PERSAMAAN KUADRAT
Sumber: Majalah Griya Asri (modifikasi penulis)
Persamaan
Kuadrat
Pengertian Persamaan Kuadrat
Akar atau Penyelesaian Persamaan Kuadrat
Menyelesaikan Persamaan Kuadrat dengan
Memfaktorkan
Menyelesaikan Persamaan Kuadrat dengan Melengkapkan Kuadrat Sempurna
Menyelesaikan Persamaan Kuadrat dengan Rumus
Menyusun Persamaan Kuadrat
Model Matematika dan Penerapan Persamaan Kuadrat
PETA KONSEP
Seorang pemain golf memukul bola dengan kecepatan 40 m/s sehingga bola melambung ke udara. Tinggi h meter bola setelah t detik dilambungkan dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi, yaitu g = 10 m/s2 sehingga diperoleh rumus h = 40t – 5t2, di mana 5t2 diperoleh dari ½ gt2. Jika ketinggian bola mencapai 35 meter, dapatkah kalian menentukan waktu yang dibutuhkan bola untuk mencapai ketingian tersebut?
2.1 Pengertian Persamaan Kuadrat
1.1 BILANGAN BERPANGKAT PADA PAPAN CATUR
2.1 Pengertian Persamaan Kuadrat
Persamaan kuadrat dalam x secara umum dapat ditulis dalam bentuk ax2 + bx + c = 0 dengan a, b, c ∈ R (bilangan real atau nyata) dan a ≠ 0. Dengan demikian, bentuk ax2 + bx + c = 0 dengan a ≠ 0 merupakan bentuk umum atau bentuk baku persamaan kuadrat dengan a sebagai koefisien x2, b sebagai koefisien x, dan c adalah konstanta.
Bentuk umum atau bentuk persamaan kuadrat dalam x
adalah αx2 + bx + c = 0 dengan α ≠ 0 dan α, b, c ∈ R
(bilangan real atau nyata).
2.2 Akar atau Penyelesaian Persamaan Kuadrat
Menentukan akar atau penyelesaian persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0 artinya mencari nilai x yang memenuhi persamaan ax2 + bx + c = 0 sehingga persamaan tersebut menjadi kalimat (pernyataan) yang benar.
Untuk persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0 , pengganti-pengganti variabel x yang dicari harus memenuhi syarat jika disubstitusikan pada persamaan tersebut menjadi kalimat benar. Pengganti-pengganti variabel x yang demikian disebut akar atau penyelesaian dari persamaan kuadrat.
2.2 Akar atau Penyelesaian Persamaan Kuadrat
Contoh Soal
Kerjakan Latihan 1 halaman 46
Tunjukkan akar persamaan berikut!
x1 = 7 dan x2 = –7 merupakan akar-akar persamaan x2 – 49 = 0
Jawab:
Nilai x1 = 7 disubstitusikan pada persamaan x2 – 49 = 0, diperoleh:
72 – 49 = 49 – 49 = 0 (benar)
Nilai x2 = –7 disubstitusikan pada persamaan x2 – 49 = 0, diperoleh:
(–7)2 – 49 = 49 – 49 = 0 (benar)
Oleh karena pada substitusi x1 = 7 dan x2 = –7 menghasilkan kalimat benar, maka x1 = 7 dan x2 = –7 adalah akar-akar dari persamaan x2 – 49 = 0.
2.3 Penyelesaian Persamaan Kuadrat dengan Memfaktorkan
Kalimat Terbuka pq=0
Sebelum membahas cara menyelesaikan persamaan kuadrat dengan memfaktorkan, terlebih dahulu selidikilah hal-hal berikut!
a. Jika q ≠ 0, berapakah pengganti p agar pq = 0 menjadi kalimat yang benar?
Jawab: p = 0
b. Jika p ≠ 0, berapakah pengganti q agar pq = 0 menjadi kalimat yang benar?
Jawab: q = 0
c. Jika p = 0 dan q = 0, apakah pq = 0 dapat menjadi kalimat yang benar?
