1 of 53

Membangun Komunitas Belajar dalam Sekolah

2023

2 of 53

Tujuan Pembelajaran

  1. Peserta memahami konsep

kombel

  1. Peserta memahami bagaimana mengimplementasikan komunitas belajar dalam sekolah
  2. Peserta memahami

pengelolaan komunitas

belajar dalam sekolah

3 of 53

Pertanyaan Pemantik

  • Apakah komunitas belajar?

  • Apakah bapak ibu yakin komunitas belajar berdampak pada peningkatan kualitas belajar murid? Apa yang membuat yakin/tidak yakin?

4 of 53

APA ITU KOMUNITAS BELAJAR?

Sekelompok Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) yang belajar bersama dan berkolaborasi secara berkelanjutan dengan tujuan yang jelas dan terukur untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga berdampak pada hasil belajar murid.

5 of 53

Optimalisasi komunitas belajar diadopsi dari teori Professional Learning Community (PLC) oleh Richard DuFour. Sebagai gambaran besar, PLC berbicara tentang Tiga Ide Besar dan Lima Dimensi dalam komunitas belajar.

6 of 53

Komunitas Belajar dalam Sekolah adalah SALAH SATU cara/strategi peningkatan kompetensi

GTK yang diyakini berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran murid

Profil Pelajar Pancasila

Guru mampu memfasilitasi proses pembelajaran yang berdampak pada murid

IHT

(in-House Traning)

Workshop

Kombel dalam Sekolah (PLC)

Pelatihan di luar sekolah

Mentoring

Coaching

dan lain- lain

Ragam cara me

ningkatkan k

o

mpetensi GTK

Pondasi : Keyakinan, Komitmen Bersama, Penyepakatan Nilai, Pendekatan: Belajar, Ekosistem, dan Asset-based Thinking

70% peningkatan kompetensi GTK khususnya guru diharapkan terjadi di satpen.

Satu diantaranya melalui kombel. Kombel dilakukan secara rutin setiap minggu untuk membahas masalah/tantangan pembelajaran yang dihadapi murid

,

Tidak semua masalah/tantangan pembelajaran murid

topik diskusi pada

dijadikan kombel.

menyepakati

topik

sesuai kebutuhan

Anggota diskusi bersama.

7 of 53

Poin Penting

Komunitas Belajar dalam Sekolah berfokus pada Murid

  1. Kombel dalam sekolah tidak sama dengan pelatihan di dalam sekolah
  2. Kombel dalam sekolah fokus pada penyelesaian

masalah/tantangan pembelajaran yang dihadapi murid ataupun membahas perencanaan pembelajaran dari materi yang diprediksi akan sangat menantang bagi murid.

  1. Topik diskusi dalam kombel disepakati bersama, sesuai

kebutuhan anggota.

  1. Dominasi diskusi dalam kombel adalah tentang murid, murid dan murid.
  2. Tiga ide besar PLC dengan 4 pertanyan kunci akan

membantu menempatkan fokus pada pembelajaran murid.

  1. Guru memerlukan lingkungan belajar yang ramah guru

untuk belajar di komunitas sehingga semua guru dapat terlibat aktif. Penerapan tata nilai menjadi hal yang sangat penting untuk selalu diingatkan dalam kombel

dalam sekolah.

8 of 53

Ragam aktivitas belajar bersama dan berbagi praktik baik di komunitas belajar dalam sekolah antara lain:

  1. berdiskusi tentang RPP/modul ajar dengan topik yang menantang buat murid, rubrik penilaian, asesmen, dan sebagainya;
  2. bertukar menilai hasil belajar murid;
  3. berbagi masalah pembelajaran yang dihadapi murid dan mendiskusikan alternatif pemecahan masalah bersama-sama;
  4. saling mengobservasi pembelajaran di kelas, dan melakukan refleksi hasil observasi bersama-sama (misal lesson study);
  5. berbagi praktik baik yang telah dilakukan;
  6. melakukan penelitian tindakan kelas bersama terhadap masalah pembelajaran yang

dihadapi

9 of 53

3 IDE BESAR KOMUNITAS BELAJAR DALAM SEKOLAH

Berfokus pada Pembelajaran

Membudayakan Kolaborasi dan Tanggung Jawab Kolektif

Berorientasi pada Hasil (Pembelajaran Murid)

Pada kegiatan komunitas belajar dalam sekolah terdapat Tiga Ide Besar yang menjadi landasan dalam menjalankan seluruh kegiatan di dalamnya. Tiga Ide Besar ini akan memastikan komunitas belajar berkontribusi pada pembelajaran berkualitas yang dilakukan secara kolaboratif untuk meningkatkan hasil belajar murid.

