1 of 64

Aspek gangguan berkemih pada Usia Lanjut.

2 of 64

Berkemih.

  • Sistim berkemih adalah sistem organ yang memproduksi, menyimpan, dan mengalirkan urin. Pengeluran Urine (Air kemih) dihasilkan oleh kedua ginjal melalui proses penyaringan darah dari zat zat yang tidak dipergunakan tubuh, urine dilanjutkan mengalir melalui ureter masuk kandung kemih untuk pengumpulan jumlah 150 cc rangsangan berkemih sudah terasa tapi bisa ditahan sampai bolume 300 atau 350 cc bila sudah tidak tahan maka dikeluarkan melalui uretra.

3 of 64

Proses BAK

(Buang Air Kecil)

4 of 64

Proses Buang Air Kecil.

5 of 64

Proses Relaxasi.

6 of 64

Proses Berkemih

  • Adalah suatu proses Pengeluaran urine dari kandung Kemih sampai kosong.
  • Bila Kandung Kemih tidak dapat mengosongkan isi urine seluruhny, ada sisanya maka ini disebut anyang anyangan atau tidak lampis istilah medis disebut residu urine.
  • Lebih jauh bila urine tidak bisa dikeluarkan dan Kandung Kemih penuh maka disebut retensi urine

7 of 64

Gambar residu urine sebab terjadi penyempitan uretra oleh prostat.

8 of 64

  • Adakalanya pasien menyatakan bahwa ia bisa berkemih tapi sedikit sedikit sementara Kandung Kemih penuh maka hal ini disebut incontinensia Urine Overflow, ini juga adalah bentuk Retensi Urine.

9 of 64

Incontinensia urine overflow.

  • Adakalanya pasien menyatakan bahwa ia bisa berkemih tapi sedikit sedikit sementara Kandung Kemih penuh maka hal ini disebut incontinensia Urine Overflow, ini juga adalah bentuk Retensi Urine.

10 of 64

Incontinence Urine.

11 of 64

Pengertian istilah

Poliuria

Jumlah urin lebih daripada biasanya, tanpa

atau dengan sering kencing. Dijumpai 

 pada DM, diabetes insipidus

.

Disuria

Rasa nyeri atau panas dan rasa sukar 

kencing.

12 of 64

Polakisuria

Kecenderungan sering kencing 

. Terjadi pada: infeksi buli-buli, kapasitas buli-buli berkurang, atau rangsangan pada mukosa buli-buli.

Urgency (terdesak kencing / kebutuhan berkemih) Rasa ingin mengosongkan buli-buli secara mendadak. 

Perasaan tsb dapat melampaui pengendalian

sphincter urethra →ngompol.

13 of 64

Stranguria

 

Merasa sukar kencing dan bila kencing 

terasa sakit disertai kejang otot panggul 

→ ISK, khususnya sistitis akuta.

Tenesmus

Perasaan nyeri disertai keinginan mengo-

songkan kandung kemih, walaupun kandung kemih kosong atau hampir kosong 

→ ISK ( infeksi saluran kemih).

14 of 64

Gangguan berkemih pada usia lanjut.

15 of 64

Pada pria.

  • Yang paling banyak diusia lanjut adalah:
  • BPH. ( Benign Prostatic Hyperplasia)

16 of 64

17 of 64

18 of 64

Gejala BPH

  • Seringkali berupa LUTS ( Lower Urinary Tract Symptoms).
  • Terdiri dari gejala:
  • 1. Gejala obstruksi ( Voiding symptoms).
  • 2. Gejala iritasi ( storage symptoms)
  • 3. Gejala pasca berkemih.

19 of 64

Gejala obstruksi.

  • Pancaran kemih yang lemah.
  • Terputus putus( intermitensi).
  • Tidak lampias sesudah berkemih.

20 of 64

Gejala iritasi.

  • Frekuensi berkemih meningkat.
  • Urgensi.
  • Nocturi.

21 of 64

Gejala pasca berkemih.

  • Urine menetes ( dribbling).
  • Retensi urine.

22 of 64

Gejala BPH dan LUTS

  • Hubungan sanggat kompleks.
  • Tidak semua pasien BPH mengeluh gangguan berkemih atau sebaliknya.
  • Contoh: penggunaan obat harian, seperti antidepresan, antihistamin atau bhronkodilator terbukti dapat menyebabkan peningkatan 2-3 IPSS ( International Prostate Symptome Score)

23 of 64

Usg dan cystogram BPH

  • Untuk menegakkan diagnosa BPH maka ada alat bantu yang noninvasif yaitu USG dan Uroflometry selain itu ada juga yang lebih kompleks yaitu Cystogram.

