1 of 57

.

WELCOME TO UPT SMP NEGERI 3 PANGSID

Sekolah penggerak

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

2 of 57

.

WELCOME TO UPT SMP NEGERI 3 PANGSID

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

3 of 57

.

WELCOME TO UPT SMP NEGERI 3 PANGSID

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

4 of 57

Apa itu Sekolah Penggerak

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

5 of 57

Apa itu Sekolah Penggerak

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

6 of 57

SISWA BELAJAR DILINGKUNGAN SEKOLAH

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

7 of 57

LANGKAH-LANGKAH PROJEK PROFIL

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

8 of 57

A. MEMAHAMI PROJECT PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA

​

Pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.”

​

Kompetensi profil pelajar Pancasila memperhatikan faktor internal yang berkaitan dengan jati diri, ideologi, dan cita-cita bangsa Indonesia, serta faktor eksternal yang berkaitan dengan konteks kehidupan dan tantangan bangsa Indonesia di Abad ke-21

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

9 of 57

DIMENSI PROFIL PELAJAR PANCASILA

,

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

10 of 57

B. PERLUNYA PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA

Perlulah anak anak [Taman Siswa] kita dekatkan hidupnya kepada perikehidupan rakyat, agar supaya mereka tidak hanya memiliki ‘pengetahuan’ saja tentang hidup rakyatnya, akan tetapi juga dapat ‘mengalaminya’ sendiri , dan kemudian tidak hidup berpisahan dengan rakyatnya.” Ki Hadjar Dewantara

​

Dalam kegiatan projek profil ini, peserta didik memilik kesempatan untuk mempelajari tema-tema atau isu penting seperti perubahan iklim, anti radikalisme, kesehatan mental, budaya, wirausaha, teknologi, dan kehidupan berdemokrasi sehingga peserta didik dapat melakukan aksi nyata dalam menjawab isu-isu tersebut sesuai dengan tahapan belajar dan kebutuhannya.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

11 of 57

C. GAMBARAN PELAKSANAAN PROJEK PENGUATAN�PROFIL PELAJAR PANCASILA

Berdasarkan Kemendikbudristek No.56/M/2022, projek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan. Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaan. Projek penguatan profil pelajar Pancasila dirancang terpisah dari intrakurikuler. Tujuan, muatan, dan kegiatan pembelajaran projek tidak harus dikaitkan dengan tujuan dan materi pelajaran intrakurikuler. Satuan Pendidikan dapat melibatkan masyarakat dan/atau dunia kerja untuk merancang dan menyelenggarakan projek penguatan profil pelajar Pancasila.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

12 of 57

GAMBARAN PELAKSANAAN PROJEK PENGUATAN�PROFIL PELAJAR PANCASILA

,

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

13 of 57

BERBAGAI PROJEK PENGUATAN�PROFIL PELAJAR PANCASILA

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

14 of 57

BERBAGAI PROJEK PENGUATAN�PROFIL PELAJAR PANCASILA

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

15 of 57

BERBAGAI PROJEK PENGUATAN�PROFIL PELAJAR PANCASILA

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

16 of 57

D. PRINSIP-PRINSIP PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA

  • Holistik

Holistik bermakna memandang sesuatu secara utuh dan menyeluruh, tidak parsial atau terpisah-pisah

  • Kontekstual

Prinsip kontekstual berkaitan dengan upaya mendasarkan kegiatan pembelajaran pada pengalaman nyata yang dihadapi dalam keseharian. Tema-tema projek profil yang disajikan sebisa mungkin dapat menyentuh dan menjawab persoalan lokal yang terjadi di daerah masing-masing.

  • Berpusat Pada Peserta Didik

Prinsip berpusat pada peserta didik berkaitan dengan skema pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk menjadi subjek pembelajaran yang aktif mengelola proses belajarnya secara mandiri, termasuk memiliki kesempatan memilih dan mengusulkan topik projek profil sesuai minatnya

  • Eksploratif

Prinsip eksploratif berkaitan dengan semangat untuk membuka ruang yang lebar bagi proses pengembangan diri dan inkuiri, baik terstruktur maupun bebas. Projek penguatan profil pelajar Pancasila tidak berada dalam struktur intrakurikuler yang terkait dengan berbagai skema formal pengaturan mata peserta didikan.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

17 of 57

E. MANFAAT PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR�PANCASILA

Projek penguatan profil pelajar Pancasila memberikan ruang bagi semua anggota komunitas satuan pendidikan untuk dapat mempraktikkan dan mengamalkan profil pelajar Pancasila.

