1 of 18

INFLASI DAN PROXY INFLASI

Waikabubak, 21 Oktober 2025

SERAFINA M ROSWITHA TAMPUNG,SST

Fungsinal Statistisi Ahli Muda BPS Kabupaten Sumba Barat

BPS KABUPATEN SUMBA BARAT

2 of 18

Outline

2

PENJELASAN UMUM

1

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMSEN/ INFLASI

Daerah Inflasi– Kota Waingapu

2

3

INDEKS PERKEMBANGAN HARGA (IPH)/ PROXY INFLASI

Kabupaten Sumba Barat

PENUTUP

4

3 of 18

1

PENJELASAN UMUM

4 of 18

3

MOBIL = PERKENOMIAN

KECEPATAN MOBIL = INFLASI/DEFLASI

JALAN MULUS/MENANJAK/MENURUN/BERLUBANG

=

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERUBAHAN HARGA (INFLASI/DEFLASI)

PENGEMUDI MOBIL = PELAKU PENGENDALIAN INFLASI misalnya pemerintah, pengambil kebijakan, TPID

REM & GAS BIJAK = UPAYA/CARA BIJAK MENGONTROL KECEPATAN MOBIL

5 of 18

Peran Badan Pusat Statistik (BPS) dalam TPID

4

Tugas Utama Badan Pusat Statistik dalam Undang- undang No. 16 Tahun 1997 tentang Statistik yaitu “menyediakan data statistik yang lengkap, akurat, dan mutakhir dalam rangka mewujudkan Sistem Statistik Nasional yang andal, efektif, dan efisien guna mendukung pembangunan nasional

Peran Utama Badan Pusat Statistik dalam TPID:

“Menyediakan data inflasi yang digunakan untuk memantau pergerakan perubahan harga dan menjadi dasar rekomendasi kebijakan dalam pengendalian inflasi”

6 of 18

Perbedaan Inflasi dan Proxy Inflasi

  • Pengumpulan data oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Kementrian Perdagangan) di setiap kabupaten/kota (tim SP2KP) bukan daerah inflasi dan data diolah langsung oleh BPS RI

  • Angka Inflasi diperoleh melalui perhitungan angka Indeks Perkembangan Harga (IPH) atau Proxy inflasi

  • Komoditas yang didata hanya 20 komoditas pangan strategis

  • Dapat menggambarkan perubahan harga dalam jangka pendek seperti mingguan

5

INFLASI

PROXY INFLASI

  • Pengumpulan data dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) di 150 kabupaten/kota (daerah inflasi)

  • Angka Inflasi diperoleh melalui perhitungan Perubahan Indeks Harga Konsumen (IHK): Survei Harga Konsumen (SHK)

  • Komoditas yang didata terdiri dari 11 kelompok barang dengan lebih dari 200 jenis komoditas/barang

  • Dapat menggambarkan perubahan harga dalam jangka Panjang seperti bulanan atau tahunan

7 of 18

Faktor yang mempengaruhi Perubahan Harga (Inflasi/Deflasi)

6

  • Permintaan dan Penawaran: Ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan komoditas dapat menyebabkan perubahan harga

  • Biaya Produksi: Misalnya Kenaikan harga pupuk, bahan bakar, atau distribusi bisa menyebabkan harga pangan naik

  • Kebijakan Pemerintah: Subsidi, pembatasan ekspor/impor, atau intervensi pasar bisa mempengaruhi ketersediaan harga

  • Cuaca dan Musim

  • Ekspektasi dan Spekulasi Pasar: persepsi pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi atau kebijakan bisa memicu perubahan harga

  • Distribusi dan Infrastruktur: Hambatan logistic atau keterbatasan transportasi bisa menyebabkan harga meningkat di daerah tertentu

8 of 18

2

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

Daerah Inflasi - Kota Waingapu

9 of 18

INFLASI SEPTEMBER 2025 (m-to-m )

7

Series month-to-month

Inflasi Tahun Kalender - YTD

(September 2025 terhadap Desember 2024)

0,38%

0,86%

Inflasi Bulan ke Bulan - MTM

(September 2025 terhadap Agustus 2025)

-1,32%

Inflasi Tahun ke Tahun - YOY

(September 2025 terhadap September 2024)

Rincian

Inflasi

Andil Inflasi

Inflasi Umum

-1,32

-1,32

1.

Makanan, Minuman, dan Tembakau

-2,56

-1,11

2.

Pakaian dan Alas Kaki

~0

~0

3.

Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga

-0,05

-0,01

4.

Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan

Rutin Rumah Tangga

-0,34

-0,01

5.

Kesehatan

0,48

0,01

6.

Transportasi

-2,31

-0,22

7.

Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan

0,15

0,01

8.

