AKUNTANSI
AGRIKULTUR
Agenda
2
Karakteristik Agrikultur
Akuntansi Agrikultur
Ilustrasi
Akuntansi Agrikultur
PSAK 69
SE Bapepam
No. SE-02/PM/2002
NILAI
WAJAR
BIAYA
PEROLEHAN
VS
PSAK 32
Kehutanan
3
Latar Belakang
4
Latar Belakang
5
PSAK 69 AGRIKULTUR
Aktivitas Agrikultur
Transformasi biologis
6
Konsep Umum Agrikultur
7
Bearer & Consumables
8
Consumables & Bearer
9
Konsep Umum PSAK 69
10
Tujuan
Mengatur perlakuan akuntansi dan pengungkapan yang terkait dengan aktivitas agrikultur.
11
Tujuan dan ruang Lingkup
Persediaan setelah agrikultur dipanen, misal setelah diolah 🡪 PSAK 14 Persediaan
12
Contoh Aset biologis
Aset biologis | Produk agrikultur | Hasil Pemroses ansetelah Panen |
Domba | Wol | Benang karpet |
Pohon dalam hutan kayu | Pohon tebangan | Kayu gelondongan, potongan kayu |
Sapi perah | Susu | Keju |
Babi | Daging potong | Sosis, ham (daging asap) |
Tanaman kapas | Kapas panen | Benang, pakaian |
Tebu | Tebu panen | Gula |
Tanaman tembaka | Daun tembakau | Tembakau |
Tanaman teh | Daun teh | Teh |
Tanaman Anggur | Buah anggur | Minuman anggur (wine) |
Tanaman buah-buahan | Buah petikan | Buah olahan |
Pojon kelapa sawit | Tandan buah segar | Minyak kelapa sawit |
Pohon karet | Getah karet | Produk olahan karet |
Beberapa tanaman, sebagai contoh, tanaman teh, tanaman anggur, pohon kelapa sawit, dan pohon karet, memenuhi definisi tanaman produktif (bearer plants) dan termasuk dalam ruang lingkup PSAK 16: Aset Tetap. Namun, produk yang tumbuh (produce growing) pada tanaman produktif (bearer plants), sebagai contoh, daun teh, buah anggur, tandan buah segar kelapa sawit, dan getah karet, termasuk dalam ruang lingkup PSAK 69: Agrikultur. | ||
13
PSAK 69
Aset biologis
Produk Agrikultur
14
Definisi
15
Definisi
16
Tanaman Produktif
17
Aktivitas Agrikulutur
yang dihasilkan oleh transformasi biologis atau panen diukur dan dipantau sebagai fungsi manajemen yang rutin.
18
Hasil Transformasi biologis
Perubahan aset melalui
Produksi produk pertanian seperti getah karet, daun teh, wol, dan susu.
19
Pengakuan
entitas mengendalikan aset biologis sebagai akibat dari peristiwa masa lalu;
besar kemungkinan manfaat ekonomik masa depan yang terkait dengan aset biologis tersebut akan mengalir ke entitas; dan
nilai wajar atau biaya perolehan aset biologis dapat diukur secara andal.
Entitas mengakui aset biologis atau produk agrikultur, jika dan hanya jika
20
Pengukuran
Aset biologis diukur pada saat pengakuan awal dan pada setiap akhir periode pelaporan pada nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual,
Kecuali untuk kasus yang dideskripsikan dalam paragraf 30 dimana nilai wajar tidak dapat diukur secara andal. nilai wajar atau biaya perolehan aset biologis dapat diukur secara andal.
Produk agrikultur yang dipanen dari aset biologis milik entitas diukur pada nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual pada titik panen.
Pengukuran seperti ini merupakan biaya pada tanggal tersebut ketika menerapkan PSAK 14: Persediaan atau Pernyataan lain yang berlaku.
21
Keuntungan dan Kerugian
Keuntungan atau kerugian yang timbul pada saat pengakuan awal aset biologis pada nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan dari perubahan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual aset biologis
Keuntungan atau kerugian yang timbul pada saat pengakuan awal produk agrikultur pada nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual
laba rugi pada periode dimana keuntungan atau kerugian tersebut terjadi.
