1 of 27

MEMBANGUN KESIAPSIAGAAN�BENCANA Di SEKOLAH

SATUAN PENDIDIKAN AMAN BENCANA

ELING LAN WASPODO NGADEPI BEBOYO

MPLS. 2026/2027

2 of 27

3 of 27

Pendahuluan :

Sekolah Merupakan Tempat Berkumpulnya Banyak Orang Disetiap Harinya, Sehingga Memiliki Risiko Terhadap Berbagai Jenis Bencana, Baik Bencana Alam, Nonalam, Maupun Sosial.

Oleh karena itu, setiap warga sekolah harus memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang tepat agar mampu mengurangi risiko bencana.

MEMBANGUN KESIAPSIAGAAN�BENCANA Di SEKOLAH

4 of 27

Tujuan Pembelajaran:

  • Memahami konsep kesiapsiagaan bencana.
  • Mengenali potensi bencana di lingkungan sekolah.
  • Mengetahui langkah-langkah penyelamatan saat terjadi bencana.

- Membangun budaya sadar bencana di sekolah.

5 of 27

APA ITU BENCANA

( DISASTER )

?

6 of 27

BENCANA

Peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan baik oleh faktor alam dan /atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis

(UU Nomor 24 Tahun 2007)

7 of 27

Pengertian Kesiapsiagaan Bencana

Kesiapsiagaan bencana adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana melalui perencanaan, pengorganisasian, pelatihan, penyediaan sarana, dan simulasi agar dampak bencana dapat diminimalkan.

8 of 27

Tujuan kesiapsiagaan :�1. Mengurangi korban jiwa. �2. Mengurangi kerugian harta benda. �3. Mempercepat proses penyelamatan. �4. Menumbuhkan budaya sadar bencana.

9 of 27

JENIS BENCANA�UU 24/2007 PENANGGULANGAN BENCANA

Perundungan (bullying) Tawuran Ancaman keamanan

Keracunan makanan

Kecelakaan laboratorium

10 of 27

Siklus Penanggulangan Bencana

  1. Pencegahan.
  2. Mitigasi.
  3. Kesiapsiagaan.
  4. Peringatan Dini
  5. Tanggap Darurat.
  6. Rehabilitasi.
  7. Rekonstruksi

Tahapan Siklus Bencana

Tujuan

Kegiatan Utama

Contoh Kegiatan

1. Pencegahan (Prevention)

Mengurangi kemungkinan terjadinya bencana

Menghilangkan atau mengurangi sumber bahaya

Penataan ruang, perlindungan hutan, larangan membangun di kawasan rawan bencana

2. Mitigasi (Mitigation)

Mengurangi dampak bencana

Upaya struktural dan non-struktural

Pembangunan tanggul, jalur evakuasi, edukasi kebencanaan, pemasangan rambu evakuasi

3. Kesiapsiagaan (Preparedness)

Meningkatkan kesiapan masyarakat menghadapi bencana

Perencanaan dan latihan

Simulasi evakuasi, penyusunan SOP, pembentukan Tim Siaga Bencana, penyediaan tas siaga

4. Peringatan Dini (Early Warning)

Memberikan informasi sebelum bencana terjadi

Pemantauan dan penyebaran informasi

Sirene tsunami, informasi BMKG, peringatan cuaca ekstrem melalui media

5. Tanggap Darurat (Response)

Menyelamatkan jiwa dan memenuhi kebutuhan dasar korban

Evakuasi dan penanganan darurat

Pencarian dan penyelamatan (SAR), pelayanan kesehatan, dapur umum, pengungsian

6. Rehabilitasi (Rehabilitation)

Memulihkan kondisi masyarakat pascabencana

Perbaikan fasilitas dan layanan

Perbaikan sekolah, jalan, jaringan listrik, layanan kesehatan dan dukungan psikososial

7. Rekonstruksi (Reconstruction)

Membangun kembali secara lebih aman dan berkelanjutan

Pembangunan infrastruktur dan pemulihan ekonomi

Membangun rumah tahan bencana, pemulihan mata pencaharian, pembangunan fasilitas umum

11 of 27

Komponen Sekolah Siaga Bencana

  1. Fasilitas Aman

  • Bangunan sesuai standar.
  • Jalur evakuasi.
  • Titik kumpul.
  • Rambu evakuasi.
  • APAR.
  • Kotak P3K.
  • Alarm peringatan.

