1 of 38

Model-Model Pembelajaran

Tati Maryati

Pengawas SMP Dinas Pendidikan Kota Depok

2 of 38

1. PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK

Pembelajaran berbasis proyek atau tugas adalah metode belajar yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam pengumpulan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktivitas secara nyata.

sintaksnya:

  1. Pertanyaan mendasar. Guru menyampaikan topik dan mengajukan pertanyaan mendasar bagaimana cara memecahkan masalah.
  2. Mendesain Perencanaan Produk. Guru memastikan setiap peserta didik dalam kelompok memilih dan mengetahui prosedur pembuatan proyek/produk yang akan dihasilkan.
  3. Menyusun Jadwal Pembuatan. Guru dan peserta didik membuat kesepakatan tentang jadwal pembuatan proyek (tahapan-tahapan dan pengumpulan).
  4. Memonitor Keaktifan dan Perkembangan Proyek. Guru memantau keaktifanpeserta didik selama melaksanakan proyek, memantau realisasi perkembangan dan membimbing jika mengalami kesulitan.
  5. Menguji Hasil. Guru berdiskusi tentang prototipe proyek, memantau keterlibatan peserta didik, mengukur ketercapaian standar.
  6. Evaluasi Pengalaman Belajar. Guru membimbing proses pemaparan proyek, menanggapi hasil, selanjutnya guru dan peserta didik merefleksi/ kesimpulan.

3 of 38

2. Problem Based Learning

Problem-Based Learning (PBL) adalah sebuah metode pembelajaran yang menempatkan masalah atau permasalahan sebagai titik awal pembelajaran. Dalam metode ini, siswa belajar dengan mencari solusi atas masalah yang diberikan, dengan bantuan guru atau rekan sekelas. Berikut adalah beberapa syntax dasar dalam Problem-Based Learning:

  1. Orientasi siswa pada masalah
  2. Mengorganisasi siswa
  3. Membimbing penyelidikan
  4. Mengembangkan, menyajikan data
  5. Menganalisis dan mengevaluasi masalah

4 of 38

3. PEMBELAJARAN INQUIRY

Pembelajaran berdasarkan inquiry merupakan seni penciptaan situasi-situasi sedemikian rupa sehingga siswa mengambil peran sebagai ilmuwan.

sintaksnya:

  1. Menyajikan pertanyaan atau masalah
  2. Membuat hipotesis
  3. Merancang percobaan
  4. Melakukan percobaan untuk memperoleh informasi
  5. Mengumpulkan dan menganalisis data
  6. Membuat kesimpulan

5 of 38

4. Discovery Learning

  1. Stimulation (Stimulus/rangsangan)
  2. Problem Statement (Pernyataan/Identifikasi Masalah)
  3. Data Collection (Pengumpulan Data)
  4. Data Processing (Pengolahan Data)
  5. Verification (Pembuktian)
  6. Generalization (Menarik Kesimpulan/Generalisasi)

6 of 38

5. Example Non Example

  • Example memberikan gambaran akan sesuatu yang menjadi contoh akan suatu materi yang sedang dibahas, sedangkan
  • non-example memberikan gambaran akan sesuatu yang bukanlah contoh dari suatu materi yang sedang dibahas.�

Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam pembelajaran menggunakan metode Example Non-Example:

  1. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran
  2. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui proyektor
  3. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk      memperhatikan/menganalisa gambar
  4. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat    pada kertas
  5. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya
  6. Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai
  7. Kesimpulan

7 of 38

6. Picture and Picture

Model pembelajaran Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis.�Langkah-langkah dalam Model Pembelajaran Picture and Picture adalah sebagai berikut:

  1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
  2. Menyajikan materi sebagai pengantar.
  3. Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi.�Dalam proses ini, guru mengajar siswa ikut terlibat aktif dalam proses pembelajaran dengan mengamati setiap gambar yang ditunjukan oleh guru atau oleh temannya. Dengan Picture atau gambar kita akan menghemat energi kita dan siswa akan lebih mudah memahami materi yang diajarkan. Dalam perkembangan selanjutnya sebagai guru dapat memodifikasikan gambar atau mengganti gambar dengan video atau demonstrasi yang kegiatan tertentu.
  4. Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis. Di langkah ini guru harus dapat melakukan inovasi tidak secara bergantian dipanggil, tetapi bisa dengan undian
  5. Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut.
  6. Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai.
  7. Kesimpulan/rangkuman�

8 of 38

7. Numbered Head Together (NHT)

  1. Persiapan. Dalam tahap ini guru mempersiapkan rancangan pelajaran dengan membuat Skenario Pembelajaran (SP), Lembar Kerja Siswa (LKS) yang sesuai dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT.
  2. Pembentukan kelompok. Dalam pembentukan kelompok disesuaikan dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Guru membagi para siswa menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 3-5 orang siswa. Guru memberi nomor kepada setiap siswa dalam kelompok dan nama kelompok yang berbeda. Kelompok yang dibentuk merupakan percampuran yang ditinjau dari latar belakang sosial, ras, suku, jenis kelamin dan kemampuan belajar. Selain itu, dalam pembentukan kelompok digunakan nilai tes awal (pre-test) sebagai dasar dalam menentukan masing-masing kelompok.
  3. Tiap kelompok harus memiliki buku paket/buku panduan/sumber belajar.
  4. Diskusi masalah. Dalam kerja kelompok, guru membagikan LKS kepada setiap siswa sebagai bahan yang akan dipelajari. Dalam kerja kelompok setiap siswa berpikir bersama untuk menggambarkan dan meyakinkan bahwa tiap orang mengetahui jawaban dari pertanyaan yang telah ada dalam LKS atau pertanyaan yang telah diberikan oleh guru. Pertanyaan dapat bervariasi, dari yang bersifat spesifik sampai yang bersifat umum.
  5. Memanggil nomor anggota atau pemberian jawaban. Dalam tahap ini, guru menyebut satu nomor dan para siswa dari tiap kelompok dengan nomor yang sama mengangkat tangan dan menyiapkan jawaban kepada siswa di kelas.
  6. Memberi kesimpulan. Guru bersama siswa menyimpulkan jawaban akhir dari semua pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang disajikan.

9 of 38

8. Cooperative Script

Skrip kooperatif adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari. Langkah-langkahnya sebagai berikut:

  1. Guru membagi siswa untuk berpasangan.
  2. Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan.
  3. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar.
  4. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap dan membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya.
  5. Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya, serta lakukan seperti di atas.
  6. Kesimpulan.

10 of 38

9. STUDENT TEAMS- ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD)

  1. Guru membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen.
  2. Guru menyajikan pelajaran.
  3. Guru memberi tugas pada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok
  4. Peserta didik yang bisa mengerjakan tugas/soal menjelaskan kepada anggota kelompok lainnya sehingga semua anggota dalam kelompok itu mengerti.
  5. Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh peserta didik. Pada saat menjawab kuis/pertanyaan peserta didik tidak boleh saling membantu.
  6. Guru memberi penghargaan (rewards) kepada kelompok yang memiliki nilai/poin
  7. Guru memberikan evaluasi.
  8. Penutup.

11 of 38

10. JIGSAW

  1. Awal kegiatan pembelajaran�1. Melakukan Pembelajaran Pendahuluan. Guru dapat menjabarkan isi topik secara umum, memotivasi siswa dan menjelaskan tujuan dipelajarinya topik tersebut.�2. Materi. Materi pembelajaran kooperatif model jigsaw dibagi menjadi beberapa bagian pembelajaran tergantung pada banyak anggota dalam setiap kelompok serta banyaknya konsep materi pembelajaran yang ingin dicapai dan yang akan dipelajari oleh siswa.�3. Membagi Siswa Ke Dalam Kelompok Asal Dan Ahli. Kelompok dalam pembelajarn kooperatif model jigsaw beranggotakan 3-5 orang yang heterogen baik dari kemampuan akademis, jenis kelamin, maupun latar belakang sosialnya�4. Menentukan Skor Awal. Skor awal merupakan skor rata-rata siswa secara individu pada kuis sebelumnya atau nilai akhir siswa secara individual pada semester sebelumnya.
  2. Rencana Kegiatan�1. Setiap kelompok membaca dan mendiskusikan sub topik masing-masing dan menetapkan anggota ahli yang akan bergabung dalam kelompok ahli.�2. Anggota ahli dari masing-masing kelompok berkumpul dan mengintegrasikan semua sub topik yang telah dibagikan sesuai dengan banyaknya kelompok.�3. Siswa ahli kembali ke kelompok masing-masing untuk menjelaskan topik yang didiskusikannya.�4. Siswa mengerjakan tes individual atau kelompok yang mencakup semua topik.�5. Pemberian penghargaan kelompok berupa skor individu dan skor kelompok atau menghargai prestasi kelompok.
  3. Sistem Evaluasi�Dalam evaluasi ada tiga cara yang dapat dilakukan:�1. Mengerjakan kuis individual yang mencaukup semua topik.�2. Membuat laporan mandiri atau kelompok.�3. Presentasi�Materi Evaluasi�– Pengetahuan (materi ajar) yang difahami dan dikuasai oleh siswa.�– Proses belajar yang dilakukan oleh siswa.