22
Ketidakmampuan Mengukur Nilai Wajar Andal – Par 30
23
Pengungkapan
Ketentuan umum (40-41)
Pengungkapan jika tidak diungkapkan di bagian lain (48)
Pengungkapan kondisi umum: keberadaan jumlah komitmen dan strategi manajemen risiko keuangan (49)
Rekonsiliasi perubahan aset biologis (50)
Pengungkapan tambahan aset biologis yang nilai wajarnya tidak dapat diukur dengan andal (54-56)
24
Pengungkapan Umum (40)
Entitas mengungkapan keuntungan dan kerugian gabungan yang timbul selama periode berjalan pada saat pengakuan awal aset biologis dan produk agrikultur dan dari perubahan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual aset biologis
Entitas mendiskripsikan setiap kelompok aset biologis
25
Pengungkapan jika tidak diungkapkan bagian lain (Par 46)
sifat aktivitasnya yang melibatkan setiap kelompok aset biologis; dan
ukuran atau estimasi nonkeuangan dari kuantitas spesifik:
26
Pengungkapan (49)
keberadaan dan jumlah tercatat aset biologis yang kepemilikannya dibatasi, dan jumlah tercatat aset biologis yang dijaminkan untuk liabilitas;
jumlah komitmen untuk pengembangan atau akuisisi aset biologis; dan
strategi manajemen risiko keuangan yang terkait dengan aktivitas agrikultur.
27
Pengungkapan Rekonsiliasi (50)
Entitas menyajikan rekonsiliasi perubahan jumlah tercatat aset biologis antara awal dan akhir periode berjalan.
28
Pengungkapan Tambahan �Nilai wajar tidak dapat diukur secara andal (54-55)
deskripsi dari aset biologis tersebut;
penjelasan tentang mengapa alasan nilai wajar tidak dapat diukur secara andal;
jika memungkinkan, rentang estimasi dimana nilai wajar kemungkinan besar berada;
metode penyusutan yang digunakan;
umur manfaat atau tarif penyusutan yang digunakan; dan
jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan (digabungkan dengan akumulasi kerugian penurunan nilai) pada awal dan akhir periode.
29
Pengungkapan Tambahan �Nilai wajar tidak dapat diukur secara andal (55)
Jika pada periode berjalan, entitas mengukur menggunakan biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan, keuntungan atau kerugian yang diakui atas pelepasan aset biologis tersebut dan rekonsiliasi mengungkapkan aset biologis secara terpisah.
Rekonsiliasi tersebut mengungkapkan jumlah berikut dalam laba rugi terkait dengan aset biologis tersebut:
30
Pengungkapan Tambahan �Nilai wajar tidak dapat diukur secara andal 56
Ketika nilai wajar menjadi dapat diukur secara andal selama periode berjalan, maka entitas mengungkapkan:
31
Definisi - Hibah
32
Definisi Hibah – PSAK 61
33
Hibah Pemerintah
Hibah pemerintah tanpa syarat yang terkait dengan aset biologis yang diukur pada nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual diakui dalam laba rugi ketika, dan hanya ketika, hibah pemerintah tersebut menjadi piutang.
Jika hibah pemerintah terkait aset biologis yang diukur nilai wajar dikurangi biaya untuk mnjual adalah bersyarat, termasuk ketika hibah pemerintah mensyaratkan entitas untuk tidak terlibat dalam aktivitas agrikultur tertentu, maka entitas mengakui hibah pemerintah dalam laba rugi ketika, dan hanya ketika, kondisi yang melekat pada hibah pemerintah tersebut telah terpenuhi.
34
Pengungkapan – Hibah Pemerintah
sifat dan cakupan hibah pemerintah yang diakui dalam laporan keuangan;
kondisi yang belum terpenuhi dan kontinjensi lain yang melekat pada hibah pemerintah; dan
penurunan signifikan yang diperkirakan dalam jumlah hibah pemerintah.
35
Tanggal Efektif dan Ketentuan Transisi
36
PSAK 16 – Revisi 2015
Tanaman produktif (bearer plants) adalah tanaman hidup yang:
37
PSAK 16 – Revisi 2015
Tanaman produktif dicatat dengan cara yang sama dengan aset tetap yang dikonstruksi sendiri sebelum berada dalam lokasi dan kondisi yang diperlukan untuk siap digunakan sesuai dengan intensi manajemen.
Sebagai konsekuensi, acuan untuk “konstruksi” dalam Pernyataan ini dipahami untuk mencakup aktivitas yang diperlukan untuk membudidayakan tanaman produktif sebelum berada di lokasi dan kondisi yang diperlukan untuk siap digunakan sesuai dengan intensi manajemen.
38
PSAK 16 – Revisi 2015
Perubahan paragraf 03, 06, dan 37 dan menambahkan paragraf 22A dan 81L–81M.
