KOMUNIKASI DALAM PELAYANAN KESEHATAN
SARJANA KEBIDANAN
WAHYU ANJAS SARI, SST.,M.Kes
🙢
1. Pengertian Komunikasi�
🙢
2. Prinsip-prinsip Komunikasi (Carl Rogers) �
🙢
Penyebab Komunikasi yg buruk
🙢
KOMUNIKASI TERAPEUTIK
🙢
KOMUNIKASI TERAPEUTIK�
A. Pengertian
🙢
Beberapa pengertian diatas komunikasi terapeutik adalah
🙢
C. Tujuan�
🙢
D. Unsur-unsur Komunikasi Terapeutik�
🙢
E. Prinsip Dasar Komunikasi Terapeutik�
🙢
Hubungan Perawat dan Klien/Helping Relationship�
🙢
Menurut Roger dalam Stuart G.W (1998), karakteristik seorang helper (perawat) yg dapat memfasilitasi tumbuhnya hubungan yg terapeutik, :�
🙢
G. Tahapan Komunikasi Terapeutik Stuart G.W, 1998 �
1. Tahap Persiapan/Pra-interaksi
🙢
2. Tahap Perkenalan/Orientasi�
🙢
3. Tahap Kerja�
🙢
4. Tahap Terminasi�
🙢
H. Sikap Dalam Melakukan Komunikasi Terapeutik�
🙢
Macam-macam Teknik Komunikasi Stuart dan Sundeen tahun 1995, �
🙢
Lanjutan
4. Klarifikasi; Klarifikasi sama dg validasi yaitu menanyakan kepada klien apa yg tidak dimengerti perawat thd situasi yg ada. Klarifikasi dilakukan apabila pesan yg disampaikan oleh klien belum jelas bagi perawat, perawat mencoba memahami situasi yg digambarkan oleh klien.
5. Fokusing; adalah kegiatan komunikasi yg dilakukan untuk membatasi area diskusi sehingga percakapan menjadi lebih spesifik dan dimengerti
🙢
6. Observasi;
7. Menawarkan informasi; Menyediakan tambahan informasi dg tujuan untuk mendapatkan respon lebih lanjut. Beberapa keuntungan dari menawarkan informasi akan memfasilitasi komunikasi, mendorong pendidikan kes., memfasilitasi klien untuk mengambil keputusan, Penahanan informasi pada saat klien membutuhkan akan mengakibatkan klien tidak percaya. Hal yg tidak boleh dilakukan adalah menasehati klien pada saat memberikan informasi.
🙢
7. Menawarkan informasi;
🙢
Lanjutan
8. Diam (memelihara ketenangan); Dilakukan dg tujuan mengorganisir pemikiran, memproses informasi, menunjukkan bahwa perawat bersedia untuk menunggu respon. Kediaman ini akan bermanfaat pada saat klien mengalami kesulitan untuk membagi persepsinya dg perawat.
Diam tidak dapat dilakukan dalam waktu yg lama karena akan mengakibatkan klien menjadi khawatir. Diam dapat juga diartikan sbg mengerti, atau marah.
Diam disini juga menunjukkan kesediaan seseorang untuk menanti orang lain agar punya kesempatan berpikir, meskipun begitu diam yg tidak tepat menyebabkan orang lain merasa cemas.
🙢
Lanjutan
9. Assertive: Assertive adalah kemampuan dg secara meyakinkan, nyaman mengekspresikan pikiran, perasaan diri dg tetap menghargai hak orang lain,
10. Menyimpulkan; Membawa poin-poin penting dari diskusi untuk meningkatkan pemahaman. Memberi kesempatan mengklarifikasi komunikasi agar sama dg ide dalam pikiran,
11. Giving recognition (memberikan pengakuan/ penghargaan); Memberi penghargan merupakan tehnik untuk memberikan pengakkuan dan menandakan kesadaran,
🙢
Lanjutan
12. Offering Sel (menawarakan diri); Menawarkan diri adalah menyediakan diri anda tanpa respon bersyarat atau respon yg diharapkan,
13. Offering general leads (memberikan petunjuk umum); Mendukung klien untuk meneruskan,
14. Giving broad opening (memberikan pertanyaan terbuka): Mendorong klien untuk menyeleksi topik yg akan dibicarakan. Kegiatan ini bernilai terapeuitik apabila klien menunjukkan penerimaan, nilai dari inisiatif klien , menjadi non terapeutik apabila perawatan mendominasi interaksi, menolak respon klien,
🙢
Lanjutan
15. Placing the time in time/sequence (penempatan urutan/waktu); Melakukan klarifikasi antara waktu dan kejadian atau antara satu kejadian dg kejadian lain. Teknik bernilai terapeutik apabila perawat dapat mengeksplorasi klien dan memahami masalah yg penting. Tehnik ini menjadi tidak terapeutik bila perawat memberikannasehat, meyakinkan atau tidak mengakui klien.
