1 of 36

UNIVERSITAS INDONESIA

Pandu Maulana Anwari | Miranda Nurtanio | Intan Dewi Sulastri

PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA.JK)

Harvesting Growth, Beyond Commodities

BUY

35,3% UPSIDE

Penutupan Harga 21 Juli 2025: Rp 820

Target Harga: Rp 1,110

2 of 36

Ringkasan Investasi

Mengapa harus ‘BUY’ TBLA?

BUY

Target Harga 12M:

1,110

IDR

Dengan 5Y Pendapatan CAGR

6.6% dan Implied 6.44x Forward P/E

Berdasarkan harga penutupan IDR 820 (21 Juli’25)

35,3%

3 of 36

Ringkasan Investasi

Mengapa harus ‘BUY’ TBLA?

Hilirisasi CPO sebagai Bahan Bakar Pengganti

Manisnya Peluang di Tengah Defisit Gula

Ekspansi Lahan Dorong Kelancaran Hilirisasi

BUY

Target Harga 12M:

1,110

IDR

Dengan 5Y Pendapatan CAGR

6.6% dan Implied 6.44x Forward P/E

Berdasarkan harga penutupan IDR 820 (21 Juli’25)

35,3%

4 of 36

Business Overview

Pemain Lama dalam Lanskap Agribisnis Indonesia

Thesis 1

Thesis 2

Thesis 3

Valuation

Risk

ESG

Macro

Overview

Pangsa Pasar Gula Konsumsi Indonesia di E-commerce

+

83% CPO Dunia diproduksi oleh Indonesia dan Malaysia

Data produksi CPO dunia (juta ton)

5 of 36

Business Overview

Pemain Lama dalam Lanskap Agribisnis Indonesia

Thesis 1

Thesis 2

Thesis 3

Valuation

Risk

ESG

Macro

Overview

Dua segmen utama TBLA:

6 of 36

Business Overview

Pemain Lama dalam Lanskap Agribisnis Indonesia

Thesis 1

Thesis 2

Thesis 3

Valuation

Risk

ESG

Macro

Overview

Peta Infrastruktur Distribusi TBLA

Kapasitas Produksi & Wilayah Operasional TBLA

7 of 36

Hilirisasi CPO sebagai Bahan Bakar Pengganti

Manisnya Peluang di Tengah Defisit Gula

Ekspansi Lahan Dorong Kelancaran Hilirisasi

1

2

3

8 of 36

Thesis 1

Thesis 2

Thesis 3

Valuation

Risk

ESG

Macro

Overview

Hilirisasi CPO sebagai Bahan Bakar Pengganti

Manisnya Peluang di Tengah Defisit Gula

Ekspansi Lahan Dorong Kelancaran Hilirisasi

1

2

3

9 of 36

Mandat membuka peluang yang menjanjikan

Hilirisasi industri melalui mandat Biodiesel mendorong konsumi domestik dan pengurangan ketergantungan impor

Sumber: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, APROBI

B30

Untuk memenuhi ambisi pemerintah di 2026, dibutuhkan tambahan kapasitas produksi sebanyak

2020

Hilirisasi CPO sebagai Bahan Bakar Pengganti

Thesis 1

Thesis 2

Thesis 3

Valuation

Risk

ESG

Macro

Overview

B35

2023

B40

2025

B50

2026

Melalui mandat ini, produksi dan konsumsi domestik Biodiesel mengalami kenaikan yang pesat dari 2009 sampai 2024

Produksi VS Konsumsi Biodiesel (Ribu KL)

Timeline Mandat Biodiesel

18 jt Ton

Minyak kelapa sawit

2011

2012

2013

2014

2015

2016

2017

2018

2019

2020

2021

2009

2023

2024

2022

2010

1.048

3.008

2.572

3.750

6.396

1.258

10.430

12.242

+33%

Produksi

Konsumsi Domestik

Namun, mandat ini dapat mempengaruhi persediaan kelapa sawit di pasar global mengakibatkan harga rentan berfluktuasi.

10 of 36

Mandat membuka peluang yang menjanjikan

Per 2024, kapasitas produksi biodiesel yang terpasang di Indonesia mencapai 19,6 juta kiloliter yang tersebar di beberapa provinsi.