Pada penerapan pertama, entitas tidak diharuskan untuk mengungkapkan informasi kuantitatif yang disyaratkan oleh PSAK 25 (paragraf 28(f)). Namun, entitas menyajikan informasi kuantitatif yang disyaratkan setiap periode yang disajikan sebelumnya.
Entitas dapat memilih untuk mengukur aset tanaman produktif pada nilai wajarnya pada periode penyajian terawal dalam laporan keuangan untuk periode pelaporan dimana entitas pertama kali menerapkan Amandemen PSAK 16 dan menggunakan nilai wajar tersebut sebagai biaya perolehan (deemed cost) pada tanggal tersebut.
39
Laporan Posisi Keuangan
40
[1] Sebuah entitas dianjurkan, tetapi tidak diharuskan, untuk memberikan gambaran yang dapat dikuantifikasi untuk setiap kelompok aset biologis, membedakan antara aset biologis yang dapat dikonsumsi dan tidak dapat dikonsumsi atau antara aset biologis yang menghasilkan dan belum menghasilkan, yang sesuai. Entitas mengungkapkan dasar untuk membuat setiap perbedaan tersebut.
| 31 Des 2011 | 31 Des 2010 |
Neraca | US$ | US$ |
Aset Lancar | | |
Kas dan setara kas | 10.000 | 10.000 |
Piutang | 88.000 | 65.000 |
Persediaan | 82.950 | 70.650 |
Total aset lancar | 180.950 | 145.650 |
| | |
Aset tidak lancar | | |
Ternak sapi perah - belum menghasilkan1) | 52.060 | 47.730 |
Susu ternak - menghasilkan 1) | 372.990 | 411.840 |
Sub-total aset biologis | 425.050 | 459.570 |
Properti, pabrik, dan peralatan | 1.462.650 | 1.409.800 |
Total aset tidak lancar | 1.887.700 | 1.869.370 |
Total aset | 2.068.650 | 2.015.020 |
40
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
| |
| |
Nilai wajar susu yang diproduksi | 518.240 |
Keuntungan yang timbul dari perubahan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual ternak sapi perah | 39.930 |
| 558.170 |
| |
Persediaan yang digunakan | (137.523) |
Biaya pegawai | (127.283) |
Beban penyusutan | (15.250) |
Beban operasi lainnya | (197.092) |
| (477.148) |
Laba operasi | 81.022 |
| |
Pajak penghasilan | (43.194) |
Laba komprehensif tahun berjalan | 37.828 |
41
Laporan Arus Kas
Arus kas dari aktivitas Operasi | |
| 498.027 |
| 97.913 |
| (460.831) |
| (23.815) |
| 111.294 |
42
Pengungkapan
Operasi dan kegiatan utama
Peternakan Sapi Perah XYZ ('Perusahaan') bergerak dalam produksi susu untuk dipasok kepada berbagai pelanggan. Pada tanggal 31 Desember 20X1, entitas memiliki 419 ekor sapi yang mampu menghasilkan susu (mature assets) dan 137 sapi muda yang dipelihara untuk dapat menghasilkan susu di masa depan (immature assets). Perusahaan menghasilkan 157.584kg susu dengan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual sebesar 518.240 (pada saat pemerahan) pada tahun yang berakhir 31 Desember 20X1.
43
Pengungkapan
Kebijakan Akuntansi
Hewan ternak dan susu
Hewan ternak diukur pada nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual. Nilai wajar hewan ternak didasarkan pada harga kuotasian hewan ternak dengan usia, jenis, dan keunggulan genetik yang serupa dalam pasar utama (atau pasar paling menguntungkan) untuk hewan ternak tersebut. Pengukuran awal susu dilakukan pada nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual pada saat pemerahan. Nilai wajar susu didasarkan pada harga kuotasian di area lokal dalam pasar utama (atau pasar paling menguntungkan).
44
Pengungkapan
Aset biologis
Rekonsiliasi nilai tercatat ternak sapi perah 20X1
Jumlah tercatat per 1 Januari 20X1 459.570
Kenaikan karena pembelian 26.250
Keuntungan yang timbul dari perubahan nilai wajar dikurangi
biaya untuk menjual yang diatribusikan ke perubahan fisik(a) 15.350
Keuntungan yang timbul dari perubahan nilai wajar dikurangi
biaya untuk menjual yang diatribusikan ke perubahan harga(a) 24.580
Penurunan karena penjualan (100.700)
Jumlah tercatat per 31 Desember 20X1 425.050
(a) Pemisahan kenaikan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual antara bagian yang diatribusikan ke perubahan fi sik dan bagian yang diatribusikan ke perubahan harga dianjurkan, tetapi tidak disyaratkan oleh Pernyataan ini.
