Model-Model Pembelajaran
Tati Maryati
Pengawas SMP Dinas Pendidikan Kota Depok
1. PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK
Pembelajaran berbasis proyek atau tugas adalah metode belajar yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam pengumpulan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktivitas secara nyata.
sintaksnya:
2. Problem Based Learning
Problem-Based Learning (PBL) adalah sebuah metode pembelajaran yang menempatkan masalah atau permasalahan sebagai titik awal pembelajaran. Dalam metode ini, siswa belajar dengan mencari solusi atas masalah yang diberikan, dengan bantuan guru atau rekan sekelas. Berikut adalah beberapa syntax dasar dalam Problem-Based Learning:
3. PEMBELAJARAN INQUIRY
Pembelajaran berdasarkan inquiry merupakan seni penciptaan situasi-situasi sedemikian rupa sehingga siswa mengambil peran sebagai ilmuwan.
sintaksnya:
4. Discovery Learning
5. Example Non Example
Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam pembelajaran menggunakan metode Example Non-Example:
6. Picture and Picture
Model pembelajaran Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis.�Langkah-langkah dalam Model Pembelajaran Picture and Picture adalah sebagai berikut:
7. Numbered Head Together (NHT)
8. Cooperative Script
Skrip kooperatif adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari. Langkah-langkahnya sebagai berikut:
9. STUDENT TEAMS- ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD)
10. JIGSAW
11. MIND MAPPING
Model pembelajaran Mind Mapping sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban. Dipergunakan dalam kerja kelompok secara berpasangan ( 2 orang ).
Langkah-langkah pembelajarannya :
12. MAKE A MATCH
Teknik metode pembelajaran Make a Match atau mencari pasangan dikembangkan oleh Lorna Curran (1994). Salah satu keunggulan teknik ini adalah siswa mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan. Langkah-langkah penerapan metode make a match sebagai berikut:
13. THINK PAIR SHARE (TPS)
Model Pembelajaran Think Pair and Share (berpikir, berpasangan, berbagi) menggunakan metode diskusi berpasangan yang dilanjutkan dengan diskusi pleno. Dengan model pembelajaran ini siswa dilatih bagaimana mengutarakan pendapat dan siswa juga belajar menghargai pendapat orang lain dengan tetap mengacu pada materi/tujuan pembelajaran
Langkah-langkah model pembelajaran Think Pair and Share adalah sebagai berikut :
14. Debat
15. Artikulasi
Model pembelajaran Artikulasi merupakan model yang prosesnya seperti pesan berantai, artinya apa yang telah diberikan Guru, seorang siswa wajib meneruskan menjelaskannya pada siswa lain
Langkah-langkah Model Pembelajaran Artikulasi:
16. ROLE PLAYING
Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang, hal itu bergantung kepada apa yang diperankan.
Langkah-langkah model pembelajaran ini adalah:
17. GROUP INVESTIGATION
Merupakan pembelajaran yang menekankan pada partisipasi dan aktivitas siswa untuk mencari sendiri materi (informasi) pelajaran yang akan dipelajari melalui bahan-bahan yang tersedia, misalnya dari buku pelajaran atau siswa dapat mencari melalui internet.
Langkah-langkahnya (Kiranawati (2007) sebagai berikut:
18. Bertukar Pasangan
Model pembelajaran Bertukar Pasangan termasuk pembelajaran dengan tingkat mobilitas cukup tinggi, di mana siswa akan bertukar pasangan dengan pasangan lainnya dan nantinya harus kembali ke pasangan semula/pertamanya.
Langkah-Langkah pembelajarannya:
19. Snowball Throwing
Snowball Throwing yang menurut asal katanya berarti ‘bola salju bergulir’ dapat diartikan sebagai model pembelajaran dengan menggunakan bola pertanyaan dari kertas yang digulung bulat berbentuk bola kemudian dilemparkan secara bergiliran di antara sesama anggota kelompok. Langkah-langkahnya:
20. STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING
Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining merupakan model pembelajaran dimana siswa/peserta didik belajar mempresentasikan ide/pendapat pada rekan peserta didik lainnya.