Kapasitas Produksi

Sumber: APROBI

Hilirisasi CPO sebagai Bahan Bakar Pengganti

Thesis 1

Thesis 2

Thesis 3

Valuation

Risk

ESG

Macro

Overview

Peta Produsen Biodiesel Indonesia

TBLA merupakan pemain menengah di pasar persaingan Biodiesel dipenuhi dengan pemain-pemain besar

Sumatera Utara

Sumatera Barat

Riau

Lampung

Jawa Barat

Jawa Timur

Banten

Kalimantan Barat

Kalimantan Tengah

Kalimantan Timur

Kalimantan Selatan

Sulawesi Utara

Pemain-pemain Besar dalam Pasar Biodiesel

Produksi TBLA terfokuskan pada satu wilayah saja, yaitu Lampung dengan kapasitas produksi yang tergolong menengah jika dibandingkan dengan pemain besar dalam pasar

Cakupan Wilayah

11 of 36

Hilirisasi CPO sebagai Bahan Bakar Pengganti

Mandat membuka peluang yang menjanjikan

Thesis 1

Thesis 2

Thesis 3

Valuation

Risk

ESG

Macro

Overview

Lokasi produksi utama Perseroan yang strategis

Subsidi Pemerintah untuk Perusahaan CPO

Sumber: Laporan Tahunan Perusahaan, Politically Exposed Persons dalam Jejaring Biodiesel Indonesia

Namun, TBLA memiliki keunggulan komparatif yang menguntungkan untuk menarik peluang

5 Menit

dari Pelabuhan Lampung

TBLA mengelola bisnis dari hulu ke hilir, mulai dari Perkebunan kelapa sawit hingga produski biodiesel dengan pengalaman selama lebih dari empat dekade

Rp 6.447 Miliar

sejak 2015-2023

#9

dari perusahaan serupa yang mendapatkan subsidi

atau

Logistik yang menguntungkan

Integrasi vertikal dari hulu ke hilir

TBLA termasuk dalam Perusahaan yang mendapatkan dukungan berupa subsidi dari Pemerintah

12 of 36

Hilirisasi CPO sebagai Bahan Bakar Pengganti

Thesis 1

Thesis 2

Thesis 3

Valuation

Risk

ESG

Macro

Overview

Pada 2025, TBLA diuntungkan dari kebijakan peningkatan mandat ini yang dapat dilihat dari peningkatan kontrak pengadaan.

Peningkatan kapasitas produksi menjadi 765 ribu Ton per tahun

1

Peningkatan kontrak pengadaan Biodiesel sebesar 113,5% di 2025 dari tahun sebelumnya

2

Volume Kontrak Pengadaan Biodiesel TBLA (Ribu KL)

2021

2022

2020

2024

2025

2023

Mitra Pengadaan Biodiesel TBLA :

  • PT Kilang Pertamina Internasional
  • PT Pertamina Patra Niaga
  • PT AKR Corporindo Tbk

TBLA akan terus melebarkan sayapnya melalui peningkatan kapasitas produksi seiring dengan mandat

Sumber: Laporan Tahunan Perusahaan

Peningkatan yang dialami TBLA saat ini masih akan terus terjadi selama terdapat dukungan dari Pemerintah dan permintaan yang terus bertambah

Mandat membuka peluang yang menjanjikan

13 of 36

Thesis 1

Thesis 2

Thesis 3

Valuation

Risk

ESG

Macro

Overview

Hilirisasi CPO sebagai Bahan Bakar Pengganti

Manisnya Peluang di Tengah Defisit Gula

Ekspansi Lahan Dorong Kelancaran Hilirisasi

1

2

3

14 of 36

Manisnya Peluang di Tengah Defisit Gula

Overview

Thesis 1

Thesis 2

Thesis 3

Valuation

Risk

ESG

Macro

Overview

Permintaan gula di Indonesia setiap tahunnya konsisten jauh melampaui kapasitas produksi domestik, dengan defisit mencapai 5,6 juta ton pada 2024. Produksi gula domestik Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai 2,6 juta ton, sementara konsumsi gula (konsumsi dan industri) mencapai 7,6 juta ton, menghasilkan defisit ~5 juta ton. Peluang ini dijemput oleh TBLA dengan konsistensi peningkatan lahan tebu. Disamping itu, pemerintah juga menargetkan swasembada gula konsumsi pada 2028.