10 of 53

IDE BESAR 1

Fokus pada Pembelajaran

PTK perlu mampu menjawab 4 Pertanyaan Kritis berikut.

Apa yang kita harapkan murid pelajari?

Bagaimana kita tahu bahwa murid

sudah belajar hal tersebut?

Bagaimana respon kita jika ada murid yang tidak belajar?

Bagaimana kita akan memperkaya materi untuk murid yang sudah mahir?

11 of 53

IDE BESAR 2

Membudayakan Kolaborasi dan Tanggung Jawab Kolektif

Kolaborasi untuk menciptakan pemahaman bersama

Kolaborasi dengan memiliki kesadaran bahwa proses pembelajaran dan keberhasilan seorang murid merupakan tanggung jawab bagi semua PTK

Kolaborasi ini diciptakan untuk menghadirkan suasana belajar bersama, yang di dalamnya terdapat rasa saling tergantung satu sama lain

12 of 53

IDE BESAR 3

Siklus komunitas belajar dalam sekolah merupakan rangkaian pengelolaan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas PTK dan meningkatkan kualitas hasil belajar murid.

Berorientasi pada Hasil (Pembelajaran Murid)

13 of 53

14 of 53

Kriteria Awal Kombel dalam Sekolah

No

Aspek Kombel

(Hipp & Huffman, 2010)

Kriteria Awal

1

Kepemimpinan Berbagi dan Mendukung

Adanya Tim Kecil sebagai Penggerak Kombel

2

Komitmen dan Nilai Bersama

Terdapat Keyakinan bahwa Kombel Penting, Komitmen bersama dan Nilai yang disepakati Bersama dan diterapkan dalam proses belajar di kombel

3

Pembelajaran Kolektif dan Penerapannya

Berdiskusi memecahkan masalah pembelajaran murid,

Merencanakan pembelajaran murid Bersama

(Menerapkan 3 Ide Besar, 4 Pertanyaan Kunci dan Siklus refleksi

awal, perencanaan, implementasi dan evaluasi)

4

Berbagi Praktik

Observasi pembelajaran di kelas guru model dan refleksi. (Menerapkan 3 Ide Besar, 4 Pertanyaan Kunci dan Siklus refleksi awal, perencanaan, implementasi dan evaluasi)

5a

Kondisi Mendukung-Struktur

Mengalokasikan waktu belajar di kombel minimal 1 jam perminggu (adanya jadwal dan topik diskusi kombel)

5b

Kondisi Mendukung- Relationship

Lingkungan belajar yang ramah guru di kombel (menghargai, mendengarkan, menyampaikan pendapat tanpa takut dihakimi, dll)

15 of 53

16 of 53

17 of 53

Sosialisasi dan Penyamaan Persepsi tentang Konsep dan Pentingnya Komunitas

Belajar dalam Sekolah

komunitas belajar dalam sekolah dan mengapa komunitas belajar dalam sekolah penting bagi guru.

Strategi disesuaikan dengan kondisi dan konteks satpen

Praktik/Simulasi Sosialisasi KS ke Guru di satpen Praktik/Simulasi Sosialisasi dari DInas ke Satpen

sekolah bersama dengan tim kecil

Kepala

memulai

penguatan awal tentang konsep

18 of 53

2. Membangun Komitmen

Bersama dan Menyepakati Nilai

  • Apakah sudah pernah melakukan hal ini sebelumnya?
  • Seperti apa hal tersebut dulu dilakukan?
  • Apa yang terjadi dalam proses implementasi komitmen dan nilai?

19 of 53

3. Menciptakan lingkungan belajar yang ramah guru

20 of 53

Lingkungan belajar yang ramah guru ?

…bagaimana kondisi di lapangan?

21 of 53

Gap ‘merasa’ lebih berpengalaman & belum pengalaman

Apa yang bisa dilakukan agar guru-guru tersebut mau terlibat aktif dan merasa nyaman belajar bersama?

