Metodologi penelitian
Oleh: Umi Arifah, S.Pd.I., M.M.
www.umiarifah.blogspot.com
08170140887
umiarifah.iainukebumen@gmail.com
Metode Kualitatif
Karakteristik Penelitian Kualiatif
Karakteristik Pokok Penelitian Kualiatif
Populasi
Gambar: Model generalisasi penelitian kualitatif, sampel purposive hasil dari A ditransferkan hanya ke B, C, D
A
B
C
D
E
F
Teknik Pengambilan Sampel
Teknik sampling adalah teknik pengambilan sampel yang akan digunakan dalam penelitian
Teknis Sampling
Probability Sampling
Non Probability Sampling
1. Probability Sampling
a. Simple Random Sampling
Sampel yang representatif
Populasi homogen relatif homogen
Diambil secara random
b. Poportionate Stratified Random Sampling
Populasi
Sampel yg representatif
Diambil secara random
Proporsional
1. Probability Sampling
d. Cluster Sampling
c. Disproportionate Stratified Random Sampling
Teknik ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel, bila populasi berstrata tetapi kurang proporsional. Misal: pegawai unit mempunyai S3= 3 orang, S2= 4 orang, S1 = 90 orang, SMU=800 orang, SMP = 700 orang, maka lulusan S3 dan S2 semnuanya diambil sebagai sampel karena dua kelompok ini terlalu kecil.
A
B
C
D
E
F
H
G
A
D
E
H
Diambil secara
random
Diambil secara
random
Populasi daerah
Tahap I
Tahap II
Sampel daerah
Sampel individu
2. Non Probability Sampling
Sampling Purposive
Teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Misalnya akan melakukan penelitian tentang kondisi politik di daerah maka sampel sumber datanya adalah orang yang ahli politik.
Snowball Sampling
Teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian membesar.
A
B
C
D
E
F
G
I
H
J
Peran Peneliti
Teknik Pengumpulan Data Kualiatif
Macam teknik pengumpulan data
Observasi
Wawancara
Dokumentasi
Triangulasi
Pengumpulan Data dengan Observasi
Macam-macam observasi
Observasi partisipatif
Observasi yang pasif
Observasi yang moderat
Observasi yang aktif
Observasi yang lengkap
Observasi terus terang tersamar
Observasi tak terstruktur
Gambar: Klasifikasi observasi menurut Sanafiah Faisal (1990)
Macam-macam Observasi
Peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian. Sambil melakukan pengamatan, peneliti akan ikut melakukan apa yang dikerjakan oleh sumber data, dan ikut merasakan suka dukanya.
Peneliti dalam melakukan pengumpulan data menyatakan terus terang kepada sumber data, bahwa ia sedang melakukan penelitian.
Observasi yang tidak dipersiapkan secara sistematis tentang apa yang akan diobservasi. Hal ini karena peneliti tidak tahu secara pasti tentang apa yang akan diamati.,
Manfaat Observasi
Menurut Patton (1988), manfaat observasi adalah:
Obyek Observasi
Obyek penelitian dalam penelitian kualitatif yang diobservasi menurut Spradley dinamakan situasi sosial, yang terdiri atas tiga komponen yaitu:
Tahapan Observasi
Menurut Spradley (1980) tahapan observasi sebagai berikut:
TAHAP DESKRIPSI
Memasuki situasi sosial: ada tempat, aktor, aktivitas
kjagtahakakaQ3538jxbdjdkkkhsgwrwwhbahaajajahagaghjdjdhdhgdytwjwj
Kesimpulan 1
TAHAP REDUKSI
Menentukan fokus: memilih diantara yang telah dideskripsikan
Jkabdtdkahadgjahkadgayakakahdha
653483875252534
Kesimpulan 2
TAHAP SELEKSI
Mengurai fokus: Menjadi komponen yang lebih rinci
Gdjsjdjssgs
5248292
Kesimpulan 3
Macam-macam Interview
Wawancara (Esterberg: 2002) adalah merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu.
Langkah-langkah Wawancara
Lincoln and Guba mengemukanan tujuh langkah dalam wawancara:
Jenis-jenis pertanyaan dalam Wawancara
Patton dalam Sugiyono (2016: 235) menggolongkan enam jenis pertanyaan yang saling berkaitan:
Klasifikasi Jenis-jenis pertanyaan dalam Wawancara
Lincoln and Guba dalam Sugiyono (2016: 236) mengklasifikasikan jenis-jenis pertanyaan dalam wawancara:
Teknik Pengumpulan data dengan Dokumen
Triangulasi
Triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada.