Sumber: Mordor Intelligence

flow tiap thesis: overview-challenge-impact (positive tone)-forward looking

Potensi untuk TBLA

Struktur Defisit Gula Nasional

Kenaikan Harga Acuan Penjualan (HAP) Gula

Target Swasembada Gula

Pertumbuhan Industri Makanan dan Minuman (F&B)

8,6% CAGR

Pertumbuhan Industri Gula Tebu Asia-Pasifik (bn $)

15 of 36

Jurang tinggi defisit gula nasional

Thesis 1

Thesis 2

Thesis 3

Valuation

Risk

ESG

Macro

Overview

Permintaan gula di Indonesia setiap tahunnya konsisten jauh melampaui kapasitas produksi domestik, dengan defisit mencapai 5,6 juta ton pada 2024. Produksi gula domestik Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai 2,6 juta ton, sementara konsumsi gula (konsumsi dan industri) mencapai 7,6 juta ton, menghasilkan defisit ~5 juta ton. Peluang ini dijemput oleh TBLA dengan konsistensi peningkatan lahan tebu. Disamping itu, pemerintah juga menargetkan swasembada gula konsumsi pada 2028.

Sumber: APROBI, USDA

flow tiap thesis: overview-challenge-impact (positive tone)-forward looking

Defisit Gula Nasional

Kenaikan HAP Gula

Swasembada Gula

Growth Industri F&B

GAP 4,38

Data Gula Nasional (Miliar Ton) 

Konsumsi

Produksi

Populasi (2023): 281,2 juta (2023)

GDP/Kapita (2023): 75 juta

Bagaimana cara memenuhi gap tersebut?

Data Impor Gula Dunia

#1

Negara Pemasok:

Penyebab:

1

2

Kebutuhan Industri

Kondisi Iklim

Manisnya Peluang di Tengah Defisit Gula

16 of 36

Gula sebagai komoditas strategis

Thesis 1

Thesis 2

Thesis 3

Valuation

Risk

ESG

Macro

Overview

Permintaan gula di Indonesia setiap tahunnya konsisten jauh melampaui kapasitas produksi domestik, dengan defisit mencapai 5,6 juta ton pada 2024. Produksi gula domestik Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai 2,6 juta ton, sementara konsumsi gula (konsumsi dan industri) mencapai 7,6 juta ton, menghasilkan defisit ~5 juta ton. Peluang ini dijemput oleh TBLA dengan konsistensi peningkatan lahan tebu. Disamping itu, pemerintah juga menargetkan swasembada gula konsumsi pada 2028.

Sumber: AGRI Historical Data,

flow tiap thesis: overview-challenge-impact (positive tone)-forward looking

Defisit Gula Nasional

Kenaikan HAP Gula

Swasembada Gula

Growth Industri F&B

HAP Gula Konsumsi Indonesia (Rp)

Gula 🡪 Komponen bahan makanan strategis

Inflasi

Harga eceran naik

Produsen menyesuaikan harga

Manisnya Peluang di Tengah Defisit Gula

Akibatnya….

….berdampak pada…

Turunnya daya beli

17 of 36

Pemerintah: Swasembada Gula 2028

Thesis 1

Thesis 2

Thesis 3

Valuation

Risk

ESG

Macro

Overview

Permintaan gula di Indonesia setiap tahunnya konsisten jauh melampaui kapasitas produksi domestik, dengan defisit mencapai 5,6 juta ton pada 2024. Produksi gula domestik Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai 2,6 juta ton, sementara konsumsi gula (konsumsi dan industri) mencapai 7,6 juta ton, menghasilkan defisit ~5 juta ton. Peluang ini dijemput oleh TBLA dengan konsistensi peningkatan lahan tebu. Disamping itu, pemerintah juga menargetkan swasembada gula konsumsi pada 2028.

Sumber: BPS, Kementan,

flow tiap thesis: overview-challenge-impact (positive tone)-forward looking

Defisit Gula Nasional

Kenaikan HAP Gula

Swasembada Gula

Growth Industri F&B

Andi Amran Sulaiman

Menteri Pertanian

“Kita fokus tebu, semoga 2 hingga 3 tahun, paling lambat 4 atau 5 tahun, Indonesia bisa mulai meraih swasembada gula.”