PAUD Permata Bunda mulai menjalankan kegiatan komunitas belajar dalam sekolah. Yang sedang gencar dilakukan dalam kegiatan belajar

bersama adalah memahami prinsip merdeka

belajar. Untuk itu, beberapa guru Permata

Bunda sering diikutkan dalam pelatihan maupun

kegiatan belajar bersama di komunitas belajar

antar sekolah. Kebanyakan guru-guru itu adalah

guru-guru muda yang menguasai keterampilan

penggunaan gawai karena salah satu sumber

belajar yang digunakan memanfaatkan PMM.

Setelah mengikuti kegiatan itu, mereka

membagikan materi pada guru-guru lainnya.

Saat berbagi mereka menghadapi sikap skeptis

guru-guru yang lebih senior atau lebih lama

mengajar. Guru-guru itu tidak mempercayai apa

yang disampaikan oleh juniornya karena merasa

memiliki pengalaman lebih. Akibatnya mereka tidak

mau mempelajari apalagi menerapkan praktik baik

yang diperoleh guru-guru junior tersebut.

22 of 53

Lingkungan yang aman akan membuat proses belajar Guru optimal

Seperti apa lingkungan belajar yang aman dan nyaman?

  • Setiap Guru dapat menyampaikan pendapatnya tanpa takut dihakimi
  • Guru menyimak pendapat rekannya secara atentif
  • Guru bisa saling memberikan umpan balik yang membantunya bertumbuh

Bagaimana mengembangkan komunitas belajar yang ramah guru / memberikan rasa

Aman dan Nyaman?

  • Melakukan penyamaan persepsi ttg pentingnya kombel dalam sekolah
  • Saling mengingatkan komitmen bersama dan nilai-nilai yang telah disepakati
  • Kepala sekolah menjadi role model (contoh) dalam mengimplementasikan nilai yang disepakati;
  • Pembiasaan setiap guru menyampaikan pendapat tanpa takut dihakimi
  • Pembiasaan menyimak rekan guru yang sedang berbicara.
  • Saling memberikan umpan balik secara santun;
  • Memberikan ruang bagi guru untuk menyampaikan keresahannya; dan mendiskusikan secara terbuka dengan anggota komunitas bagaimana aktivitas di komunitas belajar bisa lebih nyaman untuk guru.
  • Anggota tim kecil juga berperan mengamati interaksi antar guru dan merasakan

suasana dan dinamika belajar guru. Hasil pengamatan disampaikan dan didiskusikan

bersama di komunitas tim kecil untuk merumuskan langkah perbaikan lingkungan belajar yang ramah guru. Selanjutnya hasil diskusi disampaikan ke kepala sekolah.

  • Kepala sekolah mendekati guru secara persuasif

23 of 53

Perlunya ketrampilan sosial emosional

24 of 53

Lima Kompetensi Sosial Emosional

  • Kesadaran Diri
  • Manajemen Diri
  • Kesadaran Sosial
  • Kemampuan Berelasi
  • Pembuatan Keputusan bertanggung jawab

25 of 53

Kemampuan berelasi

Membangun dan mempertahankan hubungan yang sehat antara individu dan kelompok.

Kesadaran diri

Mengenali emosi, pikiran, dan nilai dalam diri secara akurat

Pembuatan keputusan bertanggung jawab

Pembuatan pilihan konstruktif yang benar dan cara bertindak sesuai dengan etika, norma sosial, dan keselamatan.

Manajemen diri

Mengelola pikiran, emosi, dan perilaku terutama pada saat mengahdapi tantangan dalam mencapaii tujuan

Kesadaran

sosial

Kemampuan untuk bisa berempati pada orang lain dan melihat dari berbagai sudut pandang

26 of 53

4. Membuat struktur belajar komunitas belajar dalam sekolah min. 1 JP

Belajar bersama di luar jam kerja terkesan memberatkan guru. Memasukkan minimal 1 jam belajar di komunitas sebagai bagian dari jam kerja guru di sekolah, diharapkan menumbuhkan kesadaran bahwa belajar merupakan bagian dari pekerjaan seorang guru, dan tidak bisa dipisahkan dari mengajar.

Dengan adanya rutinitas ini, akan tumbuh pembiasaan guru untuk berdiskusi di komunitas belajar yang berpusat pada pembelajaran murid sehingga tercipta budaya belajar di dalam satuan pendidikan.

Bagi sekolah yang ingin menambahkan kegiatan belajar dalam komunitas di luar jam kerja guru, diserahkan kepada kebijakan pihak sekolah masing- masing.

