UNIVERSITAS INDONESIA
Pandu Maulana Anwari | Miranda Nurtanio | Intan Dewi Sulastri
PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA.JK)
Harvesting Growth, Beyond Commodities
BUY
35,3% UPSIDE
Penutupan Harga 21 Juli 2025: Rp 820
Target Harga: Rp 1,110
Ringkasan Investasi
Mengapa harus ‘BUY’ TBLA?
BUY
Target Harga 12M:
1,110
IDR
Dengan 5Y Pendapatan CAGR
6.6% dan Implied 6.44x Forward P/E
Berdasarkan harga penutupan IDR 820 (21 Juli’25)
35,3%
Ringkasan Investasi
Mengapa harus ‘BUY’ TBLA?
Hilirisasi CPO sebagai Bahan Bakar Pengganti
Manisnya Peluang di Tengah Defisit Gula
Ekspansi Lahan Dorong Kelancaran Hilirisasi
BUY
Target Harga 12M:
1,110
IDR
Dengan 5Y Pendapatan CAGR
6.6% dan Implied 6.44x Forward P/E
Berdasarkan harga penutupan IDR 820 (21 Juli’25)
35,3%
Business Overview
Pemain Lama dalam Lanskap Agribisnis Indonesia
Thesis 1
Thesis 2
Thesis 3
Valuation
Risk
ESG
Macro
Overview
Pangsa Pasar Gula Konsumsi Indonesia di E-commerce
+
83% CPO Dunia diproduksi oleh Indonesia dan Malaysia
Data produksi CPO dunia (juta ton)
Business Overview
Pemain Lama dalam Lanskap Agribisnis Indonesia
Thesis 1
Thesis 2
Thesis 3
Valuation
Risk
ESG
Macro
Overview
Dua segmen utama TBLA:
Business Overview
Pemain Lama dalam Lanskap Agribisnis Indonesia
Thesis 1
Thesis 2
Thesis 3
Valuation
Risk
ESG
Macro
Overview
Peta Infrastruktur Distribusi TBLA
Kapasitas Produksi & Wilayah Operasional TBLA
Hilirisasi CPO sebagai Bahan Bakar Pengganti
Manisnya Peluang di Tengah Defisit Gula
Ekspansi Lahan Dorong Kelancaran Hilirisasi
1
2
3
Thesis 1
Thesis 2
Thesis 3
Valuation
Risk
ESG
Macro
Overview
Hilirisasi CPO sebagai Bahan Bakar Pengganti
Manisnya Peluang di Tengah Defisit Gula
Ekspansi Lahan Dorong Kelancaran Hilirisasi
1
2
3
Mandat membuka peluang yang menjanjikan
Hilirisasi industri melalui mandat Biodiesel mendorong konsumi domestik dan pengurangan ketergantungan impor
Sumber: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, APROBI
B30
Untuk memenuhi ambisi pemerintah di 2026, dibutuhkan tambahan kapasitas produksi sebanyak
2020
Hilirisasi CPO sebagai Bahan Bakar Pengganti
Thesis 1
Thesis 2
Thesis 3
Valuation
Risk
ESG
Macro
Overview
B35
2023
B40
2025
B50
2026
Melalui mandat ini, produksi dan konsumsi domestik Biodiesel mengalami kenaikan yang pesat dari 2009 sampai 2024
Produksi VS Konsumsi Biodiesel (Ribu KL)
Timeline Mandat Biodiesel
18 jt Ton
Minyak kelapa sawit
2011
2012
2013
2014
2015
2016
2017
2018
2019
2020
2021
2009
2023
2024
2022
2010
1.048
3.008
2.572
3.750
6.396
1.258
10.430
12.242
+33%
Produksi
Konsumsi Domestik
Namun, mandat ini dapat mempengaruhi persediaan kelapa sawit di pasar global mengakibatkan harga rentan berfluktuasi.
Mandat membuka peluang yang menjanjikan
Per 2024, kapasitas produksi biodiesel yang terpasang di Indonesia mencapai 19,6 juta kiloliter yang tersebar di beberapa provinsi.