Jawab: ya
Berdasarkan ketiga hal di atas, maka dapat disimpulkan bahwa jika p dan q sembarang bilangan nyata dan pq = 0, maka p = 0, atau q = 0, atau p dan q kedua-duanya adalah 0. Kalimat p = 0, atau q = 0, atau p = 0 dan q = 0, dalam matematika dapat ditulis p = 0 atau q = 0. Kata atau di sini berarti boleh salah satu bernilai 0 atau kedua-duanya bernilai 0.
2.3 Penyelesaian Persamaan Kuadrat dengan Memfaktorkan
Kesimpulan dari penelaahan di atas akan kita gunakan sebagai tahapan penting dalam menyelesaikan persamaan kuadrat dengan cara memfaktorkan.
Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan sebagai berikut.
Untuk sembarang bilangan real p dan q, selalu berlaku:
Jika p, q ∈ R dan pq = 0, maka p = 0 atau q = 0.
2.3 Penyelesaian Persamaan Kuadrat dengan Memfaktorkan
Contoh Soal
Kerjakan Latihan 2 halaman 47-48
2.3 Menyelesaikan Persamaan Kuadrat dengan Memfaktorkan
Menyelesaikan Persamaan Kuadrat dengan Memfaktorkan
Pada persamaan bentuk ax2 + bx + c = 0, jika bentuk bentuk ax2 + bx + c dapat difaktorkan, maka persamaan bentuk ax2 + bx + c = 0 dapat diselesaikan dengan cara memfaktorkan bentuk ax2 + bx + c . Menyelesaikan persamaan kuadrat dengan cara memfaktorkan dilakukan dengan menggunakan sifat berikut.
Jika p, q ∈ R dan pq = 0, maka p = 0 atau q = 0.
Sifat di atas dapat digunakan setelah bentuk ax2 + bx + c difaktorkan di mana bilangan di ruas kanan harus nol.
2.3 Menyelesaikan Persamaan Kuadrat dengan Memfaktorkan
Contoh Soal
Kerjakan Latihan 3 halaman 51
Tentukan penyelesaian dari persamaan (3x + 1)(x – 1) = (2x – 2)2!
Jawab:
2.4 Menyelesaikan Persamaan Kuadrat dengan Melengkapkan Kuadrat Sempurna
Bentuk Kuadrat Sempurna
Bentuk ax2 + bx + c tidak selalu dapat difaktorkan. Oleh karena itu, perlu dipelajari cara lain untuk menyelesaikan persamaan ax2 + bx + c = 0. Pada bahasan ini, akan kita pelajari cara lain dalam menyelesaikan persamaan kuadrat, yaitu dengan melengkapkan Kuadrat sempurna. Bentuk-bentuk seperti (x + 7)2, (2y – 3)2, dan (p + 13)2 merupakan contoh-contoh dari bentuk kuadrat sempurna.
2.4 Menyelesaikan Persamaan Kuadrat dengan Melengkapkan Kuadrat Sempurna
Bentuk Kuadrat Sempurna
Jika suatu persamaan memiliki bentuk kuadrat sempurna seperti x2 = q atau (x + p)2 = q, maka persamaan tersebut dapat diselesaikan dengan menggunakan sifat-sifat berikut.
2.4 Menyelesaikan Persamaan Kuadrat dengan Melengkapkan Kuadrat Sempurna
Akar dan Persamaan
Dengan menggunakan sifat-sifat di atas, persamaan yang memiliki bentuk kuadrat sempurna dapat diselesaikan dengan menggunakan kesimpulan berikut.
X2 = q x = ± √q.
(x + p)2 = q x + p = ±√q
±√q artinya adalah +√q atau -√q.
2.4 Menyelesaikan Persamaan Kuadrat dengan Melengkapkan Kuadrat Sempurna
Contoh Soal
Kerjakan Latihan 4 halaman 54
2.4 Menyelesaikan Persamaan Kuadrat dengan Melengkapkan Kuadrat Sempurna
Menyelesaikan Persamaan Kuadrat dengan Melengkapkan
Untuk menyelesaikan persamaan kuadrat dengan melengkapkan kuadrat sempurna, persamaan ax2 + bx + c = 0 harus dinyatakan dalam bentuk (x + p)2 = q.
