Materi Untuk
HIMPUNAN
Tujuan Instruksional Khusus
Mahasiswa dapat memahami mengenai operasi himpunan dan sifatnya, perkalian himpunan, fuzzy set, multi set, dan operasi himpunan fuzzy
Materi Himpunan
0. Pendahuluan
Pendahuluan
1. Definisi Himpunan
Definisi Himpunan
2. Penyajian Himpunan
Penyajian Himpunan
4 cara umum untuk menyajikan himpunan:
Enumerasi
{ a, b, c, …, x, y, z }
Enumerasi
Simbol-simbol Baku
P = himpunan bilangan bulat positif = { 1, 2, 3, ... }
N = himpunan bilangan alami (natural) = { 1, 2, ... }
Z = himpunan bilangan bulat = { ..., -2, -1, 0, 1, 2, ... }
Q = himpunan bilangan rasional
R = himpunan bilangan riil
C = himpunan bilangan kompleks
Himpunan yang universal: semesta, disimbolkan dengan U.
Contoh: Misalkan U = {1, 2, 3, 4, 5} dan A adalah himpunan bagian dari U, dengan A = {1, 3, 5}.
Notasi Pembentuk Himpunan
Notasi: { x ⎥ syarat yang harus dipenuhi oleh x }
Contoh
(i) A adalah himpunan bilangan bulat positif kecil dari 5
A = { x | x bilangan bulat positif lebih kecil dari 5}
atau A = { x | x P, x < 5 }
yang ekivalen dengan A = {1, 2, 3, 4}
(ii) M = { x | x adalah mahasiswa yang mengambil kuliah IF2151}
Diagram Venn
Contoh
Misalkan U = {1, 2, …, 7, 8},
A = {1, 2, 3, 5} dan B = {2, 5, 6, 8}.
Diagram Venn:
3. Kardinalitas
Kardinalitas
4. Himpunan Kosong
Himpunan Kosong
Himpunan dengan kardinal = 0 disebut himpunan kosong (null set).
Notasi : ∅ atau {}
Contoh 7.
(i) E = { x | x < x }, maka n(E) = 0
(ii) P = { orang Indonesia yang pernah ke bulan }, maka n(P) = 0
(iii) A = {x | x adalah akar persamaan kuadrat x2 + 1 = 0 }, n(A) = 0
himpunan {{ }} dapat juga ditulis sebagai {∅}
himpunan {{ }, {{ }}} dapat juga ditulis sebagai {∅, {∅}}
{∅} bukan himpunan kosong karena ia memuat satu elemen yaitu himpunan kosong.
5. Himpunan Bagian
Himpunan Bagian
Himpunan A dikatakan himpunan bagian (subset) dari himpunan B jika dan hanya jika setiap elemen A merupakan elemen dari B.
Dalam hal ini, B dikatakan superset dari A.
Notasi: A ⊆ B
Diagram Venn:
Himpunan Bagian
(i) { 1, 2, 3} ⊆ {1, 2, 3, 4, 5}
(ii) {1, 2, 3} ⊆ {1, 2, 3}
(iii) N ⊆ Z ⊆ R ⊆ C
(iv) Jika A = { (x, y) | x + y < 4, x ≥, y ≥ 0 } dan
B = { (x, y) | 2x + y < 4, x ≥ 0 dan y ≥ 0 }, maka B ⊆ A.
Himpunan Bagian
Untuk sembarang himpunan A berlaku hal-hal sebagai berikut:
(a) A adalah himpunan bagian dari A itu sendiri (yaitu, A ⊆ A).
(b) Himpunan kosong merupakan himpunan bagian dari A
(Ø ⊆ A).
(c) Jika A ⊆ B dan B ⊆ C, maka A ⊆ C
6. Himpunan yang Sama
Himpunan yang Sama
Himpunan yang Sama
7. Himpunan yang Ekivalen
Himpunan yang Ekivalen
8. Himpunan Saling Lepas
Himpunan Saling Lepas
9. Himpunan Kuasa
Himpunan Kuasa
Himpunan kuasa (power set) dari himpunan A adalah suatu himpunan yang elemennya merupakan semua himpunan bagian dari A, termasuk himpunan kosong dan himpunan A sendiri. Notasi : P(A) atau 2A
Jika ⏐A⏐ = m, maka ⏐P(A)⏐ = 2m.
Contoh
Jika A = { 1, 2 }, maka P(A) = { Ø, { 1 }, { 2 }, { 1, 2 }}
Jika B = { a, b, c }, maka P(B) = ???
10. Operasi Terhadap Himpunan
Irisan (Intersection)
33
Gabungan (Union)
34
Komplemen (Complement)
35
Operasi terhadap Himpunan
36
37
Selisih (Difference)
Beda Setangkup
38
Operasi pada Himpunan
39
Beda Setangkup
40
TEOREMA. Beda setangkup memenuhi sifat-sifat berikut:
(a) A ⊕ B = B ⊕ A (hukum komutatif)
(b) (A ⊕ B ) ⊕ C = A ⊕ (B ⊕ C ) (hukum asosiatif)
Perkalian Kartesian
41
Perkalian Kartesian
42
Perkalian Kartesian
43
Perkalian Kartesian
44
Operasi pada Himpunan
45
11. Perampatan Operasi Himpunan
Perampatan Operasi Himpunan
47
Perampatan Operasi Himpunan
48
12. Hukum-hukum Aljabar Himpunan
Hukum-hukum Aljabar Himpunan
Hukum-hukum Aljabar Himpunan
13. Prinsip Dualitas
Prinsip Dualitas
53
54
55
56
57
58
14. Prinsip Inklusi-Eksklusi
Prinsip Inklusi-Eksklusi
60
61
62
Latihan:
Di antara bilangan bulat antara 101 – 600 (termasuk 101 dan 600 itu sendiri), berapa banyak bilangan yang tidak habis dibagi oleh 4 atau 5 namun tidak keduanya?
63
64
15. Partisi
Partisi
66
Himpunan Ganda (multiset)
67
68
69
16. Pembuktian Proposisi Himpunan
Pembuktian Proposisi Perihal Himpunan
71
72
73
74
75
76
77
(a)
(b)
78
79
(A – B) ∩ (A – C) = A – (B ∪ C).
80
81
82
83
84
85
17. Tipe Set dalam Pascal
Tipe Set dalam Bahasa Pascal
87
88
89
90
FUZZY SET
Fuzzy Set
Fuzzy Set vs Crisp Set
Crisp Set (Himpunan Tegas):
Fuzzy Set vs Crisp Set
Fuzzy Set (Himpunan Kabur):
Fuzzy Set vs Crisp Set
Fuzzy Set vs Crisp Set
Fuzzy Set
Istilah yang digunakan dalam Fuzzy Set yaitu:
Fuzzy Set
A B
A ∧ B A ∨ B ¬A
Operasi pada Fuzzy Set