1 of 19

BAB 9�SEMANGAT �MENUNTUT ILMU DAN MENYAMPAIKANNYA KEPADA SESAMA

KELAS X

SEMESTER GENAP

2 of 19

3 of 19

A. Perintah menuntut Ilmu

  1. Pengertian Menuntut Ilmu

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata ilmu diartikan ‘pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu di bidang (pengetahuan) atau kepandaian tentang soal duniawi, akhirat, lahir, batin dan sebagainya. Kata ilmu itu sendiri berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata ‘alima-ya’lamu-‘ilman. ‘Alima merupakan kata kerja yang artinya mengetahui.

Oleh karena itu, yang dimaksud dengan ilmu adalah kumpulan dari pengetahuan tentang sesuatu. Sementara yang dimaksud dengan menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar untuk memperoleh pengetahuan dengan tujuan untuk mengubah seseorang dari tidak tahu menjadi tahu,; mengubah perilaku ke arah yang lebih baik sehingga seseorang tersebut memiliki kecakapan bukan hanya bersifat intelektual, melainkan juga yang bersifat sosial dan religius karena pada dasarnya dengan memiliki ilmu menjadikan seseorang mendapatkan jalan untuk mendapatkan kebenaran.

4 of 19

2. Klasifikasi Ilmu Dilihat dari Hukum Mempelajarinya

Ilmu dibagi menjadi dua, yaitu:

    • Seorang muslim wajib mengetahui ilmu yang berkaitan dengan rukun iman, rukun Islam sehingga seorang muslim mampu memahami dan melaksanakan amalan yang benar dalam kehidupan sehari-hari, baik yang terkait dengan Allah Swt. maupun yang terkait dengan manusia dan lingkungan

Ilmu Fardu ‘ain

(Ilmu Agama)

    • Jenis ilmu yang fardu kifayah adalah ilmu yang apabila sudah ada dari sebagian muslim mempelajarinya, maka sudah gugur kewajiban muslim lainnya. Di antaranya, ilmu yang dibutuhkan manusia untuk urusan dunia, yaitu ilmu yang merujuk kepada ilmu-ilmu sains yang diperoleh melalui pengalaman, pengamatan dan penelitian seperti kedokteran, fisika, kimia, biologi, astronomi, geografi, antropologi, sosiologi, matematika, pertanian, ekonomi, dan lain sebagainya

Ilmu Fardu Kifayah

5 of 19

3. Keutamaan menuntut Ilmu

  1. Menjadikan Manusia Memiliki Keunggulan

Dari Makhluk Lainnya Manusia oleh Allah Swt. diberi tugas untuk menjadi khalifah di muka bumi. Dengan ilmu yang dimiliki manusia unggul dibandingkan dengan makhluk- makhluk lain sehingga manusia mampu menjalankan fungsi kekhalifahannya dengan baik dan benar. Hal tersebut tercermin dari kisah kejadian manusia pertama dalam al-Qur’an surat al-Baqarah/2:31-32 yang berbunyi:

وَعَلَّمَ اٰدَمَ الْاَسْمَاۤءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلٰۤىِٕكَةِ فَقَالَ اَنْۢبِـُٔوْنِيْ بِاَسْمَاۤءِ هٰٓؤُلَاۤءِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ قَالُوا سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ.

Artinya: “Dan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama (benda) semuanya, kemudian Dia perlihatkan kepada para malaikat, seraya berfirman, “Sebutkan kepada-Ku nama semua (benda) ini, jika kamu yang benar!”(31) Mereka menjawab, “Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui, Mahabijaksana.”(32) . (Q.S al- Baqarah: 31- 32)

6 of 19

�b. Mengangkat Derajat Seorang Manusia

Ilmu dapat mengangkat pemiliknya menjadi orang yang terhormat dan memiliki kedudukan. Semua itu dapat disaksikan dalam kehidupan sehari-hari bagaimana kehidupan seseorang yang memiliki ilmu akan berbeda dengan orang yang tidak memiliki ilmu. Hidupnya akan lebih sejahtera secara materi. Allah Swt. mengabarkan bahwa ilmu mampu mengangkat derajat seseorang dalam Q.S al-Mujadalah/58: 11 yang berbunyi:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan”. (Q.S al- Mujadalah: 11)

7 of 19

c. Warisan para Nabi

Para nabi merupakan orang-orang mulia yang dipilih oleh Allah Swt. Dengan ilmu yang dimilikinya, mereka mengajarkan kebenaran kepada manusia. Oleh karena itu, orang yang menuntut ilmu dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah swt., tepatlah dikatakan sebagai para pewaris, yaitu para ulama. Rasulullah Saw. bersabda dalam sebuah hadis :

Artinya: Dari Abu Darda’ r.a., Rasulullah SAW bersabda: “sesungguhnya ulama itu pewaris para nabi, dan sesungguhnya para nabi itu tidak pernah mewariskan dinar dan tidak pula dirham, tetapi mereka mewariskan ilmu. Maka siapa mengambilnya, sungguh telah mengambil bagian yang besar”. (H.R. Tirmidzi)

8 of 19

4. Dalil Perintah Menuntut Ilmu

Agama Islam merupakan agama yang sangat memperhatikan masalah ilmu. Ini dapat dibuktikan dengan banyaknya teks-teks dalil yang berasal baik dari al-Qur’an maupun hadis tentang hal tersebut. Konteks dalilnya pun beraneka ragam. Ada yang sifatnya memberi dan menjelaskan anjuran, ada juga yang menyebutkan keutamaan-keutamaan ilmu dan menuntut ilmu serta celaan terhadap orang-orang yang tidak berilmu. Salah satunya adalah tentang anjuran menuntut ilmu yaitu Q.S. at-Taubah/9: 122 yang berbunyi:

۞ وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُوْنَ لِيَنْفِرُوْا كَاۤفَّةًۗ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَاۤىِٕفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوْا فِى الدِّيْنِ وَلِيُنْذِرُوْا قَوْمَهُمْ اِذَا رَجَعُوْٓا اِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُوْنَ ࣖ

Artinya: “Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya.”

9 of 19

Tafsir Kementerian Agama RI dijelaskan bahwa Allah Swt. menyatakan bahwa tidak semua orang beriman harus ikut berperang apabila perang tersebut dapat dilakukan oleh sebagian umat Islam. Dengan demikian, dalam kehidupan masyarakat harus ada pembagian tugas. Sebagian umat Islam berangkat berperang dan sebagian lagi belajar mencari ilmu serta mendalami ilmu agama. Ini dilakukan agar ajaran Islam dapat dipahami turun temurun kepada umat Islam yang lain sehingga kecerdasan umat Islam tetap terjaga dan dapat ditingkatkan. Hal itu berarti bahwa orang yang berjuang mencari ilmu sama nilainya dengan orang yang berjuang di medan pertempuran. Mereka sama-sama berjihad walau dalam bidang dan cara yang berbeda.

Tujuan menuntut dan mendalami ilmu agama adalah untuk mencerdaskan umat dan mengembangkan ajaran Islam supaya dapat disebarluaskan dan dipahami semua oleh orang yang ada di masyarakat. Pada kenyataanmya, di dalam kehidupan bermasyarakat tidak semua umat Islam mampu mendalami agama Islam terkait dengan kesibukan profesinya. Oleh karena itu, harus ada sebagian dari umat Islam yang menggunakan waktu dan tenaganya untuk menuntut ilmu dan mendalami ilmu-ilmu agama. Dengan demikian, proses penyebaran ilmu tersebut, dan aktivitas dakwah Islam tetap berjalan dengan baik .

10 of 19

Kewajiban menuntut ilmu, menurut pengertian yang tersurat dari Q.S. at-Taubah/9: 122 adalah ilmu dalam bidang agama yang berisikan sistem dan ajaran keimanan dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tatacara berhubungan dengan pergaulan sesama manusia dan lingkungannya.

Oleh karena itu, setiap ilmu pengetahuan yang bermanfaat dan dapat mencerdaskan kehidupan umat Islam dan tidak bertentangan dengan norma-norma agama, wajib dipelajari. Oleh karena umat Islam ditunjuk oleh Allah Swt. sebagai khalifah di muka bumi, maka Allah Swt. memerintahkan untuk memakmurkannya dan menciptakan kehidupan yang baik. Ilmu pengetahuan merupakan sarana untuk mencapai tujuan tersebut.

Dari penjelasan di atas, dapat diambil suatu pengertian bahwa setiap orang mukmin dalam bidang ilmu pengetahuan, memiliki tiga macam kewajiban, yaitu (1) menuntut ilmu, (2) mengamalkannya dan mengajarkannya kepada orang lain

11 of 19

a. Perilaku yang mencerminkan penerapan isi kandungan Q.S at- Taubah: 122

Lahir: Ngayogyakarta, 11 Nov 1785

Wafat: Makassar, 8 Jan 1855

Lahir: Tanara, serang, 1813 M

Wafat: Mekkah, 1897 M

12 of 19

    • Berjihad di medan perang: perang diponegoro tahun 1825- 1830
    • Sikap diponegoro yang menentang Belanda secara terbuka, mendapat simpati dan dukungan rakyat. Diponegoro menyatakan perlawananny adalah perang SABIL yang dikobarkan Diponegoro membawa pengaruh luas hingga wilayah Pacitan dan Kedua

PANGERAN DIPONEGORO

    • Bejihad dengan mencari ilmu di Mekkah dan berbagi Ilmu pengetahuan ke Indonesia melalui karya- karyanga
    • Seorang ulama Indonesia bertaraf internasional yang menjadi Imam Masjidil Haram. Ia adalah seorang ulama dan intelektual yang sangat produktif menulis kitab. Jumlah karyanya 115 kitab yang meliputi bidan ilmu fiqih, tauhid, tasawuf, tafsir dan hadits

IMAM NAWAWI

Dari kedua Tokoh di atas, manakah yang menujukkan perilaku yang mencerminkan semangat menuntut Ilmu dan membela Agama

