SPRIN dalam konteks Kanker Serviks��
SELAMATKAN PEREMPUAN INDONESIA
DENGAN PENDEKATAN
TRANSFORMASI KESEHATAN
75 0 45 0
20 0 100 0
74 0 21 0
58 50 51 19
45 38 39 3
3 52 100 0
100 31 46 8
17 11 100 0
69 0 68 0
244 247 194
192 0 0
191 191 191
Urgensi Masalah
Kanker Serviks sebagai preventable disease (penyakit yang sangat bisa dicegah).
Momentum Transformasi Kesehatan sebagai "Golden Period" untuk mengubah paradigma dari kuratif ke preventif.
Dampak bukan hanya pada mortalitas, tapi catastrophic cost bagi keluarga dan hilangnya produktivitas perempuan sebagai pilar ekonomi keluarga.
Kesenjangan akses: Angka kejadian lebih tinggi pada populasi sosio-ekonomi rendah.
75 0 45 0
20 0 100 0
74 0 21 0
58 50 51 19
45 38 39 3
3 52 100 0
100 31 46 8
17 11 100 0
69 0 68 0
244 247 194
192 0 0
191 191 191
3
Photo source: Antara foto/M. Ayudha
Source: The Global Cancer Observatory (Globocan), 2024; Agustiyansyah et. al, 2021.
36.964
20.708
Kanker leher rahim merupakan kanker ke-2 yang paling sering diderita oleh perempuan di Indonesia, dengan ~ 56 kematian orang setiap harinya.
Indonesia (2022)
Dari ~408.661 kasus baru kanker di Indonesia pada tahun 2022, 16,3%nya adalah kanker payudara
Kasus baru kanker leher rahim
Kematian akibat kanker leher rahim
Kanker serviks di Indonesia dikaitkan dengan angka kematian yang sangat tinggi, terutama disebabkan oleh tingkat skrining yang tidak memadai
(~70% kasus biasanya terdeteksi pada stadium lanjut).
New cases, 2022
75 0 45 0
20 0 100 0
74 0 21 0
58 50 51 19
45 38 39 3
3 52 100 0
100 31 46 8
17 11 100 0
69 0 68 0
244 247 194
192 0 0
191 191 191
Indonesia menduduki Peringkat ke-3 Angka Kejadian dan Kematian tertinggi akibat kanker di South East Asian Region
Sumber : International Agency for Research on Cancer, 2022
4
| Negara | Jumlah Kasus | ASR (World) | Jumlah Kematian | ASR (World) |
| Myanmar | 77.603 | 135.5 | 54.841 | 97.1 |
| Thailand | 183.541 | 154.4 | 118.829 | 93.4 |
| Indonesia | 408.661 | 136.9 | 242.988 | 82.5 |
| Bangladesh | 167.256 | 105.6 | 116.598 | 74.7 |
| Bhutan | 638 | 87.6 | 480 | 67.2 |
| India | 1.413.316 | 98.5 | 916.827 | 64.4 |
| Sri Lanka | 33.243 | 106.9 | 19.145 | 59.0 |
| Maldives | 479 | 105.3 | 241 | 58.8 |
| Timor-Leste | 828 | 84.5 | 517 | 55.4 |
| Nepal | 22.008 | 81.6 | 14.704 | 55.3 |
| Korea | 61.533 | 166.1 | 42.789 | 113.9 |
ASR : Age-Standardized Rate
Per 100.000 penduduk
Pada tahun 2022 (IARC), diestimasikan terdapat:
408.661 kasus baru
242.988 kematian
Dan jika tanpa adanya intervensi, diperkirakan akan terjadi peningkatan 77% kasus kanker di tahun 2050
75 0 45 0
20 0 100 0
74 0 21 0
58 50 51 19
45 38 39 3
3 52 100 0
100 31 46 8
17 11 100 0
69 0 68 0
244 247 194
192 0 0
191 191 191
Kanker menduduki peringkat ke-2 pembiayaan tertinggi diantara penyakit katasktopik lain. Pada tahun 2023, kanker menghabiskan membiayaan ~5,9 T
