PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA DAN GLOBALISASI
2
Apa yang dimaksud dengan perubahan sosial budaya ?
Menurut John Lewis Gillin dan John Philip Gillin perubahan sosial budaya adalah suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, dinamika dan komposisi penduduk, ideologi, ataupun karena adanya penemuan-penemuan baru di dalam masyarakat.
2. Faktor Penyebab Perubahan
Ada 2 faktor yang menjdi penyebab terjadinya perubahan social budaya
A. Faktor Internal
Bertambahnya penduduk yang sangat cepat dapat mengakibatkan munculnya perubahan sosial. Seperti di Pulau Jawa yang jumlah penduduknya semakin banyak. Hal ini dapat menyebabkan perubahan dalam struktur masyarakat, seperti munculnya kelas sosial.
Berkurangnya penduduk disebabkan oleh transmigrasi maupun urbanisasi penduduk dari desa ke kota. Sehingga di desa terjadi kekosongan karena tidak ada yang mengelola. Ini mengakibatkan perubahan sosial terjadi di daerah pedesaan.
2) Inovasi atau penemuan-penemuan baru yang berkembang didalam masyarakat
Melalui perkembangan moda komunikasi yang semakin canggih mempermudah manusia dalam melakukan aktivitas khususnya dalam hal berkomunikasi dengan relasi atau kerabat yang berada ditempat yang jauh. Penemuan baru yang mampu menyebabkan terjadi perubahan sosial dalam masyarakat dibedakan menjadi dua yaitu discovery dan invention. Discovery adalah penemuan hal-hal yang benar-benar baru dalam kehidupan masyarakat. Penemuan tersebut bisa dalam bidang alat, ide, atau hal lain yang berkaitan dengan kultur masyarakat. Invention adalah memunculkan pengaruh dalam kehidupan masyarakat. Apabila penemuan baru itu sudah bisa diterima dan digunakan oleh masyarakat maka sudah terjadi yang disebut invention. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya inovasi adalah ketidak puasan masyarakat terhadap budaya yang sudah ada, sehingga mendorong manusia untuk melakukan aktivitas menciptakan budaya yang baru
1990
2021
B. FAKTOR EXTERNAL
Faktor External dalam perubahan social budaya mencakup tiga hal:
Peperangan baik antar suku atau negara bisa menyebabkan terjadinya perubahan sosial dalam berbagai aspek kehidupan manusia.
Dalam peperangan tersebut diakhiri dengan adanya pihak yang menang. Bagi pihak yang menang pasti akan menguasai dan menanamkan berbagai aturan yang sesuai dengan kondisi kelompok atau negara yang menang.
Pihak yang kalah harus tunduk dengan aturan-aturan baru yang diterapkan oleh pihak pemenang.
Contohnya ketika kerajaan-kerajaan di Indonesia kalah berperang melawan Belanda maka rakyat Indonesia harus rela mengalami perubahan sosial dengan meninggalkan kebiasaan hidup sesuai dengan budaya Indonesia berganti mengikuti aturan-aturan yang diterapkan oleh Belanda.
2) Bencana Alam
Bencana alam bisa berupa banjir, gempa bumi, tanah longsong, gunung meletus bisa menjadi penyebab terjadinya perubahan sosial.
Perubahan sosial yang terjadi antara lain berupa seluruh penduduk yang mengalami bencana alam harus dipindahkan ke tempat yang baru yang aman dari bencana alam. Keadaan seperti ini menyebabkan para penduduk harus menyesuaikan dengan kondisi tempat yang baru baik dengan lingkungan maupun mata pencahariannya.
3) Pengaruh dari budaya lain
Apabila terjadi suatu akulturasi antar budaya baik dua budaya atau kebih muncul kecenderungan saling mempengaruhi antar budaya tersebut yang akhirnya akan kehidupan social budaya didalam masayarakat.
Gereja Hati Kudus Yesus dan Candi Ganjuran
3. BENTUK-BENTUK PERUBAHAN SOSIAL
Menurut Soerjono Soekanto perubahan sosial dan kebudayaan dapat dibedakan kedalam beberapa bentuk yaitu :
Perubahan lambat diistilahkan dengan evolusi sedangkan perubahan cepat diistilahkan dengan revolusi.
Perubahan secara evolusi diawali dengan adanya peristiwa-peristiwa kecil yang bermakna dalam kehidupan masyarakat yang akhirnya akan membesar dan membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat.
Contohnya perubahan yang terjadi pada beberapa masyarakat Indonesia yang tradisional berubah menjadi masyarakat modern.
Ciri perubahan secara evolusi adalah :
Perubahan secara revolusi cenderung kearah perubahan yang direncanakan meskipun bisa juga terjadi tanpa rencana.
Bisa pula terjadi dengan atau tanpa kekerasan.