  • Untuk Satuan Pendidikan

Menjadikan satuan pendidikan sebagai sebuah ekosistem yang terbuka untuk partisipasi dan keterlibatan masyarakat.

  • Untuk Pendidik

Memberi ruang dan waktu untuk peserta didik mengembangkan kompetensi dan memperkuat karakter dan profil pelajar Pancasila

  • Untuk Peserta Didik

Memberi ruang dan waktu untuk peserta didik mengembangkan kompetensi dan memperkuat karakter dan profil pelajar Pancasila.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

18 of 57

2

2. MENYIAPKAN EKOSISTE SATUAN PENDIDIKAN

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

19 of 57

A. Membangun Budaya satuan Pendidikan pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila

1. Berpikiran Terbuka

Pembelajaran yang inovatif seringkali terhambat oleh adanya budaya kontraproduktif seperti tidak senang menerima masukan

2. Senang Mempelajari Hal Baru

Kegiatan profil pelajar Pancasila akan berjalan secara optimal jika setiap individu memiliki

kesenangan untuk mempelajari hal baru dan mengembangkan diri secara terus menerus.

3. Kolaboratif

Diharapkan budaya kolaboratif dapat mendorong semangat senang bekerja sama, saling mengapresiasi, dan saling memberikan dukungan satu sama lain.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

20 of 57

B. MEMAHAMI PESERTA DIDIK, PENDIDIK, DAN SATUAN PENDIDIKAN DALAM PELAKSANAAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA

  1. Peserta didik berperan sebagai subjek pembelajaran yang diharapkan dapat terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan,

​

2. Pendidik berperan sebagai fasilitator pembelajaran yang diharapkan dapat membantu peserta didik mengoptimalkan proses belajarnya,

​

3. Liingkungan satuan pendidikan berperan sebagai pendukung terselenggaranya kegiatan yang diharapkan dapat mensponsori penyediaan fasilitas dan lingkungan belajar yang kondusif

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

21 of 57

PERAN PEMANGKU KEPENTINGAN DALAM PELAKSANAAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA

  1. Kepala Satuan Pendidikan
  2. Dinas Pendidikan
  3. Komite Satuan Pendidikan
  4. Pengawas
  5. Masyarakat/Orang Tua/ Mitra

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

22 of 57

PERAN PEMANGKU KEPENTINGAN DALAM PELAKSANAAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA

  1. Kepala Satuan Pendidikan
  2. Dinas Pendidikan
  3. Komite Satuan Pendidikan
  4. Pengawas
  5. Masyarakat/Orang Tua/ Mitra

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

23 of 57

PERAN PEMANGKU KEPENTINGAN DALAM PELAKSANAAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA

  1. Kepala Satuan Pendidikan
  2. Dinas Pendidikan
  3. Komite Satuan Pendidikan
  4. Pengawas
  5. Masyarakat/Orang Tua/ Mitra

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

24 of 57

C. PENGUATAN KAPASITAS PENDIDIK DALAM PELAKSANAAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA

Satuan pendidikan tidak diwajibkan melakukan seluruh penguatan kapasitas yang tertera pada halaman ini. Dalam proses belajarnya, satuan pendidikan dapat menyesuaikan topik penguatan dengan kebutuhan dan kesiapan untuk memberdayakan diri secara bertahap dan berkesinambungan.

​

Pengembangan kapasitas dapat dilaksanakan secara mandiri oleh satuan pendidikan atau bekerja sama dengan mitra pendidikan untuk memberikan penguatan kapasitas secara luring ataupun daring. Pengembangan kapasitas dapat dibuat secara berseri dan sebaiknya dilaksanakan secara berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan belajar pendidik. Pengembangan kapasitas dapat dilakukan melalui pelatihan, berbagi praktik baik di lingkaran komunitas belajar, diskusi bedah pustaka, dan lain sebagainya.

​

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

25 of 57

C. PENGUATAN KAPASITAS PENDIDIK DALAM PELAKSANAAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA

.

