1 of 19

MANAJEMEN DATA DALAM APLIKASI SKDR

Substansi Surveilans �Pelatihan Penggunaan Aplikasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR)

Bagi Petugas Surveilans di Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota

Yogyakarta, 11-13 Januari 2022

2 of 19

EDY PURWANTO, SKM, M.KES��EPIDKES AHLI MADYA �DIREKTORAT SURVEILANS DAN KARANTINA KESEHATAN�EDY.SUKSES.MULYA@GMAIL.COM�081315346823

3 of 19

N a m a

Ubaidillah, Ssi

NIP / NRP

-

PANGKAT/GOL

-

Tempat / tanggal Lahir

Jakarta, 14 November 1980

Instansi

WHO Indonesia

Jenis Kelamin

Laki - Laki

No Telepon / HP

 

08569936398

E-mail

ubaidillah@who.int

4 of 19

4

Tujuan Pembelajaran

  1. Hasil Belajar
  2. Setelah mengikuti mata pelatihan ini peserta mampu melakukan manajemen data dalam aplikasi SKDR.

B. Indikator Hasil Belajar

  • Setelah mengikuti mata pelatihan ini, peserta dapat melakukan verifikasi dan entri data hasil verifikasi kedalam aplikasi; melakukan analisis dan interpretasi data dalam aplikasi SKDR.

5 of 19

5

Pokok Bahasan

  1. Verifikasi dan entri data hasil verifikasi kedalam aplikasi:
  2. Verifikasi data
  3. Format verifikasi data
  4. Entri perbaikan data kasus jika salah
      • Jumlah kasus perbaikan

B. Alert

1) Pengenalan Alert

C. Analisis dan interpretasi data dalam aplikasi SKDR:

  1. Identifikasi data
  2. Analisis jumlah kasus, tren penyakit
  3. KLB dan respon

6 of 19

6

Verifikasi dan Entri Hasil Verifikasi ke dalam aplikasi

A. Verifikasi Data

Proses verifikasi data dilakukan dengan cara:

        • Kelengkapan dan Ketepatan Laporan
        • Petugas dinas kesehatan memberikan umpan balik kelengkapan dan ketepatan laporan mingguan setiap senin dan selasa kepada petugas unit pelapor.

        • Data kasus penyakit SKDR
        • Petugas dinas kesehatan membuat kurva epidemiologi atau tabel penyakit potensial SKDR. Berdasarkan grafik dan tabel melakukan identifikasi penyakit-penyakit yang dilaporkan menunjukan adanya peningkatan kasus atau jumlah yang tidak wajar.

7 of 19

7

8 of 19

8

Verifikasi Kelengkapan dan Ketepatan Laporan

  1. Kelengkapan dan Ketepatan Laporan dalam bentuk grafik untuk periode minggu pelaporan aktif

9 of 19

9

Verifikasi Kelengkapan dan Ketepatan Laporan

B. Kelengkapan dan Ketepatan Laporan dalam bentuk tabel untuk periode minggu pelaporan kumulatif

10 of 19

10

Umpan Balik Kelengkapan Laporan Senin dan Selasa

Petugas dinas kesehatan memberikan umpan balik kelengkapan dan ketepatan laporan mingguan setiap Senin dan Selasa kepada petugas unit pelapor.

11 of 19

11

Verifikasi Kasus Penyakit SKDR

A. Kasus penyakit SKDR dalam bentuk Tabel Laporan Jumlah Kasus Menurut Penyakit

12 of 19

12

Verifikasi Kasus Penyakit SKDR

A. Kasus penyakit SKDR dalam bentuk Trend Penyakit

13 of 19

13

Verifikasi Alert SKDR

Alert merupakan signal kewaspadaan untuk penyakit yang dilaporkan. Alert penyakit ditentukan berdasarkan nilai kasus dalam paramater alert dan dapat disesuaikan dengan masing-masing wilayah unit pelapor. Ada dua jenis alert dalam sistem SKDR, Fix Case dan Peningkatan Kasus.