16. Encourage deskripition of perception (mendukung deskripsi dari persepsi); Meminta kepada klien mengungkapkan secara verbal apa yg dirasakan atau diterima,
17. Encourage Comparison (mendukung perbandingan); Menanyakan kepada klien mengenai persamaan atau perbedaan
🙢
Lanjutan
18. Restating (mengulang) adalah pengulangan pikiran utama yg diekspresiakn klien,
19. Reflekting (Refleksi): Digunakan pada saat klien menanyakan pada perawat penilaian atau kesetujuannya. Tehnik ini akan membantu perawat tetap memelihara pendekatan yg tidak menilai,
20. Eksploring (Eksporasi); Mempelajari suatu topik lebih mendalam
21. Presenting reality (menghadikan realitas/kenyataan); Menyediakan informasi dg perilaku yg tidak menilai
22. Voucing doubt (menunjukkan keraguan); Menyelipkan persepsi perawat mengenai realitas. Tehnik ini digunakan dg sangat berhati-hati dan hanya pada saat perawat merasa yakin ttg suatu yg detil. Ini digunakan pada saat perawat ingin memberi petunjuk pada klien mengenai penjelasan lain
🙢
Lanjutan
23. Seeking consensual validation; Pencarian pengertian mengenai komunikasi baik oleh perawat maupun klien. Membantu klien lebih jelas thd apa yg mereka pikirkan.
24. Verbalizing the implied: Memverbalisasikan kata-kata yg klien tunjukkan atau anjuran.
25. Encouraging evaluation (mendukung evaluasi): Perawat membantu klien mempertimbangkan orang dan kejadian kedalam nilai dirinya
26. Attempting to translate into feeling (usaha menerjemahkan perasaan); Membantu klien untuk mengidentifikasi perasaan berhubungan dg kejadian atau pernyataan .
🙢
Lanjutan
27. Suggesting collaborating (menganjurkan kolaborasi): Penekanan kegiatan kerja dg klien tidak menekan melakukan sesuatu untuk klien. Mendukung pandangan bahwa terdapat kemungkinan perubahan melalui kolaborasi.
28. Encouragingformulation of plan of action (mendukng terbentuknya rencana tindakan): Memberikan kesempatan pada klien untuk mengantisipasi alternative dari tindakan untuk masa yg akan datang.
29. Estabilising guidelines (menyediakan petunjuk); Statemen yg menunjukkan peran, tujuan dan batasan untuk interaksi. Hal ini akan menolong klien untuk mengetahui apa yg dia harapkan dari dirinya.
🙢
Lanjutan
30. Open- ended comments (komentar terbuka-tertutup): Komentar secara umum untuk menentukan arah dari interaksi yg seharusnya dilakukan. Hal ini akan mengijinkan klien untuk memutuskan apa topik/materi yg paling relevan, mendukung klien untuk meneruskan interaksi.
31. Reducing distant (penurunan jarak); Menurunkan jarak fisik antara perawat dank lien. Hal ini menunjukkan komunikasi non verbal dimana perawat ingin terlibat dg klien.
32. Humor; sbg hal yg penting dalam komunikasi verbal dikarenakan: tertawa mengurangi keteganan dan rasa sakit akibat stress, serat meningkatkan keberhasilan asuhan keperawatan .
🙢
PENUTUP�
🙢
DAFTAR PUSTAKA �
🙢