5
Dalam Jutaan Rupiah
|
| Tahun 2021 | Tahun 2022 | Tahun 2023 |
1 | Penyakit Jantung | 8.671.706 | 12.144.179 | 17.629.047 |
2 | Kanker | 3.500.655 | 4.500.645 | 5.979.918 |
3 | Stroke | 2.163.345 | 3.234.881 | 5.209.327 |
4 | Gagal ginjal | 1.781.135 | 2.155.722 | 2.919.190 |
5 | Haemophilia | 604.617 | 650.238 | 1.230.805 |
6 | Thalassaemia | 590.659 | 614.932 | 764.496 |
Sumber : BPJS Kesehatan, 2023
75 0 45 0
20 0 100 0
74 0 21 0
58 50 51 19
45 38 39 3
3 52 100 0
100 31 46 8
17 11 100 0
69 0 68 0
244 247 194
192 0 0
191 191 191
Sekitar ~60-70% kanker leher rahim ditemukan pada stadium lanjut
Sumber : CONCORD-2; Andrae B, Andersson T M, Lambert P C, Kemetli L, Silfverdal L, Strander B et al. Screening and cervical cancer cure: population based cohort study BMJ 2012; 344 :e900 doi:10.1136/bmj.e900
6
Lambung
Kolon
Rektum
Hati
Paru
Leher rahim
Ovarium
Prostat
Leukemia dewasa
Leukemia anak
Indonesia (2005-2007)
Asia (2005-2009 )
Perbandingan angka Kesintasan 5-tahun setelah diagnosa�antara Indonesia dengan Asia |
Jika didiagnosis lebih awal,
9 dari 10 penderita bertahan hidup 5 tahun setelah diagnosis
Namun, jika ditemukan pada stadium lanjut
hanya 2 dari 10 penderita yang bisa bertahan hidup 5 tahun setelah diagnosis
Tahun setelah diagnosis
stadium saat terdiagnosis :
Padahal…
Hal ini menyebabkan …
75 0 45 0
20 0 100 0
74 0 21 0
58 50 51 19
45 38 39 3
3 52 100 0
100 31 46 8
17 11 100 0
69 0 68 0
244 247 194
192 0 0
191 191 191
Kurang dari 20% wanita berisiko* dilakukan skrining kanker leher rahim setiap tahunnya
7
Selain itu,
Rendahnya upaya deteksi dini ini berdampak pada temuan kasus pada stadium lanjut
Tingginya morbiditas, penemuan kasus pada stadium lanjut, dan mortalitas merefleksikan buruknya upaya penanggulangan kanker, termasuk upaya deteksi dini di suatu wilayah
Oleh karena itu, diperlukan upaya komperehensif untuk menanggulangi hal ini
“
75 0 45 0
20 0 100 0
74 0 21 0
58 50 51 19
45 38 39 3
3 52 100 0
100 31 46 8
17 11 100 0
69 0 68 0
244 247 194
192 0 0
191 191 191
Bagaimana kanker leher rahim dapat terjadi?
Lebih dari 99% kanker leher rahim disebabkan oleh infeksi persisten dari Human Papilloma Virus (HPV)
8
“Infeksi menetap dari HPV tipe onkogenik ini dapat menyebabkan kanker leher rahim”
Berdasarkan studi, diketahui bahwa 99,7% kanker leher rahim berhubungan dengan infeksi persisten Human Papilloma virus (HPV), yang merupakan salah satu virus penyebab Infeksi Menular Seksual (IMS) yang paling sering terjadi (Judson 1992; Walboomers et al. 1999).
Virus ini dapat menetap, berkembang menjadi kanker atau bahkan sekitar 10% dapat hilang dengan sendirinya.
Terdapat 14 tipe HPV yang dapat menyebabkan kanker yakni tipe HPV risiko tinggi (high risk-HPV) atau disebut tipe HPV onkogenik yaitu utamanya tipe 16, 18, dan 31, 33, 45, 52, 58.