Kapasitas Produksi
Sumber: APROBI
Hilirisasi CPO sebagai Bahan Bakar Pengganti
Thesis 1
Thesis 2
Thesis 3
Valuation
Risk
ESG
Macro
Overview
Peta Produsen Biodiesel Indonesia
TBLA merupakan pemain menengah di pasar persaingan Biodiesel dipenuhi dengan pemain-pemain besar
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Lampung
Jawa Barat
Jawa Timur
Banten
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Sulawesi Utara
Pemain-pemain Besar dalam Pasar Biodiesel
Produksi TBLA terfokuskan pada satu wilayah saja, yaitu Lampung dengan kapasitas produksi yang tergolong menengah jika dibandingkan dengan pemain besar dalam pasar
Cakupan Wilayah
Hilirisasi CPO sebagai Bahan Bakar Pengganti
Mandat membuka peluang yang menjanjikan
Thesis 1
Thesis 2
Thesis 3
Valuation
Risk
ESG
Macro
Overview
Lokasi produksi utama Perseroan yang strategis
Subsidi Pemerintah untuk Perusahaan CPO
Sumber: Laporan Tahunan Perusahaan, Politically Exposed Persons dalam Jejaring Biodiesel Indonesia
Namun, TBLA memiliki keunggulan komparatif yang menguntungkan untuk menarik peluang
5 Menit
dari Pelabuhan Lampung
TBLA mengelola bisnis dari hulu ke hilir, mulai dari Perkebunan kelapa sawit hingga produski biodiesel dengan pengalaman selama lebih dari empat dekade
Rp 6.447 Miliar
sejak 2015-2023
#9
dari perusahaan serupa yang mendapatkan subsidi
atau
Logistik yang menguntungkan
Integrasi vertikal dari hulu ke hilir
TBLA termasuk dalam Perusahaan yang mendapatkan dukungan berupa subsidi dari Pemerintah
Hilirisasi CPO sebagai Bahan Bakar Pengganti
Thesis 1
Thesis 2
Thesis 3
Valuation
Risk
ESG
Macro
Overview
Pada 2025, TBLA diuntungkan dari kebijakan peningkatan mandat ini yang dapat dilihat dari peningkatan kontrak pengadaan.
Peningkatan kapasitas produksi menjadi 765 ribu Ton per tahun
1
Peningkatan kontrak pengadaan Biodiesel sebesar 113,5% di 2025 dari tahun sebelumnya
2
Volume Kontrak Pengadaan Biodiesel TBLA (Ribu KL)
2021
2022
2020
2024
2025
2023
Mitra Pengadaan Biodiesel TBLA :
TBLA akan terus melebarkan sayapnya melalui peningkatan kapasitas produksi seiring dengan mandat
Sumber: Laporan Tahunan Perusahaan
Peningkatan yang dialami TBLA saat ini masih akan terus terjadi selama terdapat dukungan dari Pemerintah dan permintaan yang terus bertambah
Mandat membuka peluang yang menjanjikan
Thesis 1
Thesis 2
Thesis 3
Valuation
Risk
ESG
Macro
Overview
Hilirisasi CPO sebagai Bahan Bakar Pengganti
Manisnya Peluang di Tengah Defisit Gula
Ekspansi Lahan Dorong Kelancaran Hilirisasi
1
2
3
Manisnya Peluang di Tengah Defisit Gula
Overview
Thesis 1
Thesis 2
Thesis 3
Valuation
Risk
ESG
Macro
Overview
Permintaan gula di Indonesia setiap tahunnya konsisten jauh melampaui kapasitas produksi domestik, dengan defisit mencapai 5,6 juta ton pada 2024. Produksi gula domestik Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai 2,6 juta ton, sementara konsumsi gula (konsumsi dan industri) mencapai 7,6 juta ton, menghasilkan defisit ~5 juta ton. Peluang ini dijemput oleh TBLA dengan konsistensi peningkatan lahan tebu. Disamping itu, pemerintah juga menargetkan swasembada gula konsumsi pada 2028.
