1 of 8

KELOMPOK 1

Ervin goffman

Nurlindah

Nurul Annisa amlaya

Nur rahmi

2 of 8

BIOGRAFI

ERVING GOFFMAN

Erving Goffman (1922-1982) lahir di Alberta, Canada 11 Juni 2922. Goffman sering dianggap sebagai pemikir utama terakhir yang bergabung dengan Mazhab Chicago (Travers, 1992; TKarya terkenal Goffman tentang teori dramaturgi adalah Presentation of Self in Everyday Life yang terbit pada tahun 1959. Goffman wafat pada 1982 yang saat itu beliau tengah mengalami masa kejayaan sebagai ahli sosiologi. Goffman wafat pada 1982 yang saat itu beliau tengah mengalami masa kejayaan sebagai ahli sosiologi. Goffman sering menyoroti masalah yang berhubungan dengan interaksi manusia dengan simbol-simbol.

3 of 8

Erving Goffman adalah seorang sosiolog yang dikenal dengan pendekatan dramaturgisnya dalam memahami interaksi sosial. Ia melihat kehidupan sosial sebagai pertunjukan teatrikal, di mana individu berperan dan mengelola kesan untuk menyajikan citra yang diinginkan kepada orang lain. Karya Goffman, terutama "The Presentation of Self in Everyday Life," mengeksplorasi konsep seperti panggung depan (perilaku publik) dan panggung belakang (perilaku pribadi), interaksi tatap muka, dan peran stigmatisasi dalam membentuk identitas sosial. Ide-idenya memiliki dampak signifikan dalam studi interaksionisme simbolik di bidang sosiologi.

4 of 8

Teori Ervin goffman dramaturgi

Teori dramaturgi yang dikembangkan oleh Erving Goffman memberikan pandangan menarik terhadap interaksi sosial sehari-hari, menggambarkan kehidupan sebagai pertunjukan di atas panggung. Goffman membandingkan perilaku manusia dengan peran aktor di atas panggung teater, di mana setiap individu berusaha memainkan perannya dengan baik untuk mempertahankan citra yang diinginkan.

Dramaturgi Goffman memiliki relevansi yang kuat dalam analisis sosial, terutama dalam konteks komunikasi, media sosial, dan situasi sosial kompleks. Terapannya dapat ditemui dalam penelitian tentang identitas virtual, presentasi diri online, dan konsep "self" dalam era digital.Penting untuk diingat bahwa teori ini memiliki kritik dan pembahasan yang terus berkembang. Meskipun demikian, kontribusi Erving Goffman dalam memahami dinamika interaksi sosial telah memberikan fondasi penting bagi studi ilmu sosial modern.

5 of 8

Goffman memulai penjelasannya tentang dramaturgi dengan menyatakan bahwa individu yang bertemu orang lain akan mencari informasi mengenai orang tersebut atau menggunakan informasi yang telah dimiliki sebelumnya dengan tujuan mendefinisikan situasi. Situasi yang telah terdefinisikan akan menjadi referensi bagi individu untuk memulai apa yang disebut Goffman sebagai pertunjukan.

6 of 8

Menurut Goffman, kehidupan sosial yang di dalamnya terdapat interaksi sosial diibaratkan seperti pertunjukan drama, terdapat peran-peran tertentu yang dimainkan oleh para aktor.Frontstage merujuk pada tempat atau peristiwa sosial memungkinkan individu untuk menampilkan peran formalnya, selayaknya memainkan sebuah peran di atas panggung.

frontstage merupakan sebuah bagian dari pertunjukan dan frontstage dibagi dalam dua bagian yaitu setting (pemandangan fisik) dan personal front (perlengkapan pembahasaan sang aktor).

1.

1.  Panggung Depan dan Panggung Belakang (Frontstage and Backstage)

Dua konsep besar dramaturgi

2. Manajemen Impresi (Impression Management)

Dalam impression management ini terdapat hal yang dilakukan secara spontan dan tanpa spontan. Setiap interaksi sosial, salah satu individu baik sengaja maupun tidak akan membuat pernyataan (expression) dan individu lain akan memperoleh kesan (impression). Menurut Goffman terdapat dua jenis pernyataan, yaitu pernyataan yang diberikan (expression given) dan pernyataan yang dilepaskan (expression given off).

Manajemen impresi merupakan sebuah tindakan mengelola impresi atau kesan tertentu yang tidak diharapkan.

7 of 8

QUESTION ?

8 of 8

YOU

THANK