Data Luas Lahan Tebu Indonesia

Strategi Pemerintah

Modernisasi dan peningkatan kapasitas giling pabrik ekstensi

Perluasan lahan tebu baru hingga 200 ribu-500ribu ha dengan anggaran Rp10-Rp40 triliun

Menyederhanakan aturan KUR petani tebu, seperti batas akumulasi pinjaman Rp500 juta

Meningkatkan hasil produksi dari rata-rata 79 ton/ha menjadi 100 ton/ha dengan memastikan distribusi pupuk subsidi tepat sasaran dan penyediaan bibit unggul

1

2

3

4

Dasar Hukum: Peraturan Pemerintah No. 40 Tahun 2023

Manisnya Peluang di Tengah Defisit Gula

18 of 36

Pertumbuhan Industri Food & Beverages

Thesis 1

Thesis 2

Thesis 3

Valuation

Risk

ESG

Macro

Overview

Permintaan gula di Indonesia setiap tahunnya konsisten jauh melampaui kapasitas produksi domestik, dengan defisit mencapai 5,6 juta ton pada 2024. Produksi gula domestik Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai 2,6 juta ton, sementara konsumsi gula (konsumsi dan industri) mencapai 7,6 juta ton, menghasilkan defisit ~5 jiuta ton. Peluang ini dijemput oleh TBLA dengan konsistensi peningkatan lahan tebu. Disamping itu, pemerintah juga menargetkan swasembada gula konsumsi pada 2028.

Sumber: Mordor Intelligence,

flow tiap thesis: overview-challenge-impact (positive tone)-forward looking

Defisit Gula Nasional

Kenaikan HAP Gula

Swasembada Gula

Growth Industri F&B

13,3% CAGR

Market Size Pasar Jasa Makanan Indonesia (Miliar USD)

Driving Force:

Implikasi: Konsumsi gula industri meningkat, membuka peluang ekspansi pasar untuk produsen skala besar.

Industri F&B 🡪 konsumen utama gula rafinasi.

Proporsi Kelas Menengah Menurut Pengeluaran dalam (%)

Urbanisasi

Manisnya Peluang di Tengah Defisit Gula

19 of 36

Thesis 1

Thesis 2

Thesis 3

Valuation

Risk

ESG

Macro

Overview

Hilirisasi CPO sebagai Bahan Bakar Pengganti

Manisnya Peluang di Tengah Defisit Gula

Ekspansi Lahan Dorong Kelancaran Hilirisasi

1

2

3

20 of 36

Ekspansi Lahan Dorong Kelancaran Hilirisasi

Memanfaatkan Keunggulan Perusahaan

Asosiasi Fintech Indonesia (Aftect) mencatat jumlah perusahaan fintech Indonesia mencapai 336 perusahaan di tahun 2023, atau meningkat tujuh kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menggarisbawahi evolusi sektor fintech Indonesia yang sangat cepat.

Lanskap investasi fintech di Indonesia sangat kuat, dengan pertumbuhan pengguna pasar fintech yang signifikan di semua segmen. Menurut proyeksi Statista Research Department, pengguna fintech di Indonesia terus meningkat rata-rata 18% per tahun dalam satu dekade terakhir, dari tahun 2018 hingga 2028. Dalam hal ini, segmen pembayaran digital mencapai nilai tertinggi sebesar 205 juta pengguna pada tahun 2028.

Thesis 1

Thesis 2

Thesis 3

Valuation

Risk

ESG

Macro

Overview

TBLA memiliki keunggulan operasional yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Dari lahan kelolaaan hingga 110 Ribu ha dan lebih dari 5 juta ton kapasitas produksi/tahun dengan utilisasi kilang 75-80%, dengan strategi efisiensi yang dijalankan akan semakin memperkuat kinerja dan pertumbuhan perusahaan. Rencana ekspansi lahan serta optimalisasi fasilitas produksi juga membuka ruang bagi peningkatan pendapatan ke depan. Dalam jangka panjang, TBLA berencana meningkatkan luas lahan tertanam sebesar 2.500 ha/tahun sebagai langkah untuk menjaga volume produksi.

Lahan Kelolaan dan Kapasitas Produksi yang terpusat…..

Sumber: Company Presentation, Team Analysis

Infrastruktur TBLA

Lahan Kelolaan

+100K Ha

…menjadikan integrasi dari hulu ke hilir….