Kapasitas Dasar

Kapasitas Lanjutan

  1. Pembelajaran Berbasis Projek
  2. Strategi Diferensiasi
  3. Strategi Asesmen
  4. Strategi Refleksi
  5. Strategi Bertanya
  6. Strategi Pendampingan
  1. Manajemen Kelas dalam Pembelajaran Berbasis Projek
  2. Team Teaching atau Mengajar Kolaboratif
  3. Proses Desain Projek
  4. Proses Pelibatan Masyarakat atau Lingkungan Satuan Pendidikan dalam Pembelajaran
  5. Merancang Perayaan Belajar

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

26 of 57

C. PENGUATAN KAPASITAS PENDIDIK DALAM PELAKSANAAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA

.

Kapasitas Dasar

Kapasitas Lanjutan

  1. Pembelajaran Berbasis Projek
  2. Strategi Diferensiasi
  3. Strategi Asesmen
  4. Strategi Refleksi
  5. Strategi Bertanya
  6. Strategi Pendampingan
  1. Manajemen Kelas dalam Pembelajaran Berbasis Projek
  2. Team Teaching atau Mengajar Kolaboratif
  3. Proses Desain Projek
  4. Proses Pelibatan Masyarakat atau Lingkungan Satuan Pendidikan dalam Pembelajaran
  5. Merancang Perayaan Belajar

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

27 of 57

C. PENGUATAN KAPASITAS PENDIDIK DALAM PELAKSANAAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA

.

Kapasitas Dasar

Kapasitas Lanjutan

  1. Pembelajaran Berbasis Projek
  2. Strategi Diferensiasi
  3. Strategi Asesmen
  4. Strategi Refleksi
  5. Strategi Bertanya
  6. Strategi Pendampingan
  1. Manajemen Kelas dalam Pembelajaran Berbasis Projek
  2. Team Teaching atau Mengajar Kolaboratif
  3. Proses Desain Projek
  4. Proses Pelibatan Masyarakat atau Lingkungan Satuan Pendidikan dalam Pembelajaran
  5. Merancang Perayaan Belajar

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

28 of 57

3. MENDESAIN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA�

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

29 of 57

ALUR PERENCANAA PROJEK PROFIL

  1. Membentuk Tim Fasilitator Projek Penguatan Profil Pelajar

Pancasila

2. Mengidentifikasi Tingkat Kesiapan Satuan Pendidikan

3. Merancang Dimensi, Tema, dan Alokasi Waktu Projek

Penguatan Profil Pancasila

4. Menyusun Modul Projek

5. Merancang strategi pelaporan hasil projek

​

​

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

30 of 57

ALUR PERENCANAA PROJEK PROFIL

​

​

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

31 of 57

A. MEMBENTUK TIM FASILITATOR P5

1. Langkah Pembentukan Tim Fasilitator Projek Profil

  1. Pimpinan satuan pendidikan menentukan seorang koordinator projek profil, bisa dari wakil kepala satuan pendidikan atau pendidik yang mempunyai pengalaman mengembangkan dan mengelola projek.
  2. Apabila mempunyai SDM yang cukup, koordinator projek profil sekolah dapat membentuk koordinator di level kelas. Misalnya satu orang koordinator kelas 1, satu orang koordinator kelas 2, dan seterusnya. Untuk pendidikan khusus koordinator dapat dipilih berdasarkan jenis kekhususan.
  3. �Pimpinan satuan pendidikan bersama koordinator projek profil memetakan pendidik dari setiap kelas (atau apabila SDM terbatas, perwakilan dari masing- masing fase) untuk menjadi tim fasilitator projek profil.
  4. Koordinator mengumpulkan dan memberikan arahan kepada tim fasilitator projek profil untuk merencanakan dan membuat modul projek profil bagi setiap kelas atau fase.

