�AKSI NYATA MODUL 1.1�
Refleksi Filosofi Pendidikan Nasional
KI HADJAR DEWANTARA
Enok Hasanah, S.Pd
Guru Penggerak Jawa Barat
SMKN 1 SETU
TAHUN 2024
TUJUAN PENDIDIKAN MENURUT KI HADJAR DEWANTARA
ASAS PENDIDIKAN KI HADJAR DEWANTARA
ASAS PENDIDIKAN KI HADJAR DEWANTARA
FILOSOFI PENDIDIKAN KI HADJAR DEWANTARA
filosofis pendidikan berdasarkan pemikiran Ki Hajar Dewantara mengenai pendidikan meluaskan pBapak/Ibungan kita bahwa pendidikan merupakan upaya untuk memerdekakan manusia. Agar bapak/ibu guru lebih memahami tentang filosofi pendidikan KHD
DASAR DASAR PENDIDIKAN YANG MENUNTUN
Ki Hadjar Dewantara menjelaskan bahwa tujuan pendidikan yaitu: menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Oleh sebab itu, pendidik itu hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak. Dalam proses “menuntun”, anak diberi kebebasan namun pendidik sebagai ‘pamong’ dalam memberi tuntunan dan arahan agar anak tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya. Seorang ‘pamong’ dapat memberikan ‘tuntunan’ agar anak dapat menemukan kemerdekaannya dalam belajar. Pendidikan bertujuan untuk menuntun (memfasilitasi/membantu) anak untuk menebalkan garis samar-samar agar dapat memperbaiki laku-nya untnuk menjadi manusia seutuhnya. Jadi anak bukan kertas kosong yang bisa digambar sesuai keinginan orang dewasa (Rafael, Simon Petrus. 2022).
DASAR DASAR PENDIDIKAN YANG MENUNTUN
Ki Hadjar Dewantara (2009), juga mengingatkan para pendidik untuk tetap terbuka namun tetap waspada terhadap perubahan-perubahan yang terjadi, “waspadalah, carilah barang-barang yang bermanfaat untuk kita, yang dapat menambah kekayaan kita dalam hal kultur lahir atau batin. Jangan hanya meniru. Hendaknya barang baru tersebut dilaraskan lebih dahulu”. KHD menggunakan ‘barang-barang’ sebagai simbol dari tersedianya hal-hal yang dapat kita tiru, namun selalu menjadi pertimbangan bahwa Indonesia juga memiliki potensi-potensi kultural yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar. Kekuatan sosio-kultural menjadi proses ‘menebalkan’ kekuatan kodrat anak yang masih samar-samar. Pendidikan bertujuan untuk menuntun (memfasilitasi/membantu) anak untuk menebalkan garis samar-samar agar dapat memperbaiki laku-nya untuk menjadi manusia seutuhnya. Jadi anak bukan kertas kosong yang bisa digambar sesuai keinginan orang dewasa
KODRAT ALAM DAN KODRAT ZAMAN
Menurut Rafael, Simon Petrus. (2022). menjelaskan bahwa dasar Pendidikan anak berhubungan dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Kodrat alam berkaitan dengan “sifat” dan “bentuk” lingkungan di mana anak berada, sedangkan kodrat zaman berkaitan dengan “isi” dan “irama”. Ki Hadjar Dewantara hendak mengingatkan pendidik bahwa pendidikan anak sejatinya menuntut anak mencapai kekuatan kodratnya sesuai dengan alam dan zaman. Bila melihat dari kodrat zaman, pendidikan saat ini menekankan pada kemampuan anak untuk memiliki Keterampilan Abad ke-21 sedangkan dalam memaknai kodrat alam maka konteks lokal sosial budaya murid di Indonesia Barat tentu memiliki karakteristik yang berbeda dengan murid di Indonesia Tengah atau Indonesia Timur.
KODRAT ALAM DAN KODRAT ZAMAN
Ki Hadjar Dewantara (2009) menegaskan juga bahwa didiklah anak-anak dengan cara yang sesuai dengan tuntutan alam dan zamannya sendiri. Artinya, cara belajar dan interaksi murid Abad ke-21, tentu sangat berbeda dengan para murid di pertengahan dan akhir abad ke-20. Kodrat alam Indonesia dengan memiliki 2 musim (musim hujan dan musim kemarau) serta bentangan alam mulai dari pesisir pantai hingga pegunungan memiliki keberagaman dalam memaknai dan menghayati hidup. Demikian pula dengan zaman yang terus berkembang dinamis mempengaruhi cara pendidik menuntun para murid.
