1 of 20

FORENSIK TEKNOLOGI INFORMASI

- CONDRO WIBAWA -

2 of 20

Perhatikan Penggalan Komik One Piece ini (Chapter 219)

3 of 20

Perhatikan Penggalan Komik One Piece ini (Chapter 219)

4 of 20

Apa Komentar Kalian tentang Potongan Komik Tersebut ?

5 of 20

Potongan Komik One Piece tadi,�sebenarnya juga terjadi di dunia nyata

Untuk mengungkap sebuah kasus,

pihak kepolisian dan pengadilan biasanya juga melakukan analisa terhadap barang bukti (dilakukan oleh para ahli)

Berharap,

dari barang bukti yang ada bisa memberikan informasi tentang kebenaran yang terjadi.

Proses seperti ini disebut dengan FORENSIK.

6 of 20

DEFINISI FORENSIK

7 of 20

Menurut Elisa Bergslien :�“the application of scientific methods and techniques to investigate the crime” atau “sebuah penerapan metode sains dan teknik untuk menginvestigasi kejahatan”��Menurut Bambang Widodo Umar (Dosen Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian) : �Forensik merupakan cara untuk membuktikan atau mengungkap kasus untuk mendapatkan kebenaran yang sesungguhnya. Forensik adalah cara untuk mendapatkan alat bukti atau alat bantu untuk mendapatkan alat bukti, bukan alat bukti itu sendiri.

�Kesimpulan :�Forensik adalah sebuah cara membuktikan/mengungkap kasus untuk mendapatkan fakta/kebenaran melalui penerapan metode sains dan teknik investigasi.

8 of 20

Jenis-jenis Forensik yang Umum :

Bidang Ilmu

Penjelasan

Kedokteran Forensik

Penerapan Ilmu Kedokteran untuk kepentingan Hukum dan Peradilan.

Contoh : Fisum, kasus KDRT; Pemukulan; Pemerkosaan, dll.

Pathology Forensik

Cabang ilmu forensik yang berkaitan dalam pencarian penyebab kematian berdasarkan hasil pemeriksaan pada mayat (otopsi).�Contoh : Fisum, kasus pembunuhan

Toxicology Forensik

Ilmu forensik yang berkaitan dengan analisis kimia, farmasi, dan klinis yang terdapat dalam darah, urin, dll. untuk penyelidikan kasus kematian seperti keracunan, penggunaan obat

Terlarang.�Contoh : Tes Urin Kasus Narkoba, Kopi Sianida Jessica Wongso, Kasus Mabok Kecubung, dll.

Anthropology Forensik

Ilmu forensik dalam identifikasi tulang dan strukturnya untuk menganalisis dan mengenali barang bukti yang ada.�Contoh : �Kasus Lumpur Lapindo untuk identifikasi korban tertimbun lumpur, �Kasus Pembunuhan 7 Jenderal di Lubang Buaya (1965)

Odontolgy Forensik

Ilmu forensik yang mengidentifikasi gigi untuk pengidentifikasian identitas seseorang.

Contoh : Kasus Kopi Sianida Wayan Mirna, untuk membuktikan bekas zat kimia pada gigi.

9 of 20

Jenis-jenis Forensik yang Umum :

Bidang Ilmu

Penjelasan

Engineering Forensic

Ilmu forensik untuk mengidentifikasi kejadian yang berhubungan dengan mesin, listrik, dan lain sebagainya untuk keperluan pembuktian barang bukti.

Contoh : Kasus ambruknya Jembatan Holtekamp di Papua, pesawat jatuh, dll.

Psyciatry Forensik

Ilmu forensik yang menganalisis psikologi tersangka maupun korban terkait mental, kejujuran, dan lain sebagainya.

Contoh : Tes Kejujuran Pelaku,

Criminalistic Forensik

Ilmu forensik untuk menganalisis dan membuktikan barang bukti seperti bukti jejak, bukti cetakan, bukti senjata, dan bukti lainnya yang ditemukan di TKP.

Contoh : Penentuan senjata yang digunakan seperti pistol.

Digital Forensik

Ilmu forensik untuk menganalisis barang bukti digital seperti data pada harddisk, dan barang bukti digital lainnya.

Contoh : �Kasus terorisme Noordin M Top, digagalkan karena ditemukan email yang mencurigakan

Kasus Judi Online�Penyadapan Telepon�

10 of 20

Jenis-jenis Forensik yang Umum :

Dasar Hukum Forensik :

  1. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana
  2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana
  3. Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 tentang Tata Cara dan Persyaratan Permintaan Pemeriksaan Teknis Kriminalistik Tempat Kejadian Perkara dan Laboratoris Kriminalistik Barang Bukti Kepada Laboratorium Forensik Kepolisian Negara Republik Indonesia
  4. Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2011 tentang Kedokteran Kepolisian.

11 of 20

SEJARAH FORENSIK

12 of 20

13 of 20

METODE FORENSIK

14 of 20

Menurut NIST (National Institute of Standard and Technology):

Acquisition :�Fase akuisisi (pengambilan) data yang terkait dengan peristiwa tertentu yang akan diidentifikasi, dikumpulkan, dan dilindungi.

Examination :�Fase pengujian alat dan teknik yang tepat untuk jenis data yang dikumpulkan selama fase pertama dilaksanakan untuk mengidentifikasi dan menganalisis informasi yang relevan dari data yang diperoleh.

15 of 20

Menurut NIST (National Institute of Standard and Technology):

Analysis :�Fase yang paling penting dilakukan untuk menemukan bukti serangan. Seperti melakukan analisis log, analisis jaringan, dan analisis metode.

Reporting :�Fase terakhir melibatkan proses laporan dan praktik dalam konteks peristiwa saat ini untuk mengidentifikasi kekurangan kebijakan, kesalahan prosedural, dan masalah lain yang perlu diperbaiki.

16 of 20

Menurut National Institute of Justice (NIJ):

Acquistion

Examination

Analysis

Reporting

NIST

Identification

Collection

Examination

Analysis

Reporting

NIJ

17 of 20

Menurut Digital Forensicss Research Workshop (DFRW):

Acquistion

Examination

Analysis

Reporting

NIST

Identification

Collection

Examination

Analysis

Reporting

NIJ

Identification

Preservation

Collection

Examination

Analysis

Presentation

DFRW

18 of 20

ada pertanyaan

?

19 of 20

Referensi :

Sudyana, Didik. 2016. "Belajar Mengenali Forensika Digital". Yogyakarta : Diandra Creative

Riadi, Imam; Muthohirin, Bashor Fauzan. 2022. "Forensik Digital (Forensik Email). Yogyakarta : Diandra Creative.

20 of 20