Observasi partisipatif
Wawancara mendalam
Dokumentasi
Sumber data sama
Gambar: Triangulasi “teknik” pengumpulan data (bermacam-macam cara pada sumber yang sama)
Wawancara mendalam
B
A
C
Gambar: Triangulasi “sumber” pengumpulan data (bermacam-macam sumber data)
Prosedur Pengumpulan Data
Jenis | Opsi | Kelebihan | Kelemahan |
Observasi |
|
|
|
Prosedur Pengumpulan Data
Jenis | Opsi | Kelebihan | Kelemahan |
Wawancara |
|
|
|
Prosedur Pengumpulan Data
Jenis | Opsi | Kelebihan | Kelemahan |
Dokumentasi |
|
|
|
Prosedur Pengumpulan Data
Jenis | Opsi | Kelebihan | Kelemahan |
Materi audio-visual |
|
|
|
Pendekatan Pengumpulan Data Kualitatif
Observasi |
|
Wawancara |
|
Pendekatan Pengumpulan Data Kualitatif
Dokumentasi |
|
Matri Audio-Visual |
|
Protokol Wawancara
Judul (tanggal, lokasi, pewawancara/ peneliti, yang diwawancarai/ partisipan).
Instruksi yang harus diikuti oleh partisipan agar prosedur wawancara dapat berjalan lancar.
Pertanyaan diawali dengan ice breaker kemudian dilanjutkan dengan 4-5 pertanyaan yang menjadi sub pertanyaan dari rumusan masalah penelitian, lalu diiukti pertanyaan lain atau pertanyaan penutup.
Proses penjajakan dengan mengajukan 4-5 pertanyaan, untuk meminta partisipan menjelaskan gagasan mereka lebih detail tentang apa yang mereka katakan.
Waktu tunda selama wawancara untuk merekam/ mentatat respons dari partisipan.
Ucapan terima kasih kepada orang yang diwawancarai atas waktu yang diluangkan untuk wawancara.
Peneliti umumnya mengembangkan suatu catatan untuk merekam dokumen yang dikumpulkan untuk analisis dalam penelitian kualitatif.
Teknik Analisis Data
Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan, selama di lapangan dan setelah selesai di lapangan.
1. Analisis Sebelum di Lapangan
2. Analisis data di Lapangan (Miles and Huberman)
Miles and Huberman (1984) mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas sehingga datanya sudah jenuh.
Data Collection
Data Reduction
Data Display
Conclusions: drawing/ verifying
a. Data Reduction (reduksi data)
Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya.
Catatan Lapangan
kahdtdjadkai8775700akahsfavdjakajdhuaias0A8A66A5DAJAKADA87TWUWIOO879hjsdbajh
Reduksi Data:
Memilih yang penting, membuat kategori (huruf besar, huruf kecil, angka), membuang yang tidak dipakai
JAGDATDKAKANDAHHAUYHDAUJAIKOAKKJHAHGDAUHKADKAJJADHGAIWYUEHSJJIAKAK
Hagdahgdjajkahdugdyabjdajjajakhajgdadgahbjadnkajiahdg ydjadjkajakda kajkhdjaadh
153417381803817636153517818963715818271862751527152512715271
Data Display: menyajikan ke dalam pola
123456789
ABCDEFGHIJKLM
abcdefghijklm
Conclution/ Verification:
Memilih yang penting, membuat kategori (huruf besar, huruf kecil, angka) membuang yang tidak dipakai
b. Data Display (penyajian data)
Penyajian data dapat dilakukan dalam bentuk tabel, grafik, phie chard, pitogram dan sejenisnya. Dalam penelitian kualitatif yang paling sering digunakan untuk penyajian data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif.
Sarjana 570
Sarjana Muda 235
SMK 140
SMP 13
SD 9
Contoh: Profil tenaga kerja industri modern bidang teknologi. Bentuk kerucut terbalik.
Kesalahan operator langsung
Kesalahan diluar operator
Kesalahan operator tak langsung
Kesalahan tidak diketahui
Contoh: data display menggunakan diagram tulang ikan, tentang beberapa kesalahan yang mempengaruhi reject
c. Conclusion Drawing / verification
2. Analisis data di Lapangan (Spradley: 1980)
Spradley (1980) melaksanakan tahapan setelah memasuki lapangan dimulai dengan menetapkan seseorang informan kunci “key informant” yang merupakan informan berwibawa dan dipercaya mampu “membukakan pintu” kepada peneliti untuk memasuki objek penelitian.