75 0 45 0
20 0 100 0
74 0 21 0
58 50 51 19
45 38 39 3
3 52 100 0
100 31 46 8
17 11 100 0
69 0 68 0
244 247 194
192 0 0
191 191 191
Vaksinasi, Skrining, dan Tatalaksana menjadi intervensi kunci dalam upaya aksi eliminasi
Pilar
1
2
3
4
Pilar 1
| TARGETS | TIMELINE |
Semua wanita berusia antara 30 hingga 69 tahun menjalani skrining menggunakan tes DNA HPV sebagai metode skrining utama | 70% | Fase 1�2023 - 2027 |
Semua wanita berusia antara 30 hingga 69 tahun menjalani skrining menggunakan tes DNA HPV sebagai metode skrining utama | 75%� | Fase 2�2028 - 2030 |
| TARGETS | TIMELINE |
Semua wanita dengan lesi pra-kanker mendapatkan tatalaksana Semua wanita dengan kanker invasif mendapatkan tatalaksana | 70% | Fase 1�2023 - 2027 |
Semua wanita dengan lesi pra-kanker mendapatkan tatalaksana Semua wanita dengan kanker invasif mendapatkan tatalaksana | 90% | Fase 2�2028 - 2030 |
| TARGET | TIMELINE |
anak perempuan diimunisasi HPV pada usia 11 tahun (Kelas 5 SD/sederajat) anak laki-laki diimunisasi HPV pada usia 11 tahun (Kelas 5 SD/sederajat) anak perempuan yang belum diimunisasi, menerima imunisasi kejar pada usia 12 dan 15 tahun anak perempuan yang belum diimunisasi, menerima imunisasi kejar pada usia 20-22 tahun (khusus kriteria eligible) | 90% | Fase 1�2023 - 2027 |
anak perempuan diimunisasi HPV pada usia 11 tahun (Kelas 5 SD/sederajat) anak laki-laki diimunisasi HPV pada usia 11 tahun (Kelas 5 SD/sederajat) anak laki-laki yang belum diimunisasi, menerima imunisasi kejar pada usia 15 tahun anak perempuan yang belum diimunisasi, menerima imunisasi kejar pada usia 20-25 tahun (khusus kriteria eligible) | 90%� | Fase 2�2028 - 2030 |
Prioritas : Vaksinasi
1
Prioritas : Skrining
2
Prioritas : Tatalaksana
3
90%
anak perempuan
dan laki-laki diberikan vaksin HPV sebelum usia 15 thn
75%
Wanita usia 30 - 69 tahun dilakukan skrining dengan tes DNA HPV
90%
Perempuan dengan lesi prakanker dan kanker invasif mendapatkan tatalaksana
3 intervensi kunci sebagai target
75 0 45 0
20 0 100 0
74 0 21 0
58 50 51 19
45 38 39 3
3 52 100 0
100 31 46 8
17 11 100 0
69 0 68 0
244 247 194
192 0 0
191 191 191
3 Target Nasional intervensi Utama �untuk mencapai eliminasi kanker leher rahim tahun 2023
75%
90%
90%
90% anak perempuan dan laki-laki divaksinasi HPV sebelum usia 15 tahun
75% perempuanusia 30-69 tahun diskrining menggunakan tes DNA HPV
90% perempuan dengan lesi pra kanker dan kanker leher rahim mendapatkan tatalaksana
75 0 45 0
20 0 100 0
74 0 21 0
58 50 51 19
45 38 39 3
3 52 100 0
100 31 46 8
17 11 100 0
69 0 68 0
244 247 194
192 0 0
191 191 191
Rendahnya partisipasi masyarakat masih menjadi tantangan pencapaian target skrining kanker leher rahim
Capaian skrining Kanker Leher Rahim dengan Metode DNA HPV tahun 2024-2025
Capaian DNA-HPV
Estimasi capaian per tahun
Legend:
Sumber data 2025 : Dashboard ASIK CKG per 7 Maret 2025
Key Issue(s) | | Key Action Plan |
Dari sisi demand, Rendahnya kesadaran dari populasi sasaran untuk melakukan skrining untuk melakukan skrining karena takut akan prosedur dan hasil, malu, serta tidak ada dukungan dari lingkungan terutama keluarga | | Pembuatan strategi promosi kesehatan yang efektif