12 of 38

11. MIND MAPPING

Model pembelajaran Mind Mapping sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban. Dipergunakan dalam kerja kelompok secara berpasangan ( 2 orang ).

Langkah-langkah pembelajarannya :

  1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
  2. Guru menyajikan materi sebagaimana biasa.
  3. Untuk mengetahui daya serap siswa, bentuklah kelompok berpasangan dua orang.
  4. Menugaskan salah satu siswa dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil, kemudian berganti peran. Begitu juga kelompok lainnya.
  5. Menugaskan siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya.
  6. Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang kiranya belum dipahami siswa.
  7. Kesimpulan/penutup.

13 of 38

12. MAKE A MATCH

Teknik metode pembelajaran Make a Match atau mencari pasangan dikembangkan oleh Lorna Curran (1994). Salah satu keunggulan teknik ini adalah siswa mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan. Langkah-langkah penerapan metode make a match sebagai berikut:

  1. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review, satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban.
  2. Setiap siswa mendapatkan sebuah kartu yang bertuliskan soal/jawaban.
  3. Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang.
  4. Setiap siswa mencari pasangan kartu yang cocok dengan kartunya.
  5. Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin.
  6. Jika siswa tidak dapat mencocokkan kartunya dengan kartu temannya (tidak dapat menemukan kartu soal atau kartu jawaban) akan mendapatkan hukuman, yang telah disepakati bersama.
  7. Setelah satu babak, kartu dikocok lagi agar setiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya, demikian seterusnya.
  8. Siswa juga bisa bergabung dengan 2 atau 3 siswa lainnya yang memegang kartu yang cocok.
  9. Guru bersama-sama dengan siswa membuat kesimpulan terhadap materi pelajaran.�

14 of 38

13. THINK PAIR SHARE (TPS)

Model Pembelajaran Think Pair and Share (berpikir, berpasangan, berbagi) menggunakan metode diskusi berpasangan yang dilanjutkan dengan diskusi pleno. Dengan model pembelajaran ini siswa dilatih bagaimana mengutarakan pendapat dan siswa juga belajar menghargai pendapat orang lain dengan tetap mengacu pada materi/tujuan pembelajaran

Langkah-langkah model pembelajaran Think Pair and Share adalah sebagai berikut :

  1. Guru menyampaikan inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai.
  2. Siswa diminta untuk berfikir tentang materi/permasalahan yang disampaikan guru.
  3. Siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing.
  4. Guru memimpin pleno kecil diskusi, tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya.
  5. Berawal dari kegiatan tersebut, Guru mengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diungkapkan para siswa.

15 of 38

14. Debat

  1. Guru membagi dua kelompok peserta debat yang satu pro dan yang lainnya kontra
  2. Guru memberikan tugas untuk membaca materi yang akan didebatkan oleh kedua kelompok diatas
  3. Setelah selesai membaca materi guru menunjuk salah satu anggota kelompok pro untuk berbicara, saat itu ditanggapi atau dibantah oleh kelompok kontra. Demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa bisa mengemukakan pendapatnya
  4. Sementara siswa menyampaikan gagasannya, guru menulis inti/ide-ide dari setiap pembicaraan di papan tulis. Sampai sejumlah ide yang diharapkan guru terpenuhi
  5. Guru menambahkan konsep atau ide yang belum terungkap
  6. Dari data-data yang ada di papan tersebut, guru mengajak siswa membuat kesimpulan atau rangkuman yang mengacu pada topik yang ingin dicapai.�

16 of 38

15. Artikulasi

Model pembelajaran Artikulasi merupakan model yang prosesnya seperti pesan berantai, artinya apa yang telah diberikan Guru, seorang siswa wajib meneruskan menjelaskannya pada siswa lain

Langkah-langkah Model Pembelajaran Artikulasi:

  1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
  2. Guru menyajikan materi sebagaimana biasa.
  3. Untuk mengetahui daya serap siswa, bentuklah kelompok berpasangan dua orang.
  4. Menugaskan salah satu siswa dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil, kemudian berganti peran. Begitu juga kelompok lainnya.
  5. Menugaskan siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya.
  6. Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa.
  7. Kesimpulan/penutup.

17 of 38

16. ROLE PLAYING

Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang, hal itu bergantung kepada apa yang diperankan.

