1 of 44

Metodologi penelitian

Oleh: Umi Arifah, S.Pd.I., M.M.

www.umiarifah.blogspot.com

08170140887

umiarifah.iainukebumen@gmail.com

2 of 44

Metode Kualitatif

3 of 44

Karakteristik Penelitian Kualiatif

  • Amatilah apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh para pembaca proposal anda.
  • Jika Anda ragu-ragu atas pengetahuan mereka, jelaskan karakteristik dasar penelitian kualitatif dalam proposal Anda dan jika memungkinkan, bahaslah sebuah artikel jurnal kualitif terbaru sebagi contoh untuk mengilustasikan karakteristik tersebut.
  • Apabila Anda menyajikan karakteristik dasar, karakteristik apa yang seyogyanya disebutkan.

4 of 44

Karakteristik Pokok Penelitian Kualiatif

  • Lingkungan alamiah: para peneliti kualitatif cenderung mengumpulkan data lapangan di lokasi dimana partisipan mengalami masalah yang akan diteliti.
  • Peneliti sebagai instrumen kunci: para peneliti mengumpulkan sendiri data melalui dokumentasi, observasi perilaku atau wawancara.
  • Beragam sumber data: para peneliti biasanya memilih mengumpulkan data dari beragam sumber yang kemudian mereview semua data untuk diberikan makna dan mengolahnya dalam kategori.
  • Analisis data induktif dan deduktif: para peneliti membangun pola, kategori dan temanya dari bawah keatas (induktif), dengan mengolah data ke dalam unit-unit informasi yang lebih abstrak.
  • Makna dari partisipan: dalam keseluruhan proses penelitian kualitatif, peneliti harus fokus pada usaha mempelajari makna yang disampaikan partisipan.
  • Rancangan yang berkembang: bagi para peneliti proses penelitian selalu berkembang dinamis.
  • Refleksivitas: peneliti merefleksikan bagaimana peran mereka dalam penelitian dan latar belakang pribadi, budaya dan tema-tema yang dapat menjadi sumber data.
  • Pandangan menyeluruh: para peneliti berusaha membuat gambaran kompleks dari suatu masalah atau isu yang diteliti.

5 of 44

Populasi

  • Populasi dalam penelitian kualitatif disebut oleh Spardley dengan “social situation” atau situasi sosial yang terdiri dari tiga elemen yaitu: tempat (place), pelaku (actors) dan aktivitas (activity) yang berinteraksi secara sinergis.
  • Sampel pada penelitian kualitatif bukan dinamakan responden tetapi sebagai narasumber, partisipan, dan informan.
  • Peneliti melakukan observasi dan wawancara kepada orang-orang yang dipandang tahu tentang situasi sosial tersebut.
  • Penentuan sumber data pada orang yang diwawancarai dilakukan secara purposive, yaitu dipilih dengan pertimbangan dan tujuan tertentu.

Gambar: Model generalisasi penelitian kualitatif, sampel purposive hasil dari A ditransferkan hanya ke B, C, D

A

B

C

D

E

F

6 of 44

Teknik Pengambilan Sampel

Teknik sampling adalah teknik pengambilan sampel yang akan digunakan dalam penelitian

Teknis Sampling

Probability Sampling

Non Probability Sampling

  1. Simple random sampling
  2. Proportionate stratified random sampling
  3. Dispoportionate stratified random sampling
  4. Area (cluster) sampling
  1. Sampling sistematis
  2. Sampling Kuota
  3. Sampling incidental
  4. Purposive sampling
  5. Sampling jenuh
  6. Snowball sampling

7 of 44

1. Probability Sampling

a. Simple Random Sampling

Sampel yang representatif

Populasi homogen relatif homogen

Diambil secara random

b. Poportionate Stratified Random Sampling

Populasi

Sampel yg representatif

Diambil secara random

Proporsional

8 of 44

1. Probability Sampling

d. Cluster Sampling

c. Disproportionate Stratified Random Sampling

Teknik ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel, bila populasi berstrata tetapi kurang proporsional. Misal: pegawai unit mempunyai S3= 3 orang, S2= 4 orang, S1 = 90 orang, SMU=800 orang, SMP = 700 orang, maka lulusan S3 dan S2 semnuanya diambil sebagai sampel karena dua kelompok ini terlalu kecil.