|
Rendahnya komitmen daerah untuk mencapai target | | Monitoring mingguan berkala dengan KaKo dan pembuatan bulletin mingguan sebagai feed-back |
Self-sampling
Tatalaksana
Skrining
Imunisasi
Jakarta
35 KaKo
75 0 45 0
20 0 100 0
74 0 21 0
58 50 51 19
45 38 39 3
3 52 100 0
100 31 46 8
17 11 100 0
69 0 68 0
244 247 194
192 0 0
191 191 191
Partisipasi masyarakat yang rendah telah menjadi tantangan di sisi permintaan
Gap
Perlu
Akselerasi
Rasa malu dikaitkan dengan kegiatan pergi ke fasilitas untuk skrining, pemeriksaan panggul itu sendiri, dan diperiksa oleh petugas kesehatan laki-laki atau muda
Hambatan1
Self-
sampling sebagai solusi 3
Sumber :
1 Petersen, Z., Jaca, A., Ginindza, T.G. et al. Barriers to uptake of cervical cancer screening services in low-and-middle-income countries: a systematic review. BMC Women's Health 22, 486 (2022). https://doi.org/10.1186/s12905-022-02043-y
2 Spagnoletti, et al. A Qualitative Study of Parental Knowledge and Perceptions of Human Papillomavirus and Cervical Cancer Prevention in Rural Central Java, Indonesia: Understanding Community Readiness for Prevention Interventions (2019) Asian Pac J Cancer Prev, 20 (8), 2429-2434
3 Wong, H.Y., Wong, E.Ly. Invitation strategy of vaginal HPV self-sampling to improve participation in cervical cancer screening: a systematic review and meta-analysis of randomized trials. BMC Public Health 24, 2461 (2024). https://doi.org/10.1186/s12889-024-19881-0
2025
Prioritas : Skrining
2
2025
75 0 45 0
20 0 100 0
74 0 21 0
58 50 51 19
45 38 39 3
3 52 100 0
100 31 46 8
17 11 100 0
69 0 68 0
244 247 194
192 0 0
191 191 191
Alur skrining kanker leher rahim - pengambilan sampel dan rujukan pengujian sampel
…
Komunitas
Puskesmas
…
Sampling
Lab rujukan
PCR test
Kab/Kota (A) – Jika Lab PCR tersedia
…
…
Sampling
PCR test
Kab/Kota (A) – Jika lab PCR tidak tersedia
Rujuk ke lab kab/kota terdekat/ labkes provinsi/ lab regional
Provider-sampling/Clinician-sampling
1
Bottleneck :
Challenge :
In demand side:
Untuk mengatasi hambatan ini, Kemkes dgn beberapa mitra melakukan proyek percontohan skrining DNA HPV dengan pengambilan sampel sendiri.
13
…
Komunitas
Puskesmas
…
Sampling
Lab rujukan
PCR test
Kab/Kota (A) – Jika Lab PCR tersedia
…
…
Sampling
PCR test
Kab/Kota (A) – Jika lab PCR tidak tersedia
Rujuk ke lab kab/kota terdekat/ labkes provinsi/ lab regional
Rencana : Self-sampling
2
Sample handling
75 0 45 0
20 0 100 0
74 0 21 0
58 50 51 19
45 38 39 3
3 52 100 0
100 31 46 8
17 11 100 0
69 0 68 0
244 247 194
192 0 0
191 191 191
TANTANGAN SKRINING
75 0 45 0
20 0 100 0
74 0 21 0
58 50 51 19
45 38 39 3
3 52 100 0
100 31 46 8
17 11 100 0
69 0 68 0
244 247 194
192 0 0
191 191 191
Diperlukan strategi yang komprehensif untuk melaksanakan program skrining kanker leher rahim
15
Pemeriksaan Kanker Payudara dan Kanker Leher Rahim yang terintegrasi
Layanan skrining dalam dan luar gedung
di dalam gedung : di Puskesmas
di luar gedung: di Posyandu, balai warga, dan RPTRA, dll.