BUDI PEKERTI
Menurut Ki Hadjar Dewantara (2009) menjelaskan budi pekerti, atau watak atau karakter merupakan perpaduan antara gerak pikiran, perasaan dan kehendak atau kemauan sehingga menimbulkan tenaga. Budi pekerti juga dapat diartikan sebagai perpaduan antara Cipta (kognitif), Rasa (afektif), Karsa (kemauan/kehendak) sehingga menciptakan Karya (psikomotor). Budi Pekerti merupakan keselarasan (keseimbangan) hidup antara cipta, rasa, karsa dan karya. Keselarasan hidup anak dilatih melalui pemahaman kesadaran diri yang baik tentang kekuatan dirinya kemudian dilatih mengelola diri agar mampu memiliki kesadaran sosial bahwa ia tidak hidup sendiri dalam relasi sosialnya sehingga ketika membuat sebuah keputusan yang bertanggungjawab dalam kemerdekaan dirinya dan kemerdekaan orang lain. Budi Pekerti melatih anak untuk memiliki kesadaran diri yang utuh untuk menjadi dirinya (kemerdekaan diri) dan kemerdekaan orang lain
BUDI PEKERTI
Ki Hadjar Dewantara menjelaskan, keluarga menjadi tempat yang utama dan paling baik untuk melatih pendidikan sosial dan karakter baik bagi seorang anak. Keluarga merupakan tempat bersemainya pendidikan yang sempurna bagi anak untuk melatih kecerdasan budi-pekerti (pembentukan watak individual). Keluarga juga merupakan sebuah ekosistem kecil untuk mempersiapkan hidup anak dalam bermasyarakat dibanding dengan institusi pendidikan lainnya. Alam keluarga menjadi ruang bagi anak untuk mendapatkan teladan, tuntunan, pengajaran dari orang tua. Keluarga juga dapat menjadi tempat untuk berinteraksi sosial antara kakak dan adik sehingga kemandirian dapat tercipta karena anak-anak saling belajar antara satu dengan yang lain dalam menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi. Oleh sebab itu, peran orang tua sebagai guru, penuntun, dan pemberi teladan menjadi sangat penting dalam pertumbuhan karakter baik anak (Rafael, Simon Petrus. 2022
Jadi menurut Ki Hajar Dewantara
Pendidikan dan pengajaran merupakan usaha persiapan dan persediaan untuk segala kepentingan hidup manusia, baik dalam hidup bermasyarakat maupun hidup berbudaya dalam arti yang seluas- luasnya.
Relevansi pemikiran KHD dengan konteks pendidikan Indonesia saat ini dan konteks pendidikan di Jawa Barat serta sekolah
Relevansi dari pemikiran Ki Hadjar Dewantara memiliki konteks pendidikan yang begitu bisa terserap di sekolah kami dan relevansi , karena adanya integrasi nilai-nilai karakter dalam kegiatan belajar mengenai pembentuk karakteristik sesuai dengan visi sekolah kami yaitu Inovatif Berkarakter dan Unggul ( IBU) khususnya mengenai karakter budi pekerti pada peserta didik di sekolah kami. karena pendidkan dan pengajaran budi pekerti harus kita tanamkan pada anak-anak sejak dini, dimana mereka akan lebih bisa menyerap tindakan yang di berikan, kemerdekaan yang di berikan kepada anak-anak bukan serta merta tidak kita pantau, harus kita pantau agar hasil yang kita harapkan dapat terealisasi Pendidikan sekolah kami berorientasi pada peserta didik..Kemudian pendidikan Ki Hadjar Dewantara menegaskan juga bahwa didiklah anak-anak dengan cara yang sesuai dengan tuntutan alam dan zamannya sendiri itu pun relevan dengan visi sekolah kami yang terus berinovasi dan unggul Demikian pula dengan zaman yang terus berkembang zaman dinamis mempengaruhi cara pendidik menuntun para murid di sekolah kami untuk menghadapai zaman globalisasi ini terjadi kemajuan teknologi alat komunikasi dan transportasi.
Relevansi lihat pada diri sendiri sebagai seorang pendidik setelah mempelajari materi ini
Begitu saya merindukan bersekolah kembali baik di SD, SMP, SMA serta di perkuliahan pada zamannya, banyak hal yang saya dapatkan dari sekolah di mulai dengan pengajaran Guru dimana ada guru saya rindukan dengan pengajaran dan pendidikan yang dilakukan beliau, ternyata benar apa yang di ungkapkan bapak, Ki Hadjar Dewantara bahwasannya pendidikan dan pengajaran akan terus menempel dalam pikiran serta bisa merubah perilaku, Apabila melakukannya dengan Baik dan Benar, karena hal tersebut bisa sangat berpengaruh dalam kehidupan mereka, Apabila salah mengunkapkan sesuatu yang tidak benar maka penyampaianpun akan bisa salah dan itu bisa mengubah refleksi murid, semoga kita dalam mendidik dan mengajar bisa merefleksikan sesuai dengan harapan bapak Ki Hadjar Dewantara.
Relevansi di lihat pada murid-murid Bapak/Ibu
setelah mempelajari materi ini
Pemikiran Ki Hajar Dewantara merupakan salah satu refleksi yang saya lakukan disekolah dalam hal pendidikan dan pengajaran, yaitu memberikan kebebasan dalam hal berkreasi dengan pemantauan dan pengarahan yang saya lakukan, sehingga murid bisa lebih merdeka dalam berkreasi dan berinovasi yang bernilai, adapun pengajaran yang dituangkan oleh bapak Ki Hajar Dewantara yaitu Pendidikan’ dan ‘Pengajaran’ itu seringkali dipakai bersama-sama. Sebenarnya gabungan kedua kata itu dapat mengeruhkan pengertiannya yang asli. Ketahuilah, pembaca yang terhormat, bahwa
sebenarnya yang dinamakan ‘pengajaran’ (onderwijs) itu merupakan salah satu bagian dari pendidikan. Maksudnya, pengajaran itu tidak lain adalah pendidikan dengan cara memberi ilmu atau berfaedah buat hidup anak-anak, baik lahir maupun batin, teori apa yang di ungkapkan oleh bapak Ki Hadjar Dewantara, sedikit demi sedikit telah di refleksikan oleh saya, semoga apa yang saya lakukan sudah sesuai dengan ajaran yang dikemukakan bapak Ki Hadjar Dewantara.
KUMPULAN FOTO KEGIATAN AKSI NYATA
KUMPULAN FOTO KEGIATAN AKSI NYATA
�GURU PENGGERAK JAWA BARAT ��4K (KREATIF,KRITIS,KOMUNIKATIF,KOLABORATIF)�3G (TERGERAK BERGERAK MENGGERAKAN)���TERIMA KASIH