Langkah-langkah model pembelajaran ini adalah:

  1. Guru menyiapkan skenario pembelajaran
  2. Guru menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario tersebut
  3. Pembentukan kelompok siswa,
  4. Penyampaian kompetensi
  5. Guru menunjuk siswa untuk melakonkan skenario yang telah dipelajarinya
  6. Kelompok siswa membahas peran yang dilakukan oleh pelakon
  7. Presentasi/memerankan skenario hasil kelompok
  8. Bimbingan penyimpulan dan refleksi.

18 of 38

17. GROUP INVESTIGATION

Merupakan pembelajaran yang menekankan pada partisipasi dan aktivitas siswa untuk mencari sendiri materi (informasi) pelajaran yang akan dipelajari melalui bahan-bahan yang tersedia, misalnya dari buku pelajaran atau siswa dapat mencari melalui internet.

Langkah-langkahnya (Kiranawati (2007) sebagai berikut:

  1. Seleksi topik. Para siswa memilih berbagai subtopik dalam suatu wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan lebih dulu oleh guru. Para siswa selanjutnya diorganisasikan menjadi kelompok-kelompok yang berorientasi pada tugas (task oriented groups) yang beranggotakan 2 hingga 6 orang. Komposisi kelompok heterogen baik dalam jenis kelamin, etnik maupun kemampuan akademik.
  2. Merencanakan Kerjasama. Para siswa bersama guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus, tugas dan tujuan umum yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih dari langkah 1 diatas.
  3. Implementasi. Para siswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan pada langkah b). pembelajaran harus melibatkan berbagai aktivitas dan keterampilan dengan variasi yang luas dan mendorong para siswa untuk menggunakan berbagai sumber baik yang terdapat di dalam maupun di luar sekolah. Guru secara terus-menerus mengikuti kemajuan tiap kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan.
  4. Analisis dan sintesis. Para siswa menganalisis dan mensintesis berbagai informasi yang diperoleh pada langkah 3 dan merencanakan agar dapat diringkaskan dalam suatu penyajian yang menarik di depan kelas.
  5. Penyajian hasil akhir. Semua kelompok menyajikan suatu presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah dipelajari agar semua siswa dalam kelas saling terlibat dan mencapai suatu perspektif yang luas mengenai topik tersebut. Presentasi kelompok dikoordinir oleh guru.
  6. Evaluasi. Guru beserta siswa melakukan evaluasi mengenai kontribusi tiap kelompok terhadap pekerjaan kelas sebagai suatu keseluruhan. Evaluasi dapat mencakup tiap siswa secara individu atau kelompok, atau keduanya.

19 of 38

18. Bertukar Pasangan

Model pembelajaran Bertukar Pasangan termasuk pembelajaran dengan tingkat mobilitas cukup tinggi, di mana siswa akan bertukar pasangan dengan pasangan lainnya dan nantinya harus kembali ke pasangan semula/pertamanya.

Langkah-Langkah pembelajarannya:

  1. Siswa dibentuk berkelompok secara berpasangan/2 orang (guru bisa menunjuk pasangannya atau siswa memilih sendiri pasangannya).
  2. Guru memberikan tugas dan siswa mengerjakan tugas dengan pasangannya.
  3. Setelah selesai setiap pasangan bergabung dengan satu pasangan dari kelompok yang lain.
  4. Kedua pasangan tersebut bertukar pasangan, kemudian pasangan yang baru ini saling menanyakan dan mencari kepastian jawaban mereka.
  5. Temuan baru yang didapat dari pertukaran pasangan kemudian dibagikan kepada pasangan semula.
  6. Kesimpulan.
  7. Penutup.

20 of 38

19. Snowball Throwing

Snowball Throwing yang menurut asal katanya berarti ‘bola salju bergulir’ dapat diartikan sebagai model pembelajaran dengan menggunakan bola pertanyaan dari kertas yang digulung bulat berbentuk bola kemudian dilemparkan secara bergiliran di antara sesama anggota kelompok. Langkah-langkahnya:

  1. Guru menyampaikan materi yang akan disajikan.
  2. Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi.
  3. Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing, kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya.
  4. Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kerja untuk menuliskan pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok.
  5. Kemudian kertas tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama kurang lebih 5 menit.
  6. Setelah siswa mendapat satu bola / satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian.
  7. Kesimpulan.
  8. Evaluasi.
  9. Penutup.

21 of 38

20. STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING

Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining merupakan model pembelajaran dimana siswa/peserta didik belajar mempresentasikan ide/pendapat pada rekan peserta didik lainnya.