Kapasitas Produksi

+5 Juta Ton

Lokasi Operasional TBLA

+2500Ha/�tahun

Utilisasi

75-80%

21 of 36

Ekspansi Lahan Dorong Kelancaran Hilirisasi

Memaksimalkan Potensi Perusahaan

Asosiasi Fintech Indonesia (Aftect) mencatat jumlah perusahaan fintech Indonesia mencapai 336 perusahaan di tahun 2023, atau meningkat tujuh kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menggarisbawahi evolusi sektor fintech Indonesia yang sangat cepat.

Lanskap investasi fintech di Indonesia sangat kuat, dengan pertumbuhan pengguna pasar fintech yang signifikan di semua segmen. Menurut proyeksi Statista Research Department, pengguna fintech di Indonesia terus meningkat rata-rata 18% per tahun dalam satu dekade terakhir, dari tahun 2018 hingga 2028. Dalam hal ini, segmen pembayaran digital mencapai nilai tertinggi sebesar 205 juta pengguna pada tahun 2028.

Thesis 1

Thesis 2

Thesis 3

Valuation

Risk

ESG

Macro

Overview

TBLA memiliki keunggulan operasional yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Dari lahan kelolaaan hingga 110 Ribu ha dan lebih dari 5 juta ton kapasitas produksi/tahun dengan utilisasi kilang 75-80%, dengan strategi efisiensi yang dijalankan akan semakin memperkuat kinerja dan pertumbuhan perusahaan. Rencana ekspansi lahan serta optimalisasi fasilitas produksi juga membuka ruang bagi peningkatan pendapatan ke depan. Dalam jangka panjang, TBLA berencana meningkatkan luas lahan tertanam sebesar 2.500 ha/tahun sebagai langkah untuk menjaga volume produksi.

Peningkatan Utilisasi Kapasitas Produksi meningkatkan produksi tahunan…..

Sumber: Company Presentation, Team Analysis

…mendorong pendapatan terus bertumbuh….

Proyeksi Pendapatan TBLA

Proyeksi Produksi TBLA

22 of 36

Ekspansi Lahan Dorong Kelancaran Hilirisasi

Dampak Kelancaran Hilirisasi

Asosiasi Fintech Indonesia (Aftect) mencatat jumlah perusahaan fintech Indonesia mencapai 336 perusahaan di tahun 2023, atau meningkat tujuh kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menggarisbawahi evolusi sektor fintech Indonesia yang sangat cepat.

Lanskap investasi fintech di Indonesia sangat kuat, dengan pertumbuhan pengguna pasar fintech yang signifikan di semua segmen. Menurut proyeksi Statista Research Department, pengguna fintech di Indonesia terus meningkat rata-rata 18% per tahun dalam satu dekade terakhir, dari tahun 2018 hingga 2028. Dalam hal ini, segmen pembayaran digital mencapai nilai tertinggi sebesar 205 juta pengguna pada tahun 2028.

Thesis 1

Thesis 2

Thesis 3

Valuation

Risk

ESG

Macro

Overview

TBLA memiliki keunggulan operasional yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Dari lahan kelolaaan hingga 110 Ribu ha dan lebih dari 5 juta ton kapasitas produksi/tahun dengan utilisasi kilang 75-80%, dengan strategi efisiensi yang dijalankan akan semakin memperkuat kinerja dan pertumbuhan perusahaan. Rencana ekspansi lahan serta optimalisasi fasilitas produksi juga membuka ruang bagi peningkatan pendapatan ke depan. Dalam jangka panjang, TBLA berencana meningkatkan luas lahan tertanam sebesar 2.500 ha/tahun sebagai langkah untuk menjaga volume produksi.

Peningkatan Utilisasi juga akan mendorong efisiensi…..

Sumber: Company Presentation, Team Analysis

…menjadikan margin perusahaan membaik….

Profitabilitas Margin TBLA

GPM per Segmen TBLA

23 of 36

BUY

Target Harga 12M:

1,110

IDR

35,3%

DCF-FCFE Valuation (Rp1.234/Share)

40%

Relative Valuation (P/E) (Rp935/Share)

20%

DCF-FCFF Valuation (Rp1.073/Share)

40%

24 of 36

Valuation

Valuasi DCF-FCFE (40%): TP IDR 1,234 dengan upside 50%.