Sumber: Mordor Intelligence
flow tiap thesis: overview-challenge-impact (positive tone)-forward looking
Potensi untuk TBLA
Struktur Defisit Gula Nasional
Kenaikan Harga Acuan Penjualan (HAP) Gula
Target Swasembada Gula
Pertumbuhan Industri Makanan dan Minuman (F&B)
8,6% CAGR
Pertumbuhan Industri Gula Tebu Asia-Pasifik (bn $)
Jurang tinggi defisit gula nasional
Thesis 1
Thesis 2
Thesis 3
Valuation
Risk
ESG
Macro
Overview
Permintaan gula di Indonesia setiap tahunnya konsisten jauh melampaui kapasitas produksi domestik, dengan defisit mencapai 5,6 juta ton pada 2024. Produksi gula domestik Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai 2,6 juta ton, sementara konsumsi gula (konsumsi dan industri) mencapai 7,6 juta ton, menghasilkan defisit ~5 juta ton. Peluang ini dijemput oleh TBLA dengan konsistensi peningkatan lahan tebu. Disamping itu, pemerintah juga menargetkan swasembada gula konsumsi pada 2028.
Sumber: APROBI, USDA
flow tiap thesis: overview-challenge-impact (positive tone)-forward looking
Defisit Gula Nasional
Kenaikan HAP Gula
Swasembada Gula
Growth Industri F&B
GAP 4,38
Data Gula Nasional (Miliar Ton)
Konsumsi
Produksi
Populasi (2023): 281,2 juta (2023)
GDP/Kapita (2023): 75 juta
Bagaimana cara memenuhi gap tersebut?
Data Impor Gula Dunia
#1
Negara Pemasok:
Penyebab:
1
2
Kebutuhan Industri
Kondisi Iklim
Manisnya Peluang di Tengah Defisit Gula
Gula sebagai komoditas strategis
Thesis 1
Thesis 2
Thesis 3
Valuation
Risk
ESG
Macro
Overview
Permintaan gula di Indonesia setiap tahunnya konsisten jauh melampaui kapasitas produksi domestik, dengan defisit mencapai 5,6 juta ton pada 2024. Produksi gula domestik Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai 2,6 juta ton, sementara konsumsi gula (konsumsi dan industri) mencapai 7,6 juta ton, menghasilkan defisit ~5 juta ton. Peluang ini dijemput oleh TBLA dengan konsistensi peningkatan lahan tebu. Disamping itu, pemerintah juga menargetkan swasembada gula konsumsi pada 2028.
Sumber: AGRI Historical Data,
flow tiap thesis: overview-challenge-impact (positive tone)-forward looking
Defisit Gula Nasional
Kenaikan HAP Gula
Swasembada Gula
Growth Industri F&B
HAP Gula Konsumsi Indonesia (Rp)
Gula 🡪 Komponen bahan makanan strategis
Inflasi
Harga eceran naik
Produsen menyesuaikan harga
Manisnya Peluang di Tengah Defisit Gula
Akibatnya….
….berdampak pada…
Turunnya daya beli
Pemerintah: Swasembada Gula 2028
Thesis 1
Thesis 2
Thesis 3
Valuation
Risk
ESG
Macro
Overview
Permintaan gula di Indonesia setiap tahunnya konsisten jauh melampaui kapasitas produksi domestik, dengan defisit mencapai 5,6 juta ton pada 2024. Produksi gula domestik Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai 2,6 juta ton, sementara konsumsi gula (konsumsi dan industri) mencapai 7,6 juta ton, menghasilkan defisit ~5 juta ton. Peluang ini dijemput oleh TBLA dengan konsistensi peningkatan lahan tebu. Disamping itu, pemerintah juga menargetkan swasembada gula konsumsi pada 2028.
Sumber: BPS, Kementan,
flow tiap thesis: overview-challenge-impact (positive tone)-forward looking
Defisit Gula Nasional
Kenaikan HAP Gula
Swasembada Gula
Growth Industri F&B
Andi Amran Sulaiman
Menteri Pertanian
“Kita fokus tebu, semoga 2 hingga 3 tahun, paling lambat 4 atau 5 tahun, Indonesia bisa mulai meraih swasembada gula.”
Data Luas Lahan Tebu Indonesia
Strategi Pemerintah
Modernisasi dan peningkatan kapasitas giling pabrik ekstensi
Perluasan lahan tebu baru hingga 200 ribu-500ribu ha dengan anggaran Rp10-Rp40 triliun
Menyederhanakan aturan KUR petani tebu, seperti batas akumulasi pinjaman Rp500 juta
Meningkatkan hasil produksi dari rata-rata 79 ton/ha menjadi 100 ton/ha dengan memastikan distribusi pupuk subsidi tepat sasaran dan penyediaan bibit unggul
1
2
3
4
Dasar Hukum: Peraturan Pemerintah No. 40 Tahun 2023
Manisnya Peluang di Tengah Defisit Gula
Pertumbuhan Industri Food & Beverages
Thesis 1
Thesis 2
Thesis 3
Valuation
Risk
ESG
Macro
Overview
Permintaan gula di Indonesia setiap tahunnya konsisten jauh melampaui kapasitas produksi domestik, dengan defisit mencapai 5,6 juta ton pada 2024. Produksi gula domestik Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai 2,6 juta ton, sementara konsumsi gula (konsumsi dan industri) mencapai 7,6 juta ton, menghasilkan defisit ~5 jiuta ton. Peluang ini dijemput oleh TBLA dengan konsistensi peningkatan lahan tebu. Disamping itu, pemerintah juga menargetkan swasembada gula konsumsi pada 2028.
Sumber: Mordor Intelligence,
flow tiap thesis: overview-challenge-impact (positive tone)-forward looking
Defisit Gula Nasional
Kenaikan HAP Gula
Swasembada Gula
Growth Industri F&B
13,3% CAGR
Market Size Pasar Jasa Makanan Indonesia (Miliar USD)
Driving Force:
Implikasi: Konsumsi gula industri meningkat, membuka peluang ekspansi pasar untuk produsen skala besar.
Industri F&B 🡪 konsumen utama gula rafinasi.
Proporsi Kelas Menengah Menurut Pengeluaran dalam (%)
Urbanisasi
Manisnya Peluang di Tengah Defisit Gula
Thesis 1
Thesis 2
Thesis 3
Valuation
Risk
ESG
Macro
Overview
Hilirisasi CPO sebagai Bahan Bakar Pengganti
Manisnya Peluang di Tengah Defisit Gula
Ekspansi Lahan Dorong Kelancaran Hilirisasi
1
2
3
Ekspansi Lahan Dorong Kelancaran Hilirisasi
Memanfaatkan Keunggulan Perusahaan
Asosiasi Fintech Indonesia (Aftect) mencatat jumlah perusahaan fintech Indonesia mencapai 336 perusahaan di tahun 2023, atau meningkat tujuh kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menggarisbawahi evolusi sektor fintech Indonesia yang sangat cepat.
Lanskap investasi fintech di Indonesia sangat kuat, dengan pertumbuhan pengguna pasar fintech yang signifikan di semua segmen. Menurut proyeksi Statista Research Department, pengguna fintech di Indonesia terus meningkat rata-rata 18% per tahun dalam satu dekade terakhir, dari tahun 2018 hingga 2028. Dalam hal ini, segmen pembayaran digital mencapai nilai tertinggi sebesar 205 juta pengguna pada tahun 2028.
Thesis 1
Thesis 2
Thesis 3
Valuation
Risk
ESG
Macro
Overview
TBLA memiliki keunggulan operasional yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Dari lahan kelolaaan hingga 110 Ribu ha dan lebih dari 5 juta ton kapasitas produksi/tahun dengan utilisasi kilang 75-80%, dengan strategi efisiensi yang dijalankan akan semakin memperkuat kinerja dan pertumbuhan perusahaan. Rencana ekspansi lahan serta optimalisasi fasilitas produksi juga membuka ruang bagi peningkatan pendapatan ke depan. Dalam jangka panjang, TBLA berencana meningkatkan luas lahan tertanam sebesar 2.500 ha/tahun sebagai langkah untuk menjaga volume produksi.
Lahan Kelolaan dan Kapasitas Produksi yang terpusat…..
Sumber: Company Presentation, Team Analysis
Infrastruktur TBLA
Lahan Kelolaan
+100K Ha
…menjadikan integrasi dari hulu ke hilir….