45
Pengungkapan
Strategi manajemen risiko keuangan
46
Ilustrasi : Perubahan Fisik dan Harga
Pemisahan perubahan fisik dan harga dianjurkan tetapi tidak diharuskan dalam PSAK 69
Sekumpulan 10 hewan berusia 2 tahun dimiliki pada tanggal 1 Januari 20X1. Satu hewan berusia 2,5 tahun dibeli pada tanggal 1 Juli 20X1 senilai 108, dan satu hewan lahir pada tanggal 1 Juli 20X1. Tidak ada hewan yang dijual atau dilepaskan selama periode tersebut. Nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual per unit hewan adalah sebagai berikut: | ||
Hewan yang berumur 2 tahun pada 1 Januari 20X1 | 100 | |
Hewan yang baru lahir pada 1 Juli 20X1 | 70 | |
Hewan yang berumur 2,5 tahun pada 1 Juli 20X1 | 108 | |
Hewan yang baru lahir pada 31 December 20X1 | 72 | |
Hewan yang berumur 0,5 tahun pada 31 December 20X1 | 80 | |
Hewan yang berumur 2 tahun pada 31 December 20X1 | 105 | |
Hewan yang berumur 2,5 tahun pada 31 December 20X1 | 111 | |
Hewan yang berumur 3 tahun pada 31 December 20X1 | 120 | |
47
Ilustrasi : Perubahan Fisik dan Harga)
Nilai wajar dikurangi biaya penjualan pada 1 Januari 2011 (10 x 100) | 1000 | ||
Pembelian pada 1 July 20X1 (1 x 108) | | 108 | |
Peningkatan nilai wajar dikurangi estimasi biaya penjualan akibat perubahan harga: | | ||
| 10 × (105 – 100) | 50 | |
| 1 × (111 – 108) | 3 | |
| 1 × (72 – 70) | 2 | 55 |
Peningkatan nilai wajar dikurangi estimasi biaya penjualan akibat perubahan fisik: | | ||
| 10 × (120 – 105) | 150 | |
| 1 × (120 – 111) | 9 | |
| 1 × (80 – 72) | 8 | |
| 1 × 70 | 70 | 237 |
Nilai wajar dikurangi biaya penjualan pada 31 December 2011 | | ||
| 11 × 120 | 1320 | |
| 1 × 80 | 80 | 1400 |
48
Ilustrasi
49
49
Ilustrasi Jurnal 1
Keterangan | Debit | Kredit |
Entitas mengeluarkan biaya untuk kegiatan penanaman padi sebesar 60.000.000 | ||
Beban operasi | 60.000.000 | |
Kas | | 60.000.000 |
Entitas menjual padi dengan harga 120.000.000 | ||
Kas | 120.000.000 | |
Penjualan | | 120.000.000 |
Pada 31 Desember ada padi yang belum di panen di sawah dinilai sebesar 30.000.000 | ||
Aset biologis* | 30.000.000 | |
Pendapatan* | | 30.000.000 |
Untuk mempermudah pencatatan jurnal ini akan dibalik di awal periode sehingga entitas dapat konsisten mencatat pendapatan pada saat penjualan. Tapi karena ada pendapatan debit 30.000.000 maka pengakuan pendapatan tetap sesuai PSAK | ||
50
Ilustrasi Jurnal 2a
Keterangan | Debit | Kredit |
Entitas mengeluarkan biaya untuk kegiatan membeli dan memelihara ternak 100.000.000 | ||
Aset biologis | 100.000.000 | |
Kas | | 100.000.000 |
Pada 31 Desember nilai aset biologis 130.000.000 | ||
Aset biologis | 30.000.000 | |
Pendapatan (kenaikan nilai aset biologis) | | 30.000.000 |
Pada Jan – Feb Maret 20X2 biaya yang dikeluarkan 40.000.000 | ||
Aset biologis | 40.000.000 | |
Kas | | 40.000.000 |
| ||
51
Ilustrasi Jurnal 2a
Keterangan | Debit | Kredit |
Pada 1 Maret 20X2 aset biologis dijual dengan harga 200.000.000 | ||
Kas | 200.000.000 | |
Penjualan | | 200.000.000 |
Mencatat harga pokok penjualan 130.000.000 + 40.000.000 = 170.000.000 | ||