Thesis 1

Thesis 2

Thesis 3

Valuation

Risk

ESG

Macro

Overview

Regresi (3-Year Weekly)

0,6

S&P Capital IQ (1-Year)

0,82

Risk Free-Rate (10-Year Obligasi Pemerintah)

Equity Risk Premium (Damodaran Juli 2025)

Beta �(rata-rata)

Beta (rata-rata) : 0,71

Cost of Equity : 11,53%

6,52%

7,03%

0,71

25 of 36

Valuation

Valuasi DCF-FCFF (40%): TP IDR 1,073 dengan upside 30.83%.

Thesis 1

Thesis 2

Thesis 3

Valuation

Risk

ESG

Macro

Overview

Terminal Growth : 2.5%

Target Inflasi Tahunan

WACC

Number

Cost of Equity

11.53%

Equity (FY24)

8,448

Weighted Equity

36.33%

Cost of Debt

6.31%

Debt (FY24)

14,804

Weighted Debt

63.67%

WACC

8.21%

Cost of Debt After Tax : 6,31%

Interest Bearing Debt

14.804

Interest Cost

1.199

22%

Corporate Tax Indo

Cost of Debt : 8,10%

26 of 36

Valuation

Valuasi P/E(20%): TP IDR 935 dengan upside 13.98%.

Thesis 1

Thesis 2

Thesis 3

Valuation

Risk

ESG

Macro

Overview

TBLA masih berpotensi ke atas…

TBLA’s Forward P/E Band 5Y

35.3% Upside

Last Close:

IDR820

Target Price:

IDR1,110

.... Didukung Peers yang masih di atas TBLA

27 of 36

Valuation

Valuasi Gabungan menunjukan Target Harga IDR 1,110 dan 35,3% Upside

Thesis 1

Thesis 2

Thesis 3

Valuation

Risk

ESG

Macro

Overview

Skenario kami berdasarkan keadaan ekonomi nasional…

Key Drivers

(%Growth CAGR/Year)​

Revenue CAGR

Scenarios (FY25F – FY30F)​

Bear

Base

Bull

6.00%

6.58%

7.14%

Cost of Equity

11.63%

11.53%

11.43%

Terminal Growth

2.40%

2.50%

2.60%

Gross Margin (2030F)

18.65%

19.22%

19.87%

Net Profit Margin (2030F)