Langkah-langkah pembelajarannya :

  1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
  2. Guru mendemonstrasikan/menyajikan garis-garis besar materi pembelajaran.
  3. Memberikan kesempatan siswa untuk menjelaskan kepada siswa lainnya, misalnya melalui bagan/peta konsep. Hal ini bisa dilakukan secara bergiliran
  4. Guru menyimpulkan ide/pendapat dari siswa.
  5. Guru menerangkan semua materi yang disajikan saat itu.
  6. Penutup

22 of 38

21. COURSE REVIEW HORAY

Model pembelajaran Course Review Horay merupakan model pembelajaran yang dapat menciptakan suasana kelas menjadi meriah dan menyenangkan karena setiap siswa yang dapat menjawab benar maka siswa tersebut diwajibkan berteriak ’hore!’ atau yel-yel lainnya yang disukai.

Langkah-Langkah Model Pembelajaran Course Review Horay

  1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
  2. Guru menyajikan atau mendemonstrasikan materi sesuai topik dengan tanya jawab
  3. Guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok.
  4. Untuk menguji pemahaman siswa disuruh membuat kartu atau kotak sesuai dengan kebutuhan dan diisi dengan nomor yang ditentukan guru.
  5. Guru membaca soal secara acak dan siswa menuliskan jawabannya di dalam kartu atau kotak yang nomornya disebutkan guru.
  6. Setelah pembacaan soal dan jawaban siswa telah ditulis didalam kartu atau kotak, guru dan siswa mendiskusikan soal yang telah diberikan tadi.
  7. Bagi yang benar,siswa memberi tanda check list ( √ ) dan langsung berteriak horay atau menyanyikan yel-yelnya.
  8. Nilai siswa dihitung dari jawaban yang benar dan yang banyak berteriak horay .
  9. Guru memberikan reward pada yang memperoleh nilai tinggi atau yang banyak memperoleh horay.
  10. Penutup

23 of 38

22. TALKING STICK

Model pembelajaran ini dilakukan dengan bantuan tongkat, siapa yang memegang tongkat wajib menjawab pertanyaan dari guru setelah siswa mempelajari materi pokoknya.

Langkah-langkah penerapannya dapat dilakukan sebagai berikut.

  1. Guru membentuk kelompok yang terdiri atas 5 orang.
  2. Guru menyiapkan sebuah tongkat yang panjangnya 20 cm.
  3. Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari, kemudian memberikan kesempatan para kelompok untuk membaca dan mempelajari materi pelajaran.
  4. Siswa berdiskusi membahas masalah yang terdapat di dalam wacana.
  5. Setelah kelompok selesai membaca materi pelajaran dan mempelajari isinya, guru mempersilahkan anggota kelompok untuk menutup isi bacaan.
  6. Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada salah satu anggota kelompok, setelah itu guru memberi pertanyaan dan anggota kelompok yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya, demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru.
  7. Siswa lain boleh membantu menjawab pertanyaan jika anggota kelompoknya tidak bisa menjawab pertanyaan.
  8. Guru memberikan kesimpulan.
  9. Guru melakukan evaluasi/penilaian, baik secara kelompok maupun individu.
  10. Guru menutup pembelajaran.

24 of 38

23. DEMONSTRASI

Metode Demonstrasi adalah metode mengajar dengan menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana berjalannya suatu proses pembentukan tertentu pada siswa. Apabila sebuah teori yang betul dan baik telah dimiliki oleh anak didik, maka guru harus mencoba mendemonstrasikan di depan para murid. Dan apabila anak didik sedang mendemonstrasikannya, guru harus mengamati langkah dari langkah dari setiap gera-gerik murid tersebut,sehingga apabila ada kesalahan atau kekurangannya guru berkewajiban memperbaikinya. Langkah-langkah dalam penerapan metode demonstrasi adalah:

  1. Merumuskan tujuan yang baik dari sudut kecakapan atau kegiatan yang diharapkan dapat tercapai setelah metode demonstrasi berakhir
  2. Menetapkan garis-garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan di laksanakan
  3. Memperhitungkan waktu yang dibutuhkan
  4. Menetapkan rencana penilaian terhadap kemampuan anak didik
  5. Melakukan demonstrasi dengan menarik perhatian siswa
  6. Mengingat pokok-pokok materi yang akan di demonstrasikan agar mencapai sasaran
  7. Memperhatikan keadaan siswa, apakah semuanya mengikuti demonstrasi dengan baik
  8. Memberikan kesempatan pada siswa untuk aktif
  9. Menghindari ketegangan
  10. Dalam kegiatan evaluasi ini dapat berupa pemberian tugas, seperti membuat laporan,menjawab pertanyaan, mengadakan latihan lebih lanjut, baik di sekolah ataupun di rumah.

25 of 38

24. Eksperimen

Metode Eksperimen adalah metode atau cara di mana guru dan murid bersama-sama mengerjakan sesuatu latihan atau percobaan untuk mengetahui pengaruh atau akibat dari sesuatu aksi.

Langkah-Langkah pembelajarannya:

  1. Fokus pada permasalahan yang spesifikasi untuk diangkat
  2. Sebelum dilaksanakan eksperimen siswa terlebih dahulu diberikan penjelasan dan petunjuk-petunjuk seperlunya.
  3. Guru menetapkan alat dan bahan yang diperlukan langkah-langkah apa saja yang harus di variabel-variabel apa yang harus dikontrol
  4. Setelah eksperimen dilakukan guru harus mengumpulkan laporan, memproses kegiatan, dan mengadakan tes untuk menguji pemahaman murid
  5. Usahakan siswa terlibat langsung sewaktu mengadakan eksperimen
  6. Lakukan pengelompokan atau masing-masing individu melakukan percobaan yang telah direncanakan bila hasilnya belum memuaskan dapat diulangi lagi untuk membuktikan kebenarannya
  7. Setiap kelompok atau individu dapat melaporkan hasil percobaan secara tertulis.

26 of 38

25. EXPLICIT INSTRUCTION

Pembelajaran langsung khusus dirancang untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang dapat diajarkan dengan pola selangkah demi selangkah.

Langkah-langkah:

  1. Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa.
  2. Mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilan.
  3. Membimbing pelatihan.
  4. Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik.
  5. Memberikan kesempatan untuk latihan lanjutan

Sintaknya adalah:

  1. Sajian informasi kompetensi,
  2. Mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilan prosedural,
  3. Membimbing pelatihan-penerapan,
  4. Mengecek pemahaman dan balikan,
  5. Penyimpulan dan evaluasi
  6. Refleksi.

27 of 38

26. CIRC (COOPERATIVE, INTEGRATED, READING, AND COMPOSITION)

Terjemahan bebas dari CIRC adalah komposisi terpadu membaca dan menulis secara kooperatif merupakan model pembelajaran khusus mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam rangka membaca dan menemukan ide pokok, pokok pikiran atau, tema sebuah wacana/kliping.

Langkah-langkah pembelajarannya sebagai berikut :

  1. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang siswa secara heterogen.
  2. Guru memberikan wacana/kliping sesuai dengan topik pembelajaran.
  3. Siswa bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana/kliping dan ditulis pada lembar kertas.
  4. Mempresentasikan/membacakan hasil kelompok.
  5. Guru dan siswa membuat kesimpulan bersama.
  6. Penutup.

28 of 38

27. INSIDE – OUTSIDE – CIRCLE �(LINGKARAN BESAR – LINGKARAN KECIL)�

Memberikan kesempatan pada siswa agar saling berbagi informasi pada saat yang bersamaan.

Langkah-langkah pembelajarannya:

  1. Separuh kelas (atau seperempat jika jumlah siswa terlalu banyak) berdiri membentuk lingkaran kecil dan menghadap ke luar.
  2. Separuh kelas lainnya membentuk lingkaran diluar lingkaran pertama menghadap ke dalam.
  3. Dua siswa yang berpasangan dari lingkaran kecil dan besar berbagi informasi. Pertukaran informasi bisa dilakukan oleh semua pasangan dalam waktu yang bersamaan.
  4. Kemudian siswa yang di lingkaran kecil diam di tempat, sementara siswa yang di lingkaran besar bergeser, satu atau dua langkah searah jarum jam.
  5. Sekarang giliran siswa berada di lingkaran besar yang membagi informasi demikian seterusnya.
  6. Siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda dengan singkat dan teratur.

29 of 38

28. TEBAK KATA

Dalam menerapkan metode permainan tebak kata ada beberapa hal yang harus disiapkan adalah sebagai berikut :

  • Siapkan materi yang akan disampaikan.
  • Siapkan bahan ajar yang dibutuhkan.
  • Siapkan kata kunci yang akan di pertanyakan.
  • Buat kartu ukuran 10X10 cm dan isilah ciri-ciri atau kata-kata lainnya yang mengarah pada jawaban (istilah) pada kartu yang ingin ditebak. Buat kartu ukuran 5X2 cm untuk menulis kata-kata atau istilah yang mau ditebak (kartu ini nanti dilipat dan ditempel pada dahi atau diselipkan di telinga.

Langkah-langkah :

  1. Guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai atau materi ± 45 menit.
  2. Guru menyuruh siswa berdiri berpasangan di depan kelas
  3. Seorang siswa diberi kartu yang berukuran 10×10 cm yang nanti dibacakan pada pasangannya. Seorang siswa yang lainnya diberi kartu yang berukuran 5×2 cm yang isinya tidak boleh dibaca (dilipat) kemudian ditempelkan di dahi atau diselipkan di telinga.
  4. Sementara siswa membawa kartu 10×10 cm membacakan kata-kata yang tertulis di dalamnya sementara pasangannya menebak apa yang dimaksud dalam kartu 10×10 cm. jawaban tepat bila sesuai dengan isi kartu yang ditempelkan di dahi atau telinga.
  5. Apabila jawabannya tepat (sesuai yang tertulis di kartu) maka pasangan itu boleh duduk. Bila belum tepat pada waktu yang telah ditetapkan boleh mengarahkan dengan kata-kata lain asal jangan langsung memberi jawabannya.
  6. Dan seterusnya

30 of 38

29. SCRAMBLE

Model Pembelajaran Scramble tampak seperti Model Pembelajaran Word Square, bedanya jawaban soal tidak dituliskan di dalam kotak-kotak jawaban, tetapi sudah dituliskan namun dengan susunan yang acak, nah siswa nanti bertugas mengoreksi ( membolak-balik huruf ) jawaban tersebut sehingga menjadi jawaban yang tepat/ benar.

Langkah-langkah Model pembelajaran scramble :

  1. Guru menyajikan materi sesuai topik
  2. Setelah selesai menjelaskan, guru membagikan lembar kerja dengan jawaban yang diacak susunannya.
  3. Media yang digunakan dalam model pembelajaran scramble :
  4. Buat pertanyaan yang sesuai dengan Tujuan Pembelajaran
  5. Buat jawaban yang diacak hurufnya

Media :

  1. Buatlah pertanyaan yang sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai
  2. Buat jawaban yang diacak hurufnya
  3. Langkah-langkah pembelajarannya sebagai berikut :
  4. Guru menyajikan materi sesuai kompetensi yang ingin dicapai.
  5. Membagikan lembar kerja sesuai contoh.
  6. Susunlah huruf-huruf pada kolom B sehingga merupakan kata kunci (jawaban) dari pertanyaan pada kolom A!

31 of 38

30. Take and Give

Langkah-langkah Umum

  1. Guru menyiapkan kelas sebagaimana mestinya.
  2. Guru menjelaskan materi sesuai kompetensi yang sudah direncanakan selama 45 menit.
  3. Untuk memantapkan penguasaan siswa akan materi yang sudah dijelaskan, setiap siswa diberikan satu kartu untuk dipelajari (dihafal) selama 5 menit.
  4. Kemudian guru meminta semua siswa berdiri dan mencari teman pasangan untuk saling menginformasikan materi yang telah diterimanya. Tiap siswa harus mencatat nama teman pasangannya pada kartu yang sudah diberikan.
  5. Demikian seterusnya sampai semua siswa dapat saling memberi dan menerima materi masing-masing (take and give).
  6. Guru mengevaluasi keberhasilan model pembelajaran take and give dengan memberikan siswa pertanyaan yang tidak sesuai dengan kartunya (kartu orang lain).
  7. Guru dan siswa membuat kesimpulan bersama mengenai materi pelajaran.
  8. Guru menutup pelajaran.

32 of 38

31. CONCEPT SENTENCE

Concept sentence merupakan salah satu teknik dari cooperative Learning,dimana siswa belajar dengan kelompoknya untuk membuat beberapa kalimat sesuai dengan kata kunci yang telah diberikan oleh guru kepada siswa

Langkah-langkah:

  1. Guru menyampaikan tujuan.
  2. Guru menyajikan materi secukupnya.
  3. Guru membentuk kelompok yang anggotanya kurang lebih 4 orang secara heterogen.
  4. Menyajikan beberapa kata kunci sesuai materi/ topik yang disajikan.
  5. Tiap kelompok diminta membuat beberapa kalimat dengan menggunakan minimal 4 kata kunci setiap kalimat.
  6. Hasil diskusi kelompok didiskusikan lagi secara pleno yang dipandu guru.
  7. Kesimpulan.

33 of 38

32. COMPLETE SENTENCE

Model pembelajaran complete sentence adalah model pembelajaran mudah dan sederhana di mana siswa belajar melengkapi paragraf yang belum sempurna dengan menggunakan kunci jawaban yang tersedia.