Contoh peristiwa revolusi yang terkenal adalah Revolusi Industri yang terjadi di Inggris.
Ciri perubahan secara revolusi adalah :
b. Perubahan Kecil dan Perubahan Besar
Perubahan kecil adalah perubahan pada unsur- unsur sosial masyarakat yang tidak membawa pengaruh secara langsung pada masyarakat.
Contohnya perubahan model potongan rambut tidak akan menyebabkan perubahan menyeluruh pada kehidupan masyarakat dan tidak mengakibatkan terjadinya perubahan struktur kelembagaan kemasyarakatan.
Perubahan besar adalah perubahan unsur sosial masyarakat yang mengakibatkan perubahan dalam berbagai lembaga-lembaga kemasyarakatan.
Contohnya proses perubahan bidang industrialisasi pada masyarakat agraris akan berpengaruh terhadap perubahan berbagai kelembagaan dalam masyarakat seperti mata pencaharian.
4. FAKTOR PENDORONG DAN PENGHAMBAT PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA
Ada beberapa faktor pendorong dan penghambat perubahan social budaya, mari kita simak bersama-sama:
akulturasi
difusi
2) Sistem Pendidikan Formal yang Maju
Pendidikan formal dengan mengacu pada kurikulum yang mampu menggali dan mengembangkan kompetensi peserta didik sangat diyakini mampu membuat perubahan pola pikir dan tindakan peserta didik.
Mereka akan mampu menentukan dan memilih budaya atau kebiasaan yang mampu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya saat itu dan khususnya di masa depan.
3) Sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan untuk maju.
Sikap seperti ini merupakan sikap yang sangat sederhana namun jika mampu dibudayakan dalam kehidupan masyarakat maka akan menjadi kekuatan yang sangat luar biasa untuk mendorong terjadinya perubahan sosial.
Contoh:
Pemberian penghargaan Piala Citra dalam Festival Film Indonesia (FFI) mampu menjadi pendorong para sutradara film menciptakan karya-karya yang baru
4) Sikap toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang.
Banyak dijumpai sekarang bahwa pekerjaan ojek online juga dilakukan oleh para wanita terutama ibu-ibu. Jika dibandingkan dengan nilai-nilai yang ada di masyarakat, sebenarnya pekerjaan sebagai ojek online bagi seorang wanita tidak lazim dan bisa dikategorikan suatu penyimpangan karena profesi tersebut merupakan profesi bagi seorang laki-laki. Walaupun terjadinya perubahan sosial budaya. Maka perlu mendapat toleransi selama bukan merupakan tindakan pidana
.
5) Sistem terbuka lapisan masyarakat (open stratification).
Adanya keterbukaan dalam struktur masyarakat membuka kesempatan yang luas kepada seluruh masyarakat bisa berkreasi untuk lebih maju berdasarkan kemampuan pribadi.
6) Penduduk yang heterogen
7) Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu.
Adanya pembiaran oleh pihak yang berwenang dalam hal ini pemerintah terhadap kondisi masyarakat yang tidak puas terhadap kebijakan pemerintah dalam bidang-bidang tertentu membuka peluang yang besar terjadinya suatu revolusi.
8) Mempunyai orientasi ke masa depan.
Semangat optimis akan masa depan yang lebih baik memberikan kekuatan bagi setiap manusia untuk bisa melakukan sesuatu yang terbaik demi masa depannya. Untuk belajar yang rajin , tekun, dan penuh semangat dalam menempuh pendidikan. Karena sampai saat ini masih dipercaya bahwa jenjang pendidikan seseorang berpengaruh terhadap karir pada masa depan.
Semangat optimisme bagi masyarakat secara umum bisa ditanamkan dan dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga mampu menjadi dorongan bagi setiap masyarakat untuk mempunyai keyakinan dan percaya diri yang kuat bahwa dirinya mampu’
9) Nilai bahwa manusia harus senantiasa berikhtiar untuk memperbaiki hidupnya.
Nasib manusia memang sudah ditentukan oleh Tuhan.
Namun manusia tidak boleh diam saja melainkan harus senantiasa berikhtiar dan berusaha untuk memperbaiki kualitas kehidupannya.
Sebagai manusia tugasnya berusaha dan berdoa, sedangkan masalah hasilnya merupakan ketentuan Tuhan.
Adanya nilai-nilai hidup dan keyakinan semacam itu menyebabkan kehidupan manusia menjadi dinamis sehingga perubahan-perubahan sosial budaya dapat berlangsung.
FAKTOR PENGHAMBAT PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA
1) Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain
2) Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat
3) Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat (vested interests)
4) Sikap masyarakat yang sangat tradisional.
5) Rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada integrasi kebudayaan.
6) Hambatan yang bersifat ideologis