5.72%

7.21%

6.44%

…. Menghasilkan 3 target price

Bull Case�TP: Rp1541

TP: �Rp1110

Bear Case�TP: Rp730

28 of 36

Valuation

Analisis Sensitivitas : Mengindikasikan Beli

Thesis 1

Thesis 2

Thesis 3

Valuation

Risk

ESG

Macro

Overview

Analisis Sensitivitas P/E

Analisis Sensitivitas DCF

WACC

DCF Terminal Growth Rate

1.75%

2.00%

2.25%

2.50%

2.75%

3.00%

3.25%

7.46%

1,183

1,314

1,458

1,617

1,792

1,987

2,206

7.71%

1,027

1,146

1,276

1,418

1,575

1,748

1,941

7.96%

883

991

1,109

1,237

1,378

1,533

1,704

8.21%

751

850

957

1,073

1,200

1,339

1,492

8.46%

629

719

816

922

1,037

1,162

1,300

8.71%

515

598

687

784

888

1,002

1,126

8.96%

410

486

568

656

751

855

967

Cost of Equity

DCF Terminal Growth Rate

1.75%

2.00%

2.25%

2.50%

2.75%

3.00%

3.25%

8.53%

1,852

1,920

1,994

2,073

2,160

2,254

2,357

9.53%

1,553

1,602

1,654

1,710

1,771

1,836

1,906

10.53%

1,324

1,361

1,400

1,441

1,485

1,532

1,582

11.53%

1,145

1,173

1,203

1,234

1,267

1,302

1,339

12.53%

1,001

1,023

1,046

1,071

1,096

1,123

1,152

13.53%

883

901

919

939

959

980

1,002

14.53%

785

800

815

830

847

863

881

EPS

P/E

4.94

5.44

5.94

6.44

6.94

7.44

7.94

166.93

824

908

991

1,075

1,158

1,242

1,325

159.67

789

868

948

1,028

1,108

1,188

1,268

152.41

753

829

905

981

1,058

1,134

1,210

145.16

717

789

862

935

1,007

1,080

1,152

137.9

681

750

819

888

957

1,026

1,095

130.64

645

711

776

841

906

972

1,037

123.38

609

671

733

794

856

918

980

29 of 36

Valuation

Macroeconomic Risk: Trade War Global

Thesis 1

Thesis 2

Thesis 3

Valuation

Risk

ESG

Macro

Overview

High Impact

High Probability

Mengingat besarnya kontribusi kelapa sawit terhadap pendapatan TBLA (77,6% pada 1Q25), fluktuasi harga CPO sangat memengaruhi kinerja keuangan TBLA secara keseluruhan dan sentimen pasar terhadap emiten kelapa sawit

Terus meningkatkan efisiensi biaya produksi dan optimalisasi porsi penjualan ke produk bernilai tambah seperti biodiesel dan olein menjaga kinerja tetap tangguh.

Model kami menganalisis penurunan harga CPO sebesar 5% dapat menurunkan TP keRp896 (Upside:+9,3%) �

Stock

Valuation

21,47%

Impact

Valuation

Mitigation

Factors

Perubahan Harga CPO

Sensitivitas Suku Bunga

Penurunan Produksi Biodiesel

Perubahan Harga Gula

Penurunan Produksi Gula

Fluktuasi Nilai Tukar

30 of 36

Valuation

Macroeconomic Risk: Trade War Global

Thesis 1

Thesis 2

Thesis 3

Valuation

Risk

ESG

Macro

Overview

High Impact

High Probability

Sebagai perusahaan dengan struktur utang signifikan, kenaikan BI Rate dapat tingkat keuntungan TBLA

Strategi shifting ke pembiayaan bunga tetap dan blended financing untuk menjaga tekanan tetap terkendali.

Model kami menganalisis kenaikan suku bunga sebesar 50 bps dapat menurunkan TP keRp929 (Upside:+13,2%) �

Stock

Valuation

17.25%

Impact

Valuation

Mitigation

Factors

Perubahan Harga CPO

Sensitivitas Suku Bunga

Penurunan Produksi Biodiesel

Perubahan Harga Gula

Penurunan Produksi Gula

Fluktuasi Nilai Tukar

31 of 36

Thesis 1

Thesis 2

Thesis 3

Valuation

Risk

ESG

Macro

Overview

Risiko

Methane Capture

2

ENVIRONMENT

  1. Industri kelapa sawit di Indonesia menghasilkan rata-rata tahunan sebesar 220 juta ton setara karbon dioksida antara tahun 2015 hingga 2022.
  2. Industri kelapa sawit menghasilkan 2 jenis limbah, padat dan cair, yang dapat merusak lingkungan sekitar jika tidak diolah.

Mandat membuka peluang yang menjanjikan

TBLA mulai berusaha menurunkan risiko lingkungan akibat proses bisnis yang dijalankan

Biodiesel untuk Keberlangsungan yang Lebih Baik

Score

Carbon Emission

Toxic Emission & Waste

Mengolah Palm Oil Mill Effluent (POME) atau limbah cair menjadi listrik

2 Unit Operasi

yang berada di Lampung di PKS 1 dan PKS 2 TBLA

56.016 ton CO2eq

Berkurang dengan penggunaan tekonologi ini di 2024

Zero Waste

Inisiatif yang berusaha dicapai TBLA dengan mengelola seluruh limbah

2

jenis output yang bisa dihasilkan dari pengolahan limbah padat, yaitu kompos dan energi terbarukan

83.959.460 kg

Kompos yang berhasil diproduksi dari TKKS di 2024

137.908

ton

Energi terbarukan dari olah cangkang dan serat di 2024

Sumber: Laporan Keberlanjutan TBLA

32 of 36

Thesis 1

Thesis 2

Thesis 3

Valuation

Risk

ESG

Macro

Overview

Mandat membuka peluang yang menjanjikan

TBLA menjunjung tinggi kesejahteraan seluruh pemangku kepentingan

Biodiesel untuk Keberlangsungan yang Lebih Baik

SOCIAL

Risiko

2,5

  1. Kemanan dan kualitas produk yang buruk dapat menurunkan kepercayaan konsumen dan merusak reputasi perusahaan
  2. Perubahan penggunaan lahan berisiko mengganggu cara masyarakat lokal menjalani kehidupan sehari-harinya