Langkah-langkah pembelajarannya sebagai berikut :

  1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
  2. Guru Menyampaikan materi secukupnya atau siswa disuruh membacakan buku atau modul dengan waktu secukupnya.
  3. Guru membentuk kelompok 2 atau 3 orang secara heterogen.
  4. Guru membagikan lembar kerja berupa paragraf yang kalimatnya belum lengkap.
  5. Siswa berdiskusi untuk melengkapi kalimat dengan kunci jawaban yang tersedia.
  6. Siswa berdiskusi secara berkelompok.
  7. Setelah jawaban didiskusikan, jawaban yang salah diperbaiki. Tiap peserta membaca sampai mengerti atau hafal.

34 of 38

33. TIME TOKEN

Langkah-langkah dari model pembelajaran Time Token Arends ini adalah sebagai berikut :

  1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran.
  2. Guru mengkondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi klasikal.
  3. Guru memberi tugas pada siswa.
  4. Guru memberi sejumlah kupon berbicara dengan waktu ± 30 detik per kupon pada tiap siswa.
  5. Guru meminta siswa menyerahkan kupon terlebih dahulu sebelum berbicara atau memberi komentar. Setiap tampil berbicara satu kupon. Siswa dapat tampil lagi setelah bergiliran dengan siswa lainnya. Siswa yang telah habis kuponnya tak boleh bicara lagi. Siswa yang masih memegang kupon harus bicara sampai semua kuponnya habis. Demikian seterusnya hingga semua anak berbicara.
  6. Guru memberi sejumlah nilai sesuai waktu yang digunakan tiap siswa

35 of 38

34. PAIR CHECKS

Berikut ini langkah dari model pair check

  1. Guru menjelaskan konsep
  2. Siswa dibagi beberapa tim. Setiap tim terdiri dari 4 orang. Dalam satu tiada 2 pasangan. Setiap pasangan dalam satu tim ada yang menjadi pelatih dan ada yang partner.
  3. Guru membagikan soal kepada si partner
  4. Partner menjawab soal , dan si pelatih bertugas mengecek jawabannya. Setiap soal yang benar pelatih memberi kupon.
  5. Bertukar peran. Si pelatih menjadi partner dan si partner menjadi pelatih
  6. Guru membagikan soal kepada si partner
  7. Partner menjawab soal , dan si pelatih bertugas mengecek jawabannya. Setiap soal yang benar pelatih memberi kupon.
  8. Setiap pasangan kembali ke tim awal dan mencocokkan jawaban satu sama lain.
  9. Guru membimbing dan memberikan arahan atas jawaban dari berbagai soal dan tim mengecek jawabannya.
  10. Tim yang paling banyak mendapat kupon diberi hadiah

36 of 38

35. STRUKTURAL ANALITIK SINTETIK (SAS)

Kegiatan pembelajaran menulis permulaan dengan metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Guru bercerita atau berdialog dengan siswa.
  2. Memperlihatkan gambar yang berhubungan dengan isi cerita.
  3. Menulis beberapa kalimat sebagai kesimpulan dari isi cerita.
  4. Menulis satu kalimat yang diambil dari isi cerita.
  5. Menulis kata-kata sebagai uraian dari kalimat.
  6. Menulis suku-suku kata sebagai uraian dari kata-kata.
  7. Menuliskan huruf –huruf sebagai uraian dari suku-suku kata.
  8. Mensintesiskan huruf-huruf menjadi suku-suku kata.
  9. Menyatukan kata-kata menjadi kalimat.
  10. Agar siswa memiliki kemampuan menulis, maka setiap langkah tersebut dilakukan oleh siswa dengan cara menyalin tulisan yang ditulis guru dalam setiap langkah pembelajaran.

37 of 38

36. Gallery Walk

  1. Membagi siswa menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan dua hingga empat orang
  2. Memberikan kertas karton/plano kepada setiap kelompok
  3. Menentukan topik atau tema pelajaran
  4. Memerintahkan tiap kelompok untuk mendiskusikan apa yang didapatkan oleh para anggotanya dari pelajaran yang mereka ikuti
  5. Memerintahkan mereka untuk membuat sebuah daftar pada kertas yang telah diberikan yang berisi hasil pembelajaran dan memerintahkan juga untuk memberi judul atau menamai daftar tersebut
  6. Memerintahkan setiap kelompok untuk menempel hasil kerjanya di dinding
  7. Memerintahkan mereka untuk berputar mengamati hasil kerja kelompok lain
  8. Meminta salah satu wakil kelompok menjelaskan setiap apa yang ditanyakan oleh kelompok lain
  9. Meminta siswa bersama-sama untuk mengoreksi hasil kerja kelompok lain
  10. Memberikan klarifikasi dan penyimpulan

38 of 38

Semoga Bermanfaat

Terima Kasih