Rekreasi, Olahraga, dan Budaya

~0

~0

9.

Pendidikan

~0

~0

10.

Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran

0,50

0,03

11.

Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya

-0,17

-0,02

Inflasi Berdasarkan Kelompok Pengeluaran (m-to-m, %)

Keterangan: ~0: Data sangat kecil/mendekati nol

Jan

Feb

Mar

Apr

Mei

Jun

Jul

Aug

Sep

IHK 107,04

10 of 18

KOMODITAS ANDIL INFLASI (m-to-m )

Komoditas Tomat dominan mendorong deflasi September 2025

8

Andil Deflasi

-0,33%

Tomat

-0,32%

Angkutan Udara

-0,25%

Kangkung

-0,21%

Cabai Rawit

-0,12%

Ikan Tembang

11 of 18

INFLASI SEPTEMBER 2025 (y-on-y)

9

Rincian

Inflasi

Andil Inflasi

Inflasi Umum

0,86

0,86

1.

Makanan, Minuman, dan Tembakau

1,26

0,53

2.

Pakaian dan Alas Kaki

6,24

0,21

3.

Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga

-0,61

-0,12

4.

Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga

0,49

0,02

5.

Kesehatan

1,54

0,02

6.

Transportasi

-2,31

-0,22

7.

Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan

0,05

0,00

8.

Rekreasi, Olahraga, dan Budaya

5,03

0,09

9.

Pendidikan

3,47

0,09

10.

Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran

1,61

0,09

11.

Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya

2,81

0,15

Series year-on-year

Inflasi Tahun ke Tahun

(September 2025 terhadap September 2024)

0,86%

IHK 107,04

Inflasi Berdasarkan Kelompok Pengeluaran (y-on-y,%)

Keterangan: ~0: Data sangat kecil/mendekati nol

12 of 18

KOMODITAS ANDIL INFLASI (y-o-y)

Komoditas Ikan Kembung dominan mendorong Inflasi September 2025

10

Andil Inflasi

0,55%

Ikan Kembung

0,28%

Bayam

0,22%

Ayam Hidup

0,20%

Sigaretek Kretek Mesin

0,19%

Bawang Merah

13 of 18

3

INDEKS PERKEMBANGAN HARGA (IPH)/ PROXY INFLASI

KABUPATEN SUMBA BARAT

14 of 18

INDEKS PERKEMBANGAN HARGA KABUPATEN SUMBA BARAT 2025

  • IPH Kabupaten Sumba Barat tertinggi terjadi pada Bulan Januari yaitu 1,92 dengan komoditas yang paling banyak mempengaruhi kenaikan angka IPH adalah cabai merah, cabai rawit, beras.

  • IPH Kabupaten Sumba Barat terendah terjadi pada Bulan Agustus yaitu -2,73 dengan komoditas yang paling banyak mempengaruhi penurunan angka IPH adalah daging ayam ras, telur ayam ras, cabai merah.

11

IPH 2025

Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Sumba Barat selama tahun 2025 menunjukan adanya kenaikan dan penurunan harga pada 20 komoditas bahan pangan.

15 of 18

IPH SEPTEMBER 2025

  • Indeks Perkembangan Harga Kabupaten Sumba Barat pada Bulan September 2025 adalah -0,77
  • Komoditi yang memiliki andil terhadap penurunan IPH pada Bulan September 2025 adalah cabai rawit, cabai merah, dan gula pasir
  • Komoditi dengan fluktuasi harga tertinggi adalah cabai rawit

12

Series year-on-year

IPH September 2025

(September 2025 terhadap Agustus 2025)

-0,77%

Andil Indeks Perkembangan Harga

Cabai Rawit

Cabai Merah

Gula Pasir

-0,113

-0,3101

-0,3425

16 of 18

4

PENUTUP

17 of 18

13

Dari Perumpamaan Mengendarai Mobil:

‘’BAHWA MENGENDALIKAN INFLASI MEMBUTUHKAN KESEIMBANGAN SERTA RESPON YANG TEPAT DAN BIJAK. TIDAK BOLEH TERLALU AGRESIF ATAU TERLALU PASIF, MELAINKAN HARUS SESUAI DENGAN KONDISI YANG ADA SEPERTI SEORANG PENGEMUDI YANG TERAMPIL MENGENDALIKAN MOBILNYA”

18 of 18

TERIMA KASIH

Mari Kawal Bersama, Langkah Besar Wujudkan Kemandirian Perekonomian Bangsa Untuk Indonesia yang Lebih Sejahtera

SENSUS EKONOMI 2026

MILIK INDONESIA!

#MencatatEkonomiIndonesia

Landing Page

Sensus Ekonomi 2026

https://sensus.bps.go.id/se2026/