12 of 27

Komponen Sekolah Siaga Bencana

B. Manajemen Sekolah

  • SOP Kebencaan
  • Tim Siaga Bencana Sekolah
  • Pembagian Tugas
  • Pendataan Warga Sejolah

13 of 27

Komponen Sekolah Siaga Bencana

C. Pendidikan Kebencanaan

  • Materi Kebencanaan Dalam Pembelajaran
  • Pelatihan Guru
  • Simulasi Rutin
  • Edukasi Kepada Siswa

14 of 27

Langkah Kesiapsiagaan Di Sekolah

Sebelum Bencana :

  • Mengenali risiko bencana.
  • Menyusun peta evakuasi.
  • Menentukan titik kumpul.
  • Membentuk tim siaga.
  • Menyiapkan perlengkapan darurat.
  • Melakukan simulasi minimal dua kali setahun.

15 of 27

Langkah Kesiapsiagaan Di Sekolah

Saat Terjadi Bencana :

  • Tetap tenang.
  • Ikuti instruksi guru.
  • Jangan panik.
  • Evakuasi sesuai jalur.
  • Menuju titik kumpul.
  • Jangan kembali ke bangunan sebelum dinyatakan aman.

16 of 27

Langkah Kesiapsiagaan Di Sekolah

Setelah Bencana :

  • Pendataan warga sekolah.
  • Pertolongan pertama.
  • Melapor kepada pihak terkait.
  • Pemeriksaan bangunan.
  • Pemulihan kegiatan belajar.

17 of 27

Peran Warga Sekolah

Kepala Sekolah :

  • Menetapkan kebijakan kesiapsiagaan.
  • Membentuk Tim Siaga Bencana.
  • Menyediakan sarana keselamatan.

Guru :

  • Memberikan edukasi kebencanaan.
  • Membimbing simulasi.
  • Mengarahkan evakuasi siswa.

18 of 27

Peran Warga Sekolah

Siswa :

  • Memahami prosedur evakuasi.
  • Tidak panik.
  • Membantu teman yang membutuhkan.
  • Menjaga keselamatan diri.

Orang Tua :

  • Mendukung program sekolah.
  • Mengetahui prosedur evakuasi.
  • Menjalin komunikasi dengan sekolah.

19 of 27

Simulasi Evakuasi

Tujuan simulasi :

  • Melatih respon cepat.
  • Mengurangi kepanikan.
  • Menguji SOP.
  • Mengevaluasi kesiapan sekolah.

20 of 27

Simulasi Evakuasi

Tahapan :

  1. Alarm berbunyi.
  2. Berlindung bila terjadi gempa.
  3. Evakuasi.
  4. Berkumpul di titik aman.
  5. Pendataan.
  6. Evaluasi.

21 of 27

Peralatan Darurat Sekolah

  • APAR
  • Kotak P3K
  • Tandu
  • Peluit
  • Senter
  • Radio komunikasi
  • Megafon
  • Masker
  • Air minum
  • Tas Siaga Bencana
  • Daftar nomor darurat

22 of 27

Budaya Aman Bencana di Sekolah

Budaya Aman Dibangun Melalui :

  • Edukasi berkelanjutan.
  • Simulasi berkala.
  • Kerja sama seluruh warga sekolah.
  • Disiplin terhadap SOP.
  • Kepedulian terhadap lingkungan.

23 of 27

Pesan Kesiapsiagaan Untuk Sekolah Di Wilayah Pesisir Gunungkidul

Bagi Sekolah Yang Berada DiKawasan Pesisir :

  • Kenali jalur evakuasi tsunami.
  • Ketahui lokasi Tempat Evakuasi Sementara (TES) atau Tempat Evakuasi Akhir (TEA).
  • Segera evakuasi ke tempat yang lebih tinggi setelah gempa kuat tanpa menunggu sirene.
  • Ikuti informasi resmi dari BPBD dan BMKG.

24 of 27

KESIMPULAN

Kesiapsiagaan Bencana Bukan Hanya Tanggung Jawab Guru atau Pemerintah, Tetapi Menjadi Tanggung Jawab Seluruh Warga Sekolah. Melalui Pendidikan Kebencanaan, Penyediaan Sarana, Latihan Rutin, Dan Kerja Sama Semua Pihak, Sekolah Dapat Menjadi Lingkungan Belajar Yang Aman, Tangguh, dan Siap Menghadapi Bencana.

25 of 27

Siap, Sigap, Untuk Selamat. �Wujudkan Sekolah Tangguh Bencana Melalui Pengetahuan, Latihan, dan Kepedulian Bersama.

26 of 27

27 of 27