​

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

32 of 57

A. MEMBENTUK TIM FASILITATOR P5

1. Langkah Pembentukan Tim Fasilitator Projek Profil

  1. Pimpinan satuan pendidikan menentukan seorang koordinator projek profil, bisa dari wakil kepala satuan pendidikan atau pendidik yang mempunyai pengalaman mengembangkan dan mengelola projek.
  2. Apabila mempunyai SDM yang cukup, koordinator projek profil sekolah dapat membentuk koordinator di level kelas. Misalnya satu orang koordinator kelas 1, satu orang koordinator kelas 2, dan seterusnya. Untuk pendidikan khusus koordinator dapat dipilih berdasarkan jenis kekhususan.
  3. �Pimpinan satuan pendidikan bersama koordinator projek profil memetakan pendidik dari setiap kelas (atau apabila SDM terbatas, perwakilan dari masing- masing fase) untuk menjadi tim fasilitator projek profil.
  4. Koordinator mengumpulkan dan memberikan arahan kepada tim fasilitator projek profil untuk merencanakan dan membuat modul projek profil bagi setiap kelas atau fase.

​

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

33 of 57

2. Pembagian Peran dan Tanggung Jawab dalam Pengelolaan Projek Profil

  1. Satuan Pendidikan

a. Menyiapkan sistem dari perencanaan hingga evaluasi dan refleksi projek profil di skala satuan pendidikan, termasuk sistem pendokumentasian projek profil. Sistem ini juga dapat digunakan sebagai portofolio satuan Pendidikan

b. Membuka pintu kolaborasi dengan narasumber untuk memperkaya materi projek profil: masyarakat, komunitas, akademisi, praktisi

c. Mengomunikasikan projek penguatan profil pelajar Pancasila kepada lingkungan satuan pendidikan, orang tua peserta didik, dan mitra (narasumber dan organisasi terkait).

d. Memastikan beban kerja pendidik tetap dipertahankan (tidak dikurangi) sesuai arahan alokasi waktu projek profil yang sudah diatur oleh pemerintah

e. Melibatkan pendidik bimbingan dan konseling atau mentor untuk memfasilitasi proses berjalannya projek profil dengan memberikan dukungan, baik dalam bidang akademis maupun kebutuhan emosional peserta didik. F. menyediakan SDM / Dana

​

Memahami Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

​

Melibatkan pendidik bimbingan dan konseling atau mentor untuk memfasilitasi proses berjalannya projek profil dengan memberikan dukungan, baik dalam bidang akademis maupun kebutuhan emosional peserta didik.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

34 of 57

2. Pembagian Peran dan Tanggung Jawab dalam Pengelolaan Projek Profil

  1. Satuan Pendidikan

a. Menyiapkan sistem dari perencanaan hingga evaluasi dan refleksi projek profil di skala satuan pendidikan, termasuk sistem pendokumentasian projek profil. Sistem ini juga dapat digunakan sebagai portofolio satuan Pendidikan

b. Membuka pintu kolaborasi dengan narasumber untuk memperkaya materi projek profil: masyarakat, komunitas, akademisi, praktisi

c. Mengomunikasikan projek penguatan profil pelajar Pancasila kepada lingkungan satuan pendidikan, orang tua peserta didik, dan mitra (narasumber dan organisasi terkait).

d. Memastikan beban kerja pendidik tetap dipertahankan (tidak dikurangi) sesuai arahan alokasi waktu projek profil yang sudah diatur oleh pemerintah

e. Melibatkan pendidik bimbingan dan konseling atau mentor untuk memfasilitasi proses berjalannya projek profil dengan memberikan dukungan, baik dalam bidang akademis maupun kebutuhan emosional peserta didik. F. menyediakan SDM / Dana

​

Memahami Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

​

Melibatkan pendidik bimbingan dan konseling atau mentor untuk memfasilitasi proses berjalannya projek profil dengan memberikan dukungan, baik dalam bidang akademis maupun kebutuhan emosional peserta didik.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

35 of 57

2. Koordinator Projek Profil�

1. Koordinator bisa dari wakil kepala satuan pendidikan atau tenaga pendidik yang memiliki pengalaman dalam mengembangkan dan mengelola projek profil.

