUD.
  • Rencana kegiatan disusun dalam durasi setidaknya per bulan, agar orang tua dapat memahami metode yang digunakan oleh satuan PAUD dalam memfasilitasi tumbuh kembang anak melalui keterkaitan proses pembelajaran serta kegiatan lain yang sudah dirancang.
  • Untuk satuan PAUD yang sudah berhasil membangun kemitraan dengan orang tua, penyusunan rencana kegiatan dapat melibatkan orang tua. Pelibatan ini bisa dalam bentuk mendengarkan masukan dari orang tua mengenai rancangan kegiatan/topik yang sudah ada atau memberikan kesempatan bagi orang tua untuk mengusulkan tema pembelajaran serta kegiatannya.
  • Satuan dapat melihat tips dan contoh di dalam Panduan Penyelenggaraan PAUD Berkualitas Seri 2 (Kemitraan dengan Orang Tua), misalnya tentang komponen minimal yang perlu ada di dalam rencana kegiatan.
  • Link Panduan Penyelenggaraan PAUD Berkualitas: Kemitraan dengan Orang Tua (Seri 2)akan tersedia Juni 2022

Rasional:

Durasi kegiatan di PAUD umumnya pendek sehingga satuan PAUD perlu menjalin kemitraan dengan orang tua agar terjadi kesinambungan antara upaya penguatan tumbuh kembang anak di satuan dan di rumah. Namun, seringkali orang tua/wali belum merasa perlu mengetahui lebih lanjut mengenai proses pembelajaran dan layanan yang diberikan di PAUD. Agar orang tua/wali juga mendapatkan informasi tersebut, langkah awal yang dapat dilakukan oleh satuan PAUD adalah membagikan rencana kegiatan per semester kepada orang tua/wali.

Identifikasi

(Masalah)

Refleksi

(Akar Masalah)

Benahi

(Kegiatan 1)

E.6 Indeks Kemitraan dengan Orang Tua/Wali untuk Kesinambungan Stimulasi di Satuan dan di Rumah

Orang tua/wali belum merasa perlu mengetahui lebih lanjut mengenai proses pembelajaran dan layanan yang diberikan di PAUD.

Menyusun rencana kegiatan yang menjabarkan kegiatan di satuan PAUD (durasi semester/triwulan atau durasi lain).

93 of 99

Indeks Layanan Holistik Integratif (Penyelenggaraan Kelas Orang Tua)

Deskripsi usulan kegiatan:

  • Satuan melakukan koordinasi internal untuk: i) menentukan mekanisme penyelenggaraan kelas orang tua yang dirasa paling sesuai berdasarkan pemetaan terhadap kondisi orang tua; ii) menentukan topik yang diangkat menjadi kelas orang tua; serta memetakan narasumber.
  • Tips untuk melakukan pemetaan kebutuhan yang menjadi pertimbangan dalam perancangan kelas orang tua tersedia di Panduan Penyelenggaraan PAUD Berkualitas Seri 3 (Kelas Orang Tua).
  • Topik dapat beragam sesuai kebutuhan, namun yang minimal perlu diberikan adalah cara untuk memantau tumbuh kembang anak tersedia. Materi dapat mengambil dari Panduan Penyelenggaraan PAUD Berkualitas Seri 4 (Layanan Holistik Integratif).
  • Narasumber: Apabila satuan belum yakin untuk menjadi narasumber, maka satuan dapat meminta unit lain sebagai narasumber, misalnya dari BKB/Puskesmas untuk topik pemantauan tumbuh kembang anak. Narasumber kelas orang tua dapat terdiri dari pendidik, orang tua sendiri ataupun dari pihak lain, sesuai dengan topik.
  • Link Panduan Penyelenggaraan PAUD Berkualitas: Kelas Orang Tua (Seri 3)akan tersedia Juni 2022
  • Link Panduan Penyelenggaraan PAUD Berkualitas: Layanan Holistik Integratif (Seri 4)akan tersedia Juni 2022

Rasional:

Banyak satuan yang belum menyelenggarakan kelas orang tua karena kurangnya pemahaman satuan dan orang tua tentang tujuan dan manfaat dari kelas orang tua. Kelas orang tua dapat digunakan untuk memastikan kesinambungan layanan pendidikan di satuan dan di rumah. Kelas orang tua juga merupakan salah satu indikator layanan holistik integratif bagi satuan PAUD, karena merupakan bentuk intervensi gizi-sensitif dalam rangka pengentasan stunting, utamanya dalam memastikan penerapan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) di rumah.

Identifikasi

(Masalah)

Refleksi

(Akar Masalah)

Benahi

(Kegiatan 1)

E.7 Indeks Layanan Holistik Integratif (E.7.1 Penyelenggaraan Kelas Orang Tua)

Pemahaman tentang manfaat kelas orang tua belum dimiliki oleh satuan dan orang tua. Salah satu fungsi utama kelas orang tua adalah agar orang tua memahami cara bermitra dengan satuan PAUD untuk memantau tumbuh kembang anak.