Kapasitas Produksi
+5 Juta Ton
Lokasi Operasional TBLA
+2500Ha/�tahun
Utilisasi
75-80%
Ekspansi Lahan Dorong Kelancaran Hilirisasi
Memaksimalkan Potensi Perusahaan
Asosiasi Fintech Indonesia (Aftect) mencatat jumlah perusahaan fintech Indonesia mencapai 336 perusahaan di tahun 2023, atau meningkat tujuh kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menggarisbawahi evolusi sektor fintech Indonesia yang sangat cepat.
Lanskap investasi fintech di Indonesia sangat kuat, dengan pertumbuhan pengguna pasar fintech yang signifikan di semua segmen. Menurut proyeksi Statista Research Department, pengguna fintech di Indonesia terus meningkat rata-rata 18% per tahun dalam satu dekade terakhir, dari tahun 2018 hingga 2028. Dalam hal ini, segmen pembayaran digital mencapai nilai tertinggi sebesar 205 juta pengguna pada tahun 2028.
Thesis 1
Thesis 2
Thesis 3
Valuation
Risk
ESG
Macro
Overview
TBLA memiliki keunggulan operasional yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Dari lahan kelolaaan hingga 110 Ribu ha dan lebih dari 5 juta ton kapasitas produksi/tahun dengan utilisasi kilang 75-80%, dengan strategi efisiensi yang dijalankan akan semakin memperkuat kinerja dan pertumbuhan perusahaan. Rencana ekspansi lahan serta optimalisasi fasilitas produksi juga membuka ruang bagi peningkatan pendapatan ke depan. Dalam jangka panjang, TBLA berencana meningkatkan luas lahan tertanam sebesar 2.500 ha/tahun sebagai langkah untuk menjaga volume produksi.
Peningkatan Utilisasi Kapasitas Produksi meningkatkan produksi tahunan…..
Sumber: Company Presentation, Team Analysis
…mendorong pendapatan terus bertumbuh….
Proyeksi Pendapatan TBLA
Proyeksi Produksi TBLA
Ekspansi Lahan Dorong Kelancaran Hilirisasi
Dampak Kelancaran Hilirisasi
Asosiasi Fintech Indonesia (Aftect) mencatat jumlah perusahaan fintech Indonesia mencapai 336 perusahaan di tahun 2023, atau meningkat tujuh kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menggarisbawahi evolusi sektor fintech Indonesia yang sangat cepat.
Lanskap investasi fintech di Indonesia sangat kuat, dengan pertumbuhan pengguna pasar fintech yang signifikan di semua segmen. Menurut proyeksi Statista Research Department, pengguna fintech di Indonesia terus meningkat rata-rata 18% per tahun dalam satu dekade terakhir, dari tahun 2018 hingga 2028. Dalam hal ini, segmen pembayaran digital mencapai nilai tertinggi sebesar 205 juta pengguna pada tahun 2028.
Thesis 1
Thesis 2
Thesis 3
Valuation
Risk
ESG
Macro
Overview
TBLA memiliki keunggulan operasional yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Dari lahan kelolaaan hingga 110 Ribu ha dan lebih dari 5 juta ton kapasitas produksi/tahun dengan utilisasi kilang 75-80%, dengan strategi efisiensi yang dijalankan akan semakin memperkuat kinerja dan pertumbuhan perusahaan. Rencana ekspansi lahan serta optimalisasi fasilitas produksi juga membuka ruang bagi peningkatan pendapatan ke depan. Dalam jangka panjang, TBLA berencana meningkatkan luas lahan tertanam sebesar 2.500 ha/tahun sebagai langkah untuk menjaga volume produksi.
Peningkatan Utilisasi juga akan mendorong efisiensi…..
Sumber: Company Presentation, Team Analysis
…menjadikan margin perusahaan membaik….
Profitabilitas Margin TBLA
GPM per Segmen TBLA
BUY
Target Harga 12M:
1,110
IDR
35,3%
DCF-FCFE Valuation (Rp1.234/Share)
40%
Relative Valuation (P/E) (Rp935/Share)
20%
DCF-FCFF Valuation (Rp1.073/Share)
40%
Valuation
Valuasi DCF-FCFE (40%): TP IDR 1,234 dengan upside 50%.
Thesis 1
Thesis 2
Thesis 3
Valuation
Risk
ESG
Macro
Overview
Regresi (3-Year Weekly)
0,6
S&P Capital IQ (1-Year)
0,82
Risk Free-Rate (10-Year Obligasi Pemerintah)
Equity Risk Premium (Damodaran Juli 2025)
Beta �(rata-rata)
Beta (rata-rata) : 0,71
Cost of Equity : 11,53%
6,52%
7,03%
0,71
Valuation
Valuasi DCF-FCFF (40%): TP IDR 1,073 dengan upside 30.83%.
Thesis 1
Thesis 2
Thesis 3
Valuation
Risk
ESG
Macro
Overview
Terminal Growth : 2.5%
Target Inflasi Tahunan
WACC | Number |
Cost of Equity | 11.53% |
Equity (FY24) | 8,448 |
Weighted Equity | 36.33% |
Cost of Debt | 6.31% |
Debt (FY24) | 14,804 |
Weighted Debt | 63.67% |
WACC | 8.21% |
Cost of Debt After Tax : 6,31%
Interest Bearing Debt
14.804
Interest Cost
1.199
22%
Corporate Tax Indo
Cost of Debt : 8,10%
Valuation
Valuasi P/E(20%): TP IDR 935 dengan upside 13.98%.
Thesis 1
Thesis 2
Thesis 3
Valuation
Risk
ESG
Macro
Overview
TBLA masih berpotensi ke atas…
TBLA’s Forward P/E Band 5Y
35.3% Upside
Last Close:
IDR820
Target Price:
IDR1,110
.... Didukung Peers yang masih di atas TBLA
Valuation
Valuasi Gabungan menunjukan Target Harga IDR 1,110 dan 35,3% Upside
Thesis 1
Thesis 2
Thesis 3
Valuation
Risk
ESG
Macro
Overview
Skenario kami berdasarkan keadaan ekonomi nasional…
Key Drivers
(%Growth CAGR/Year)
Revenue CAGR
Scenarios (FY25F – FY30F)
Bear
Base
Bull
6.00%
6.58%
7.14%
Cost of Equity
11.63%
11.53%
11.43%
Terminal Growth
2.40%
2.50%
2.60%
Gross Margin (2030F)
18.65%
19.22%
19.87%
Net Profit Margin (2030F)
5.72%
7.21%
6.44%
…. Menghasilkan 3 target price
Bull Case�TP: Rp1541
TP: �Rp1110
Bear Case�TP: Rp730
Valuation
Analisis Sensitivitas : Mengindikasikan Beli
Thesis 1
Thesis 2
Thesis 3
Valuation
Risk
ESG
Macro
Overview
Analisis Sensitivitas P/E
Analisis Sensitivitas DCF
WACC | DCF Terminal Growth Rate | |||||||
| 1.75% | 2.00% | 2.25% | 2.50% | 2.75% | 3.00% | 3.25% | |
7.46% | 1,183 | 1,314 | 1,458 | 1,617 | 1,792 | 1,987 | 2,206 | |
7.71% | 1,027 | 1,146 | 1,276 | 1,418 | 1,575 | 1,748 | 1,941 | |
7.96% | 883 | 991 | 1,109 | 1,237 | 1,378 | 1,533 | 1,704 | |
8.21% | 751 | 850 | 957 | 1,073 | 1,200 | 1,339 | 1,492 | |
8.46% | 629 | 719 | 816 | 922 | 1,037 | 1,162 | 1,300 | |
8.71% | 515 | 598 | 687 | 784 | 888 | 1,002 | 1,126 | |
8.96% | 410 | 486 | 568 | 656 | 751 | 855 | 967 | |
Cost of Equity | DCF Terminal Growth Rate | |||||||
| 1.75% | 2.00% | 2.25% | 2.50% | 2.75% | 3.00% | 3.25% | |
8.53% | 1,852 | 1,920 | 1,994 | 2,073 | 2,160 | 2,254 | 2,357 | |
9.53% | 1,553 | 1,602 | 1,654 | 1,710 | 1,771 | 1,836 | 1,906 | |
10.53% | 1,324 | 1,361 | 1,400 | 1,441 | 1,485 | 1,532 | 1,582 | |
11.53% | 1,145 | 1,173 | 1,203 | 1,234 | 1,267 | 1,302 | 1,339 | |
12.53% | 1,001 | 1,023 | 1,046 | 1,071 | 1,096 | 1,123 | 1,152 | |
13.53% | 883 | 901 | 919 | 939 | 959 | 980 | 1,002 | |
14.53% | 785 | 800 | 815 | 830 | 847 | 863 | 881 | |
EPS | P/E | |||||||
| 4.94 | 5.44 | 5.94 | 6.44 | 6.94 | 7.44 | 7.94 | |