Harga pokok penjualan | 170.000.000 | |
Aset biologis | | 170.000.000 |
Mencatat biya penjualan sebesar 10.000.000 | ||
Beban penjualan | 10.000.000 | |
Kas | | 10.000.000 |
Laba pada 20X2 sebesar 20.000.000 = 200.000.000 – 170.000.000-10.000.000 | ||
52
Ilustrasi Jurnal 2b
Keterangan | Debit | Kredit |
Entitas mengeluarkan biaya untuk kegiatan membeli dan memelihara ternak 100.000.000 | ||
Beban operasi | 100.000.000 | |
Kas | | 100.000.000 |
Pada 31 Desember nilai aset biologis 130.000.000 | ||
Aset biologis | 130.000.000 | |
Pendapatan (kenaikan nilai aset biologis) | | 130.000.000 |
Pada Jan – Feb Maret 20X2 biaya yang dikeluarkan 40.000.000 | ||
Beban operasi | 40.000.000 | |
Kas | | 40.000.000 |
Untuk menjaga konsistensi mencatat jurnal pada 31 Desember dibalik | ||
Ilustrasi Jurnal 2b
Keterangan | Debit | Kredit |
Pada Jan – Feb Maret 20X2 biaya yang dikeluarkan 40.000.000 | ||
Beban operasi | 40.000.000 | |
Kas | | 40.000.000 |
Pada 1 Maret 20X2 aset biologis dijual dengan harga 200.000.000 | ||
Kas | 200.000.000 | |
Pendapatan | | 200.000.000 |
Mencatat biaya penjualan sebesar 10.000.000 | ||
Beban penjualan | 10.000.000 | |
Kas | | 10.000.000 |
Laba pada 20X2 sebesar 200.000.000 – jurnal balik 130.000.000 = 70.000.000 Dikurangi biaya penjualan dan biaya operasi 20X2= 40.000.000 + 10.000.000 =50.000.000 Laba operasi 70.000.000 – 50.000.000 = 20.000.000 | ||
54
Ilustrasi Jurnal 3
Keterangan | Debit | Kredit |
Entitas pada 31 Desember 20X1 memiliki aset biologis berupa buah yang belum dipanen yang menempel pada tanaman produktif senilai 50.000.000 | ||
Aset biologis* | 50.000.000 | |
Pendapatan (kenaikan nilai aset biologis ) | | 50.000.000 |
Untuk mempermudah pencatatan dibuat jurnal balik pada 1 Jan 20X2 | ||
Pendapatan (kenaikan nilai aset biologis) | 50.000.000 | |
Aset biologis | | 50.000.000 |
Entitas mengeluarkan biaya untuk melanjutkan pemeliharan tanaman produktif senilai 70.000.000 selama Jan-Feb 20X2 | ||
Biaya operasi | 70.000.000 | |
Kas | | 70.000.000 |
| ||
55
Ilustrasi Jurnal 2
Keterangan | Debit | Kredit |
Entitas pada 2 Maret 20X2 menjual produk agriculture dengan harga 100.000.000, | ||
Kas | 150.000.000 | |
Pendapatan | | 150.000.000 |
Biaya penjualan yang dikeluarkan sebesar 10.000.000 | ||
Beban penjualan | 10.000.000 | |
Kas | | 10.000.000 |
Walaupun diakui penjualan sebesar 150.000.000 namun karena telah dibuat jurnal balik pada 1 Jan 20X2, maka penghasilan yang diperoleh pada 20X2 adalah 150.000.000 – 50.000.000 = 100.000.000 Dikurangi biaya operasi dan pemasaran 70.000.000 + 10.000.000 Sehingga laba operasi sebesar 20.000.000 | ||
| ||
56
Ilustrasi
Beban operasi 500.000
Kas 500.000
Kas 1.000.000
Penjualan 1.000.000
Aset biologis 300.000
Pendapatan dari kenaikan nilai 300.000
Pendapatan dari kenaikan nilai 300.000
Aset biologis 300.000
Kas 800.000
Penjualan 800.000
57
Ilustrasi Jurnal
58
Ilustrasi
59
Ilustrasi
60
Ilustrasi
61
Ilustrasi
62
Ilustrasi
63
64
Dwi Martani - 081318227080
martani@ui.ac.id atau dwimartani@yahoo.com
http://staff.blog.ui.ac.id/martani/
TERIMA KASIH