1. Memilih situasi sosial (Place, Actor, Activity)
2. Melaksanakan observasi partisipan
3. Mencatat hasil observasi dan wawancara
4. Melakukan Observasi deskriptif
5. Melakukan analisis domain
6. Melakukan Observasi terfokus
7. Melakukan analisis taksonomi
8. Melakukan observasi terseleksi
9. Melakukan analisis kompensional
10. Melakukan analisis tema
11. Temuan Budaya
12. Menulis laporan penelitian kualitatif
Gambar: Tahapan penelitian kualitatif Spradley (1980)
Analisis data kualitatif
Analisis Domain. Memperoleh gambaran yang umum dan menyeluruh dari objek/ penelitian atau situasi sosial. Peneliti menetapkan domain tertentu sebagai pijakan untuk penelitian selanjutnya
Analisis Taksonomi. Domain yang dipilih tersebut selanjutnya dijabarkan menjadi lebih rinci, untuk mengetahui struktur internalnya. Dilakukan dengan observasi terfokus.
Analisis Komponensial. Dilakukan melalui observasi dan wawancara terseleksi dengan pertanyaan yang mengkontraskan
Analisis Tema Kultural. Mencari hubungan diantara domain dan bagaimana hubungan dengan keseluruhan, dan selanjutnya dinyatakan ke dalam tema/ judul penelitian
Gambar: Analisis Data penelitian kualitatif Spradley (1980)
Analisis Data dalam Penelitian Kualitatif
Data mentah
(transkrip, catatan lapangan, gambar dan sebagainya.
Menyusun dan mempersiapkan data untuk analisis
Membaca seluruh data
Memberi kode data (tulisan tangan atau computer)
Tema
Saling menghubungkan tema/ deskripsi
(misalnya: gounded theory, studi kasus)
Menginterpretasi makna tema/ deskripsi.
Deskripsi
Validasi Akurasi Informasi
Gambar: Analisis Data penelitian kualitatif Creswell and Miller : 2000
Validitas dan Reabilitas
Validitas kualitatif merupakan upaya pemeriksaan terhadap akurasi hasil penelitian dengan menerapkan prosedur-prosedur tertentu.
Reliabilitas kualitatif mengindikasikan bahwa pendekatan yang digunakan peneliti konsisten jika diterapkan oleh peneliti lain untuk proyek yang berbeda (Gibbs: 2007)
Validitas dan Reabilitas
Validitas merupakan salah satu kekuatan peneliti kualitatif dan didasarkan pada penentuan apakah temuan yang didapat akurat dari sudut pandang peneliti, partisipan dan pembaca.
Istilah dalam literatur kualitatif yang membahas validitas seperti Kepercayaan (trustworthiness), Auntentitas (authenticity), dan Kredibilitas (credibility)
(Creswell & Miller, 2000)
Strategi-Strategi Validitas (Creswell & Miller, 2000)�
Prosedur Reabilitas Kualitatif (Creswell & Miller, 2000)
Ceklah hasil transkrip untuk memastikan bahwa hasil transkrip itu tidak berisi kesalahan yang jelas selama proses.
Pastikan tidak ada definisi dan makna yang mengambang mengenai kode-kode selama proses coding.
Untuk penelitian yang dibentuk tim, diskusikanlah kode bersama partner satu tim dalam pertemuan rutin atau sharing analysis.
Lakukan cross-check kode-kode yang dikembangkan oleh peneliti lain dengan cara membandingkan hasil yang diperoleh secara mandiri.
Pengujian Validitas dan Reabilitas Penelitian Kualitatif�(Sugiyono, 2016: 269)
Perbedaan Istilah dalam pengujian keabsahan data antara
metode kuantitatif dan kualitatif
Aspek | Metode Kualitatif | Metode Kuantitatif |
Nilai kebenaran | Validitas Internal | Credibility (validitas internal) |
Penerapan | Validitas Eksternal | Transferability (validitas eksternal) |
Konsistensi | Reliabilitas | Dependability (reliabilitas) |
Naturalitas | Obyektivitas | Confirmability (objektivitas) |
1. Uji Kredibilitas
Uji Kredibilitas Data
Perpanjangan pengamatan
Peningkatan ketekunan
Triangulasi
Diskusi dengan teman sejawat
Analisis kasus negatif
Membercheck
2. Pengujian Transferablity
3. Pengujian Depenability
4. Pengujian Konfirmability