166.93 | 824 | 908 | 991 | 1,075 | 1,158 | 1,242 | 1,325 | |
159.67 | 789 | 868 | 948 | 1,028 | 1,108 | 1,188 | 1,268 | |
152.41 | 753 | 829 | 905 | 981 | 1,058 | 1,134 | 1,210 | |
145.16 | 717 | 789 | 862 | 935 | 1,007 | 1,080 | 1,152 | |
137.9 | 681 | 750 | 819 | 888 | 957 | 1,026 | 1,095 | |
130.64 | 645 | 711 | 776 | 841 | 906 | 972 | 1,037 | |
123.38 | 609 | 671 | 733 | 794 | 856 | 918 | 980 | |
Valuation
Macroeconomic Risk: Trade War Global
Thesis 1
Thesis 2
Thesis 3
Valuation
Risk
ESG
Macro
Overview
High Impact
High Probability
Mengingat besarnya kontribusi kelapa sawit terhadap pendapatan TBLA (77,6% pada 1Q25), fluktuasi harga CPO sangat memengaruhi kinerja keuangan TBLA secara keseluruhan dan sentimen pasar terhadap emiten kelapa sawit
Terus meningkatkan efisiensi biaya produksi dan optimalisasi porsi penjualan ke produk bernilai tambah seperti biodiesel dan olein menjaga kinerja tetap tangguh.
Model kami menganalisis penurunan harga CPO sebesar 5% dapat menurunkan TP keRp896 (Upside:+9,3%) �
Stock
Valuation
21,47%
Impact
Valuation
Mitigation
Factors
Perubahan Harga CPO
Sensitivitas Suku Bunga
Penurunan Produksi Biodiesel
Perubahan Harga Gula
Penurunan Produksi Gula
Fluktuasi Nilai Tukar
Valuation
Macroeconomic Risk: Trade War Global
Thesis 1
Thesis 2
Thesis 3
Valuation
Risk
ESG
Macro
Overview
High Impact
High Probability
Sebagai perusahaan dengan struktur utang signifikan, kenaikan BI Rate dapat tingkat keuntungan TBLA
Strategi shifting ke pembiayaan bunga tetap dan blended financing untuk menjaga tekanan tetap terkendali.
Model kami menganalisis kenaikan suku bunga sebesar 50 bps dapat menurunkan TP keRp929 (Upside:+13,2%) �
Stock
Valuation
17.25%
Impact
Valuation
Mitigation
Factors
Perubahan Harga CPO
Sensitivitas Suku Bunga
Penurunan Produksi Biodiesel
Perubahan Harga Gula
Penurunan Produksi Gula
Fluktuasi Nilai Tukar
Thesis 1
Thesis 2
Thesis 3
Valuation
Risk
ESG
Macro
Overview
Risiko
Methane Capture
2
ENVIRONMENT
Mandat membuka peluang yang menjanjikan
TBLA mulai berusaha menurunkan risiko lingkungan akibat proses bisnis yang dijalankan
Biodiesel untuk Keberlangsungan yang Lebih Baik
Score
Carbon Emission
Toxic Emission & Waste
Mengolah Palm Oil Mill Effluent (POME) atau limbah cair menjadi listrik
2 Unit Operasi
yang berada di Lampung di PKS 1 dan PKS 2 TBLA
56.016 ton CO2eq
Berkurang dengan penggunaan tekonologi ini di 2024
Zero Waste
Inisiatif yang berusaha dicapai TBLA dengan mengelola seluruh limbah
2
jenis output yang bisa dihasilkan dari pengolahan limbah padat, yaitu kompos dan energi terbarukan
83.959.460 kg
Kompos yang berhasil diproduksi dari TKKS di 2024
137.908
ton
Energi terbarukan dari olah cangkang dan serat di 2024
Sumber: Laporan Keberlanjutan TBLA
Thesis 1
Thesis 2
Thesis 3
Valuation
Risk
ESG
Macro
Overview
Mandat membuka peluang yang menjanjikan