Kegiatan koordinasi internal untuk merancang penyelenggaraan kelas orang tua di PAUD.

94 of 99

Bab 4: Monitoring dan Evaluasi

94

Dalam sesi ini diharapkan peserta dapat:

Memahami bentuk monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan

01

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

95 of 99

Bentuk melakukan Monitoring dan Evaluasi

95

Tujuan

Lbr Kerja

Tahapan

Dokumen

Tahapan:

  • Mengunduh data realisasi kegiatan dan anggaran dari platform ARKAS atau bentuk lan
  • Melakukan review ketercapaian pelaksanaan kegiatan dan serapan anggaran
  • Merumuskan rekomendasi perbaikan

Tahapan:

  • Membuat perbandingan berbagai perubahan yang diperkirakan merupakan hasil dari kegiatan yang telah dilaksanakan
  • Membuat dokumentasi perubahan dan bentuk foto/video atau bentuk lainnya

Tahapan:

  • Membuat perbandingan capaian profil pendidikan dari tahun ke tahun
  • Memberikan catatan terkait perbandingan data baik yang meningkat, menurun, atau tetap
  • Merumuskan rekomendasi atas temuan evaluasi

Lembar Monev 1

Evaluasi terhadap realisasi pelaksanaan kegiatan dan anggaran

Lembar Monev 2

Pencatatan dan dokumentasi perubahan

Lembar Monev 3

Evaluasi capaian mutu

Kesesuaian antara rencana kerja dan pelaksanaan

Identifikasi Hasil Peningkatan Mutu

Foto, video, catatan perubahan

Analisis Data

RKAS

Metode analisis masalah

Hasil observasi dan pengamatan

Platform Rapor Pendidikan

Bukti-bukti Perubahan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

96 of 99

Lembar Monev 1: Kegiatan dan pembelanjaan yang telah dilaksanakan diupdate dalam laporan penggunaan RKAS

96

Aktivitas

Koordinator pelaksana

Pelaksanaan Kegiatan

Budget

Realisasi

Review Kegiatan

Rekomendasi ke depan

1. Pelatihan guru dalam hal numerasi

Kepala sekolah

3 Juli 2022

20,000,000

18,000,000

Secara umum terlaksana dengan baik, perlu tambahan nara sumber

Perlu dicari tambahan nara sumber

2. Peningkatan kualitas guru dalam perencanaan pembelajaran

Kepala sekolah

14 Juli 2022

12,000,000

13,000,000

Guru sudah cukup dapat menyusun perencanaan pembelajaran

Tahun depan perlu diulang

3. Berbagi praktik baik dalam pedagogik

Guru

1 Agt 2022

8,000,000

8,000,000

Jumlah peserta blm seperti yg diharapkan

Pemberitahuan acara perlu lebih awal

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

97 of 99

Lembar Monev 2: Pencatatan Perubahan

97

Sebelum

Sesudah

  1. Perencanaan sekolah hanya melibatkan internal sekolah (kepala sekolah, guru)
  2. Tidak terdapat kontrak kerja dan pembagian peran
  1. Perencanaan sekolah melibatkan beragam pemangku kepentingan: warga sekolah, komite sekolah, orang tua siswa, tokoh agama, tokoh pendidikan, tokoh masyarakat dan pengawas
  2. Dewan guru bersama - sama membuat kontrak kerja meliputi waktu sekolah, pembagian tugas, dll yang kemudian ditandatangani bersama.

Unggah dokumentasi:

Unggah dokumentasi:

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

98 of 99

Lembar Monev 3: Perbandingan capaian Profil Pendidikan

98

Hasil analisis:

  1. Peningkatan kemampuan numerasi disebabkan oleh kegiatan tambahan pelajaran.
  2. Peningkatan karakter siswa disebabkan beragam kegiatan baru terkait kedisiplinan, kerja tim, dan ruang inovasi yang diberikan lebih luas bagi siswa.

No

Indikator

2021

2022

Delta

20..

A.1

Kemampuan Literasi

75.0

75.0

-

A.2

Kemampuan Numerasi

28.0

30.0

+2.0

A.3

Karakter

27.0

40.0

+13.0

No

Indikator

2021

2022

Delta

20..

A.1.1

Kemampuan memahami bacaan informasional (non-fiksi)

89.0

89.0

-

A.1.2

Kemampuan memahami bacaan fiksi

88.0

75.0

-13.0

A.2.1

Domain bilangan

98.0

98.0

-

A.2.2

Aljabar

14.0

30.0

+16.0

A.2.3

Geometri

48.0

60.0

+12.0

A.2.4

Data dan ketidakpastian

53.0

45.0

-12.0

A.3.1

Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia

59.0

59.0

-

A.3.2

Gotong royong

48.0

48.0

-

A.3.4

Kreativitas

19.0

40.0

+21.0

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

99 of 99

TERIMA KASIH

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi