Teknik
Radioterapi�Dasar
Fitrus Ardoni, M.Tr.ID
Putri Pradita Nuramalia, M.Tr.ID
Radioterapi?
Sejarah Radioterapi
Marie Curie
1998 mengumumkan elemen yang dinamai radium dan menciptakan radioaktivitas
Radioterapi?
Cancer
Kanker
Kanker adalah penyakit yang terjadi ketika sel-sel dalam tubuh tumbuh secara tidak terkendali dan abnormal. Sel-sel kanker ini dapat membelah diri dengan sangat cepat, membentuk massa atau benjolan yang disebut tumor, atau menyebar ke bagian tubuh lain melalui darah dan sistem limfatik, suatu proses yang disebut metastasis.
Pengobatan Kanker
Kemoterapi
Radioterapi
Pembedahan/ Operasi
Pengobatan kanker menggunakan obat-obatan yang bertujuan untuk mematikan sel-sel kanker atau membuat sel-sel kanker lebih sensitive terhadap radiasi / radiosensitizer.
Pengobatan kanker menggunakan radiasi pengion
Pengobatan kanker dengan mengangkat tumor atau jaringan kanker secara fisik dari tubuh
Ketiga modalitas atau tindakan diatas dapat berdiri sendiri atau digabung dengan salah satu atau semuanya.Pemilihan tindakan mana yang akan dilakukan atau yang akan dilakukan terlebih dahulu sangat tergantung dari jenis dan lokasi kanker serta keadaan umum pasien secara medis maupun sosial.�
Radioterapi
Terapi untuk pengobatan kanker bertujuan untuk membunuh sel kanker dengan radiasi baik dari alam (zat radioaktif terbungkus) maupun buatan (pembangkit radiasi pengion).
Radiasi Pengion
Radiasi pengion adalah jenis radiasi yang dapat menyebabkan proses ionisasi (terbentuknya ion positif dan ion negatif) apabila berinteraksi dengan sebuah materi/bahan.
Jenis Gelombang Elektromagnetik
Prinsip Radioterapi
Radioterapi bertujuan untuk membunuh seluruh sel kanker
Mematikan sel tumor dengan cara memberikan dosis yang maksimal (adequate) pada tumor tanpa menyebabkan kerusakan yang berarti pada jaringan organ sehat / organ at risk (OAR) di sekitar tumor dengan memberikan dosis minimal.
Tujuan Radioterapi
Terdapat dua jenis tujuan yaitu paliatif dan kuratif yang bergantung pada kondisi pasien
Radioterapi Radikal / Kuratif
Adalah terapi radiasi dengan tujuan menyembuhkan penyakit. Radiasi diberikan dengan dosis tinggi/penuh pada tumor dan daerah sekitarnya yang diduga sebagai perluasan mikroskopis.
Radioterapi Paliatif
Adalah terapi radiasi dengan tujuan meringankan gejala/keluhan, biasanya pada kasus lanjut. Dosis yang diberikan lebih rendah kira-kira 70% dosis kuratif dan lebih singkat agar efek samping minimal.
Radoterapi
Eksternal
CO 60
LINAC
Proton Therapy
Internal
Brakhiterapi
Radiasi Eksternal (Teleterapi)
Merupakan metode pemberian radiasi dengan sumber radiasi terletak pada suatu jarak tertentu dari tubuh pasien. Tergolong pada tindakan non invasive.
Radioterapi Eksterna
Perkembangan Radioterapi Pembangkit Pengion
Kilovoltage Units
Superficial Machine : 50 –150 KV/tube�
Orthovoltage/Deep Therapy: 150 – 500 kV. �
Supervoltage Therapy/high voltage therapy: 500 - 1000 KV�
Megavoltage Therapy: > 1 MV�
External Beam Radiation Therapy (EBRT)
Teleterapi Co-60 adalah pesawat Terapi Eksternal yang menggunakan zat radioaktif Co60.
Pada Mesin Cobalt-60 merupakan bahan radioaktif cobalt alami yang memencarkan radiasi selama peluruhannya menjadi nickel-60 dengan rerata energy 1,25 MeV.
Waktu paruh : 5,27 tahun
Cara peluruhan: Partikel beta dan radiasi gamma
Sifat kimia: Padatan logam yang dapat menjadi bermuatan magnet
LINAC
Linear Accelerator (LINAC) adalah Pesawat Terapi Eksternal yang menggunakan tabung lurus tempat partikel bermuatan (elektron) mendapat peningkatan energi akibat osilasi medan elektromagnetik sehingga menghasilkan berkas electron dan/atau sinar–X energi tinggi untuk mengakselerasi atau percepatan elektron menjadi energi tinggi melalui tabung vakum linear.
Pesawat LINAC
Prinsip LINAC
Prinsip kerja linac yaitu mempercepat elektron sehingga energi kinetiknya bertambah dari 4 MeV menjadi 25 MeV.
Terdapat 3 jenis radiasi yang dapat dikeluarkan oleh Linac : Photon, Elektron dan Neutron.
Mode Produksi Foton
Mode Produksi Elektron
Mode Produksi Neutron
Neutron merupakan hasil energi tambahan linac yang dioperasikan lebih dari 8 ± 10 MV
Gamma Knife
Gamma knife atau pisau gamma merupakan salah satu pengobatan radiosurgery atau bedah radiasi untuk mendestruksi tumor di dalam otak tanpa harus melakukan pembedahan (operasi invasif). Dalam gamma knife, sinar gamma yang digunakan merupakan gelombang elektromagnetik yang dihasilkan oleh radio isotop 60 Co.
Gamma Knife
Terdapat sejumlah 192-201 cobalt 60 source.
Umumnya digunakan untuk penyinaran radiasi teknik Stereotactic radiosurgery (SRS) untuk instalasi bedah syaraf.
Gamma Knife
Tomotherapy
Tomotherapy
Pesawat LINAC Tomotherapy Hibrid (Linac +MRI) �Cyber Knife�
LINAC - MRI
Dapat sekaligus digunakan sebagai modalitas imaging untuk memantau ukuran massa/target tumor.
Teknologi hybrid linac dengan MRI.
Hybrid Linac-MRI
Gantry berputar seperti linac umumnya, namun couch dapat bergerak (travel) seperti MRI saat posisi gantry rotate.
Bermanfaat untuk penyinaran area yang luas. ex: spinal cord atau area kanker yang tidak hanya satu lokasi.
Radiasi Internal (Brakhiterapi)
Pesawat Brakhiterapi
Elemen | Isotop | Energy (MeV) | Waktu Paruh | HVL | Aplikasi Klinis |
Sumber Tertutup dari Signifikansi Historis | |||||
Radium | | 0.83 (average) | 1.626 Tahun | 16 mm | LDR intracavitary dan interstitial |
Radon | | 0.83 (average) | 3.83 Hari | 16 mm | Permanent interstitial Teporary molds |
Jenis Radionuklida pada Brakhiterapi
Elemen | Isotop | Energy (MeV) | Waktu Paruh | HVL | Aplikasi Klinis |
Currently Used Sealed Sources | |||||
Cesium | | 0.662 | 30 Tahun | 6.5 mm | LDR intracavitary dan interstitial |
Cesium | | 0.030 | 9.69 Hari | 0.030 mm | LDR permanent implants |
Iridium | | 0.397 (average) | 73.8 Hari | 6 mm | LDR temporary interstitial Intravascular brachytherapy; cardiac HDR interstitial dan intracavitary Intravascular brachytherapy; peripheral |
Cobalt | | 1.25 | 5.26 Tahun | 11 mm | HDR intracavitary |
Iodine | | 0.028 | 59.6 Hari | 0.025 mm | Permanent interstitial |
Palladium | | 0.020 | 5.26 Tahun | 0.013 mm | Permanent interstitial |
Gold | | 0.412 | 2.7 Hari | 6 mm | Permanent interstitial |
Strontium/Yttrium | | 2.24 βᵐᵃ ͯ | 28.9 Tahun | - | Treatment of superficial ocular lesions Intravascular brakhytherapy |
Elemen | Isotop | Energy (MeV) | Waktu Paruh | HVL | Aplikasi Klinis |
Developmental Sealed Sources | |||||
Americium | | 0.060 | 432 Tahun | 0.12 mm | LDR intracavitary |
Ytterbium | | 0.093 | 32 Hari | 0.48 mm | HDR interstitial |
Californium | | 2.4 (average) neutron | 2.65 Tahun | - | High-LET LDR intracavitary |
Samarium | | 0.043 | 340 Hari | 0.060 mm | LDR temporary interstitial |
Eksternal RT Brakhiterapi
Sumber Radiasi
Organ Sehat
Anterior
Posterior
Tumor
Berkas Radiasi
Sumber Radiasi
Organ Sehat
Anterior
Posterior
Tumor
Berkas Radiasi
Petugas / Pekerja di Instalasi Radioterapi
Proses Penyinaran
Penyinaran
Verifikasi
Mould room
TPS
Simulator
Konseling
Pendaftaran
Pendaftaran
Pasien umumnya kiriman dari instalasi/poli lain (bedah, penyakit dalam, obgyn dsb).
Konseling
Konsultasi dengan dokter onkologi radiasi untuk menentukan jenis, dosis, jadwal penyinaran bedasarkan klinis pasien.
Pertimbangan Dokter Onkologi Radiasi
Simulator
Sebuah sistem pemindaian tubuh menggunakan x-ray baik 2D maupun 3D sesuai kapasitas pesawat penyinaran, berfungsi untuk mensimulasikan pasien sebelum dilakukan radiasi pertama yang bertujuan untuk menentukan letak dan volume sasaran radiasi dengan melindungi organ/jaringan sehat sekitarnya.
Simulator
Simulator merupakan pesawat fluoroscopy yang digunakan untuk simulasi radioterapi secara 2D.
Perbedaan:
CT-Simulator
CT-Scan Simulator merupakan pesawat CT-Scan yang digunakan untuk simulasi radioterapi secara 3D.
Perbedaan:
Volume Target
TREATMENT PLANNING SYSTEM / TPS
TPS
Kurva Isodosis/Isodose Curve
Dose Volume Histogram (DVH)
Moulding
Adalah Pencetakan / fabrikasi berbagai alat bantu untuk menunjang teknik radiasi, sehingga penyinaran yang dilakukan dapat optimal sesuai perencanaan / planning.
Pencetakan umumnya dilakukan di ruang khusus yang di sebut sebagai Mould Room.
Fasilitas Pendukung Radioterapi
Moulding Room
Verifikasi
Verifikasi posisi pasien pada LINAC/Cobalt terhadap posisi pasien pada CT Simulator/ Simulator
Dilakukan oleh Fisikawan Medis dengan persetujuan Dokter Onkologi Radiasi
Penyinaran
Penyinaran sesusi dosis yang diberikan dan planning yang telah dilakukan.
Dilakukan oleh radioterapis atau radiolografer radioterapi atau RTT.
The Process
Diagnosis
Surgery
Radiotherapy
Consultation
Treatment Planning
Medical Approval
Calculation
Treatment
Follow Up
Chemotherapy
Teknik Dasar Radioterapi
Terminologi
PDD (Percentage Depth Dose)
Perbandingan dosis serap di air pada setiap kedalaman terhadap kedalaman dosis maksimum.
SEPARASI : Nilai dari ketebalan objek
FID ( Focus Isocenter Distance ) / SAD ( Source Axis Distance )
Teknik penyinaran radiasi eksterna dengan jarak dari focus / sumber ke titik isosenter / axis dari objek 100 cm.
Teknik penyinaran radiasi eksterna dengan jarak dari focus / sumber ke kulit 100 cm.
Single field ( lapangan radiasi tunggal)
FSD / SSD : 100 cm (linac)
FSD / SSD : 80 cm (Co 60)
Two field technique (teknik 2-lapangan radiasi)
terdiri dari :
teknik plan-paralel / paralel opposed field
teknik oblique
teknik tangensial
Digunakan : - FSD 100 cm / 80 cm
- FID 100 cm ( focus Isocenter Distance)
- Volume tumor tak dapat ditentukan secara akurat
- Volume yang akan dicakup (besar)
- Biasanya paliatif
- Isosentrik
Multiple field technique�
Merupakan teknik 3-lapangan dengan wedge ataupun teknik 4-lapangan. Untuk teknik tsb, digunakan teknik isocenter (FID) dimana pengaturan ukuran berkas lapangan radiasi di set pada titik tengah volume target.
Tujuan :
Untuk menghasilkan distribusi dosis yang terbesar pada daerah volume target, serta memperkecil distribusi dosis pada daerah / organ sensitif atau jaringan sehat disekitarnya.
Rotation technique
Teknik penyinaran dimana sumber radiasi bergerak / berputar secara kontinyu mengelilingi pasien.
Teknik rotasi tsb digunakan pada ukuran tumor yang kecil dan letaknya dibagian dalam tubuh.
Untuk teknik ini, dipakai pesawat linear accelerator yang mempunyai energi tinggi; ≥ 10 MV.
Tujuannya: Untuk mendapatkan distribusi dosis tertinggi pada tumor serta memperkecil dosis pada jaringan sekitarnya.
Sebagai axis / perputaran pesawat radiasi, maka titik isocenter dipakai sebagai acuan. Titik isocenter tsb diletakkan pada pertengahan volume target (CTV)
Arc technique
Teknik penyinaran rotasi, dimana pada bagian tertentu (sudut perputaran gantry) di set sedemikian rupa sehingga pada sudut yang ditentukan penyinaran akan berhenti.
Tujuan : untuk mengurangi jaringan normal yang radiosensitif seperti : vesica urinaria dan rectum.
Teknik ini digunakan secara isocenter, dimana titik pusat pada volume target merupakan titik perputaran (axis) gantry pesawat.
Terimakasih