Keterlibatan Pemangku Kepentingan
Layanan skrining kanker payudara dan kanker serviks dilakukan secara terpadu dan dalam waktu kunjungan yang bersamaan (one visit service)
Kolaborasi Antar Program dan Antar Sektor
Pelibatan Komunitas, Organisasi Masyarakat, organisasi Agama (Perempuan) dan Pemberdayaan Kader
Penguatan Infrastruktur, Teknologi, dan Sumber Daya Manusia Kesehatan melalui Sistem Transformasi Kesehatan
75 0 45 0
20 0 100 0
74 0 21 0
58 50 51 19
45 38 39 3
3 52 100 0
100 31 46 8
17 11 100 0
69 0 68 0
244 247 194
192 0 0
191 191 191
75 0 45 0
20 0 100 0
74 0 21 0
58 50 51 19
45 38 39 3
3 52 100 0
100 31 46 8
17 11 100 0
69 0 68 0
244 247 194
192 0 0
191 191 191
Pemeriksaan kesehatan gratis dibagi sesuai siklus hidup dan dilaksanakan di Fasilitas Pelayanan Tingkat Pertama (FKTP)
17
Siklus Hidup | Jenis Pemeriksaan |
Skrining pada Bayi Baru Lahir |
|
Skrining pada Balita dan Anak Prasekolah |
|
Skrining pada Dewasa dan Lansia |
|
75 0 45 0
20 0 100 0
74 0 21 0
58 50 51 19
45 38 39 3
3 52 100 0
100 31 46 8
17 11 100 0
69 0 68 0
244 247 194
192 0 0
191 191 191
Kemenkes berkomitmen untuk melakukan transformasi sistem kesehatan
6 pilar transformasi penopang kesehatan Indonesia
8
Visi
Sejalan dengan visi Presiden untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, mandiri dan berkeadilan
Meningkatkan kesehatan ibu, anak, keluarga berencana dan kesehatan reproduksi
Mempercepat perbaikan gizi masyarakat
Memperbaiki pengendalian penyakit
Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)
Memperkuat sistem kesehatan & pengendalian obat dan makanan
6
kategori utama
Outcome
RPJMN
bidang kesehatan
Edukasi penduduk Penguatan peran kader, kampanye, dan membangun gerakan,
menggunakan platform digital dan tokoh masyarakat
Pencegahan primer
Penambahan imunisasi rutin menjadi 14 antigen dan perluasan cakupan di seluruh Indonesia.
Pencegahan sekunder
Skrining 14 penyakit penyebab kematian tertinggi di tiap sasaran usia, skrining stunting, &
peningkatan ANC untuk kesehatan ibu & bayi.
Meningkatkan kapasitas dan kapabilitas layanan primer
Revitaliasi network dan standardisasi layanan di Puskesmas, Posyandu, dan kunjungan rumah
Meningkatkan akses dan mutu layanan sekunder & tersier Pembangunan RS di Kawasan Timur, jejaring pengampuan 6 layanan unggulan, kemitraan dengan world’s top healthcare centers.
Memperkuat ketahanan tanggap darurat
Jejaring nasional surveilans berbasis lab, tenaga cadangan tanggap darurat, table top exercise kesiapsiagaan krisis.
Transformasi sistem pembiayaan kesehatan
Regulasi pembiayaan kesehatan dengan 3 tujuan: tersedia, cukup, dan berkelanjutan; alokasi yang adil; dan pemanfaatan yang efektif dan efisien.
mahasiswa, luar negeri,
kemudahan penyetaraan nakes lulusan luar negeri.
Transformasi SDM Kesehatan
Penambahan kuota beasiswa dalam &
Transformasi teknologi kesehatan
1 Transformasi layanan primer
2 Transformasi layanan rujukan
3 Transformasi sistem ketahanan kesehatan
4
Meningkatkan
ketahanan sektor farmasi & alat kesehatan
Produksi dalam negeri 14 vaksin rutin, top 10 obat, top 10 alkes by volume & by value.
5
6
a
b
c
d
a
b
Pengembangan dan pemanfaatan teknologi, digitalisasi, dan bioteknologi di sektor kesehatan.
a Teknologi informasi b Bioteknologi
75 0 45 0
20 0 100 0
74 0 21 0
58 50 51 19
45 38 39 3
3 52 100 0
100 31 46 8
17 11 100 0
69 0 68 0
244 247 194
192 0 0
191 191 191
19
Eliminasi Kanker Serviks tidak bisa menjadi program yang berdiri sendiri, melainkan menuntuk bekerjanya 6 Pilar Transformasi Kesehatan.
Mulai dari vaksinasi di hulu (Pilar 1), produksi vaksin lokal (Pilar 3), pengobatan canggih di hilir (Pilar 2), hingga pemantauan data digital (Pilar 6).