27 of 53

5. Belajar Bersama di dalam Komunitas Belajar dalam Sekolah

28 of 53

29 of 53

30 of 53

31 of 53

Semua tahapan siklus ini dilaksanakan dengan mengintegrasikan Tiga Ide Besar yang menggunakan Empat Pertanyaan Kunci. Durasi satu siklus inkuiri disesuaikan dengan kebutuhan para pendidik.

Hal yang dibicarakan pada komunitas belajar dalam sekolah

adalah pembelajaran murid.

Semua kesepakatan pada komunitas belajar mempertimbangkan hal yang terbaik untuk pembelajaran murid.

32 of 53

Komunitas belajar dalam sekolah dimungkinkan untuk dibuatkan menjadi klaster/kelompok-kelompok berdasarkan mata pelajaran (untuk jenjang SMP/SMA/SMK), kelas rendah dan kelas tinggi (untuk jenjang SD), ataupun pengelompokkan lainnya. Pengelompokkan ini biasanya disebut MGMP mata pelajaran ataupun KKG mini di sekolah. Disarankan MGMP/KKG (komunitas belajar dalam sekolah) ini tidak lebih dari 10 (sepuluh) orang agar kolaborasi pendidik dapat lebih efektif dan fokus

33 of 53

Pengamatan Diskusi Komunitas Belajar dalam Sekolah

1. Masalah pembelajaran

murid apa yang

disepakati untuk didiskusikan?

2. Pertanyaan-pertanyaan apa yang dijadikan

pemantik diskusi?

  1. Diskusi dalam kombel lebih dominan membicarakan pembelajaran murid atau lebih kepada guru?
  2. Jika bapak/ibu dapat membuat prosentase: berapa % percakapan tersebut membicarakan murid, berapa % membicarakan tentang hal lainnya?

34 of 53

SIMULASI DISKUSI KOMBEL DALAM SEKOLAH�OLEH SEKOLAH KEMBANG

35 of 53

MISKONSEPSI atau BUKAN?

  1. Komunitas belajar dalam sekolah wajib terdaftar di PMM
  2. Komunitas belajar wajib ada di sekolah
  3. Komunitas belajar sama dengan pelatihan ataupun belajar bersama-sama tentang materi baru

yang diperlukan guru

  1. Komunitas belajar dalam sekolah wajib di SK kan dinas Pendidikan untuk mendukung eksistensi

dan status pengurusnya.

  1. Sebelum menjalankan komunitas belajar, guru perlu bersepakat menentukan topik dengan melakukan refleksi awal tentang pembelajaran murid.
  2. Mendorong optimalisasi komunitas belajar dalam sekolah butuh data terlebih dulu sebagai alat

pemantauan.

  1. Kegiatan komunitas belajar dalam sekolah membahas apapun terkait murid, guru, dan sekolah
  2. PTK hanya dapat mengikuti satu komunitas belajar dalam sekolah.
  3. Dalam satu sekolah hanya terdapat satu komunitas belajar dalam sekolah yang diikuti oleh semua

guru.

  1. Komunitas belajar dalam sekolah dapat dibentuk dan dilakukan apabila sekolah memiliki guru

penggerak atau penggerak komunitas.

36 of 53

CONTOH PLC DI TELOK KURAU SCHOOL

37 of 53

38 of 53

39 of 53

40 of 53

41 of 53

42 of 53

43 of 53

44 of 53

45 of 53

46 of 53

CUPLIKAN SINGKAT PLC

47 of 53

48 of 53

DUKUNGAN SARANA PRASARANA UNTUK KOMUNITAS BELAJAR DI SEKOLAH CENTRE OF EXCELLENCE

49 of 53

Rumusan Problem Statement

Problem Statement

  • Masih ada mispersepsi mengenai kombel, bahwa kombel dianggap seperti KKG, MGMP, dst
  • Belum adanya kesadaran guru untuk berbagi praktik baik dan berkolaborasi dengan guru lain
  • Budaya belajar belum terbentuk, belajar bersama dilaksanakan jika ada Kepala Sekolah (Menunggu perintah atau inisiatif kepala

sekolah dalam menambah wawasan pengetahuan atau dalam peningkatan kompetensi)

  1. Kepala sekolah dan guru kurang memahami pentingnya kombel
  2. Guru menganggap bahwa kombel akan membebani guru
  3. Rasa enggan bagi guru senior untuk belajar secara kolaborasi karena khawatir dianggap kurang mampu
  4. Guru junior sulit menggerakkan guru senior karena guru senior berada pada zona nyaman
  5. Guru sulit menggerakan teman sejawat untuk bergabung dan aktif dalam komunitas belajar karena senioritas, dianggap

tidak mampu, dan hanya menambah beban.