Mencari penyelesaian x dari persamaan ax2 + bx + c = 0 dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut.
1. Koefisien x2 adalah 1, atau dibuat menjadi 1.
2. Persamaan dinyatakan dalam bentuk x2 + mx = n.
3. Kedua ruas persamaan ditambah dengan kuadrat dari ( koefisien x).
4. Persamaan dinyatakan dalam bentuk (x + p)2 = q.
Kuadrat Sempurna
2.4 Menyelesaikan Persamaan Kuadrat dengan Melengkapkan Kuadrat Sempurna
Contoh Soal
Kerjakan Latihan 5 halaman 56
⁄
2.5 Menyelesaikan Persamaan Kuadrat dengan Rumus
Rumus Penyelesaian Persamaan Kuadrat
2.5 Menyelesaikan Persamaan Kuadrat dengan Rumus
Diskriminan
Akar-akar persamaan kuadrat bergantung pada nilai (b2 – 4ac). Dengan demikian, nilai dari (b2 – 4ac) menjadi pembeda, apakah suatu persamaan kuadrat memiliki dua akar yang berbeda atau dua akar kembar. Oleh karena itu, (b2 – 4ac) disebut diskriminan, biasanya dinyatakan dengan D sehingga D = (b2 – 4ac).
Diskriminan dari persamaan ax2 + bx + c = 0 adalah D = (b2 -4ac).
2.5 Menyelesaikan Persamaan Kuadrat dengan Rumus
Contoh Soal
Kerjakan Latihan 6 halaman 61
2.6 Menyusun Persamaan Kuadrat
Sifat Akar Persamaan Kuadrat
Jika akar-akar dari persamaan ax2 + bx + c = 0 adalah x1 dan x2, maka berlaku sifat-sifat berikut:
2.6 Menyusun Persamaan Kuadrat
Menyusun Persamaan Kuadrat
Jika akar-akar suatu persamaan kuadrat adalah x1 dan x2, maka untuk menyusun persamaan kuadrat tersebut digunakan rumus berikut.
(x – x1) (x – x2) = 0
2.6 Menyusun Persamaan Kuadrat
Contoh Soal
Kerjakan Latihan 7 halaman 67
2.7 Model Matematika dan Penerapan Persamaan Kuadrat
Model Matematika
Untuk menyelesaikan soal cerita dengan situasi seperti di atas, terlebih dahulu perlu dibuat kalimat matematika berdasarkan informasi yang terdapat pada soal tersebut, yang disebut dengan model matematika. Model matematika dari situasi tersebut dapat diperoleh dengan cara memulai dengan pemisalan untuk besaran yang belum diketahui dengan sebuah variabel, misalnya x.
2.7 Model Matematika dan Penerapan Persamaan Kuadrat
Penerapan Persamaan Kuadrat pada Soal Cerita
Mengacu pada uraian dan contoh pada model matematika, maka soal-soal yang menyangkut persamaan kuadrat umumnya dapat diselesaikan dengan langkah-langkah berikut.
2.7 Model Matematika dan Penerapan Persamaan Kuadrat
Contoh Soal
Kerjakan Latihan 8 halaman 71
Dua buah bilangan cacah berselisih 3 dan hasil kalinya 88.
Tentukan kedua bilangantersebut.
Jawab:
Misal bilangan pertama = x,
maka bilangan kedua = (x + 3) atau (x – 3).
⇔ x2 + 3x – 88 = 0
⇔ (x – 8)(x + 11) = 0
⇔ x – 8 = 0 atau x + 11 = 0
⇔ x = 8 x = –11
Untuk x = –11 tidak memenuhi, sebab –11 bukan bilangan cacah.
Jadi, kedua bilangan cacah tersebut adalah 8 dan 11.