Langkah-langkah pembelajarannya :
21. COURSE REVIEW HORAY
Model pembelajaran Course Review Horay merupakan model pembelajaran yang dapat menciptakan suasana kelas menjadi meriah dan menyenangkan karena setiap siswa yang dapat menjawab benar maka siswa tersebut diwajibkan berteriak ’hore!’ atau yel-yel lainnya yang disukai.
Langkah-Langkah Model Pembelajaran Course Review Horay
22. TALKING STICK
Model pembelajaran ini dilakukan dengan bantuan tongkat, siapa yang memegang tongkat wajib menjawab pertanyaan dari guru setelah siswa mempelajari materi pokoknya.
Langkah-langkah penerapannya dapat dilakukan sebagai berikut.
23. DEMONSTRASI
Metode Demonstrasi adalah metode mengajar dengan menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana berjalannya suatu proses pembentukan tertentu pada siswa. Apabila sebuah teori yang betul dan baik telah dimiliki oleh anak didik, maka guru harus mencoba mendemonstrasikan di depan para murid. Dan apabila anak didik sedang mendemonstrasikannya, guru harus mengamati langkah dari langkah dari setiap gera-gerik murid tersebut,sehingga apabila ada kesalahan atau kekurangannya guru berkewajiban memperbaikinya. Langkah-langkah dalam penerapan metode demonstrasi adalah:
24. Eksperimen
Metode Eksperimen adalah metode atau cara di mana guru dan murid bersama-sama mengerjakan sesuatu latihan atau percobaan untuk mengetahui pengaruh atau akibat dari sesuatu aksi.
Langkah-Langkah pembelajarannya:
25. EXPLICIT INSTRUCTION
Pembelajaran langsung khusus dirancang untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang dapat diajarkan dengan pola selangkah demi selangkah.
Langkah-langkah:
Sintaknya adalah:
26. CIRC (COOPERATIVE, INTEGRATED, READING, AND COMPOSITION)
Terjemahan bebas dari CIRC adalah komposisi terpadu membaca dan menulis secara kooperatif merupakan model pembelajaran khusus mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam rangka membaca dan menemukan ide pokok, pokok pikiran atau, tema sebuah wacana/kliping.
Langkah-langkah pembelajarannya sebagai berikut :
27. INSIDE – OUTSIDE – CIRCLE �(LINGKARAN BESAR – LINGKARAN KECIL)�
Memberikan kesempatan pada siswa agar saling berbagi informasi pada saat yang bersamaan.
Langkah-langkah pembelajarannya:
28. TEBAK KATA
Dalam menerapkan metode permainan tebak kata ada beberapa hal yang harus disiapkan adalah sebagai berikut :
Langkah-langkah :
29. SCRAMBLE
Model Pembelajaran Scramble tampak seperti Model Pembelajaran Word Square, bedanya jawaban soal tidak dituliskan di dalam kotak-kotak jawaban, tetapi sudah dituliskan namun dengan susunan yang acak, nah siswa nanti bertugas mengoreksi ( membolak-balik huruf ) jawaban tersebut sehingga menjadi jawaban yang tepat/ benar.
Langkah-langkah Model pembelajaran scramble :
Media :
30. Take and Give
Langkah-langkah Umum
31. CONCEPT SENTENCE
Concept sentence merupakan salah satu teknik dari cooperative Learning,dimana siswa belajar dengan kelompoknya untuk membuat beberapa kalimat sesuai dengan kata kunci yang telah diberikan oleh guru kepada siswa
Langkah-langkah:
32. COMPLETE SENTENCE
Model pembelajaran complete sentence adalah model pembelajaran mudah dan sederhana di mana siswa belajar melengkapi paragraf yang belum sempurna dengan menggunakan kunci jawaban yang tersedia.
Langkah-langkah pembelajarannya sebagai berikut :
33. TIME TOKEN
Langkah-langkah dari model pembelajaran Time Token Arends ini adalah sebagai berikut :
34. PAIR CHECKS
Berikut ini langkah dari model pair check
35. STRUKTURAL ANALITIK SINTETIK (SAS)
Kegiatan pembelajaran menulis permulaan dengan metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
36. Gallery Walk
Semoga Bermanfaat
Terima Kasih