  1. Guru tidak tertarik ikut Komunitas Belajar
  2. Rendahnya motivasi KS dan Guru untuk membentuk Kombel
  3. Komunitas Belajar di Satuan Pendidikan belum menjadi hal penting sebagai wadah pengembangan profesionalitas PTK
  4. Motivasi belajar guru masih rendah karena terlalu nyaman berada di zona aman
  5. Pemahaman guru dan kepala sekolah terhadap konsep komunitas belajar dan aktivitas yang harus dilakukan dalam komunitas

belajar belum selaras.

  1. Guru belum merasa bahwa belajar merupakan kebutuhan dan masih menunggu arahan/pelatihan dari pusat.
  2. Masih ditemukan guru enggan bergabung dan aktif dalam komunitas belajar karena menganggap kombel membebani,

tidak memahami pentingnya komunitas belajar, dan tidak percaya diri untuk berbagi.

  1. Guru belum cukup kompeten untuk berbagi dalam Kombel,
  2. Belum optimalnya pengelolaan Kombel dalam Sekolah oleh KS,
  3. Terdapat hambatan psikologis antar guru dalam berbagi di Kombel.

50 of 53

51 of 53

Kemendikbudristek (Direktorat & UPT)

Kombel Mapel/Kelas/Lintas

Kombel Mapel/Kelas/Lintas

Kombel Mapel/Kelas/Lintas

  1. Guru menyepakati fokus diskusi di kombel
  2. Diskusi dalam kombel seputar pembelajaran murid (3 Ide & 4 pertanyaan)

Pelaksanaan kombel dengan integrasi

  1. Ide besar

(fokus pada pembelajaran, kolaborasi & komitmen kolektif, berorientasi pada hasil (data hasil belajar murid)

  1. Pertanyaan kunci

(tujuan belajar murid apa, bagaimana kita mengetahui murid telah mencapai tujuan, apa yg guru akan lakukan jika murid sudah atau belum belajar)

Pemda/Disdik/Yayasan

Mitra Pembangunan

SATUAN PENDIDIKAN

Pembangunan kombel

dengan 5 dimensi

  • Membentuk tim kecil
  • Konsolidasi WHY Kombel penting, Membuat komitmen bersama dan Penyepakatan tata nilai
  • Ciptakan lingkungan belajar yang ramah guru
  • Membuat struktur belajar min 1 jam

perminggu

  • Lakukan Belajar bersama dan Berbagi praktik secara terjadwal/rutin

Kombel

Mapel/Kelas/Lintas

Kombel

Mapel/Kelas/Lintas

52 of 53

Kemendikbudristek

Pemda/Disdik/Yayasan

Mitra Pembangunan

  • Menerbitkan panduan optimalisasi komunitas belajar
  • Menerbitkan panduan peningkatan

kapasitas penggerak komunitas belajar

  • Sosialisasi komunitas belajar ke GTK , pemerintah daerah, dan mitra pembangunan
  • Upgrading penggerak komunitas belajar
  • Advokasi mengenai komunitas belajar ke pemda, mitra pembangunan, dunia usaha dan dunia industri
  • Pendampingan konsultatif dan asimetris pemda
  • Pendampingan penggerak komunitas

belajar

  • Menerbitkan regulasi/SE terkait komunitas belajar (salah satunya: mewajibkan komunitas belajar dalam sekolah untuk semua satuan pendidikan di daerah, dan memasukan min. 1 (satu) jam belajar di komunitas ke dalam jam efektif guru).
  • Memberikan motivasi dan

apresiasi kepada GTK

  • Melakukan pemantauan komunitas belajar
  • Membersamai kepala satuan Pendidikan (melalui PS/penilik berperan sbh mentor, coach, fasilitator, trainer, dan/atau konsultan)
  • Berbagi sumberdaya
  • Mendampingi dan mengawal kebijakan dan implementasi program komunitas belajar di daerah.
  • Sesuai dengan fokusnya ikut serta mendukung kegiatan optimalisasi komunitas belajar seperti memfasilitasi berbagai program atau kegiatan komunitas belajar maupun peningkatan keterampilan yang dibutuhkan oleh komunitas belajar.

KOMUNITAS BELAJAR DALAM SEKOLAH

53 of 53