24 of 64

USG

  • Berguna untuk mendiagnosa
  • Prostat: homogenitas prostat, ,batu prostat, nodule prostat, kista prostat. Indentasi prostat, ukuran prostat.
  • Vesica Urinaria: Kemampuan menampung urine maupun mengosongkan isi Vesica. Dinding Vesica apakah ada infeksi ( Cistytis), batu dalam Vesica , tumor dalam Vesica atau Uretrocele.
  • Vesica Seminalis: apakah ada tumor atau pembengkakan.

25 of 64

26 of 64

27 of 64

Melalui Uroflometri.

  • Dapat diketahui:
  • 1. Pancaran normal.
  • 2. BPH.
  • 3. Stricture Urethra.
  • 4. Neurogenik Bladder.
  • 5. Incontinent urine.

28 of 64

Pada Pria

29 of 64

30 of 64

Pada wanita.

31 of 64

32 of 64

33 of 64

34 of 64

Cystogram

  • Dapat diketahui dengan memasukkan kontras dapat dinilai:
  • Indentasi Prostat, Batu Prostat.
  • Bendungan Ureter, Ureterocele.
  • Batu Buli.
  • Tumor Buli.
  • Neurogenic Bladder, Neurophatic Bladder.

35 of 64

Prostat yang besar sampai hampir memenuhi Kandung kemih.

36 of 64

37 of 64

38 of 64

Hidroureter dengan uretrocel.

39 of 64

Batu kendung kemih terlihat khas dengan berlapis lapis.

40 of 64

Neurogenic bladder.

41 of 64

TUR Prostat.

42 of 64

Retensi Urine baik Pria atau Wanita (kecuali 1,2,8,9)

  • Ketidak mampuan Kandung Kencing untuk mengosongkan isinya.
  • Disebabkan oleh:
  • 1. BPH ( Benign Prostat Hyperplasi).
  • 2. Prostatitis.
  • 3. Strictur Urethra. ( Penyempitan saluran Urethra).
  • 4. Vesicolithiasis. ( Batu pada Kandung Kemih).
  • 5. Urethrolithiasis. ( Batu pada saluran Urethra).

43 of 64

  • 6. Neurogenik Bladder. ( Gangguan syaraf atau obat obatan)
  • 7. Atoni Bladder. ( Kelemahan Otot Detrusor untuk berkontraksi).
  • 8. Urethral Valve.
  • 9. Phymosis
  • 10. Clot ( bekuan darah)
  • 11. Tumor Buli menutup saluran Uretrha.

44 of 64

45 of 64

46 of 64

Refered Pain disalurkan keberbagai arah.

47 of 64

Refered Pain yang paling sering kearah Glands Penis.

48 of 64

Penanganan Retensi Urine.

  • Diatasi sesuai dengan penyebabnya.
  • 1. Umumnya dilakukan pemasangan Kateter.
  • 2. Bila tidak berhasil dimasukkan dengan bantuan Mandrin yang menggunakan kateter Foley ukuran minimal 20 F. ( Pada Kasus Strictur Urethra tidak akan berhasil).

49 of 64

  • 3. Pada kasus strictur bisa dilakukan Bouginasi bertahap dengan guiding guide wire.
  • 4. Bila tidak bisa berhasil maka dilakukan Cystostomy ( memasukkan Kateter melalui dinding perut dua jari diatas supra pubic). Pastikan dengan USG saat Cystostomy tidak ada Kehamilan, Tumor yang menghalangi atau kelainan lain.

50 of 64

Foley Kateter.

51 of 64

52 of 64

53 of 64

Pemasangan kateter pada wanita tetap menggunakan sarung tangan steril.

54 of 64

Supra pubic kateter.

Cystostomy.

55 of 64

Gangguan berkemih pada wanita.

  • Di negeri Belanda satu dari lima, wanita berumur 50 tahun keatas menderita Incontinensia Urine.
  • Normal seseorang berkemih tidak perlu mengedan atau bisa tahan berkemih.

56 of 64

Wanita hamil atau banyak melahirkan.

  • Mengalami kemunduran atau kelemahan pelvic floor yang didasari oleh kekuatan musculus pubococcygeus.

57 of 64

58 of 64

m.pubococcygeus

59 of 64

Akibat kelemahan musculus pubococcygeus

60 of 64

61 of 64

62 of 64

Meatostenosis uretra

  • Penyempitan pada muara uretra wanita, disebabkan oleh infeksi berulang pada uretra.

63 of 64

  • Dengan keluhan BAK lama bisa satu menit atau lebih dengan pancaran yang diameter kecil.
  • Bisa terdengar bunyi be suit. Seharusnya pancaran terdengar besar dan deras.

64 of 64

Prinsip BAK.

  • Tidak boleh mengedan dan pancarannya lama.
  • Lampias dan tidak menetes.
  • Bisa langsung BAK tidak perlu lagi menunggu padahal sudah buka celana didepan toilet.
  • Celana dalam kering, tidak basah sebab tidak bocor.