13 of 19

Hadits tentang Menuntut Ilmu�1. Hadits tentang Menuntut Ilmu

a. Hadits Riwayat Ibnu Majah:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Artinya: “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim” (HR. Ibnu Majah no. 224, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dishahihkan Al Albani dalam Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir no. 3913)

b. Hadits Riwayat Abdil Baar:

Artinya: Menuntut Ilmu adalah fardlu kifayah bagi tiap- tiap Muslim baik laki- laki maupun perempuan”. (HR. Ibnu Abdil Baar)

14 of 19

2. Hadits tentang adab Menuntut Ilmu

a. Hadits Riwayat Thabari:

تَعَلّمُواالعِلْمَ وَتَعَلّمُوْا لِلْعِلْمِ السّكِيْنَةَ وَالْوَقَا رَ وَتَوَاضَعُوْا لِمَنْ تَتَعَلّمُوانَ مِنْهُ

Artinya: "Belajarlah kalian ilmu untuk ketentraman dan ketenangan serta rendah hatilah pada orang yang kamu belajar darinya." (HR Thabrani).

�تَعَلَّمُوْاوَعَلِّمُوْاوَتَوَاضَعُوْالِمُعَلِّمِيْكُمْ وَلَيَلَوْا لِمُعَلِّمِيْكُمْ ( رَواهُ الطَّبْرَانِيْ)��

Artinya, "Belajarlah kamu semua, dan mengajarlah kamu semua, dan hormatilah guru-gurumu, serta berlaku baiklah terhadap orang yang mengajarkanmu." (HR Tabrani)�����

15 of 19

3. Hadits keistimewaan yang diperoleh orang yang menuntut ilmu

  1. Dinaungi oleh malaikat pembawa Rahmat dan dimudahkan masuk surge

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Artinya: "Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR Muslim, no. 2699)

b. Diberikan pahala seperti orang yang sedang berjihad

مَن ْخَرَجَ فِى طَلَبُ الْعِلْمِ فَهُوَفِى سَبِيْلِ اللهِ حَتَّى يَرْجِعَ

Artinya: "Barangsiapa yang keluar untuk menuntut ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang," (HR Tirmidzi)�������

16 of 19

5. Etika Menuntut ILmu

  1. Meluruskan Niat

Dalam ajaran Islam segala sesuatu yang bernilai ibadah itu tergantung dari niat dan tujuannya. Oleh karena itu, ketulusan niat bagi orang yang menuntut ilmu sangat ditekankan agar dengan niat yang ikhlas tersebut mampu mengantarkan orang tersebut berhasil dan sukses dalam menjalani kehidupannya kelak. Adapun niat yang harus dimiliki para penuntut ilmu adalah:

1) dalam rangka melaksanakan perintah Allah Swt. dan Rasulullah Saw.;

2) untuk menghilangkan kebodohan pada diri sendiri dan kebodohan orang lain;

3) mempersiapkan diri untuk masa depan yang lebih cerah dan terarah; dan

4) menjadikan bekal untuk kehidupan di akhirat agar dapat selamat dan mendapatkan husnul khatimah;

b. Bersikap hormat terhadap guru

Setiap penuntut ilmu wajib memiliki rasa hormat terhadap guru. Guru merupakan seseorang yang memberikan ilmu yang dengan ilmunya ia menjadikan orang tersebut menjadi mulia, baik di kehidupan dunia maupun di akhirat. Salah satu cara untuk menghormati guru adalah dengan bersikap sopan dan santun serta memuliakannya, baik ketika masih hidup maupun sudah meninggal dunia

17 of 19

c. Awali dan akhiri ketika menuntut ilmu dengan berdo’a kepada Allah Swt

Berdoalah kepada Allah Swt setiap mengawali sesuatu yang baik, termasuk dalam hal menuntut ilmu setidaknya dengan membaca basmalah dan mengakhirinya dengan membaca hamdalah. Rasulullah Saw. bersabda:

Artinya: “Dari Abu Hurairah r.a. dia berkata, Rasululah Saw. bersabda : “Setiap perkataan atau perkara yang mempunyai nilai kebaikan, tetapi tidak dibuka dengan menyebut nama Allah, maka terputus berkahnya.” ( H.R. Ahmad)

18 of 19

1. Penuhi etika dalam menuntut ilmu

2. Hindari perbuatan maksiat

3. Mengamalkan ilmu yang sudah didapat

4. Memiliki semangat, kesungguhan, dan tidak mudah putus asa

5. Mau mengajarkan kepada orang lain

6. Pelajari biografi orang-orang yangternama dalam menuntut ilmu

6.Kiat-Kiat dalam Menuntut Ilmu

19 of 19

Menjadi orang yang takut hanya kepada Allah Swt.

Memudahkan jalannya menuju surga, mendapat rida malaikat,

mendapatkan permintaan ampun dari seluruh makhluk bumi, dan menjadi pewaris para nabi

Pahala ilmu yang diajarkan akan tetap mengalir walaupun pemiliknya telah wafat

Hikmah Menuntut Ilmu