  • Fix Case: setiap kasus yang dilaporkan akan terjadi alert jika telah melewati nilai ambang kasus yang sudah ditentukan
  • Peningkatan kasus: setiap kasus yang memenuhi nilai ambang batas akan menjadi alert jika terjadi peningkatan 1.5x dibandingkan dengan periode waktu yang sudah ditentukan.

14 of 19

14

Verifikasi Alert SKDR

Petugas unit pelapor dan petugas dinas kesehatan melakukan verifikasi alert penyakit melalui web SKDR. Informasi yang perlu dilengkapi antara lain :

  1. Jumlah kasus dilaporkan
  2. Temuan dilapangan
  3. Tindakan yang sudah dilakukan
  4. Hasil verifikasi alert
  5. Status KLB
  6. Status Respon < 24
  7. Nama Petugas

15 of 19

15

Analisa data SKDR

A. Analisis jumlah kasus, tren penyakit

Petugas dinas kesehatan membuat ringkasan laporan berdasarkan hasil indentifikasi data dan data-data yang sudah divalidasi. Ringkasan laporan dapat dibuat setiap minggu yang berisi informasi antara lain :

  • Kelengkapan dan ketepatan laporan
  • Grafik dan tabel penyakit yang relevan dengan situasi penyakit saat laporan dibuat
  • Hasil kegiatan response penyakit atau KLB minggu sebelumnya
  • Rekomendasi kegiatan

16 of 19

16

Analisa data SKDR

  1. Berdasarkan informasi kasus dan alert penyakit, petugas melakukan respon KLB dengan melakukan penyeledikan epidemiologi. Laporan penyelidikan epidemiologi dicatat dalam format laporan penyelidikan epidemiologi sesuai dengan penyakit atau dapat menggunakan format penyelidikan epidemiologi umum. Informasi yang didaptkan dapat dianalisa melalui web SKDR atau menggunakan apalikasi pengolah data lainnya untuk mendapatkan analisa lebih lanjut untuk mendapatkan analisa waktu menurut waktu, tempat dan orang.

Pada saat melakukan penyeledikan epidemiologi tim juga melakukan :

  • Rencana pengambilan sample klinis dan lingkungan
  • Formulir hipotesis mengenai sumber pajanan dan cara penuluaran
  • Test hipotesis

Hasil penyelidikan epidemilogi dapat dituliskan dalam laporan dan dilengkapi dengan rekomendasi dan tindakan berdasrakan data-data yang sudah ada.

17 of 19

17

Analisa data SKDR

Ringkasan laporan dapat dibuat setiap minggu yang berisi informasi antara lain :

  • Kelengkapan dan ketepatan laporan
  • Grafik dan tabel penyakit yang relevan dengan situasi penyakit saat laporan dibuat
  • Hasil kegiatan response penyakit atau KLB minggu sebelumnya
  • Rekomendasi kegiatan

18 of 19

18

Rangkuman

Verifikasi data dilakukan dengan cara menilai kelengkapan dan ketepatan laporan serta data kasus penyakit. Setelah verifikasi akan muncul alert. Alert merupakan signal kewaspadaan untuk penyakit yang dilaporkan. Alert penyakit ditentukan berdasarkan nilai kasus dalam paramater alert dan dapat disesuaikan dengan masing-masing wilayah unit pelapor. Ada dua jenis alert dalam sistem SKDR, Fix Case dan Peningkatan Kasus. Setelah muncul alert maka dilakukan analisis dan interpretasi data dalam aplikasi SKDR.

19 of 19

19

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan. 2021. Pedoman Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon.
  2. Kementerian Kesehatan. 2021. Algoritma Diagnosis Penyakit dan Respon.
  3. Kementerian Kesehatan. 2020. Panduan Pengguna Piranti Lunak (Software) Peringatan Dini Penyakit Menular.
  4. Video Panduan Aplikasi SKDR :

https://youtube.com/playlist?list=PLdowFgzzj7M5-AETPmD89WOViL11qC0lc