A

B

C

D

E

F

H

G

A

D

E

H

Diambil secara

random

Diambil secara

random

Populasi daerah

Tahap I

Tahap II

Sampel daerah

Sampel individu

9 of 44

2. Non Probability Sampling

  • Non Probability Sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.
  • Dalam penelitian kualitatif, teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dab snowball sampling.

Sampling Purposive

Teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Misalnya akan melakukan penelitian tentang kondisi politik di daerah maka sampel sumber datanya adalah orang yang ahli politik.

Snowball Sampling

Teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian membesar.

A

B

C

D

E

F

G

I

H

J

10 of 44

Peran Peneliti

  • Tulislah pernyataan tentang pengalaman masa lalu menyangkut masalah penelitian atau dengan partisipan yang membantu pembaca memahami hubungan antara peneliti dan penelitian.
  • Jelaskan bagaimana pengalaman ini dapat berpotensi membentuk interpretasi yang dibuat peneliti selama penelitian.
  • Berikan komentar tentang hubungan antara peneliti dan partisipan, dan berilah keterangan mengenai lokasi penelitian yang mungkin terlalu mempengaruhi interpretasi penelitian.
  • Jelaskan langkah-langkah yang dilalui dalam memperoleh izin penelitian.

11 of 44

Teknik Pengumpulan Data Kualiatif

Macam teknik pengumpulan data

Observasi

Wawancara

Dokumentasi

Triangulasi

12 of 44

Pengumpulan Data dengan Observasi

Macam-macam observasi

Observasi partisipatif

Observasi yang pasif

Observasi yang moderat

Observasi yang aktif

Observasi yang lengkap

Observasi terus terang tersamar

Observasi tak terstruktur

Gambar: Klasifikasi observasi menurut Sanafiah Faisal (1990)

13 of 44

Macam-macam Observasi

  1. Observasi Partisipatif

Peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian. Sambil melakukan pengamatan, peneliti akan ikut melakukan apa yang dikerjakan oleh sumber data, dan ikut merasakan suka dukanya.

  1. Observasi Terus Terang atau tersamar

Peneliti dalam melakukan pengumpulan data menyatakan terus terang kepada sumber data, bahwa ia sedang melakukan penelitian.

  1. Observasi tak berstruktur

Observasi yang tidak dipersiapkan secara sistematis tentang apa yang akan diobservasi. Hal ini karena peneliti tidak tahu secara pasti tentang apa yang akan diamati.,

14 of 44

Manfaat Observasi

Menurut Patton (1988), manfaat observasi adalah:

  1. Peneliti akan lebih mampu memahami konteks data dalam keseluruhan situasi sosial, akan diperoleh pandangan yang holistik (menyeluruh).
  2. Diperoleh pengalaman langsung, sehingga memungkinkan peneliti menggunakan pendekatan induktif, jadi tidak dipengaruhi konsep atau pandangan sebelumnya.
  3. Peneliti dapat melihat hal-hal yang kurang atau tidak diamati orang lain, khususnya orang yang berada dalam lingkungan itu, karena telah dianggap “biasa” dan tidak akan terungkapkan dalam wawancara.
  4. Peneliti dapat menemukan hal-hal yang sedianya tidak akan terungkap oleh responden dalam wawancara karena bersifat sensitif atau ingin ditutupi karena dapat merugikan nama lembaga.
  5. Peneliti dapat menemukan hal-hal yang diluar persepsi responden, sehingga peneliti memperoleh gambaran yang lebih komprehensif.
  6. Melalui pengamatan di lapangan, peneliti tidak hanya mengumpulkan data yang kaya, tetapi juga memperoleh kesan-kesan pribadi dan merasakan suasana situasi sosial yang diteliti.

15 of 44

Obyek Observasi

Obyek penelitian dalam penelitian kualitatif yang diobservasi menurut Spradley dinamakan situasi sosial, yang terdiri atas tiga komponen yaitu:

  1. Place, yaitu tempat dimana interaksi dalam situasi sosial sedang berlangsung.
  2. Actor, pelaku atau orang-orang yang sedang memainkan peran tertentu
  3. Activity, yaitu kegiatan yang dilakukan oleh aktor dalam situasi sosial yang sedang berlangsung

16 of 44

Tahapan Observasi

Menurut Spradley (1980) tahapan observasi sebagai berikut:

TAHAP DESKRIPSI

Memasuki situasi sosial: ada tempat, aktor, aktivitas

kjagtahakakaQ3538jxbdjdkkkhsgwrwwhbahaajajahagaghjdjdhdhgdytwjwj

Kesimpulan 1

TAHAP REDUKSI

Menentukan fokus: memilih diantara yang telah dideskripsikan

Jkabdtdkahadgjahkadgayakakahdha

653483875252534

Kesimpulan 2

TAHAP SELEKSI

Mengurai fokus: Menjadi komponen yang lebih rinci

Gdjsjdjssgs

5248292

Kesimpulan 3

17 of 44

Macam-macam Interview

Wawancara (Esterberg: 2002) adalah merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu.

  1. Wawancara terstruktur : digunakan bila peneliti telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh.
  2. Wawancara semiterstruktur : wawancara ini termasuk dalam in-dept interview dimana pelaksanaannya lebih bebas bila dibandingkan dengan wawancara terstruktur. Pihak yang diajak wawancara diminta pendapat dan ide-idenya.
  3. Wawancara tak berstruktur : wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya.

18 of 44

Langkah-langkah Wawancara

Lincoln and Guba mengemukanan tujuh langkah dalam wawancara:

  1. Menetapkan kepada siapa wawancara itu akan dilakukan
  2. Menyiapkan pokok-pokok masalah yang akan menjadi bahan pembicaraan
  3. Mengawali atau membuka alur wawancara
  4. Melangsungkan alur wawancara
  5. Mengkonfirmasikan ikhtisar hasil wawancara dan mengakhirinya
  6. Menuliskan hasil wawancara ke dalam catatan lapangan
  7. Mengidentifikasi tindak lanjut hasil wawancara yang telah diperoleh

19 of 44

Jenis-jenis pertanyaan dalam Wawancara

Patton dalam Sugiyono (2016: 235) menggolongkan enam jenis pertanyaan yang saling berkaitan:

  1. Pertanyaan yang berkaitan dengan pengalaman
  2. Pertanyaan yang berkaitan dengan pendapat
  3. Pertanyaan yang berkaitan dengan perasaan
  4. Pertanyaan tentang pengetahuan
  5. Pertanyaan yang berkenaan dengan indera
  6. Pertanyaan berkaitan dengan latar belakang atau demografi

20 of 44

Klasifikasi Jenis-jenis pertanyaan dalam Wawancara

Lincoln and Guba dalam Sugiyono (2016: 236) mengklasifikasikan jenis-jenis pertanyaan dalam wawancara:

  1. Pertanyaan hipotesis: jika modal asing masuk kesini, bagaimana dinamika kehidupan masyarakat nanti?
  2. Pertanyaan yang mempersoalkan sesuatu yang ideal dan informan diminta untuk memberikan respon.
  3. Pertanyaan yang menantang informan untuk merespon dengan memberikan hipotesis alternatif.
  4. Pertanyaan interpretatif adalah suatu pertanyaan yang menyarankan kepada informan untuk memberikan interpretasinya tentang suatu kejadian.
  5. Pertanyaan yang memberikan saran.
  6. Pertanyaan untuk mendapatkan suatu alasan.
  7. Pertanyaan untuk mendapatkan argumentasi.
  8. Pertanyaan untuk mengungkap sumber data tambahan.
  9. Pertanyaan yang mengungkapkan kepercayaan terhadap sesuatu
  10. Pertanyaan yang mengarahkan, dalam hal ini informan diminta untuk memberikan informasi tambahan.

21 of 44

Teknik Pengumpulan data dengan Dokumen

  • Dokumen bisa berbentuk tulisan misalnya catatan harian, sejarah kehidupan, ceritera, biografi, peraturan, kebijakan.
  • Dokumen dalam bentuk gambar misalnya foto, gambar hidup, sketsa dan lain-lain.
  • Dokumen yang berbentuk karya misalnya karya seni, yang dapat berupa gambar, patung, film dll.
  • Tidak semua dokumen memiliki kredibilitas tinggi, misal foto yang tidak mencerminkan keadaan aslinya karena dibuat untuk kepentingan tertentu.

22 of 44

Triangulasi

Triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada.

Observasi partisipatif

Wawancara mendalam

Dokumentasi

Sumber data sama

Gambar: Triangulasi “teknik” pengumpulan data (bermacam-macam cara pada sumber yang sama)

Wawancara mendalam

B

A

C

Gambar: Triangulasi “sumber” pengumpulan data (bermacam-macam sumber data)

23 of 44

Prosedur Pengumpulan Data

Jenis

Opsi

Kelebihan

Kelemahan

Observasi

  • Partisipan utuh- peneliti menyembunyikan perannya sebagai observer.

  • Peneliti sebagai partisipan- peneliti menampakkan perannya sebagai observer.

  • Partisipan sebagai observer- peran observer sekunder diserahkan kepada partisipan.

  • Peneliti utuh- peneliti mengobservasi tanpa bantuan partisipan.
  • Peneliti mendapatkn pengalaman langsung dari partisipan.

  • Peneliti dapat melakukan perekaman ketika ada informasi yang muncul.

  • Aspek-aspek yang tidak biasa, ganjil, atau aneh bisa dideteksi selama observasi.

  • Bermanfaat dalam menggali topik-topik yang mungkin kurang menyenangkan bagi partisipan untuk dibahas.
  • Peneliti bisa saja tampak sebagai pengganggu.

  • Peneliti sangat mungkin tidak dapat melaporkan hasil observasi yang bersifat privat.

  • Peneliti dianggap tidak memiliki keterampilan observasi yang baik.

  • Sejumlah partisipan (misalnya, siswa seringkali hanya mendatangkan masalah selama proses penelitian).

24 of 44

Prosedur Pengumpulan Data

Jenis

Opsi

Kelebihan

Kelemahan

Wawancara

  • Berhadap-hadapan, peneliti melakukan wawancara perorangan.

  • Telepon, peneliti mewawancarai partisipan melalui telepon.

  • Focus Group, peneliti mewawancarai partisipan dalam sebuah kelompok.

  • Wawancara dengan email lewat internet.
  • Bermanfaat ketika para partisipan tidak dapat langsung diamati.

  • Partisipan dapat memberikan informasi historis.

  • Memungkinkan peneliti mengendalikan alur pertanyaan.
  • Menyajikan informasi tidak langsung yang disaring melalui pandangan orang yang diwawancarai.

  • Menyajikan informasi ditempat yang ditentukan bukan diranah alamiah.

  • Keberadaan peneliti mungkin menimbulkan bias respons.

  • Tidak semua orang berbicara dengan jelas dan tanggap.

25 of 44

Prosedur Pengumpulan Data

Jenis

Opsi

Kelebihan

Kelemahan

Dokumentasi

  • Dokumentasi publik, seperti makalah atau koran.

  • dokumen pribadi, seperti jurnal, diari (buku harian) atau surat.
  • Memungkinkan peneliti memperoleh bahasa dan kata-kata tekstual dari partisipan.

  • Dapat diakses kapan saja, sumber informasi yang tidak terlalu menonjol.

  • Menyajikan data yang berbobot.

  • Sebagai bukti tertulis, data ini dapat benar-benar menghemat waktu dan biaya.
  • Tidak semua orang memiliki kemampuan artikulasi dan persepsi setara.

  • Dokumen ini bisa saja diproteksi dan tidak memberikan akses privat maupun publik.

  • Mengharuskan peneliti menggali informasi dari tempat-tempat yang mungkin saja sulit ditemukan.

  • Data perlu disalin atau di scan agar dapat dimasukkan ke computer.

  • Dokumen mungkin tidak autentik atau akurat.

26 of 44

Prosedur Pengumpulan Data

Jenis

Opsi

Kelebihan

Kelemahan

Materi audio-visual

  • Foto

  • Vediotape

  • Objek seni

  • Software computer

  • Rekaman suara

  • Film
  • Mungkin merupakan metode pengumpulan data yang tidak terlalu menonjol.

  • Memberikan peluang kepada partisipan untuk langsung membagi pengalamannya.

  • Materi audio-visual merupakan materi kreatif yang dibuat dengan penuh perhatian.
  • Materi seperti ini mungkin sangat rumit untuk ditafsirkan.

  • Beberapa materi audio-visual diproteksi dan tidak memberikan akses publik maupun privat.

  • Kehadiran peneliti (misal fotografer) sangat mungkin mengganggu dan mempengaruhi respons.

27 of 44

Pendekatan Pengumpulan Data Kualitatif

Observasi

  • Mengumpulkan data lapangan dengan berperan sebagai partisipan.
  • Mengumpulkan data lapangan dengan berperan sebagai observer.
  • Mengumpulkan data lapangan dengan banyak berperan sebagai partisipan ketimbang observer.
  • Mengumpulkan data lapangan dengan lebih banyak berperan sebagai observer ketimbang partisipan.
  • Mengumpulkan data lapangan dengan berperan sebagai outsider (orang luar) terlebih dahulu, kemudian mulai masuk kedalam setting penelitin sebagai insider (orang dalam).

Wawancara

  • Melaksanakan wawancara tidak terstruktur dan terbuka, sambil mencatat hal-hal penting.
  • Melaksanakan wawancara tidak terstruktur dan terbuka, sambil merekamnya dengan audiotape, lalu mentranskripnya.
  • Melaksanakan wawancara semi struktur, sambil merekamnya dengan audiotape, lalu mentranskripnya.
  • Melaksanakan wawancara focus group, sambil merekamnya dengan audiotape, lalu mentranskripnya.
  • Melaksanakan jenis wawancara yang berbeda sekaligus: melalui email, dengan berhadap-hadapan langsung, wawancara focus group, wawancara focus group online dan wawancara telephone.

28 of 44

Pendekatan Pengumpulan Data Kualitatif

Dokumentasi

  • Mendokumentasikan buku harian selama penelitian.
  • Meminta buku harian atau diary dari partisipan selama penelitian.
  • Mengumpulkan surat pribadi dari partisipan.
  • Menganalisis dokumen publik (misalnya: memo resmi, catatan resmi, atau arsip lainnya).
  • Menganalisis autobiografi atau biografi.
  • Meminta foto partisipan atau merekam suara mereka dengan videotape.
  • Audit.
  • Rekaman medis.

Matri Audio-Visual

  • Menganalisis jejak fisik (misalnya: jejak kaki di salju).
  • Merekam atau memfilmkan situasi sosial atau seseorang individu atau kelompok tertentu.
  • Menganalisis foto dan rekaman video.
  • Mengumpulkan suara/ bunyi (seperti: music, teriakan anak, klakson mobil).
  • Mengumpulkan email.
  • Mengumpulkan text massage dari telepon seluler.
  • Menganalisis harta kepemilikan atau objek ritual.
  • Mengumpulkan bunyi, aroma, rasa, atau stimuli indra lainnya.

29 of 44

Protokol Wawancara

Judul (tanggal, lokasi, pewawancara/ peneliti, yang diwawancarai/ partisipan).

Instruksi yang harus diikuti oleh partisipan agar prosedur wawancara dapat berjalan lancar.

Pertanyaan diawali dengan ice breaker kemudian dilanjutkan dengan 4-5 pertanyaan yang menjadi sub pertanyaan dari rumusan masalah penelitian, lalu diiukti pertanyaan lain atau pertanyaan penutup.

Proses penjajakan dengan mengajukan 4-5 pertanyaan, untuk meminta partisipan menjelaskan gagasan mereka lebih detail tentang apa yang mereka katakan.

Waktu tunda selama wawancara untuk merekam/ mentatat respons dari partisipan.

Ucapan terima kasih kepada orang yang diwawancarai atas waktu yang diluangkan untuk wawancara.

Peneliti umumnya mengembangkan suatu catatan untuk merekam dokumen yang dikumpulkan untuk analisis dalam penelitian kualitatif.

30 of 44

Teknik Analisis Data

Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan, selama di lapangan dan setelah selesai di lapangan.

31 of 44

1. Analisis Sebelum di Lapangan

  • Analisis dilakukan terhadap data hasil studi pendahuluan, atau data sekunder yang akan digunakan untuk menentukan fokus penelitian.
  • Fokus penelitian kualitatif bersifat sementara dan akan berkembang setelah dilapangan.
  • Bagi penelitian kualitatif kalau fokus penelitian yang dirumuskan pada proposal tidak ada di lapangan, maka peneliti akan mengubah fokusnya.

32 of 44

2. Analisis data di Lapangan (Miles and Huberman)

Miles and Huberman (1984) mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas sehingga datanya sudah jenuh.

Data Collection

Data Reduction

Data Display

Conclusions: drawing/ verifying

33 of 44

a. Data Reduction (reduksi data)

Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya.

Catatan Lapangan

kahdtdjadkai8775700akahsfavdjakajdhuaias0A8A66A5DAJAKADA87TWUWIOO879hjsdbajh

Reduksi Data:

Memilih yang penting, membuat kategori (huruf besar, huruf kecil, angka), membuang yang tidak dipakai

JAGDATDKAKANDAHHAUYHDAUJAIKOAKKJHAHGDAUHKADKAJJADHGAIWYUEHSJJIAKAK

Hagdahgdjajkahdugdyabjdajjajakhajgdadgahbjadnkajiahdg ydjadjkajakda kajkhdjaadh

153417381803817636153517818963715818271862751527152512715271

Data Display: menyajikan ke dalam pola

123456789

ABCDEFGHIJKLM

abcdefghijklm

Conclution/ Verification:

Memilih yang penting, membuat kategori (huruf besar, huruf kecil, angka) membuang yang tidak dipakai

34 of 44

b. Data Display (penyajian data)

Penyajian data dapat dilakukan dalam bentuk tabel, grafik, phie chard, pitogram dan sejenisnya. Dalam penelitian kualitatif yang paling sering digunakan untuk penyajian data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif.

Sarjana 570

Sarjana Muda 235

SMK 140

SMP 13

SD 9

Contoh: Profil tenaga kerja industri modern bidang teknologi. Bentuk kerucut terbalik.

Kesalahan operator langsung

Kesalahan diluar operator

Kesalahan operator tak langsung

Kesalahan tidak diketahui

Contoh: data display menggunakan diagram tulang ikan, tentang beberapa kesalahan yang mempengaruhi reject

35 of 44

c. Conclusion Drawing / verification

  • Penarikan kesimpulan dan verifikasi menurut Miles and Huberman, kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya.
  • Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal, didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.
  • Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran objek sebelumnya yang masih remang-remang sehingga setelah diteliti menjadi jelas, dapat berupa hubugan kausal atau interaktif.

36 of 44

2. Analisis data di Lapangan (Spradley: 1980)

Spradley (1980) melaksanakan tahapan setelah memasuki lapangan dimulai dengan menetapkan seseorang informan kunci “key informant” yang merupakan informan berwibawa dan dipercaya mampu “membukakan pintu” kepada peneliti untuk memasuki objek penelitian.

1. Memilih situasi sosial (Place, Actor, Activity)

2. Melaksanakan observasi partisipan

3. Mencatat hasil observasi dan wawancara

4. Melakukan Observasi deskriptif

5. Melakukan analisis domain

6. Melakukan Observasi terfokus

7. Melakukan analisis taksonomi

8. Melakukan observasi terseleksi

9. Melakukan analisis kompensional

10. Melakukan analisis tema

11. Temuan Budaya

12. Menulis laporan penelitian kualitatif

Gambar: Tahapan penelitian kualitatif Spradley (1980)

Analisis data kualitatif

Analisis Domain. Memperoleh gambaran yang umum dan menyeluruh dari objek/ penelitian atau situasi sosial. Peneliti menetapkan domain tertentu sebagai pijakan untuk penelitian selanjutnya

Analisis Taksonomi. Domain yang dipilih tersebut selanjutnya dijabarkan menjadi lebih rinci, untuk mengetahui struktur internalnya. Dilakukan dengan observasi terfokus.

Analisis Komponensial. Dilakukan melalui observasi dan wawancara terseleksi dengan pertanyaan yang mengkontraskan

Analisis Tema Kultural. Mencari hubungan diantara domain dan bagaimana hubungan dengan keseluruhan, dan selanjutnya dinyatakan ke dalam tema/ judul penelitian

Gambar: Analisis Data penelitian kualitatif Spradley (1980)

37 of 44

Analisis Data dalam Penelitian Kualitatif

Data mentah

(transkrip, catatan lapangan, gambar dan sebagainya.

Menyusun dan mempersiapkan data untuk analisis

Membaca seluruh data

Memberi kode data (tulisan tangan atau computer)

Tema

Saling menghubungkan tema/ deskripsi

(misalnya: gounded theory, studi kasus)

Menginterpretasi makna tema/ deskripsi.

Deskripsi

Validasi Akurasi Informasi

Gambar: Analisis Data penelitian kualitatif Creswell and Miller : 2000

38 of 44

Validitas dan Reabilitas

Validitas kualitatif merupakan upaya pemeriksaan terhadap akurasi hasil penelitian dengan menerapkan prosedur-prosedur tertentu.

Reliabilitas kualitatif mengindikasikan bahwa pendekatan yang digunakan peneliti konsisten jika diterapkan oleh peneliti lain untuk proyek yang berbeda (Gibbs: 2007)

39 of 44

Validitas dan Reabilitas

Validitas merupakan salah satu kekuatan peneliti kualitatif dan didasarkan pada penentuan apakah temuan yang didapat akurat dari sudut pandang peneliti, partisipan dan pembaca.

Istilah dalam literatur kualitatif yang membahas validitas seperti Kepercayaan (trustworthiness), Auntentitas (authenticity), dan Kredibilitas (credibility)

(Creswell & Miller, 2000)

40 of 44

Strategi-Strategi Validitas (Creswell & Miller, 2000)

  • Mentriangulasi (triangulate) sumber data informasi yang berbeda dengan memeriksa bukti-bukti yang berasal dari sumber tersebut dan menggunakannya untuk membangun justifikasi tema-tema secara koheren.
  • Menerapkan member checking untuk mengetahui akurasi hasil penelitian. Hal ini dapat dilakukan dengan membawa kembali laporan akhir ke hadapan partisipan.
  • Membuat deskripsi yang kaya dan padat tentang hasil penelitian.
  • Mengklarifikasi bias yang mungkin dibawa peneliti ke dalam penelitian.
  • Menyajikan informasi “yang berbeda” atau “negatif” yang dapat memberikan perlawanan pada tema-tema tertentu.
  • Memanfaatkan waktu yang relatif lama, di lapangan atau lokasi penelitian.
  • Melakukan tanya jawab dengan sesama rekan peneliti untuk meningkatkan keakuratan hasil penelitian.
  • Mengajak seorang auditor (external auditor) untuk me-review keseluruhan proyek penelitian.

41 of 44

Prosedur Reabilitas Kualitatif (Creswell & Miller, 2000)

Ceklah hasil transkrip untuk memastikan bahwa hasil transkrip itu tidak berisi kesalahan yang jelas selama proses.

Pastikan tidak ada definisi dan makna yang mengambang mengenai kode-kode selama proses coding.

Untuk penelitian yang dibentuk tim, diskusikanlah kode bersama partner satu tim dalam pertemuan rutin atau sharing analysis.

Lakukan cross-check kode-kode yang dikembangkan oleh peneliti lain dengan cara membandingkan hasil yang diperoleh secara mandiri.

42 of 44

Pengujian Validitas dan Reabilitas Penelitian Kualitatif�(Sugiyono, 2016: 269)

Perbedaan Istilah dalam pengujian keabsahan data antara

metode kuantitatif dan kualitatif

Aspek

Metode Kualitatif

Metode Kuantitatif

Nilai kebenaran

Validitas Internal

Credibility (validitas internal)

Penerapan

Validitas Eksternal

Transferability (validitas eksternal)

Konsistensi

Reliabilitas

Dependability (reliabilitas)

Naturalitas

Obyektivitas

Confirmability (objektivitas)

43 of 44

1. Uji Kredibilitas

Uji Kredibilitas Data

Perpanjangan pengamatan

Peningkatan ketekunan

Triangulasi

Diskusi dengan teman sejawat

Analisis kasus negatif

Membercheck

2. Pengujian Transferablity

  • Valitas eksternal menunjukkan derajat ketepatan atau dapat diterapkannya hasil penelitian.
  • Nilai transfer ini berkenaan dengan pertanyaan, hingga mana hasil penelitian dapat diterapkan atau digunakan dalam situasi lain.
  • Bila pembaca laporan penelitian memperoleh gambaran yang sedemikian jelas dari hasil penelitian dapat diberlakukan (transferability) maka laporan tersebut memenuhi standar transferabilitas (Sanafiah Faisal, 1990)

44 of 44

3. Pengujian Depenability

4. Pengujian Konfirmability

  • Pengujian konfirmability dalam penelitian kualitatif mirip dengan uji dependability sehingga pengujiannya dapat dilakukan secara bersamaan.
  • Menguji konfirmability berarti mengujihasil penelitian, dikaitkan dengan proses yang dilakukan.
  • Bila hasil penelitian merupakan fungsi dari proses penelitian yang dilakukan, maka penelitian tersebut telah memenuhi standar konfirmability.
  • Dalam penelitian, jangan sampai proses tidak ada, tetapi hasilnya ada

  • Depenability disebut reliabilitas, uji ini dilakukan dengan melakukan audit terhadap keseluruhan proses penelitian.
  • Bisa terjadi peneliti tidak melakukan proses penelitian ke lapangan, tetapi bisa memberikan data, sehingga perlu audit terhadap keseluruhan proses penelitian.
  • Jika proses penelitian tidak dilakukan tetapi datanya ada, maka penelitian tersebut tidak reliabel atau dependable.