TBLA menjunjung tinggi kesejahteraan seluruh pemangku kepentingan
Biodiesel untuk Keberlangsungan yang Lebih Baik
SOCIAL
Risiko
2,5
Score
Community Relations
Product Safety & Quality
Produk TBLA
TBLA secara rutin mengevaluasi produk melalui uji laboratorium untuk memastikan kualitas dan keamanan produk
0
produk
yang ditarik dari pasaran sebagai hasil dari komitmen perusahaan
391.784
ton
Kelapa sawit yang dibeli dari petani lokal di 2024
Untuk meningkat kesejahteraan komunitas lokal, TBLA melakukan 2 inisiatif, yaitu pembeliah hasil tanam petani lokal dan menjalankan program CSR
3,6
Miliar
Jumlah dana yang dikeluarkan untuk CSR dengan berbagai program, seperti pendidikan, kesehatan,dan sebagainya
33.836
ton
Tebu yang dibeli dari petani lokal di 2024
Sumber: Laporan Keberlanjutan TBLA
Thesis 1
Thesis 2
Thesis 3
Valuation
Risk
ESG
Macro
Overview
Mandat membuka peluang yang menjanjikan
Etika bisnis yang dijunjung tinggi didukung oleh manajerial yang kuat
Biodiesel untuk Keberlangsungan yang Lebih Baik
GOVERNANCE
Risiko
3,5
Score
Board
Business Ethics
0
laporan pelanggaran
yang diterima perusahaan, mencerminkan implementasi tata kelola yang efektif.
TBLA memiliki jajaran dewan direksi yang datang dari berbagai latar belakang dengan pengalaman yang panjang
8�Direktur
Dengan tanggung jawab yang berbeda-beda dan lebih dari satu dekade pengalaman
Tahun | Penghargaan |
2021 | The Best 50 Public Listed Companies 2021�oleh Forbes Indonesia |
2021 | 100 Biggest Company�oleh Fortune 100 |
2019 | 100 Fastest Growing Company Awards 2019�oleh InfoBank |
2019 | Indonesia Quality Excellence Award 2019�oleh Award Centre |
2018 | Top 50 Mid Capitalization Public Listed Company�oleh Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) |
TBLA menekankan pelaksanaan kebijakan anti korupsi dan anti fraud yang didukung oleh sistem whistleblowing sebagai sarana pelaporan pelanggaran
Sumber: Laporan Tahunan TBLA
Thesis 1
Thesis 2
Thesis 3
Valuation
Risk
ESG
Macro
Overview
Score
Key Issues
3
ENVIRONMENT
SOCIAL
GOVERNANCE
Victor Capital ESG Assesment
Berdasarkan MSCI ESG Framework
2.7/4
TOTAL SCORE
2,5
3,5
Mandat membuka peluang yang menjanjikan
Komitmen TBLA untuk mengintegrasikan aspek keberlanjutan dalam seluruh aspek Perusahaan perlu ditingkatkan
Biodiesel untuk Keberlangsungan yang Lebih Baik
Ringkasan Investasi
Mengapa harus ‘BUY’ TBLA?
Hilirisasi CPO sebagai Bahan Bakar Pengganti
Manisnya Peluang di Tengah Defisit Gula
Ekspansi Lahan Dorong Kelancaran Hilirisasi
BUY
Target Harga 12M:
1,110
IDR
Dengan 5Y Pendapatan CAGR
6.6% dan Implied 6.44x Forward P/E
Berdasarkan harga penutupan IDR 820 (21 Juli’25)
35,3%
UNIVERSITAS INDONESIA
Pandu Maulana Anwari | Miranda Nurtanio | Intan Dewi Sulastri
PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA.JK)
Harvesting Growth, Beyond Commodities
BUY
35,3% UPSIDE
Penutupan Harga 21 Juli 2025: Rp 820
Target Harga: Rp 1,110