1 of 9

Manajemen Strategik

Oleh: Umi Arifah, S.Pd.I., M.M.

www.umiarifah.blogspot.com

08170140887

umiarifah.iainukebumen@gmail.com

2 of 9

Tanggungjawab sosial dan keberlangsuang lingkungan

www.umiarifah.blogspot.com

08170140887

umiarifah.iainukebumen@gmail.com

3 of 9

Pandangan Tradisional

  • Menurut Milton Friedman hanya ada satu tanggung jawab sosial perusahaan, yaitu menggunakan sumber daya dengan aktivitas-aktivitas yang bisa mendapatkan dan meningkatkan laba perusahaan, sepanjang semuanya sesuai aturan yang ada, terbuka dan bersaing bebas tanpa kecurangan.
  • Masyarakat pada dasarnya bisa berpartisipasi, menikmati keuntungan atas operasi perusahaan dengan mekanisme “go public” dari perusahaan.
  • Bagi pandangan tradisional urusan sosial dan lingkungan seharusnya hanya menjadi urusan pemerintah

4 of 9

Pandangan Sosioekonomi

  • Tanggungjawab perusahaan lebih dari sekedar menciptakan laba, yaitu perusahaan juga terlibat untuk urusan menjaga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan
  • Perusahaan pada dasarnya bukan pihak independen yang hanya bertanggungjawab kepada pemegang sahamnya
  • Perusahaan seharusnya memiliki tanggung jawab moral kepada masyarakat yang lebih luas, baik untuk urusan sosial, hukum dan berbagai masalah perpolitikan
  • Perusahaan haruslah melakukan hal-hal yang baik dan benar dan bermanfaat bagi masyarakat dalam menjalankan usahanya

5 of 9

Kontinum Tanggungjawab Sosial Perusahaan

TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN

Lebih Kurang

Lebih Banyak

TAHAP I

Pemilik dan Manajemen Puncak

TAHAP II

Karyawan

TAHAP III

Konstituen dan Lingkungan Lain yang Spesifik

TAHAP IV

Masyarakat yang lebih luas

6 of 9

Empat Level Tanggung Jawab Perusahaan (Archie Carrol)

  1. Tanggung jawab ekonomi.

Menghasilkan barang dan jasa yang bernilai bagi masyarakat sehingga perusahaan dapat membayar pada pemegang saham dan kreditornya.

  1. Tanggung jawab legal.

Perusahaan harus mematuhi peraturan perusahaan terkait operasinya. Pemerintah melalui produk hukum dan dipatuhi oleh perusahaan.

  1. Tanggung jawab etikal.

Mengikuti kepercayaan yang berlaku tentang perilaku tertentu di masyarakat.

  1. Tanggung jawab diskresi.

Sesuatu yang secara murni dan sukarela tapi perusahaan memperlakukannya sebagai suatu yang wajib.

7 of 9

CSR sebagai sebuah strategi

  • Jika bisa membuat membuat program CSR dengan baik, CSR Voluntarism mendapatkan “economically rational” sumber daya saing keunggula berdimensi strategik, karena perusahaan menciptakan sumber dan kapabilitas yang unik yang dinilai oleh pelanggan sulit ditiru.
  • Hasil penelitian Husted dan Allen yang lain juga sejalan dengan Hipotesis Porter, bahwa penciptaan nilai yang terjadi dikaitkan dengan kendala seperti tuntutan legal, praktik industri, dan insentif fiskal. Justru proyek CSR semakin memberikan penciptaan nilai bila proyek tersebut dianggap muncul dari hasil kendala peraturan industri dan fiskal.

8 of 9

Tiga Konsep Pokok dalam strategi

  • Pertama, elemen keterkaitan produk, keterkaitan bisa dibangun melalui pertukaran dengan pihak eksternal di pasar dan dengan pihak internal.
  • Kedua, aspek customer relatedness, bisa menjadi sumber energi. Kebutuhannya, preferensi dan perilaku pembeliannya atas value yang ditawarkan satu bisnis beragam membuat sinergi bisa tercipta.
  • Ketiga, elemen managerial knowledge bisa terdiri atas wawasan manajerial, pengalaman dan praktik terbaik dari satu perusahaan.

9 of 9

Memprioritaskan Isu Sosial (Porter dan Kramer : 2006)

Generic Social Issues

Value Chain Social Impacts

Social Dimensions of Competitive Context

Isu sosial yang tidak terpengaruhi secara sigfikan oleh operasi perusahaan dan juga tidak berpengaruh pada daya saing jangka panjang

Isu sosial yang terpengaruh secara signifikan oleh aktivitas perusahaan dalam keseharian operasi perusahaan

Isu sosial dalam lingkungan eksternal yang secara signifikan mempengaruhi pendorong daya saing perusahaan tempat ia beroperasi