75 0 45 0
20 0 100 0
74 0 21 0
58 50 51 19
45 38 39 3
3 52 100 0
100 31 46 8
17 11 100 0
69 0 68 0
244 247 194
192 0 0
191 191 191
Eliminasi Kanker Serviks dalam transformasi sistem kesehatan
Pilar 1: Transformasi Layanan Primer (Pondasi Utama)
a. Edukasi Penduduk:
b. Pencegahan Primer:
c. Pencegahan Sekunder:
d. Meningkatkan Kapasitas:
75 0 45 0
20 0 100 0
74 0 21 0
58 50 51 19
45 38 39 3
3 52 100 0
100 31 46 8
17 11 100 0
69 0 68 0
244 247 194
192 0 0
191 191 191
PERAN POGI DENGAN SPRIN
21
75 0 45 0
20 0 100 0
74 0 21 0
58 50 51 19
45 38 39 3
3 52 100 0
100 31 46 8
17 11 100 0
69 0 68 0
244 247 194
192 0 0
191 191 191
Eliminasi Kanker Serviks dalam transformasi sistem kesehatan
Kanker adalah satu dari layanan prioritas (KJSU-KIA: Kanker, Jantung, Stroke, Uronefro, KIA).
Strategi
Pilar 3: Transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan
Kemandirian produksi Vaksin HPV (NusaGard) oleh Bio Farma di dalam negeri, serta produksi reagen HPV DNA lokal untuk menekan biaya skrining.
Pilar 2: Transformasi Layanan Rujukan
75 0 45 0
20 0 100 0
74 0 21 0
58 50 51 19
45 38 39 3
3 52 100 0
100 31 46 8
17 11 100 0
69 0 68 0
244 247 194
192 0 0
191 191 191
KEPEMIMPINAN SOSIO MEDIS
23
75 0 45 0
20 0 100 0
74 0 21 0
58 50 51 19
45 38 39 3
3 52 100 0
100 31 46 8
17 11 100 0
69 0 68 0
244 247 194
192 0 0
191 191 191
KEPEMIMPINAN SOSIO MEDIS
24
75 0 45 0
20 0 100 0
74 0 21 0
58 50 51 19
45 38 39 3
3 52 100 0
100 31 46 8
17 11 100 0
69 0 68 0
244 247 194
192 0 0
191 191 191
KEPEMIMPINAN SOSIO MEDIS
25
75 0 45 0
20 0 100 0
74 0 21 0
58 50 51 19
45 38 39 3
3 52 100 0
100 31 46 8
17 11 100 0
69 0 68 0
244 247 194
192 0 0
191 191 191
75 0 45 0
20 0 100 0
74 0 21 0
58 50 51 19
45 38 39 3
3 52 100 0
100 31 46 8
17 11 100 0
69 0 68 0
244 247 194
192 0 0
191 191 191
75 0 45 0
20 0 100 0
74 0 21 0
58 50 51 19
45 38 39 3
3 52 100 0
100 31 46 8
17 11 100 0
69 0 68 0
244 247 194
192 0 0
191 191 191
75 0 45 0
20 0 100 0
74 0 21 0
58 50 51 19
45 38 39 3
3 52 100 0
100 31 46 8
17 11 100 0
69 0 68 0
244 247 194
192 0 0
191 191 191
75 0 45 0
20 0 100 0
74 0 21 0
58 50 51 19
45 38 39 3
3 52 100 0
100 31 46 8
17 11 100 0
69 0 68 0
244 247 194
192 0 0
191 191 191
75 0 45 0
20 0 100 0
74 0 21 0
58 50 51 19
45 38 39 3
3 52 100 0
100 31 46 8
17 11 100 0
69 0 68 0
244 247 194
192 0 0
191 191 191
75 0 45 0
20 0 100 0
74 0 21 0
58 50 51 19
45 38 39 3
3 52 100 0
100 31 46 8
17 11 100 0
69 0 68 0
244 247 194
192 0 0
191 191 191
Eliminasi Kanker Serviks dalam transformasi sistem kesehatan
Pilar 4: Transformasi Sistem Pembiayaan Kesehatan
Pergeseran alokasi anggaran dari kuratif (biaya kemo/radiasi kanker serviks stadium lanjut yang sangat mahal/katastropik) menuju pembiayaan preventif (subsidi vaksin dan skrining HPV DNA) yang secara cost-effectiveness analysis jauh lebih menguntungkan negara jangka panjang.
