1 of 27

STRUKTUR

KERUANGAN KOTA

2 of 27

Teori Konsentris

Teori konsentris mengemukakan bahwa pola penggunaan lahan perkotaan berkembang secara konsentris atau melingkar karena perkembangan atau pemekaran dimulai dari pusatnya, kemudian seiring pertambahan penduduk kota meluas ke daerah pinggiran atau menjauhi pusat.

3 of 27

4 of 27

5 of 27

Contohnya di Indonesia khususnya di Pulau Jawa, hampir semua kota di pusatnya selalu ada alun-alun, masjid agung, penjara, pamong praja atau kantor pemerintahan, dan pertokotaan. Perkembangan kota dapat dipengaruhi oleh berbagai rintangan alam seperti pegunungan, perbukitan, lembah sungai, dan lain-lain, dalam perkembangannya akan selalu menyesuaikan diri dengan keberadaan fisik wilayahnya sehingga kota berbentuk tidak teratur dan menimbulkan kesan sebagai kota yang tidak terencana.

6 of 27

Kekurangan dari teori konsentris adalah tidak berlaku di negara selain Amerika Serikat. Contoh kota dengan teori konsentris adalah Chicago, London, Kalkuta, Adelaide, dan sebagian besar kota-kota di Indonesia.

7 of 27

8 of 27

Kota Chicago di Amerika Serikat (AS)

9 of 27

Kota London, Inggris 

10 of 27

Kalkuta

11 of 27

 Adelaide Australia

12 of 27

Adelaide

13 of 27

14 of 27

 Teori Sektoral

 Teori sektoral mengemukakan bahwa pengelompokan penggunaan lahan kota menjulur seperti irisan kue tar, bukan konsentris atau melingkar.

15 of 27

16 of 27

17 of 27

. Contoh kota dengan teori sektoral antara lain California, Alberta, Boston, dan Calgary.

18 of 27

Penduduk Los Angeles, California

19 of 27

Alberta Kanada

20 of 27

Boston

21 of 27

Calgary, Kota Paling Bersih di Dunia

22 of 27

23 of 27

24 of 27

Teori Inti Ganda

Teori inti ganda mengemukakan persebaran penggunaan lahan ditentukan oleh faktor-faktor yang unik seperti situs kota dan sejarahnya yang khas, sehingga tidak ada urutan-urutan yang teratur dari zona-zona kota seperti yang terjadi pada teori konsentris dan sektoral.

25 of 27

26 of 27

27 of 27