2. Mengembangkan kemampuan kepemimpinan dalam mengelola projek

  1. Mengelola sistem yang dibutuhkan tim pendidik/fasilitator dan peserta didik agar dapat menyelesaikan projek profil dengan sukses
  2. Memastikan kolaborasi pengajaran terjadi di antara para pendidik yang tergabung di dalam tim fasilitator projek profil.
  3. Memastikan alur projek profil memiliki aktivitas yang kaya dan beragam untuk mengoptimalkan prinsip eksploratif.
  4. Memastikan rancangan asesmen yang dilakukan sesuai dengan kriteria kesuksesan yang sudah ditetapk

Memahami Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

​

Melibatkan pendidik bimbingan dan konseling atau mentor untuk memfasilitasi proses berjalannya projek profil dengan memberikan dukungan, baik dalam bidang akademis maupun kebutuhan emosional peserta didik.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

36 of 57

2. Koordinator Projek Profil�

1. Koordinator bisa dari wakil kepala satuan pendidikan atau tenaga pendidik yang memiliki pengalaman dalam mengembangkan dan mengelola projek profil.

2. Mengembangkan kemampuan kepemimpinan dalam mengelola projek

  1. Mengelola sistem yang dibutuhkan tim pendidik/fasilitator dan peserta didik agar dapat menyelesaikan projek profil dengan sukses
  2. Memastikan kolaborasi pengajaran terjadi di antara para pendidik yang tergabung di dalam tim fasilitator projek profil.
  3. Memastikan alur projek profil memiliki aktivitas yang kaya dan beragam untuk mengoptimalkan prinsip eksploratif.
  4. Memastikan rancangan asesmen yang dilakukan sesuai dengan kriteria kesuksesan yang sudah ditetapk

Memahami Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

​

Melibatkan pendidik bimbingan dan konseling atau mentor untuk memfasilitasi proses berjalannya projek profil dengan memberikan dukungan, baik dalam bidang akademis maupun kebutuhan emosional peserta didik.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

37 of 57

�3. Fasilitator Projek Profil��

1. Memperhatikan kebutuhan dan minat belajar setiap peserta didik agar dapat memberikan stimulan atau tantangan yang beragam (berdiferensiasi), sesuai dengan gaya belajar, daya imajinasi, kreasi dan inovasi, serta peminatan terhadap tema projek profil.

2. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat dalam perencanaan dan pengembangan projek profil

3. Memberikan ruang bagi peserta didik untuk mendalami isu atau topik pembelajaran yang kontekstual dengan tema projek profil sesuai dengan minat masing-masing peserta didik

4. Berkolaborasi dengan seluruh pihak terkait projek profil (orang tua, mitra, lingkungan satuan pendidikan, dll.

5. Melakukan penilaian yang mengacu pada prinsip asesmen yang sudah ditentukan dalam memonitor perkembangan profil Pancasila.

Memahami Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

38 of 57

�3. Fasilitator Projek Profil��

1. Memperhatikan kebutuhan dan minat belajar setiap peserta didik agar dapat memberikan stimulan atau tantangan yang beragam (berdiferensiasi), sesuai dengan gaya belajar, daya imajinasi, kreasi dan inovasi, serta peminatan terhadap tema projek profil.

2. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat dalam perencanaan dan pengembangan projek profil

3. Memberikan ruang bagi peserta didik untuk mendalami isu atau topik pembelajaran yang kontekstual dengan tema projek profil sesuai dengan minat masing-masing peserta didik

4. Berkolaborasi dengan seluruh pihak terkait projek profil (orang tua, mitra, lingkungan satuan pendidikan, dll.

5. Melakukan penilaian yang mengacu pada prinsip asesmen yang sudah ditentukan dalam memonitor perkembangan profil Pancasila.

Memahami Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

39 of 57

���B. MENGIDENTIFIKASI TAHAPAN KESIAPAN SATUAN PENDIDIKAN DALAM MENJALANKAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA���

,

Memahami Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

  • Satuan pendidikan belum memiliki sistem dalam mempersiapkan dan melaksanakan pembelajaran berbasis projek.
  • Konsep pembelajaran berbasis projek baru diketahui pendidik.
  • Satuan pendidikan menjalankan projek secara internal (tidak melibatkan pihak luar).
  • Satuan pendidikan sudah memiliki sistem untuk menjalankan pembelajaran berbasis projek.
  • Konsep pembelajaran berbasis projek sudah dipahami sebagian pendidik.
  • Satuan pendidikan mulai melibatkan pihak di luar satuan pendidikan untuk membantu salah satu aktivitas projek.
  • Pembelajaran berbasis projek sudah menjadi kebiasaan satuan pendidikan
  • Konsep pembelajaran berbasis projek sudah dipahami semua pendidik.
  • Satuan pendidikan sudah menjalin kerjasama dengan pihak mitra di luar satuan pendidikan agar dampak projek dapat diperluas secara berkelanjutan.