Pilar 5: Transformasi SDM Kesehatan
Pilar 6: Transformasi Teknologi Kesehatan
75 0 45 0
20 0 100 0
74 0 21 0
58 50 51 19
45 38 39 3
3 52 100 0
100 31 46 8
17 11 100 0
69 0 68 0
244 247 194
192 0 0
191 191 191
Transformasi kefarmasian
75 0 45 0
20 0 100 0
74 0 21 0
58 50 51 19
45 38 39 3
3 52 100 0
100 31 46 8
17 11 100 0
69 0 68 0
244 247 194
192 0 0
191 191 191
Terkait paliatif dalam transformasi kefarmasian
75 0 45 0
20 0 100 0
74 0 21 0
58 50 51 19
45 38 39 3
3 52 100 0
100 31 46 8
17 11 100 0
69 0 68 0
244 247 194
192 0 0
191 191 191
75 0 45 0
20 0 100 0
74 0 21 0
58 50 51 19
45 38 39 3
3 52 100 0
100 31 46 8
17 11 100 0
69 0 68 0
244 247 194
192 0 0
191 191 191
75 0 45 0
20 0 100 0
74 0 21 0
58 50 51 19
45 38 39 3
3 52 100 0
100 31 46 8
17 11 100 0
69 0 68 0
244 247 194
192 0 0
191 191 191
Tantangan yang dihadapi
Pada program skrining di Indonesia (pada sisi demand):
37
Rendahnya pengetahuan dan kesadaran
Persepsi masyarakat dan norma-norma budaya sehingga dianggap ‘tabu’
Takut akan prosedur, hasil pemeriksaan serta merasa malu
Kurangnya dukungan dari lingkungan dan keluarga (khususnya pasangan)
75 0 45 0
20 0 100 0
74 0 21 0
58 50 51 19
45 38 39 3
3 52 100 0
100 31 46 8
17 11 100 0
69 0 68 0
244 247 194
192 0 0
191 191 191
38
Tantangan Sosial & Budaya
75 0 45 0
20 0 100 0
74 0 21 0
58 50 51 19
45 38 39 3
3 52 100 0
100 31 46 8
17 11 100 0
69 0 68 0
244 247 194
192 0 0
191 191 191
39
75 0 45 0
20 0 100 0
74 0 21 0
58 50 51 19
45 38 39 3
3 52 100 0
100 31 46 8
17 11 100 0
69 0 68 0
244 247 194
192 0 0
191 191 191
40
75 0 45 0
20 0 100 0
74 0 21 0
58 50 51 19
45 38 39 3
3 52 100 0
100 31 46 8
17 11 100 0
69 0 68 0
244 247 194
192 0 0
191 191 191
41
75 0 45 0
20 0 100 0
74 0 21 0
58 50 51 19
45 38 39 3
3 52 100 0
100 31 46 8
17 11 100 0
69 0 68 0
244 247 194
192 0 0
191 191 191
42
75 0 45 0
20 0 100 0
74 0 21 0
58 50 51 19
45 38 39 3
3 52 100 0
100 31 46 8
17 11 100 0
69 0 68 0
244 247 194
192 0 0
191 191 191
43
75 0 45 0
20 0 100 0
74 0 21 0
58 50 51 19
45 38 39 3
3 52 100 0
100 31 46 8
17 11 100 0
69 0 68 0
244 247 194
192 0 0
191 191 191
44
Eliminasi Ca Cx bukan mimpi, tapi strategi terukur.
Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor: Klinisi, Pemerintah, Tokoh Masyarakat, dan Perempuan itu sendiri.
"Menyelamatkan satu perempuan dari kanker serviks berarti menyelamatkan satu generasi."
75 0 45 0
20 0 100 0
74 0 21 0
58 50 51 19
45 38 39 3
3 52 100 0
100 31 46 8
17 11 100 0
69 0 68 0
244 247 194
192 0 0
191 191 191