Score

Community Relations

Product Safety & Quality

Produk TBLA

TBLA secara rutin mengevaluasi produk melalui uji laboratorium untuk memastikan kualitas dan keamanan produk

0

produk

yang ditarik dari pasaran sebagai hasil dari komitmen perusahaan

391.784

ton

Kelapa sawit yang dibeli dari petani lokal di 2024

Untuk meningkat kesejahteraan komunitas lokal, TBLA melakukan 2 inisiatif, yaitu pembeliah hasil tanam petani lokal dan menjalankan program CSR

3,6

Miliar

Jumlah dana yang dikeluarkan untuk CSR dengan berbagai program, seperti pendidikan, kesehatan,dan sebagainya

33.836

ton

Tebu yang dibeli dari petani lokal di 2024

Sumber: Laporan Keberlanjutan TBLA

33 of 36

Thesis 1

Thesis 2

Thesis 3

Valuation

Risk

ESG

Macro

Overview

Mandat membuka peluang yang menjanjikan

Etika bisnis yang dijunjung tinggi didukung oleh manajerial yang kuat

Biodiesel untuk Keberlangsungan yang Lebih Baik

GOVERNANCE

Risiko

3,5

  1. Kurangnya pengalaman yang panjang dan beragam di dewan direksi dapat membatasi perspektif dan keahlian
  2. Risiko praktik korupsi atau penipuan merusak reputasi dan menimbulkan masalah hukum.

Score

Board

Business Ethics

0

laporan pelanggaran

yang diterima perusahaan, mencerminkan implementasi tata kelola yang efektif.

TBLA memiliki jajaran dewan direksi yang datang dari berbagai latar belakang dengan pengalaman yang panjang

8�Direktur

Dengan tanggung jawab yang berbeda-beda dan lebih dari satu dekade pengalaman

Tahun

Penghargaan

2021

The Best 50 Public Listed Companies 2021�oleh Forbes Indonesia

2021

100 Biggest Company�oleh Fortune 100

2019

100 Fastest Growing Company Awards 2019�oleh InfoBank

2019

Indonesia Quality Excellence Award 2019�oleh Award Centre

2018

Top 50 Mid Capitalization Public Listed Company�oleh Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD)

TBLA menekankan pelaksanaan kebijakan anti korupsi dan anti fraud yang didukung oleh sistem whistleblowing sebagai sarana pelaporan pelanggaran

Sumber: Laporan Tahunan TBLA

34 of 36

Thesis 1

Thesis 2

Thesis 3

Valuation

Risk

ESG

Macro

Overview

Score

Key Issues

3

ENVIRONMENT

  1. Gas Emission
  2. Toxic Emission & Waste

SOCIAL

  1. Product Safety & Quality
  2. Community Relations

GOVERNANCE

  1. Board
  2. Business Ethics

Victor Capital ESG Assesment

Berdasarkan MSCI ESG Framework

2.7/4

TOTAL SCORE

2,5

3,5

Mandat membuka peluang yang menjanjikan

Komitmen TBLA untuk mengintegrasikan aspek keberlanjutan dalam seluruh aspek Perusahaan perlu ditingkatkan

Biodiesel untuk Keberlangsungan yang Lebih Baik

35 of 36

Ringkasan Investasi

Mengapa harus ‘BUY’ TBLA?

Hilirisasi CPO sebagai Bahan Bakar Pengganti

Manisnya Peluang di Tengah Defisit Gula

Ekspansi Lahan Dorong Kelancaran Hilirisasi

BUY

Target Harga 12M:

1,110

IDR

Dengan 5Y Pendapatan CAGR

6.6% dan Implied 6.44x Forward P/E

Berdasarkan harga penutupan IDR 820 (21 Juli’25)

35,3%

36 of 36

UNIVERSITAS INDONESIA

Pandu Maulana Anwari | Miranda Nurtanio | Intan Dewi Sulastri

PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA.JK)

Harvesting Growth, Beyond Commodities

BUY

35,3% UPSIDE

Penutupan Harga 21 Juli 2025: Rp 820

Target Harga: Rp 1,110