Tahap Awal

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

40 of 57

���B. MENGIDENTIFIKASI TAHAPAN KESIAPAN SATUAN PENDIDIKAN DALAM MENJALANKAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA���

Memahami Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

41 of 57

���B. MENGIDENTIFIKASI TAHAPAN KESIAPAN SATUAN PENDIDIKAN DALAM MENJALANKAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA���

Memahami Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

42 of 57

C. Menentukan Dimensi dan Tema P5

  1. Dimensi Project Profil Penguatan Pelajar Pancasila

​

    • Tim fasilitator dan kepala satuan pendidikan menentukan dimensi profil pelajar Pancasila yang akan menjadi fokus untuk dikembangkan pada tahun ajaran berjalan.
    • Pemilihan dimensi dapat merujuk pada visi misi satuan pendidikan atau program yang akan dijalankan di tahun ajaran tersebut.
    • Disarankan untuk memilih 2-3 dimensi yang paling relevan untuk menjadi fokus yang sasaran projek profil pada satu tahun ajaran.
  • Sebaiknya jumlah dimensi profil pelajar Pancasila yang dikembangkan dalam suatu projek profil tidak terlalu banyak agar tujuan pencapaian projek profil jelas dan terarah
  • Penentuan dimensi sasaran ini akan dilanjutkan dengan penentuan elemen dan sub-elemen yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik di tahap pengembangan modul projek profil.
  • Apabila pimpinan satuan pendidikan sudah berpengalaman menjalankan kegiatan berbasis projek, jumlah dimensi yang dipilih dapat ditambah sesuai dengan kesiapan tingkat satuan pendidikan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

43 of 57

2. Tema Project Profil Penguatan Pelajar Pancasila

  1. Gaya Hidup Berkelanjutan

a. Sekolahku : situasi banjir

b. hutan sebagai paru-paru dunia

c. pemanfaatan sampah organic

2. Kearifan Lokal

a. Eksplorasi seni pranata acara adat Perkawinan Sidenreng Rappang

b. Acara Tudang Sipulung / Mappadendang / ...

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

44 of 57

Tema Project Profil Penguatan Pelajar Pancasila

3. Bhinneka Tunggal Ika

  • Menangkap isu-isu atau masalah keberagaman di lingkungan sekitar dan mengeksplorasi pemecahannya

4. Bangunlah Jiwa dan Raganya

  • Mencari solusi untuk masalah cyber bullying yang marak di kalangan remaja

5. Suara Demokrasi

  • Sistem musyawarah yang dilakukan masyarakat adat tertentu untuk memilih kepala desa

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

45 of 57

Tema Project Profil Penguatan Pelajar Pancasila

6. Rekayasa dan Teknologi

Membuat desain inovatif sederhana yang menerapkan teknologi untuk

menjawab permasalahan di sekitar satuan Pendidikan

7. Kewirausahaan

Membuat produk dengan konten lokal yang memiliki daya jual.

8. Kebekerjaan

a. Eksplorasi pengembangan serat tekstil dari limbah daun nanas

b. Kawasan industri sekitar Jakarta: budidaya dan pengolahan tanaman

lokal Betawi

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

46 of 57

Penentuan tema dan topik spesifik sesuai dengan tahapan satuan pendidikan

,

Satuan pendidikan menentukan 2 tema yang sama untuk setiap tingkat/kelas paralel

di PAUD/SD/MI dan sederajat, atau 3 tema yang sama untuk setiap tingkat/kelas paralel

di SMP/MTs-SMA/MA/ SMK/MAK dan sederajat di awal tahun ajaran.

Satuan pendidikan menentukan 3-5 pilihan tema yang dapat dipilih 2 tema oleh peserta didik di setiap tingkat/ kelas paralel PAUD/SD/ MI dan sederajat, dan

3 tema setiap tingkat/ kelas paralel SMP/MTs- SMA/MA/SMK/MAK

dan sederajat di awal tahun ajaran.

Satuan pendidikan menentukan 3-5 pilihan tema yang dapat dipilih 2 tema oleh peserta didik di setiap tingkat/ kelas paralel PAUD/SD/ MI dan sederajat, dan

3 tema setiap tingkat/ kelas paralel SMP/MTs- SMA/MA/SMK/MAK

dan sederajat di awal tahun ajaran.

Satuan pendidikan menentukan isu yang sama untuk setiap tema di semua tingkat/kelas paralel.

Satuan pendidikan menelaah isu yang sama untuk setiap tingkat/ kelas paralel.

Setiap kelas menelaah isu yang berbeda sesuai pilihan peserta didik. Peserta didik dapat memilih isu yang

berbeda untuk memberi tantangan tahap lanjutan

Satuan pendidikan yang menentukan tema dan topik projek profil.

Satuan pendidikan mempersiapkan beberapa tema dan topik projek profil untuk dipilih oleh peserta didik.

Peserta didik mendiskusikan tema dan topik projek profil dengan bimbingan pendidik.

Jenjang

Ketentuan Jumlah Tema

PAUD

1 s.d 2 projek profil dengan tema berbeda

SD/MI/SDLB/Paket A

2 s.d 3 projek profil dengan tema berbeda

SMP/MTs/ SMPLB/Paket B

3 s.d 4 projek profil dengan tema berbeda

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

47 of 57

D. MERANCANG ALOKASI WAKTU PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA��1. Pemetaan Alokasi Waktu Project Profil

,

Tingkat pendidikan

Alokasi Jam Projek Profil Per Tahun

SD/MI I-V

252 JP

SD/MI VI

224 JP

SMP/MTs VII-VIII

360 JP

SMP/MTs IX

320 JP

SMA/MA X

486 JP

SMA/MA XI

216 JP

SMA/MA XII

192 JP

SMK X

288 JP

SMK XI

144 JP

SMK XII

36 JP

SMK XII* (Program 4 tahun)

144 JP

SMK XIII* (Program 4 tahun)

0

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

48 of 57

D. MERANCANG ALOKASI WAKTU PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA��2. Simulasi Penghitungan Alokasi Waktu Project Profil

,

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

49 of 57

D. MERANCANG ALOKASI WAKTU PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA��2. Simulasi Penghitungan Alokasi Waktu Project Profil

  1. Menentukan satu hari dalam seminggu untuk pelaksanaan projek profil (misalnya hari Jumat). Seluruh jam belajar pada hari itu digunakan untuk projek profil.
  2. Mengalokasikan 1-2 jam pelajaran di akhir hari, khusus untuk mengerjakan projek profil. Bisa digunakan untuk eksplorasi di sekitar satuan pendidikan sebelum peserta didik pulang
  3. Mengumpulkan dan memadatkan pelaksanaan tema dalam satu periode waktu (misalnya 2 minggu atau 1 bulan - tergantung jumlah jam tatap muka yang dialokasikan pada setiap projek profil), di mana semua Tenaga Pendidik berkolaborasi mengajar projek profil setiap hari selama durasi waktu yang ditentukan.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

50 of 57

Pemetaan Dimensi, Tema, dan Alokasi Waktu

,

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

51 of 57

E. MENYUSUN MODUL PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA�

Modul projek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan dokumen yang berisi tujuan, langkah, media pembelajaran, dan asesmen yang dibutuhkan untuk melaksanakan projek penguatan profil pelajar Pancasila.

Pendidik memiliki keleluasaan untuk membuat sendiri, memilih, dan memodifikasi modul projek profil yang tersedia sesuai dengan konteks, karakteristik, serta kebutuhan peserta didik. Pemerintah menyediakan contoh-contoh modul projek penguatan profil pelajar Pancasila yang dapat dijadikan inspirasi Satuan Pendidikan.

  1. Komponen Modul

​

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

52 of 57

E. MENYUSUN MODUL PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA�

2. Langkah Persiapan Modul

​

​

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

53 of 57

F. MENENTUKAN TUJUAN�

,

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

54 of 57

G. MENGELOLA PROJECT PROFIL

  • .

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

55 of 57

H. MENGELOLA ASSESMENT DAN MELAPORKAN PROJECT PROFIL

  • .

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

56 of 57

I. EVALUASI DAN RTL PROJECT PROFIL

  • .

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

57 of 57

TRIMA KASIH

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi